Cara Menghasilkan Passive Income dari Crypto Saving Account

Nandini 28 Feb 2022
Dibaca Normal 13 Menit
kripto > uang >   #investasi-kripto   #passive-income
Investasi kripto menjadi sangat digemari bukan hanya untuk seru-seruan, tapi juga lantaran aset digital tersebut mampu menghasilkan passive income lewat crypto saving account.
DI

Berbicara tentang cara menghasilkan profit lewat mata uang kripto memang tidak ada habisnya. Mulai dari trading kripto hingga strategi HODL, ada banyak teknik yang sering menjadi isu di pasar kripto. Tingginya harga kripto seperti Bitcoin yang mencapai ratusan juta Rupiah menarik minat orang-orang untuk berinvestasi pada mata uang digital tersebut. Bahkan sekarang, Anda juga bisa menjadikan kripto sebagai passive income, lho.

crypto saving account

Passive income adalah pendapatan pasif yang didapatkan oleh seseorang atas suatu pekerjaan tanpa perlu mengerjakannya secara aktif dan berkelanjutan. Jadi intinya, passive income bisa dikatakan Anda memperoleh uang tanpa melakukan suatu usaha apapun.

Meskipun hanya duduk manis di rumah, aset Anda sedang bekerja menghasilkan uang. Contoh passive income ialah investasi seperti menyewakan properti, memiliki paper asset seperti deposito, saham, atau reksadana, menyimpan barang berharga, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana caranya membuat aset kripto sebagai passive income?

 

Apa itu Crypto Saving Account?

Yang jadi trend di kalangan milenial sekarang ialah memperoleh pendapatan pasif dari kripto. Salah satunya dengan memiliki crypto saving account.

Crypto saving account merupakan rekening penyimpanan kripto yang bisa dibilang mirip dengan rekening bank biasa, namun dengan bunga luar biasa tinggi melebihi mata uang fiat pada umumnya. Mengapa bisa begitu? Karena aset Anda di dalam crypto saving account akan dipinjamkan oleh lembaga ke peminjam yang membutuhkan likuiditas berdasarkan sistem blockchain melalui platform DeFi (decentralized finance).

Apakah aset kripto kita langsung diberikan begitu saja? Bagaimana jika kita tertipu? Tenang, aktivitas ini tentunya memiliki serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu berupa jaminan.

Seorang peminjam harus memberikan jaminan kepada kreditor. Beberapa kreditor meminta jaminan loan-to-value hingga 50%. Anggap saja seseorang ingin meminjam $500, maka ia harus menyetor Bitcoin seharga $1000 sebagai jaminan.

Baca Juga: Bisnis Crypto Lending, Apakah Menguntungkan?

Perlu diperhatikan bahwa crypto saving account tidak sama dengan dompet kripto. Perbedaan utamanya terletak pada kemampuan untuk meraup bunga. Menyimpan aset di crypto saving account akan menghasilkan bunga dari waktu ke waktu, sedangkan menyimpan koin di dalam dompet dengan kunci yang hanya bisa diakses oleh Anda tentu saja tidak berbunga, sehingga jumlah koin di dalam dompet akan selalu sama kapanpun Anda menariknya.

 

4 Hal Penting Seputar Crypto Saving Account

Sebelum buru-buru mendaftar, Anda sebaiknya mempelajari dan mengetahui seluk-beluk crypto saving account terlebih dahulu agar tidak salah langkah nantinya. Apa saja sih yang perlu diperhatikan?

 

1. Rate yang Tinggi

Harga koin kripto seperti Bitcoin meroket gila-gilaan setahun belakangan ini. Tingginya nilai kripto ternyata juga diiringi oleh besaran rate diterima jika memiliki rekening penyimpanan kripto atau crypto saving account. Bisa dibayangkan bukan, berapa pundi-pundi Rupiah yang diterima jika memiliki lebih dari satu akun rekening?

Di bank konvensional, Anda biasanya akan mendapatkan rate di bawah 0.5%, tergantung kebijakan bank. Sedangkan rate penyimpanan kripto bisa mencapai 2% hingga 6%, bahkan juga 8% per tahunnya. 

Kenapa rate kripto sangat tinggi, ya? Alasannya sederhana saja. Platform kripto tidak bisa "menghasilkan pasokan uang" sehingga mereka harus banyak menarik investor dengan suku bunga tinggi. 

 

2. Return dari Waktu ke Waktu Sulit Diprediksi

Saat menganalisa pergerakan kripto di chart, Anda pasti tahu bahwa nilai mata uang kripto berubah-ubah setiap waktunya berkat likuiditas dan fluktuasi yang tinggi. Oleh karenanya, memprediksi kapan nilai kripto akan naik dan turun jadi sangat menyulitkan. Inilah yang menyebabkan nilai return kripto jadi tidak tentu besarannya, sehingga sulit untuk diprediksi.

 

3. Ada Biaya Penarikan dan Limit

Di rekening bank tradisional, kita bisa menarik uang beberapa kali tanpa menerima penalti apapun selama belum limit. Hal ini dikarenakan banyak orang yang memerlukan uang dan memanfaatkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Di sisi lain, Anda tidak bisa seenaknya menarik aset di crypto saving account karena berlaku pembatasan ketat pada frekuensi dan jumlah aset yang dapat ditarik. Pembatasan ini berlandaskan pada sistem deposit berbasis kripto yang bersifat kontrak, sehingga Anda harus menyimpan aset untuk jangka waktu tertentu.

Mungkin ada beberapa bank kripto yang lebih fleksibel, tapi sebagai gantinya menawarkan tingkat return cukup rendah dam biaya-biaya tambahan lainnya.

Karena crypto saving account adalah produk yang relatif baru, belum ada panduan standar untuk membatasi penarikan. Maka sebelum mendaftar, tanyakanlah ke platform kripto terkait aturan serta biaya-biaya apa saja yang harus dibayarkan.

 

4. Memiliki Risiko Tinggi

Apapun jenis investasinya, semakin tinggi profitnya, maka semakin besar pula risiko yang dibebankan kepada Anda. Demikian pula halnya dengan crypto saving yang menawarkan return tinggi. Beberapa risiko yang bakal Anda hadapi antara lain tak adanya perlindungan uang jaminan kripto, default pinjaman, akun terkunci, bank kustodian diretas, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Trading Kripto?

 

Keuntungan dan Kerugian Crypto Saving Account

Belum lengkap rasanya membahas salah satu produk kripto tanpa menyebutkan keuntungan dan kerugiannya. Kedua hal ini bisa kita jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuka akun penyimpanan kripto atau tidak.

 

Keuntungan

  1. Passive income. Poin plus pertama tidak lain adalah keuntungannya sebagai alternatif passive income. Crypto saving account dianggap menjanjikan sebagai metode mendapatkan penghasilan pasif karena bunganya yang relatif lebih tinggi.
  2. Bunga yang tinggi. Seperti sudah disebutkan di atas, bunga yang ditawarkan di crypto saving cukup besar dan bisa dibayarkan dengan USD atau kripto. Bahkan, ada yang membayarkan bunga saat pertama kali Anda melakukan deposito awal, hanya beberapa menit setelah saldo masuk ke dalam akun kripto Anda.
  3. Nilai Keuntungan yang tinggi. Keuntungan yang ketiga juga telah disebutkan di atas, yakni tentang return. Return tinggi biasanya dikarenakan risiko volatilitas mata uang kripto itu sendiri. Jika mampu mengakomodasi risikonya, maka memiliki crypto saving account bisa jadi jalan pintas menambah pendapatan Anda.
  4. Keamanan aset kripto. Crypto saving account memungkinkan pengguna, terutama pemula, untuk menyimpan aset mereka dengan aman serta mengurangi kemungkinan kehilangan akses ke dompet digital mereka.
  5. Keuntungan tambahan. Beberapa platform penyedia layanan crypto saving menawarkan token dan insentif tambahan kepada pengguna.

 

Kerugian

  1. Belum ada asuransi. Sejauh ini, belum ada kerjasama platform mana pun dengan bank yang akan mengurus pengembalian uang Anda jika crypto saving account Anda tutup atau default. 
  2. Pembatasan penarikan. Melalui crypto saving account, Anda tidak dapat melikuidasi aset kapanpun. Semua tergantung prosedur institusi atau platform di mana akun Anda terdaftar.
  3. Bunga tidak ditambahkan ke akun kripto. Bunga dari beberapa crypto saving account bisa saja tidak dibayarkan, sehingga setoran awal Anda tidak akan bertambah.
  4. Masalah likuiditas dan volatilitas. Mata uang kripto identik dengan nilai likuiditas dan volatilitas yang tinggi. Hal ini memang bisa menawarkan keuntungan tinggi, tetapi juga memberikan risiko besar apabila harga kripto mengalami penurunan. Untuk masalah likuiditas, Anda mungkin akan diminta mengunci saldo akun dalam jangka waktu tertentu. Ini menyiratkan bahwa jika nilai kripto turun, Anda mungkin terpaksa menyimpannya lebih lama dari yang diinginkan. Selain itu, harga kripto bisa berubah di luar dugaan, sehingga meskipun platform Anda menawarkan tingkat suku bunga yang baik, bisa jadi bunga justru dibayarkan dalam bentuk mata uang kripto yang nilainya menurun. Anda bisa menyiasati masalah tersebut dengan berinvestasi pada stablecoin guna mengimbangi sebagian dari risiko.

 

Platform Terbaik Untuk Crypto Saving Account

Perlu Anda ketahui, setiap platform pastinya berbeda satu sama lain. Jadi, pastikan Anda membaca setiap ulasan dari beberapa bursa terbaik secara lengkap sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Sampai di sini, apakah Anda tertarik untuk mencoba peruntungan dengan memanfaatkan crypto saving account? Berikut kami tuliskan beberapa platform terbaik yang membuka layanan ini.

 

1. Crypto.com

Platform pertama ialah Crypto.com. Platform ini dianggap sebagai penyedia crypto saving account terbaik yang bunganya dibayarkan dengan stablecoin. Stablecoin adalah mata uang digital yang dipatok ke mata uang fiat seperti Dolar AS atau Euro.

Apakah Crypto.com hanya membayar bunga dalam bentuk stablecoin? Tentu saja tidak. Platform ini faktanya menyediakan opsi pembayaran bunga dalam 26 jenis kripto dan 8 stablecoin. Untuk mendapatkan hasil tertinggi, Anda harus menyimpan aset setidaknya selama 3 bulan.

Crypto.com diklaim menawarkan suku bunga tinggi di pasar. Namun, syarat untuk mendapatkan tarif tersebut sangat spesifik, sehingga investor kecil tidak begitu cocok menggunakan platform ini.

Berikut daftar besaran bunga yang bisa Anda dapatkan:

  • Bitcoin: hingga 8.5% APY
  • Ethereum: hingga 8.5 % APY
  • USDC: hingga 14.0% APY.

 

2. Gemini

Gemini dianggap sebagai platform tulang punggung untuk platform yang lain karena merupakan pilihan para investor kripto selama beberapa tahun terakhir.

Perusahaan pengelolanya baru saja meluncurkan Gemini Earn, di mana Anda bisa mendapatkan bunga atas kepemilikan kripto. Anda dapat menerima bunga hingga 7.4%, termasuk 2.05% pada BTC, dengan mentransfer kripto ke Gemini Earn.

Yang menarik dari Gemini adalah klaim mereka terhadap keamanan aset kripto yang disimpan di "sistem penyimpanan offline" guna mencegah pencurian oleh peretas dan/atau malware. Akan tetapi, sebagian kecil dari aset kripto klien tetap disimpan dan diasuransikan di wallet online mereka.

 

3. Coinbase

Yang ketiga ada platform Coinbase. Coinbase tak hanya dikenal sebagai dompet digital, namun juga menyediakan crypto saving account. Salah satu hal yang menarik investor untuk menggunakan platform ini adalah pemberian bonus sebesar US$10 kepada pembuat akun baru. Namun dalam hal penarikan, Anda akan dibatasi karena Coinbase tidak meminjamkan koin USD Anda kepada peminjam.

Untungnya, platform ini sudah dilindungi oleh skema asuransi FDIC dari AS. Ini berarti jika hal buruk terjadi, misalnya Coinbase bangkrut, maka klien dari AS dapat mengajukan klaim untuk memperoleh ganti rugi hingga $250,000.

Selain itu, Coinbase menawarkan keamanan kepada para penggunanya. Selain otentikasi dua faktor yang diimplementasikan pada proses login, 98% aset digital klien disimpan secara offline dalam cold wallet.

Bunga atau return yang ditawarkan oleh Coinbase pun beragam. Pemegang akun dapat menghasilkan hingga 1.25% APY pada koin USD di dompet mereka. Per April 2021, Coinbase mulai mengizinkan pengguna tertentu untuk staking Ethereum yang menyuguhkan pengembalian hingga 6%.

 

4. YouHodler

Berikutnya ialah YouHodler, platform asal Swiss yang ikut meramaikan fitur crypto saving account. Nama perusahaan ini diambil dari istilah HODL, atau "Hold On For Dear Life" yang berarti menahan aset kripto untuk jangka waktu lama tanpa ada pikiran menjualnya.

Baca Juga: Cara Tepat HODL Kripto Yang Perlu Kamu Tahu

Maka tak heran bila YouHodler menargetkan para pemegang kripto jangka panjang untuk membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan. Hasil yang ditawarkan antara 3% dan 12.3% tergantung pada jenis koin. Pembayaran bunga pun dilakukan setiap minggu.

Tahukah Anda? Platform ini diberi gelar sebagai Jack of All Trades karena keunggulannya dalam sebagian besar kategori seperti:

  • Akses ke dana/likuiditas.
  • Hasil return yang tinggi.
  • Keragaman koin yang disediakan, di mana rekening tabungan dan APY ditawarkan dalam 22 jenis kripto.

Sayangnya, pangsa platform ini masih cukup terbatas dan belum tersedia untuk negara Amerika Serikat. YouHodler diketahui baru tersedia di Inggris, Uni Eropa, Eropa Timur, dan kawasan Asia (Tiongkok, Jepang, dan Korea).

 

5. Linus

Platform terbaik berikutnya adalah Linus. Linus adalah saving account berbasis blockchain yang menawarkan return sangat tinggi. Kelihatannya memang menarik, tetapi tentu saja ada risikonya: crypto saving Linus tidak dilindungi skema asuransi FDIC.

Jika tertarik membuka akun Linus, uang yang Anda setorkan akan diubah menjadi USDC, salah satu stablecoin yang pergerakan nilainya relatif stabil. Koin Anda nantinya bakal dipinjamkan kepada peminjam melalui smart contract, dan peminjam akan membayar suku bunga yang diteruskan kepada Anda berbentuk APY. Di Linus, Anda tidak dapat menarik aset dalam waktu 30 hari setelah menyetorkannya. Platform crypto saving account ini menawarkan pengembalian hingga 4.5% APY.

 

6. BlockFi

Didirikan pada tahun 2017, BlockFi adalah kustodian kripto yang baru saja mendapatkan pendanaan $350 juta pada Maret 2021.

Tanpa minimum deposit, BlockFi memberikan yield yang tinggi pada investor dengan jumlah aset kurang dari 0.10 Bitcoin. Namun, investor dengan jumlah Bitcoin di atas 0.35 hanya akan menghasilkan return 0.10%. Jadi, semakin banyak aset yang Anda miliki, semakin sedikit penghasilan yang didapat. Akan tetapi, jika Anda menyimpan stablecoin (USDC, USDT, BUSD, GUSD), Anda dapat memperoleh return hingga 8.25%.

 

Kiat Investasi Crypto Saving Account

Sebenarnya, tidak ada kiat khusus untuk memulai investasi dengan crypto saving account. Apa pun investasinya, yang penting pelajarilah secara mendalam mengenai investasi tersebut.

Apalagi, kripto dikenal memiliki risiko tinggi, sehingga Anda sebaiknya berpikir dua kali sebelum ikut mencoba. Yang perlu digaris bawahi ialah, jangan sampai Anda berinvestasi dengan dana sehari-hari, namun sisihkanlah dana untuk investasi sendiri.

Jika Anda memutuskan berinvestasi pada crypto saving account, perlakukanlah akun tersebut sebagai rekening investasi, bukan tabungan terpisah. Simpan dana darurat Anda di rekening tabungan yang dapat dengan mudah diakses dan dilikuidasi saat mengalami musibah tak terduga. Selain itu, ketika investasi kripto, jangan pernah menginvestasikan banyak uang melebihi kemampuan Anda, karena sifat kripto yang volatile susah untuk diprediksi.

Langkah selanjutnya, pilihlah platform terpercaya sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan platform tersebut aman dan aset Anda terpoteksi dengan baik. Jangan tergiur platform yang menawarkan hasil tinggi, tetapi ternyata abal-abal.

Baca juga: Platform Trading Kripto Legal di Indonesia

 

Apakah Crypto Saving Account Layak Dicoba?

Sebenarnya, pertanyaan semacam ini bisa berbeda-beda di setiap individu, karena layak atau tidaknya suatu investasi bergantu pada kapabilitas seseorang dalam menerima kelebihan dan kekurangannya. Investasi memang baik, apalagi return yang dihasilkan bisa kita buat sebagai simpanan di hari tua. Namun, kembali lagi, investasi lewat crypto saving account tetap harus sesuai dengan tujuan investasi Anda.

