10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik


Nandini 27 Dec 2020 401Dibaca Normal 17 Menit

Siapa bilang membeli rumah hanya sekedar impian? Melalui program KPR, siapa saja bisa memiliki hunian idaman. Berikut ini penulis sajikan 10 bank dengan pinjaman KPR terbaik yang bisa Anda simak.



Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap orang. Memiliki rumah merupakan impian, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. Mengingat harga rumah terus naik setiap tahun, tentu tak heran bila banyak orang berusaha memiliki rumah dengan beragam upaya, salah satunya yakni mengajukan KPR. Apa sebenarnya KPR itu? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Mengenal Apa Itu KPR

KPR merupakan kependekan dari Kredit Kepemilikan Rumah. Pengertian lengkap KPR adalah salah satu produk yang digunakan untuk pembiayaan atau pinjaman dari perbankan kepada calon pembeli rumah. Tujuan dari adanya KPR adalah untuk memudahkan dan meringankan nasabah dalam membeli rumah. Karena menggunakan sistem kredit, sudah pasti KPR memerlukan jaminan. Nah jaminan untuk KPR sendiri adalah rumah yang akan Anda beli dengan sistem KPR tersebut.

Pinjaman KPR

Di Indonesia, bank-bank lokal nan populer sudah banyak yang menyediakan sistem KPR, antara lain bank BRI, BCA, hingga Panin. Namun, masing-masing tentu memiliki skema persentase KPR yang berbeda-beda berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21/13/PBI/2019. Ada beberapa jenis KPR, seperti:

  • KPR Konvensional, yaitu jenis kredit rumah dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi kredit. KPR Konvensional disebut juga dengan KPR non-subsidi.
  • KPR Bersubsidi, yaitu fasilitas kredit rumah dari pemerintah yang disalurkan melalui bank.
  • KPR Syariah, yaitu jenis kredit rumah dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh bank Syariah dengan menerapkan dasar agama.
  • KPR Pembelian, yaitu jenis pembiayaan rumah dengan memberikan pinjaman, serta rumah yang akan dibeli tersebut dijadikan jaminan.
  • KPR Take-over, yaitu fasilitas untuk memindahkan KPR yang sedang berjalan ke bank lain dengan keuntungan tambahan limit peminjaman.
  • KPR Refinancing, yaitu jenis pinjaman pribadi di mana rumah yang dimiliki dijadikan jaminannya.
  • KPR Angsuran Berjenjang, yaitu fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah dengan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagai angsuran pokok sampai tahun ketiga masa pinjaman.
  • KPR Duo, yaitu jenis KPR yang diberikan untuk pembelian rumah atau properti lain sekaligus pembelian mobil, motor, dan furniture.
  • KPR Bebas Bunga, yaitu jenis KPR yang memberikan fasilitas untuk meringankan cicilan bunga KPR; ini juga akan memperpendek jangka waktu pinjaman.
  • KPR Plus, yaitu jenis kredit yang menawarkan fleksibilitas sistem pembayaran, penarikan dana, dan pembayaran cicilan.

Apabila Anda berniat mengajukan KPR, hal penting yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi awal sebanyak-banyaknya, seperti bank mana saja yang memberikan fasilitas KPR. Setelah itu, Anda bisa membandingkan suku bunga KPR antara satu bank dengan bank yang lain. Terakhir, datangilah bank yang Anda pilih lalu lengkapi persyaratannya.

Mengenal FLPP(Baca Juga: Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi)

 

Syarat-syarat Pengajuan KPR

Ada banyak dokumen yang diminta oleh bank dalam pengajuan KPR. Secara rinci, dokumen-dokumen yang diperlukan antara lain:



  • fotokopi Kartu Identitas, bisa berupa KTP, Paspor, atau SIM,
  • fotokopi Kartu Keluarga,
  • surat Nikah (bagi yang sudah menikah),
  • foto diri (dan pasangan jika sudah menikah),
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak),
  • slip gaji, serta
  • rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

Selain itu, Anda juga perlu mempersiapkan dokumen-dokumen rumah yang akan Anda beli, di antaranya:

  • salinan sertifikat tanah,
  • salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta
  • salinan surat tanda jadi dari penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

 

Proses Pengajuan KPR

Untuk mendapatkan rumah impian dengan sistem KPR, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut ini:

 

1. Proses Appraisal

Setelah melakukan survei ke lokasi rumah yang akan dibeli, Anda harus bergegas melengkapi dokumen-dokumen yang dipakai sebagai syarat pengajuan KPR. Jika semua dokumen sudah lengkap, ajukan aplikasi KPR dan tunggulah beberapa saat sampai bank selesai memeriksa kelengkapan dokumen Anda dan memverifikasinya.

