Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

Anna 17 Feb 2014 321551

Apakah Anda masih berpikir menghitung bunga deposito susah? Berikut ini seluk beluk perhitungan dan pengelolaan bunga deposito.

Menghitung bunga deposito jauh lebih mudah daripada menghitung bunga kredit. Anda cukup mencatat tenor deposito dan besaran bunga deposito dari bank saat Anda memasukkan deposito. Berikut ini akan kami paparkan lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga deposito dan pengelolaannya.

Perhitungan Dan Pengelolaan Deposito

 

Perhitungan Bunga Deposito

Bank umumnya menetapkan besaran bunga yang berbeda-beda tergantung tenornya. Ada deposito bertenor (jangka waktu) 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tenor 1 bulan artinya deposito tersebut tak bisa diambil sebelum jatuh tempo, yaitu 1 bulan. Begitu pula jika deposito 3 bulan, maka jatuh temponya adalah 3 bulan, dan seterusnya.

Besaran bunga untuk setiap jenis deposito dapat Anda ketahui dari halaman data suku bunga deposito kami, di kantor Bank Anda, maupun dengan bertanya kepada petugas Bank. Besaran bunga tersebut merupakan p.a. (per annum), atau bunga per tahun. Oleh karena itu, perhitungannya tidak bisa asal dikalikan dengan jumlah uang yang Anda depositokan.

Selain itu, sekalipun deposito bebas pajak, tetapi bunga deposito untuk deposito dengan besaran di atas Rp7,500,000 akan terkena pajak 20%. Oleh karena itu, pendapatan bunga Anda harus memperhitungkan pajak juga.

Rumus perhitungan bunga deposito setidaknya ada dua cara:

1. Perhitungan bunga deposito per tenor sebelum pajak.

Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (tenor/12) x 100%

Contohnya, bila Anda menyimpan 7 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah: 7,000,000 x 6% x (3/12) x 100% = 105,000. Karena jumlah deposito Anda di bawah batas 7,500,000, maka Anda tidak perlu memperhitungkan pajak 20%.

 

2. Perhitungan bunga deposito perbulan setelah pajak.

Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (30/365) x 80%

Contohnya, bila Anda menyimpan 10 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah: 10,000,000 x 6% x (30/365) x 80% = 39,452.

Jumlah tersebut sudah dikurangi pajak, jadi untuk mengetahui total bunga setelah tiga bulan, Anda tinggal mengalikan tiga, menjadi = 39,452 x 3 = 118,356.

Perhitungannya cukup mudah bukan? Atau, bila Anda tidak ingin repot-repot menghitung sendiri, Anda bisa memanfaatkan kalkulator bunga deposito kami. Kalkulator tersebut dapat digunakan untuk menghitung besaran bunga untuk deposito dengan jumlah lebih dari Rp 7,500,000, sekaligus dikurangi pajak.

 

Pengelolaan Bunga Deposito

Jika kita menyimpan dana di deposito 3 bulan, maka dana hanya bisa ditarik setelah tiga bulan. Apakah bunganya juga hanya bisa didapat setelah tiga bulan? Belum tentu. Tergantung bank tempat Anda mendepositokan uang Anda, Anda bisa memilih untuk mengambil bunga per bulan atau mengakumulasikannya hingga jatuh tempo.

Berikut beberapa opsi pengelolaan bunga deposito yang mungkin tersedia dan bisa Anda pilih:

 

1. Non-Automatic Rollover (Non-ARO)

Deposito Non-ARO berarti deposito berakhir saat jatuh tempo sesuai perjanjian awal, sedangkan bunganya bisa ditarik perbulan dan ditransfer otomatis ke rekening yang telah ditentukan, ataupun diambil bersamaan dengan penarikan deposito saat jatuh tempo.

 

2. Automatic Rollover (ARO)

Deposito ARO merujuk pada perpanjangan deposito secara otomatis. Misalkan Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, kemudian akan secara otomatis diperpanjang ke tiga bulan berikutnya. Bunga-nya bisa Anda atur untuk masuk ke rekening tabungan secara otomatis setiap bulan ataupun setiap akhir jatuh tempo.

 

3. Automatic Rollover Plus (ARO+)

Deposito ARO+ adalah pengembangan ARO. Dengan ARO+, dana pokok dalam deposito dan bunga yang diperoleh di periode awal akan langsung diperpanjang ke periode berikutnya setelah jatuh tempo. Umpama Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, pokok 10 juta dan bunga dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan deposito ke tiga bulan berikutnya. 

 

Sebagai nasabah, Anda memiliki kebebasan untuk memilih jangka waktu dan cara penarikan deposito yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhatikan bahwa menarik deposito sebelum masa jatuh tempo bisa mengakibatkan Anda terkena denda, bahkan kehilangan bunga yang telah dijanjikan. Oleh karena itu, penting untuk memilih jangka waktu dan model pengelolaan deposito dengan hati-hati.

Kirim Komentar/Reply Baru
contoh volatilitas tinggi dan volatilitas rendah

Contoh volatilitas tinggi dan volatilitas rendah kalo grafik gimna ya? Atau nilai volatilitasnya?

Beni 9 Aug 2019

Reply:

M Singgih (12 Aug 2019 03:26)

@ Beni:

- Contoh volatilitas tinggi dan volatilitas rendah kalo grafik gimna ya?

Pada chart trading, tinggi rendahnya volatilitas bisa diamati dengan indikator Bollinger Bands. Jika Bands menyempit, maka volatilitas pergerakan harga sedang rendah, dan jika melebar, maka volatilitas sedang tinggi.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Cara lain adalah dengan melihat indikator Average True Range (ATR). Semakin tinggi range pergerakan harga, yaitu selisih antara harga maksimum dan minimum pada suatu periode, maka semakin tinggi pula volatilitas pergerakan harga. Dengan demikian jika nilai ATR naik artinya volatilitas sedang tinggi, dan sebaliknya jika ATR turun.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca: Volatilitas, Range, Indikator ATR Dan Stop Loss

- ……. Atau nilai volatilitasnya?

Ada custom indikator yang mengukur volatilitas, yaitu Relative Volatility Index atau RVI, yang dinyatakan dalam angka antara 1 hingga 100. Jenis indikator ini adalah oscillator, dan bukan indikator bawaan dari Metatrader.

Suku Bunga Deposito Bank
Sistem 926
Rupiah  
Kalkulator Bunga Deposito
Sistem 2548