Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

Fatma Adriana 25 Jul 2020Dibaca Normal 5 Menit
forex>strategi>   #pin-bar   #reversal   #strategi-trading
Pin Bar merupakan salah satu pola candlestick paling populer. Apa saja yang perlu diketahui saat menggunakannya sebagai sinyal reversal?

Percayakah Anda jika profit bisa didapatkan hanya dengan berpacu pada satu pola candle? Walaupun cukup sulit dipercaya, kenyataannya memanglah demikian. Dalam hal ini, Pin Bar menjadi contoh pola candlestick yang bisa menjadi acuan dalam trading.

Dilansir The Lazy Trader, Pin Bar dianggap penting karena merupakan salah satu pola Price Action paling populer untuk dipakai trading maupun diajarkan. Tak hanya efisien untuk menjadi acuan mencari posisi dengan profitabilitas menjanjikan, Pin Bar juga indikator yang bisa diandalkan untuk mengidentifikasi kemana market akan bergerak.

Pin Bar untuk strategi trading reversal

Salah satu strategi trading yang lazim menggunakan Pin Bar adalah metode reversal. Dalam artikel bertajuk Mengupas 3 Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal, Pin Bar terbukti ampuh menjadi salah satu komponen utama dalam analisa pembalikan trend.

Bagi Anda yang ingin menelisik Pin Bar lebih dalam, berikut ini kupas tuntas formasi candlestick Pin Bar dan penggunaannya dalam trading, khususnya untuk strategi reversal.

 

Formasi Pin Bar

Pada dasarnya, Pin Bar adalah pola 1 candlestick yang mencerminkan penolakan harga dari level tertentu. Pin Bar identik dengan body kecil dan shadow panjang di salah satu. Arah shadow itulah yang menandakan penolakan, sehingga harga biasanya dianggap akan bergerak di arah sebaliknya.

Bearish Pin Bar yang mensinyalkan pembalikan dari uptrend menjadi downtrend memiliki bentuk body kecil (level harga pembukaan hampir sama dengan penutupan), dengan shadow atas yang panjangnya berukuran minimal dua kali ukuran body. Sementara itu, shadow bawahnya sangat kecil atau bahkan tidak ada. Sinyal Bearish Pin Bar akan semakin valid bila ujung shadow atasnya bersentuhan dengan area resistance yang teruji.

Di sisi lain, Bullish Pin Bar yang mengindikasikan pembalikan dari downtrend menjadi uptrend memiliki body kecil dan shadow bawah yang panjangnya minimal dua kali dari ukuran body. Shadow atasnya tampak sangat kecil atau dalam beberapa kasus sama sekali tidak ada. Apabila shadow bawah candle ini bersentuhan dengan area support yang teruji, maka sinyal pembalikannya akan semakin valid.

Formasi Pin Bar

Beberapa trader berusaha menelaah warna Pin Bar sebagai konfirmator tambahan. Namun sebenarnya, baik Pin Bar hijau maupun merah sama-sama menandakan pembalikan ke arah uptrend jika shadow bawahnya lebih menonjol, begitu pula sebaliknya untuk Pin Bar dengan shadow atas yang lebih signifikan.

 

Cara Mengkonfirmasi Sinyal Reversal Pin Bar

Pin Bar bisa ditradingkan di pasar trending maupun sideways. Namun untuk meminimalisir sinyal trading dengan peluang profit yang kurang menguntungkan, maka kita di sini hanya akan menggunakan Pin Bar sebagai penanda reversal untuk menjaring peluang dari pembalikan trend.

Bagaimana caranya? Kunci menggunakan Pin Bar sebagai sinyal reversal adalah memilah mana Pin Bar yang berkualitas dan tidak berkualitas. Hal ini karena Pin Bar merupakan pola candle yang sangat sering muncul di chart, sehingga probabilitas sinyalnya cenderung rendah.

Pertama-tama, pastikan bahwa Pin Bar yang muncul hanya memiliki shadow panjang di satu sisi sebagaimana pola yang telah dicontohkan di atas. Jangan mengambil sinyal dari Pin Bar yang panjang shadow-nya relatif sama di kedua sisi, karena pola tersebut mengindikasikan ketidakpastian yang sangat kuat; antara buyer dan seller memiliki kekuatan yang seimbang. Selain itu, pastikan pula posisi Pin Bar terhadap trend harga yang sedang terbentuk.

Cara konfirmasi Pin Bar

Contoh grafik di atas menunjukkan contoh Pin Bar berkualitas dan valid yang memiliki tanda centang. Sementara itu, Pin Bar yang kurang berkualitas bisa dilihat pada contoh-contoh yang memiliki tanda silang.

 

Kedua, cermati apakah Pin Bar terbentuk di area Support Resistance kunci. Ingat, semakin sering area Support Resistance teruji, semakin valid pula batas-batas tersebut untuk dijadikan sebagai acuan pembalikan harga.

Cara konfirmasi Pin Bar untuk sinyal reversal

Pada chart di atas, terlihat bahwa Pin Bar yang berada dalam lingkaran kuning berada di area support penting. Pada bulan Juli, area tersebut sempat diuji oleh pergerakan harga tapi gagal ditembus.

 

Ketiga, perhatikan bagaimana kekuatan trend yang tengah terbentuk. Apabila trend belum berada di level jenuh, maka belum ada momentum yang kuat untuk menciptakan pembalikan. Kekuatan trend bisa diukur dengan indikator-indikator oscillator melalui level overbought dan oversold, indikator ADX yang memang diaplikasikan secara khusus untuk mengukur kekuatan trend, atau metode analisa Price Action yang bisa mengidentifikasi kekuatan trend tanpa indikator.

Konfirmasi Pin Bar dengan kekuatan trend

Contoh Bullish Pin Bar pada grafik di atas tidak hanya memiliki formasi yang berkualitas dan berada di area Support, tapi juga bertepatan dengan memuncaknya garis ADX yang menunjukkan sinyal jenuh. Nilai ADX saat itu mencapai 32.71 (pengukuran ADX versi TradingView), sehingga bisa menjadi patokan pembalikan trend dari arah downtrend menjadi uptrend.

 

Apabila sudah menemukan pola Pin Bar yang memenuhi 3 kondisi di atas, entry disarankan dengan Pending Order. Sementara itu, Stop Loss bisa ditargetkan di ujung shadow penolakan Pin Bar.

Entry Pin Bar

Secara keseluruhan, trading reversal dengan Pin Bar merupakan salah satu strategi yang cukup umum di pasaran dan telah diakui keampuhannya. Namun, tidak semua trader bisa konsisten profit dengan strategi ini karena berbagai alasan. Selain karena ketidakcocokan secara pribadi, beberapa kegagalan sebenarnya bisa dihindari jika mereka bisa disiplin mengikuti aturan trading dan memiliki psikologi yang matang dalam menghadapi gejolak di pasar forex.

 

Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang cara trading dengan pola candlestick seperti Pin Bar, tak ada salahnya untuk belajar mengenali pola di chart dengan cara simpel. Seperti apakah itu? Simak di Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Yanuardi |  12 Feb 2015
ane sempet baca trading pin bar,, keliatan nya gampang,,

tapi kok banyak yang nyebutin itu kurang cocok ya buat newbies?

apa sebetul nya ada analisa tambahan selain melihat formasi pin bar sbg penunjuk reversal?

Lihat Reply [2]

 Leo |  18 Aug 2016
Bagaimana cara membedakan konsolidasi yang akan meneruskan trend dan yang akan reversal?

Lihat Reply [1]

 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017
Salam hormat para master master seputarforex.com, saat ini saya sedang mendalami price action. saya ingin bertanya apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break? lalu apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)? formasi pin bar apa yang paling profitable? trims master

Lihat Reply [3]

 Asmila |  20 Feb 2019

Saya sudah menemukan strategi trading dengan MA dan Oscilator. Sudah saya coba di Demo Account dan berkali-kali profit. Adakah hal lain yang harus saya persiapkan untuk menyempurnakan strategi trading saya?

Lihat Reply [3]

 Khobiburahman |  20 Mar 2019

Para suhu, mohon inspirasinya untuk menampilkan strategi trading yg dipakai suhu. Mungkin bisa di screen shoot tampilan layar MT4/MT5 yg suhu pakai. 


Saya mau lihat indikator dan tools apa saja yang anda pakai. Makasih banyak suhu sudah berbagi.

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Tp apakah 2 pola itu sering muncul & gampang dikenali dichart? Klo yg lebih sering dibahas kayanya candle pin bar sm inside bar. Tp sbg trader candle kayanya bakal kurang menguntungkan y klo cm hapal 1 ato 2 pola aja. Lebih oke klo tiap ada pola yg lewat bisa mengenali terus ambil tindakan...
 Juni |  1 Mar 2015
Halaman: Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex
Nih artikel yang jelasin apa itu inside bar, ciri khasnya itu satu bar lebih besar dari bar yang satunya lagi, itu biasanya pertanda reversal akan terjadi, ampuh bener, sering banget sesuai prediksi apalagi kalo deket garis support ma resistance
 Seupetoengfx |  21 Jun 2016
Halaman: Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
Pivot SnR merupakan cara "instan" sebagai RnR kita. Tips nya sederhana menurut saya memperkirakan RnR dengan bantuan Pivot tuk kondisi market "normal" :

a. Jika market Low Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada Pivot Point. Tanda Low Liquidity banyak terbentuk candle kecil-kecil (10-20 pips di H4 pada USDJPY), harga seperti sideway. Market jenis ini biasanya karena hari libur atau tidak ada berita fundamental berdampak tinggi. Biasanya harga bergerak kurang dari 50 pips.

b. Jika market Medium Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1. Tanda Medium Liquidity banya terbentuk candle medium (20-30 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju konstan. Market jenis ini biasanya karena adanya rumor-rumor tertentu atau persiapan menyambut Berita High Impact 1-2 hari sebelumnya. Biasanya harga bergerak 75-100 pips.

c. Jika market High Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1-2. Tanda High Liquidity terbentuk beberapa candle medium (30-40 pips) lalu disertai 1 candle long (40-50 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju cepat tapi biasanya koreksinya konstan. Market jenis ini biasanya karena berita fundamental berdampak tinggi release misal PMI, Unemployment Claim. Biasanya harga bergerak 150-200 pips.

d. Jika market High Momentum Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 2-3. Tanda High Momentum Liquidity tiba-tiba terbentuk candle 1 long (>75 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju sangat cepat. Waspadai reversal tiba2 !!! Market jenis ini biasanya karena berita berdampak tinggi tertentu direlease seperti NFP dan TFR. Bisa juga karena beberapa isu krusial tak terduga. Bahkan bisa jadi harga bergerak sangat panjang misal 300-400 pips.
 Agen_forex |  16 Jun 2017
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Dgn indikator Bollinger Bands, bgm mengetahui bhw trend akan berakhir (reversal)? Dan apa tanda tanda bhw trend masih berlanjut? Tksh atas jwbanya. Salam profit.
 Surodjo |  28 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Para pemula yang tidak memiliki pengalaman, yang menggunakan strategi ini berpikir bahwa scalping tidak membutuhkan pengetahuan yang khusus. Namun seorang trader harus memahami bahwa setiap strategi trading membutuhkan pengetahuan dan latihan
 Gaguk |  16 Jul 2020
Halaman: Kunci Sukses Trading Scalping
Komentar[2]    
  Arif   |   11 Sep 2021

hallo admin

Saya baru belajar trading, saya mau bertanya untuk gambar terakhir yang sebelah kanan di artikel ini untuk posisi open dan stop loss nya sudah betul atau terbalik?

 

  Kiki R   |   26 Apr 2022

@Arif: Saya bantu jawab, gambar terakhir sebelah kanan adalah bearish pin bar yang mengindikasikan sell, posisi open sell dan stoplossnya sudah benar.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip