Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?

Satrya Heli Oriza 23 Oct 2019
Dibaca Normal 4 Menit
bisnis > saham >   #saham-ipo   #ipo
Beberapa pekan terakhir, banyak perusahaan yang mulai melantai di bursa (IPO). Saat itu pula para investor berbondong-bondong untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Apakah sobat termasuk salah satunya?

Halo sobat trader dan investor di seluruh Indonesia. Apa kabar? Kali ini kami kembali membawakan artikel untuk sobat semua. Pembahasan kita kali ini adalah tentang saham-saham perusahaan yang baru saja launching (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Tidak sedikit investor atau trader retail maupun dari institusi yang memanfaatkan peluang memborong saham-saham IPO.

Bagaimana tidak, ketika saham baru mulai melantai di bursa, harga saham IPO biasanya naik drastis. Hal ini disebabkan karena pada saat itu permintaan biasanya lebih besar dari pada penawaran. Sehingga menyebabkan kenaikan harga secara drastis. Tentunya, pada saat itu juga, sobat yang pandai memanfaatkan momen tersebut memperoleh keuntungan hingga puluhan persen bahkan ratusan persen dalam satu hari perdagangan saja.

Menggiurkan sekali bukan? Siapa sih yang tidak ingin memperoleh keuntungan puluhan bahkan ratusan persen hanya dalam satu hari perdagangan? Namun, sobat harus mengingat bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham yang baru melantai di bursa.

membeli saham ipo

(Baca Juga: Tiga Mekanisme Initial Public Offering)

 

Pertimbangan Dalam Membeli Saham IPO

Jika sobat memutuskan atau telah membeli entah karena rekomendasi atau berdasarkan keputusan sobat sendiri untuk membeli saham IPO, apa alasan sobat membeli saham perusahaan tersebut? Apakah karena potensi profitnya? Ataukah karena sobat yakin dengan masa depan perusahaan tersebut?

Jika sobat yakin dengan masa depan perusahaan tersebut tidak masalah jika sobat memiliki tujuan untuk jangka panjang. Tetapi jika sobat hanya ikut rekomendasi orang lain tanpa memahami mengapa sobat harus membeli saham perusahaan tersebut, ini yang bahaya.

Tidak sedikit rekan-rekan trader yang memanfaatkan momen saham perusahaan yang IPO untuk mencari peluang profit. Banyak yang untung sampai ratusan persen, namun banyak juga yang rugi sampai ratusan persen. Bagaimana tidak, karena pada saat sebuah saham baru saja mulai diperdagangkan di bursa, akan terjadi lonjakan harga entah naik secara drastis, ataupun turun juga secara drastis.

Jika sobat memahami risiko di dalamnya atau sobat sudah memiliki banyak pengalaman di dunia saham, tidak masalah. Tapi bagi sobat yang baru saja akan mulai menekuni dunia trading dan investasi saham lebih baik jangan mencoba dulu. Karena bagaimanapun juga, sebuah instrumen investasi atau instrumen keuangan yang memberikan potensi profit besar akan diiringi juga oleh potensi risiko sepadan (High Risk, High Profit). Alangkah baiknya jika sobat turut memperhatikan data historis saham yang ingin dibeli agar memperoleh pertimbangan yang matang.

Data Historis Saham(Kunjungi Juga: Data Historis Saham)

Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu, salah satu saham perusahaan pada hari pertama mulai melantai di bursa memberikan angin segar bagi rekan-rekan trader yang terbiasa memanfaatkan momen tersebut. Namun, salah seorang rekan trader yang masih pemula curhat kok beberapa hari setelahnya saham tersebut terus merosot bahkan sekarang jadi "saham tidur" (istilah bagi saham yang tidak ada pergerakan sama sekali). Alasannya membeli saham tersebut karena rekomendasi teman. Bukan karena dia memahami bisnis perusahaan tersebut.

Kebetulan saat itu dia memiliki dana sekitar Rp. 20,000,000 dan hebatnya lagi dana tersebut digunakan semua untuk membeli saham yang sama tanpa menggunakan pertimbangan dan Money Management. Akhirnya yang ada tinggal penyesalan, dari modal sebesar Rp. 20,000,000 kini tersisa hanya Rp. 7,000,000, dia sempat melakukan cut loss karena tidak tahan melihat floating minus yang cukup besar.

saham untuk jangka panjang

(Baca Juga: Ciri-Ciri Saham Menguntungkan Untuk Jangka Panjang)

 

Sebelum Membeli Saham IPO, Cek Manajemen Risiko Pribadi

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita singkat tersebut? Membeli atau trading saham IPO sebenarnya sah-sah saja, dengan catatan sobat memahami potensi risiko yang ada di dalamnya. Dengan membeli saham IPO, sobat memiliki dua kemungkinan yang sama, untung besar atau rugi besar apalagi jika sobat tidak memahami bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut.

Saham IPO ibaratnya bayi yang baru lahir, masa depannya belum jelas. Apakah ketika dewasa nanti dia akan menjadi orang yang sukses ataukah sebaliknya. Apakah sobat dapat menjamin masa depan seseorang? Tentu tidak.

Oleh sebab itu pertimbangkan dengan matang sebelum sobat mulai membeli saham-saham perusahaan yang IPO serta gunakan dana yang sobat miliki dengan bijak. Tentunya juga dengan melakukan perencanaan Money Management yang baik. Semoga dengan artikel singkat ini dapat menambah wawasan bagi kita semua, khususnya bagi rekan-rekan trader yang baru saja mulai terjun dalam dunia investasi saham. Salam profit!

Terkait Lainnya
Kategori Terkait
 

Komentar @inbizia

Pajak atas bunga deposito adalah 20%, biasanya sudah dipotong langsung oleh bank.Kalau maksud pertanyaan Anda adalah berapa potongan pajak di SPT Tahunan, maka jawabannya: Deposito wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan, tetapi bukan termasuk item yang kena pajak lagi.
 Admin |  25 Sep 2017
Halaman: Kalkulator Bunga Deposito
Apabila benar bunga perbulan 4%, maka bisa dihitung dengan rumus: besaran deposito x bunga = 500jt x 4% = 20jt, dan setelah tiga bulan maka bunganya (20jtx3) = 60jt sebelum pajak 20%. Angkanya agak tidak masuk akal, karena memang penulisan bunga deposito biasanya bukan perbulan, melainkan pertahun.

Sekali lagi, perlu diperhatikan bahwa penulisan bunga bank untuk deposito itu biasanya pertahun, bukan perbulan. Jadi, jika bunga 4% itu adalah pertahun, maka rumusnya sama seperti yang tercantum pada artikel di atas, dan Anda bisa langsung menginput angka-angkanya di kalkulator yang tersedia. Setelah dimasukkan angka 4 di kolom bunga dan 500000000 di kolom nominal, diperoleh angka bunga per bulan 1.315.068. Setelah tiga bulan, berarti bunganya 1.315.068 x 3 = Rp 3.945.204 sudah dipotong pajak.
 Admin |  8 Dec 2017
Halaman: Kalkulator Bunga Deposito
Data historis ini hanya dapat menyajikan saham-saham yang sudah cukup lama melantai di bursa. NUSA baru IPO pada minggu kedua bulan Juli 2018, bahkan belum genap 1 bulan. Jadi, kami belum dapat menyediakannya.
 Admin |  30 Jul 2018
Halaman: Data Historis Saham
Sepengetahuan kami, penggunaan deposito sebagai jaminan kredit tidak ada hubungannya dengan penghindaran pajak. Toh ketika bank membayarkan bunga deposito, nantinya akan otomatis dipotong pajak; tak peduli apakah deposito itu digunakan sebagai jaminan kredit atau tidak. Dalam hal pertimbangan Anda, mungkin Anda membayangkan pinjaman tersebut untuk keperluan konsumtif? Jika konteksnya kredit konsumtif, memang mungkin lebih ekonomis jika deposito diambil langsung saja daripada digunakan sebagai jaminan kredit bank. Namun, jika kita berbicara tentang kredit untuk tujuan produktif, maka perkaranya jadi berbeda. Apabila dana deposito ditarik begitu saja, maka kita akan kehilangan pendapatan bunga, kena penalti, dan rugi Opportunity Cost; padahal usaha yang didanai belum tentu sukses, dan jika bermasalah maka langsung ada perkara likuiditas dalam waktu singkat karena praktis tidak ada persediaan uang sama sekali. Namun, jika deposito digunakan sebagai jaminan kredit bank, kemudian usaha bermasalah, maka bisa diekspektasikan ada rentang waktu cukup lama untuk memperhitungkan cicilan baliknya (dengan ataupun tanpa penjadwalan ulang), plus tetap ada pendapatan bunga deposito yang akan mengurangi beban bunga kredit. Apalagi, kredit dengan jaminan deposito bisa diproses jauh lebih cepat ketimbang kredit dengan kolateral berbeda. Ini salah satu contoh skenarionya saja. Setiap orang bisa punya pertimbangan berbeda-beda sesuai dengan situasi masing-masing. Karena, ketika kita memperhitungkan untung-rugi, tidak hanya melihat angka-angka nominal saja, melainkan banyak aspek lain, seperti Opportunity Cost dan likuiditas tadi. Jika berdasarkan situasi Anda saat ini, tidak ekonomis menggunakan deposito sebagai jaminan kredit, maka ya jangan lakukan itu. Namun, orang lain boleh jadi memiliki pertimbangan lain, karena situasi mereka belum tentu sama dengan Anda.
 Anna |  1 Aug 2018
Halaman: Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit Bank
Ini aplikasi lain yang bisa buat perbandingan min DANA