Langkah berikutnya yaitu proses appraisal, di mana bank akan melakukan survei kepada Anda dan lokasi rumah yang ingin Anda beli. Pastikan untuk memberikan jawaban yang meyakinkan saat diwawancarai. Keseluruhan proses appraisal ini memakan waktu kurang lebih satu bulan dengan biaya dibebankan kepada Anda. Jika bank bekerja sama dengan pihak pengembang, Anda akan bebas dari biaya appraisal. Namun jika tidak, Anda akan menanggung biaya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.

Proses Appraisal(Baca Juga: 4 Tips Jitu Meningkatkan Nilai Appraisal KPR)

 

2. Kalkulasi Penawaran Bank

Setelah proses appraisal disetujui oleh pihak bank, proses berikutnya adalah mengkalkulasi penawaran oleh pihak bank (termasuk skema pembayaran, provisi, PPN, suku bunga, denda keterlambatan, dan biaya-biaya lainnya). Hal ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.

 

3. Kredit Disetujui Bank

Jika kredit pengajuan KPR disetujui oleh pihak bank, bank akan membuat Surat Persetujuan Kredit (SPK) yang akan dilanjutkan oleh seorang notaris. Di sini, Anda bisa bernegosiasi degan notaris tersebut perihal fee yang harus dibayarkan, meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain sebagainya.

 

4. Tanda Tangan Akad Kredit

Proses pengajuan KPR terakhir adalah tanda tangan akad kredit. Pada proses ini, notaris akan menjadwalkan waktunya dan harus dihadiri oleh semua pihak yang bersangkutan tanpa diwakilkan oleh siapa pun karena harus menunjukkan identitas asli mereka. Pihak-pihak yang harus hadir adalah pihak pembeli (suami dan istri), perwakilan bank, notaris, dan pihak penjual.

10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik

Di proses ini, dokumen-dokumen yang diperlukan akan diserahkan oleh pihak penjual dan pembeli yang kemudian akan dicek keabsahannya oleh pihak notaris. Jika semuanya sudah sesuai, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti sudah berpindah tangan. Selain itu, pihak notaris akan mengurus proses balik nama dan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Proses ini memang cukup rumit dan memakan waktu lama, sehingga Anda harus bersabar. Jangan sekali-kali mengambil jalan pintas yang bisa merugikan diri di kemudian hari.

 

Cara Agar Pengajuan KPR Mudah Disetujui

Seperti yang sudah diketahui, harga properti setiap tahunnya naik. Oleh karenanya, Anda pasti membutuhkan dana yang besar untuk mengajukan KPR karena bank akan sangat berhati-hati dalam memberikan kredit ini. Jadi, sangat wajar jika ada beberapa nasabah yang ditolak dalam mengajukan KPR.

Akan tetapi, lakukan beberapa tips berikut agar pengajuan KPR Anda tidak ditolak oleh bank:

 

1. Kumpulkan Dan Pahami Informasi Dengan Baik

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin mengajukan KPR adalah mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya. Jangan langsung gegabah mengajukan kredit jika Anda hanya tahu informasi secuil saja. Informasi-informasi ini meliputi berapa jumlah kredit yang diberikan, suku bunga, masa tenor, dan lain sebagainya.

 

2. Lakukan Perbandingan

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu membandingkan fasilitas-fasilitas dari setiap bank. Pilihlah bank yang sekiranya cocok dengan Anda. Sebagai saran, pilihlah dua atau tiga bank; jika Anda ditolak oleh satu bank, Anda masih punya pilihan.

 

3. Datangi Bank Dengan Penampilan Meyakinkan

Jangan mendatangi bank dengan penampilan berantakan, karena penampilan adalah kesan pertama yang dilihat oleh orang. Oleh karena itu, datanglah dengan penampilan yang rapi dan penuh keyakinan. Tunjukkan pada bank bahwa pengajuan KPR Anda layak disetujui.

 

4. Lakukan Perhitungan Awal Dan Sesuaikan Dengan Keuangan

Setelah Anda mengumpulkan informasi dan melakukan perbandingan, hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah menyesuaikan budget dengan rumah KPR yang ingin Anda beli. Kalkulasi seberapa besar kemampuan Anda membayar KPR sesuai dengan gaji bulanan.

Jenis Bunga KPR(Baca Juga: Sebelum Ajukan KPR, Pahami Jenis-Jenis Bunganya)

 

5. Lengkapi Persyaratan Yang Diminta

Sekali lagi, jangan terburu-buru untuk mengajukan KPR jika persyaratan yang diminta belum Anda lengkapi. Pahami betul-betul dan teliti dokumen Anda, jangan sampai ada yang tertinggal saat sudah di bank. Apabila ada yang kurang, tentu saja Anda akan ditolak oleh bank. Menunda untuk melengkapi persyaratan yang diminta itu lebih baik daripada terburu-buru, tetapi malah ada yang terlewat.

 

6. Berperan Aktif Dalam Proses Pengajuan

Meskipun Anda sudah mengajukan KPR dan disetujui oleh bank, jangan diam saja. Usahakan Anda tetap aktif berperan dan jangan duduk manis menunggu hasil dari bank.

 

Cara Memilih Pinjaman KPR Agar Tidak Mencekik

Program KPR memang memudahkan Anda dalam memiliki rumah. Namun, perhatikan juga agar cicilan yang dibayarkan tidak mencekik keuangan. Tentu Anda tidak ingin terbebani dengan angsuran yang besar, bukan? Oleh karena itu, pertimbangkan beberapa tips memilih pinjaman KPR agar tidak mencekik berikut ini:

 

1. Lakukan Perbandingan Cicilan KPR

Membeli rumah sama halnya dengan memilih barang; Anda akan memilih yang terbaik dengan harga ternyaman di kantong. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pilihlah KPR sesuai dengan budget Anda. Lakukan riset dan bandingkan harga yang ditawarkan oleh setiap bank.

Pinjaman KPR itu tergolong pinjaman berkomitmen tinggi dan berjangka panjang, jadi Anda harus bisa mengukur masa tenornya. Sebelum mengambil, ada baiknya Anda melakukan cek simulasi hitungan cicilannya dari satu bank dengan bank yang lain.

Kalkulator KPR(Kunjungi Juga: Kalkulator KPR)

 

2. Ketahui Tingkat Suku Bunga Dan Jenisnya

Suku bunga yang diberikan oleh bank ini ada dua jenisnya, yaitu fixed rate (suku bunga tetap) dan floating rate (suku bunga mengambang/bisa berubah). Suku bunga fixed adalah suku bunga yang bersifat tetap dan tidak berubah, tetapi biasanya hanya berlaku sampai jangka waktu tertentu saja, misalnya selama 3 tahun pertama. Sementara suku buka floating adalah suku bunga yang bisa berubah mengikuti suku bunga di pasaran.

 

3. Perhatikan Uang Muka Dan Persyaratan KPR

Selain memperhatikan suku bunga, Anda juga perlu memperhatikan uang muka atau down payment (DP) dan persyaratan yang diajukan oleh bank. Berdasarkan peraturan terbaru dari BI, besarnya uang muka atau DP yang harus dibayarkan adalah 30% dari harga rumah. Namun semakin besar DP yang Anda berikan, semakin kecil pula suku bunganya.

Untuk mempercepat proses pengajuan KPR, Anda perlu menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan lainnya, seperti NPWP, slip gaji, KTP, dan rekening tabungan.

 

4. Pahami Skema Take-Over KPR

Take-over KPR adalah pemindahan fasilitas KPR yang sedang berjalan dari satu bank ke bank lain. Proses ini harus dilakukan dengan surat perjanjian agar kedua belah pihak tidak dirugikan, baik di masa sekarang maupun yang akan mendatang.

Take-over KPR ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan sejumlah bunga yang lebih rendah, membeli rumah dengan ukuran lebih besar, adanya kebutuhan lain yang sifatnya mendadak dan penting, serta alasan-alasan lainnya.

Skema Take Over KPR

Untuk melakukan take-over, pastikan di dalam surat perjanjian akad tertulis adanya penalti atau denda yang harus dibayarkan jika Anda melunasi cicilan KPR lebih cepat. Biaya penalti ini harus dibayarkan kepada bank awal yang biasanya berkisar antara 1% sampai dengan 3% dari sisa hutang KPR. Perlu Anda ketahui, besarnya penalti ini berbeda-beda pada setiap bank tergantung pada kebijakan masing-masing. Apabila Anda tidak tahu besarnya biaya penalti itu, Anda bisa menanyakan pada call center di bank tempat Anda mengajukan KPR.

 

10 Bank di Indonesia Dengan Pinjaman KPR Terbaik

Nah, bagi Anda yang masih bingung dengan bank KPR yang ada di Indonesia, berikut kami rangkumkan 10 Bank dengan pinjaman KPR terbaik.

 

1. Bank BCA

Bank BCA dinilai sebagai bank dengan suku bunga paling murah atau rendah. Selain itu, bank BCA dianggap memiliki skema suku bunga yang inovatif, serta sesuai dengan masyarakat Indonesia yang kebanyakan sensitif terhadap suku bunga.

Beberapa skema bunga di BCA antara lain:

  • Fix 1-2 tahun (Pelunasan Tanpa Penalti). Dengan suku bunga ini, Anda akan mendapat kepastian bunga selama 1-2 tahun pertama dan bebas penalti saat ingin melunasinya.
  • Fix 3 atau 5 Tahun (Kepastian Nilai Suku Bunga). Jenis suku bunga tetap yang diberikan selama 5 tahun ini cocok untuk Anda yang menginginkan kepastian angsuran per bulannya. Selanjutnya, KPR BCA akan memastikan bunga tetap stabil sehingga tidak memberatkan angsuran Anda.
  • Fix and Cap. Anda diberikan kombinasi bunga tetap dan bunga maksimal.

Meski suku bunga yang diberikan BCA ini tergolong paling murah, proses pengajuan KPR-nya tergolong rumit. Syaratnya banyak, serta prosesnya memakan waktu lama.

 

2. Bank Mandiri

Bank Mandiri merupakan salah satu bank dengan jaringan luas di seluruh Indonesia. Sistem KPR bank Mandiri pun dianggap ramah oleh masyarakat Indonesia karena suku bunganya rendah. Bahkan, KPR bank Mandiri juga menawarkan berbagai macam fitur skema untuk perorangan, di antaranya:

  • Mandiri Take Over, yaitu pembiayaan untuk pengambil-alihan kredit dari KPR lembaga keuangan lain, dengan maksimum limit sebesar outstanding (sisa pinjaman) terakhir di bank asal atau limit baru sesuai perhitungan bank.
  • Mandiri Top Up, yakni penambahan limit untuk Mandiri KPR yang sudah berjalan minimal satu tahun (asalkan status pembayaran angsuran berjalan lancar selama enam bulan terakhir).
  • Mandiri Flexible, ialah sistem pembayaran angsuran fleksibel yang memungkinkan Anda membeli properti lain seperti rumah tinggal, ruko, rukan, atau apartemen dengan menentukan sendiri jangka waktu dan pembagian jumlah kreditnya.
  • Mandiri Angsuran Berjenjang, adalah skema pembayaran dengan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagian angsuran pokok sampai tahun ketiga. Namun, pada tahun keempat, jumlah angsuran akan kembali normal.

Bank Mandiri ini memiliki jangka waktu cicilan (masa tenor) hingga mencapai 20 tahun. Akan tetapi, nasabah harus berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun untuk pegawai, dan 60 tahun untuk profesional atau wiraswasta.

KPR Bank Mandiri

 

3. Bank BTN

Bank BTN adalah salah satu bank yang aktif menawarkan program KPR kepada masyarakat. Bank ini memiliki misi sosial untuk membantu masyarakat agar memiliki rumah, sehingga bunga yang ditawarkan pun tergolong rendah. Bank ini memiliki fasilitas pinjaman khusus dengan angsuran terjangkau dan bantuan uang muka, yaitu:

