Yield Farming Vs Staking, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Intan 20 Jun 2022 Dibaca Normal 5 Menit
kripto > uang >   #menguntungkan   #staking   #yield-farming
Yield Farming dan Staking adalah dua tren investasi kripto yang patut diketahui. Untuk tahu mana yang paling cuan, simak penjelasannya.

Ini dia bahasan yang penting untuk disimak kaum milenial dan Gen Z, yaitu cara menambah passive income lewat investasi kripto. Usut punya usut, belakangan ini lagi populer istilah Staking sama Yield Farming.

Sekilas, dua hal ini memiliki mekanisme yang sama. Investor menitipkan sejumlah dana dalam kurun waktu tertentu sebelum menikmati imbal hasil sepersekian persen dari modal setoran.

Meskipun serupa, ada beberapa perbedaan penting yang harus diperhatikan investor pemula agar dapat cuan maksimal. Yuk cek satu-satu detailnya.

yield farming

 

Nabung Gaya Kekinian, Yield Farming Vs Staking

Kegiatan menabung saat ini tak terbatas hanya dengan instrumen konvensional seperti deposito saja. Banyak lembaga-lembaga finansial menyediakan alternatif lain dengan potensi cuan bahkan lebih tinggi daripada deposito.

Yang menarik tentu saja besarnya imbal hasil dari kegiatan menabung tersebut. Misalnya saja, Crypto Staking rata-rata mampu menghasilkan 10% sampai 20% APY (return per tahun), hampir dua kali lipat rata-rata imbal hasil deposito. Di lain sisi, Yield Farming juga menawarkan potensi cuan yang tak kalah menarik, bahkan sampai 100% APY!

Penasaran kan, bagaimana kedua alternatif tabung-menabung ini bisa menghasilkan passive income sebesar itu? Berikut adalah beberapa alasannya:

 

Likuiditas Besar dan Cepat Berputar

Likuiditas adalah faktor utama yang menentukan seberapa besar imbal hasil bertumbuh seiring waktu. Semakin besar likuiditas, semakin cepat transaksi berjalan, sehingga maka makin cepat pula potensi imbal hasil bertumbuh.

Sudah jelas pasar kripto memiliki likuiditas yang sangat besar. Total valuasinya saja mencapai lebih dari USD1 triliun, sementara volume transaksi harian lebih dari USD1 miliar. Dengan trafik transaksi sebesar itu, tak heran jika potensi imbal hasilnya lebih cepat daripada aset konvensional lain.

Baca juga: Top 10 Kripto dengan Market Cap Terbesar

 

Jumlah Nasabah Cepat Bertambah

Semakin banyak investor melirik aset kripto karena potensi cuan yang sangat besar. Tak heran jumlah nasabahnya pun juga bertambah dari hari ke hari. Dengan bertambahnya jumlah nasabah, tentu juga menambah kolam likuiditas total aset kripto terkait. 

Proses menjadi nasabahnya pun sangat mudah dan cepat. Inilah faktor yang menyebabkan imbal hasil pasar kripto sangat kompetitif dibanding aset konvensional lain.

 

Teknologi Canggih 

Pasar kripto dilengkapi dengan teknologi blockchain terdepan. Itu artinya, keamanan serta kecepatan transaksi lebih unggul dibanding perbankan tradisional. Teknologi blockchain ini selalu terbarukan (up-to-date) untuk menjamin pelayanan, kecepatan, dan keamanan terbaik.

Singkat kata, menabung di pasar kripto punya masa depan yang cukup cerah. Kalau kalian tidak mau ketinggalan, inilah saat terbaik untuk memulai investasi. Nah, berikutnya tinggal pilih bentuk investasi yang paling cuan.

 

Mana yang Cocok untuk Investor Pemula?

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah perbedaan antara Staking dan Yield Farming:

 

Tujuan Pengumpulan Dana

Staking pada dasarnya adalah penawaran sejumlah dana sebagai alat jamin (Stake) selama proses validasi transaksi. Sejumlah dana tersebut akan dibekukan di e-wallet, di mana dana simpanan tak dapat ditransaksikan sampai periode Staking selesai.

Semakin besar jumlah Staking, semakin besar kemungkinan sistem untuk memilih e-wallet tersebut sebagai validator. Jadi, makin besar dana disimpan, makin besar pula imbal hasilnya nanti.

Simak Juga: Cara Dapat Passive Income di Fitur Staking Triv

Beda cerita dengan Yield Farming; imbal hasilnya didapat dari bunga proses peminjaman dana ke kolam likuiditas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan likuiditas transaksi dan mendukung ekosistem DeFi.

 

Masa Penyimpanan

Sebelum menikmati imbal hasil dari tabungan, tentu nasabah harus bersabar mempercayakan alokasi dana sampai masa penyimpanan selesai. Hampir sama seperti deposito, alokasi dana di Staking tidak dapat ditarik atau ditransaksikan selama periode penyimpanan.

Simak Juga: Cara Menghasilkan Passive Income dari Staking Koin Tokocrypto

Sedangkan pada Yield Farming, beberapa platform memperbolehkan nasabah untuk menarik dana selama masa simpan, hanya saja imbal hasil akan berkurang sebagai kompensasi.

