PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 4 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 4 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 4 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 4 jam lalu, #Saham Indonesia

5 Mitos dan Fakta Seputar The Merge Ethereum 2.0

Damar Putra 20 Sep 2022
Dibaca Normal 5 Menit
kripto > koin >   #ethereum
The Merge Ethereum telah menimbulkan banyak kesalahpahaman yang telah beredar luas. Apa saja mitos dan faktanya?

Sejarah baru dalam dunia kripto kembali tercipta setelah Ethereum berhasil melakukan "The Merge" atau beralihnya ETH dari konsensus Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) pada 15 September 2022. Alasan utama developer Ethereum melakukan perubahan ini adalah untuk efesiensi energi dan peningkatan skalabilitas jaringan.

The Merge sangat dinanti-nanti oleh banyak investor karena dianggap akan membawa banyak peningkatan performa pada jaringan Ethereum. Banyak penggemar kripto yang meyakini bahwa event ini nantinya akan banyak membawa perubahan besar mulai dari pengurangan biaya gas, peningkatan kecepatan transaksi, bertambahnya nilai APR staking, dll. Benarkah demikian?

The Merge Ethereum

Jawabannya tidak juga, karena keyakinan-keyakinan di atas muncul hanyalah kesalahpahaman yang sudah terlanjur beredar luas di jagat maya. Pada kesempatan kali ini, penulis akan coba membedah beberapa kesalahpahaman seputar The Merge Ethereum 2.0 dan fakta sebenarnya.

Baca Juga: Seluk Beluk Peluncuran Ethereum 2.0

 

Sekilas Tentang The Merge Ethereum

Secara definisi, Ethereum Merge atau yang juga dikenal dengan istilah The Merge adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh tim pengembang Ethereum untuk melakukan transisi blockchain Ethereum ke fase berikutnya, yang juga dikenal sebagai Ethereum 2.0.

Dengan seluruh jaringan blockchain pindah ke sistem baru, Ethereum diharapkan akan menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan terukur. Upgrade Ethereum 2.0 akan menjadi proses yang kompleks dan berpotensi mencetak sejarah baru karena hingga saat ini belum pernah ada blockchain dengan skala besar yang merombak protokol konsensus dari PoW ke PoS.

Dengan beralihnya ETH ke konsensus PoS, para miner tidak bisa lagi mendapatkan ETH dengan cara mining. Sebagai alternatifnya, pengguna masih bisa mendapatkan ETH dengan cara staking atau mengunci beberapa koin di dalam jaringan dan mendapatkan imbal hasil berupa interest.

 

Kesalahpahaman Seputar The Merge Ethereum

Fakta uniknya, The Merge ini ternyata menyebabkan banyak kesalahpahaman sehingga membuat beberapa penggemar kripto terlalu berekspektasi tinggi. Apa sajakah itu?

 

1. Biaya Gas Lebih Murah

Ethereum memang menjadi salah satu koin kripto yang memiliki teknologi blockchain dengan biaya gas paling mahal. Singkatnya, biaya gas atau gas fee merupakan biaya kompensasi energi komputasi yang diperlukan untuk memvalidasi transaksi di dalam blockchain Ethereum.

Kesalahpahaman populer yang sudah bereadar luas adalah bahwa setelah The Merge berhasil terlaksana, biaya gas Ethereum akan menjadi lebih murah. Pada kenyataanya, The Merge tidak menjamin perubahan biaya gas karena proses ini hanya merupakan perubahan mekanisme konsensus yang akan mentransisikan blockchain ETH menuju Proof-of-stake (PoS).

Baca Juga: Apakah Proof of Authority Lebih Baik Dari PoS dan PoW?

 

2. Kecepatan Transaksi Meningkat Drastis

Jaringan blockchain Ethereum menjadi salah satu jaringan blockchain dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi saat ini. Hal tersebut kerap menyebabkan kemacetan jaringan yang menghambat transaksi dan membuat biaya gas kian membengkak.

Banyak yang menduga bahwa kecepatan transaksi pada jaringan Ethereum akan meningkat secara drastis, bahkan ada yang menyebutkan kecepatannya bisa mencapai 300,000 TPS setelah The Merge dilakukan. Namun faktanya, penggabungan jaringan Ethereum tidak begitu membawa perubahan dalam hal kecepatan transaksi.

Selain itu, developer Ethereum menyatakan bahwa transisi ke PoS hanya akan memungkinkan peningkatan kecepatan sebesar 10% atau 1 detik dalam produksi blok. Ini adalah peningkatan yang sangat kecil dan mungkin tidak akan dirasakan oleh pengguna jaringan.

 

3. Terjadi Downtime Setelah The Merge

Proses The Merge Ethereum adalah penggabungan atau peleburan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0, di mana Ethereum 1.0 akan mengisi Sharding Chain dari Ethereum 2.0. Para hodler koin Ether tidak perlu melakukan apapun karena semuanya akan ditangani oleh tim developer Ethereum.

