Trading Dengan Metode Price Action

Kiki R 24 Aug 2020
Dibaca Normal 13 Menit
forex > strategi >   #price-action
Metode price action sangat populer untuk perdagangan saham maupun trading forex. Ini dia cara belajar dan menggunakan price action dengan mudah.

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata price action? Apakah candlestick? Pola grafik? Tren? Support dan resistance?

Apapun yang muncul di benak Anda, itu adalah persepsi yang terbentuk dari data dan informasi yang Anda peroleh. Saat ini, dengan kemudahan akses internet, Anda bisa mendapatkan banyak sekali referensi mengenai price action, baik itu buku, course ataupun artikel-artikel yang membahas tentang price action. Anda tinggal ketik price action di mesin pencarian google , maka akan muncul jutaan website yang memuat informasi tentang price action.

Anda tidak akan kekurangan sumber data dan informasi mengenai price action. Masalah belajar price action saat ini bukan terletak pada ketersediaan informasi, tetapi pada kualitas informasi yang Anda dapatkan. Saya mengenal banyak pemula kesulitan belajar mengenai price action karena sumber informasi yang kurang menyeluruh. Price action ibarat sebuah puzzle besar yang informasinya sangat sulit untuk ditulis dalam satu buku atau artikel. Dilema ini juga yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu.

Beberapa pertanyaan yang paling sering disampaikan oleh trader pemula mengenai price action adalah: 

  1. Apa itu price action?
  2. Apakah price action hanya menggunakan candlestick?
  3. Apakah price action benar-benar profitable?
  4. Time frame apa yang paling cocok untuk trading price action?
  5. Lebih baik mana, trading dengan indikator atau price action?
  6. Bagaimana cara mulai belajar metode price action?
  7. Bagaimana cara scalping menggunakan price action?

Ketujuh pertanyaan di atas merupakan misteri juga bagi saya sebelum mendalami metode price action. Setelah mulai mendalami, satu persatu mulai terjawab dengan sendirinya.

Agar lebih efisien, pembahasan artikel ini akan saya fokuskan pada tiga pertanyaan penting:

  1. Apa itu price action dan kenapa bisa digunakan sebagai salah satu metode trading?
  2. Skill dasar apa yang harus dimiliki untuk bisa menggunakan metode price action?
  3. Bagaimana cara trading menggunakan metode price action?

Tanpa perlu berlama-lama, kita langsung masuk ke pertanyaan pertama.

Belajar Price Action

 

Apa itu price action dan mengapa price action bisa digunakan sebagai salah satu metode trading?

Secara harfiah, arti "price action" dapat dirinci sebagai berikut:

  • "Price" adalah harga
  • "Action" adalah gerakan
  • "Price action" adalah gerakan/pergerakan harga

Jadi, metode price action adalah metode trading dengan menganalisis pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Perhatikan kata kuncinya: menganalisis pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Kenapa price action bisa digunakan sebagai metode trading?

Karena pasar (market) mempunyai memori. Memori di sini artinya trader sebagai pelaku buy-sell dan menggerakkan harga naik-turun itu mempunyai fitrah (human nature) mengingat sesuatu (memorize) yang pernah terjadi sebelumnya.

Agar lebih mudah memahami, cermati ilustrasi ini:

Coba bayangkan misalnya Anda sedang belanja online dan mengincar sepatu sneakers terbaru dari merek tertentu. Harga sneakers ini biasanya berkisar antara 3 juta rupiah yang paling murah sampai puluhan juta. Seluruh orang yang belanja online tahu bahwa sneakers ini dari merek yang terkenal, bagus dan mempunyai harga yang cukup mahal.

Dalam rangka perayaan ulang tahun, produsen sepatu ini memberikan diskon yang besar. Tidak tanggung-tanggung, si produsen sepatu memberikan diskon sebesar 50%. Sepatu sneakers yang biasanya harga minimalnya sebesar 3 juta menjadi sekitar 1,5 jutaan, sedangkan sepatu sneakers yang 5 jutaan menjadi sekitar 2,5 jutaan.

Saat Anda melihatnya, apa yang terbayang langsung dalam pikiran? Sneakers yang tidak pernah dijual dengan harga kurang dari 3 juta tersebut, sekarang dijual dengan harga 1 jutaan. Anda dan para pembeli lainnya akan berpikir bahwa harga tersebut murah. Kenapa? Karena Anda tahu nilai normal sneakers tersebut.

Ini adalah sifat alami manusia untuk mengingat harga sebelumnya (memorize the previous price).

Pasar akan merespons penurunan harga tersebut. Dalam hal ini, pembeli online akan berusaha membeli sneakers tersebut secepatnya karena alasan "harga murah". Kenapa murah? Karena para pembeli sudah paham bahwa nilai sneaker ini biasanya lebih dari 3 juta, tetapi sekarang dibanderol 1 jutaan. Nilai 3 jutaan inilah yang disebut memori. Anda dan mereka yang membeli sneakers tersebut telah dipengaruhi oleh memori sebelumnya.

Bisa dipahami? Kalau belum, saya akan beri satu contoh lagi agar dapat memahaminya.

Pernahkah mendengar kegiatan operasi pasar pemerintah menjelang hari raya? Operasi pasar pemerintah adalah kegiatan yang diadakan oleh pemerintah dengan menjual bahan-bahan kebutuhan pokok seperti gula, bawang, daging, minyak goreng, beras, dst di bawah harga pasar. Tujuan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok terkait.

Kita sudah tahu bahwa permintaan pasar terhadap kebutuhan pokok akan meningkat menjelang hari raya. Hukum ekonomi menyebutkan: di mana ada permintaan (demand) yang meningkat, harga akan naik; begitu pula sebaliknya. Nah, pemerintah merespons fenomena itu dengan menyelenggarakan operasi pasar guna menekan harga bahan pokok yang naik terlalu tinggi.

Sebagai contoh, gula yang harganya sudah naik ke kisaran Rp 16,000/kg akan dijual dengan harga distributor sebesar Rp 12,000/kg pada operasi pasar. Kebutuhan pokok lain seperti daging, bawang merah, minyak goreng, beras, dst dijual dengan harga distributor di bawah harga pasar juga. Produk yang dijual pemerintah umumnya berkualitas sama dengan yang dijual di pasar.

Bagaimana respons pasar, atau dalam hal ini pembeli?

Para pembeli akan berbondong-bondong datang membeli ketika mengetahui harga jual sembako dalam operasi pasar pemerintah tersebut bisa lebih murah daripada harga pasar saat ini.

Kenapa?

Karena para pembeli menyimpan memori tentang harga saat ini. Di sisi lain, ketika harga dianggap lebih murah, maka mereka akan merespons dengan membeli. Ini adalah bagian dari sifat alami manusia (human nature). 

Semoga bisa dipahami ya. Sebenarnya masih banyak contoh-contoh lain, tetapi saya berusaha memberikan contoh sesederhana mungkin agar lebih mudah dipahami. Sekarang mari kita lanjutkan ke pembahasan terkait pertanyaan kedua.