Aplikasi dompet digital ini tentu sudah tidak asing lagi. Anda bisa menggunakan DANA untuk transfer uang antar bank secara gratis tanpa dikenai biaya admin. Lebih dari itu, jika Anda menggunakan DANA maka Anda juga bisa melakukan transaksi berbagai produk digital lainnya. Seperti listrik, pulsa, BPJS, dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan aplikasi transfer antar bank ini, Anda juga bisa membeli barang di Bukalapak dan membayarnya. Terlebih aplikasi ini juga menyediakan banyak promo dan diskon yang sangat menarik. Penasaran? Anda bisa langsung mengunduhnya.

Keunggulan : Transfer antar bank tanpa biaya admin Maksimal pemakaian 10 kali setiap bulan Dapat transfer saldo ke sesama pengguna Banyak diskon dan promo menarik Flip
Aplikasi yang menyediakan layanan transfer antar bank tanpa biaya admin ini sudah berdiri sejak tahun 2016. Selain DANA, Flip juga sudah memiliki izin resmi dari Bank Indonesia dan sudah terjamin keamanannya. Anda bisa melakukan transfer melalui akun regular dengan limit 5 juta per hari.

Apabila Anda ingin mengirim uang lebih banyak menggunakan Flip, maka gunakan saja fitur FLIP+ dengan angka transfer maksimal 20 juta. Hanya saja transaksi tersebut memerlukan biaya admin sebesar Rp 2.500 saja. Dengan menggunakan aplikasi transfer antar bank ini, Anda bisa transfer ke berbagai bank yang ada di Indonesia. Seperti Mandiri, Mandiri Syariah, BNI, BNI syariah, BCA, BRI, Bank Muamalat, CIMB Niaga, CIMB Syariah, dan akan masih bertambahlagi.

Keunggulan : Transfer antar bank limit 5 juta per hari untuk akun regular Akun FLIP+ limit hingga 20 juta per transaksi dengan biaya admin sebesar Rp 2.500 Sudah memiliki izin OJK Data pengguna yang terjamin keamanannya 3. IpotPay
Aplikasi transfer antar bank tanpa biaya selanjutnya adalah IpotPay. Aplikasi ini berbeda dari aplikasi sebelumnya, pasalnya dengan menggunakan IpotPay Anda bisa mendapatkan imbalan 7-10% pertahun jika menyimpan saldo dan bertransaksi lewat aplikasi tersebut.

Aplikasi IpotPay sendiri sudah terdaftar di OJK sehingga sudah dijamin keamanannya. Dan yang menarik, di aplikasi ini tidak menetapkan limit tertentu sehingga Anda bisa menggunakannya dengan bebas.

Keunggulan : Transfer antar bank dan menyimpan saldo mendapat imbalan 7-10% Tidak adanya limit transfer antar ban
 Roni Saputra |  23 Jul 2020
Halaman: Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Untuk beli reksadana, bisa melalui marketplace reksadana yang tersedia di Playstore. Contohnya saja Bareksa, Bibit, Tanamduit, Ipotfund atau Ajaib. Marketplace reksadana ini menyediakan berbagai jenis reksadana mulai dari yang syariah maupun konvensional. Di Indonesia sendiri sudah ada puluhan marketplace reksadana yang terdaftar. Bisa cek di sini: 5 Marketplace Reksadana Yang Cocok Untuk Investor Milenial Untuk standar keamanannya, pastikan sudah mendapatkan ijin dari OJK.
 Ananta |  27 May 2022
Halaman: Apa Pengaruh Ihsg Pada Reksadana
Saham Untung
Kode Saham Last Change  
BMTR 392 7.69%
STTP 7,800 7.59%
DGIK 132 7.32%
AMRT 1,950 6.56%
JPFA 1,615 7.31%
JAYA 140 6.06%
MAPI 1,070 4.39%
BHIT 70 6.06%
MIDI 2,250 5.63%
BUMI 143 5.93%

Kirim Komentar Baru