5 Mitos dan Fakta Seputar The Merge Ethereum 2.0

Damar Putra 20 Sep 2022
Dibaca Normal 5 Menit
kripto > koin >   #ethereum
The Merge Ethereum telah menimbulkan banyak kesalahpahaman yang telah beredar luas. Apa saja mitos dan faktanya?

Sejarah baru dalam dunia kripto kembali tercipta setelah Ethereum berhasil melakukan "The Merge" atau beralihnya ETH dari konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) pada 15 September 2022. Alasan utama developer Ethereum melakukan perubahan ini adalah untuk efesiensi energi dan peningkatan skalabilitas jaringan.

The Merge sangat dinanti-nanti oleh banyak investor karena dianggap akan membawa banyak peningkatan performa pada jaringan Ethereum. Banyak penggemar kripto yang meyakini bahwa event ini nantinya akan banyak membawa perubahan besar mulai dari pengurangan biaya gas, peningkatan kecepatan transaksi, bertambahnya nilai APR staking, dll. Benarkah demikian?

The Merge Ethereum

Jawabannya tidak juga, karena keyakinan-keyakinan di atas muncul hanyalah kesalahpahaman yang sudah terlanjur beredar luas di jagat maya. Pada kesempatan kali ini, penulis akan coba membedah beberapa kesalahpahaman seputar The Merge Ethereum 2.0 dan fakta sebenarnya.

Baca Juga: Seluk Beluk Peluncuran Ethereum 2.0

 

Sekilas Tentang The Merge Ethereum

Secara definisi, Ethereum Merge atau yang juga dikenal dengan istilah The Merge adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh tim pengembang Ethereum untuk melakukan transisi blockchain Ethereum ke fase berikutnya, yang juga dikenal sebagai Ethereum 2.0.

Dengan seluruh jaringan blockchain pindah ke sistem baru, Ethereum diharapkan akan menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan terukur. Upgrade Ethereum 2.0 akan menjadi proses yang kompleks dan berpotensi mencetak sejarah baru karena hingga saat ini belum pernah ada blockchain dengan skala besar yang merombak protokol konsensus dari PoW ke PoS.

Dengan beralihnya ETH ke konsensus PoS, para miner tidak bisa lagi mendapatkan ETH dengan cara mining. Sebagai alternatifnya, pengguna masih bisa mendapatkan ETH dengan cara staking atau mengunci beberapa koin di dalam jaringan dan mendapatkan imbal hasil berupa interest.

 

Kesalahpahaman Seputar The Merge Ethereum

Fakta uniknya, The Merge ini ternyata menyebabkan banyak kesalahpahaman sehingga membuat beberapa penggemar kripto terlalu berekspektasi tinggi. Apa sajakah itu?

 

1. Biaya Gas Lebih Murah

Ethereum memang menjadi salah satu koin kripto yang memiliki teknologi blockchain dengan biaya gas paling mahal. Singkatnya, biaya gas atau gas fee merupakan biaya kompensasi energi komputasi yang diperlukan untuk memvalidasi transaksi di dalam blockchain Ethereum.

Kesalahpahaman populer yang sudah bereadar luas adalah bahwa setelah The Merge berhasil terlaksana, biaya gas Ethereum akan menjadi lebih murah. Pada kenyataanya, The Merge tidak menjamin perubahan biaya gas karena proses ini hanya merupakan perubahan mekanisme konsensus yang akan mentransisikan blockchain ETH menuju Proof-of-stake (PoS).

Baca Juga: Apakah Proof of Authority Lebih Baik Dari PoS dan PoW?

 

2. Kecepatan Transaksi Meningkat Drastis

Jaringan blockchain Ethereum menjadi salah satu jaringan blockchain dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi saat ini. Hal tersebut kerap menyebabkan kemacetan jaringan yang menghambat transaksi dan membuat biaya gas kian membengkak.

Banyak yang menduga bahwa kecepatan transaksi pada jaringan Ethereum akan meningkat secara drastis, bahkan ada yang menyebutkan kecepatannya bisa mencapai 300,000 TPS setelah The Merge dilakukan. Namun faktanya, penggabungan jaringan Ethereum tidak begitu membawa perubahan dalam hal kecepatan transaksi.

Selain itu, developer Ethereum menyatakan bahwa transisi ke PoS hanya akan memungkinkan peningkatan kecepatan sebesar 10% atau 1 detik dalam produksi blok. Ini adalah peningkatan yang sangat kecil dan mungkin tidak akan dirasakan oleh pengguna jaringan.

 

3. Terjadi Downtime Setelah The Merge

Proses The Merge Ethereum adalah penggabungan atau peleburan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0, di mana Ethereum 1.0 akan mengisi Sharding Chain dari Ethereum 2.0. Para hodler koin Ether tidak perlu melakukan apapun karena semuanya akan ditangani oleh tim developer Ethereum.

Telah beredar kesalahpahaman terhadap hal ini, yang menyebutkan bahwa The Merge akan menyebabkan kematian atau downtime sementara pada jaringan Ethereum. Faktanya, karena mekanisme transisi sudah diuji coba secara ketat pada 11 Agustus 2022, tim developer Ethereum memastikan tidak akan ada pemberhentian sesaat dari aktivitas blockchain Ethereum. Dan terbutkti, proses The Merge pada tanggal 15 September kemarin berjalan dengan lancar tanpa adanya downtime sama sekali.

 

4. ETH yang Di-Stake Bisa Langsung Ditarik

Jauh sebelum proses The Merge Ethereum 2.0 berlangsung, Etehereum mengumumkan bahwa siapapun bisa menjadi validator dengan syarat memiliki setidaknya 32 ETH untuk di-stake di jaringan Ethereum. Sebagai gantinya, staker akan mendapatkan imbal hasil berupa ETH.

Baca Juga: Perbedaan APR dan APY dalam Staking Koin

Namun, banyak yang salah memahami hal ini. Ada yang menganggap bahwa investor bisa langsung menarik ETH yang sudah di-staking setelah The Merge usai. Faktanya, semua ETH yang terkunci di staking Beacon Chain baru bisa diambil saat terjadi upgrade Shanghai, yang baru akan terjadi 6 sampai 12 bulan setelah The Merge.

 

5. Adanya Peningkatan APR untuk Staking

Setelah beralih ke konsensus PoS, Ethereum tidak bisa di-mining. Namun pengguna masih bisa menghasilkan ETH dengan proses staking atau mengunci sejumlah ETH dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan interest sebagai imbal hasilnya. Ada kesalahpahaman yang menganggap bahwa nilai APR staking ETH 2.0 akan meningkat drastis setelah The Merge.

Pada kenyataannya, fakta tersebut tidaklah benar adanya. Pihak developer Ethereum menjelaskan bahwa setelah The Merge, APR untuk staking meningkat hanya sekitar menjadi 7% dari saat ini. Peningkatan ini didapatkan dari alokasi imbalan validasi transaksi atau staker yang sebelumnya didapatkan oleh para miner.

 

Ethereum menjadi salah satu koin paling dimanati karena bisa menjadi platform ideal untuk para developer dalam mengembangkan ekosistem DApp ataupun DeFi. Terbukti, Ethereum telah memiliki banyak proyek yang sudah berjalan di atas jaringannya hingga saat ini.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Cardano berpeluang untuk bersaing dengan Ethereum sebagai platform blockchain, didukung riset dan tim yang lebih unggul.
Saat ini masih dalam pengembangan, namun ada kemungkinan menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan
 Muhammad Hanafi |  19 May 2022
Halaman: Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus
Baru tahu saya kalau ternyata NFT itu ada di berbagai blockchain. Jadi penasaran selain ethereum dan solana, nft itu ada di blockchain apa aja? terus kenapa blockchain itu bisa ada banyak? emangnya apa aja jenis blockchain?
 Yudha Bagas |  2 Jun 2022
Halaman: Mengenal Ekosistem Nft Berbasis Blockchain Solana
@Yudha Bagas Selain Ethereum dan Solana, NFT juga ada di banyak Blockchain, seperti Polygon, Matic, Binance Smart Chain, EOS, dan lain-lainnya. Dan kenapa Blockchain bisa ada banyak, itu karena adanya pengembangan kegunaan Blockchain dan tentu saja persaingan bisnis. Apabila pengembang Blockchain ingin menciptakan koin sendiri, maka harus memiliki Blockchain sendiri. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca dua artikel mengenai Blockchain, yaitu Mengenal Beragam Lapisan Pada Blockchain dan Apa Saja Jenis Blockchain Yang Perlu Diketahui?
 Evan |  2 Jun 2022
Halaman: Mengenal Ekosistem Nft Berbasis Blockchain Solana
Itu Solana termasuk layer 1 ya? Tapi kok sistemnya lebih bagus daripada BTC dan ETH ya? Btw, Ethereum 2.0 bakal tetep di layer 1 atau di layer lainnya? Kayak Shiba yang katanya mau bikin blockchain sendiri di layer 2.
 Joni Pulungan |  7 Jun 2022
Halaman: Mengenal Beragam Lapisan Pada Blockchain
Untuk aplikasi versi PC, sebaiknya Anda save dulu sesuai format gambar yang sesuai, lalu diupload secara manual ke platform-platformnya. Untuk upload di OpenSea, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Beli koin kripto terlebih dahulu (biasanya Ethereum), lalu buat dompet digital, salah satu yang recommended adalah MetaMask. Selanjutnya, koneksikan wallet Anda dengan akun OpenSea. Jika sudah ada akun, maka langkah selanjutnya: 1. Buka profil OpenSea Anda dan pilih "Koleksi Saya". 2. Pilih "Buat" untuk membuat koleksi baru. 3. Masukkan koleksi sesuai dengan desain Anda sendiri. 4. Klik "Tambah Item Baru". 5. Unggah NFT dan berikan Namanya. 6. Berikan isi, deskripsi, level, dan aspek lainnya yang dibutuhkan. 7. Jika sudah selesai, klik "Create", maka NFT Anda sudah terdisplay. Selain OpenSea, Anda juga bisa upload NFT ke Rarible atau situs lainnya. Bisa simak panduan selengkapnya di artikel: Cara Minting NFT di Berbagai Platform.
 Ananta |  7 Jun 2022
Halaman: Aplikasi Pembuat Nft Terbaik Untuk Pemula
"Polygon diciptakan untuk memberikan solusi atas beberapa masalah blockchain Ethereum tanpa mengesampingkan aspek keamanan."

"...yang menjadi sisi negatif dari Sidechain adalah rawan akan serangan hacker."

Jadi Polygon itu masih rawan serangan hacker atau tidak? Dan kenapa sidechain bisa sampai rawan serangan hacker?
 Fajar Santoso |  27 Jun 2022
Halaman: Mengenal Sidechain Beserta Perannya Dalam Blockchain Kripto

Kirim Komentar Baru