AUD/JPY masih berada di baawah level 104.00 setelah hasil beragam pada data Tiongkok, 1 hari, #Forex Teknikal | USD/CHF naik menuju level 0.9100 di tengah lebih rendahnya produksi industri Swiss, 1 hari, #Forex Teknikal | Pound Sterling mempertahankan kekuatan di dekat level 1.2700 meskipun dolar AS stabil, 1 hari, #Forex Teknikal | EUR/USDtetap bullish setelah koreksi hari Kamis, 1 hari, #Forex Teknikal | PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) bakal membagikan dividen kepada pemegang sahamnya senilai Rp136.4 miliar, 2 hari, #Saham Indonesia | PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp12.9 miliar dari laba bersih di tahun buku 2023. , 2 hari, #Saham Indonesia | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0.42% ke level 7,277 pagi ini, 2 hari, #Saham Indonesia | PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) bakal membagikan dividen kepada pemegang sahamnya senilai Rp300 miliar. , 2 hari, #Saham Indonesia

Sampai Kapan Dolar Menguat? Begini Prediksi Ekonom

Crypholic 8 Jul 2022
Dibaca Normal 2 Menit
forex > berita > #dolar
Survei yang dilakukan Reuters awal bulan ini mengungkapkan bahwa mayoritas ekonom memperkirakan tren bullish dolar AS akan bertahan minimal 3 bulan ke depan.

Indeks Dolar AS (DXY) kembali mencapai rekor tertinggi secara historis pada perdagangan pekan ini, tepatnya menembus di atas 107.00. Secara teknikal, Indeks Dolar telah melaju 12 persen dari level awal tahun. Para pelaku pasar pun mulai mempertanyakan seberapa lama greenback akan mempertahankan reli bullish ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan Reuters pada tanggal 1 Juli – 6 Juli 2022 lalu, 48 ekonom menyampaikan pandangan bahwa penguatan Dolar AS kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek, tetapi mereka memiliki perkiraan durasi trend bullish yang berbeda-beda.

Sebanyak 19 ekonom memperkirakan dolar akan menguat selama 3-6 bulan, 10 ekonom menyatakan 6-12 bulan, 4 analis berpendapat bullish dolar akan bertahan minimal 1 tahun, dan 4 ekonom lainnya memperkirakan penguatan Dolar setidaknya akan berlangsung minimal 2 tahun. Hanya 11 ekonom yang mengatakan penguatan akan bertahan kurang dari 3 bulan.

Mengacu pada hasil survei tersebut, maka dapat disimpulkan mayoritas ekonom berpendapat penguatan Dolar AS akan berlangsung minimal dalam 3 bulan ke depan Di saat yang bersamaan, mayoritas responden memperkirakan jika nilai tukar Dolar akan melemah dalam kurun waktu 1 tahun ke depan.

Dua variabel yang mendukung keperkasaan Dolar AS saat ini adalah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang agresif demi memerangi inflasi, serta sentimen risk-off pelaku pasar yang memburu Dolar AS sebagai safe haven di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global.

"Pada akhirnya, mereka yang sebelumnya berpendapat Dolar AS akan melemah karena pasar tidak melihat kemungkinan lebih banyak jadwal rate hike seperti konsensus sebelumnya, tidak menyadari posisi Dolar AS sebagai safe haven. Jika kita melihat resesi ekonomi di Eropa dan global, apakah Anda akan menjual dolar AS?" ungkap Jane Foley, kepala strategi mata uang Rabobank.

Faktanya, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih begitu tinggi saat ini, tercermin dari notulen rapat The Fed yang diumumkan pada Kamis dini hari kemarin (07/Juli). Para petinggi bank sentral AS tersebut mengungkapkan rencana kenaikan suku bunga sebesar 50 hingga 75 basis poin pada pertemuan FOMC bulan Juli jika inflasi tinggi tidak kunjung mereda.

Terkait Lainnya
Kategori Terkait