Empat Pertimbangan Sebelum Mengambil Kredit Usaha


Anna 5 Feb 2014 23759Dibaca Normal 5 Menit

Kredit usaha sudah menjadi satu bagian dengan dunia bisnis karena sangat sulit apabila menjalankan usaha tanpa mengambil kredit. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih dulu.

Saat ini, sulit rasanya untuk menjalankah suatu usaha tanpa mengambil kredit, apapun jenis usaha kita. Kontraktor, sebelum pembayaran lunas, perlu mengupayakan biaya operasional terlebih dahulu. Pedagang, sebelum barang terjual tuntas, perlu membayar supplier dulu. Petani, sebelum mulai tanam, perlu dana untuk membeli benih, pupuk, pembasmi hama, dan seribu satu keperluan lainnya.

Kekurangan uang tunai bisa mengakibatkan kegiatan usaha terhambat. Oleh karena itu, kredit usaha telah menjadi bagian integral yang sulit dipisahkan dalam bisnis. Pertanyaanya, bagaimana kita memilih kredit usaha yang tepat? Pemilihan kredit usaha akan berpengaruh terhadap cashflow kita, jadi Anda harus mempertimbangkan plus-minusnya dengan seksama.

Pertimbangan Sebelum Mengambil Kredit Usaha

Seberapa Besar Skala Usaha Anda?

Secara umum, kredit usaha terbagi menjadi tiga, yaitu kredit mikro, ritel, dan korporasi. Penggolongan kredit ini tergantung pada besaran skala usaha Anda dan besaran pinjaman kredit Anda. Kredit mikro umumnya diambil oleh mereka yang membutuhkan modal kecil seperti petani dan pedagang pasar. Kredit ritel setingkat di atas kredit mikro, dan umumnya diambil oleh pengusaha UMKM. Sedangkan kredit korporasi diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar. Bunga untuk masing-masing kelompok berbeda tergantung kebijakan bank.

Penggolongan kredit ini biasanya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Plafon (batas atas) kredit mikro di bank besar nasional, misalnya, biasanya lebih rendah dibanding plafon kredit dari golongan yang sama di bank daerah atau BPR. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk mengambil kredit dari suatu bank, ada baiknya Anda menanyakan plafon kredit dan besaran bunga kredit di lembaga keuangan yang berbeda.

 

Apa Jenis Usaha Anda?

Berdasarkan cara pembayaran bunga dan pokok kredit, kredit usaha ada dua tipe, yaitu pinjaman biasa dan pinjaman rekening koran (r/k). Dalam pinjaman biasa, dana dari bank akan diberikan langsung kepada Anda untuk dipergunakan sesuai kebutuhan. Selanjutnya, Anda perlu melakukan angsuran rutin bunga dan pokok secara berkala (biasanya tiap bulan).

Tipe pinjaman biasa cocok bagi Anda yang memiliki usaha dengan cashflow (arus kas) rutin, seperti toko atau produksi barang kerajinan. Cashflow rutin memungkinkan Anda untuk merencanakan pembayaran angsuran kredit dengan lebih leluasa.

pinjaman biasa dan pinjaman rekening koran

Di sisi lain, pinjaman rekening koran diberikan oleh bank dalam bentuk rekening koran, biasanya giro. Anda bisa menarik dari rekening tersebut untuk kebutuhan usaha Anda dengan cek/bilyet giro. Pembayaran rutin yang harus Anda lakukan hanyalah bunga kredit dari besaran dana yang sudah Anda tarik dari rekening tersebut, sedangkan pokok kredit hanya perlu Anda bayar setahun sekali atau di akhir masa kredit.



Tipe pinjaman rekening koran cocok bagi usaha dengan cashflow tidak teratur seperti konstruksi. Penarikan dana dari rekening bisa dilakukan hanya ketika Anda membutuhkan, dan pembayarannya pun bisa disesuaikan dengan saat dana masuk.

 

Seberapa Besar Kredit Yang Anda Butuhkan?

Hal nomor satu yang perlu Anda ingat adalah untuk tidak meminjam lebih dari yang Anda butuhkan. Anda harus membayar bunga untuk setiap rupiah yang Anda pinjam lewat kredit usaha, sehingga alangkah mubazirnya jika ada kelebihan yang akhirnya tak digunakan untuk keperluan penting. Tentukan besaran yang cukup, lalu ajukan ke Bank, BPR, atau koperasi/BMT.

Kadang-kadang, jika Anda memiliki usaha berprospek bagus, Anda akan ditawari lebih banyak pinjaman dari yang Anda minta di awal. Misalnya, Anda mengajukan pinjaman mikro 50 juta, tapi kemudian Anda ditawari kredit 100 juta. Sepintas, itu mungkin kelihatan seperti rezeki dari langit, tapi ingat bahwa 100 juta itu hanya pinjaman yang kelak harus Anda kembalikan plus bunga. Perhitungkan baik-baik, antara kredit 50 juta dan 100 juta, mana yang lebih efektif dan efisien bagi usaha Anda, serta apakah Anda akan bisa melunasi angsurannya hingga akhir. Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda.

 

Bunga Kredit atau Bagi Hasil?

Selain kredit usaha yang ditawarkan bank umum dan BPR, sekarang sudah banyak juga ditawarkan kredit oleh bank Syariah dan BPRS dengan istilah 'pembiayaan bagi hasil'. Anda yang berkeinginan untuk mentaati perintah agama dengan sungguh-sungguh mungkin akan lebih menyukai pembiayaan bagi hasil daripada kredit berbunga. Tetapi bukan tidak mungkin juga Anda memilih pembiayaan bagi hasil walau Anda tidak terlalu religius, karena skema perjanjian kredit dan pembiayaan berbeda.

Jika Anda mengambil kredit, maka Anda harus membayar 'bunga kredit' di luar pokok pinjaman. Sedangkan jika Anda mengambil pembiayaan, maka Anda harus membayar 'bagi hasil' selain pokok pinjaman.

Bunga ditetapkan dalam persentase tertentu dari pinjaman pokok, tetapi bagi hasil ditentukan dalam proporsi tertentu dari keuntungan hasil usaha.

Misalkan perjanjian mengatakan pembagian bagi hasil Anda dan pihak Bank adalah 60:40, maka ketika Anda mendapatkan laba 1,000,000, Anda harus memberikan 400,000 kepada Bank. Tata cara bagi hasil dan penghitungannya disepakati di awal kontrak antara Anda dengan pihak Bank, jadi sebelum menandatangani perjanjian, pastikan bahwa Anda memahaminya dengan jelas dan tidak keberatan dengan poin-poin yang dipersyaratkan. Perbedaan antara bunga kredit dan bagi hasil ini cukup signifikan dan akan mempengaruhi pembukuan Anda.



BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Libida Via Ryan
10 JUN 2014
Syaratnya apa saja untuk bisa meminjam modal,kebetulan saya sedang membutuhkan modal sebesar 25 jt
Anna
14 AUG 2014
Syaratnya untuk setiap bank berbeda. Tetapi umumnya ada persyaratan pendapatan minimum, NPWP, penjamin (bisa pasangan sendiri), dan pengajuan aplikasi langsung ke bank :)
Dwi Lestari
1 MAY 2017
Bagaimana cara bank untuk meminimalisirkan san mengatasi kemacetan pada kredit bank
Lastri
1 OCT 2021

kalau syarat pengajuan di BRI Syariah apa saja ya..

Gina
1 OCT 2021

syarat umumnya pendapatan minimum dan NPWP
namun lebih detailnya bisa ditanyakan atau datang langsung ke kantor bank nya

Kirim Komentar/Reply Baru
11 Cicilan Tanpa Kartu Kredit Yang Terdaftar OJK
11 Cicilan Tanpa Kartu Kredit Yang Terdaftar OJK
Yuvita   17 Dec 2021   30  
Paylater vs Kartu Kredit, Mana yang Lebih Baik?
Paylater vs Kartu Kredit, Mana yang Lebih Baik?
Linlindua   29 Jun 2021   94  
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini   27 Dec 2020   447  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   806  
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Jujun Kurniawan   23 Aug 2020   1013  
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Febrian Surya   23 Jul 2020   924  
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Febrian Surya   26 May 2020   854  
Tips Mudah Kredit Motor Untuk Fresh Graduate
Tips Mudah Kredit Motor Untuk Fresh Graduate
Febrian Surya   21 Apr 2020   569  
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Wahyudi   16 Apr 2020   507