EUR/USD pullback di balik risiko Geopolitik, pejabat The Fed dan data Jerman, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF rebound jelang data tenaga kerja AS, naik ke dekat level 0.9030, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD pulih dari posisi terendah 2 pekan karena fokus beralih ke laporan pekerjaan bulan Maret, 1 minggu, #Forex Fundamental   |   Emas berpotensi mengalami down trend setelah terkonfirmasi breakout, 1 minggu, #Emas Teknikal   |   Lo Kheng Hong berpotensi menerima dividen sebesar Rp3.11 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) pada 3 Mei mendatang, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui entitas usahanya, PT Mapan Global Tech mengakuisisi seluruh saham PT Multifinance Anak Bangsa yang dimiliki oleh Winato Kartono. , 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil membukukan pendapatan $46.63 juta selama 2023. Ini melesat 300.52% Year on Year (YoY) dari $11.64 juta, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan bersih Rp31.15 miliar selama 2023, 1 minggu, #Saham Indonesia

Mencari Sinyal Buy dengan Pola Bullish Engulfing

SAM 13 Oct 2012
Dibaca Normal 4 Menit
forex > candlestick >   #bullish   #engulfing   #sinyal-buy
Salah satu sinyal reversal harga yang paling jelas adalah dengan memanfaatkan pola bullish engulfing candle.

Mengetahui pembalikan dan kelanjutan tren harga (price reversals and continuations) adalah skill yang sangat penting untuk dimiliki oleh trader. Melalui analisa price action, trader bisa mempelajari bagaimana menggunakan pola candlestick untuk beraksi di pasar.

Pola-pola candle bisa memberi wawasan visual yang sangat berguna untuk digunakan dalam strategi trading apapun. Dan artikel ini akan fokus pada pengenalan trading dan salah satu sinyal reversal harga yang paling jelas, yaitu dengan memanfaatkan pola bullish engulfing candle.

pola bullish engulfing
Apa Itu Pola Candlestick Bullish Engulfing?

Pola bullish engulfing adalah pola candlestick yang biasanya bisa ditemukan pada akhir downtrend (lihat gambar diatas). Pola ini terdiri dari dua candle yang sudah terbentuk sempurna. Candle pertama menggambarkan akhir dari penurunan harga yang dialami suatu pair. Ukurannya bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu, dan perbedaan ukuran itu tidak begitu relevan. Namun demikian, candle tunggal seperti doji dianggap bagus bila ada di posisi ini, karena bisa merefleksikan kebingungan pasar pada saat candle terbentuk.

Sementara candle kedua dianggap sebagai candle terpenting, yang mensinyalkan kembalinya bias bullish di pasar. Candle ini terdiri dari candle biru panjang yang menciptakan momentum harga. Idealnya, harga tertinggi (high) dari candle ini harus di atas harga tertinggi dari candle sebelumnya. Maka, semakin tinggi candle kedua ini, semakin kuat lah sinyalnya.

Candle kedua tersebut menggambarkan jumlah buyer pada pair terkait yang mengungguli seller. Dan, jika bullish engulfing muncul saat harga sedang reli bullish, maka itu bisa menandakan para buyer akan memasuki pasar lagi dengan kekuatan lebih besar. Agar lebih mudah dalam memahami Bullish Engulfing, lihat infografis di bawah ini.

Pola Bullish Engulfing

 

Penggunaan Pola Bullish Engulfing Dalam Trading Forex

Disamping mendeteksi reversal, level harga terendah dalam pola bullish engulfing juga bisa dijadikan level support dalam pergerakan harga naik (uptrend). Trader bisa menempatkan stop order dibawah level harga itu untuk berjaga-jaga kalau-kalau pasar berbalik.

Nah, mudah bukan!? Setelah Anda mengetahui bagaimana mengidentifikasi pola candlestick bullish engulfing , Anda bisa langsung mengaplikasikannya dalam bertrading forex. Gambar chart daily EUR/JPY dibawah ini adalah salah satu contohnya. Dalam tahun 2013, harga di chart EUR/JPY telah bergerak sebanyak 2028 pips. Dalam periode itu, sempat terjadi retracement hingga 04/02, namun kemudian muncul pola bullish engulfing yang kemudian memicu berlanjutnya tren bullish.

pola bullish engulfing

Pola bullish engulfing bisa digunakan langsung dalam bertrading, tapi juga bisa disandingkan dengan indikator lain yang bersifat oscillator seperti RSI, atau juga dengan strategi breakout. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan konfirmasi tambahan tentang reversal harga yang akan terjadi itu.

 

FAQ Pola Bullish Engulfing

Pola Bullish Engulfing memang dianggap memiliki tingkat akurasi yang baik, namun tak jarang trader pemula masih kebingungan dalam menggunakan pola ini. Pertanyaan dan jawaban berikut akan sangat membantu trader dalam memahami pola ini dengan mudah.

 

Apa Definisi Pola Bullish Engulfing?

Pola bullish engulfing adalah pola candlestick yang biasanya bisa ditemukan pada akhir downtrend dan sebagai pertanda akan adanya pembalikan arah tren dari bearish ke bullish.

 

Bagaimana Anatomi Candelstick Bullish Engulfing?

Secara anatomi, candelstick Bullish Engulfing ini tersusun dari 2 candle. Candle pertama merupakan candlestick bearish yang menggambarkan akhir dari penurunan harga pada suatu pair. Sedangkan, candle kedua adalah candlestik bullish yang ukurannya jauh lebih besar melampaui candle pertama yang menginsyaratkan kembalinya bias bullish di pasar.

 

Apa Fungsi Pola Bullish Engulfing?

Selain digunakan untuk mendeteksi reversal, level harga terendah dalam pola bullish engulfing juga bisa dijadikan sebagai level support dalam pergerakan harga naik (uptrend). Trader bisa menempatkan stop order dibawah level harga itu untuk berjaga-jaga kalau-kalau pasar berbalik.

 

Bagaimana Bentuk Pola Bullish Engulfing yang Tidak Valid?

Idealnya, harga tertinggi (high) dari candle ini harus di atas harga tertinggi dari candle sebelumnya. Maka, semakin tinggi candle kedua ini, semakin kuat lah sinyalnya. Pola ini tidak valid apabila candlestick kedua memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan candle petama.

 

Indikator Apa Paling Cocok Digunakan dengan Pola Bullish Engulfing?

Lazimnya, trader akan menggunakan pola bullish engulfing ini dengan dikombinasikan dengan indikator jenis oscillator seperti RSI atau juga diterapkan pada strategi breakout. Tujuannya adalah guna mendapatkan sinyal trading yang jauh lebih akurat.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Jujur, terkadang dlm pembelajarn Forex itu, trader pemula 1 dngn trader pemula laiinnya bakal berbeda caranya. Mksdnya ga msua orng bsa megnikuti webinar dan langsung ngerti, ada jga yg ga ngerti klu hnya ngebaca tulisan aja, dan ada jga yg bsanya langsung praktek smbil belajar ntah pake video ato pun artikel. Dan, klu tipe gue mahh itu make robot trading buat nganalisa ama sinyal trading gitu. Terutama sinyal trading lah, krna bsa nunjukin aja mengapa bsa kyk gini, mengapa entry leevel segini, dasar apa sinyal trading menyatakan sinyal buy/sell dan jga ada entry SL dan TP point jga. Itu smua ngedukung gue dlm memplejari trading lah. Nha, apakah Maxco sndiri mgnkn ada sinyal trading yg tersedia dan apakah Maxco jga mengizinkan kita sbagai trader itu make robot trading jga?
 Wahyu R |  25 May 2023
Halaman: Cara Mudah Belajar Trading Di Broker Finex
Cocok untuk semua jenis MA. Baik SMA, EMA ataupun WMA punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mengetahui mana yang benar-benar pas buat Anda, sebaiknya lakukan backtest terlebih dahulu untuk melihat jenis MA mana yang cocok dengan strategi trading Anda dan pada periode berapa. Indikator MA termasuk indikator trend, dan digunakan untuk mengkonfirmasi pola-pola atau price action yang terbentuk dari candlestick. Jika terkonfirmasi maka pola atau price action tsb bisa dianggap valid. Semua jenis MA bisa untuk konfirmasi.