Bergantung dari jenis aset, masa simpan pada Yield Farming umumnya berbanding lurus dengan besarnya imbal hasil. Jadi semakin lama masa simpan, semakin besar imbal hasil nantinya.

 

Risiko

Risiko di sini adalah faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mengakibatkan kerugian selama masa investasi. Risiko dari Staking relatif lebih kecil dari Yield Farming karena sudah dijalankan secara otomatis oleh sistem blockchain yang seharusnya sangat aman.

Sementara itu, risiko Yield Farming sangat bervariasi karena pada dasarnya nasabah meminjamkan sejumlah dana ke pengguna lain. Yang perlu diperhatikan, selalu ada risiko default atau gagal bayar. Tetapi, risiko ini dibatasi oleh sistem dengan kebijakan-kebijakan tertentu seperti credit and background checking.

Karena ketiga faktor di atas, bisa disimpulkan Staking lebih cocok untuk investor pemula karena relatif aman dan nilai imbal hasilnya stabil selama masa penyimpanan. Di lain sisi, Yield Farming cocok bagi investor bermodal besar dengan selera risiko lebih tinggi karena potensi imbal hasilnya lebih menggiurkan. 

Selain Staking dan Yield Farming, ada juga lho cara menghasilkan passive income dari Crypto Saving Account. Jadi, pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian, ya!

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Dimas |  11 Dec 2018

Mana yang lebih menguntungkan antara swaption call dan swaption put

Lihat Reply [1]

@ Dimas:

Tergantung dari trend (kecenderungan) pergerakan suku bunga di waktu yang akan datang. Jika diperkirakan suku bunga akan turun (atau pada waktu mendatang akan turun), maka ambil Call Swaption. Sebaliknya jika diperkirakan di waktu mendatang suku bunga akan naik, maka pilih yang Put Swaption.

M Singgih   13 Dec 2018
 Triadi |  4 Nov 2021

Saya tidak jago main trading. Kalau misalnya saya investasikan dana saya melalui PAMM forex apakah bisa mendatangkan cuan untuk saya?

Lihat Reply [3]

@ Triadi:

Trading dengan sistem PAMM bisa saja menguntungkan, tergantung dari trader yang Anda pilih. Untuk mendapatkan trader yang bagus, lihat dari persentase profit rata-rata per bulan yang dihasilkan. Lihat juga trader yang menghasilkan profit rata-rata paling tinggi dalam jangka panjang. Broker biasanya memberikan data kinerja PAMM trader dan juga trader yang menawarkan copy trade.

Kami sarankan untuk menggunakan broker yang sudah teregulasi dengan benar (diregulasi oleh badan regulator yang kredibel yaitu: CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.

 

M Singgih   5 Nov 2021

PAMM dan MAMM apakah sistem kerjanya sama?

Randu   3 Dec 2021

@ Randu:

Baik PAMM atau MAM adalah sistem money management yang dilakukan oleh money manager (atau trader) dengan sistem profit sharing. Jadi Anda memberikan dana ke akun PAMM atau MAM trader, dan trader melakukan trading dengan sistem profit sharing, dan Anda juga mesti bayar fee atau komisi ke trader tsb.

PAMM (Percentage Allocation Module Management) dan MAM (Multi Account Manager) adalah  jasa investasi koletif di pasar forex. Untuk PAMM, trader hanya bisa trading dengan ukuran lot sesuai dengan persentase equity total di akun master, dan profit akan di share ke para investor berdasarkan persentase kontribusinya dalam akun master.

Di MAM trader bisa mengatur ukuran lot trading dan juga mengubah leverage untuk sub-akun tertentu tergantung pada kesepakatan antara trader dan investor, biasanya untuk investor yang berani mengambil resiko tinggi.

 

M Singgih   3 Dec 2021
 Sora |  22 Dec 2021

Saya baru mulai bisnis kecil-kecil an. Namun ada kendala di modal. Kemudian nemu artikel yaitu bisnis minim modal dengan Dropship atau Reseller, mana yang menguntungkan?

Lihat Reply [3]

Untuk Sora,

Saya pribadi akan memilih opsi dropship karena tidak membutuhkan banyak modal jika dibandingkan dengan reseller. Dengan tingkat keuntungan yang hampir sama, menurut saya dropship jauh lebih hemat waktu, uang, dan usaha jika dibandingkan dengan reseller.

Karena pada dropship, Anda hanya perlu menawarkan barang/jasa dari penjual atau produsen lainnya ke konsumen tanpa harus mengeluarkan modal. Jika konsumen tertarik pada barang/jasa yang Anda tawarkan dan telah membuat pesanan sekaligus sudah melakukan pembayaran ke Anda, maka Anda tinggal meneruskan pesanan tersebut ke produsen untuk diproses dan dikirim ke alamat konsumen.

Sehingga dalam hal ini, tugas Anda sebagai dropship hanya memasarkan barang/jasa dari produsen tersebut saja. Setelah Anda menerima pesanan dari konsumen dan sudah meneruskan pesanan tersebut ke produsen, maka Anda tidak perlu menyiapkan pesanan, mengemas produk dan tidak perlu repot-repot mengirimkan pesanan ke alamat konsumen karena itu semua dilakukan oleh pihak produsen.

Lalu dimanakah Anda bisa mengambil keuntungan? Karena Anda yang memasarkan dan yang menerima pesanan sekaligus menerima pembayaran dari konsumen, maka disinilah Anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya saja produk A dijual produsen ke dropshipper dengan harga Rp 50.000,-, maka Anda bisa menawarkan ke konsumen dengan harga Rp 55.000,-.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   23 Dec 2021

Jika mengikuti program Dropship, apakah kita bisa membuat brand atau merk kita sendiri?

Sora   23 Dec 2021

Untuk Sora,

Mengenai hal ini tergantung dari kebijakan seller atau produsen produk masing-masing. Beberapa seller/produsen ada yang membolehkan hal ini dan beberapa yang lain tidak.

Argo Gold Spotter   27 Dec 2021
 

Komentar @inbizia

Saya sdh membuktikan bahwa investasi emas lantakan lebih menguntungkan karena:

1. Sangat likwit, artix klu sewaktu-waktu kita butuh fresh money maka secepatx bisa kita jual kembali emas lantakan tsb di tokox dgn menyesuaikan harga pasar saat itu;
2. Salah satu cara utk mengamankan nilai intrinsik/daya beli uang akibat tingkat inflasi yg naik;
3. Nilai/Harga jual kembali emas lantakan kecenderunganx akan naik terus, meskipun kadang-kadang juga turun;
4. Belilah emas lantakan pada saat harga turun, kemudian jual lagi/lepas pada saat hargax naik.

Demikian sekelumit pengalaman saya "bermain" di emas lantakan.
 Jokowid |  20 Feb 2017
Halaman: Harga Emas Hari Ini
Mohon pencerahannya pak, apa yg menjadi pertimbangan menggunakan kredit dgn jaminan deposito/tabungan selain penalty utk deposito blm jt tempo, krn mnrt sy secara ekonomis akan tetap tdk menguntungkan dibanding menggunakan uang kas yg tdk berbunga, ditambah lg ada biaya provisi dan admin bank. Apakah ada hubungannya dgn penghindaran pajak? Terima kasih.
 Wawan |  31 Jul 2018
Halaman: Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit Bank
Iyah betul - skrg mah sdh gk mau kemaruk lg sma kejar bunga tinggi - yg pnting bunga lancar dan tetap jg moga bank nya aman - secara uang 100rupiah sngat berhrga jd kalau dibwh 10% ttp hrs disyukuri yg pnting aman dan nyaman - ayo berdeposito - sangat menguntungkan - dan menenangkan - 
 Thewiiek |  13 Oct 2018
Halaman: Kalkulator Bunga Deposito
> Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Android dengan spesifikasi yang cukup tinggi, misalnya dengan RAM 4GB + Processor dengan kecepatan 1.6 Ghz, mampu menghasilkan sekitar 30 hingga 50 hashrate per detik. > Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Tentu saja ini cukup berbahaya bagi smartphone Anda, karena proses mining akan menggunakan hampir seluruh kemampuan pemrosesan di smartphone. Efeknya adalah : smartphone cepat panas, dan baterai cepat habis. > Penghitungan profitnya Seperti apa, dan proses mencairkan bitcoin hingga menjadi uang asli, sehingga bisa di gunakan secara real kayak mana min.?? Untuk penambangan Bitcoin melalui smartphone saat ini sudah tidak menguntungkan lagi. Anda bisa beralih ke pertambangan altcoin dengan tingkat kesulitan yang masih rendah, mis : Monero (XMR) dan Electroneum (ETN). Untuk mencairkannya, setelah anda mendapatkan beberapa koin, ada fitur transfer dari wallet aplikasi mining yang digunakan. Anda bisa menggunakan wallet yang disediakan exchanger (seperti Indodax yang sudah support berbagai macam altcoins), kemudian menukarkan / menjualnya ke rupiah.
 Prasetyo |  17 Nov 2018
Halaman: Cara Menambang Bitcoin Di Android
Tidak ada pola paling baik, atau paling menguntungkan. Ada pola yang cocok untuk pasar volatile, ada yang cocok dipakai saat pasar bullish, dan sebagainya. Kadang, chart pattern digunakan di trading bentuk candlestick untuk melihat pembukaan dan penutupan pasar sebelumnya.
 Fathia |  1 Feb 2021
Halaman: Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Secara aturan ada pasal penipuan investasi yaitu pasal 378 KUHP tentang seseorang yang menguntungkan diri sendiri maupun orang lain dengan cara melanggar hukum.
Dalam aturan tersebut ancaman hukumannya adalah penjara maksimal hingga 4 tahun.
 Boedianto |  24 Feb 2022
Halaman: Stop Investasi Bodong Ikuti Langkah Ini
Komentar[1]    
  Fahmi   |   22 Jun 2022

Saya bisa staking kripto di mana ya?

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip