Berencana Menikah? Ini 7 Pertanyaan Finansial Untuk Calon Pasanganmu

Febrian Surya 22 Jan 2020 573
Dibaca Normal 5 Menit

Memiliki rencana menikah dalam waktu dekat? Kamu perlu menanyakan 7 pertanyaan finansial berikut ini ke calon suamimu.



Masa pacaran bersama calon pasangan mungkin menjadi momen terindah bagi kebanyakan orang, di mana saat masa pacaran inilah kamu mulai mengenal lebih jauh karakter dan sifat asli dari calon pasanganmu tersebut.

Obrolan kecil seputar masa depan kamu dan pasangan pasti menjadi hal menarik. Saat itu, kamu maupun calon pasanganmu pasti sama-sama memiliki komitmen untuk segera berumah tangga di kemudian hari.

persiapan pernikahan

Jika kamu dan pasanganmu sudah serius untuk segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini, tidak ada salahnya bagi kamu untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan finansial kepada calon pasanganmu. Lebih cepat, lebih baik. Mengapa? Salah satunya, karena kamu akan disibukan dan harus mengurus sewa gedung dan serba-serbi lainnya dalam acara pernikahan, yang tentunya memerlukan modal tidak kecil.

Selain itu, pernikahan akan mengubah kehidupanmu secara finansial. Di mana, kamu bukan lagi berstatus seorang diri lagi, melainkan kamu akan hidup bersama-sama dengan pasanganmu dalam suka dan duka. Tak terkecuali urusan tujuan finansial bersama. Berikut 7 pertanyaan finansial yang perlu kamu tanyakan kepada calon pasanganmu sebelum menikah:

Selain penjelasan pada video di atas, uraian lebih detail mengenai pertanyaan-pertanyaan sebelum menikah yang kamu wajib tahu tersedia pula bawah ini:

 

1. Berapa Tanggunganmu Setiap Bulan?

Pertanyaan finansial ini bisa kamu tanyakan kepada pasanganmu sebelum menikah. Tujuannya, untuk mengetahui berapa besaran uang atau tanggungan yang dibebankan kepada calon pasanganmu.



Biasanya, hal ini dikarenakan masih memiliki adik yang masih bersekolah atau orang tua yang sudah pensiun kerja. Hal-hal yang berhubungan dengan finansial ini perlu diketahui agar kamu dan pasanganmu bisa membagi pos keuangan untuk biaya pernikahan dan juga untuk masa depan kelak.

 

2. Apa Prospek Karir Jangka Panjangmu?

Kamu boleh menanyakan ini kepada calon pasanganmu. Misalkan dalam lima tahun ke depan, ia ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 untuk mendapatkan kenaikan jabatan. Berarti, kamu dan calon pasanganmu perlu melakukan kalkulasi, berapa uang yang diperlukan untuk biaya pendidikan tersebut.

 

3. Kapan Kamu Mau Pensiun Kerja?

Di Indonesia, usia pensiun kerja memasuki umur di atas 55 tahun. Anggaplah saat ini kamu dan calon pasanganmu masih berusia 25 tahun. Jadi, kamu masih memiliki waktu hingga 20 tahun ke depan untuk memilih ingin pensiun dini atau tidak. Jika sudah pensiun apa yang akan kamu lakukan bersama calon pasanganmu.

Ini sebuah pertanyaan yang perlu kamu tanyakan kepada calon pasanganmu terkait di usia berapa ia ingin pensiun kerja dan setelah pensiun kerja ingin melakukan hal apa.

 

4. Apa Yang Menjadi Prioritas Utama di Hidupmu?

Prioritas memang berhubungan erat dengan tujuan finansialmu. Coba kamu tanyakan kepada calon pasanganmu perihal hal ini. Karena, memiliki visi dan tujuan finansial bersama lebih penting dibanding dengan kebutuhan pribadi semata. Itulah mengapa kamu disebut sebuah keluarga. Sebab, keputusan finansial yang kamu pilih akan berimbas kepada hal-hal lainnya. Jangan sampai ya hal itu terjadi kepada kamu dan calon pasanganmu.

persiapan biaya nikah(Baca Juga: Cara Menyiapkan Dana Darurat)

 

5. Apakah Kamu Sudah Memiliki Anak Sebelumnya?

Mungkin pertanyaan ini terdengar kurang baik di telinga kamu. Namun, hal ini perlu kamu pastikan sebelum kamu menikah dengan calon pasanganmu nanti. Jika memang calon pasanganmu sudah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, maka itu berarti ia masih memiliki tanggungan atau tanggung jawab terkait keuangan anak-anaknya. 



 

6. Siapa Yang Akan Membayar Biaya Pernikahan?

Acara pernikahan memang bisa dibuat sesederhana mungkin, yang disesuaikan dengan anggaran dari masing-masing keluarga penggantin. Namun, siapa yang akan membayar biaya pernikahan, tetap perlu ditanyakan oleh kamu kepada calon pasanganmu.

persiapan pernikahan

Biasanya, biaya pernikahan bisa dibagi rata antara dua keluarga pengantin, baik itu pria dan wanita. Namun, tak jarang juga ada salah satu keluarga pengantin yang membayar lebih untuk biaya pernikahan yang dilangsungkan.

