Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah


Ryandy H 21 Oct 2019 1260Dibaca Normal 5 Menit

Volatilitas emiten seringkali digunakan investor sebagai indikator untuk memilih saham yang menguntungkan. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini.



Jika ingin investasi saham balik modal dengan baik dan stabil dalam jangka waktu panjang, maka investor sebaiknya menghindari saham yang mengalami perubahan nilai. Ketika harga naik-turun secara ekstrim, saham tersebut dapat dikatakan "berbahaya" bagi pengembalian profit dalam jangka panjang secara keseluruhan dan juga bisa melelahkan emosional investor.

Saham dengan volatilitas tinggi sangat berisiko bagi investor yang mendekati usia pensiun. Hal tersebut dikarenakan adanya kemungkinan kehilangan uang dengan cepat. Meskipun volatilitas tinggi berpeluang untuk menghasilkan uang lebih banyak, namun sebagian besar investor sebaiknya mencari saham dengan volatilitas yang relatif rendah dan rekam jejak pengembalian positif yang stabil. Saham dengan volatilitas rendah memang tidak selalu mudah dikenali, tetapi dapat ditemukan selama Anda memiliki pemahaman yang baik tentang apa itu volatilitas dan bagaimana volatilitas itu dapat diukur.

volatilitas saham

 

Dasar-Dasar Volatilitas

Untuk membantu pemahaman tentang volatilitas dan pentingnya dalam investasi, mari kita cermati dua contoh saham dan pengembalian tahunan lima tahun mereka sebagai berikut.

Tahun Ke-Perusahaan APerusahaan B
1+12 persen7 persen
2-5 persen9 persen
3+18 persen5 persen
4-11 persen6 persen
5+21 persen8 persen


Perusahaan A memiliki rata-rata, atau mean, pengembalian tahunan sebesar 7 persen. Tetapi, seperti yang Anda lihat pada tabel di atas, pengembalian tidak konsisten atau bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun. Sedangkan, pengembalian tahunan dari perusahaan B ini terlihat sangat berbeda, tetapi rata-rata pengembalian tahunannya sama dengan perusahaan A, yaitu 7 persen.

Perubahan besar dalam pengembalian tahunan dapat memiliki dampak abnormal pada nilai majemuk investasi. Mari kita lakukan simulasi dari contoh perusahaan A dan B, dengan asumsi Anda menginvestasikan Rp1,000 sebagai modal. Kami akan memeriksa jumlah total uang yang akan Anda miliki di setiap akhir tahun, berdasarkan pengembalian tahunan di atas.

Tahun Ke-Perusahaan APerusahaan B
1Rp1,120Rp1,070
2Rp1,064Rp1,166
3Rp1,255Rp1,224
4Rp1,086Rp1,297
5Rp1,314Rp1,400

Berdasarkan tabel di atas, investor di Perusahaan B memiliki lebih banyak uang pada akhir periode lima tahun, daripada mereka yang berinvestasi di Perusahaan A. Hal itu terjadi ketika sebuah perusahaan kehilangan uang dalam satu tahun dan menghasilkan lebih banyak keuntungan pada tahun berikutnya untuk menebus kerugian.

 

Menentukan Volatilitas

Saat menentukan volatilitas saham, tidak cukup hanya melihat dari pergerakan harga. Anda juga perlu mempertimbangkan volatilitas saham lain di sektor yang sama, serta pergerakan pasar saham secara keseluruhan.  Untungnya, ada pengukuran volatilitas aktual yang dapat memberi Anda gambaran objektif. Ukuran tersebut dinamakan "Beta" yang biasanya dapat Anda temukan ketika meneliti sebuah saham online. Pada beberapa kasus, angka Beta hanya membandingkan volatilitas perusahaan dengan suatu saham yang terpilih berdasarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang dapat melacak perusahaan terbesar di pasar saham.

Ukuran "1" berarti harga saham bergerak hampir sempurna sejalan dengan indeks yang digunakan oleh investor, yaitu Indeks LQ45. Ukuran "1,25" menunjukkan 25% lebih fluktuatif daripada indeks.

grafik volatilitas saham asii

Saat mendaftarkan saham, sebagian besar perusahaan pialang online akan menampilkan Beta untuk perusahaan dan Beta industri itu. Sebagai contoh, pada Oktober 2019, PT Astra International Tbk (ASII) menunjukkan Beta saham sebesar 1.52, yang dapat diartikan bahwa saham tersebut mempunyai tingkat perubahan atau volatilitas harga di atas pasar. Ketika IHSG meningkat sebesar 2%, maka harga saham emiten ASII akan menanjak 3 persen (1.52 x 2%). Sementara ketika IHSG menurun, harga saham emiten dengan Beta di atas satu akan mengalami penurunan harga lebih besar daripada level IHSG.



 

Sektor Volatilitas Rendah

Ada beberapa pergerakan saham yang terlihat tidak stabil daripada emiten lainnya. Misalnya, saham sektor aneka industri yang cenderung lebih fluktuatif daripada IHSG pada prode Juli-Oktober 2019. Perlu dicatat juga bahwa perusahaan besar cenderung memiliki harga saham yang lebih tidak stabil daripada emiten kecil.

grafik sektor volatilitas rendah

Banyak analis keuangan menganggap bahwa saham-saham yang tergabung dalam sektor Miscellaneous Industry (MISC-IND) memiliki volatilitas rendah dan pengembalian yang kuat. Sektor ini mencakup perusahaan yang menghasilkan produk-produk penting yang digunakan sehari-hari, seperti alat transportasi, pakaian, dan kebutuhan hidup kita lainnya. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini tidak memiliki fluktuasi yang ekstrim dalam pendapatan, sehingga harga saham mereka juga cenderung stabil.

 

Saham Volatilitas Rendah Yang Populer

Selama bertahun-tahun, ada beberapa saham yang telah mengumpulkan pengembalian positif yang konsisten tanpa perubahan nilai. Banyak dari mereka adalah perusahaan terkenal yang telah ada sejak lama dan telah mendominasi industri masing-masing, di antaranya sebagai berikut.

  • ADHI.JK: PT Adhi Karya Tbk bergerak di bidang konstruksi, konsultasi manajemen, teknik industri, perdagangan umum, fabrikasi industri, manajemen bangunan, bisnis dan layanan teknologi informasi, pengembangan properti dan real estat serta agribisnis
  • ELSA.JK: PT Elnusa Tbk, merupakan perusahaan minyak dan gas terintegrasi yang berbasis di Indonesia. Perusahaan dibagi menjadi tiga segmen bisnis utama, sebagai berikut.
    - Layanan Minyak dan Gas Bumi Terpadu, yang bergerak dalam layanan hulu dan layanan pendukung hulu dan layanan hilir
    - Berbasis Aset, yang bergerak dalam eksplorasi, serta produksi minyak dan gas
    - Dukungan Hulu dan Berbasis Kompetensi, yang bergerak dalam bidang manajemen data, teknologi informasi, dan telekomunikasi.
  • PPRO.JK: PT PP Properti Tbk yang bergerak di bidang layanan, pengembang, dan perdagangan.

 

Setelah mengetahui bagaimana cara untuk melakukan investasi dengan volatilitas yang rendah, maka Anda dapat langsung menganalisis kondisi saham tersebut untuk dijadikan sebagai instrumen investasi Anda selanjutnya. Namun, jangan lupa disertai pertimbangan dan sesuai dengan karakteristik Anda dalam melakukan penilaian kriteria saham, seperti menggunakan analisis fundamental dan teknikal.

Forum

Karina (14 Apr 2021)

Mau coba-coba ikut investasi yang lagi ngetren sekarang, antara investasi reksadana dan P2P Lending, mana yang lebih menguntungkan dan recommended ya kak? Kebetulan saya ingin mengalokasi dana saya ke salah satu investasi tersebut antara Reksadana atau P2P Lending. Budget estimasi 20jt. Mohon sarannya.

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   437  
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Ryandy H   8 Nov 2019   1110  
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Ryandy H   31 Oct 2019   772  
Untung Rugi Saham Gorengan
Untung Rugi Saham Gorengan
Satrya Heli Oriza   30 Oct 2019   1233  
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Satrya Heli Oriza   23 Oct 2019   1118  
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Tiffany   19 Oct 2019   151  
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Ryandy H   18 Oct 2019   854