Teknik Price Action, Metode Trading Sederhana Yang Dapat Diandalkan

Wiji Purnama 6 Mar 2017 Dibaca Normal 6 Menit
forex > price-action >   #price-action   #sistem-trading
Teknik price action merupakan metode analisa teknikal yang berfokus langsung pada formasi harga di chart, dan tidak bergantung pada indikator.

Demi mengoptimalkan potensi keuntungan dalam trading forex, banyak trader rela mempelajari dan mencoba beragam strategi. Semakin jauh mereka terjebak dalam pencarian strategi forex terbaik, semakin banyak dan rumit pula teknik yang mereka cari. Padahal, untuk bisa mengidentifikasi pergerakan berikutnya, ada metode sederhana yang dapat diandalkan, yakni teknik price action.

Pada dasarnya, teknik price action adalah cara analisa sederhana yang dilakukan dengan mengamati pola pergerakan harga apa adanya di chart. Jadi, strategi ini tak bergantung pada indikator apapun, paling jauh hanya mengandalkan garis-garis suuport resistance atau Moving Average untuk keperluan konfirmasi sinyal.

Teknik Price Action Dalam Forex

Melalui teknik price action, Anda bisa belajar menginterpretasi arah pergerakan harga selanjutnya dari formasi candlestick yang ada. Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang bisa Anda pelajari sebagai dasar-dasar strategi forex trading dengan teknik price action.

 

Dasar Teknik Price Action: Candlestick Bullish, Bearish, Up Bar, Down Bar

Mengenali candlestick bullish dan bearish adalah strategi forex paling dasar dalam teknik price action. Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi suatu candlestick hanya dengan melihat warnanya saja. Namun karena setting warna di setiap chart trader bisa berbeda-beda, maka ada baiknya Anda mempelajari teori pembentukan candle bull dan bear.

Dalam pemahaman teknik price action, suatu candlestick dikatakan bullish apabila ia ditutup (close) pada level yang lebih tinggi dari harga pembukaannya (open). Sebaliknya, formasi candlestick bearish terkonfirmasi jika harga penutupan berakhir di level yang lebih rendah dari harga pembukaan.

Grafik di bawah ini menampilkan contoh candlestick bullish dan bearish:

Mengenali Formasi Dasar Candlestick

Secara umum, candlestick bullish menandakan kuatnya sentimen buyer, begitu juga sebaliknya dengan candlestick bearish yang berpihak pada sentimen seller. Selain melihat formasi candle satu per satu, teknik price action juga memperhatikan pola rentetan candlestick. Dalam metode ini, up bar mewakili rentetan candlestick bullish, sedangkan down bar menggambarkan rangkaian candlestick bearish.

Yang menarik di sini, suatu up bar bisa mengandung candlestick bearish, begitupun down bar juga dapat dihuni oleh candlestick bullish. Hal ini bisa terjadi karena dalam mengartikan up bar dan down bar, prinsip teknik price action lebih melihat bagaimana posisi suatu candestick terhadap harga sebelumnya.

Teknik Price Action Dengan Up Bar Dan Down Bar

Jadi, candles bearish tetap tergolong sebagai bagian dari rangkaian up bar selama high (level tertinggi) dan low (level terendah)-nya lebih tinggi dari high low candle sebelumnya. Pemahaman teknik price action serupa juga bisa diaplikasikan untuk memahami posisi candles bullish dalam rentetan down bar.

 

Formasi Candlestick Utama Dalam Teknik Price Action

Lebih dari sekedar pola bullish dan bearish, teknik price action juga menganalisa formasi candlestick dengan beragam bentuk unik yang masing-masing dapat diinterpretasikan sebagai sinyal penting, baik itu pembalikan (reversal) atau penerusan.

Namun secara garis besar, teknik price action menggunakan 3 formasi candlestick utama yang terdiri dari:

1. Pin Bar

Pin bar merupakan salah satu pola candle utama dalam teknik price action, karena paling mudah dikenali dan sering dijumpai di chart. Kemunculannya ditandai dengan body candle yang kecil dan salah satu sumbu memanjang melebihi besar body-nya. Terdapat dua jenis pin bar, di mana bearish pin bar yang terbentuk di puncak (top) harga teridentifikasi sebagai penanda bearish reversal, sementara bullish pin bar di dasar (bottom) harga seringkali diartikan sebagai sinyal pembalikan bullish.

Teknik Price Action Dengan Pin Bar

 

Nial Fuller, seorang master teknik price action mengungkapkan bahwa pin bar bisa sangat akurat jika terbentuk pada support resistance harga yang mengalami penguatan trend. Dalam penerapan teknik price action, pin bar seringkali dimanfaatkan untuk mengkonfirmasi pembalikan trend dalam strategi forex reversal, atau memvalidasi gelombang pullback dalam metode trading sesuai trend.

Pin Bar Dalam Strategi Forex Reversal Pin Bar Dalam Strategi Forex Reversal


Pin Bar Dalam Strategi Forex Trend Pin Bar Dalam Strategi Forex Trend

 

2. Inside Bar

Menandakan konsolidasi pasar yang sedang berada dalam ketidakpastian, inside bar teridentifikasi sebagai formasi candle yang level high dan low-nya berada dalam range candle sebelumnya. Itulah mengapa, teknik price action dengan pola ini memerlukan pengamatan pada 2 candlestick sekaligus, di mana candle pertama disebut sebagai mother bar, dan candle kedua adalah inside bar.

Teknik Price Action Dengan Inside Bar

Grafik inside bar menjadi pertanda keraguan buyer dan seller yang saling menunggu. Dengan demikian, Anda sebaiknya menunggu hingga candle ke-3 (konfirmator) tertutup untuk mengartikan sinyal inside bar. Teknik price action yang direkomendasikan adalah: jika candlestick konfirmator close di atas level high mother bar, maka artinya buyer telah mengambil inisiatif untuk mendorong harga ke atas. Sebaliknya, Anda bisa mengambil langkah bearish jika candle ke-3 tertutup di bawah level low mother bar. Kondisi tersebut mencerminkan kemenangan seller dalam menekan harga ke arah downside.

Cara Trading Dengan Inside Bar

3. Fakey Bar (Inside Bar + Pin Bar)

Sinyal palsu (false signal) merupakan kemungkinan yang bisa selalu terjadi dan oleh karena itu harus diwaspadai oleh setiap trader. Dalam teknik price action, terdapat formasi candlestick khusus yang dapat dikenali sebagai penanda false signal (fakey).

Pola ini terdiri dari 3 candle. Dua candle pertama adalah formasi mother bar dan inside bar, sementara candle ke-3 adalah konfirmator yang sebenarnya menunjukkan false break. Masih bingung? Untul lebih mudahnya, coba pahami kembali teknik price action dari sinyal inside bar di bagian sebelumnya.

Formasi Fakey Bar

Dalam kondisi normal, candle konfirmator yang tertutup di bawah low mother bar seharusnya menjadi awal downtrend. Namun teknik price action ini terbukti tidak selalu benar. Faktanya, harga berikutnya justru bisa membentuk uptrend. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya perhatikan bagaimana bentuk candle konfirmator setelah inside bar. Jika formasinya tampak seperti candlestick biasa, maka ia bukanlah penanda false signal. Namun apabila bentuknya menyerupai pin bar, maka berhati-hatilah karena itu bisa menjadi tanda penolakan harga untuk berlanjut meneruskan sentimen sebelumnya.

 

Menentukan Exit Level Dengan Teknik Price Action

Selain untuk memperkirakan arah pergerakan harga selanjutnya, teknik price action juga bisa dimanfaatkan dalam strategi forex untuk menentukan level exit. Sebagai contoh, apabila Anda entry order berdasarkan sinyal inside bar, maka gunakanlah level high atau low mother bar sebagai patokan stop loss. Sementara jika mengandalkan peluang dari pin bar atau fakey bar, sebaiknya perhatikan panduan teknik price action ini:

Teknik Exit Price Action

 

Akhir Kata

Metode pengamatan langsung pada grafik harga di chart menjadikan teknik price action sebagai strategi forex sederhana yang dapat diandalkan. Untuk menguasai dasar strategi forex ini, Anda cukup mempelajari kaidah candlestick bullish, bearish, up bar, down bar, pin bar, dan inside bar. Di samping itu, Anda juga perlu mewaspadai fakey bar dengan cara menunggu hingga candle ke-4 terbentuk.

Teknik Price Action Dengan Fakey Bar

Dalam contoh grafik di atas, tampak bahwa open order dengan teknik price action sebaiknya dilakukan setelah candle ke-4 terbentuk. Apabila candle tersebut ditutup lebih tinggi dari bearish pin bar, maka besar kemungkinan harga akan berlanjut dalam uptrend.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sivi |  26 Jun 2012

master, saya ingin tanya tentang price action. bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana cara analisanya? terima kasih

Lihat Reply [38]

@ Herald Parhusip:

MA maupun EMA adalah indikator yang dihitung secara matematis, dan bukan digunakan untuk mendeteksi price action, tetapi untuk mengkonfirmasi valid atau tidaknya price action.

Sedangkan price action adalah sebuah bar candlestick atau beberapa bar candlestick yang membentuk formasi atau pola tertentu.
Bar candlestick tunggal yang membentuk formasi tertentu misalnya pin bar dan doji. Beberapa bar candlestick yang membentuk pola tertentu misalnya bullish atau bearish engulfing, morning star atau evening star dsb.

Mengenai MA dan EMA, EMA responnya lebih cepat karena pembobotan pada rata-rata harga terakhir lebih besar dibandingkan dengan MA yang konstan (tetap). Penggunaan MA atau EMA yang akurat harus melalui backtest atau forward test, mana yang lebih akurat sebagai support atau resistance dinamis. Untuk time frame rendah biasanya digunakan EMA karena responnya lebih cepat.

- …. bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Bentuk pin bar seperti ini:  Bentuk pin bar



Pin bar mengisyaratkan kemungkinan terjadi reversal (pembalikan) arah pergerakan harga. Yang sebelah kiri pin bar untuk bearish reversal, dan yang sebelah kanan pin bar untuk bullish reversal. Untuk mengetahui terbentuknya pin bar adalah dengan pengamatan. Apakah dalam rentetan candlestick pada pergerakan harga terdapat formasi pin bar atau tidak. Contohnya ada pada artikel tersebut.

M Singgih   8 Oct 2018

Price action itu artinya aksi harga. Biasanya mereka yang trade menggunakan PA ini adalah menggunakan pola pergerakan candle.

Salah satu Pola Price action adalah Pola PIN BAR.  PIN BAR merupakan salah satu Price Action / aksi dari pergerakan harga  yang sering muncul saat  tekanan jual / beli sangat Kuat, tetapi  setelah penutupan harga dan pembukaan harga baru, candle sebelumnya menyisakan atau memperlihatkan garis panjang.

Bagaimana cara melatihnya,

1. Anda buka chart semua  TF . silahkan anda amati pola dari Pin Bar ini.
2. Dalam TF h1 - D1 Tekanan Pin bar ini sangat Kuat
3. Dalam Prakteknya anda bisa menempatkan indikator pembantu lainnya seperti daily pivot

Thanks

Basir   26 Jun 2012

@ Sivi:

Jika diartikan secara harfiah, Price Action berarti pergerakan harga. Secara lebih lanjut, strategi Price Action didefinisikan sebagai aktivitas trading yang dilakukan dengan mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga, termasuk pengambilan keputusan untuk entry dan exit-nya. Strategi ini juga banyak digemari oleh trader, karena tak perlu penggunaan indikator teknikal yg kerap dianggap rumit. Ulasan mengenai strategi Price Action berikut cara analisanya bisa Anda baca di sini:

Terima kasih.

M Singgih   2 Oct 2019

Secara sederhana Price Action diartikn sebagai aksi dari pergerakan harga. Keuntungan utama metode trading price action adalah metode ini bisa digunakan dengan sederhana.

Kita hanya perlu fokus pada pola pergerakan harga pasar apa adanya serta level-level support dan resistance. Indikator teknikal sangat minim digunakan, biasanya hanya indikator moving average untuk konfirmasi.

Thanks.

Basir   12 Nov 2014

Strategi ini sederhana tetapi sangat powerful, dan jika diterapkan dengan sabar dan disiplin bisa menjadi acuan yang kuat dalam trading. Price action ini ada banyak versi dan variasinya, dan biasanya dianalisa dengan pola candlestick ataupun pola chart yang memerlukan formasi harga dalam gambaran lebih besar.

Price action biasanya tidak membutuhkan indikator untuk menghasilkan sinyal. Namun bagi yang masih awam atau pemula, indikator untuk price action biasanya masih dibutuhkan untuk mengkonfirmasi sinyal.

Thanks

Basir   21 Nov 2014

Untuk Teo

Price action berarti pergerakan harga. Price action trading bisa diartikan trading dengan lebih mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga itu sendiri. Dengan demikian keputusan untuk entry ataupun exit lebih didasarkan pada perubahan pola, bentuk atau setup formasi bar candlestick.

Trading dengan cara ini tidak menggunakan indikator teknikal yang dianggap lagging atau selalu ketinggalan terhadap perubahan harga pasar. Alat bantu teknikal hanya terbatas pada indikator moving average, garis-garis horisontal dan garis-garis level Fibonacci retracement untuk membantu menentukan arah trend dan level-level support maupun resistance.

Trader percaya bahwa perubahan sentimen pelaku pasar dalam periode waktu tertentu telah tercermin dalam pola, bentuk atau setup formasi candlestick. Price action tidak bisa digolongkan seratus persen dalam analisa teknikal karena sangat sedikit sekali menggunakan indikator teknikal.

Saya belum menemukan indikator pendeteksi price action, namun anda bisa menggunakan candle sebagai indikatornya.

Thanks.

Basir   10 Dec 2015

@ Bashri:
Perbedaannya dimana Pak? Menurut saya dasar-dasar price action sama saja, mungkin strategi tradingnya berbeda tergantung dari bagaimana menerapkannya.

Kalau di artikel-artikel kami tentang price action sebagian besar bersumber dari Nial Fuller, dan Nial sendiri selalu menerapkan strategi tradingnya berdasarkan price action, dan menurut dia profitable. Ia juga pernah memenangkan kompetisi trading dengan strategi price action tsb (baca: Nial Fuller Wins Million Dollar Trader Competition ).

M Singgih   27 Aug 2016

Untuk Erwin Tembesi..

Price Action bisa diterapkan di segala jenis pasar, hanya saja tingkat kekuatannya bisa berbeda-beda. Price Action sendiri merupakan alat bantu, sama halnya dengan indikator lainnya yang digunakan untuk menganalisa pergerakan harga.

Thanks

Basir   25 Jul 2017

@ Risa Sri Mulyanti:

- Benar, harus dikonfirmasi oleh bar berikutnya dan juga indikator teknikal dan alat bantu level resistance atau support (kalau tidak kelihatan dari pengamatan bisa dengan bantuan Fibonacci retracement atau expansion).

- Cara eksekusinya bisa dengan instant execution (berdasarkan market price) atau dengan pending order pada level resistance atau support tertentu.
Kalau Anda belum berpengalaman sebaiknya dengan pending order supaya kalau gagal, order tersebut bisa Anda batalkan (cancel), tetapi harus ada level resistance atau support sebagai patokan untuk entry. Kalau tidak tampak adanya level resistance / support untuk patokan maka Anda harus entry dengan instant execution.

Jenis pending ordernya (stop atau limit) tergantung dari kondisi pergerakan harga yang telah dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Jangan lupa selalu memasang stop loss dan target profit.

Berikut ini contoh pada EUR/USD daily:


Pada (1) trend sudah mulai turun (ADX dibawah level 25), tetapi kurva indikator RSI gagal menembus level 50 (center line) dan harga kembali naik.
Setelah ada konfirmasi bahwa kemungkinan harga akan bergerak turun, maka Anda bisa memasang order sell stop pada level A, yaitu level support terdekat.

Konfirmasinya oleh:
- Terbentuknya formasi shooting star yang mengindikasikan pergerakan bearish,
- Harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands,
- Kurva RSI telah menembus level 50,
- Garis histogram ADX telah berganti warna merah (bearish).
Anda juga bisa langsung entry dengan instant execution ketika harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands dan kurva RSI telah menembus level 50, dan garis ADX telah berganti warna merah, tetapi kalau masih ragu atau takut jangan-jangan harga akan kembali naik, sebaiknya pasang pending order sell stop.

- …. trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?