  • BTN Bersubsidi, yaitu program kepemilikan rumah yang ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dengan uang muka ringan mulai dari 1%, suku bunga tetap rendah 5%, jangka waktu hingga 20 tahun, subsidi bantuan DP sebesar Rp4juta (khusus rumah tapak), dan premi yang bebas.
  • Bantuan Perumahan PNS, yaitu program fasilitas dana bantuan perumahan untuk PNS dengan pilihan Tambahan Uang Muka Perumahan berupa pinjaman atau dana hibah yang tidak dikembalikan.
  • MLT BPJS Kesehatan, yaitu program layanan tambahan berupa pinjaman uang muka perumahan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang proses pengajuan dan pencairannya cepat dan mudah. Persyaratannya adalah sebagai berikut:
  • Minimal 1 tahun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Tertib administrasi & kepesertaan dan iuran aktif
  • Mendapat rekomendasi dari BPJS Ketenagakerjaan
  • Memenuhi syarat dan ketentuan Subsidi
  • Maksimal kredit + BTN Subsidi = 99% harga jual

 

4. Bank Permata

Bank Permata menawarkan program KPR Bijak yang dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • KPR Konvensional, terdiri atas:
    - Permata Home Ready Cash, yaitu fasilitas pinjaman fleksibel di mana bunga yang dibayarkan sesuai dengan pemakaian.
    - Permata Cicilan Tetap, yaitu fasilitas kredit dengan cicilan tetap yang memudahkan pengaturan keuangan.
  • KPR Syariah, terdiri atas:
    - Permata IB MMQ, yaitu jenis pembiayaan menggunakan konsep kepemilikan bersama antara bank dan nasabah dengan akad Musyarakah Mutanaqisah. Di akhir masa pembiayaan, properti akan dimiliki sepenuhnya oleh nasabah.
    - Permata IB Murabahah, yaitu jenis pinjaman yang memakai akad pembiayaan prinsip penjualan dan pembelian dengan menyertakan harga pokok dan keuntungan yang disepakati.

 

5. CIMB Niaga

CIMB Niaga atau yang dahulu bernama Bank Niaga merupakan bank yang terkenal akan penawaran produk pembiayaan properti sejak dahulu. KPR CIMB Niaga menawarkan fasilitas berupa:

  • Kredit X-Tra Manfaat dengan bunga cicilan 0%, merupakan fasilitas yang menghubungkan pinjaman dengan rekening tabungan. Bagian pokok dari fitur ini adalah 80% dari saldo tabungan Anda akan terhubung dengan KPR Xtra Manfaat dan menjadi pengurangan dalam hitungan porsi bunga KPR.
  • Kredit pembiayaan Syariah dengan angsuran tetap selama jangka waktu pembiayaan. Fitur ini merupakan fasilitas dari IB Fix CIMB Niaga.
  • Menawarkan kredit tanah. Kredit tanah melalui KPR CIMB Niaga ini memiliki beberapa syarat, di antaranya tanah harus sudah bersertifikat SHM, termasuk tanah kavling, dan siap dibangun setelah beberapa tahun.

KPR CIMB Niaga

 

6. Bank BNI 46

Produk KPR dari bank BNI disebut juga dengan BNI Griya. Fasilitas KPR yang diberikan dari bank berlogo orange tersebut antara lain:

  • Fitur plus dari BNI Griya. Pinjaman ini menawarkan fasilitas pembiayaan konsumtif yang dapat digunakan untuk pembelian, pembangunan/renovasi, Top Up, Refinancing, atau Take Over properti seperti rumah tinggal, villa, apartemen, kondominium, ruko, rukan, atau tanah kavling.
  • Masa tenor pinjaman bisa sampai 25 tahun. BNI Griya memberikan masa tenor sampai 25 tahun yang merupakan jangka waktu kredit paling lama.

 

7. Bank BRI

BRI merupakan bank terbesar di Indonesia yang sudah banyak memberikan fasilitas pinjaman mumpuni, termasuk KPR. Poin plus dari KPR BRI antara lain:

  • Punya produk kredit pemilikan rumah. Produk KPR dari BRI ini dibedakan menjadi regular dan subsidi (ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah).
  • Masa tenor pinjaman sampai 20 tahun. Dengan masa tenor yang lama, para muda-mudi bisa memulai kredit mereka.
  • Bunga relatif murah. Sama seperti bank lainnya, BRI juga menawarkan suku bunga relatif rendah karena termasuk bank pemerintah yang sumber dananya banyak, sehingga cost of fund bisa ditekan dan berujung pada bunga kredit kompetitif.

 

8. MayBank

Maybank atau dahulu disebut dengan BII memberikan berbagai jenis pinjaman untuk kepemilikan properti, seperti:

  • MayBank Floating Rate. Fitur ini merupakan jenis pinjaman yang menggunakan bunga floating berdasarkan SBN 12 bulan sejak awal hingga jatuh tempo pinjaman dan bebas biaya pelunasan kapanpun. Floating rate yang diambil oleh Maybank adalah 3%+ SBI 12 bulan.
  • MayBank bebas bunga. Fitur pinjaman ini mengkombinasikan rekening tabungan Anda dan keluarga untuk mengurangi suku bunga KPR hingga Anda bebas dari biaya bunga itu sendiri, serta dapat memperpendek jangka waktu pinjaman.
  • MayBank Plus. Fitur ini merupakan kombinasi dari pinjaman rekening koran dengan fleksibilitas dalam sistem pembayaran, penarikan dana, dan pembayaran cicilan.

KPR Maybank

 

9. Danamon

Bank Danamon juga menawarkan fitur KPR yang memiliki nilai plus tersendiri, antara laini:

  • KPR Danamon. Fitur ini digunakan untuk pembiayaan rumah/ruko/rukan/asrama baik baru maupun bekas, serta bangunan dalam kondisi ready stock maupun indent. KPR ini biasanya memiliki tenor 1-20 tahun dengan maksimal pinjaman Rp15 milyar.
  • Pemilikan Apartemen. Fitur ini digunakan untuk pembiayaan apartemen, SOHO (Small Office Home Office), Condotel dan sejenisnya, baik baru maupun bekas, serta bangunan ready stock maupun indent. Fitur ini memiliki masa tenor sekitar 1-15 tahun dengan maksimal pinjaman Rp8 milyar.
  • Perbaikan dan Pembangunan Rumah. Fitur ini digunakan untuk membangun atau memperbaiki rumah, ruko, rukan, ataupun apartemen. Maksimal pinjaman yang bisa diambil adalah Rp15 milyar dengan masa tenor 1-10 tahun.
  • Kavling Siap Bangun (KSB). Fitur ini digunakan untuk pembiayaan tanah kavling yang akan dibangun rumah tinggal. Maksimal pinjaman yang bisa diambil sebesar Rp15 milyar dengan masa tenor 1-7 tahun.

 

10. Bank Mega

Bank kesepuluh dengan fasilitas KPR-nya adalah Bank Mega. Produk KPR yang ditawarkan oleh Bank Mega disebut dengan Mega Griya, dengan fasilitas pembiayaan pembelian rumah, refinancing, atau take-over properti berupa rumah, villa, ruko, rukan, apartemen, dan sejenisnya, baik baru maupun bekas. Mega Griya sendiri menawarkan plafond pinjaman minimal 500 juta, dengan tenor minimal 1 tahun, maksimal 20 tahun.

 

Kesimpulan

Di atas merupakan sekilas informasi mengenai KPR dan 10 bank dengan fasilitas penawaran KPR terbaiknya. Rumah adalah tempat Anda pulang, sehingga tentu Anda akan mengusahakan yang terbaik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan pengecekan dengan simulasi perhitungan KPR dari setiap bank.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   709  
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Jujun Kurniawan   23 Aug 2020   897  
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Wahyudi   16 Apr 2020   468  
Pinjam Dana Dari Koperasi? Simak Dulu Tipsnya
Pinjam Dana Dari Koperasi? Simak Dulu Tipsnya
Wahyudi   13 Apr 2020   495  
Tips Bebas Dari Jeratan Utang Kartu Kredit
Tips Bebas Dari Jeratan Utang Kartu Kredit
Jujun Kurniawan   9 Apr 2020   525  
Kartu Kredit Cicilan 0 Persen, Untung Atau Rugi?
Kartu Kredit Cicilan 0 Persen, Untung Atau Rugi?
Jujun Kurniawan   8 Apr 2020   535  
Cara Pintar Manfaatkan Kartu Kredit
Cara Pintar Manfaatkan Kartu Kredit
Jujun Kurniawan   31 Mar 2020   374  
Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman
Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman
Wahyudi   17 Mar 2020   658  
Melunasi Utang Di Bank Lebih Cepat, Apakah Bijak?
Melunasi Utang Di Bank Lebih Cepat, Apakah Bijak?
Wahyudi   9 Jan 2020   816