Misal jika terbentuk bearish engulfing candle dan harga bergerak di bawah kurva MA, maka bisa dianggap bearish engulfing yang terbentuk adalah valid. Minimal ada 2 indikator trend yang mengkonfirmasi, misal EMA dan parabolic SAR, atau SMA dan ADX, dsb.
 Budiutomo |  24 Jun 2023
Halaman: Cara Mencari Peluang Entry Dengan Moving Average Versi Mifx
Jawaban untuk Risna: Benar, Relative Volatility Index (RVI) lebih baik digunakan bersama dengan indikator atau tools lainnya untuk mengonfirmasi sinyal dan meningkatkan akurasi. Berikut ini Beberapa indikator yang cocok untuk digunakan bersama dengan RVI. Moving Average (MA).
Kombinasi RVI dengan Moving Average dapat memberikan konfirmasi tren dan sinyal pembalikan (reversal). Anda dapat menggunakan dua garis MA dengan periode yang berbeda yaitu periode yang tinggi dan periode yang rendah untuk mengetahui perubahan momentum yang terjadi. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan Moving Average periode 50 sebagai moving average periode tinggi dan garis moving average periode 21 untuk periode rendah.
Cara menggunakan MA dan RVI adalah dengan memperhatikan angka garis RVI dan persilangan garis MA. Jika angka RVI lebih besar dari 50 dan garis moving average periode pendek menyilang garis moving average periode tinggi dari bawah ke atas, maka hal ini menunjukkan sinyal pembalikan harga ke arah naik. Sebaliknya, jika angka RVI kurang dari 50 dan garis moving average periode rendah menyilang garis MA periode rendah dari atas ke bawah, hal ini merupakan sinyal pembalikan harga ke arah turun. Oscillator
Indikator oscillator yang bisa Anda kombinasikan dengan RVI adalah seperti Relative Strength Index (RSI) atau Stochastic Oscillator. Indikator oscillator digunakan untuk membantu Anda mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold.
Cara tradingnya adalah dengan melihat angka RVI dan oscillator Misalnya pada contoh ini kita menggunakan indikator RSI.
Jika angka RVI berada di atas 50 dan angka RSI berada di atas 80 (kondisi overbought), hal ini menunjukkan sinyal yang lebih kuat untuk pembalikan harga ke arah turun (reversal bearish). Sebaliknya, angka RVI berada di bawah 50 dan angka RSI berada di bawah 20 (kondisi oversold), hal ini memberikan sinyal yang lebih kuat untuk pembalikan harga ke arah naik (reversal bullish). Pola chart dan pola candlestick
Pola chart atau pola candlestick tertentu dapat memberikan konfirmasi tambahan terhadap sinyal RVI. Pola chart dan pola candlestick yang digunakan adalah yang spesifik dan mempunyai peluang besar harga akan reversal, contohnya pola head and shoulders, pola double top/bottom, pola candlestick engulfing, pola candlestick pin bar, dan pola candlestick inside bar.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Jika RVI menunjukkan penurunan volatilitas (angka RVI di bawah 50) dan pada saat yang sama terbentuk pola chart bullish seperti bullish pin bar (shadow bawah panjang), bullish engulfing, atau pola double bottom, maka hal ini menunjukkan sinyal pembalikan harga ke arah naik. Sebaliknya, jika RVI menunjukkan peningkatan volatilitas (angka RVI di atas 50) dan terbentuk pola chart/candlestick bearish seperti bearish pin bar (shadow atas panjang) atau bearish engulfing, maka terdapat sinyal pembalikan harga ke arah turun.
 Kiki R |  10 Jun 2023
Halaman: Daftar Indikator Volatilitas Yang Wajib Diketahui Trader
