Mengenal Ekosistem NFT Berbasis Blockchain Solana

Evan 13 May 2022Dibaca Normal 7 Menit
kripto>platform>   #nft   #blockchain   #solana
Digadang-gadang menjadi pesaing utama NFT berbasis Ethereum, blockchain Solana ternyata memiliki banyak keunggulan sebagai dasar ekosistem NFT. Apa saja itu? Baca selengkapnya di artikel ini.

Meskipun popularitas NFT (Non-Fungible Token) tak setinggi tahun lalu, namun topik NFT masih cukup relevan untuk dibahas saat ini, terlebih bila melihat perkembangan teknologi blockchain sebagai dasar ekosistem NFT.

Ekosistem NFT Berbasis Blockchain Solana

Hingga saat ini, Ethereum memang masih mendominasi pasar NFT. Hal ini cukup lumrah, mengingat Ethereum merupakan blockchain pertama yang mendukung proyek NFT dengan smart contract dari standar token ERC-721. Bahkan tahun lalu saja, Ethereum memegang sekitar 95% transaksi NFT di berbagai marketplace.

Namun, tahukah Anda bila sekarang ada platform yang digadang-gadang akan menjadi Ethereum Killer di pasar NFT? Ia bernama Solana. Dengan jaringan lebih cepat dan hemat energi dibandingkan Ethereum, jumlah transaksi NFT berbasis blockchain Solana mengalami peningkatan signifikan. Hal ini berbanding terbalik pada Ethereum yang justru menurun sekitar 15% dari sebelumnya.

Berdasarkan fenomena tersebut, artikel ini akan mengupas mengenai ekosistem NFT yang dimiliki Solana. Mulai dari bagaimana cara kerja Solana untuk minting NFT? Apa saja marketplace dan proyek NFT terbaiknya? Hingga mengapa NFT Solana layak menjadi pesaing utama NFT Ethereum? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini.

 

Apa Itu Solana?

Secara singkat, Solana adalah salah satu jenis blockchain publik yang dibangun untuk menjadi host beragam aplikasi terdesentralisasi (dApps). Berbeda dengan Ethereum yang baru akan migrasi ke Proof-of-Stake (saat ini masih Proof-of-Work) pada versi Ethereum 2.0 mendatang, platform Solana telah berkembang dengan beroperasi menggunakan dua kombinasi konsensus kerja algoritma, yaitu Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH).

Baca Juga: Apakah Proof of Authority Lebih Baik Dari PoS dan PoW?

Apa Itu Solana?

Meskipun tergolong blockchain lapisan 1, seperti Bitcoin dan Ethereum, namun kombinasi dua algoritma di atas membuat Solana dianggap telah memecahkan scalability trilemma, hingga menjadikannya salah satu platform unggulan saat ini.

Hebatnya, jaringan blockchain ini termasuk ramah lingkungan karena hemat tenaga listrik, padahal kecepatan rata-ratanya pun dapat mencapai 3,000 transaksi per detik (100x lebih cepat daripada Ethereum). Sedangkan untuk rata-ratagas fee pada blockchain Solana juga termasuk murah, yaitu 0.00045 SOL per transaksi, bandingkan dengan biaya dasar di Ethereum yang mencapai 0.00252 ETH. 

 

Bagaimana Cara Minting NFT di Blockchain Solana?

Sama seperti blockchain populer lainnya, Solana juga mendukung kontrak pintar yang digunakan untuk minting dan pengamanan transaksi NFT. Selain itu, dengan adanyaberbagai platform dan marketplace NFT yang telah terintegrasi pada jaringan Solana, proses pembuatannya pun menjadi lebih mudah dilakukan meski Anda belum tahu bagaimana cara minting yang benar.

Hal pertama yang perlu Anda siapkan sebelum minting NFT tentu sajamembuat dompet kripto khusus marketplace NFT. Perlu Anda ketahui bila wallet MetaMask hanya kompatibel jaringan Ethereum, maka untuk NFT berbasis blockchain Solana, dompet yang populer digunakan adalah Phantom.

Kalau Anda belum mempunyai Phantom, silahkan cari Phantom.app dan unduh sebagai ekstensi di peramban Anda. Sebagai informasi tambahan, peramban atau browser yang populer digunakan oleh penggemar NFT saat ini adalah Brave.

Setelah Phantom terpasang di peramban, maka Anda tinggal deposit dompet tersebut dengan SOL, mata uang kripto asli milik Solana, untuk membiayai gas fee di marketplace NFT nantinya.

