Cara Cerdas Investasi Saham Syariah Untuk Pemula

Yuvita 28 Dec 2021
Dibaca Normal 9 Menit
bisnis > saham >   #investasi-saham   #syariah
Ingin jadi investor saham tapi tetap berkah? Jangan khawatir, saat ini telah banyak saham syariah yang bisa dikoleksi. Apa saja contoh saham syariah dan bagaimana cara kerjanya?

Apa Itu Saham Syariah?

Dikutip dari halaman website Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah adalah bentuk saham yang prinsip serta aturannya tidak bertentangan dengan konteks syariah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dan peraturan OJK.

Saat ini, Indonesia telah memiliki dua jenis saham syariah, yaitu saham yang mampu memenuhi kriteria OJK mengenai Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah, dan saham syariah yang tercatat oleh perusahaan publik syariah.

Adapun syarat yang ditetapkan oleh pemerintah agar suatu saham dapat menjadi saham syariah antara lain:

  • Emiten tidak melakukan atau terlibat dalam perjudian, jasa keuangan ribawi, dan perdagangan apapun yang dilarang syariat.
  • Rasio keuangan seperti total utang yang berbasis bunga dibandingkan total aset tidak akan melebihi 45%.
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal dibandingkan dengan total pendapatan usaha serta pendapat total lain tidak melebihi 10%.

Perlu diketahui bahwa segala jenis saham syariah yang ada di pasar modal Indonesia, entah saham tersebut tercatat atau tidak di BEI, akan selalu ada dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Daftar ini diupdate setiap bulan Mei dan November.

Indeks saham syariah yang saat ini ada di Indonesia dan tersedia di pasar modal berjumlah empat, yaitu:

  • Indeks Syariah Saham Indonesia (ISSI)
  • Indeks Jakarta Islamic Index (JII)
  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70)
  • Index IDX-MES BUMN 17

investasi saham syariah

 

Perkembangan Saham Syariah di Indonesia

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas beragama Muslim, munculnya saham syariah sejak tahun 2011 telah menjadi alternatif investasi yang sangat diminati. Sejak diluncurkan oleh Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), perkembangan pasar modal syariah di Indonesia terus tumbuh.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah investor saham syariah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa sejak 10 tahun terakhir, perkembangan saham syariah di industri pasar modal mencapai 84%. Bahkan dengan adanya pandemi, masyarakat Indonesia jadi semakin melek dengan investasi.

Selain investor, beberapa faktor yang membuat saham syariah mengalami kenaikan lebih dari 50% hanya dalam 1 dekade terakhir juga dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara regulator dan edukator. Sehingga, masyarakat Indonesia dapat mengetahui dan mengakses keuntungan berinvestasi secara syariah. 

Simak juga: Pasar Modal Dan Saham Menurut Islam

 

Daftar Saham Syariah Terbaru

Salah satu indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan adalah Jakarta Islamic Index (JII). Terhitung untuk periode 6 Agustus 2021 hingga November 2021, berikut adalah daftar saham syariah di JII:

  1. Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
  2. Adaro Energy Tbk (ADRO)
  3. AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  4. Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  5. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
  6. Barito Pacific Tbk (BRPT)
  7. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  8. Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
  9. XL Axiata Tbk (EXCL)
  10. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  11. Vale Indonesia Tbk (INCO)
  12. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  13. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  14. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  15. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  16. Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  17. Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  18. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
  19. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
  20. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  21. Bukit Asam Tbk (PTBA)
  22. PP (Persero) Tbk (PTPP)
  23. Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  24. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
  25. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  26. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  27. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
  28. United Tractors Tbk (UNTR)
  29. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  30. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

 

Tips Investasi Saham Syariah Bagi Pemula

Jika ingin serius mendalami investasi saham syariah, mengetahui manfaat dan daftar emiten yang bisa dikoleksi saja tentu tidak cukup. Terlepas dari berbagai teknik dan strategi yang bisa Anda gunakan, berikut adalah kiat-kiat umum bagi investor pemula:

 

Miliki Akun Investor Saham

Saat ini, membuka akun investasi bisa dilakukan secara online. Pertama-tama, buatlah rekening atau akun saham terlebih dahulu ke perusahaan sekuritas. Pastikan sekuritas yang Anda pilih telah mendapat izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar usaha tersebut dapat diawasi setiap saat.

Baca juga: Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula

Saat ini, sudah banyak perusahaan sekuritas yang tersebar di Indonesia. Beberapa rekomendasi yang dapat Anda pilih adalah sebagai berikut:

  • Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  • Samuel Sekuritas
  • Indo Premier Sekuritas
  • BNI Sekuritas
  • Profindo International Securities
  • RHB Sekuritas Indonesia
  • Mandiri Sekuritas

investasi syariah

 

Gunakan Sistem SOTS

Shariah Online Trading System atau SOTS adalah sistem transaksi online di pasar modal yang menggunakan prinsip syariah dan telah diakui oleh DSN-MUI. Dengan adanya sistem seperti ini, investor awam seperti Anda tidak perlu lagi merasa takut keliru membeli saham yang bukan syariah. 

Sistem ini menghindarkan Anda dari transaksi secara margin, karena transaksi untuk saham syariah hanya bisa dilakukan dengan tunai dan tidak akan bisa untuk short-selling. Selain itu, laporan kepemilikan saham syariah nantinya juga akan dipisah dengan kepemilikan uang sehingga saham syariah yang Anda miliki tidak dihitung sebagai modal.

 

Double Check Saham yang Ada di BEI

Perlu Anda ingat bahwa saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak semuanya termasuk saham syariah. Seperti yang telah dijelaskan di atas, saham syariah memiliki syarat khusus yang harus dipenuhi serta dipatuhi oleh perusahaan.

Oleh karena itu, jika Anda memantau saham yang ada di BEI, Anda perlu mengenali daftar saham mana saja yang termasuk saham syariah. Untuk mempersingkat waktu riset, Anda cukup melihat bagian indeks saham syariah seperti ISSI, JII, serta JII70.

 

Selalu Ingat Prinsip Investasi Syariah

Karena banyaknya jenis investasi yang memiliki keuntungan atau kenaikan harga secara signifikan, tak jarang investor akan merasa tergiur dengan besarnya untung tersebut. Namun sebelum memanfaatkan peluang tersebut, pastikan Anda telah mengenal emiten saham serta mengingat prinsip saham syariah.

Untuk mengingat kembali, berikut prinsip serta syarat saham syariah berdasarkan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK):

  • Jenis usaha, produk (baik barang atau jasa), akad, dan pengelolaan emiten tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
  • Emiten menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai dengan prinsip syariah.
  • Emiten wajib memiliki Syariah Compliance Officer (SCO), yaitu pejabat yang telah disertifikasi Dewan Syariah Nasional (DNS-MUI) yang menunjukkan bahwa beliau memahami konsep syariah di pasar modal.

Simak juga: Beda Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional

 

Lakukan Riset dan Analisis

Ketika Anda sudah melihat daftar saham dan akan menentukan saham mana yang akan dibeli, sebaiknya lakukan dua analisis untuk mengurangi risiko kerugian. Analisis yang dimaksud adalah analisis dasar atau fundamental dan analisis teknikal.

Analisis dasar berpaku pada faktor-faktor dasar yang dapat mempengaruhi nilai saham dari perusahaan, dilihat dari prospek saham, industri, hingga perekonomian negara saat ini. Selanjutnya, ada analisis teknikal yang lebih fokus untuk memprediksi trend harga saham dengan cara mempelajari data-data pasar yang sudah ada.

Intinya, pilihlah saham syariah yang tidak hanya berprinsip syariah namun juga memiliki kinerja yang baik, kapitalisasi pasar yang luas, dan prospek bisnisnya besar.

 

Mulai dengan Uang Dingin Meski Bermodal Kecil

Kesalahan yang umumnya dilakukan oleh investor pemula adalah menggunakan uang kebutuhan bulanan untuk investasi. Padahal, investasi memiliki risiko yang tidak sedikit. Oleh karena itu, selalu gunakan uang dingin atau uang yang tidak terpakai meskipun jumlahnya kecil.

Anda dapat mulai melakukan investasi saham syariah meski hanya dengan modal kurang dari satu juta. Mengawali dengan modal kecil memang tidak akan menjanjikan keuntungan besar. Namun demikian, Anda bisa berinvestasi tanpa beban risiko yang besar. Bagaimanapun juga, analisis pasar yang baik tidak bisa dilakukan dalam tekanan atau saat investor sedang stres.

Simak Juga: Investasi Syariah Dengan Budget Murah

 

Lakukan Review Secara Berkala

Walaupun Anda melakukan investasi saham syariah dengan tujuan untuk investasi jangka panjang, jangan sampai selesai membeli aset Anda hanya mendiamkannya saja.

Selalu lakukan review atau pengecekan secara berkala per 1 bulan, 3 bulan, 9 bulan, atau 12 bulan. Menjadi investor harus aktif untuk melihat kinerja saham yang Anda gunakan dan memastikan bahwa analisis serta strategi yang Anda buat tetap berjalan dengan baik.

Jika suatu saat terjadi penurunan harga, Anda bisa dengan cepat melakukan pertimbangan untuk mengurangi dampak kerugian tersebut. Jadi sebaiknya, luangkan waktu untuk melihat aset yang Anda miliki sebelum menyesal karena mengalami kerugian atau kehilangan.

Baca juga: Menilik Perbedaan Manajemen Risiko Investasi Syariah dan Non Syariah

 

Alternatif Investasi Syariah Selain Saham

Apabila saham syariah Anda ternyata sudah mulai menghasilkan, lakukan diversifikasi agar aset yang Anda miliki terus berputar dan terhindar dari kerugian yang sangat besar. Berikut beberapa produk investasi yang juga menggunakan prinsip syariah:

 

Sukuk

Banyak masyarakat menilai bahwa sukuk sama dengan obligasi. Padahal, kedua jenis investasi ini berbeda. Sukuk merupakan bukti kepemilikan bersama atas suatu aset investasi dengan sistem bagi hasil. Produk investasi ini dibedakan menjadi dua, yaitu sukuk negara dan sukuk korporasi.

Sukuk negara merupakan bukti kepemilikan yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan UU tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSBN), sedangkan sukuk korporasi adalah sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan swasta ataupun BUMN dengan dasar hukum peraturan OJK mengenai penerbitan dan persyaratan sukuk.

Simak Juga: Cara Investasi Syariah Di SBSN

 

Reksadana Syariah

Sebagaimana diketahui secara umum, reksadana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk dialokasikan Manajer Investasi ke dalam beberapa instrumen investasi lainnya. Untuk reksadana syariah, pengawasannya ada di bawah OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dana yang disetorkan masyarakat melalui pembelian produk reksadana syariah nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi syariah, lalu diinvestasikan kembali ke instrumen investasi syariah lain seperti saham syariah dan sukuk.

reksadana syariah

 

Exchange Trade Fund Syariah

Exchange Trade Fund Syariah merupakan unit yang diperdagangkan di Bursa Efek dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Meski demikian, jenis investasi ini belum memiliki variasi yang luas. Produk yang ada hanya Pinnacle Enhanced Sharia ETF dan Premier ETF JII Syariah.

 

Bagaimana? Apakah Anda sudah tertarik dan akan memulai investasi syariah? Meski tampak menjanjikan dan ideal untuk Anda yang menginginkan investasi sesuai hukum syariat, masih ada pro kontra yang meliputi jenis investasi ini. Guna menggali masalah ini lebih dalam, simak 5 Jenis Investasi Syariah, Apa Saja Plus dan Minusnya?

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Reksadana syariah dapat dibeli melalui bank, Manajer Investasi, perusahaan efek penyedia sistem online trading syariah, dan berbagai marketplace yang bekerjasama dengan perusahaan efek serta mendapat izin dari OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
 Wahyu Aji |  13 Jan 2022
Halaman: Investasi Syariah Untuk Haji Manakah Yang Cocok
kalau menabung di reksadana syariah yang sudah bekerjasama dengan biro perjalanan umroh maka semua kebutuhan umroh, spt pendaftaran dll sudah di atur oleh biro
 Masud |  1 Apr 2022
Halaman: Cara Menabung Umroh Lewat Reksadana
Investasi saham langsung adalah Investasi yang dilakukan secara mandiri (investor mengelola dana dan membeli sesuai yang diinginkan)
Sedangkan investasi reksadana adalah investasi yang dikelola oleh perusahan aset manajemen dan investor tidak dapat leluasa memilih instrumen investasi saham
 Aidil Fitra |  8 Apr 2022
Halaman: Mengenal Jenis Jenis Reksadana
Halo kak, saya tertarik belajar soal obligasi. Info terbaru katanya ada obligasi syariah yg bisa sekalian berwakaf? Kira2 prospeknya bagaimana ya? Mohon pencerahan trima kasih.
 Setyobudi |  11 Apr 2022
Halaman: Keuntungan Obligasi Yang Wajib Anda Ketahui
Dha banyak pilihan saham syariah gini, tp orang2 masih bnyk yg kena bujuk rayu saham abal2. Disitu sy merasa sedih. Btw min gaada rencana bahas saham paytrennya Yusuf mansyur ato icoin punya anaknya? Kyknye seru tuh kalo diangkat. Biar makin bnyk yg tercerahkan. Xixixixi
 Anton |  13 Apr 2022
Halaman: Pasar Modal Dan Saham Menurut Islam
@Wulandari: Banyak negara memberlakukan pajak kripto dengan beragam variasi kebijakannya di samping ada juga yang 100% membebaskannya. Ini beberapa di antaranya, sejauh yang saya temukan referensinya: - Jepang: Pajak kripto di sini tergolong sebagai pajak penghasilan dengan kategori pendapatan lain-lain dan jumlahnya relatif cukup besar, hingga 55%. Pajak kripto juga diberlakukan bagi wajib pajak luar negeri yang mempunyai aset ini dengan tarif final sebesar 20% dan dibayarkan saat yang bersangkutan meninggalkan Jepang. - Hong Kong: Di sini mata uang kripto yang digunakan untuk transaksi bisnis dikenakan pajak keuntungan. Tapi, kripto milik individu dan dipakai sebagai investasi jangka panjang tidak dikenakan pajak. - China: Kripto tidak diakui sebagai alat bayar yang sah di sini, sama seperti di Indonesia. Negeri Panda ini kabarnya mengenakan Pajak Penghasilan atau PPh atas keuntungan yang diperoleh dari penjualan kripto. - India: Belum ada ketentuan khusus terkait pajak kripto di sini. Namun, sejumlah media lokal menyebut pemerintah mempertimbangkan untuk mengenakan pajak atas semua aset dijital sebesar 30%. - Kazakhstan: Di sini pajak kripto justru dikenakan untuk kalangan penambang aset ini. Pemerintah menganggap penambangan kripto membuka banyak lapangan kerja plus mendorong konsumsi listrik. Tapi, infrastruktur untuk penambangan kripto bebas pajak. - Rusia: Ada wacana pengenaan pajak kripto di Negeri Beruang Merah ini namun masih pending, belum ada kejelasan. - Amerika Serikat: di Negeri Paman Sam, kripto diperlakukan sama seperti investasi saham, obligasi, dan properti. Apa yang berlaku di aset-aset tersebut, berlaku juga di kripto, termasuk dalam urusan pajak, dalam hal ini adalah pajak atas capital gain. Wajib pajak harus melaporkan transaksi kripto yang dilakukannya, tak peduli apakah statusnya untung atau rugi. Semua laporan harus masuk ke otoritas pajak, IRS (Internal Revenue Service). - Inggris: di sini kripto dianggap sebagai token dan transaksinya dianggap sebagai kegiatan investasi serta dikenakan pajak. - Portugal: di sini kripto dianggap sebagai alat pembayaran yang sah dan bukan tergolong sebagai aset. Dengan demikian, tidak ada pajak kripto di negeri ini alias 0%. Demikian semoga membantu.
 Rida |  19 May 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kripto Di Indonesia
Saham Untung
Kode Saham Last Change  
MBAP 8,600 4.88%
ADMR 1,770 7.93%
ASSA 1,740 7.74%
MPRO 770 6.21%
MEDC 620 5.98%
ESSA 1,130 7.62%
PNBS 75 5.63%
IBST 9,100 6.12%
MDKA 4,480 6.92%
BUMI 140 5.26%

Komentar[1]    
  Nanda Auliyah   |   6 Apr 2022

Infonya sangat membantu bagi saya yg masih awam. Apakh bs minta pendapat?

Orangtua baru sj pensiun, umur 60 taun, dpt dana sekitar 150jt. Jika mau diinvest ke yg syariah sperti ini... Sbaiknya ke reksadana, saham, atau apa y? Alhamdulillah tdk ada cicilan jd mmg benar2 uang dingin. Mohon masukannya trims.