Mengenal KPR Syariah vs Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Wahyudi 21 Jan 2020 692
Dibaca Normal 5 Menit

Banyak orang yang menganggap bahwa KPR Syariah dan Konvensional itu sama saja. Hanya nama saja yang membedakan, toh sama-sama bank nyari untung. Bahkan, tak jarang banyak yang merasa KPR syariah cenderung lebih mahal. Benarkah demikian?



Saat membaca penawaran mengenai KPR Syariah vs Konvensional, tak jarang kita bingung di mana perbedaannya. Memang tidak mudah menjelaskan tentang syraiah kepada orang awam. Ada ungkapan menarik yang mungkin pernah Anda dengar terkait bisnis syariah. "Sharia is just doing the same thing with different way", atau dengan kata lain pada dasarnya bisnis syariah sendiri ibaratnya adalah "melakukan hal yang berbeda dengan cara yang sama". Cara yang berbeda itu yang dinamakan akad. Akadlah yang membedakan apakah transaksi Anda syariah atau tidak. Tak terkecuali dalam transaksi KPR Syariah. Apa sajakah akadnya?

Mengenal KPR Syariah vs Konvensional

 

Memahami Lebih Dalam Tentang Akad KPR Syariah VS Konvensional

Pihak OJK sudah memberikan batasan yang tegas melalui regulasi terkait produk syariah dan konvensional, KPR Syariah dikeluarkan oleh bank Syariah, sedangkan KPR Tradisional dikeluarkan oleh bank Konvensional. Agar tidak rancu, Anda bisa pelajari perbedaan pada akad berikut ini:

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Konvensional

Pihak bank mengeluarkan produk KPR konvensional dengan mengambil keuntungan dalam bentuk bunga yang dibebankan atas pinjaman uang kepada pihak debitur. Teknisnya, nasabah akan diminta untuk membayar down payment (DP) terlebih dahulu dan pihak bank akan membantu dalam pelunasan sisanya. Uang pinjaman inilah yang harus Anda angsur setiap bulannya dengan memberikan kelebihan dalam bentuk bunga yang dibebankan kepada Anda sebagai imbalan bagi pihak bank. Disini, bank konvensional berperan sebagai pemberi pinjaman dan Anda pihak yang meminjam.

 

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah

Produk KPR Konvensional di atas beda halnya dengan KPR Syariah yang menganut prinsip jual beli (murabahah). Hal utama yang paling membedakan adalah mengenai pembayaran yang menggunakan sistem angsuran dengan jumlah yang telah ditetapkan sejak awal.

Teknisnya, Bank Syariah membeli terlebih dahulu rumah yang akan Anda beli, dan kemudian menentukan harga yang sudah diperhitungkan dengan keuntungannya sekalian untuk selanjutnya menjual kembali rumah tersebut kepada Anda. Harga jual adalah tetap (flat) dari awal hingga akhir masa tenor. Di sini, bank berperan sebagai pedagang.

 

akad investasi syariah

(Baca Juga: 6 Akad Yang Perlu Diketahui Saat Investasi Syariah)



 

3 Akad Yang Digunakan Dalam Transaksi KPR Syariah

KPR Syariah dalam prakteknya paling umum menggunakan 3 jenis akad yaitu:

1. Akad Jual Beli (Murabahah)

Karakteristiknya sebagai berikut:

  • Bank sudah menentukan margin berdasarkan harga jual rumah dan masa tenor.
  • Pihak yang terlibat: Bank, Developer perumahan, dan pembeli perorangan. Bank membeli rumah tersebut dari Developer, lalu bank menjual rumah tersebut kepada nasabah dengan mengambil keuntungan.
  • Akad ini paling simpel dan populer dijalankan, sehingga menjadi penyumbang terbesar pembiayaan perbankan Syariah di Indonesia. Porsinya mencapai 60 persen ketimbang akad lain.

 

2. Akad Ishtishna

Karakteristiknya sebagai berikut:

  • Lebih mudah dipahami sebagai skema pesan bangun
  • Nasabah bisa membeli rumah sesuai pesanan yang telah disepakati
  • Karena model pesanan, maka Istishna paling banyak digunakan oleh developer syariah tanpa bank.

 



Akad Musyarakah

Karakteristiknya sebagai berikut:

  • Menggunakan skema kerja sama bagi hasil dengan kedua pihak.
  • Keuntungan dibagi dua antara bank dan Anda.

Contoh sebagai berikut:

Anda membeli rumah seharga Rp 400 juta. Bank menyetor 80 persen atau sekitar Rp 320 juta dan Anda menyetor 20 persen atau sekitar Rp 80 juta. Dana kerjasama tersebut dibelikan rumah dan disewakan kepada Anda selama 10 tahun dengan harga sewa per bulan, misalnya Rp 3 juta. Keuntungan dari hasil sewa tersebut dibagi dua antara bank dan Anda. Agar bisa memiliki rumah tersebut, Anda bisa membeli bagian yang dimiliki oleh bank hingga lunas 10 tahun dan dibayarkan bulanan yaitu sebesar uang sewa plus angsuran dengan besaran yang telah disepakati hingga masa pelunasan.

 

Perbedaan Perbankan Syariah VS Bank Konvensional 

Secara umum dengan melihat ulasan diatas, beda antara bank konvensional dan bank syariah menitikberatkan pada orientasi usaha dan bagi hasil. Bank konvensional menggunakan bunga yang dibebankan kepada peminjam, sedangkan perbankan syariah berorientasi pada bagi hasil tingkat keuntungan, bukan tingkat bunga. Lantas apa keuntungan dan kerugian masing-masing? Berikut ini ulasannya:

  • Keuntungan Produk Perbankan Syariah dibandingkan Produk Bank Konvensional: Lebih mudah dalam merencakan keuangan jangka panjang karena sistem syariah cicilannya flat dan sudah disepakati di awal kontrak/akad. Jika ada keterlambatan bayar, denda keterlambatan juga relatif pasti dalam bentuk nominal bukan prosentase.
  • Kerugian Produk Perbankan Syariah dibandingkan Produk Bank Konvensional: Biasanya terlihat lebih mahal di angsuran awal. Untuk memastikan apakah mahal atau tidak, Anda bisa bandingkan dengan produk konvensional untuk total secara keseluruhan. Selain itu, jika terjadi pelunasan lebih awal maka total bayar adalah keseluruhan, beda dengan produk kovensional yang biasanya hanya membayar pokok, bunga berjalan dan penalti. Jatuhnya lebih mahal syariah.

 

Apa Produk Yang Cocok untuk Anda, KPR Syariah Atau Konvensional?

Seperti halnya semua pilihan, ada kelebihan dan kekurangan menggunakan kedua jenis produk perbankan di atas. Keduanya berjalan pada konsep yang sangat mirip, hanya berdasarkan pada sistem akadnya saja. Nah, dengan melihat sistem perjanjian maupun akad di atas, Anda lebih cocok dengan skema akad yang mana? Anda bisa sesuaikan saja dengan kebutuhan dan rencana keuangan Anda.



Jika tak ragu untuk membayar lebih mahal di awal dan sesuai dengan prinsip syariah, maka KPR Syariah bisa jadi rujukan. Sedangkan bagi Anda yang lebih suka dengan perhitungan bunga kredit, bisa menggunakan KPR Konvensional.

Seringkali satu akad harus dijalankan dengan akad lainnya untuk memenuhi kebutuhan pembelian rumah impian Anda agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebelum membeli rumah, simak juga cara untuk memilih pinjaman KPR agar tidak susah di kemudian hari. 

Forum

Bambang Priyono (02 Sep 2014)

Mau tanya pak, perhitungan stop loss & take profit yg benar itu bgmn? Untuk setiap order sell/buy itu saya masih bingung apakah sl atau tp yg lebih tinggi. Dan kira-kira berapa nilai yg sesuai yg bisa diajukan dr selisih harga order kalau ttp ingin mendapat profit yg diinginkan meskipun pake...

Selengkapnya...

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   171  
Apa Maksud Konsisten Terhadap Sistem?
konsisten terhadap sistem apakah harus tidak mengganti sistem tapi digunakan secara terus menerus, atau harus mangganti-ganti mencari sistem atau indikator yang sesuai dengan karakter kita sampai ketemu.....

Azwir 9 Mar 2015

Reply:

M Singgih (10 Mar 2015 15:35)

@ azwir :
Sistem trading biasanya terdiri dari metode trading dan strategi trading. Metode menyangkut cara entry dan exit, indikator yang digunakan dsb, sedang strategi biasanya dikaitkan dengan money management termasuk management resiko. Sistem trading ada yang mechanical dan discretionary.  Sistem mechanical bila Anda menggunakan software, EA atau robot, sedang discretionary berarti manual, dari analisa Anda sendiri.
Kalau Anda menggunakan software atau robot maka harus di-backtest terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya, jika tidak sesuai Anda bisa merubah parameter2nya atau ganti software yang lain. Tetapi kalau Anda dengan sistem discretionary atau analisa sendiri, maka harus dicoba pada account demo terlebih dahulu sampai sesuai dengan yang diharapkan yaitu untuk keadaan pasar trending dan sideways. Setelah Anda yakin dan puas dengan hasilnya maka baru digunakan pada account riil, dan setelah digunakan sebaiknya jangan dirubah atau cepat diganti, tunggu kinerjanya hingga periode waktu tertentu, kalau ternyata performa trading Anda terus yurun (drawdownnya makin tinggi), baru dipertimbangkan untuk mencoba sistem trading yang baru.
Semoga bisa membantu.

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   293  
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini   27 Dec 2020   373  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   686  
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Jujun Kurniawan   23 Aug 2020   856  
Suku Bunga Kredit Dan Pinjaman
Suku Bunga Kredit Dan Pinjaman
Sistem   5 Aug 2020   1542  
Kalkulator KPR
Kalkulator KPR
Sistem   5 Aug 2020   849  
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Febrian Surya   23 Jul 2020   692  
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
Febrian Surya   13 Jul 2020   435  
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
Jujun Kurniawan   6 Jul 2020   505