Menurut analis ING, EUR/USD tampaknya akan uji level 1.0800 dalam beberapa hari mendatang, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Indeks dolar AS bertahan positif di sekitar level 104.00, menanti data PDB AS, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF beralih pulih menjelang ekspektasi survei ZEW Swiss, diperdagangkan di dekat level 0.8800, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CAD naik dekati level tertinggi dua pekan, harga minyak bullish akan membatasi kenaikan menjelang data AS, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   NZD/USD mencoba menguji level psikologis 0.6100 setelah level tertinggi Februari, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ke salah satu anak usahanya, PT AKR Sea Transport (AST) sejumlah Rp 200 miliar, 6 jam lalu, #Saham Indonesia   |   BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran seri I PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX & MPIX-W) pada hari ini karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan, 6 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT Astra International Tbk (ASII) +3.38%, PT United Tractors Tbk (UNTR) +1.26%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) +1.25%, 6 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.12% ke 7,294, 6 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Harga Minyak Stabil Setelah OPEC Pertahankan Kebijakan

Crypholic 5 Dec 2022
Dibaca Normal 2 Menit
bisnis > minyak > berita >   #harga-minyak   #minyak   #opec
OPEC memutuskan untuk tetap memangkas produksi minyak 2 juta bph hingga tahun 2023 mendatang. Langkah ini menopang harga minyak untuk pulih dan diperdagangkan menguat di awal pekan.

Organisasi Negara Produsen Minyak bersama sekutu (OPEC+) memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan produksi apapun dalam pertemuan terbarunya. Pasar minyak menyambut kabar ini dengan sentimen positif. Pada saat berita ini ditulis, minyak Brent bergerak pada kisaran $88.19 per barel, sementara minyak WTI menguat 1.43 persen di harga $81.83 per barel.

Harga minyak menguat

Dengan keputusan terbaru OPEC+, negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam organisasi tersebut sepakat untuk melanjutkan pemotongan output sebesar 2 juta barel per hari (bph) hingga tahun 2023 mendatang. Langkah pengurangan produksi secara masif ini sejatinya sudah dilakukan sejak awal Oktober untuk meredam penurunan harga minyak mentah.

Baca juga: Anggota OPEC Dukung Saudi Soal Pemotongan Produksi Minyak

Beberapa analis melihat keputusan terbaru OPEC sebagai langkah antisipasi terhadap dampak sanksi penuh Barat kepada impor minyak Rusia yang mulai berlaku per hari ini (5 Desember).

"Mengingat muncul ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak, OPEC+ memutuskan untuk menerapkan strategi wait-and-see yang tampaknya berjalan sangat baik," kata seorang analis RBC Capital Markets.

Uni Eropa dan AS memang berniat memberlakukan sanksi penuh atas minyak Rusia untuk menekan pendapatan negara tersebut. Dengan demikian, Rusia diharapkan semakin sulit mendanai serangan-serangannya ke wilayah Ukraina.

Salah seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah keputusan Uni Eropa juga tengah mempersiapkan larangan bagi perusahaan dan pedagang minyak Rusia berinteraksi dengan negara konsumen.

Menanggapi rencana sanksi tersebut, Rusia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima batasan yang dibuat oleh pihak Barat. Mereka lebih memilih mengurangi produksi untuk merespon sanksi yang membatasi harga jual minyaknya.

Wakil Presiden Wood Mackenzie, Ann-Louise Hittle, mencatat bahwa keadaan saat ini akan cenderung menguntungkan bagi harga minyak. Ia berujar, "Uni Eropa akan perlu membeli minyak dari pihak lain seperti Timur Tengah, Afrika Barat, dan Amerika Serikat untuk menutupi kekurangan pasokan setelah memblokade impor minyak dari Rusia. Fakta ini seharusnya menjadi katalis penopang harga minyak dalam jangka pendek."

Terkait Lainnya
 
Menurut analis ING, EUR/USD tampaknya akan uji level 1.0800 dalam beberapa hari mendatang, 1 jam lalu, #Forex Teknikal

Indeks dolar AS bertahan positif di sekitar level 104.00, menanti data PDB AS, 1 jam lalu, #Forex Teknikal

USD/CHF beralih pulih menjelang ekspektasi survei ZEW Swiss, diperdagangkan di dekat level 0.8800, 2 jam lalu, #Forex Teknikal

USD/CAD naik dekati level tertinggi dua pekan, harga minyak bullish akan membatasi kenaikan menjelang data AS, 2 jam lalu, #Forex Teknikal

NZD/USD mencoba menguji level psikologis 0.6100 setelah level tertinggi Februari, 2 jam lalu, #Forex Teknikal

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ke salah satu anak usahanya, PT AKR Sea Transport (AST) sejumlah Rp 200 miliar, 6 jam lalu, #Saham Indonesia

BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran seri I PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX & MPIX-W) pada hari ini karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan, 6 jam lalu, #Saham Indonesia

Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT Astra International Tbk (ASII) +3.38%, PT United Tractors Tbk (UNTR) +1.26%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) +1.25%, 6 jam lalu, #Saham Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.12% ke 7,294, 6 jam lalu, #Saham Indonesia

Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 1 hari, #Saham Indonesia

PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 1 hari, #Saham Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 1 hari, #Saham Indonesia


Harga Emas Dunia
Kemarin 2041.70
Minggu Lalu 2034.30
1 Bulan Lalu 2067.40
2 Bulan Lalu 2071.80
3 Bulan Lalu 2089.70
6 Bulan Lalu 1967.10
Setahun Lalu 1854.60
Harga Emas Lokal
Hari Ini 1.051.000
Kemarin 1.051.000
Minggu Lalu 1.050.000
1 Bulan Lalu 1.055.000
2 Bulan Lalu 1.013.000
3 Bulan Lalu 1.000.000
6 Bulan Lalu 950.000
Setahun Lalu 906.000

Kirim Komentar Baru