 

3 Marketplace NFT Solana Terpopuler 

Ethereum memang masih merupakan blockchain terpopuler untuk NFT, hal ini dapat dilihat dari sebagian besar marketplace NFT yang berada di jaringan tersebut. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, preferensi pengguna dapat berubah cepat karena penggunaan energi, kecepatan transaksi, dan besar biaya yang kurang sepadan saat menggunakan Ethereum.

Inilah yang akhirnya membuat NFT di Solana menjadi semakin populer, bahkan marketplace NFT ternama seperti OpenSea telah terintegrasikan dengan blockchain Solana. Namun, karena pengintegrasian tersebut baru saja dilakukan, maka OpenSea tidak termasuk dalam ketiga daftar pasar NFT Solana di bawah ini:

 

1. Magic Eden

Walaupun termasuk salah satu marketplace NFT yang baru, Magic Eden telah berkembang menjadi platform NFT paling populer di Solana berdasarkan volume perdagangannya. Selain tanpa biaya listing NFT dan biaya transaksi hanya 2%, Magic Eden juga memungkinkan transaksi menggunakan token dari beberapa proyek Solana teratas, seperti DUST serta AURY.

Magic Eden, Marketplace NFT Solana

 

2. Solanart

Sebagai marketplace NFT Solana pertama, Solanart juga merupakan platform terbesar kedua di bawah Magic Eden dengan volume jual beli NFT sekitar 637 juta USD. Pengguna pasar ini dimungkinkan untuk membuat, menjual, dan membeli koleksi digital dengan biaya transaksi hanya sebesar 3%.

Solanart, Marketplace NFT Solana

 

3. SolSea

Meskipun secara volume perdagangan berada di posisi kelima, namun jumlah trader NFT di platform ini terbanyak ketiga setelah Solanart dan Magic Eden. Selain itu, SolSea juga merupakan marketplace pertama yang merilis peringkat kelangkaan koleksi NFT yang di-listing di sana. Untuk biaya transaksi, SolSea menetapkan besaran yang sama seperti Solanart, yaitu 3%.

SolSea, Marketplace NFT Solana

 

Apa Saja Proyek NFT Teratas Di Solana?

Perbedaan mencolok antara NFT di Solana dengan Ethereum adalah utilitas atau kegunaannya. Bila selama ini Anda cuma tahu NFT sekadar diperjual-belikan, maka di blockchain Solana kegunaannya lebih dari itu. Anda sudah bisa membangun proyek-proyek berbasis Solana, lho.

Tentu Anda sudah sering mendengar CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club yang merupakan proyek Ethereum terpopuler di bidang NFT. Solana juga punya beberapa proyek NFT menarik:

 

1. DeGods

Perlu diingat, konsep dasar dari NFT adalah mengubah aset digital menjadi sebuah token yang tidak ditukarkan. Itu berarti, NFT sebagai token kripto seharusnya masih tetap bisa di-staking seperti token yang biasa Anda pakai trading. Inilah yang mendasari adanya proyek DeGods.

Contoh NFT Karya DeGods

DeGods memungkinkan pemilik NFT mereka untuk mendapatkan pendapatan pasif dari hasil staking. Dengan men-staking NFT DeGods, Anda akan mendapatkan reward sebesar 10 DUST per hari. Masih ingat dengan marketplace Magic Eden di atas? Nah, token DUST yang didapatkan dari staking NFT DeGods, nanti akan bisa Anda pakai untuk transaksi NFT lainnya di marketplace tersebut. Bisa untung banyak deh!

 

2. Solana Monkey Business

Sama seperti CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club, Solana Monkey Business termasuk proyek NFT bluechip di Solana. Dengan koleksi yang terdiri dari 5,000 item, harga terendah salah satu koleksi NFT ini adalah 235 SOL atau kurang lebih sekitar $15,100.

NFT Karya Solana Monkey Business

Selain itu, seluruh pemilik koleksi NFT Solana Monkey Business akan mendapatkan hak istimewa, yaitu akses masuk ke MonkeDAO, Decentralized Autonomous Organization (DAO) NFT resmi pertama di Solana. DAO merupakan organisasi yang di mana Anda dapat berkontribusi pada kebijakan pengembangan blockchain terkait.