Jawaban:

Cara trading dengan price action memang berdasarkan time frame trading yang Anda gunakan. Kalau Anda menggunakan time frame daily dan tampak adanya sinyal dari price action maka eksekusi berdasarkan time frame daily tersebut, pada time frame yang lain mungkin saja formasi price action-nya berbeda atau bahkan tidak ada sinyal price action sama sekali.

Kalau Anda trading di time frame rendah (H1 kebawah), sebaiknya melihat arah trend pada time frame yang lebih tinggi (H4 atau daily) untuk memastikan arah pergerakan harga. Anda juga bisa mencari momentum entry yang tepat pada time frame yang lebih rendah. Tetapi kalau Anda masih pemula atau belum banyak pengalaman tidak perlu menerapkan teknik tersebut.

Kalau Anda sudah menggunakan time frame daily cukup dengan sinyal price action dan konfirmasi indikator teknikal pada time frame daily tersebut.

M Singgih   8 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

Di tanggal pertanyaan Anda (4 Desember 2017), EUR/USD Daily sedang uptrend dengan koreksi (korektif bullish), bukan sideways:

                   

Garis histogram ADX berwarna hijau dan berada diatas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat, dan kurva indikator sma 100 juga membentuk sudut positif (bukan datar).

Sedang di time frame H4 sedang downtrend:

                             

Inside bar, mother bar dan level support berapa yang Anda maksudkan?

Kalau Anda mengikuti cara trading Nial Fuller dengan menggunakan ema 8 & ema 21 di time frame daily, di time frame H4 juga bisa menggunakan ema 8 dan ema 21. Kedua ema tsb dimaksudkan sebagai resistance dan support dinamis.

M Singgih   10 Dec 2017

permisi pak. mau tanya sedikit. indikator moving average periode berapa ya pak untuk mengetahui akan terjadi reversal yang cukup akurat untuk time frame 1 hari..? 

Edwin Widianto   16 Jun 2019

@ edwin widianto:

Pergerakan reversal biasanya diamati dari bentukan price action yang dikonfirmasi dengan indikator trend. Indikator Moving Average (MA) memang bisa digunakan sebagai konfirmator, biasanya dengan 2 MA yang mana kurvanya saling berpototongan (crossing).

Untuk time frame daily biasanya digunakan kombinasi antara SMA 200 dengan SMA 100 atau EMA 100, SMA 89 atau EMA 89, SMA 55 atau EMA 55, SMA 50 atau EMA 50.
SMA 200 daily lazim digunakan trader sebagai acuan arah trend. 

M Singgih   18 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

Untuk memulai trading dengan price action seperti Nial Fuller maka pertama kali harus bisa membaca arah trend, kondisi yang bagaimana suatu pergerakan harga disebut uptrend atau downtrend. Setelah itu mengetahui formasi price action apa saja yang mempengaruhi arah pergerakan harga sehingga Anda bisa membaca sinyal yang diberikan oleh formasi price action tersebut. 

Resistance dan support baik yang statis (garis horisontal) yang ditentukan dari pengamatan atau Fibonacci (retracement dan expansion), maupun yang dinamis (dari kurva moving average) adalah alat bantu (tools) untuk mengkonfirmasi validitas price action.

- …. dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

Jawaban:

Cara yang benar untuk menentukan resistance dan support memang seperti itu, sehingga Anda tahu mana resistance / support utama dan mana yang minor.

- … lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga?

Jawaban:

Kalau Nial Fuller memang menerapkan ema 8 dan 21 di semua time frame, tetapi kebanyakan trader hanya menggunakan periode tersebut pada time frame H1 kebawah. Untuk time frame H1 keatas sering kali digunakan ema 34, 55 atau 89. Saya sendiri menggunakan ema 34, 55 atau 89 untuk time frame H1, H4 dan daily, dengan kombinasi sma 200 untuk time frame daily.

- …. untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?

Jawaban:

Tergantung dari time frame trading utama yang Anda gunakan. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar dan berlaku pada semua time frame. Noise memang bisa mengakibatkan false signal tetapi tidak selalu, karena mana signal yang noise dan mana yang benar kita tidak tahu dengan pasti.
Kalau Anda ingin menghindari noise maka tradinglah pada time frame tinggi seperti yang dilakukan Nial Fuller dan sering disebutkan dalam artikel-artikelnya..

M Singgih   7 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

- …. gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini?

Jawaban:

Silakan baca: Analisa Teknikal 7-14 Desember 2017: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD

- … lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?

Jawaban:

 

Belum tentu, harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal untuk mengetahui validitas price action tersebut. Seperti fakey bar kan harus dikonfirmasi oleh bar sesudahnya dan juga penunjukan indikator saat itu. Ema 8 dan ema 21 berfungsi sebagai kurva resistance / support.

Kalau harga bergerak diatas kedua kurva tersebut maka cenderung bullish dan sebaliknya jika bergerak dibawah keduanya. Jika berada diantara kedua kurva ema 8 dan ema 21 sebaiknya tunggu tejadinya crossing (perpotongan) keduanya.

M Singgih   12 Dec 2017

@ Anam:

Garis horisontal, maksud Anda level-level resistance dan support?
Tidak ada ketentuan minimal untuk level resistance dan support dalam menerapkan strategi trading dengan price action. Price action adalah sinyal untuk entry. Validitasnya bisa dikonfirmasi dengan indikator teknikal dan juga level resistance atau support.

Level resistance atau support adalah salah satu konfirmatornya, tetapi tidak mutlak. Memang sinyal dari price action tersebut akan lebih kuat (lebih valid) jika terkonfirmasi oleh level resistance atau support.
Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   23 Nov 2018

@ Rommy:

Tidak seperti indikator teknikal yang bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga, price action dianggap sebagai leading indicator, atau yang bersifat mendahului pergerakan harga selanjutnya, sehingga dianggap akurat untuk memprediksi pergerakan harga. Yang perlu dipahami dalam trading dengan price action adalah:

1. Memahami bentuk-bentuk bar yang menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga (price action) selanjutnya, dan juga pola-pola chart yang terdiri dari beberapa bar, dan menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya.

2. Dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, MACD, parabolic SAR, Bollinger Bands dan juga ADX. Meskipun indikator teknikal bersifat lagging, tetapi sangat mendukung validitas kemungkinan pergerakan harga selanjutnya yang ditunjukkan oleh price action.

M Singgih   28 Jan 2019

@ edwin widianto:

Untuk pola chart yang bersifat trend continuation adalah pola flag, pennant, triangle dan juga wedge.

Untuk price action, biasanya pin bar yang muncul ditengah trend pergerakan harga, dan memiliki ekor yang searah dengan arah trend. Mengenai pin bar ini, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator teknikal.
Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   10 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

- Belum cukup, harus dikonfirmasi dengan indikator untuk menghindari false break.

- Stochastic termasuk dalam indikator oscillator yang akurat pada kondisi pasar yang sedang sideways, untuk kondisi pasar yang trending penunjukan overbought / oversold pada stochastic akan false (salah).
Stochastic bisa Anda gunakan pada kondisi sideways, sedang pada kondisi trending kami anjurkan menggunakan indikator MACD. Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:

Tampak overbought/oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways akan false (tidak akurat).

M Singgih   16 Nov 2017

@Kendra_luth: Pertanyaan ini jawabannya banyak sekali. Pin Bar bisa Anda gunakan sebagai signal/trigger entry.

Namun sebelum masuk ke signal, Anda harus melihat struktur harga dan levelnya terlebih dahulu.

Untuk melihat struktur dan level harga, banyak cara yang bisa Anda gunakan. Bisa menggunakan indikator, atau tanpa indikator.

Berikut ini saya berikan contoh strategi trading forex yang menggunakan pin bar sebagai signal/trigger entry.

  • Struktur: menggunakan moving average (MA). Fokus ke market trending.
  • Level: menggunakan support/resisten.
  • Signal: menggunakan pin bar

Kondisi Buy:
- Trend naik, ditunjukkan dengan harga yang berada diatas garis MA.
- Harga mendekat level support yang penting
- Buy ketika harga membentuk pin bar saat menguji level support

Kondisi Sell:
- Trend turun, ditunjukkan dengan harga yang berada dibawah garis MA.
- Harga mendekat level resisten yang penting
- Sell ketika harga membentuk pin bar saat menguji level resisten

Kiki R   19 Mar 2022

@ Yustina Sinaga: Semua pergerakan harga yang direpresentasikan dengan candlestick tentu akan menunjukkan bentukan price action yang bisa digunakan sebagai sinyal untuk entry. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar, jadi akan muncul di semua peregerakan harga candlestick, baik itu forex, saham, futures, komoditi dan juga mata uang kripto.

M Singgih   25 Mar 2022

apa yang dimaksud trading dengan price action? mohon penjelasannya lebih lanjut.

Isnain   12 Nov 2014

indikator apa yg paling tepat digunakan untuk price action?

Risky Fadila   21 Nov 2014
apa ada indikator pendeteksi price action ?
price action slh 1 naked trading tp bisa tdk untuk dipakai trading dg indikator ?
Teo   9 Dec 2015
Belajar price action yang paling bagus dan paling di rekomendasikan belajar dari mana ya? karena sy sudah melihat beberapa website diantaranya Al Brook video course, Forex4noobs, Nial Fuller.

Diantara ketiganya kelihatannya sangat berbeda strategi price actionnya.
Bashri   26 Aug 2016
apakah price action bisa diterapkan di segala jenis pasar?
ERWIN TEMBESI   21 Jul 2017
coach saya ingin bertanya, bagaimana tahapan menjalankan price action seperti yang nial fuller lakukan? dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga? untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?
Muhammad Yusuf   3 Dec 2017

Apakah price action dapat di digunakan untuk trading di semua market? Misalnya saham, forex, kripto, dll...

Yustina Sinaga   23 Mar 2022

Apa saja poin-poin atau elemen yang diutamakan dalam price action. Karena kita trading dengan mengamati price act atau pergerakan harga saat ini?

Rommy   25 Jan 2019

apakah bisa memakai MA bkn EMA dlm price action?, bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Herald Parhusip   5 Oct 2018
coach, boleh minta tolong berikan gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini? lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?
Muhammad Yusuf   5 Dec 2017
mas klo entry price action itu harus ada confirm dari bar selanjutnya kan? gmn cara entrynya? eksekusi market biasa apa pake pending order buy sell stop atau buy sell limit? trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?
Risa Sri Mulyanti   6 Dec 2017

Bagaimana strategi trading forex menggunakan price action dengan pin bar?

Kendra_luth   18 Mar 2022

permisi pak. maaf mau nanya lagi. apa saja bentuk atau pola chandle price action sebabagai penanda trend akan berlanjut. 

Edwin Widianto   29 May 2019
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Master, Untuk Trading dengan price action, Jika di TF Daily sedang sideways dan di H4 sedang trend naik seperti EU saat ini, bagaimana cara kita trade with the trend apakah suport resistance di daily chart menjadi trendnya?

dari pengamatan saya, di H4 juga sudah terjadi inside bar terhadap level suport jangka pendeknya walaupun trendnya naik, jika saya entry sell di mother bar tsb apakah saya melawan trend? lalu moving average berapa yang bisa digunakan di TF H4? mengingat di TF daily Ema 8&21 lalu di TF H4nya brapa?