 

Skill dasar apa yang harus dimiliki agar bisa menggunakan metode price action?

Ada tiga skill dasar (basic skill) yang harus Anda miliki agar bisa menggunakan metode price action: 

  1. Skill membaca candlestick
  2. Skill membaca struktur market
  3. Skill membaca support dan resistance

Banyak ya? Tenang, jangan terburu-buru patah arang.

Belajar price action ataupun metode trading lain tidak dapat dilakukan secara instan. Semua orang harus menempuh proses belajar, dan pasti akan banyak kesalahan yang akan Anda perbuat dalam proses tersebut. Mereka yang tidak belajar sungguh-sungguh tentu akan memperoleh hasil berbeda dengan mereka yang belajar dengan tekun.

Oke, sekarang kita akan membahas ketiga skill dasar tadi, dimulai dengan yang pertama: skill membaca candlestick.

 

  • Skill membaca candlestick

Kenapa kita harus mempelajari candlestick? Karena candlestick merupakan bahasa spesifik market. Dengan memahami bahasanya, kita bisa memahami pesan yang disampaikan oleh market tersebut. Trader perlu mengetahui informasi ini sangat penting untuk dijadikan dasar dalam membuat keputusan trading.

Dengan demikian, untuk bisa mahir price action Anda perlu kenal dan paham dengan candlestick. Mulai dari pengetahuan mengenai apa itu candlestick hingga beragam pola candlestick. Jika Anda ingin belajar mengenai candlestick, saya merekomendasikan buku "Japanese Candlestick Charting Techniques" oleh Steve Nison. Buku ini adalah salah satu buku rujukan utama para trader profesional dalam mempelajari dasar-dasar candlestick.

Sekedar informasi, candlestick sudah digunakan sejak 1700-an oleh seorang saudagar beras di Jepang. Penemunya bernama Munehisa Homma (1724 - 1803). Temuannya merupakan cikal bakal grafik candlestick yang sekarang digunakan di seluruh dunia. Dia adalah pelopor dalam analisa teknikal sejak jauh sebelum para trader dari benua Eropa dan Amerika menggunakannya.

Menurut rumor, hasil profitnya setara dengan US$10 milyar berdasarkan nilai kurs sekarang. Karena kemampuan analisa dan prediksinya sangat mumpuni, Homma diangkat menjadi penasehat keuangan pemerintah Jepang dan memperoleh gelar kehormatan samurai.

  • Skill membaca struktur market

Skill ini berhubungan dengan cara mengidentifikasi berbagai tipe market seperti trending, ranging (sideways) dan choppy. Trader juga harus bisa mengidentifikasi berbagai macam pergerakan seperti gerakan impuls (impulsive moves) dan gerakan koreksi (correction moves/retracement moves).

Saat melihat grafik harga, Anda sebenarnya sedang melihat struktur harga yang terjadi. Market memberitahukan kondisi yang sedang terjadi melalui strukturnya. 

Apa yang sedang market lakukan?
Apakah market sedang trending?
Apakah market sedang ranging?
Apakah market sedang koreksi atau impuls?
Apakah seller atau buyer yang sedang dominan saat ini?

Semua pertanyaan ini akan terjawab jika Anda menguasai skill membaca struktur market.

Untuk skill dasar ini, saya merekomendasikan buku tentang dasar-dasar analisa teknikal seperti "Technical Analysis of Financial Market" karangan John Murphy, "Getting Started in Technical Analysis" oleh Jack Schwager, atau "Technical Analysis Explained" oleh Martin Pring.

Buku-buku ini mempunyai bab yang khusus membahas struktur market berbasis teori Dow. Teori Dow merupakan cikal bakal analisa teknikal di pasar keuangan modern.

Sekedar informasi, teori Dow (Dow Theory) adalah teori dasar dari analisa teknikal yang pertama kali dipublikasikan oleh Charles H Dow (1951-1902) di 255 Wall Street Journal. Dow merupakan seorang wartawan sekaligus editor dari Wall Street Journal, serta pendiri Dow Jones and Company bersama rekannya Edward D Jones. Ide-ide mereka kini diterima oleh sebagian besar investor pengguna analisis teknikal, meskipun tak semua orang mengenal sumbernya.

Silakan baca buku di atas untuk belajar lebih dalam mengenai prinsip-prinsip yang diajarkan dalam teori Dow. Instrumen yang digunakan Dow untuk melakukan analisa teknikal adalah saham, tetapi prinsip-prinsipnya ini bisa dipakai di semua instrumen termasuk forex.

 

  • Skill membaca support dan resistance

Trader harus mengetahui support dan resistance, karena level-level ini mempunyai pengaruh psikologis terhadap seller dan buyer. Support dan resistance sering dipertimbangkan sebagai area pembalikan (turning points) di mana harga naik bisa berbalik menjadi turun, atau sebaliknya.

Pengetahuan mengenai support dan resistance ini bisa dipelajari secara menyeluruh dari beberapa buku sebelumnya, yaitu "Technical Analysis of Financial Market" karangan John Murphy, atau "Technical Analysis Explained" oleh Martin Pring.

Nah, setelah selesai membahas ketiga skill penting untuk mempelajari metode price action, sekarang kita masuk ke pertanyaan terakhir.

 

Bagaimana cara trading menggunakan metode price action?

Agar lebih mudah dipahami, saya menyusun langkah-langkah berikut ini:

  1. Tentukan struktur market atau kecenderungan tren harga pada time frame besar (higher time frame).
  2. Tentukan level-level penting di mana harga akan break atau reversal. Hal ini bisa dilakukan pada time frame yang sama dengan yang kita gunakan untuk menengok struktur market, maupun pada time frame lebih rendah.
  3. Tentukan sinyal entry pada level penting di time frame kecil (lower time frame).

Setelah menempuh ketiga langkah di atas, trader price action akan mampu menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah harga sedang trending, atau sideways?
  2. Apakah trending-nya kuat atau lemah?
  3. Dimana level atau area penting bagi pergerakan harga sebelumnya?
  4. Apakah harga sudah menyentuh level penting tersebut lagi?
  5. Apa saja tanda atau sinyal yang dijadikan sebagai acuan entry?

Jadi, pengambilan posisi (entry) adalah bagian terakhir dalam langkah-langkah penerapan metode price action. Trader tidak bisa langsung mencari posisi entry segera setelah membuka chart.

 

Studi kasus penerapan metode price action

Sekarang, kita coba simulasi cara menggunakan price action. Kita akan menganalisis pair XAU/USD dengan menggunakan metode price action.

  • Pertama, tentukan struktur market.

Dari gambar di bawah ini, bagaimana struktur market XAU/USD saat ini? Apakah trending atau sideways? Lalu apakah sedang impulse atau koreksi?

Trading dengan Metode Price Action

Jawabannya, struktur market sedang tren naik dan terkoreksi. Bagaimana cara menentukannya? Perhatikan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang terlihat dalam grafik.

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Nah, gambar di atas menunjukkan bahwa market sedang mengalami tren naik dan terkoreksi dalam time frame Daily. Koreksi terbentuk dalam pola segitiga. Kalau kita sudah mengetahui struktur market-nya, selanjutnya kita dapat melihat level harga penting sebagai acuan harga untuk entry.

  • Kedua, tentukan level-level penting.

Level penting dalam contoh kasus ini akan ditentukan menggunakan garis tren (trendline) yang membentuk pola segitiga koreksinya. Jika menggunakan skenario break, ada dua opsi yang dapat diambil. Pertama, Anda bisa buy ketika harga menembus (break) trendline atas. Kedua, Anda bisa sell apabila harga menembus trendline bawah.

Contoh Trading Menggunakan Price Action

Lain halnya apabila menggunakan skenario reversal. Opsi pertama dalam skenario reversal, acuan entry adalah sell ketika harga tertahan pada trendline atas. Opsi kedua, buy apabila harga tertahan pada trendline bawah.

Contoh Trading Menggunakan Price Action

Jadi, strategi entry ditentukan oleh skenario trading pilihan Anda. Apakah break seperti gambar pertama, atau reversal seperti gambar kedua? Jawaban ini Anda bisa tentukan sendiri. Intinya, Anda harus mengetahui dimana level-level penting harga tersebut.

  • Ketiga, menentukan sinyal entry.

Untuk sinyal entry, Anda dapat menggunakan pola candlestick reversal pada time frame H4. Perhatikan dua skenario entry pada grafik yang sama di bawah ini.

Gambar 1:

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Gambar 2:

Contoh Trading dengan Metode Price Action

Pola candlestick reversal yang biasa saya gunakan untuk entry pada time frame H4 ada tiga, yaitu engulfing, pin bar dan inside bar. Berdasarkan pengalaman trading dalam timeframe H4, ketiga pola ini mempunyai akurasi yang cukup bagus sebagai sinyal entry.

Pesan terakhir saya, teruslah berlatih dan belajar jika ingin menggunakan metode price action sebagai metode trading. Seperti kata pepatah, "alah bisa karena biasa". Segala sesuatu yang sulit pasti akan terasa lebih mudah apabila sudah biasa dikerjakan. Begitulah proses belajar.

Semoga pembahasan mengenai metode price action ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman semua. Ilmu trading begitu luas sehingga ada baiknya untuk selalu mengikuti informasi dan berita terbaru dari dunia trading.

 

FAQ Trik Trading dengan metode Price Action

 

1. Apa yang dimaksud dengan price action?

Metode price action adalah sebuah metode trading dengan menganalisis pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

 

2. Mengapa price action digunakan sebagai metode trading?

Para analis percaya bahwa market memiliki memori. Maksudnya, trader sebagai pelaku pasar memiliki kebiasaan untuk mengingat sesuatu yang terjadi sebelumnya. Apa yang terjadi di masa lalu, bisa terulang lagi di masa depan.

 

3. Skill apa yang harus dimiliki untuk menggunakan price action?

Ada tiga skill dasar yang harus dikuasai oleh pengguna price action, yaitu:

  • Skill membaca candlestick
  • Skill membaca struktur market
  • Skill membaca support dan resistance

 

4. Bagaimana cara menggunakan metode price action?

Untuk menggunakan price action, pertama-tama trader harus menentukan tren harga pada time frame besar. Kemudian tentukan level-level penting dimana harga akan break atau reversal. Terakhir, tentukan sinyal entry pada level penting di time frame kecil.

 

5. Apa masalah utama trader saat belajar price action?

Masalah price action saat ini bukan karena ketersediaan informasi, tetapi karena kualitas informasi yang didapat trader kurang maksimal. Oleh karena itu, sebaiklnya trader banyak-banyak belajar dari sumber yang bisa dipercaya seperti kursus, buku, hingga artikel-artikel tentang price action.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sivi |  26 Jun 2012

master, saya ingin tanya tentang price action. bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana cara analisanya? terima kasih

Lihat Reply [38]

@ Herald Parhusip:

MA maupun EMA adalah indikator yang dihitung secara matematis, dan bukan digunakan untuk mendeteksi price action, tetapi untuk mengkonfirmasi valid atau tidaknya price action.

Sedangkan price action adalah sebuah bar candlestick atau beberapa bar candlestick yang membentuk formasi atau pola tertentu.
Bar candlestick tunggal yang membentuk formasi tertentu misalnya pin bar dan doji. Beberapa bar candlestick yang membentuk pola tertentu misalnya bullish atau bearish engulfing, morning star atau evening star dsb.

Mengenai MA dan EMA, EMA responnya lebih cepat karena pembobotan pada rata-rata harga terakhir lebih besar dibandingkan dengan MA yang konstan (tetap). Penggunaan MA atau EMA yang akurat harus melalui backtest atau forward test, mana yang lebih akurat sebagai support atau resistance dinamis. Untuk time frame rendah biasanya digunakan EMA karena responnya lebih cepat.

- …. bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Bentuk pin bar seperti ini:  Bentuk pin bar



Pin bar mengisyaratkan kemungkinan terjadi reversal (pembalikan) arah pergerakan harga. Yang sebelah kiri pin bar untuk bearish reversal, dan yang sebelah kanan pin bar untuk bullish reversal. Untuk mengetahui terbentuknya pin bar adalah dengan pengamatan. Apakah dalam rentetan candlestick pada pergerakan harga terdapat formasi pin bar atau tidak. Contohnya ada pada artikel tersebut.

M Singgih   8 Oct 2018

Price action itu artinya aksi harga. Biasanya mereka yang trade menggunakan PA ini adalah menggunakan pola pergerakan candle.

Salah satu Pola Price action adalah Pola PIN BAR.  PIN BAR merupakan salah satu Price Action / aksi dari pergerakan harga  yang sering muncul saat  tekanan jual / beli sangat Kuat, tetapi  setelah penutupan harga dan pembukaan harga baru, candle sebelumnya menyisakan atau memperlihatkan garis panjang.

Bagaimana cara melatihnya,

1. Anda buka chart semua  TF . silahkan anda amati pola dari Pin Bar ini.
2. Dalam TF h1 - D1 Tekanan Pin bar ini sangat Kuat
3. Dalam Prakteknya anda bisa menempatkan indikator pembantu lainnya seperti daily pivot

Thanks

Basir   26 Jun 2012

@ Sivi:

Jika diartikan secara harfiah, Price Action berarti pergerakan harga. Secara lebih lanjut, strategi Price Action didefinisikan sebagai aktivitas trading yang dilakukan dengan mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga, termasuk pengambilan keputusan untuk entry dan exit-nya. Strategi ini juga banyak digemari oleh trader, karena tak perlu penggunaan indikator teknikal yg kerap dianggap rumit. Ulasan mengenai strategi Price Action berikut cara analisanya bisa Anda baca di sini:

Terima kasih.

M Singgih   2 Oct 2019

Secara sederhana Price Action diartikn sebagai aksi dari pergerakan harga. Keuntungan utama metode trading price action adalah metode ini bisa digunakan dengan sederhana.

Kita hanya perlu fokus pada pola pergerakan harga pasar apa adanya serta level-level support dan resistance. Indikator teknikal sangat minim digunakan, biasanya hanya indikator moving average untuk konfirmasi.

Thanks.

Basir   12 Nov 2014

Strategi ini sederhana tetapi sangat powerful, dan jika diterapkan dengan sabar dan disiplin bisa menjadi acuan yang kuat dalam trading. Price action ini ada banyak versi dan variasinya, dan biasanya dianalisa dengan pola candlestick ataupun pola chart yang memerlukan formasi harga dalam gambaran lebih besar.

Price action biasanya tidak membutuhkan indikator untuk menghasilkan sinyal. Namun bagi yang masih awam atau pemula, indikator untuk price action biasanya masih dibutuhkan untuk mengkonfirmasi sinyal.

Thanks

Basir   21 Nov 2014

Untuk Teo

Price action berarti pergerakan harga. Price action trading bisa diartikan trading dengan lebih mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga itu sendiri. Dengan demikian keputusan untuk entry ataupun exit lebih didasarkan pada perubahan pola, bentuk atau setup formasi bar candlestick.

Trading dengan cara ini tidak menggunakan indikator teknikal yang dianggap lagging atau selalu ketinggalan terhadap perubahan harga pasar. Alat bantu teknikal hanya terbatas pada indikator moving average, garis-garis horisontal dan garis-garis level Fibonacci retracement untuk membantu menentukan arah trend dan level-level support maupun resistance.

Trader percaya bahwa perubahan sentimen pelaku pasar dalam periode waktu tertentu telah tercermin dalam pola, bentuk atau setup formasi candlestick. Price action tidak bisa digolongkan seratus persen dalam analisa teknikal karena sangat sedikit sekali menggunakan indikator teknikal.

Saya belum menemukan indikator pendeteksi price action, namun anda bisa menggunakan candle sebagai indikatornya.

Thanks.

Basir   10 Dec 2015

@ Bashri:
Perbedaannya dimana Pak? Menurut saya dasar-dasar price action sama saja, mungkin strategi tradingnya berbeda tergantung dari bagaimana menerapkannya.

Kalau di artikel-artikel kami tentang price action sebagian besar bersumber dari Nial Fuller, dan Nial sendiri selalu menerapkan strategi tradingnya berdasarkan price action, dan menurut dia profitable. Ia juga pernah memenangkan kompetisi trading dengan strategi price action tsb (baca: Nial Fuller Wins Million Dollar Trader Competition ).

M Singgih   27 Aug 2016

Untuk Erwin Tembesi..

Price Action bisa diterapkan di segala jenis pasar, hanya saja tingkat kekuatannya bisa berbeda-beda. Price Action sendiri merupakan alat bantu, sama halnya dengan indikator lainnya yang digunakan untuk menganalisa pergerakan harga.

Thanks

Basir   25 Jul 2017

@ Risa Sri Mulyanti:

- Benar, harus dikonfirmasi oleh bar berikutnya dan juga indikator teknikal dan alat bantu level resistance atau support (kalau tidak kelihatan dari pengamatan bisa dengan bantuan Fibonacci retracement atau expansion).

- Cara eksekusinya bisa dengan instant execution (berdasarkan market price) atau dengan pending order pada level resistance atau support tertentu.
Kalau Anda belum berpengalaman sebaiknya dengan pending order supaya kalau gagal, order tersebut bisa Anda batalkan (cancel), tetapi harus ada level resistance atau support sebagai patokan untuk entry. Kalau tidak tampak adanya level resistance / support untuk patokan maka Anda harus entry dengan instant execution.

Jenis pending ordernya (stop atau limit) tergantung dari kondisi pergerakan harga yang telah dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Jangan lupa selalu memasang stop loss dan target profit.

Berikut ini contoh pada EUR/USD daily:


Pada (1) trend sudah mulai turun (ADX dibawah level 25), tetapi kurva indikator RSI gagal menembus level 50 (center line) dan harga kembali naik.
Setelah ada konfirmasi bahwa kemungkinan harga akan bergerak turun, maka Anda bisa memasang order sell stop pada level A, yaitu level support terdekat.

Konfirmasinya oleh:
- Terbentuknya formasi shooting star yang mengindikasikan pergerakan bearish,
- Harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands,
- Kurva RSI telah menembus level 50,
- Garis histogram ADX telah berganti warna merah (bearish).
Anda juga bisa langsung entry dengan instant execution ketika harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands dan kurva RSI telah menembus level 50, dan garis ADX telah berganti warna merah, tetapi kalau masih ragu atau takut jangan-jangan harga akan kembali naik, sebaiknya pasang pending order sell stop.

- …. trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?

Jawaban:

Cara trading dengan price action memang berdasarkan time frame trading yang Anda gunakan. Kalau Anda menggunakan time frame daily dan tampak adanya sinyal dari price action maka eksekusi berdasarkan time frame daily tersebut, pada time frame yang lain mungkin saja formasi price action-nya berbeda atau bahkan tidak ada sinyal price action sama sekali.

Kalau Anda trading di time frame rendah (H1 kebawah), sebaiknya melihat arah trend pada time frame yang lebih tinggi (H4 atau daily) untuk memastikan arah pergerakan harga. Anda juga bisa mencari momentum entry yang tepat pada time frame yang lebih rendah. Tetapi kalau Anda masih pemula atau belum banyak pengalaman tidak perlu menerapkan teknik tersebut.

Kalau Anda sudah menggunakan time frame daily cukup dengan sinyal price action dan konfirmasi indikator teknikal pada time frame daily tersebut.

M Singgih   8 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

Di tanggal pertanyaan Anda (4 Desember 2017), EUR/USD Daily sedang uptrend dengan koreksi (korektif bullish), bukan sideways:

                   

Garis histogram ADX berwarna hijau dan berada diatas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat, dan kurva indikator sma 100 juga membentuk sudut positif (bukan datar).

Sedang di time frame H4 sedang downtrend:

                             

Inside bar, mother bar dan level support berapa yang Anda maksudkan?

Kalau Anda mengikuti cara trading Nial Fuller dengan menggunakan ema 8 & ema 21 di time frame daily, di time frame H4 juga bisa menggunakan ema 8 dan ema 21. Kedua ema tsb dimaksudkan sebagai resistance dan support dinamis.

M Singgih   10 Dec 2017

permisi pak. mau tanya sedikit. indikator moving average periode berapa ya pak untuk mengetahui akan terjadi reversal yang cukup akurat untuk time frame 1 hari..? 

Edwin Widianto   16 Jun 2019

@ edwin widianto:

Pergerakan reversal biasanya diamati dari bentukan price action yang dikonfirmasi dengan indikator trend. Indikator Moving Average (MA) memang bisa digunakan sebagai konfirmator, biasanya dengan 2 MA yang mana kurvanya saling berpototongan (crossing).

Untuk time frame daily biasanya digunakan kombinasi antara SMA 200 dengan SMA 100 atau EMA 100, SMA 89 atau EMA 89, SMA 55 atau EMA 55, SMA 50 atau EMA 50.
SMA 200 daily lazim digunakan trader sebagai acuan arah trend. 

M Singgih   18 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

Untuk memulai trading dengan price action seperti Nial Fuller maka pertama kali harus bisa membaca arah trend, kondisi yang bagaimana suatu pergerakan harga disebut uptrend atau downtrend. Setelah itu mengetahui formasi price action apa saja yang mempengaruhi arah pergerakan harga sehingga Anda bisa membaca sinyal yang diberikan oleh formasi price action tersebut. 

Resistance dan support baik yang statis (garis horisontal) yang ditentukan dari pengamatan atau Fibonacci (retracement dan expansion), maupun yang dinamis (dari kurva moving average) adalah alat bantu (tools) untuk mengkonfirmasi validitas price action.

- …. dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

Jawaban:

Cara yang benar untuk menentukan resistance dan support memang seperti itu, sehingga Anda tahu mana resistance / support utama dan mana yang minor.

- … lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga?

Jawaban:

Kalau Nial Fuller memang menerapkan ema 8 dan 21 di semua time frame, tetapi kebanyakan trader hanya menggunakan periode tersebut pada time frame H1 kebawah. Untuk time frame H1 keatas sering kali digunakan ema 34, 55 atau 89. Saya sendiri menggunakan ema 34, 55 atau 89 untuk time frame H1, H4 dan daily, dengan kombinasi sma 200 untuk time frame daily.

- …. untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?

Jawaban:

Tergantung dari time frame trading utama yang Anda gunakan. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar dan berlaku pada semua time frame. Noise memang bisa mengakibatkan false signal tetapi tidak selalu, karena mana signal yang noise dan mana yang benar kita tidak tahu dengan pasti.
Kalau Anda ingin menghindari noise maka tradinglah pada time frame tinggi seperti yang dilakukan Nial Fuller dan sering disebutkan dalam artikel-artikelnya..

M Singgih   7 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

- …. gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini?

Jawaban:

Silakan baca: Analisa Teknikal 7-14 Desember 2017: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD

- … lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?

Jawaban:

 

Belum tentu, harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal untuk mengetahui validitas price action tersebut. Seperti fakey bar kan harus dikonfirmasi oleh bar sesudahnya dan juga penunjukan indikator saat itu. Ema 8 dan ema 21 berfungsi sebagai kurva resistance / support.

Kalau harga bergerak diatas kedua kurva tersebut maka cenderung bullish dan sebaliknya jika bergerak dibawah keduanya. Jika berada diantara kedua kurva ema 8 dan ema 21 sebaiknya tunggu tejadinya crossing (perpotongan) keduanya.

M Singgih   12 Dec 2017

@ Anam:

Garis horisontal, maksud Anda level-level resistance dan support?
Tidak ada ketentuan minimal untuk level resistance dan support dalam menerapkan strategi trading dengan price action. Price action adalah sinyal untuk entry. Validitasnya bisa dikonfirmasi dengan indikator teknikal dan juga level resistance atau support.

Level resistance atau support adalah salah satu konfirmatornya, tetapi tidak mutlak. Memang sinyal dari price action tersebut akan lebih kuat (lebih valid) jika terkonfirmasi oleh level resistance atau support.
Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   23 Nov 2018

@ Rommy:

Tidak seperti indikator teknikal yang bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga, price action dianggap sebagai leading indicator, atau yang bersifat mendahului pergerakan harga selanjutnya, sehingga dianggap akurat untuk memprediksi pergerakan harga. Yang perlu dipahami dalam trading dengan price action adalah:

1. Memahami bentuk-bentuk bar yang menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga (price action) selanjutnya, dan juga pola-pola chart yang terdiri dari beberapa bar, dan menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya.

2. Dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, MACD, parabolic SAR, Bollinger Bands dan juga ADX. Meskipun indikator teknikal bersifat lagging, tetapi sangat mendukung validitas kemungkinan pergerakan harga selanjutnya yang ditunjukkan oleh price action.

M Singgih   28 Jan 2019

@ edwin widianto:

Untuk pola chart yang bersifat trend continuation adalah pola flag, pennant, triangle dan juga wedge.

Untuk price action, biasanya pin bar yang muncul ditengah trend pergerakan harga, dan memiliki ekor yang searah dengan arah trend. Mengenai pin bar ini, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator teknikal.
Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   10 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

- Belum cukup, harus dikonfirmasi dengan indikator untuk menghindari false break.

- Stochastic termasuk dalam indikator oscillator yang akurat pada kondisi pasar yang sedang sideways, untuk kondisi pasar yang trending penunjukan overbought / oversold pada stochastic akan false (salah).
Stochastic bisa Anda gunakan pada kondisi sideways, sedang pada kondisi trending kami anjurkan menggunakan indikator MACD. Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:

Tampak overbought/oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways akan false (tidak akurat).

M Singgih   16 Nov 2017

@Kendra_luth: Pertanyaan ini jawabannya banyak sekali. Pin Bar bisa Anda gunakan sebagai signal/trigger entry.

Namun sebelum masuk ke signal, Anda harus melihat struktur harga dan levelnya terlebih dahulu.

Untuk melihat struktur dan level harga, banyak cara yang bisa Anda gunakan. Bisa menggunakan indikator, atau tanpa indikator.

Berikut ini saya berikan contoh strategi trading forex yang menggunakan pin bar sebagai signal/trigger entry.

  • Struktur: menggunakan moving average (MA). Fokus ke market trending.
  • Level: menggunakan support/resisten.
  • Signal: menggunakan pin bar

Kondisi Buy:
- Trend naik, ditunjukkan dengan harga yang berada diatas garis MA.
- Harga mendekat level support yang penting
- Buy ketika harga membentuk pin bar saat menguji level support

Kondisi Sell:
- Trend turun, ditunjukkan dengan harga yang berada dibawah garis MA.
- Harga mendekat level resisten yang penting
- Sell ketika harga membentuk pin bar saat menguji level resisten

Kiki R   19 Mar 2022

@ Yustina Sinaga: Semua pergerakan harga yang direpresentasikan dengan candlestick tentu akan menunjukkan bentukan price action yang bisa digunakan sebagai sinyal untuk entry. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar, jadi akan muncul di semua peregerakan harga candlestick, baik itu forex, saham, futures, komoditi dan juga mata uang kripto.

M Singgih   25 Mar 2022

apa yang dimaksud trading dengan price action? mohon penjelasannya lebih lanjut.

Isnain   12 Nov 2014

indikator apa yg paling tepat digunakan untuk price action?

Risky Fadila   21 Nov 2014
apa ada indikator pendeteksi price action ?
price action slh 1 naked trading tp bisa tdk untuk dipakai trading dg indikator ?
Teo   9 Dec 2015
Belajar price action yang paling bagus dan paling di rekomendasikan belajar dari mana ya? karena sy sudah melihat beberapa website diantaranya Al Brook video course, Forex4noobs, Nial Fuller.

Diantara ketiganya kelihatannya sangat berbeda strategi price actionnya.
Bashri   26 Aug 2016
apakah price action bisa diterapkan di segala jenis pasar?
ERWIN TEMBESI   21 Jul 2017
coach saya ingin bertanya, bagaimana tahapan menjalankan price action seperti yang nial fuller lakukan? dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga? untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?
Muhammad Yusuf   3 Dec 2017

Apakah price action dapat di digunakan untuk trading di semua market? Misalnya saham, forex, kripto, dll...

Yustina Sinaga   23 Mar 2022

Apa saja poin-poin atau elemen yang diutamakan dalam price action. Karena kita trading dengan mengamati price act atau pergerakan harga saat ini?

Rommy   25 Jan 2019

apakah bisa memakai MA bkn EMA dlm price action?, bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Herald Parhusip   5 Oct 2018
coach, boleh minta tolong berikan gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini? lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?
Muhammad Yusuf   5 Dec 2017
mas klo entry price action itu harus ada confirm dari bar selanjutnya kan? gmn cara entrynya? eksekusi market biasa apa pake pending order buy sell stop atau buy sell limit? trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?
Risa Sri Mulyanti   6 Dec 2017

Bagaimana strategi trading forex menggunakan price action dengan pin bar?

Kendra_luth   18 Mar 2022

permisi pak. maaf mau nanya lagi. apa saja bentuk atau pola chandle price action sebabagai penanda trend akan berlanjut. 

Edwin Widianto   29 May 2019
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Master, Untuk Trading dengan price action, Jika di TF Daily sedang sideways dan di H4 sedang trend naik seperti EU saat ini, bagaimana cara kita trade with the trend apakah suport resistance di daily chart menjadi trendnya?

dari pengamatan saya, di H4 juga sudah terjadi inside bar terhadap level suport jangka pendeknya walaupun trendnya naik, jika saya entry sell di mother bar tsb apakah saya melawan trend? lalu moving average berapa yang bisa digunakan di TF H4? mengingat di TF daily Ema 8&21 lalu di TF H4nya brapa?

Muhammad Yusuf   4 Dec 2017

Apakah ada rekomendasi buku untuk belajar menggunakan price action kak?

Dzulfikar   10 Jun 2022

@Dzulfikar: Buku yang saya rekomendasikan mengenai price action dan analisa teknikal khususnya ada 5.

1. Technical analysis of stock trends oleh Edward & Magee

2. Technical analysis of financial markets oleh John Murphy

3. Technical analysis explained by Marting Pring

4. Japanese Candlestick by Steve Nison

5. Beyond Candlestick by Steve Nison

Buku ini adalah buku dasar yang digunakan dalam International Federation of Technical Analysis (IFTA). Materi di buku ini lengkap dan menjelaskan tentang price action dan analisa teknikal dari yang paling dasar.

Kiki R   13 Jun 2022

Berapa garis horizontal minimal yang harus dipasang untuk trading menggunakan metode price action ?

Terimakasih 

Anam   21 Nov 2018
 Tria Sinulingga |  30 Oct 2015

Salam master,,,

saya tertarik belajar trading price action dari Nial Fuller yang hanya menggunakan pin bar, inside bar, atau fakey bar.

Tetapi ada perbedaan bentuk candle antara broker yang satu dngan yng lainnya.misalnya, pada broker A telah terbentuk pin bar, tapi pada broker B tidak terbentuk pin bar.

gimana cara antisipasinya master??
apa price action hanya bisa diterapkan pada broker tertentu aja?

Lihat Reply [9]

@agung:

Memang harga penutupan daily untuk setiap broker berbeda, tergantung dari lokasi server broker tersebut. Tetapi formasi price action dan pola pergerakan harga pada chart trading antar broker tidak jauh berbeda dan jika dianalisa seharusnya memberikan kesimpulan yang sama.

Dalam hal ini para trader profesional biasanya menggunakan harga penutupan pasar New York sebagai patokan. Jam penutupan pasar New York berbeda 12 jam dari WIB (untuk bulan Nopember - Maret) atau 11 jam dari WIB (Maret - Nopember). Kalau Anda menggunakan platform Metatrader 4 dan trading pada broker yang servernya mengikuti waktu New York maka saat ini beda waktu Metatrader Anda dengan WIB adalah 11 jam (waktu Metatrader = WIB - 11 jam).
Untuk keterangan bisa baca: How To Trade ‘End Of Day’ Price Action Strategies at New York Close

M Singgih   21 Apr 2016

@ Muhammad Yusuf:

Bentuk candle antar broker tidak berbeda jauh. Arah pergerakannya tetap sama. Misal broker A arahnya naik maka pada waktu yang bersamaan broker B arahnya juga naik. Jadi price action yang terbentuk juga sama.

… jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak….
- Bisakah Anda tunjukkan perbedaan kedua broker tersebut disini? Disertai dengan gambar chart dan nama brokernya, pada jam yang sama saat terjadi perbedaan price action tsb.

…. lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2
- Jelas berbeda-beda Pak, karena tinggi rendahnya volatilitas setiap saat nggak sama. Pada saat volatilitas sedang rendah Average True Range-nya tentu akan lebih rendah dibandingkan saat volatilitas sedang tinggi.

M Singgih   6 Apr 2018

@ Tria Sinulingga:
Nial Fuller hampir selalu trading pada time frame daily, dan pada time frame daily antar broker biasanya jarang terjadi perbedaan, yang sering berbeda adalah pada time frame H1 (1 jam) kebawah (30 menit, 15 menit dsb). Tetapi meskipun terjadi perbedaan, arah pergerakan harganya tetap akan sama dan sinyal yang diberikan dari pergerakan candlestick seharusnya juga sama.

Formasi candlestick (price action) antara 2 broker mungkin ada keterlambatan tetapi bukan perbedaan, misal pada broker A sudah terbentuk pin bar sementara broker B belum, tetapi akan terbentuk juga nantinya.  
Untuk trading hendaknya berpatokan pada satu broker saja, jika Anda trading pada broker A ikutilah pergerakan candle pada broker A, demikian juga jika Anda trading pada broker B. Biasanya pergerakan harga antara broker-broker yang teregulasi dengan benar tidak jauh berbeda.

M Singgih   3 Nov 2015

seperti yang kita tahu master, bentuk candle di setiap broker dapat berbeda2 akibat perbedaan waktu buka server mereka. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengatasi problem ini bagi seorang price action trader? jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak. apa yg harus kita lakukan? lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2 jumlahnya pak. mhon bantuannya

Muhammad Yusuf   5 Apr 2018

Bagaimana kita bisa trading dengan price action jika closed candle tiap broker berbeda sehingga bentuk candle juga berbeda? jam berapa sebetulnya closed candle D1 waktu WIB?

