Trading Dengan Metode Price Action


Kiki R 24 Aug 2020 2905Dibaca Normal 12 Menit

Metode price action sangat populer untuk perdagangan saham maupun trading forex. Ini dia cara belajar dan menggunakan price action dengan mudah.



Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata price action? Apakah candlestick? Pola grafik? Tren? Support dan resistance?

Apapun yang muncul di benak Anda, itu adalah persepsi yang terbentuk dari data dan informasi yang Anda peroleh. Saat ini, dengan kemudahan akses internet, Anda bisa mendapatkan banyak sekali referensi mengenai price action, baik itu buku, course ataupun artikel-artikel yang membahas tentang price action. Anda tinggal ketik price action di mesin pencarian google , maka akan muncul jutaan website yang memuat informasi tentang price action.

Anda tidak akan kekurangan sumber data dan informasi mengenai price action. Masalah belajar price action saat ini bukan terletak pada ketersediaan informasi, tetapi pada kualitas informasi yang Anda dapatkan. Saya mengenal banyak pemula kesulitan belajar mengenai price action karena sumber informasi yang kurang menyeluruh. Price action ibarat sebuah puzzle besar yang informasinya sangat sulit untuk ditulis dalam satu buku atau artikel. Dilema ini juga yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu.

Beberapa pertanyaan yang paling sering disampaikan oleh trader pemula mengenai price action adalah: 

  1. Apa itu price action?
  2. Apakah price action hanya menggunakan candlestick?
  3. Apakah price action benar-benar profitable?
  4. Time frame apa yang paling cocok untuk trading price action?
  5. Lebih baik mana, trading dengan indikator atau price action?
  6. Bagaimana cara mulai belajar metode price action?
  7. Bagaimana cara scalping menggunakan price action?

Ketujuh pertanyaan di atas merupakan misteri juga bagi saya sebelum mendalami metode price action. Setelah mulai mendalami, satu persatu mulai terjawab dengan sendirinya.

Agar lebih efisien, pembahasan artikel ini akan saya fokuskan pada tiga pertanyaan penting:

  1. Apa itu price action dan kenapa bisa digunakan sebagai salah satu metode trading?
  2. Skill dasar apa yang harus dimiliki untuk bisa menggunakan metode price action?
  3. Bagaimana cara trading menggunakan metode price action?

Tanpa perlu berlama-lama, kita langsung masuk ke pertanyaan pertama.

Belajar Price Action

 

Apa itu price action dan mengapa price action bisa digunakan sebagai salah satu metode trading?

Secara harfiah, arti "price action" dapat dirinci sebagai berikut:



  • "Price" adalah harga
  • "Action" adalah gerakan
  • "Price action" adalah gerakan/pergerakan harga

Jadi, metode price action adalah metode trading dengan menganalisis pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Perhatikan kata kuncinya: menganalisis pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Kenapa price action bisa digunakan sebagai metode trading?

Karena pasar (market) mempunyai memori. Memori di sini artinya trader sebagai pelaku buy-sell dan menggerakkan harga naik-turun itu mempunyai fitrah (human nature) mengingat sesuatu (memorize) yang pernah terjadi sebelumnya.

Agar lebih mudah memahami, cermati ilustrasi ini:

Coba bayangkan misalnya Anda sedang belanja online dan mengincar sepatu sneakers terbaru dari merek tertentu. Harga sneakers ini biasanya berkisar antara 3 juta rupiah yang paling murah sampai puluhan juta. Seluruh orang yang belanja online tahu bahwa sneakers ini dari merek yang terkenal, bagus dan mempunyai harga yang cukup mahal.

Dalam rangka perayaan ulang tahun, produsen sepatu ini memberikan diskon yang besar. Tidak tanggung-tanggung, si produsen sepatu memberikan diskon sebesar 50%. Sepatu sneakers yang biasanya harga minimalnya sebesar 3 juta menjadi sekitar 1,5 jutaan, sedangkan sepatu sneakers yang 5 jutaan menjadi sekitar 2,5 jutaan.

Saat Anda melihatnya, apa yang terbayang langsung dalam pikiran? Sneakers yang tidak pernah dijual dengan harga kurang dari 3 juta tersebut, sekarang dijual dengan harga 1 jutaan. Anda dan para pembeli lainnya akan berpikir bahwa harga tersebut murah. Kenapa? Karena Anda tahu nilai normal sneakers tersebut.

Ini adalah sifat alami manusia untuk mengingat harga sebelumnya (memorize the previous price).

Pasar akan merespons penurunan harga tersebut. Dalam hal ini, pembeli online akan berusaha membeli sneakers tersebut secepatnya karena alasan "harga murah". Kenapa murah? Karena para pembeli sudah paham bahwa nilai sneaker ini biasanya lebih dari 3 juta, tetapi sekarang dibanderol 1 jutaan. Nilai 3 jutaan inilah yang disebut memori. Anda dan mereka yang membeli sneakers tersebut telah dipengaruhi oleh memori sebelumnya.

Bisa dipahami? Kalau belum, saya akan beri satu contoh lagi agar dapat memahaminya.

Pernahkah mendengar kegiatan operasi pasar pemerintah menjelang hari raya? Operasi pasar pemerintah adalah kegiatan yang diadakan oleh pemerintah dengan menjual bahan-bahan kebutuhan pokok seperti gula, bawang, daging, minyak goreng, beras, dst di bawah harga pasar. Tujuan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok terkait.

Kita sudah tahu bahwa permintaan pasar terhadap kebutuhan pokok akan meningkat menjelang hari raya. Hukum ekonomi menyebutkan: di mana ada permintaan (demand) yang meningkat, harga akan naik; begitu pula sebaliknya. Nah, pemerintah merespons fenomena itu dengan menyelenggarakan operasi pasar guna menekan harga bahan pokok yang naik terlalu tinggi.

Sebagai contoh, gula yang harganya sudah naik ke kisaran Rp 16,000/kg akan dijual dengan harga distributor sebesar Rp 12,000/kg pada operasi pasar. Kebutuhan pokok lain seperti daging, bawang merah, minyak goreng, beras, dst dijual dengan harga distributor di bawah harga pasar juga. Produk yang dijual pemerintah umumnya berkualitas sama dengan yang dijual di pasar.

Bagaimana respons pasar, atau dalam hal ini pembeli?

Para pembeli akan berbondong-bondong datang membeli ketika mengetahui harga jual sembako dalam operasi pasar pemerintah tersebut bisa lebih murah daripada harga pasar saat ini.

Kenapa?

Karena para pembeli menyimpan memori tentang harga saat ini. Di sisi lain, ketika harga dianggap lebih murah, maka mereka akan merespons dengan membeli. Ini adalah bagian dari sifat alami manusia (human nature). 

Semoga bisa dipahami ya. Sebenarnya masih banyak contoh-contoh lain, tetapi saya berusaha memberikan contoh sesederhana mungkin agar lebih mudah dipahami. Sekarang mari kita lanjutkan ke pembahasan terkait pertanyaan kedua.

 

Skill dasar apa yang harus dimiliki agar bisa menggunakan metode price action?

Ada tiga skill dasar (basic skill) yang harus Anda miliki agar bisa menggunakan metode price action: 

  1. Skill membaca candlestick
  2. Skill membaca struktur market
  3. Skill membaca support dan resistance

Banyak ya? Tenang, jangan terburu-buru patah arang.

Belajar price action ataupun metode trading lain tidak dapat dilakukan secara instan. Semua orang harus menempuh proses belajar, dan pasti akan banyak kesalahan yang akan Anda perbuat dalam proses tersebut. Mereka yang tidak belajar sungguh-sungguh tentu akan memperoleh hasil berbeda dengan mereka yang belajar dengan tekun.

Oke, sekarang kita akan membahas ketiga skill dasar tadi, dimulai dengan yang pertama: skill membaca candlestick.

 

  • Skill membaca candlestick

Kenapa kita harus mempelajari candlestick? Karena candlestick merupakan bahasa spesifik market. Dengan memahami bahasanya, kita bisa memahami pesan yang disampaikan oleh market tersebut. Trader perlu mengetahui informasi ini sangat penting untuk dijadikan dasar dalam membuat keputusan trading.

Dengan demikian, untuk bisa mahir price action Anda perlu kenal dan paham dengan candlestick. Mulai dari pengetahuan mengenai apa itu candlestick hingga beragam pola candlestick. Jika Anda ingin belajar mengenai candlestick, saya merekomendasikan buku "Japanese Candlestick Charting Techniques" oleh Steve Nison. Buku ini adalah salah satu buku rujukan utama para trader profesional dalam mempelajari dasar-dasar candlestick.

Sekedar informasi, candlestick sudah digunakan sejak 1700-an oleh seorang saudagar beras di Jepang. Penemunya bernama Munehisa Homma (1724 - 1803). Temuannya merupakan cikal bakal grafik candlestick yang sekarang digunakan di seluruh dunia. Dia adalah pelopor dalam analisa teknikal sejak jauh sebelum para trader dari benua Eropa dan Amerika menggunakannya.

Menurut rumor, hasil profitnya setara dengan US$10 milyar berdasarkan nilai kurs sekarang. Karena kemampuan analisa dan prediksinya sangat mumpuni, Homma diangkat menjadi penasehat keuangan pemerintah Jepang dan memperoleh gelar kehormatan samurai.

  • Skill membaca struktur market

Skill ini berhubungan dengan cara mengidentifikasi berbagai tipe market seperti trending, ranging (sideways) dan choppy. Trader juga harus bisa mengidentifikasi berbagai macam pergerakan seperti gerakan impuls (impulsive moves) dan gerakan koreksi (correction moves/retracement moves).

Saat melihat grafik harga, Anda sebenarnya sedang melihat struktur harga yang terjadi. Market memberitahukan kondisi yang sedang terjadi melalui strukturnya. 

Apa yang sedang market lakukan?
Apakah market sedang trending?
Apakah market sedang ranging?
Apakah market sedang koreksi atau impuls?
Apakah seller atau buyer yang sedang dominan saat ini?

Semua pertanyaan ini akan terjawab jika Anda menguasai skill membaca struktur market.

Untuk skill dasar ini, saya merekomendasikan buku tentang dasar-dasar analisa teknikal seperti "Technical Analysis of Financial Market" karangan John Murphy, "Getting Started in Technical Analysis" oleh Jack Schwager, atau "Technical Analysis Explained" oleh Martin Pring.

Buku-buku ini mempunyai bab yang khusus membahas struktur market berbasis teori Dow. Teori Dow merupakan cikal bakal analisa teknikal di pasar keuangan modern.

Sekedar informasi, teori Dow (Dow Theory) adalah teori dasar dari analisa teknikal yang pertama kali dipublikasikan oleh Charles H Dow (1951-1902) di 255 Wall Street Journal. Dow merupakan seorang wartawan sekaligus editor dari Wall Street Journal, serta pendiri Dow Jones and Company bersama rekannya Edward D Jones. Ide-ide mereka kini diterima oleh sebagian besar investor pengguna analisis teknikal, meskipun tak semua orang mengenal sumbernya.

Silakan baca buku di atas untuk belajar lebih dalam mengenai prinsip-prinsip yang diajarkan dalam teori Dow. Instrumen yang digunakan Dow untuk melakukan analisa teknikal adalah saham, tetapi prinsip-prinsipnya ini bisa dipakai di semua instrumen termasuk forex.

 

  • Skill membaca support dan resistance

Trader harus mengetahui support dan resistance, karena level-level ini mempunyai pengaruh psikologis terhadap seller dan buyer. Support dan resistance sering dipertimbangkan sebagai area pembalikan (turning points) di mana harga naik bisa berbalik menjadi turun, atau sebaliknya.

Pengetahuan mengenai support dan resistance ini bisa dipelajari secara menyeluruh dari beberapa buku sebelumnya, yaitu "Technical Analysis of Financial Market" karangan John Murphy, atau "Technical Analysis Explained" oleh Martin Pring.

Nah, setelah selesai membahas ketiga skill penting untuk mempelajari metode price action, sekarang kita masuk ke pertanyaan terakhir.

 

Bagaimana cara trading menggunakan metode price action?

Agar lebih mudah dipahami, saya menyusun langkah-langkah berikut ini:

  1. Tentukan struktur market atau kecenderungan tren harga pada time frame besar (higher time frame).
  2. Tentukan level-level penting di mana harga akan break atau reversal. Hal ini bisa dilakukan pada time frame yang sama dengan yang kita gunakan untuk menengok struktur market, maupun pada time frame lebih rendah.
  3. Tentukan sinyal entry pada level penting di time frame kecil (lower time frame).

Setelah menempuh ketiga langkah di atas, trader price action akan mampu menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah harga sedang trending, atau sideways?
  2. Apakah trending-nya kuat atau lemah?
  3. Dimana level atau area penting bagi pergerakan harga sebelumnya?
  4. Apakah harga sudah menyentuh level penting tersebut lagi?
  5. Apa saja tanda atau sinyal yang dijadikan sebagai acuan entry?

Jadi, pengambilan posisi (entry) adalah bagian terakhir dalam langkah-langkah penerapan metode price action. Trader tidak bisa langsung mencari posisi entry segera setelah membuka chart.

 

Studi kasus penerapan metode price action

Sekarang, kita coba simulasi cara menggunakan price action. Kita akan menganalisis pair XAU/USD dengan menggunakan metode price action.

  • Pertama, tentukan struktur market.

Dari gambar di bawah ini, bagaimana struktur market XAU/USD saat ini? Apakah trending atau sideways? Lalu apakah sedang impulse atau koreksi?

Trading dengan Metode Price Action

Jawabannya, struktur market sedang tren naik dan terkoreksi. Bagaimana cara menentukannya? Perhatikan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang terlihat dalam grafik.

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Nah, gambar di atas menunjukkan bahwa market sedang mengalami tren naik dan terkoreksi dalam time frame Daily. Koreksi terbentuk dalam pola segitiga. Kalau kita sudah mengetahui struktur market-nya, selanjutnya kita dapat melihat level harga penting sebagai acuan harga untuk entry.

  • Kedua, tentukan level-level penting.

