Strategi Forex Sederhana Untuk Menajamkan Sinyal Breakout

Wiji Purnama 12 Sep 2017 5266
Dibaca Normal 5 Menit

Trading breakout tidak bisa dilakukan dengan 1 sinyal yang belum terkonfirmasi. Untuk menajamkannya, gunakan strategi forex sederhana dengan divergence.



Trading breakout merupakan salah satu strategi dengan peluang keuntungan yang besar. Biasanya, trader mengandalkan trendline sebagai alat bantu teknikal untuk mendapatkan sinyal breakout. Namun rupanya, ada strategi forex sederhana yang bisa digunakan untuk 'menajamkan' sinyal tersebut. khususnya yang diidentifikasi dari penembusan harga terhadap trendline. Namun sebelum membahas strategi forex sederhana yang dimaksud, ada baiknya kita memahami arti penting menggunakan sinyal trading yang lebih 'terasah'.

strategi forex sederhana breakout

 

Mengapa Sinyal Valid Dalam Strategi Forex Sederhana Itu Penting?

Dalam pengertian di atas, 'menajamkan' maksudnya adalah memperoleh sinyal yang lebih valid. Validitas sinyal biasanya dinilai dari konfirmasi. Semakin banyak indikator atau metode analisa yang mengkonfirmasi sinyal tersebut, maka semakin valid sifatnya, dan semakin tinggi pula probabilitas profitnya.

Validitas sinyal berbanding lurus dengan peluang keuntungan, karena konfirmasi oleh lebih dari satu metode analisa bisa memfilter kesalahan atau keterlambatan sinyal dari suatu indikator. Ditambah lagi, pergerakan harga di pasar forex selalu berfluktuasi dalam dinamika yang tidak bisa diperkirakan secara pasti. Jika kita menghadapinya dengan satu 'senjata' saja, maka kita akan selalu diliputi keraguan karena dibatasi oleh kelemahan indikator atau metode yang digunakan.

Namun apabila kita menggunakan lebih dari satu teknik, sinyal dapat lebih terkonfirmasi karena sudah difilter dengan metode lain, dan psikologi trading bisa lebih terjaga karena kita telah melakukan open posisi dengan dasar yang lebih logis.

Nah, sinyal trading breakout merupakan salah satu indikasi entry yang perlu mendapat konfirmasi lebih lanjut. Apabila hanya mengandalkan trendline, kita tidak akan mengetahui cara mengantisipasi fakeout (false breakout).

Bagaimanapun juga, harga tidak akan selalu bergerak seperti ini:

trading breakout sempurna

Karena harga juga dapat menunjukkan pergerakan seperti ini:

trading breakout tidak sempurna

Untuk menghindari kesalahan trading breakout dari contoh situasi kedua, kita memerlukan sinyal yang telah 'diasah' oleh metode lain. Teknik pelengkap yang akan dibahas di sini akan menunjukkan cara menajamkan sinyal breakout dengan strategi forex sederhana.



 

Strategi Forex Sederhana Dengan Analisa Divergence

Strategi forex sederhana untuk memasangkan trading breakout trendline dengan divergence ini terinsipirasi dari teknik John Benjamin, analis pasar yang berpengalaman di bidang teknikal maupun fundamental. Pada dasarnya, divergence adalah kondisi perbedaan harga dengan arah indikator (biasanya oscillator) yang mengindikasikan reversal.

Prinsip trading breakout dari trendline sejalan dengan teknik divergence, karena ketika harga menembus garis penanda trend, ia bisa dikatakan mengalami reversal dari trend sebelumnya. Bedanya, strategi forex sederhana dengan divergence bisa memberikan sinyal leading atau lebih awal dari terjadinya reversal. Mengapa demikian? Hal ini karena dalam strategi forex sederhana ini, oscillator bisa menunjukkan momentum atau kekuatan trend yang sebenarnya.

Sebagai contoh, harga saat ini sedang berada dalam trend bullish, sementara oscillator Stochastic malah menunjukkan penurunan. Menurut teori analisa divergence, uptrend harga yang seperti itu tidak ditunjang oleh momentum (yang diindikasikan oleh Stochastic), sehingga proyeksi harga berikutnya adalah, trend akan melambat dan berbalik ke arah bearish tak lama kemudian.

Strategi forex sederhana itu jelas banyak berperan untuk menajamkan sinyal breakout dari trendline. Ketika kita melihat harga tengah berupaya menembus trendline dan membuat reversal, adanya divergence harga dengan indikator oscillator tentu bisa mengkonfirmasi peluang breakout.

Masih bingung? Coba perhatikan grafik di bawah ini untuk melihat contoh strategi forex sederhana dengan breakout dan divergence:

contoh strategi forex sederhana bearish Strategi forex sederhana untuk reversal bearish

Pada chart di atas, harga terlihat menguat sebagaimana ditandai oleh up trendline. Akan tetapi, grafik oscillator di bawah justru semakin menurun. Proyeksi reversal dari metode divergence terkonfirmasi ketika harga menembus trendline dan membuat pergerakan bearish. Pada situasi ini, saran entry terbaik dari strategi forex sederhana ini adalah, open posisi ketika harga mengkonfirmasi penurunan dengan melakukan rebound dari up trendline, yang pada poin ini telah berubah menjadi resistance. Sementara itu, stop loss dapat ditempatkan di atas high harga terakhir dari trend bullish sebelumnya.



