Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah

Ryandy H 21 Oct 2019 1075
Dibaca Normal 5 Menit

Volatilitas emiten seringkali digunakan investor sebagai indikator untuk memilih saham yang menguntungkan. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini.



Jika ingin investasi saham balik modal dengan baik dan stabil dalam jangka waktu panjang, maka investor sebaiknya menghindari saham yang mengalami perubahan nilai. Ketika harga naik-turun secara ekstrim, saham tersebut dapat dikatakan "berbahaya" bagi pengembalian profit dalam jangka panjang secara keseluruhan dan juga bisa melelahkan emosional investor.

Saham dengan volatilitas tinggi sangat berisiko bagi investor yang mendekati usia pensiun. Hal tersebut dikarenakan adanya kemungkinan kehilangan uang dengan cepat. Meskipun volatilitas tinggi berpeluang untuk menghasilkan uang lebih banyak, namun sebagian besar investor sebaiknya mencari saham dengan volatilitas yang relatif rendah dan rekam jejak pengembalian positif yang stabil. Saham dengan volatilitas rendah memang tidak selalu mudah dikenali, tetapi dapat ditemukan selama Anda memiliki pemahaman yang baik tentang apa itu volatilitas dan bagaimana volatilitas itu dapat diukur.

volatilitas saham

 

Dasar-Dasar Volatilitas

Untuk membantu pemahaman tentang volatilitas dan pentingnya dalam investasi, mari kita cermati dua contoh saham dan pengembalian tahunan lima tahun mereka sebagai berikut.

Tahun Ke- Perusahaan A Perusahaan B
1 +12 persen 7 persen
2 -5 persen 9 persen
3 +18 persen 5 persen
4 -11 persen 6 persen
5 +21 persen 8 persen


Perusahaan A memiliki rata-rata, atau mean, pengembalian tahunan sebesar 7 persen. Tetapi, seperti yang Anda lihat pada tabel di atas, pengembalian tidak konsisten atau bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun. Sedangkan, pengembalian tahunan dari perusahaan B ini terlihat sangat berbeda, tetapi rata-rata pengembalian tahunannya sama dengan perusahaan A, yaitu 7 persen.

Perubahan besar dalam pengembalian tahunan dapat memiliki dampak abnormal pada nilai majemuk investasi. Mari kita lakukan simulasi dari contoh perusahaan A dan B, dengan asumsi Anda menginvestasikan Rp1,000 sebagai modal. Kami akan memeriksa jumlah total uang yang akan Anda miliki di setiap akhir tahun, berdasarkan pengembalian tahunan di atas.

Tahun Ke- Perusahaan A Perusahaan B
1 Rp1,120 Rp1,070
2 Rp1,064 Rp1,166
3 Rp1,255 Rp1,224
4 Rp1,086 Rp1,297
5 Rp1,314 Rp1,400

Berdasarkan tabel di atas, investor di Perusahaan B memiliki lebih banyak uang pada akhir periode lima tahun, daripada mereka yang berinvestasi di Perusahaan A. Hal itu terjadi ketika sebuah perusahaan kehilangan uang dalam satu tahun dan menghasilkan lebih banyak keuntungan pada tahun berikutnya untuk menebus kerugian.

 

Menentukan Volatilitas

Saat menentukan volatilitas saham, tidak cukup hanya melihat dari pergerakan harga. Anda juga perlu mempertimbangkan volatilitas saham lain di sektor yang sama, serta pergerakan pasar saham secara keseluruhan.  Untungnya, ada pengukuran volatilitas aktual yang dapat memberi Anda gambaran objektif. Ukuran tersebut dinamakan "Beta" yang biasanya dapat Anda temukan ketika meneliti sebuah saham online. Pada beberapa kasus, angka Beta hanya membandingkan volatilitas perusahaan dengan suatu saham yang terpilih berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang dapat melacak perusahaan terbesar di pasar saham.

Ukuran "1" berarti harga saham bergerak hampir sempurna sejalan dengan indeks yang digunakan oleh investor, yaitu Indeks LQ45. Ukuran "1,25" menunjukkan 25% lebih fluktuatif daripada indeks.

grafik volatilitas saham asii

Saat mendaftarkan saham, sebagian besar perusahaan pialang online akan menampilkan Beta untuk perusahaan dan Beta industri itu. Sebagai contoh, pada Oktober 2019, PT Astra International Tbk (ASII) menunjukkan Beta saham sebesar 1.52, yang dapat diartikan bahwa saham tersebut mempunyai tingkat perubahan atau volatilitas harga di atas pasar. Ketika IHSG meningkat sebesar 2%, maka harga saham emiten ASII akan menanjak 3 persen (1.52 x 2%). Sementara ketika IHSG menurun, harga saham emiten dengan Beta di atas satu akan mengalami penurunan harga lebih besar daripada level IHSG.