 

3. Cets on Crack

Cets on Crack adalah salah satu proyek paling populer di kancah NFT Solana. Pada laman websitenya, proyek ini berfokus pada branding dan storytelling. Ada rumor bahwa proyek ini juga terkait dengan Bored Ape Yacth Club. Hanya dalam waktu sebulan setelah proyek diluncurkan, harga dasarnya melonjak hingga lebih dari 40 SOL, sebuah bukti kekuatan komunitas Web 3.0. Selain itu, pemegang NFT Cets on Crack juga bisa men-staking NFT miliknya.

NFT Karya Cets on Crack

 

Kesimpulan

Dengan berbagai keunggulan mulai dari kecepatan, penggunaan energi listrik, biaya transaksi, hingga utilitasnya, maka memulai berinvestasi NFT berbasis blockchain Solana ini bisa menjadi pertimbangan yang cukup bagus bagi Anda. Apalagi dengan fitur staking NFT-nya Solana, maka risiko kerugian spekulasi tentu menjadi lebih kecil dibanding NFT Ethereum.


Meskipun mayoritas biaya gas minting pada blockchain Ethereum tergolong tinggi, namun Anda masih bisa mencoba cara minting NFT gratis di platform Ethereum. Mau tahu caranya? Silahkan baca artikel berjudul, "Cara Minting NFT Gratis, Tanpa Gas Fee."

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Eggy |  19 Jan 2022

Apakah ada tips dan trik supaya dapat rejeki nomplok kayak Ghozali yang sukses jualan NFT?

Lihat Reply [5]

 Abang Crypto |  1 Mar 2022

Jika untuk investasi, ppakah Solana Lebih Baik Dibandingkan ETH?

Lihat Reply [1]

 Bosqueee |  31 Mar 2022

Saat ini lagi ramai NFT, NFT itu sebenarnya apa ya kak? Dan faedahnya untuk penggunanya itu apa?

Lihat Reply [1]

 Dannel Plur70 |  27 Apr 2022

bagaimana cara kerja sistem blockchain? dan apakah sistem blockchain itu aman?

Lihat Reply [5]

 

Komentar @inbizia

Kerja seorang Miner Bitcoin dalam menambang (memecahkan kode SHA/Hash), apakah dengan memecakan kode tersebut maka Miner tadi digaji oleh "BitCoin"?
Sistem reward ditentukan secara otomatis oleh sistem blockchain itu sendiri. Jadi, ketika seorang miner mampu memecahkan kode hash, mereka akan mendapatkan hadiah / gaji / bayaran dari sistem sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan. Trus guna memecahkan kode SHA/Hash oleh miner (yg menggunakan segala sumberdaya/ PC, alat miner, listrik/internet/waktu)? Apakah dengan PROSES memecahkan kode SHA/Hash maka si Miner mempercepat speed internet Global, sehingga dia diGaji dg BitCoin? maaf saya nanya sebagai orang awam di dunia internet/komputer. Reward diberikan sebagai pengganti dari seluruh biaya yang telah digunakan dalam proses mining tersebut (termasuk listrik, internet, dll).
bukan, miner tidak mempercepat speed internet global karena ini tidak ada hubungannya. Mereka digaji dengan Bitcoin karena sudah mampu menyelesaikan / memvalidasi satu blok baru di blockchain Bitcoin.
 Prasetyo |  22 Feb 2019
Halaman: Panduan Menambang Bitcoin Dalam Langkah Mudah
Saat ini investasi emas kyknya rada kurang diminati min, kalah sama bitcoin dan nft gitu. Tapi saya tetep hold emas sih, soalnya udah terbukti sejak puluhan taun lalu kalo bisa jadi aset berharga. Mau invest properti juga berat, maklumlah... Sandwich generation. Hiks.
 Iman |  11 Apr 2022
Halaman: Proporsi Investasi Emas Yang Ideal
Tidak, karena Bank Indonesia telah sejak awal menegaskan bahwa kripto tidak bisa mengantikan posisi Rupiah sebagai mata uang resmi nasional.  Kripto tetaplah akan menjadi sebuah aset layaknya saham. Teknologi dibelakang kripto yaitu Blockchain inilah yang nantinya akan banyak diadopsi oleh bank sentral dalam menciptakan CBDC atau lebih dikenal Rupiah digital. Semoga membantu.
 Crypholic |  27 Apr 2022
Halaman: Indonesia Melejit Di Jajaran Negara Pengguna Kripto
Cardano berpeluang untuk bersaing dengan Ethereum sebagai platform blockchain, didukung riset dan tim yang lebih unggul.
Saat ini masih dalam pengembangan, namun ada kemungkinan menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan
 Muhammad Hanafi |  19 May 2022
Halaman: Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip