25 Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula

Anna 26 Dec 2018 3165
Dibaca Normal 6 Menit

Berikut ini kamus 25 istilah saham yang paling penting, populer, dan wajib diketahui oleh setiap investor maupun trader saham Indonesia.



Bagi pemula, pasti ada banyak sekali istilah saham yang tak bisa dipahami. Hal ini dapat membuat Anda salah memahami suatu berita penting ataupun melakukan keputusan keliru karenanya. Oleh sebab itu, di sini kami merangkum 25 istilah saham yang paling penting, populer, dan wajib diketahui oleh setiap investor maupun trader saham Indonesia. Bookmark halaman ini sebagai referensi jika kelak Anda menemui istilah saham yang tak dimengerti.

 

Auto Rejection

Auto Rejection merupakan batasan pergerakan harga harian bagi setiap saham di Bursa Efek Indonesia. Batasan kenaikan harga tertinggi (Auto Rejection Atas/ARA) dan penurunan harga terendah (Auto Rejection Bawah/ARB) berupa persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya, sehingga harga saham tidak akan terlalu jatuh atau terbang tinggi dalam satu hari saja. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Apa itu ARA dan ARB di Bursa Efek Indonesia?

 

Bandarmologi

Bandarmologi merupakan teknik analisa saham yang didasarkan pada anggapan adanya pihak-pihak tertentu (pemain besar yang disebut "Bandar") yang dapat mengendalikan pergerakan harga. Telaah bandarmologi biasanya melibatkan analisa volume bid dan offer yang membentuk harga suatu saham.

 

Beta Saham

Merupakan angka yang mewakili sensitivitas harga suatu saham terhadap perubahan IHSG.

  • Angka Beta kurang dari 1, berarti saham tidak sensitif pada risiko pasar.
  • Angka Beta lebih dari 1, berarti saham sangat sensitif pada volatilitas pasar. 
  • Angka Beta di bawah nol (0), berarti pergerakan harga saham berbanding terbalik dengan IHSG.

Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Apa itu Beta Saham?

kamus istilah saham

 

Blue Chip

Julukan untuk saham-saham dengan kapitalisasi pasar sangat tinggi, membukukan kinerja keuangan relatif bagus secara terus menerus dibanding saham lain dalam industri yang sama, dan memberikan dividen dengan besaran di atas rata-rata dividen saham lain di Bursa Efek Indonesia. Sering juga disebut saham lapis satu. Contoh: UNVR, GGRM, TLKM, BBCA, ICBP, BBNI, BBRI. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga di Bursa Efek Indonesia.



 

Buyback

Aksi korporasi emiten yang membeli kembali sahamnya yang sudah beredar di publik. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Apa itu Buyback Saham dan Apa Implikasinya?

 

Capital Gain

Keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli suatu saham.

 

Cum Date

Merupakan kependekan dari "Cumulative Date". Apabila seseorang telah memiliki atau membeli suatu saham pada tanggal Cum Date pembagian dividen, maka ia berhak memperoleh dividen.

 

Debt to Equity Ratio (DER)

Parameter yang mewakili perbandingan antara utang dan ekuitas perusahaan. Makin tinggi, berarti makin jelek.



 

Delisting

Suatu emiten menarik sahamnya dari perdagangan di bursa, bisa secara sukarela maupun dipaksa. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Daftar Saham Delisting dari Bursa Efek Indonesia.

 

Dividen

Pembagian dari laba bersih perusahaan dalam setiap periode pembukuan tertentu (umumnya satu tahun sekali). Dividen bisa berupa uang tunai (Cash Dividen) maupun saham (Stock Dividen). Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Jadwal Dividen Saham Indonesia.

 

Earnings Per Share (EPS)

Laba bersih per lembar saham. Makin besar, berarti makin baik.

 

Ex Date

Merupakan sebutan bagi tanggal yang bertepatan dengan sehari setelah Cum Date. Apabila seseorang membeli saham pada Cum Date dan tidak menjualnya hingga Ex Date pembagian dividen, maka ia berhak mendapatkan dividen. Namun, bila seseorang belum memiliki saham pada Cum Date, dan baru membelinya pada Ex Date, maka ia tak berhak mendapatkan dividen.



 

HMETD (Rights Issue)

Penambahan jumlah saham beredar oleh emiten untuk mendapatkan tambahan modal. Bagi investor, HMETD bisa mengakibatkan nilai saham terdilusi, tetapi juga membuka peluang keuntungan. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Cara Menghitung Harga Teoritis Saham Rights Issue.

 

IPO

Initial Public Offering, merupakan proses penawaran saham perdana sebelum suatu emiten resmi terdaftar di bursa.

 

Mid-Cap Stocks

Julukan untuk saham-saham likuiditas cukup tinggi, tetapi kinerja dan nilai kapitalisasi pasarnya tak sebesar Saham Lapis Satu (Blue Chip). Contoh: BSDE, PPRO, PWON, LSIP, JPFA, ERAA.

 

Penny Stocks

Di bursa saham AS, istilah "Penny Stocks" merujuk pada saham-saham berharga kurang dari USD1 per lembar. Di Indonesia, istilah ini acap kali digunakan untuk merujuk saham gocap atau saham tidur, yaitu saham-saham berharga hanya Rp50-an. Likuiditasnya di pasar reguler nyaris nol.



 

Price Earnings Ratio (PER)

Perbandingan antara harga saham dan laba bersih perusahaan; semakin rendah semakin baik. Sering juga disebut PE Ratio.
Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: PER: Parameter Penting di Pasar Saham

 

Price to Book Value (PBV)

Rasio yang membandingkan nilai pasar suatu saham (stock's market value) terhadap nilai buku per lembar saham (nilai saham saat saham dijual untuk pertama kalinya kepada investor). PBV di atas satu tapi tak terlalu tinggi, biasanya dicari karena dianggap sebagai indikator harga saham yang "masih murah". Namun, hal ini tidak berlaku di semua sektor. Contohnya: Semakin bagus prospek emiten perbankan, maka biasanya memiliki PBV makin tinggi. 

 

Prospektus

Prospektus adalah kombinasi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan yang perlu dipersiapkan dan dipublikasikan oleh sebuah perusahaan sebelum IPO.

 Kamus Istilah Saham

 

Relisting

Suatu emiten yang pernah menarik sahamnya dari bursa (delisting), kembali terdaftar di bursa.

 

Return on Asset (ROA)

Indikator untuk mengukur seberapa profitable suatu perusahaan jika dibandingkan dengan asetnya. Semakin besar, berarti semakin baik.

 

Return on Equity (ROE)

Perbandingan antara laba bersih dengan total ekuitas atau sama juga dengan rasio EPS dibagi dengan rasio PBV. Semakin tinggi rasio ROE semakin baik. Akan tetapi, perusahaan dengan rasio ROE tinggi biasanya juga memiliki resiko tinggi pula karena perusahaan itu memiliki rasio utang yang cukup besar. Selain itu, perusahaan dengan rasio ROE tinggi juga cenderung memiliki PBV tinggi. Sebagian pihak menyarankan saham yang mempunyai rasio ROE stabil dan minimal 10 persen. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Perhatikan Rasio-rasio Ini Agar Tak Salah Memilih Saham

 

Reverse Stock Split

Peningkatan nilai nominal saham per lembar menjadi pecahan yang lebih besar, sehingga jumlah saham beredar menjadi lebih sedikit. Bagi investor, hal ini tidak berpengaruh besar karena nilai saham tetap, hanya jumlah lembar saham yang dimiliki akan berkurang. Konsekuensinya, bagi investor yang ingin membeli maka harus menyediakan dana lebih besar karena harga saham menjadi lebih mahal.

 

Stock Split

Pemecahan nilai nominal saham menjadi pecahan yang lebih kecil, sehingga jumlah saham beredar lebih banyak. Tujuannya agar harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor pada umumnya. Bagi investor, hal ini tidak berpengaruh besar karena nilai saham tetap, hanya jumlah lembar saham yang dimiliki saja meningkat. Penjelasan istilah saham ini selengkapnya: Macam-macam Aksi Korporasi dan Pengaruhnya pada Pasar Saham.