Jawaban untuk Pedro: Cara trading menggunaan grafik heiken ashi pada dasarnya hampir sama dengan trading menggunakan grafik candlestick. Cara tradingnya menggunakan 3 poin penting yaitu menentukan tren, menentukan level, dan entry berdasarkan sinyal konfirmasi. Menentukan tren Karena sudah "dihaluskan" atau dirata-ratakan, maka grafik heiken ashi lebih gampang dalam melihat tren. Cara menentukan tren pun cukup mudah bisa dengan memperhatikan warna dari beberapa candlestick terakhir yang terbentuk. Candle dominasi hijau menandakan tren sedang naik dan candle yang didominasi merah menandakan tren sedang turun. Kita sebaiknya trading mengikuti tren (follow the trend) sehingga posisi entry yang kita ambil searah dengan tren yang sedang berlangsung. Jika tren sedang naik maka posisi yang akan kita ambil adalah buy (beli) sedangkan apabila tren sedang turun maka posisi yang kita ambil sell (jual). Anda juga bisa menggunakan indikator untuk melihat tren seperti moving average. Jika harga berada di atas moving average, ini menunjukkan tren naik. Sebaliknya, jika harga berada di bawah moving average, ini menunjukkan tren turun. Menentukan level Setelah tren sudah ditentukan, selanjutnya kita menentukan level sebagai area penting tempat entry. Penentuan level ini sangat beragam dan Anda bisa menggunakan berbagai macam cara. Anda bisa menggunakan indikator seperti moving average yang menunjukkan level support/resisten dinamis atau menggunakan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) sebagai level support resisten. Saya pribadi menyarankan Anda menggunakan level support/resisten yang kuat seperti level support become resisten atau resisten become support. Level ini akan menjadi area penting yang Anda tunggu reaksi harga terjadi di level ini. Kaitan antara poin 2 dengan tren di poin 1 di atas adalah jika harga sedang tren naik, Anda menunggu pullback ke level support (resisten become support) untuk melihat konfirmasi buy. Sebaliknya, jika tren sedang turun, Anda menunggu pullback ke level resisten (support become resistance) sebagai level sell. Entry berdasarkan sinyal konfirmasi Terakhir, Anda tinggal menunggu sinyal konfirmasi dari perubahan warna candlestick heiken ashi saat menguji level yang sudah Anda tandai. Sebagai contoh, jika harga sedang tren turun dan harga berubah warna dari hijau menjadi merah (bullish ke bearish) saat menguji level resisten maka ini menunjukkan sinyal konfirmasi yang valid. Ini artinya Anda bisa langsung entry sell. Sebaliknya jika harga sedang tren naik dan candlestick terakhir berubah warna dari merah ke hijau (bearish ke bullish) saat menguji level support, maka hal ini menunjukkan sinyal buy yang valid. Sebagai tambahan, untuk manajemen resiko, gunakan stop loss agar risiko bisa terkendali. Sebagai contoh, jika Anda mengambil posisi buy, Anda bisa meletakkan stop loss di bawah harga terendah dari candlestick merah terakhir atau di bawah support sebelumnya.
 Kiki R |  13 Jun 2023
Halaman: Heikinashi Vs Candlestick Mana Lebih Cocok Untuk Pemula
Jawaban untuk Pandu: Pola bullish divergence yang valid dan sinyal palsu (false signal) dapat dibedakan berdasarkan karakteristik dan konfirmasi tertentu. Berikut adalah perbedaan antara keduanya: Pola Bullish Divergence yang Valid: Terjadi dalam tren penurunan yang kuat: Pola bullish divergence biasanya terjadi ketika harga sedang mengalami tren penurunan yang kuat. Indikator dan harga saling mendukung: Harga menunjukkan lower low (titik terendah yang lebih rendah), sementara indikator teknis menunjukkan higher low (titik terendah yang lebih tinggi), menandakan potensi pembalikan harga. Konfirmasi melalui candlestick atau pola chart: Pola bullish divergence dapat diperkuat jika terdapat pola candlestick bullish, seperti hammer atau bullish engulfing, yang mengindikasikan pembalikan harga. Volume perdagangan: Idealnya, volume perdagangan pada saat pola bullish divergence meningkat atau stabil, menunjukkan partisipasi yang cukup dan meningkatkan kepercayaan terhadap sinyal. Sinyal Palsu (False Signal): Tidak ada tren yang kuat sebelumnya: Sinyal palsu biasanya terjadi ketika tidak ada tren yang kuat sebelum pola bullish divergence muncul. Dalam kondisi pasar sideways atau volatile, sinyal bullish divergence mungkin tidak begitu andal. Indikator dan harga tidak saling mendukung: Harga mungkin menunjukkan lower low, tetapi indikator teknis tidak menunjukkan higher low yang konsisten, atau sebaliknya. Ini menunjukkan ketidakselarasan antara harga dan indikator, yang dapat mengindikasikan sinyal palsu. Tidak ada konfirmasi tambahan: Sinyal palsu sering kali tidak diikuti oleh konfirmasi tambahan, seperti pola candlestick bullish atau break resistance yang signifikan. Konfirmasi tambahan dapat memberikan kekuatan dan validitas tambahan pada sinyal. Mengenai cara untuk menghindari sinyal palsu dalam pola bullish divergence, Anda bisa mengikuti 5 poin berikut ini. Konfirmasi harga: Jangan hanya mengandalkan indikator saja. Lihat juga harga yang mengkonfirmasi pola bullish divergence. Perhatikan apakah ada pembalikan harga yang signifikan setelah munculnya pola bullish divergence. Volume perdagangan: Perhatikan volume perdagangan saat terjadinya pola bullish divergence. Volume yang tinggi saat terjadi pembalikan harga dapat mengkonfirmasi kekuatan sinyal dan mengurangi kemungkinan sinyal palsu. Konfirmasi dengan indikator lain: Gunakan indikator teknis tambahan untuk mengkonfirmasi pola bullish divergence. Misalnya, Anda dapat mencari konfirmasi dari indikator lain seperti MACD, RSI, stochastic oscillator, dst.. Tren jangka panjang: Pertimbangkan tren jangka panjang sebelum mengambil keputusan berdasarkan pola bullish divergence. Pola bullish divergence cenderung lebih valid dan dapat diandalkan jika terjadi dalam tren jangka panjang yang kuat. Gunakan konfirmasi tambahan: Tunggu sampai ada konfirmasi tambahan sebelum masuk ke perdagangan berdasarkan pola bullish divergence. Misalnya, Anda bisa menunggu hingga harga menembus level resistance yang signifikan sebelum memasuki posisi beli. Dengan demikian Anda membeli pada level yang kuat.
 Kiki R |  15 Jun 2023
Halaman: Kiat Trading Dengan Pola Bullish Divergence
Jawaban untuk Linda: Tidak ada statistik yang pasti atau angka yang secara khusus menunjukkan keberhasilan trading dengan pola bullish divergence. Keberhasilan trading tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi pasar, manajemen risiko, penggunaan strategi yang tepat, dan keterampilan trading individu. Pola bullish divergence dapat memberikan petunjuk tentang potensi pembalikan harga, tetapi itu bukanlah jaminan keberhasilan dalam trading. Sinyal bullish divergence dapat memberikan probabilitas yang lebih tinggi untuk pembalikan bullish, tetapi tetap perlu dikonfirmasi dengan faktor tambahan dan dianalisis dalam konteks kondisi pasar yang lebih luas. Berikut ini tips trading dengan pola bullish divergence: Konfirmasi pola: Pola bullish divergence sebaiknya dikonfirmasi dengan faktor tambahan sebelum memasuki perdagangan. Beberapa