Agung   20 Apr 2016

Apakah ada buku-buku tentang forex yang membahas tentang price action sebagai bahan belajar forex?

Bima   20 Jul 2022

@Bima: Banyak namun sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris. Berikut ini beberapa buku yang menjadi rujukan para analis teknikal di seluruh dunia.

1. Japanese Candlestick Charting Techniques oleh Steve Nison

2. Technical Analysis of Financial Markets oleh John Murphy

3. Technical Analysis Explained oleh Marting Pring

4. Trading Price Action Trend oleh Al Brooks

5. Encyclopedia of Chart Patterns oleh Thomas N. Bulkowski

Kiki R   21 Jul 2022

Kapan saat yang tepat menggunakan sinyal Price Action, dan kapan waktu untuk mengabaikan sinyal dari price action?

Efendi   22 Nov 2022

Price action adalah metode, Anda akan selalu menggunakan price action mulai dari melakukan pemilihan pair sampai ke tahan entry market.

Sama halnya jika Anda mempunyai metode lain, Anda tentu akan selalu menggunakan metode tersebut dalam melakukan trading.

Jadi, price action bukanlah hal yang bisa kita gunakan dan tidak gunakan.

Pertanyaan ini lebih tepat jika ditanyakan mengenai strategi, seperti strategi menggunakan pola candletick bullish pin bar.

Contoh pertanyaannya:

"Kapan saat yang tepat menggunakan sinyal dari bullish pin bar dan kapan saatnya untuk mengabaikan sinyal dari pola tersebut?"

Kalau ini yang ditanyakan, maka kami akan menjawab seperti apa kriteria-kriteria yang cocok untuk pola candlestick ini.

Kiki R   22 Nov 2022
 Adimas |  17 Jun 2017

Tolong kasih rekomendasi indikator bawaan metatrader penunjang trading dengan price action + settingannya serta cara menggunakannya ketika sedang trading. Terima kasih.

Lihat Reply [15]

Untuk Adimas..

Untuk hal ini anda harus mengetahui dulu apa itu Price Action. Price Action adalah aksi /pergerakan harga dari sebuah instrument (mata uang, saham atau komoditas). Ada banyak dasar untuk mengetahui aksi dari pergerakan harga, dimana harga bisa dianalisa dengan pola Candle, level Support dan yang lainnya. Sebagai rujukan anda bisa membaca ulasannya di Mengenal Price Action

Untuk indicator bawaan MetaTrader, anda bisa menggunakan Stochastic Oscillator. Indikator ini sangat cocok untuk mengetahui trend, level atau titik jenuh. Terkait penggunaannya, ada bisa membaca ulasannya di signal stochastic.

Terima kasih.

Basir   20 Jun 2017

@ Muhammad Yusuf:

Yang dipantau (baik resistance maupun support) adalah level yang gagal ditembus minimal 2 kali.
Menurut teknik CSR 100: RBS yang valid adalah yang sudah di-retest minimal 2 kali. Kalau terjadi false break dan harga penutupan candlenya masih dibawah level resistance yang di-break maka belum valid. Retest candle adalah candle yang harga penutupannya diatas level resistance yang di-break.

Jadi kalau sudah di-retest minimal 2 kali maka level resistance tersebut jadi support, atau BS-nya valid.
Berikut contohnya pada EUR/USD H4:

M Singgih   24 Nov 2017

@Zainal Arifin: Saya menyarankan indikator moving average atau stochastic.

  • Untuk struktur, Anda bisa melihat indikator moving average.
  • Untuk level, gunakan support/resisten atau supply/demand
  • Untuk trigger entry, gunakan indikator stochatic.

Anda bisa menggunakan banyak kombinasi indikator, namun panduannya adalah struktur, level dan signal.

Kiki R   8 Mar 2022

@ Kyubi Hamuro:

Untuk mengkonfirmasi valid tidaknya price action adalah dengan indikator trend. Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, MACD, parabolic SAR dan juga ADX.

 

M Singgih   19 Apr 2022

Indikator apa yang cocok digabungkan dengan strategi price action

Kyubi Hamuro   18 Apr 2022

bagusnya price action dikombinasikan dengan indikator apa ya?

Zainal Arifin   8 Mar 2022

Apakah strategi Price Action membutuhkan timeframe besar agar mendapatkan sinyal trading valid?

Eka Sujana   30 May 2022

@Eka Sujana: Tidak, tunakan time frame sesuai kebutuhan.

Seorang scalper tidak perlu melihat ke time frame Daily, Weekly dan Monthly untuk mendapatkan sinyal trading valid. Cukup di time frame H1/H4 untuk menentukan arah dan masuk di M5/M1.

Sedangkan bagi trader swing wajib untuk melihat time frame Daily dan Weekly karena posisinya masuk pada time frame H4/H1 dan bisa ditahan berhari-hari.

Jadi, penggunaan time frame bagi masing-masing trader berbeda-beda.

Kalau Anda menggunakan sinyal trading dari price action berupa pola candlestick, maka Anda disarankan menggunakan time frame H4 keatas. Kenapa?

Karena pola candlestick pada time frame H1 kebawah mempunyai banyak false signal sehingga kalau Anda belum paham mana yang false dan true maka pasti Anda banyak mengalami loss.

Sedangkan apabila Anda menggunakan H4, potensi berhasilnya lebih besar dan lebih sedikit false signal.

Kiki R   1 Jun 2022

izin bertanya coach, Jika Saya ingin menggunakan teknik csr100, suport dan resistance mana yang di pantau? jika resistance sudah di break namun false break lalu ter jadi break lgi dan berubah jadi rbs apakah itu rbs yang valid?

Muhammad Yusuf   22 Nov 2017

Jika trading menggunakan sinyal dari candlestick dari price action, pola candle seperti apa yang bisa dijadikan acuan sebagai penerusan trend? Dan pola apa yang bisa dijadikan acuan penanda reversal? Makasih

Logan   8 Jun 2022

@Logan: Pola candle penerusan yang bisa Anda gunakan sebagai acuan penerusan trend adalah marubozu yang mempunyai ciri-ciri batang candle yang panjang dan tanpa shadow.

Munculnya candle ini menandakan seller/buyer sangat agresif dan kemungkinan besar akan melanjutkan trend.

Sedangkan pola yang bisa dijadikan acuan reversal trend adalah engulfing dan pin bar. Kedua pola candlestick ini jika terbentuk pada level yang penting mempunyai tingkat keberhasilan yang bagus.

Kiki R   8 Jun 2022

Bagaimana penerapan strategi price action untuk swing trading? Dan indikator apa saja yang diperlukan?

Rendy Gustiawan   10 Jun 2022

@Rendy Gustiawan: Penerapan strategi price action untuk swing trading sama seperti yang sudah dijelaskan di atas.

