Lakukan Manajemen Keuangan Ini Agar Tidak Terjebak Dalam Tanggal Tua

Febrian Surya 17 Jan 2020 Dibaca Normal 4 Menit
bisnis > keuangan >   #keuangan
Momen tanggal tua memang seringkali dikenal dengan masa kritisnya finansial. Agar tidak terjebak dengan tanggal tua, kamu perlu melakukan hal ini.

Tanggal tua bagi para-dan-arb-di-bursa-efek-indonesia-283499-34" class="extlink">ara pekerja kantoran umumnya menjadi momen yang terasa sulit untuk dijalankan. Mengapa? Hal ini disebabkan oleh masalah klasik, yaitu uang tunai yang kamu miliki kian hari kian menepis saja, seiring memasuki akhir bulan. Karena itu, kamu harus pintar-pintar dalam mengatur keuanganmu hingga tanggal gajian tiba.

Masalah ini sepertinya sudah menjadi siklus bulanan yang akan selalu kamu hadapi dan jumpai ketika tanggal tua tiba. Tepatnya, saat memasuki minggu ke-3, setelah kamu menerima gaji bulanan. Biaya pengeluaran rutin kamu sehari-hari umumnya dikeluarkan untuk urusan konsumtif seperti makan, beli bensin, transportasi online, dan masih banyak lagi.

persiapan tanggal tua

Jadi, apa yang sebaiknya kamu lakukan agar tidak terjebak dalam siklus tangga tua? Apalagi, jika kita membicarakan mengenai gaya hidup anak milenial zaman now. Yang mana, semua orang pasti sudah tahu bahwa mereka merupakan sosok yang sangat konsumtif atau dapat dikatakan sebagai orang yang boros. Besar kemungkinan, gaji bulanan yang mereka dapatkan tidak bertahan lama hingga tanggal gajian tiba.

Ujung-ujungnya, apa yang akan mereka lakukan? Kamu pasti sudah tahu jawabannya, yakni melakukan pinjaman uang kepada sahabat atau meminta uang kepada orang tua. Kalau begitu, kapan ya kamu bisa mandiri dalam mengelola uangmu tersebut? Berikut cara agar tidak terjebak dalam siklus tanggal tua:

 

Perencanaan Keuangan Bulanan

Lakukan pencatatan keuangan bulananmu, baik pemasukan maupun pengeluaran. Misalnya, gaji bulanan yang kamu peroleh sebesar Rp5 juta. Dengan pemasukan itu, kamu memiliki biaya pengeluaran tetap setiap bulannya sebesar Rp2 juta, antara lain biaya kos, laundry, dll. Setelah membayar seluruh biaya yang dibutuhkan, kamu masih punya sisa uang sebesar Rp3 juta. Semua transaksi itu harus kamu catat secara detail. Dengan memiliki catatan, kamu bisa mengetahui sisa uangmu dalam sebulan. 

Kamu bisa mencatat pengeluaran secara harian di selembar kertas, smartphone ataupun laptop. Semua itu, terserah dan sesuai keinginanmu. Cara ini perlu kamu lakukan agar memiliki gambaran atau estimasi pengeluaran setiap bulannya. Ini menjadi langkah antisipasi agar tidak terjebak dalam siklus tanggal tua.

 

Menabung

Tidak bosan-bosannya orang tua untuk selalu mengajarkan kamu membiasakan diri rajin menabung sejak kecil. Kamu tak perlu mematok seberapa besar uang yang bisa kamu tabung setiap bulannya. Yang penting adalah kamu bisa menabung secara konsisten. Mengapa?

persiapan tanggal tua

Sebab, biaya rutin dan biaya sehari-hari yang perlu kamu keluarkan, terkadang juga ada biaya pengeluaran tambahan lainnya yang datang secara tiba-tiba, seperti kamu harus servis motor untuk mengganti ban baru, bayar pajak kendaraan, ban bocor di tengah jalan, dll. Ini merupakan biaya-biaya yang tidak terduga yang seringkali luput dari perhatian.

Tak jarang, ketakutan kamu akan tanggal tua tersebut benar-benar akan terjadi jika kamu tidak mempersiapkan dana tambahan dari tabunganmu.

 

Berhemat  

Selain memiliki rencana keuangan dan juga konsisten menabung, tidak ada yang lebih baik lagi dibanding dengan hidup berhemat. Hal ini merupakan langkah bijak dalam tujuan finansialmu. Cara berhemat keuangan di sini, bukan dengan selalu makan-makanan yang murah meriah tanpa memikirkan efek kesehatan ke depannya.

Melainkan kamu bisa memanfaatkan promo-promo diskon menarik yang diberikan oleh berbagai aplikasi pembayaran digital. Salah satunya dengan memanfaatkan cashback di merchant-merchant yang sudah bekerja sama dengan mereka. Namun, tetap ada batasnya karena uang cashback yang kamu terima. Jika nanti ingin digunakan, biasanya terbatas oleh produk-produk yang bisa dibeli, yang umumnya produk-produk tersebut tidak sesuai kebutuhan. Hal ini malah bisa semakin meningkatkan belanja impulsifmu.

 

Komitmen Keuangan Menjadi Kunci

Komitmen itu bukan hanya diucapkan saja, melainkan juga harus dibuktikan oleh kamu dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang bisa saja bilang mau berhemat agar tak terjebak siklus hari tua, namun bagaimana kenyataannya? Tak berbanding lurus dengan apa yang mereka ucapkan.

persiapan tanggal tua

Sebetulnya, cara sederhananya adalah membatasi diri kamu untuk hal-hal yang bisa meningkatkan keinginan kamu untuk berbelanja seperti kurangi jalan-jalan ke mal bareng teman dan sebagainya. Buatlah dan tempatkanlah diri kamu di lingkungan yang memang mendukung tujuan finansialmu, jika kamu ingin berhemat dan tidak ingin terjebak dalam siklus tanggal tua.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Broker menyuruh kliennya melakukan verifikasi sebetulnya untuk beberapa tujuan, termasuk mempelajari tentang Anda dan kebutuhan keuangan Anda serta memenuhi kewajiban peraturan tertentu. Meskipun mungkin membutuhkan sedikit waktu untuk mengisi form, penting untuk menjawab pertanyaan secara akurat. Jadi, pastikan untuk membaca form dan perjanjian yang menyertai serta dokumen lain yang diberikan broker. Jangan lupa ajukan pertanyaan tentang apa pun yang tidak Anda pahami.
 Theo |  23 Dec 2020
Halaman: Cara Mengatasi Masalah Verifikasi Broker
Aman kok, kan ga ada pihak2 lain, cuma broker dan bank jadi munculnya isu atau problem kecil sekali. Kalaupun ada, tinggal di-track aja, karena kesalahan kalau nggak di pihak bank ya di broker. Dan lagi bank dan broker sistem keuangan dan keamanannya udah profesional, dibanding jasa2 titip transfer gitu.
 Miranda Aziz |  28 Dec 2020
Halaman: Kebijakan Deposit Withdrawal Broker Yang Perlu Diwaspadai
Menurut saya pemilihan produk keuangan harus disesuaikan dengan rencana keuangan
Tabungan :
- Bisa mulai menggunakan tabungan dari nominal kecil
- Penambahan dana juga umumnya tidak dibatasi
- Mudah dicairkan kapan saja, terutama jika memiliki kartu ATM
- Modal awal investasi umumnya tidak akan berkurang
- Investasi non-fisik, tidak memegang langsung uangnya, melainkan mendapatkan bukti berupa buku tabungan atau rekening koran
- Ada resiko jika bank terlikuidasi, maka jumlah dana simpanan yang aman hanyalah sesuai jumlah dan suku bunga yang dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjaminan Simpanan
Emas :
- Bisa membeli emas dalam bentuk perhiasan atau logam mulia
- Emas, apalagi logam mulia tergolong cukup likuid
- Terbatas pada hari operasinya toko emas
- Emas adalah investasi fisik
- Ada resiko kehilangan berupa kecurian. Akan tetapi juga bisa merasa nyaman karena emas dipegang sendiri
- Emas punya resiko modal awal investasi berkurang (bila terjadi penurunan harga emas)
Semoga membantu..
 Rosita |  21 Jul 2021
Halaman: Perbedaan Emas Batangan Dengan Dinar Emas
Pertama, pahami sebabnya sebelum berpikiran buruk terhadap pasangan
Minta penjelasan alasan pasangan tidak jujur
Ajak bicara baik-baik (dengan kepala dingin)
Pastikan untuk kedepan jujur dalam keuangan, untuk mengatur masa depan (atur keuangan bersama)
 Ayuningtyas |  18 Mar 2022
Halaman: Manajemen Keuangan Jika Punya Pasangan Boros
Cardano berpeluang untuk bersaing dengan Ethereum sebagai platform blockchain, didukung riset dan tim yang lebih unggul.
Saat ini masih dalam pengembangan, namun ada kemungkinan menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan
 Muhammad Hanafi |  19 May 2022
Halaman: Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus
1. BI Checking itu sekarang sudah tidak ada. Pengawasan kredit perbankan sudah jadi wewenang OJK, sehingga namanya diubah menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. 2. Cara pencatatan itu bukan cuma "si fulan menunggak utang" atau "si fulan tidak menunggak utang". SLIK punya sistem skor yang terdiri atas: Skor 1: Kredit Lancar, artinya kamu selalu memenuhi kewajiban untuk membayar cicilan tiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
Skor 2: Kredit dalam Perhatian Khusus (DPK), artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari
Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari
Skor 4: Kredit Diragukan, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari
Skor 5: Kredit Macet, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.
 Aisha |  15 Jun 2022
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Komentar[1]    
  Fahmi   |   23 Jun 2022

Ada rekomendasi bank yang gak kasih biaya administrasi gak?

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip