Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

Fatma Adriana 25 Jul 2020 394

Percayakah Anda jika profit bisa didapatkan hanya dengan berpacu pada satu pola candle? Walaupun cukup sulit dipercaya, kenyataannya memanglah demikian. Dalam hal ini, Pin Bar menjadi contoh pola candlestick yang bisa menjadi acuan dalam trading.

Dilansir The Lazy Trader, Pin Bar dianggap penting karena merupakan salah satu pola Price Action paling populer untuk dipakai trading maupun diajarkan. Tak hanya efisien untuk menjadi acuan mencari posisi dengan profitabilitas menjanjikan, Pin Bar juga indikator yang bisa diandalkan untuk mengidentifikasi kemana market akan bergerak.

Pin Bar untuk strategi trading reversal

Salah satu strategi trading yang lazim menggunakan Pin Bar adalah metode reversal. Dalam artikel bertajuk Mengupas 3 Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal, Pin Bar terbukti ampuh menjadi salah satu komponen utama dalam analisa pembalikan trend.

Bagi Anda yang ingin menelisik Pin Bar lebih dalam, berikut ini kupas tuntas formasi candlestick Pin Bar dan penggunaannya dalam trading, khususnya untuk strategi reversal.

 

Formasi Pin Bar

Pada dasarnya, Pin Bar adalah pola 1 candlestick yang mencerminkan penolakan harga dari level tertentu. Pin Bar identik dengan body kecil dan shadow panjang di salah satu. Arah shadow itulah yang menandakan penolakan, sehingga harga biasanya dianggap akan bergerak di arah sebaliknya.

Bearish Pin Bar yang mensinyalkan pembalikan dari uptrend menjadi downtrend memiliki bentuk body kecil (level harga pembukaan hampir sama dengan penutupan), dengan shadow atas yang panjangnya berukuran minimal dua kali ukuran body. Sementara itu, shadow bawahnya sangat kecil atau bahkan tidak ada. Sinyal Bearish Pin Bar akan semakin valid bila ujung shadow atasnya bersentuhan dengan area resistance yang teruji.

Di sisi lain, Bullish Pin Bar yang mengindikasikan pembalikan dari downtrend menjadi uptrend memiliki body kecil dan shadow bawah yang panjangnya minimal dua kali dari ukuran body. Shadow atasnya tampak sangat kecil atau dalam beberapa kasus sama sekali tidak ada. Apabila shadow bawah candle ini bersentuhan dengan area support yang teruji, maka sinyal pembalikannya akan semakin valid.

Formasi Pin Bar

Beberapa trader berusaha menelaah warna Pin Bar sebagai konfirmator tambahan. Namun sebenarnya, baik Pin Bar hijau maupun merah sama-sama menandakan pembalikan ke arah uptrend jika shadow bawahnya lebih menonjol, begitu pula sebaliknya untuk Pin Bar dengan shadow atas yang lebih signifikan.

 

Cara Mengkonfirmasi Sinyal Reversal Pin Bar

Pin Bar bisa ditradingkan di pasar trending maupun sideways. Namun untuk meminimalisir sinyal trading dengan peluang profit yang kurang menguntungkan, maka kita di sini hanya akan menggunakan Pin Bar sebagai penanda reversal untuk menjaring peluang dari pembalikan trend.

Bagaimana caranya? Kunci menggunakan Pin Bar sebagai sinyal reversal adalah memilah mana Pin Bar yang berkualitas dan tidak berkualitas. Hal ini karena Pin Bar merupakan pola candle yang sangat sering muncul di chart, sehingga probabilitas sinyalnya cenderung rendah.

Pertama-tama, pastikan bahwa Pin Bar yang muncul hanya memiliki shadow panjang di satu sisi sebagaimana pola yang telah dicontohkan di atas. Jangan mengambil sinyal dari Pin Bar yang panjang shadow-nya relatif sama di kedua sisi, karena pola tersebut mengindikasikan ketidakpastian yang sangat kuat; antara buyer dan seller memiliki kekuatan yang seimbang. Selain itu, pastikan pula posisi Pin Bar terhadap trend harga yang sedang terbentuk.

Cara konfirmasi Pin Bar

Contoh grafik di atas menunjukkan contoh Pin Bar berkualitas dan valid yang memiliki tanda centang. Sementara itu, Pin Bar yang kurang berkualitas bisa dilihat pada contoh-contoh yang memiliki tanda silang.

 

Kedua, cermati apakah Pin Bar terbentuk di area Support Resistance kunci. Ingat, semakin sering area Support Resistance teruji, semakin valid pula batas-batas tersebut untuk dijadikan sebagai acuan pembalikan harga.

Cara konfirmasi Pin Bar untuk sinyal reversal

Pada chart di atas, terlihat bahwa Pin Bar yang berada dalam lingkaran kuning berada di area support penting. Pada bulan Juli, area tersebut sempat diuji oleh pergerakan harga tapi gagal ditembus.

 

Ketiga, perhatikan bagaimana kekuatan trend yang tengah terbentuk. Apabila trend belum berada di level jenuh, maka belum ada momentum yang kuat untuk menciptakan pembalikan. Kekuatan trend bisa diukur dengan indikator-indikator oscillator melalui level overbought dan oversold, indikator ADX yang memang diaplikasikan secara khusus untuk mengukur kekuatan trend, atau metode analisa Price Action yang bisa mengidentifikasi kekuatan trend tanpa indikator.

Konfirmasi Pin Bar dengan kekuatan trend

Contoh Bullish Pin Bar pada grafik di atas tidak hanya memiliki formasi yang berkualitas dan berada di area Support, tapi juga bertepatan dengan memuncaknya garis ADX yang menunjukkan sinyal jenuh. Nilai ADX saat itu mencapai 32.71 (pengukuran ADX versi TradingView), sehingga bisa menjadi patokan pembalikan trend dari arah downtrend menjadi uptrend.

 

Apabila sudah menemukan pola Pin Bar yang memenuhi 3 kondisi di atas, entry disarankan dengan Pending Order. Sementara itu, Stop Loss bisa ditargetkan di ujung shadow penolakan Pin Bar.

Entry Pin Bar

Secara keseluruhan, trading reversal dengan Pin Bar merupakan salah satu strategi yang cukup umum di pasaran dan telah diakui keampuhannya. Namun, tidak semua trader bisa konsisten profit dengan strategi ini karena berbagai alasan. Selain karena ketidakcocokan secara pribadi, beberapa kegagalan sebenarnya bisa dihindari jika mereka bisa disiplin mengikuti aturan trading dan memiliki psikologi yang matang dalam menghadapi gejolak di pasar forex.

 

Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang cara trading dengan pola candlestick seperti Pin Bar, tak ada salahnya untuk belajar mengenali pola di chart dengan cara simpel. Seperti apakah itu? Simak di Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan.

Kirim Komentar/Reply Baru


price action penanda trend berlanjut

permisi pak. maaf mau nanya lagi. apa saja bentuk atau pola chandle price action sebabagai penanda trend akan berlanjut. 

Edwin Widianto 29 May 2019

Reply:

M Singgih (10 Jun 2019 11:32)

@ edwin widianto:

Untuk pola chart yang bersifat trend continuation adalah pola flag, pennant, triangle dan juga wedge.
Silahkan baca: Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (1)

Untuk price action, biasanya pin bar yang muncul ditengah trend pergerakan harga, dan memiliki ekor yang searah dengan arah trend. Mengenai pin bar ini, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator teknikal.
Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action