 

Sektor Volatilitas Rendah

Ada beberapa pergerakan saham yang terlihat tidak stabil daripada emiten lainnya. Misalnya, saham sektor aneka industri yang cenderung lebih fluktuatif daripada IHSG pada prode Juli-Oktober 2019. Perlu dicatat juga bahwa perusahaan besar cenderung memiliki harga saham yang lebih tidak stabil daripada emiten kecil.

grafik sektor volatilitas rendah

Banyak analis keuangan menganggap bahwa saham-saham yang tergabung dalam sektor Miscellaneous Industry (MISC-IND) memiliki volatilitas rendah dan pengembalian yang kuat. Sektor ini mencakup perusahaan yang menghasilkan produk-produk penting yang digunakan sehari-hari, seperti alat transportasi, pakaian, dan kebutuhan hidup kita lainnya. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini tidak memiliki fluktuasi yang ekstrim dalam pendapatan, sehingga harga saham mereka juga cenderung stabil.

 

Saham Volatilitas Rendah Yang Populer

Selama bertahun-tahun, ada beberapa saham yang telah mengumpulkan pengembalian positif yang konsisten tanpa perubahan nilai. Banyak dari mereka adalah perusahaan terkenal yang telah ada sejak lama dan telah mendominasi industri masing-masing, di antaranya sebagai berikut.

  • ADHI.JK: PT Adhi Karya Tbk bergerak di bidang konstruksi, konsultasi manajemen, teknik industri, perdagangan umum, fabrikasi industri, manajemen bangunan, bisnis dan layanan teknologi informasi, pengembangan properti dan real estat serta agribisnis
  • ELSA.JK: PT Elnusa Tbk, merupakan perusahaan minyak dan gas terintegrasi yang berbasis di Indonesia. Perusahaan dibagi menjadi tiga segmen bisnis utama, sebagai berikut.
    - Layanan Minyak dan Gas Bumi Terpadu, yang bergerak dalam layanan hulu dan layanan pendukung hulu dan layanan hilir
    - Berbasis Aset, yang bergerak dalam eksplorasi, serta produksi minyak dan gas
    - Dukungan Hulu dan Berbasis Kompetensi, yang bergerak dalam bidang manajemen data, teknologi informasi, dan telekomunikasi.
  • PPRO.JK: PT PP Properti Tbk yang bergerak di bidang layanan, pengembang, dan perdagangan.

 

Setelah mengetahui bagaimana cara untuk melakukan investasi dengan volatilitas yang rendah, maka Anda dapat langsung menganalisis kondisi saham tersebut untuk dijadikan sebagai instrumen investasi Anda selanjutnya. Namun, jangan lupa disertai pertimbangan dan sesuai dengan karakteristik Anda dalam melakukan penilaian kriteria saham, seperti menggunakan analisis fundamental dan teknikal.

Forum

Mustakim (09 Jun 2012)

master,broker yang paling enak buat tehnik scalping apaan ya.trims

Selengkapnya...

Kode Saham Last Change(%)  
CTTH 75 25.0
SAME 560 8.74%
TBIG 2,360 10.8
TOYS 270 7.14%
HRME 72 26.32%
BMAS 1,610 24.81%
SMDM 133 22.02%
ARGO 2,090 22.94%
TGRA 150 20.97%
INDX 103 17.05%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
Sistem Trading Price Action
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya

Muhammad Yusuf 12 Nov 2017

Reply:

M Singgih (16 Nov 2017 23:28)

@ Muhammad Yusuf:

- Belum cukup, harus dikonfirmasi dengan indikator untuk menghindari false break. Contohnya bisa Anda baca pada jawaban kami sebelumnya.

- Stochastic termasuk dalam indikator oscillator yang akurat pada kondisi pasar yang sedang sideways, untuk kondisi pasar yang trending penunjukan overbought / oversold pada stochastic akan false (salah).
Stochastic bisa Anda gunakan pada kondisi sideways, sedang pada kondisi trending kami anjurkan menggunakan indikator MACD. Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:



Tampak overbought / oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways akan false (tidak akurat).

Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   319  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   264  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   691  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3406  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1070  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   794  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   801