Apa Itu Breakout Trading?

Wiji Purnama 3 Mar 2017 9526
Dibaca Normal 6 Menit

Breakout Trading adalah strategi forex yang bisa mendatangkan profit maksimal jika diterapkan dengan baik. Seperti apa teknik dan cara konfirmasinya?



Breakout trading adalah suatu strategi forex yang mengandalkan penembusan harga dari suatu level kunci sebagai pemicu entry. Level kunci tersebut bisa berupa support resistance penting yang terbentuk dari level psikologis, pengamatan high low harga secara manual, penarikan garis-garis fibonacci dari titik-titik swing, ataupun hasil perhitungan pivot point.

Momen breakout sering dinanti oleh para trader, khususnya mereka yang mengikuti strategi trend following. Hal itu karena, breakout trading yang terkonfirmasi seringkali diikuti oleh penguatan trend secara signifikan, sehingga cara ini menjadi andalan para trader yang ingin mendapat keuntungan maksimal.

Breakout Trading Dalam Forex

Prinsip utama dalam breakout trading adalah buy di atas harga tertinggi (ditandai dengan resistance) atau sell di bawah harga terendah (support). Ide tersebut tentu saja berlainan dengan metode trading di pasar sideways, yang mengharapkan harga untuk mematuhi batas-batas support resistance. Secara teknikal, ada beberapa strategi forex yang bisa dimanfaatkan dalam breakout trading. Berikut ini contoh-contohnya:

 

1. Breakout Trading Dengan Support Resistance

Berperan sebagai batas atas dan bawah dari pergerakan harga, support resistance tak hanya berfungsi sebagai acuan titik balik yang "mengurung" harga dalam suatu range tertentu. Breakout harga dari kedua level ini dinilai signifikan karena umumnya mengawali penguatan trend di satu arah tertentu.

Breakout Trading Dengan Support Resistance

Semakin valid support resistance, maka semakin besar pula potensi keuntungan breakout trading Anda. Validitas itu bisa ditentukan dari frekuensi bounce harga. Semakin sering suatu support atau resistance diuji oleh harga, maka semakin valid pula level-level tersebut.

 

2. Breakout Trading Dengan Trendline

Strategi forex breakout trading ini dapat diterapkan pada kondisi reversal tajam, yang terjadi setelah sebelumnya harga bergerak dalam suatu trend. Prinsip penggunaan trendline secara garis besar mirip dengan pemanfaatan support resistance, dimana frekuensi pengujian harga menjadi standard untuk menentukan validitas trendline.

Breakout Trading Dengan Trendline

 

3. Breakout Trading Dengan Analisa Pola Chart

Analisa pola chart merupakan metode yang memanfaatkan bentuk pergerakan harga secara langsung di chart. Breakout trading dengan strategi forex ini jarang mengandalkan indikator karena lebih menuntut kecermatan trader dalam mengenali bentukan pola harga di chart.



Dalam breakout trading, pola triangle (segitiga) menjadi formasi penting yang dijadikan acuan. Terdapat 3 macam pola triangle yang sering muncul, di antaranya adalah:

 

Ascending Triangle

Pola harga ini membentuk suatu formasi mirip segitiga siku-siku, yang ditandai dengan naiknya titik-titik low, tapi tak ada perubahan berarti dari high harga. Karena ciri ini, ascending triangle kemudian diartikan sebagai kondisi yang mewakili pelemahan kekuatan seller. Poin low yang semakin naik menandakan posisi seller yang semakin memudar, sementara stabilitas high mencerminkan kokohnya kekuatan buyer. Karenanya, ketika harga berhasil brekout dari level high, akan terjadi penguatan uptrend yang signifikan.

Breakout Trading Dengan Ascending Triangle

 

Descending Triangle

Pola ini juga sering disebut sebagai "segitiga menurun", yang skenarionya berbanding terbalik dengan ascending triangle. Pada pola chart ini, high harga terus menurun (menandakan pelemahan kekuatan buyer), sementara titik-titik low cenderung stabil (merefleksikan tangguhnya kekuatan seller). Ketika harga kemudian bergerak menembus level low, besar kemungkinan terjadi penguatan downtrend yang signifikan. Jadi dalam prinsipnya, descending triangle merupakan pola chart yang mendahului terjadinya bearish breakout.

Breakout Trading Dengan Descending Triangle

 

Symmetrical Triangle

Pola chart ini terbentuk karena high dan low harga sama-sama melemah, sehingga tak ada satu sisi yang bertahan di level tertentu dan menyebabkan ketimpangan. Pada kondisi tersebut, arah breakout berikutnya tak bisa diprediksi. Harga bisa saja menembus level high dan menguat ke atas, tapi juga berpeluang untuk melanjutkan pergerakan dalam arah downtrend setelah sebelumnya breakout dari level low.

Breakout Trading Dengan Symmetrical Triangle

 

4. Breakout Trading Dengan Moving Average

Cara breakout trading dengan moving average berbeda dari strategi forex yang mengaplikasikan trendline. Meskipun sama-sama berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi arah trend, dua indikator tersebut bisa memiliki manfaat yang berlainan.



Dalam strategi breakout trading, Moving Average lebih difungsikan sebagai support resistance dinamis. Dengan mengatur Moving Average pada periode besar, seperti MA 200, Anda dapat menjadikan garis MA sebagai support ketika uptrend, dan resistance ketika harga cenderung downtrend. Momen breakout trading tercipta saat terjadi perubahan arah trend, dimana harga kemudian menembus MA dan bergerak dalam trend baru.

Pada contoh grafik di bawah ini, tampak MA yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance berubah menjadi support setelah trend harga berganti dari bearish menjadi bullish. Momen perubahan itulah yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang entry dalam breakout trading.

Breakout Trading Dengan Moving Average

 

Teknik Menghindari Sinyal Palsu Dalam Breakout Trading

Tahukah Anda? Sinyal palsu merupakan komponen yang tak boleh dilupakan dan wajib dipelajari dalam breakout trading. Seringkali, harga seakan-akan breakout setelah menembus suatu level penting, tapi ternyata tak lama kemudian ia batal melanjutkan breakout karena kembali ke arah pergerakan sebelumnya. Kalau sudah terlanjur open posisi, tentu saja hal itu akan menyebabkan loss.

Agar terhindar dari jebakan sinyal palsu seperti itu, sebaiknya terapkan teknik konfirmasi breakout trading dan entry dengan pending order. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa strategi forex yang perlu dipertimbangkan:

  • Konfirmasi sinyal entry dengan menunggu hingga candle breakout tertutup di atas level resistance atau di bawah support. Akan lebih baik lagi jika open bisa menunggu hingga beberapa candle setelah breakout.
  • Manfaatkan sinyal dari indikator lain. Apabila breakout trading terjadi bersamaan dengan pergantian arah trend, Anda bisa mengaplikasikan MACD atau oscillator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut.
  • Perhatikan bagaimana price action yang terbentuk di area breakout. Anda bisa mewaspadai pola candle reversal seperti doji dan pin bar ketika harga bergerak di level penting.
  • Untuk mengantisipasi kerugian apabila terjadi false breakout, sebaiknya tetapkan pending order. Dengan demikian, posisi trading baru akan terbuka ketika harga sudah benar-benar breakout melewati level support atau resistance. Caranya, tempatkan buy stop di atas resistance atau sell stop di bawah support. Jangan lupa untuk memasang stop loss sesuai batas toleransi risiko, agar breakout trading Anda tetap aman apabila harga bergerak dalam volatilitas yang tak menentu.

 

Dalam Breakout Trading, Perhitungkan Pula Aspek Fundamental

Breakout trading sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental ketimbang teknikal. Logikanya, memang tidak wajar apabila harga tiba-tiba bergerak tak normal dan melanggar aturan support resistance, jika tidak dilatarbelakangi oleh peguatan sentimen buyer atau seller. Karena hal itu umumnya dimotivasi oleh isu fundamental berdampak tinggi, maka sudah sepantasnya jika strategi forex dengan breakout trading juga memperhatikan analisa fundamental.



Faktanya, trader kerap mencari peluang breakout trading pada saat-saat tertentu, terutama ketika pasar baru saja diramaikan oleh berita forex. Awal sesi London menjadi momen favorit karena saat itu harga mulai dipengaruhi oleh rilis data berdampak tinggi, setelah sebelumnya relatif bergerak "tenang" di sesi Asia.



Forum

Herry Suyatno (29 Nov 2018)

Saya sudah coba pakai aplikasi Meta Trader4 di Android. Modal saya 5 juta. Kemudian saya open posisi di pair EURUSD, lalu saya biarkan posisinya terbuka sampai 1 minggu. Setelah 1 minggu, saya buka lagi aplikasi MT4, hasilnya ternyata saya loss. Modal saya dari Rp 5.000.000, menjadi 4.890.100 Apakah itu...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 7    

Vega
2 FEB 2021

Breakout bisa ga tiba-tiba jadi reversal, terus harga bergerak 180 derajat berbeda dari prediksi?

Faatin
2 FEB 2021

Bisa banget, dan sering terjadi. Namanya false breakout. Ketika ada breakout, kita buru2 transaksi, ehhhh malah bearish. Ya itu sih kekurangan breakout.

Dahlia
2 FEB 2021

Bisa nggak sih membedakan mana yang false breakout, mana yang bukan?

Ghaida
2 FEB 2021

Aku ga terlalu ahli juga sih, tapi biasanya aku kalau pergerakan pasar udah mulai bullish, aku udah ga open position lagi, udah telat hehe

Alexx
9 FEB 2021

kalau seperti itu kapan open posisinya? Takutan? Ketika market bearish ga open posisi lagi takut makin anjlok? pas bullish ga open posisi karna telat? wkwkw

Cindy
2 FEB 2021

Trading breakout sebaiknya dilakukan pas pasar sedang volatile atau nggak?

Ineke
2 FEB 2021

Daripada trading ketika pasar sangat volatile, justru lebih aman cari breakout ketika volatilitas sedang rendah. Jadi kamu punya waktu siap-siap ketika breakout terjadi.

Kirim Komentar/Reply Baru
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Jujun Kurniawan   16 Apr 2021   13  
stop loss dan take profit
apakah stop loss dan take profit bisa di lakukan secara bersamaan pada new order?

Riki 27 Sep 2017

Reply:

M Singgih (29 Sep 2017 02:43)

@ Riki:

Bisa, dan seharusnya memang ditentukan secara bersamaan pada saat entry di new order.
Semua platform trading ada fasilitas penentuan stop loss dan take profit pada new order. Kalau Anda menggunakan Metatrader 4, di New Order akan muncul box sbb:



Anda bisa langsung menentukan harga stop (Stop Loss) dan harga target (Take Profit) secara bersamaan sebelum mengeksekusi odernya.

Kami sarankan agar selalu menentukan stop loss dan take profit setiap kali entry, dengan risk/reward ratio minimal 1:1. Stop loss ditentukan berdasarkan besarnya resiko yang Anda inginkan untuk setiap kali entry.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Belajar Memahami Money Management

Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   41  
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   60  
Terhambat R1, Mampukah NZD/JPY Naik Lebih Lanjut?
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Jujun Kurniawan   13 Apr 2021   56  
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   9 Apr 2021   126  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
Jujun Kurniawan   8 Apr 2021   101