Level penting dalam contoh kasus ini akan ditentukan menggunakan garis tren (trendline) yang membentuk pola segitiga koreksinya. Jika menggunakan skenario break, ada dua opsi yang dapat diambil. Pertama, Anda bisa buy ketika harga menembus (break) trendline atas. Kedua, Anda bisa sell apabila harga menembus trendline bawah.

Contoh Trading Menggunakan Price Action

Lain halnya apabila menggunakan skenario reversal. Opsi pertama dalam skenario reversal, acuan entry adalah sell ketika harga tertahan pada trendline atas. Opsi kedua, buy apabila harga tertahan pada trendline bawah.

Contoh Trading Menggunakan Price Action

Jadi, strategi entry ditentukan oleh skenario trading pilihan Anda. Apakah break seperti gambar pertama, atau reversal seperti gambar kedua? Jawaban ini Anda bisa tentukan sendiri. Intinya, Anda harus mengetahui dimana level-level penting harga tersebut.

  • Ketiga, menentukan sinyal entry.

Untuk sinyal entry, Anda dapat menggunakan pola candlestick reversal pada time frame H4. Perhatikan dua skenario entry pada grafik yang sama di bawah ini.

Gambar 1:

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Gambar 2:

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Pola candlestick reversal yang biasa saya gunakan untuk entry pada time frame H4 ada tiga, yaitu engulfing, pin bardan inside bar. Berdasarkan pengalaman trading dalam timeframe H4, ketiga pola ini mempunyai akurasi yang cukup bagus sebagai sinyal entry.

Pesan terakhir saya, teruslah berlatih dan belajar jika ingin menggunakan metode price action sebagai metode trading. Seperti kata pepatah, "alah bisa karena biasa". Segala sesuatu yang sulit pasti akan terasa lebih mudah apabila sudah biasa dikerjakan. Begitulah proses belajar.

Semoga pembahasan mengenai metode price action ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman semua. Ilmu trading begitu luas sehingga ada baiknya untuk selalu mengikuti informasi dan berita terbaru dari dunia trading.

Advertisement


Forum

Roni (29 Oct 2015)

Bos..pair apa ya? yang candle hariannya jarang berbentuk bullish/bearish?karena saya suka pair yang ada ekor2nya,biar kalo loss tidak terlalu banyak,soalnya saya gak suka pakai SL.

Selengkapnya...

Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 6    

Meta
4 SEP 2020

Mantap kak infonya, mgkn kedepan bisa buat artikel yg lebih ramah terhadap pemula dgn tidak menampilkan istilah2 asing yg malah bikin pusing para pemula :) xixi

Kiki R
7 SEP 2020

@Meta: Terima kasih untuk apresiasi dan koreksinya. Ke depannya saya akan perbaiki untuk istilah-istilah yang masih asing untuk pemula.

Miftah
24 SEP 2020

Apakah koreksi terjadi setiap hari pada pair euro usd atau pair lainnya?

Kiki R
4 OCT 2020

@Miftah: Belum tentu.

Pada dasarnya koreksi ada di semua pair dan semua time frame. Namun pada saat harga mengalami trending yang sangat kuat, maka koreksi bisa saja tidak terjadi. Jika terjadi pergerakan trending yang sangat kuat di time frame besar, maka kalau kita lihat di time frame kecil bisa jadi tidak ada koreksi.

Contohnya ada trending yang sangat kuat mengikuti gelombang Weekly atau Monthly (biasanya didorong oleh faktor fundamental yang sangat kuat), maka pada pair tersebut seharian bisa jadi tidak terjadi koreksi. Kalau kita perhatikan di time frame H1, tidka ada koreksi.
Namun perlu diingat, ini jarang terjadi, sebagian besar harga akan koreksi terlebih dahulu sebelum melanjutkan trend.

Dara
12 OCT 2020

Merinding saya membaca artikel ini, banyak pengetahuan yang di berikan, banyak ilmu yang saya dapatkan, semoga Allah yang membalas Amin

Lalu dimana ya bisa saya dapatkan untuk buku2 tentang forex tsb? Terimakasih banyak

Kiki R
22 OCT 2020

@Dara: Terima kasih atas doa dan apresiasinya.
Berikut ini daftar buku yang disebutkan diatas beserta link untuk membacanya:

Semoga bermanfaat.

Kirim Komentar/Reply Baru
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Cahyaning   23 Jul 2021   32  
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning   22 Jul 2021   53  
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Cahyaning   21 Jul 2021   81  
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Linlindua   23 Mar 2021   653  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   712  
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Jujun Kurniawan   13 Nov 2020   1726  
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Jujun Kurniawan   10 Nov 2020   1104  
Strategi Pivot Point Dengan Price Action
Strategi Pivot Point Dengan Price Action
Kiki R   20 Oct 2020   2841  
Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Fatma Adriana   25 Jul 2020   3024