 

7. Siapakah Yang Akan Merawat Anak Secara Full Time?

Merawat anak yang masih kecil memang membutuhkan perhatian ekstra. Inilah mengapa pertanyaan ini perlu ditanyakan kepada calon pasanganmu. Umumnya, pihak perempuan sebagai ibu yang akan merawat dan menjaga anak secara penuh waktu. Tak jarang, dari mereka memilih untuk berhenti bekerja karena sibuk mengurusi sang buah hati. Jika demikian, itu berarti sumber penghasilan keluargamu akan berkurang. Hal ini tentunya perlu menjadi pertimbangan khusus. 

 

Semakin Terbuka Dengan Pasangan, Semakin Baik

Itulah 7 pertanyaan finansial yang bisa kamu tanyakan kepada calon pasanganmu sebelum kamu memutuskan ingin menjalin hubungan lebih serius melalui pernikahan. Dalam hal ini, dibutuhkan dari masing-masing pasangan keterbukaan terkait masalah finansial yang sedang dihadapi. Karena pilihan berumah tangga bukanlah suatu keputusan yang diambil secara sepihak saja, melainkan melibatkan banyak orang seperti masing-masing pasangan, orang tua dan sebagainya.



Keputusan menikah juga merupakan tujuan finansial bersama dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan saling bahu-membahu satu sama lain untuk mencapai tujuan finansial bersamamu tersebut.

Forum

Arief (26 Feb 2016)

salam Gan, saya masih latihan di akun demo & waktu saya masukkan order buy ada keterangan S/L ATAU T/P/ TIDAK SESUAI. artinya apa ya gan?? tolong di bantu trims

Selengkapnya...

Kalkulator KPR

Kirim Komentar/Reply Baru


Tips Investasi untuk Siapkan Dana Pernikahan
Tips Investasi untuk Siapkan Dana Pernikahan
Nandini   11 May 2021   62  
Berapa persen inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya?

Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya? Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali? Apakah tidak ada cara lain? mohon penjelasannya, thanks.

Herry 9 Feb 2012

Reply:

Basir (09 Feb 2012 08:30)

Menentukan seberapa paraf tingkat inflasi tidak hanya diukur berdasarkan presentase, melainkan yang paling penting adalah dampak yang ditimbulkan inflasi tersebut. Walaupun presentase kenaikan inflasi rendah namun kenaikannya bersumber dari kenaikan barang-barang pokok tentunya dapat menimbulkan permasalahan yang serius bagi perekenomian.

Menurut penyebab awalnya, inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Inflasi yang timbul sebagai akibat dari peningkatan permintaan masyarakat (demand full inflation).
  • Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi yanglazim disebut cosh push inflation.

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.

Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.

Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia. Suku bunga menjadi salah satu Senjata utama untuk menagkal Inflansi. namun disisi lain ada juga pembelian aset aset yang dilakukan oleh bank Sentral. Tak heran jika ada bank sentral memiliki ratusan Tonemas sebagai cadangan dalam menstabilkan ekonomi (melakukan kebijakan moneter).

M Singgih (30 May 2019 07:17)

@ Herry:

- Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya?

Setiap negara tidak sama. Untuk negara-negara industri maju seperti AS, Jepang dan Uni Eropa mematok target inflasi di tingkat konsumen (CPI) year on year sebesar +2.0%. China sebesar 3.0% (untuk tahun 2019), dan target inflasi Indonesia (dibuat oleh Bank Indonesia) untuk tahun 2019 adalah +3.5%, untuk tahun 2020 sebesar +3.0%.

- Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali?

Ya, selama ini kebijakan moneter bank sentral yang populer untuk menyesuaikan tingkat inflasi adalah dengan cara mengatur besarnya suku bunga acuan. Jika inflasi tinggi, suku bunga dinaikkan untuk mengurangi jumlah uang beredar. Sebaliknya ketika inflasi sedang rendah maka suku bunga diturunkan untuk menambah jumlah uang beredar.

Ada juga kebijakan pasar terbuka dengan menjual atau membeli surat berharga, hingga sanering (memotong nilai mata uang) ketika terjadi hiper inflasi.

Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Linlindua   26 Apr 2021   141  
Tips Agar Deposito Bisa Jadi Investasi Masa Depan
Tips Agar Deposito Bisa Jadi Investasi Masa Depan
Wahyudi   23 Dec 2020   661  
Jebakan Paling Berbahaya Dalam Trading
Jebakan Paling Berbahaya Dalam Trading
Jujun Kurniawan   21 Dec 2020   983  
Buku Terbaik Untuk Belajar Trading Forex Mulai Dari Nol
Buku Terbaik Untuk Belajar Trading Forex Mulai Dari Nol
Jujun Kurniawan   4 Dec 2020   1350  
Cara Cerdas Mengatur Keuangan Rumah Tangga Ala Wanita Karier
Cara Cerdas Mengatur Keuangan Rumah Tangga Ala Wanita Karier
Febrian Surya   27 Nov 2020   603  
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Jujun Kurniawan   13 Nov 2020   1336  
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Jujun Kurniawan   10 Nov 2020   884  
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi   22 Oct 2020   421  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1212