Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex


Wiji Purnama 21 Dec 2016 6554Dibaca Normal 6 Menit

Strategi scalping adalah salah satu teknik paling populer dalam trading forex. Inilah contoh penerapan dan 3 hal penting tentang penggunaan scalping.



Setelah memahami dasar-dasar dalam program belajar trading forex, mungkin Anda sudah merasa punya bekal cukup untuk mempraktekannya di akun trading. Namun demikian, sebenarnya Anda masih perlu mengetahui jika trading forex juga perlu mengaplikasikan strategi. Dalam forex, strategi digunakan untuk merencanakan teknik entry dan exit terbaik, sehingga Anda bisa memaksimalkan potensi profit dan membatasi loss sesuai pengaturan manajemen risiko.

Nah, salah satu strategi populer dalam trading forex adalah scalping. Alasannya sederhana saja, scalping memungkinkan trader untuk meraih profit dari pergerakan kecil harga, sehingga keuntungan bisa lebih sering diambil dan hasil trading pun dapat diperoleh tanpa menunggu waktu lama. Strategi ini kerap kali diambil oleh mereka yang ingin segera melihat buah keuntungan dari suatu usaha. Jika Anda termasuk tipe trader seperti itu, maka perhatikan panduan belajar trading forex scalping berikut ini dengan seksama.

Strategi Scalping Dalam Trading Forex

Penerapan Strategi Scalping

Dengan tujuan meraih profit sedikit tapi sering, ada banyak teknik yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan strategi scalping. Pada dasarnya, berikut ini aturan-aturan trading yang paling umum dalam strategi scalping:

  • Timeframe: Jenis timeframe kecil, biasanya antara 1 menit hingga 15 menit.
  • Target profit: Antara 5-10 pips
  • Jenis analisa: Cenderung mengutamakan teknikal, karena bagi scalper (trader pengguna strategi scalping), pengaruh fundamental hampir tidak bisa dilihat efeknya secara proporsional.
  • Kondisi trading: Spread rendah, pergerakan harga rapat dan akurat.

 

Trading Dengan Strategi Scalping

Secara teknikal, strategi scalping paling sederhana bisa ditentukan dalam 3 tahap trading berikut:

1. Menentukan Arah Trend

Mengikuti arah trend adalah salah satu metode trading pilihan yang bisa digunakan sebagai langkah pertama dalam strategi scalping. Hal itu wajar, karena teknik trend following seringkali menjadi strategi awal yang diajarkan dalam program belajar trading forex. Cara mengetahui trend harga tidaklah sulit, karena ada banyak indikator penunjuk arah trend yang sudah terpasang di platform trading, dimana salah satu contoh yang paling umum adalah Moving Average (MA).

17 strategi scalping dengan menentukan arah trend
Grafik di atas memperlihatkan penempatan Exponential Moving Average (EMA) 200 di chart NZD/USD. Terlihat trend harga sedang naik, dan dikonfirmasikan oleh pergerakan EMA di bawah harga. Dalam konteks ini, Anda bisa mengambil order buy untuk mengambil posisi sesuai arah trend. Namun sebaiknya, jangan asal mencari titik entry dari penggunaan indikator EMA saja. Untuk mengetahui peluang buy potensial, gunakanlah teknik kedua dalam strategi scalping, yakni "Mencari Momentum Entry".

 

2. Mencari Momentum Entry

Setelah mengetahui arah trend, berikutnya Anda perlu mengetahui potensi entry yang pas agar bisa memanfaatkan peluang trading terbaik dari strategi scalping. Mengapa langkah ini perlu dilakukan? Tidakkah mengetahui arah trend dengan MA saja sudah cukup? Coba perhatikan kembali contoh chart di atas. Tampak bahwa meskipun secara keseluruhan harga bergerak naik, tapi ada beberapa titik dimana harga mengalami koreksi bearish (turun sementara).



Dalam strategi scalping yang memanfaatkan pergerakan terkecil harga, perubahan-perubahan minor tersebut tentu saja penting karena bisa berpengaruh pada prospek keberhasilan trading. Bayangkan apabila Anda sudah membuka order buy dengan target 5 pips, tapi ternyata pergerakan harga sedang terkoreksi. Bukannya profit yang didapat, justru Anda akan mendapat loss dari entry order yang tidak sesuai tersebut.

Nah, salah satu metode entry yang disarankan dalam strategi scalping adalah menyaring sinyal dengan indikator oscillator. Melalui strategi ini, Anda bisa menentukan posisi entry ideal dengan mendeteksi akhir koreksi harga dari momen overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).

17 strategi scalping dengan mencari momentum entry
Contoh grafik di atas memperlihatkan strategi pencarian momentum entry pada grafik NZD/USD, dengan indikator CCI. Ketika trend sedang naik dan Anda mencari titik entry buy paling tepat, peluang entry muncul di saat harga mencapai area oversold. Dalam posisi tersebut, harga sudah berada dalam kondisi jenuh jual, sehingga besar kemungkinan harga akan memantul naik. Di sisi lain, apabila trend harga sedang turun dan Anda mencari peluang sell, maka ambilah momen ketika harga berada di posisi overbought.

 

3. Mengatur Level Exit

Setelah entry order, tahap berikutnya adalah menyesuaikan level exit. Anda bisa mengikuti parameter umum dari strategi scalping, yakni 5-10 pips untuk target profit. Sementara mengenai level stop loss, lebih baik sesuaikan pengaturannya dengan batas toleransi risiko Anda.

 

3 Hal Penting Dalam Strategi Scalping

Setiap strategi dalam trading forex memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan teknik scalping. Walaupun hasil trading bisa didapatkan dalam waktu singkat dan profit cenderung lebih mudah tercapai karena menggunakan target pips kecil, tapi strategi scalping menuntut tingkat konsentrasi yang tinggi dan kecepatan reaksi dalam menghadapi fluktuasi harga. Tak hanya itu, cepatnya perubahan harga di timeframe rendah juga berpotensi membuat psikologi trading jadi tidak tenang dan lebih mudah terpancing emosi fear dan greed.

Itulah mengapa, tidak semua trader cocok menerapkan strategi scalping, terutama mereka yang masih dalam tahap belajar trading forex. Beberapa sumber bahkan menyatakan jika strategi ini lebih baik digunakan oleh para profesional atau trader yang sudah berpengalaman saja. Namun sebagai trader yang ingin mencoba efektivitas scalping, tentu tidak ada salahnya bagi Anda untuk menerapkan strategi trading tersebut di akun demo. Nah, berikut ini tips-tips penting yang tak boleh Anda lewatkan sebelum menjajal strategi scalping:

 

Jaga Konsistensi Ukuran Lot

Jika ingin menempatkan lot 0.01 per posisi, maka gunakan ukuran itu sebagai patokan untuk semua order Anda. Strategi scalping cenderung mengarahkan trader untuk membuka banyak posisi. Jadi agar money management Anda lebih mudah, biasakanlah untuk belajar trading forex dengan ukuran lot bisa yang konsisten.

Kalkulator Money Management

Perhatikan Aturan Broker

Agar penggunaan strategi scalping bisa optimal, carilah broker yang mampu menyediakan kondisi spread rendah dan kuotasi harga 5 digit. Selain itu, perhatikan pula kondisi broker tentang penerapan strategi scalping. Faktanya, ada broker-broker yang membatasi scalper dengan memberi limit minimum pada periode open order. Jadi ketika memilih broker forex, sebaiknya pastikan ketentuan broker sudah kompatibel untuk mengoptimalkan strategi scalping.

 

Atur Leverage Sebaik Mungkin

Karena strategi scalping membangun keuntungan besar dari profit-profit kecil, banyak trader berupaya memperbanyak open posisi untuk mendapat gain tinggi. Hal ini umumnya diusahakan dengan penggunaan leverage besar. Hal tersebut bisa saja dilakukan, tapi jika Anda masih belajar trading forex untuk memahami penerapan strategi ini, lebih baik gunakan leverage kecil, paling tidak dalam 3 bulan pertama sampai Anda menemukan kenyamanan dan metode scalping yang cocok.

Advertisement


Forum

Nur Cahyo (11 Nov 2014)

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Selengkapnya...

Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Jericho
19 FEB 2021

Scalping itu bisa profit sampai berapa sih?

Alam
19 FEB 2021

Karena scalping bisa diulang berkali-kali jadi jika trader mendapatkan $50 profit setiap scalping, dan dia sehari bisa sampai 10x scalping... berarti sehari dia dapat $500

Dwiaria
19 FEB 2021

Scalping biasanya pake indikator apa ya?

Ungu
19 FEB 2021

Stochastic, MACD, RSI

Jean
19 FEB 2021

Scalpers perlu fokus dan konsentrasi di depan komputer sampai berjam-jam. Biasanya kalau lihat trader yang monitornya lebih dari satu, ada kemungkinan besar dia scalpers

Kirim Komentar/Reply Baru
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Cahyaning   23 Jul 2021   15  
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning   22 Jul 2021   33  
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Cahyaning   21 Jul 2021   46  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   697  
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Jujun Kurniawan   13 Nov 2020   1704  
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Jujun Kurniawan   10 Nov 2020   1085  
Strategi Pivot Point Dengan Price Action
Strategi Pivot Point Dengan Price Action
Kiki R   20 Oct 2020   2793  
Trading Dengan Metode Price Action
Trading Dengan Metode Price Action
Kiki R   24 Aug 2020   2882  
Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Fatma Adriana   25 Jul 2020   2994