Contoh lain ini memperlihatkan strategi forex sederhana untuk situasi sebaliknya:

contoh strategi forex sederhana bullish Strategi forex sederhana untuk reversal bullish

Sebelum berbalik menguat, harga bergerak menurun dan ditandai dengan down trendline. Walaupun begitu, oscillator justru semakin menguat dan mengindikasikan reversal bullish. Analisa itu terbukti akurat setelah harga menembus down trendline dan terus bergerak dalam trend bullish. Untuk mencari posisi entry ideal, kita bisa memanfaatkan test harga di batas trendline yang setelah ditembus berubah menjadi support. Sementara itu, strategi forex sederhana untuk menempatkan stop loss disarankan berada di level low downtrend sebelumnya.

 

Akhir Kata

Strategi forex sederhana di atas menunjukkan bahwa sinyal trading breakout dan divergence sebenarnya saling mengkonfirmasi. Jika keduanya sama-sama menandakan reversal, maka kita bisa mendapatkan peluang entry dengan sinyal breakout yang lebih tajam.

Satu hal yang perlu dipahami jika benar-benar menerapkan strategi forex sederhana ini adalah, sinyal breakout dan divergence tidak selalu selaras, bahkan cenderung jarang terjadi. Jadi, strategi forex sederhana di atas kemungkinan jarang memberikan sinyal entry yang bisa ditradingkan. Hal ini sebenarnya wajar, mengingat semakin jarang suatu sinyal muncul, maka semakin tinggi pula probabilitasnya. Jadi meskipun tak sering mendapat peluang, strategi forex sederhana memungkinkan kita untuk entry dengan potensi profit yang lebih besar dalam sekali trading.



Forum

Giwan (09 Jun 2016)

pak sya mau tanya lagi ini?semoga master tidak bosan menjwab pertanyaan saya,hehehehhe,pak gimana sebenarny mengunakan teknik suport dan resisten?ko para master banyak yg berhasil pake teknik itu?sekali lg trimaksih pak

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Three White Soldiers
Indikasi : Bullish Continuation
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Yona One
4 JAN 2021

Indikator apa saja yang dipakai saat breakout?

Tama
4 JAN 2021

Umumnya MA, RSI, Volume

Sidharta
4 JAN 2021

Saat trading forex, pair mata uang biasanya bergerak dalam range tertenty, Ketika bergerak di luar range tersebut, dinamakan breakout. Pergerakan di luar range bisa disebabkan oleh banyak hal.

Edoardo
4 JAN 2021

Kalau mau exit pasar setelah breakout trade enakan pakai teknik apa ya?

Gumbert
4 JAN 2021

Price action. MA enakan dipakai kalau pas mau cari profit saat breakout.

Kirim Komentar/Reply Baru
Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Cara membaca indikator macd dan stochastic

Cara membaca indikator macd dan stochastic ketika berbeda arah karena apakah yang di utamakan stochastik atau macd terutama pada tf4 karena saya sering salah posisi pada saat transaksi mohon penjelasanya terimakasih.

Hendi 17 Jun 2017

Reply:

M Singgih (19 Jun 2017 23:30)

@ Hendi:

Perbedaan yang sering terjadi adalah kondisi overbought / oversold pada stochastics dan pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal, sedangkan pergerakan %K terhadap %D dan pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal relatif hampir sama.

Kondisi overbought / oversold stochastics oscillator akan akurat pada keadaan sideways, dan MACD akan akurat pada keadaan trending (uptrend maupun downtrend). Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:



Tampak overbought / oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways false (tidak akurat).

Hendy (20 Jun 2017 13:21)

terimakasih atas penjelasannya pak  m singgih dan untuk indikator adx yang di contohkan apakah sama pungsinya dengan adx yang menggunakan persilangan D+ karena saya tida menemukan adx di metatrader saya pake terimakasih sebelumnya atas jawabanya pak m singgih.

M Singgih (22 Jun 2017 03:18)

@ Hendi:

Sama persis Pak, hanya tampilan ADX pada contoh tsb lebih mudah diamati dan dicerna. ADX pada contoh yang kami gunakan disebut juga dengan Advanced ADX yaitu indikator ADX yang versi histogram.

Pada ADX histogram Anda tidak perlu pusing mengamati crossing +DI dan -DI untuk menentukan trend yang dominan, cukup melihat warna bar histogramnya saja. Jika bar histogram berwarna hijau berarti uptrend dominan, sedang jika berwarna merah berarti downtrend yang dominan. Crossing +DI dan -DI ditampilkan dengan pergantian warna bar histogram.

Berikut contohnya pada GBP/USD H4 kemarin:



Pada ADX versi histogram: warna merah adalah ketika -DI yang dominan (downtrend), sedang warna hijau adalah ketika +DI yang dominan (uptrend). -DI yang dominan adalah ketika berada diatas +DI, dan +DI yang dominan adalah ketika berada diatas -DI.
Indikator Advance ADX bisa Anda unduh di sini.

Untuk keterangan ADX standard versi Metatrader bisa dibaca di: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX

Ardianto (21 Oct 2020 10:46)

Kalau dicompare master, mana yg lebih baik antara macd dg stochastic? ada pnggunaan khsus kah utk indi2 tsb? Tks.

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   464  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   213  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   121