Lantas, bagaimana jika Anda hanya ingin coba-coba? Apabila Anda ternyata cuma korban FOMO, sebaiknya hindari investasi ini daripada nantinya justru merugi dan membuat manajemen keuangan Anda berantakan. Terlebih, sifat crypto saving yang tidak bisa ditarik semau Anda jelas bisa sangat merugikan saat punya keperluan mendesak. 

Selain itu, meskipun sistemnya sama seperti tabungan di bank konvensional, Anda tetap bisa terkena risiko kehilangan aset. Ada pula risiko penyedia crypto saving account yang dipilih mengalami kebangkrutan, dana Anda disalahgunakan, dan kemungkinan besar platform yang menaungi akun penyimpanan kripto Anda tidak dapat membayar kembali uang Anda. Hal ini memang tampak mustahil, tapi sudah banyak kasus nyatanya di luar sana. Jika tidak siap dengan risiko-risiko tersebut, maka crypto saving mungkin kurang sesuai dengan gaya investasi Anda.

Tak hanya crypto saving account, segala hal yang berkaitan dengan investasi kripto pada dasarnya berisiko amat tinggi. Jadi, pelajari baik-baik kekurangan dan kerugiannya, serta bandingkan dengan kondisi keuangan Anda saat ini. Siapkan mental, strategi, modal, hingga skill yang mumpuni sebelum benar-benar terjun ke pasar riil.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Bisa, mbak. Tapi juga jangan asal serok, pahami dulu risiko investasi kripto juga. Apalagi ini pasar kripto sedang memasuki masa bear market, jadi mending kalau mbak Indah mau serok, jangan langsung pakai semua dana yang ada. Bisa juga coba pakai strategi Dollar Cost Averaging. Untuk tahu lebih lengkap soal apa itu Dollar Cost Averaging, mbak Indah bisa coba cek di postingan ini. Salam.
 Evan |  3 Jun 2022
Halaman: Stocktoflow Cara Memprediksi Harga Bitcoin Di Masa Depan
Bantu jawab ya pak: Dari sisi alur transaksi di platform kripto, dengan sendirinya hal demikian akan membuat transaksi batal karena nampaknya pajak dan biaya trading adalah satu kesatuan, tidak terpisah-pisah. Di beberapa negara, investor kripto yang menolak untuk membayar pajak atau tidak memasukan investasi kripto dalam laporan pajaknya, dapat mengakibatkan denda, penalti, bunga, audit, dan bahkan sampai terancam pidana. Begitu sih kabarnya.
 Athar |  6 Jun 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kripto Di Indonesia
Ada Tokocrypto dan Triv, kaka. Cara Menghasilkan Passive Income dari Staking Koin Tokocrypto Cara Dapat Passive Income di Fitur Staking Triv
 Adee |  14 Jun 2022
Halaman: Cara Staking Coin Untuk Pemula
Dalam dunia kripto, Rug Pull dapat diartikan sebagai aktivitas scam atau penipuan yang dilakukan oleh developer atau pengembang dengan membawa kabur dana investor.

Untuk lebih jelas cara menghindarinya, silahkan baca artikel Waspadai Skema Rug Pull Saat Investasi Kripto
 Evan |  17 Jun 2022
Halaman: Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia
Selama masih punya dana nganggur yang beli aja, tapi pake teknik Dollar Cost Averaging ya. Selengkapnya bisa baca di Teknik Investasi Kripto Aman dengan Dollar Cost Averaging
 Bros |  22 Jun 2022
Halaman: Pengertian Fear And Greed Index Serta Cara Membacanya
Untuk staking, kalian bisa melakukannya di exchanger-exchanger dalam maupun luar negeri. Keuntungan melakukan staking di exchanger dalam negeri adalah transaksinya bisa menggunakan rupiah dan melalui bank lokal. Selain itu, pastikan juga aplikasi yang digunakan sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah Indonesia. Exchanger yang menyediakan staking Luar negeri: Binance, Kraken, OkeX, Poloniex, dll Lokal: Indodax, Tokocrypto, dan Triv Baca juga: Cara Menghasilkan Passive Income dari Staking Koin Tokocrypto Cara Dapat Passive Income di Fitur Staking Triv
 Delvyin |  11 Aug 2022
Halaman: Yield Farming Vs Staking Mana Yang Lebih Menguntungkan

Kirim Komentar Baru