konfirmasi yang dapat Anda perhatikan adalah: - Volume perdagangan: Perhatikan apakah terjadi peningkatan volume perdagangan saat pola bullish divergence terbentuk. Volume yang meningkat dapat mengindikasikan partisipasi yang kuat dari pelaku pasar, memperkuat validitas sinyal. - Pola candlestick bullish: Cari pola candlestick bullish yang mengkonfirmasi sinyal bullish divergence, seperti hammer, bullish engulfing, atau bullish harami. Pola candlestick ini mengindikasikan kemungkinan pembalikan harga ke arah bullish. - Break resistance: Tunggu hingga harga berhasil menembus resistance yang signifikan sebagai konfirmasi bahwa pembalikan bullish telah dikonfirmasi. Breakout di atas resistance meningkatkan kemungkinan keberhasilan perdagangan. Identifikasi level support dan resistance: Identifikasi level support dan resistance yang signifikan pada chart adalah penting dalam menetapkan target profit dan menempatkan stop loss. Level support adalah tingkat harga di mana tekanan jual biasanya berkurang dan harga cenderung berbalik naik. Level resistance adalah tingkat harga di mana tekanan beli biasanya berkurang dan harga cenderung berbalik turun. Gunakan level-level ini sebagai panduan untuk menentukan titik keluar yang diinginkan dan membatasi risiko dengan stop loss yang ditempatkan di bawah level support atau resistance. Manajemen risiko yang baik: Manajemen risiko yang baik adalah kunci dalam trading yang sukses. Beberapa tips manajemen risiko yang dapat diterapkan adalah: - Tentukan stop loss yang sesuai: Stop loss adalah level harga di mana Anda akan keluar dari perdagangan jika harga bergerak melawan Anda. Tempatkan stop loss di bawah titik terendah yang terbentuk sebelum munculnya pola bullish divergence. Hal ini membantu melindungi modal Anda dari kerugian yang berlebihan jika harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi. - Pertimbangkan rasio risk/reward: Sebelum memasuki market, tentukan rasio risk/reward yang sesuai. Misalnya, Anda dapat menetapkan target profit yang dua atau tiga kali lebih besar daripada risiko yang Anda ambil. Dengan menggunakan rasio risk/reward yang memadai, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam jangka panjang. - Tentukan ukuran posisi: Sesuaikan ukuran posisi Anda dengan risiko yang Anda siap ambil. Jangan terlalu mempertaruhkan modal Anda dalam satu transaksi. Gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda untuk menjaga kestabilan performa trading. Gabungkan dengan analisis teknis lainnya: Gunakan pola bullish divergence sebagai alat bantu dalam analisisa teknis yang lebih luas. Kombinasikan pola ini dengan indikator teknis lainnya, pola chart, atau analisis fundamental untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang kondisi pasar. Misalnya, Anda dapat menggunakan moving average untuk mengidentifikasi arah tren jangka panjang atau mengamati pola chart yang menunjukkan level-level penting seperti triangle pattern atau double bottom. Selalu disiplin dalam trading: Disiplin sangat penting dalam trading. Patuhi aturan dan rencana trading yang telah Anda buat sebelumnya. Hindari emosi dalam pengambilan keputusan trading dan tetapkan target profit dan stop loss yang telah ditentukan. Jika trading mencapai target profit atau stop loss, patuhi rencana tersebut dan keluar dari perdagangan. Jangan tergoda untuk melanggar aturan yang telah Anda tetapkan.
 Kiki R |  15 Jun 2023
Halaman: Kiat Trading Dengan Pola Bullish Divergence

Kamus Candlestick

Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Evening Star
Evening Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap naik dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sama). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bearish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bearish reversal-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[11]    
  Zuma66   |   8 Feb 2013
knp kok doji lbh dprefer sbg candle prtm? apa mksudx itu bs merefleksikn kbingungn psr?
  Awam Romli   |   29 Nov 2014
merefleksikan kebingungan pasar artinya saat itu sentimen bullish & bearish seimbang. disaat seperti ini candle setelah doji akan menentukan pihak mana yg menang, apakah buyer atau seller. nah dalam bullish engulfing ini, jika candle pertama adalah doji dan candle keduanya bullish berukuran besar, maka makin besar peluangnya bahwa harga akan naik secara meyakinkan
  Rusman Pradana   |   16 Feb 2013
@Zuma: Pola doji memang lebih meyakinkan untuk menandakan bullish engulfing karena bentuknya yang sangat pendek dan hampir terlihat seperti garis tipis, itu menandakan ketidakpastian atau perebutan posisi antara buyer dan seller. Disaat seperti itu, kekuatan pasar hampir netral, dan jika selanjutnya terdapat candle bullish maka hampir bisa dipastikan akan terjadi reversal bullish.
  Yunus Ys   |   12 Mar 2013
bagaimana caranya mengeksekusi dengan pola satu candel saja?
engulfing ini kan butuh dua candel??
  Hadrian Jule   |   13 Apr 2015
Klo pola candlestick single yg reversal bisa lihat hammer/hanging man, itu sm2 candle dgn body kecil dan ekor panjang. Bedanya hammer utk reversal bullish, munculnya di akhir downtrend sementara hanging man tanda reversal bearish munculnya di akhir uptrend.

Moga bisa bantu
  Rusman Pradana   |   7 Apr 2013
@Yunus: Ada pola-pola single candle yang hanya memerlukan analisa pada satu candle saja untuk bisa memperkirakan adanya reversal. Yang paling umum biasanya hammer sama hanging man. Untuk menandai reversal bullish, yang diamati adalah pola hammer, dimana candle akan memiliki batang candle bullish yang kecil dan lower shadow yang lebih panjang 2-3 kali lipat dari besar batang candle itu sendiri.

Tapi bagaimanapun masih tetap disarankan untuk melihat bentuk candle selanjutnya sebelum melakukan entry position. Jika dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan indikator ocillator maka akan lebih baik lagi.
  Dimas Anggara   |   25 Oct 2015
Iya walo pun pola single tapi selalu lebih disarankan ada candlestick kedua buat konfirmasi. Jadi seperti apapun macem pola single candlesticknya tetep kurang valid ye kalo belum dikonfirmasi sama candlestick kedua.

Tapi kalo cuman 1 candlestick aja misalkan hammer terus cari konfirmasi lewat oscilator apakah cukup? Jadi tdk perlu tunggu sampe ada candle berikutnya?
  Henri Yakin   |   4 Nov 2015
mndgn lngsung dites aja mas sp tau cocok. kl ane kira sh bisa2 aja trgantung apa bs masuk k interpretasi kt apa ndak...
  Armand Wly   |   17 May 2013
@rusman: betul bro, lebih baik ambil langkah aman aja daripada cepet2 ambil op tapi ternyata sinyal tradingny palsu. kalo ane daripada pasang indi banyak2 mending tunggu beberapa saat sampe tren bener2 terkonfirm setelah ada sinyal pertama muncul. ndak apalah proft ndak seberapa besar, yang penting aman
  Timo Yuliadi   |   20 May 2015
Penting juga dicermati,
besar profit lebih dipengaruhi ukuran trading dan posisi exit daripada poin entri. memang makin awal masuk bisa lebih untung dari trending,
tapi coba bandingin, mana yg bakal untung lebih besar, masuk lebih dulu tapi keluar saat harga bergerak sedikit ato masuk lebih lambat karna menunggu sinyal konfirmasi dan keluar saat tren harga sudah jenuh. juga coba bandingin, mana yg lebih besar profitnya, masuk lebih dulu tapi dgn lot 0.01, ato masuk lebih terlambat tapi dgn lot 0.1.
  Julia   |   6 Sep 2021
Apa itu Bearish Engulfing? Perbedaan Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing? Ini juga perlu dikenalkan ke pemula.