1. Struktur >> tujuannya melihat arah harga >> keputusan sell/buy/wait

2. Level >> tujuannya melihat area harga entry 

3. Signal >> tujuannya melihat kapan bisa entry >> entry atau tidak

3 poin di atas bisa Anda jalankan dengan full price action atau dengan indikator.

Bila menggunakan price action:

1. Struktur menggunakan high dan low

2. Level menggunakan support/resisten atau supply/demand

3. Signal menggunakan pola candlestick atau pola grafik

Sedangkan apabila menggunakan indikator, contoh indikator yang bisa digunakan:

1. Struktur menggunakan moving average (indikator berjenis trend)

2. Level menggunakan pivot point/fibonacci retracement/RSI/stochastic

3. Signal menggunakan stochastic, MACD

Kiki R   13 Jun 2022

Apakah trader price action juga memerlukan analisa trend harian? Bagaimana cara menggabungkannya dengan teknik price action dan analisa trend?

Ucok Sanjaya   12 Sep 2022

Trader price action juga menggunakan analisa tren harian, khususnya yang bertipe daytrader.

Cara menggabungkannya keduanya juga sederhana.

Tren untuk mengidentifikasi arah harga. Sedangkan price action untuk menentukan level dan trigger entry.

  • Kalau tren naik >> fokus posisi buy
  • Kalau tren turun >> fokus posisi sell

Selanjutnya, menentukan level bisa menggunakan support/resisten atau supply/demand.

Terakhir, trigger entry bisa menggunakan pola grafik atau pola candlestick.

Kiki R   14 Sep 2022
 

Komentar @inbizia

Info yang saya dapat dari Master, Bisa
Banyak trader profesional yang hanya mengandalkan analisa teknikal dan bisa profit dengan konsisten, contohnya Nial Fuller dari Australia yang hanya mengandalkan price action dan sedikit indikator teknikal.
Hanya saja harus menghindari entry menjelang dan pada saat rilis data fundamental berdampak tinggi. Tunggu kira-kira 30 menit setelah data dirilis dimana volatilitas sudah kembali normal dan arah pergerakan harga sudah jelas.
 Bagas |  14 Sep 2021
Halaman: Pengertian Analisa Fundamental
sebaiknya untuk entry menunggu sinyal yang valid yang dihasilkan oleh price action, jangan entry berdasarkan feeling atau tanpa metode tertentu
 Imran Rashid |  19 Apr 2022
Halaman: Cara Bermain Forex Aman Dengan Money Management
Kok penangkapanku berbeda ya? Dibilang jelas kalau "Fundamental pasar telah direfleksikan dalam harga pasar saat ini." itu artinya, ketika seorang trader belajar analisa teknikal, dia juga sudah belajar fundamental pasar yang terefleksikan melalui price action. ingat, price action itu termasuk analisa teknikal.
 Wong Dwi |  28 Apr 2022
Halaman: Pengertian Analisa Teknikal
@Yohanes: Kalo itu gak valid, jadi yang valid gimana? Apakah candle-nya yang itu harus close di luar garis resistance-nya? Yang valid adalah candle-nya harus close diluar garis resistance-nya. Bisa telat ambil posisi dong kalo beneran breakout? Apakah ada konfirmasi lainnya? Telat tapi lebih aman dari false breakout. Kalau terburu-buru entry, Anda bisa terkena false breakout dan kejadian ini cukup banyak terjadi dalam trading forex. Konfirmasi menggunakan price action ini sudah mumpuni walaupun tanpa menggunakan indikator tambahan. Perbanyak latihan agar kejelian melihat breakout dan sabar dalam menunggu breakout selesai.
 Kiki R |  6 Jul 2022
Halaman: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action
@Jony: Beberapa buku price action yang saya rekomendasikan untuk pemula. 1. Technical Analysis of Financial Markets oleh John Murphy 2. Japanese Candlestick Charting Techniques oleh Steve Nison 3. Technical Analysis Explained oleh Martin Pring 4. Beyond Candlesticks oleh Steve Nison 5. Trading Price Action Trend oleh Al Brooks
 Kiki R |  15 Jul 2022
Halaman: Pertanyaan Paling Umum Tentang Price Action
Ya, termasuk naked trader. Naked trader biasanya mengandalkan sepenuhnya pada price action. Ada 3 poin penting dari price acion: 1. Melihat arah dari harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) 2. Menentukan area sell/buy dari support/resisten atau menggunakan supply/demand. 3. Entry bisa menggunakan pola candlestick/pola grafik Bagi trader yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dalam menggunakan price action, melihat arah, menentukan level sampai menentukan entry berdasarkan pola candlestick dapat dilakukan tanpa menggambar apapun pada grafik. Oleh karena itulah, trader lain melihat seakan-akan trader tersebut tidak menggunakan apapun di grafik.
 Kiki R |  26 Oct 2022
Halaman: Belajar Candlestick Kripto Untuk Mengikuti Trend

Komentar[6]    
  Meta   |   4 Sep 2020

Mantap kak infonya, mgkn kedepan bisa buat artikel yg lebih ramah terhadap pemula dgn tidak menampilkan istilah2 asing yg malah bikin pusing para pemula :) xixi

  Kiki R   |   7 Sep 2020

@Meta: Terima kasih untuk apresiasi dan koreksinya. Ke depannya saya akan perbaiki untuk istilah-istilah yang masih asing untuk pemula.

  Miftah   |   24 Sep 2020

Apakah koreksi terjadi setiap hari pada pair euro usd atau pair lainnya?

  Kiki R   |   4 Oct 2020

@Miftah: Belum tentu.

Pada dasarnya koreksi ada di semua pair dan semua time frame. Namun pada saat harga mengalami trending yang sangat kuat, maka koreksi bisa saja tidak terjadi. Jika terjadi pergerakan trending yang sangat kuat di time frame besar, maka kalau kita lihat di time frame kecil bisa jadi tidak ada koreksi.

Contohnya ada trending yang sangat kuat mengikuti gelombang Weekly atau Monthly (biasanya didorong oleh faktor fundamental yang sangat kuat), maka pada pair tersebut seharian bisa jadi tidak terjadi koreksi. Kalau kita perhatikan di time frame H1, tidka ada koreksi.
Namun perlu diingat, ini jarang terjadi, sebagian besar harga akan koreksi terlebih dahulu sebelum melanjutkan trend.

  Dara   |   12 Oct 2020

Merinding saya membaca artikel ini, banyak pengetahuan yang di berikan, banyak ilmu yang saya dapatkan, semoga Allah yang membalas Amin

Lalu dimana ya bisa saya dapatkan untuk buku2 tentang forex tsb? Terimakasih banyak

  Kiki R   |   22 Oct 2020

@Dara: Terima kasih atas doa dan apresiasinya.
Berikut ini daftar buku yang disebutkan diatas beserta link untuk membacanya:

Semoga bermanfaat.