Telah beredar kesalahpahaman terhadap hal ini, yang menyebutkan bahwa The Merge akan menyebabkan kematian atau downtime sementara pada jaringan Ethereum. Faktanya, karena mekanisme transisi sudah diuji coba secara ketat pada 11 Agustus 2022, tim developer Ethereum memastikan tidak akan ada pemberhentian sesaat dari aktivitas blockchain Ethereum. Dan terbutkti, proses The Merge pada tanggal 15 September kemarin berjalan dengan lancar tanpa adanya downtime sama sekali.

 

4. ETH yang Di-Stake Bisa Langsung Ditarik

Jauh sebelum proses The Merge Ethereum 2.0 berlangsung, Etehereum mengumumkan bahwa siapapun bisa menjadi validator dengan syarat memiliki setidaknya 32 ETH untuk di-stake di jaringan Ethereum. Sebagai gantinya, staker akan mendapatkan imbal hasil berupa ETH.

Baca Juga: Perbedaan APR dan APY dalam Staking Koin

Namun, banyak yang salah memahami hal ini. Ada yang menganggap bahwa investor bisa langsung menarik ETH yang sudah di-staking setelah The Merge usai. Faktanya, semua ETH yang terkunci di staking Beacon Chain baru bisa diambil saat terjadi upgrade Shanghai, yang baru akan terjadi 6 sampai 12 bulan setelah The Merge.

 

5. Adanya Peningkatan APR untuk Staking

Setelah beralih ke konsensus PoS, Ethereum tidak bisa di-mining. Namun pengguna masih bisa menghasilkan ETH dengan proses staking atau mengunci sejumlah ETH dalam kurun waktu tertentu untuk mendapatkan interest sebagai imbal hasilnya. Ada kesalahpahaman yang menganggap bahwa nilai APR staking ETH 2.0 akan meningkat drastis setelah The Merge.

Pada kenyataannya, fakta tersebut tidaklah benar adanya. Pihak developer Ethereum menjelaskan bahwa setelah The Merge, APR untuk staking meningkat hanya sekitar menjadi 7% dari saat ini. Peningkatan ini didapatkan dari alokasi imbalan validasi transaksi atau staker yang sebelumnya didapatkan oleh para miner.

 

Ethereum menjadi salah satu koin paling dimanati karena bisa menjadi platform ideal untuk para developer dalam mengembangkan ekosistem DApp ataupun DeFi. Terbukti, Ethereum telah memiliki banyak proyek yang sudah berjalan di atas jaringannya hingga saat ini.

Terkait Lainnya
 
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 4 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 4 jam lalu, #Saham Indonesia

Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 4 jam lalu, #Saham Indonesia

Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 4 jam lalu, #Saham Indonesia

Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 22 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 22 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 1 hari, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 1 hari, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 1 hari, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Staking kelihatannya lebih mirip dengan deposito di bank ya? Jadi kalau deposito di bank juga perlu minimal berapa duit dan entar bunga akan ditambahkan tiap bulan ke akun bank. Sedangkan kalau pinjaman kripto Ethereum itu lebih kayak saya yang punya kripto pinjamin ke peminjam dan si penerima pinjaman menjaminkan NFT atau jaminan aset lain yang berkaitan dengan kripto ya? Jadi ibarat kalau gagal bayar, smart contract diaktifkan langsung aset tersebut jadi punya saya begitu? Dan seperti pinjaman pada umumnya, tiap waktu tertentu harus disetor ke saya dengan berupa ETH yang udah ditambahkan bunga kedalamnya? Wah kalau seperti itu, aman banget buat pinjamin ETH ke orang lain asal ada jaminan yang menurut kedua belah pihak worth it, kalau gagal bayar bisa ada smart contract yang bekerja. Benaran aman banget ya!
 Lioyanto |  8 Dec 2022
Halaman: Cara Mendapatkan Passive Income Eth Termudah
Menurut saya penambangan bitcoin sendiri sepertinya harus dipikirkan ulang lagi oleh developer dan saya juga tidak tau apakah developer masih aktif atau tidak terutama Satoshi. Soalnya koin kripto lainnya sudah mulai menggaungkan energi efisien, jadi entah itu dari sumber diesel maupun SDA yang terbarui, mereka berusaha mengalihkan teknik mining ini dengan teknik stake dalam menghasilkan koin kripto, terutama Ethereum 2.0 yang mengusung penghapusan mining menjadi stake (PoW ke PoS). Tapi menilik dari tulisan author tentunya dengan hanya bitcoin yang mungkin masih memakai mining, dan berdasarkan info jumlah bitcoin sendiri sudah sedikit serta penambang juga beralih ke energi bersih saya rasa bitcoin lebih bersih daripada penambangan lain yang secara langsung merusak lingkungan sekitar.
 Sandy |  9 Dec 2022
Halaman: Mitos Mining Bitcoin Yang Masih Banyak Dipercaya
Saya masih kurang mengerti tentang DAO ini secara detail. Tetapi secara garis besar sebenarnya DAO itu organisasi yang dibangun diatas blockchain Ethereum dengan tanpa ada pemimpin organisasi dan dijuga ada smart contract didalamnya. Menurut saya DAO ini kalau saya ga salah pengertian akan sangat berguna bagi organisasi kemanusiaan. Jadi mereka bisa menggalang dana dan agar bisa disalurkan juga ada voting gitu. Ini benaran bisa menghindari terjadinya korupsi maupun pencucian uang dan juga adanya smart contract yang bisa diaktifkan hanya jika syarat terpenuhi. Kalau ada hal tersebut sih, kripto benaran jadi masa depan keuangan yang transparan!
 Kevin |  9 Dec 2022
Halaman: Cara Membuat Dao Untuk Proyek Kripto
Token DeFi itu termasuk generasi baru, dan merupakan token yang dibuat untuk ekosistem DApps. DApps sendiri dirintis oleh ekosistem Ethereum.
 Willi |  12 Dec 2022
Halaman: Kripto Berbasis Defi Tren Blockchain Baru Sarat Manfaat
Numpang nanya nih, saya masih belum sepenuhnya mengerti akan fork yang terdapat pada blockchain kripto. Untuk Soft Fork saya sepertinya lumayan mengerti ini hanya sekedar ngeupdate tambahan tanpa ngerubah blockchain. Dari penjelasan artikel ini saya bisa tau kalau hard fork itu seperti game-lah ya, jadi terdapat update besar-besaran misalkan seperti game yang saya mainkan biasanya contohnya pes 2020 ke pes 2021. Jadi engine game akan berbeda tetapi aset yang sudah didapat bisa diconvert ke sana tetapi ada beberapa aset yang akan digantikan. Nah pertanyaan saya apakah hard fork dalam kripto ini misalkan saya punya 10 ETH, apakah dengan perubahan hard fork ke The Ethereum 2.0 saya masih akan tetap memiliki 10 ETH (Baik ga perlu convert ataupun digantikan otomatis) karena engine/blockchain udah berbeda?
 Fernando |  21 Dec 2022
Halaman: Perbedaan Hard Fork Vs Soft Fork Pada Blockchain Kripto
Halo Fernando,
dalam konteks Hardfork Ethereum ke Ethereum 2.0, Anda tidak perlu merisaukan terhadap kepemilikian koin ETH pada saat proses transisi. Pasalnya, semua akan berjalan otomatis. Artinya, jika proses Hardfork Ethereum 2.0 selesai, koin ETH Anda tetap tersimpan dengan aman. Jadi, dalam hal ini Anda tidak perlu melakukan apapun. Semoga membantu.
 Damar Putra |  27 Dec 2022
Halaman: Perbedaan Hard Fork Vs Soft Fork Pada Blockchain Kripto

Komentar[4]    
  Welly   |   5 Dec 2022

Aku kira dengan Ethereum 2.0, jaringan bakal lebih lancar dan gas fee NFT juga lebih murah. Tapi ada yang bilang kalau PoS digantikan agar menghemat energi dari metode lama PoW yang dasarnya mining jadi stake gitu. Sehingga lebih efektif dan effisien dengan uang kripto.

Kalau hanya perubahan seperti metode mining nya aja sih rasanya ga akan ada positif yang signifikan kecuali lingkungan lebih terjaga. Akan saya pertimbanhkan deh tentang Ethereum 2.0 ini.

  Ahmad Taufan   |   24 Dec 2022

Benar bang, dari segi penggunaan energi memang lebih hemat kalao makai sistem staking, ga perlu alat mining lagi asalkan ada ETH udah bisa coba staking dan bisa berbunga tuh. Kalau aku nya kurang setuju dengan mitos gas fee bakal sama sih soalnya gas fee setau aku itu memang dari energi listrik yang digunakan selama proses validasi transaksi. Kalau emang energi listriknya hemat seharusnya gas fee nya bisa diredam juga.

  Liam   |   26 Dec 2022

Bang, bedanya staking sama mining apa ya? Kok bisa staking lebih hemat gas fee dan energi, kenapa?

  Hermanto   |   26 Dec 2022

Halo gan saya jelaskan singkat saja . Beda staking dan mining itu terletak dari cara untuk mendapatkan kripto, kalau stake berdasarkan seberapa banyak kripto yang di pegang. Semakin banyak maka semakin mudah memvalidasi kripto . Saya contohkan saja misalkan agan punya nih 2 ETH di stake, entar setelah tervalidasi bisa agan dapat tambahan 1 ETH lagi.

Nah lain beda dengan mining dimana perlu yang namanya hardware khusus buat PC. Daya listrik pun pasti diperlukan dalam jumlah yang banyak. Semakin semakin kencang hardware, maka semakin cepat memvalidasi transaksi yang menghasilkan kripto.

Nah jadi perbedaan utama kalau stake lebih hemat energi dan validasi transaksi juga lebih hemat soalnya benaran ga butuh daya listrik yang besar. Gas Fee sebenarnya biaya yang dihasilkan dari setiap transaksi kripto dan setiap transaksi untuk saat ini memang menggunakan banyak daya listrik.