 

Third-Liner

Julukan bagi saham-saham yang sering digoreng bandar, memiliki kinerja fundamental buruk, dan kerap kali tidak likuid. Termasuk juga diantaranya saham gocap. Contoh: DEWA, ENRG, UNSP, TRAM, BEKS, BUMI.

Forum

Dodyverum (24 Apr 2012)

sy buka akun demo di mf sekarang sy ingin buka akun real apakah harus disamakan akun,password dan login sy dgn akun demo? makasih

Selengkapnya...

Kode SahamLastChange(%) 
SAMF1,33024.88%
VRNA1817.74%
CANI1857.56%
JSKY13810.4
MYTX1199.17%
KBLV4307.5
MPPA9258.19%
LUCK28619.17%
MLPL28224.78%
OMRE1,08524.71%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   395  
Ada 5 Posisi Floating, Apa Yang Harus Dilakukan?
Saya mau solusinya bapak/ibu
Saya punya posisi
1 buy di 1190
1 buy di 1148
1 sell di 1137
2 sell di 1133
Harga running di 1137
Kira2 dalam kondisi seperti apa yang harus aku buat.

Binsar 27 Dec 2016

Reply:

M Singgih (29 Dec 2016 03:28)

@ Binsar:
Dalam hal ini Anda punya 4 posisi terbuka yang saling mengunci (hedging atau locking). Saya kira Anda tidak memasang stop loss dan target profit. Dengan running price sekarang, kondisi profit / loss dalam pip adalah:
1137.00 - 1190.00 (buy) = -5300 pip
1137.00 - 1148.00 (buy) = -1100 pip
1137.00 (sell) - 1137.00 = 0
1133.00 (sell) - 1137.00 = -400 pip
total loss = -6800 pip.

Solusinya ada 2 pilihan:
1. Hedging / locking dibuka satu per satu sehingga loss bisa diperkecil atau mungkin malah bisa profit kalau membukanya benar, tetapi tidak mudah dilakukan.
2. Semua posisi di-closed sehingga marginnya bisa digunakan untuk membuka posisi baru atau menambah ketahanan pada posisi baru.

Kalau saya pilih alternatif ke 2, yaitu close semua posisi dan buka posisi baru tetapi dengan memasang stop loss dan target profit yang proporsional, yaitu menggunakan money management dengan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1.


Jika sudah menentukan stop loss bersamaan dengan saat open posisi maka seharusnya tidak khawatir karena Anda telah menentukan besarnya resiko dari awal. Setiap kali membuka posisi biasakan untuk menentukan level stop loss dan target dan sebisa mungkin hindari hedging.

Kalau Anda pilih alternatif pertama (membuka hedging/locking), maka harus bisa memprediksi arah pergerakan harga dengan benar, kalau salah maka jarak locking akan semakin lebar atau kerugian Anda akan bertambah besar. Sebaliknya kalau benar maka jarak locking bisa semakin sempit atau bahkan bisa berbalik jadi profit.

Dari pengalaman saya, membuka locking tidak semudah yang dibayangkan karena harga tidak selalu bergerak seperti yang kita rencanakan. Selain itu kita harus selalu memonitor pergerakan harga jangan sampai terlambat action.

Hedging adalah cut loss yang belum direalisasikan atau cut loss yang ditunda. Mungkin Anda bisa mengurangi jarak hedge pip Anda sedikit demi sedikit bahkan lama-lama bisa berbalik jadi profit (hedging-nya jadi positif), tetapi itu sama saja dengan Anda membuka posisi baru setelah posisi hedging Anda tutup semua. Secara psikologis memang tampaknya hedging yang negatif bisa jadi positif kalau cara membukanya tepat, tetapi sebenarnya sama saja dengan Anda melakukan cut-loss dan membuka posisi baru.

Untuk contoh cara membuka hedging / locking Anda bisa baca disini.

Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   534  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   371  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   825  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3648  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1226  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   935  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   848