Muhammad Yusuf   4 Dec 2017

Apakah ada rekomendasi buku untuk belajar menggunakan price action kak?

Dzulfikar   10 Jun 2022

@Dzulfikar: Buku yang saya rekomendasikan mengenai price action dan analisa teknikal khususnya ada 5.

1. Technical analysis of stock trends oleh Edward & Magee

2. Technical analysis of financial markets oleh John Murphy

3. Technical analysis explained by Marting Pring

4. Japanese Candlestick by Steve Nison

5. Beyond Candlestick by Steve Nison

Buku ini adalah buku dasar yang digunakan dalam International Federation of Technical Analysis (IFTA). Materi di buku ini lengkap dan menjelaskan tentang price action dan analisa teknikal dari yang paling dasar.

Kiki R   13 Jun 2022

Berapa garis horizontal minimal yang harus dipasang untuk trading menggunakan metode price action ?

Terimakasih 

Anam   21 Nov 2018
 Tria Sinulingga |  30 Oct 2015
salam master,,,

saya tertarik belajar trading price action dari Nial Fuller yang hanya menggunakan pin bar, inside bar, atau fakey bar.

Tetapi ada perbedaan bentuk candle antara broker yang satu dngan yng lainnya.misalnya, pada broker A telah terbentuk pin bar, tapi pada broker B tidak terbentuk pin bar.

gimana cara antisipasinya master??
apa price action hanya bisa diterapkan pada broker tertentu aja?

Lihat Reply [5]

@ agung:
Memang harga penutupan daily untuk setiap broker berbeda, tergantung dari lokasi server broker tersebut. Tetapi formasi price action dan pola pergerakan harga pada chart trading antar broker tidak jauh berbeda dan jika dianalisa seharusnya memberikan kesimpulan yang sama.

Dalam hal ini para trader profesional biasanya menggunakan harga penutupan pasar New York sebagai patokan. Jam penutupan pasar New York berbeda 12 jam dari WIB (untuk bulan Nopember - Maret) atau 11 jam dari WIB (Maret - Nopember). Kalau Anda menggunakan platform Metatrader 4 dan trading pada broker yang servernya mengikuti waktu New York maka saat ini beda waktu Metatrader Anda dengan WIB adalah 11 jam (waktu Metatrader = WIB - 11 jam).
Untuk keterangan bisa baca: How To Trade ‘End Of Day’ Price Action Strategies at New York Close


M Singgih   21 Apr 2016

@ Muhammad Yusuf:

Bentuk candle antar broker tidak berbeda jauh. Arah pergerakannya tetap sama. Misal broker A arahnya naik maka pada waktu yang bersamaan broker B arahnya juga naik. Jadi price action yang terbentuk juga sama.

… jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak….
- Bisakah Anda tunjukkan perbedaan kedua broker tersebut disini? Disertai dengan gambar chart dan nama brokernya, pada jam yang sama saat terjadi perbedaan price action tsb.

…. lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2
- Jelas berbeda-beda Pak, karena tinggi rendahnya volatilitas setiap saat nggak sama. Pada saat volatilitas sedang rendah Average True Range-nya tentu akan lebih rendah dibandingkan saat volatilitas sedang tinggi.

M Singgih   6 Apr 2018

@ Tria Sinulingga:
Nial Fuller hampir selalu trading pada time frame daily, dan pada time frame daily antar broker biasanya jarang terjadi perbedaan, yang sering berbeda adalah pada time frame H1 (1 jam) kebawah (30 menit, 15 menit dsb). Tetapi meskipun terjadi perbedaan, arah pergerakan harganya tetap akan sama dan sinyal yang diberikan dari pergerakan candlestick seharusnya juga sama.

Formasi candlestick (price action) antara 2 broker mungkin ada keterlambatan tetapi bukan perbedaan, misal pada broker A sudah terbentuk pin bar sementara broker B belum, tetapi akan terbentuk juga nantinya.  
Untuk trading hendaknya berpatokan pada satu broker saja, jika Anda trading pada broker A ikutilah pergerakan candle pada broker A, demikian juga jika Anda trading pada broker B. Biasanya pergerakan harga antara broker-broker yang teregulasi dengan benar tidak jauh berbeda.

M Singgih   3 Nov 2015
seperti yang kita tahu master, bentuk candle di setiap broker dapat berbeda2 akibat perbedaan waktu buka server mereka. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengatasi problem ini bagi seorang price action trader? jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak. apa yg harus kita lakukan? lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2 jumlahnya pak. mhon bantuannya
Muhammad Yusuf   5 Apr 2018
Bagaimana kita bisa trading dengan price action jika closed candle tiap broker berbeda sehingga bentuk candle juga berbeda? jam berapa sebetulnya closed candle D1 waktu WIB?
Agung   20 Apr 2016
 Adimas |  17 Jun 2017

Tolong kasih rekomendasi indikator bawaan metatrader penunjang trading dengan price action + settingannya serta cara menggunakannya ketika sedang trading. Terima kasih.

Lihat Reply [13]

Untuk Adimas..

Untuk hal ini anda harus mengetahui dulu apa itu Price Action. Price Action adalah aksi /pergerakan harga dari sebuah instrument (mata uang, saham atau komoditas). Ada banyak dasar untuk mengetahui aksi dari pergerakan harga, dimana harga bisa dianalisa dengan pola Candle, level Support dan yang lainnya. Sebagai rujukan anda bisa membaca ulasannya di Mengenal Price Action

Untuk indicator bawaan MetaTrader, anda bisa menggunakan Stochastic Oscillator. Indikator ini sangat cocok untuk mengetahui trend, level atau titik jenuh. Terkait penggunaannya, ada bisa membaca ulasannya di signal stochastic.

Terima kasih.

Basir   20 Jun 2017

@ Muhammad Yusuf:

Yang dipantau (baik resistance maupun support) adalah level yang gagal ditembus minimal 2 kali.
Menurut teknik CSR 100: RBS yang valid adalah yang sudah di-retest minimal 2 kali. Kalau terjadi false break dan harga penutupan candlenya masih dibawah level resistance yang di-break maka belum valid. Retest candle adalah candle yang harga penutupannya diatas level resistance yang di-break.

Jadi kalau sudah di-retest minimal 2 kali maka level resistance tersebut jadi support, atau BS-nya valid.
Berikut contohnya pada EUR/USD H4:

M Singgih   24 Nov 2017

@Zainal Arifin: Saya menyarankan indikator moving average atau stochastic.

  • Untuk struktur, Anda bisa melihat indikator moving average.
  • Untuk level, gunakan support/resisten atau supply/demand
  • Untuk trigger entry, gunakan indikator stochatic.

Anda bisa menggunakan banyak kombinasi indikator, namun panduannya adalah struktur, level dan signal.

Kiki R   8 Mar 2022

@ Kyubi Hamuro:

Untuk mengkonfirmasi valid tidaknya price action adalah dengan indikator trend. Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, MACD, parabolic SAR dan juga ADX.

 

M Singgih   19 Apr 2022

Indikator apa yang cocok digabungkan dengan strategi price action

Kyubi Hamuro   18 Apr 2022

bagusnya price action dikombinasikan dengan indikator apa ya?

Zainal Arifin   8 Mar 2022

Apakah strategi Price Action membutuhkan timeframe besar agar mendapatkan sinyal trading valid?

Eka Sujana   30 May 2022

@Eka Sujana: Tidak, tunakan time frame sesuai kebutuhan.

Seorang scalper tidak perlu melihat ke time frame Daily, Weekly dan Monthly untuk mendapatkan sinyal trading valid. Cukup di time frame H1/H4 untuk menentukan arah dan masuk di M5/M1.

Sedangkan bagi trader swing wajib untuk melihat time frame Daily dan Weekly karena posisinya masuk pada time frame H4/H1 dan bisa ditahan berhari-hari.

Jadi, penggunaan time frame bagi masing-masing trader berbeda-beda.

Kalau Anda menggunakan sinyal trading dari price action berupa pola candlestick, maka Anda disarankan menggunakan time frame H4 keatas. Kenapa?

Karena pola candlestick pada time frame H1 kebawah mempunyai banyak false signal sehingga kalau Anda belum paham mana yang false dan true maka pasti Anda banyak mengalami loss.

Sedangkan apabila Anda menggunakan H4, potensi berhasilnya lebih besar dan lebih sedikit false signal.

Kiki R   1 Jun 2022
izin bertanya coach, Jika Saya ingin menggunakan teknik csr100, suport dan resistance mana yang di pantau? jika resistance sudah di break namun false break lalu ter jadi break lgi dan berubah jadi rbs apakah itu rbs yang valid?
Muhammad Yusuf   22 Nov 2017

Jika trading menggunakan sinyal dari candlestick dari price action, pola candle seperti apa yang bisa dijadikan acuan sebagai penerusan trend? Dan pola apa yang bisa dijadikan acuan penanda reversal? Makasih

Logan   8 Jun 2022

@Logan: Pola candle penerusan yang bisa Anda gunakan sebagai acuan penerusan trend adalah marubozu yang mempunyai ciri-ciri batang candle yang panjang dan tanpa shadow.

Munculnya candle ini menandakan seller/buyer sangat agresif dan kemungkinan besar akan melanjutkan trend.

Sedangkan pola yang bisa dijadikan acuan reversal trend adalah engulfing dan pin bar. Kedua pola candlestick ini jika terbentuk pada level yang penting mempunyai tingkat keberhasilan yang bagus.

Kiki R   8 Jun 2022

Bagaimana penerapan strategi price action untuk swing trading? Dan indikator apa saja yang diperlukan?

Rendy Gustiawan   10 Jun 2022

@Rendy Gustiawan: Penerapan strategi price action untuk swing trading sama seperti yang sudah dijelaskan di atas.

1. Struktur >> tujuannya melihat arah harga >> keputusan sell/buy/wait

2. Level >> tujuannya melihat area harga entry 

3. Signal >> tujuannya melihat kapan bisa entry >> entry atau tidak

3 poin di atas bisa Anda jalankan dengan full price action atau dengan indikator.

Bila menggunakan price action:

1. Struktur menggunakan high dan low

2. Level menggunakan support/resisten atau supply/demand

3. Signal menggunakan pola candlestick atau pola grafik

Sedangkan apabila menggunakan indikator, contoh indikator yang bisa digunakan:

1. Struktur menggunakan moving average (indikator berjenis trend)

2. Level menggunakan pivot point/fibonacci retracement/RSI/stochastic

3. Signal menggunakan stochastic, MACD

Kiki R   13 Jun 2022
 Muhammad Yusuf |  29 Oct 2017

Izin bertanya master...Jika saya sudah mempunyai metode trading yang menurut saya profitable, amankah jika saya menerapkannya di semua pair major(yang di hubungkan dengan USD)? jika di pair tertentu belum ada sinyal, saya memantau pair lainnya dan jika ada 3 pair sekaligus yg memberi sinyal saya transaksi ketiga2nya. benarkah cara seperti itu master? konsep ini masih di benak saya dan saya berniat melaksanakannya jika memang efektif.

Lihat Reply [3]

@ Muhammad Yusuf:

Kalau untuk scalping atau trading jangka pendek bisa karena waktu antara entry dan exit relatif cepat, tetapi untuk jangka menengah dan panjang dari pengalaman saya tidak bisa, harus ditest pada masing-masing pasangan mata uang (pair) yang hendak Anda tradingkan.

Dalam hal ini Anda bisa test di akun demo dulu, cobalah untuk sekian kali trade, jika rata-rata profit setelah sekian kali trade lebih besar dari rata-rata loss-nya (atau persentase profitnya lebih tinggi dari 50%), maka kemungkinan untuk memperoleh profit yang konsisten besar.

Misal dengan metode dan strategi tertentu Anda lakukan test pada pasangan USD/JPY sebanyak 50 kali trade pada time frame H4 atau daily. Jika 30 trade profit (atau persentase profitnya lebih dari 50%), maka metode dan strategi tersebut bisa digunakan. Sebaliknya jika persentase profitnya kurang dari 50% maka Anda harus mengevaluasi lagi metode dan strategi tersebut.

Hal tersebut bisa terjadi karena karakteristik pergerakan masing-masing pair dalam jangka menengah panjang berbeda-beda.

M Singgih   1 Nov 2017

@Elsa Salim

Selamat malam bu, jawabannya sebenarnya bergantung pada jenis strategi apa yang digunakan bu. Untuk strategi-strategi yang simple seperti strategi trading Bollinger Bands misalnya akan ada kecenderungan bahwa strategi tersebut dapat bekerja pada instrumen lain. Namun dapat bekerja bukan berarti hasil yang didapatkan juga akan sama pada setiap instrumen tempat strategi dijalankan.

Contohnya, jika menggunakan strategi Breakout Bollinger Bands pada pair EUR/USD dan GBP/USD time frame H4 periode 2018-2022. Berikut penampakan strategi:

bb-strat

Dan berikut hasil yang didapatkan:

EUR/USD:

bb-eu

GBP/USD:

bb-gu

Seperti yang terlihat di atas, strategi Breakout Bollinger Bands bekerja dan menghasilkan keuntungan pada kedua instrumen. Hanya saja di pair GBP/USD, dengan Winning Percentage yang sedikit lebih rendah, profit yang dihasilkan lebih tinggi daripada di pair EUR/USD. Hal ini umum terjadi karena adanya perbedaan karakteristik dasar dari kedua instrumen. Dimana GBP/USD cenderung bergerak lebih lebar dan cepat dibandingkan dengan EUR/USD yang stabil.

Nur Salim   17 May 2022

apakah kalau satu strategi profitable dalam satu pair misalnya eurusd maka strategi tersebut juga akan profitable di mata uang lain yang berkaitan erat dengan usd seperti gbpusd, usdcad, dll?

Elsa Salim   17 May 2022
 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017

Izin bertanya master,

Jika saya melakukan teknik MTFA di TF H4, H1, M15 lalu saya menggunakan tiga buah moving average eksponensial berperiode berbeda dan menunggu harga berpindah dari bawah beberapa EMA tersebut keatas dan sebaliknya, berapa periode EMAnya? dan profitablekah cara ini? karena mungkin sama prinsipnya dengan golden cross dan death cross.

Terima Kasih.

Lihat Reply [27]

@ Ricky fm:

- Apakah bisa moving average sebagai pengganti trendline?

Jawaban: Tidak bisa. Moving average dibuat berdasarkan perhitungan matematis, yaitu harga rata-rata selama periode waktu tertentu, sedangkan trend line atau garis trend dibuat hanya berdasarkan pengamatan semata, yaitu dengan menghubungkan 2 titik lower high (untuk downtrend) atau 2 titik higher low (untuk uptrend). Dalam hal ini moving average termasuk dalam kategori indikator teknikal (yang dihitung berdasarkan matematis) semaentara trend line adalah alat bantu (tool) dalam trading.

Memang fungsi keduanya sama, yaitu untuk mengetahui arah trend dan menentukan level-level resistance dan support, tetapi jika dikombinasikan dengan indikator lainnya (misal indikator oscillator) maka moving average lebih akurat. Juga jika dikombinasi dengan analisa price action, moving average lebih akurat dalam mengkonfirmasikan validitas price action, seperti pada EUR/USD H4 baru-baru ini:



Pada chart diatas tampak pin bar benar-benar terkonfirmasi setelah mengalami rejection dari kurva ema (exponential moving average). Perhatikan juga perilaku harga terhadap kurva ema 55 sebagai resistance.

- ..apakah juga harus menunggu titik 2 puncak & 2 lembah di teknik moving average?
Jawaban: tidak ada yang perlu ditunggu. Indikator moving average diapplikasikan dari rumus yang sudah jadi, sedang garis trend (trend line) dibuat berdasarkan pengamatan.

M Singgih   28 Jan 2022

@David susanto: Pertanyaan ini hampir mirip dengan pertanyaan sebelumnya tenrang ukuran periode MA yang akurat di time frame 30 menit.

Pada dasarnya indikator moving average (MA) adalah indikator tipe trending sehingga indikator ini lebih bagus digunakan saat harga dalam keadaan trending. Time frame M30 termasuk time frame rendah dan trading di time frame rendah membutuhkan respon yang cepat dari indikator MA.

MA yang memberikan respon cepat adalah yang periode waktunya pendek (kecil), karena menampilkan nilai rata-rata dari periode waktu yang pendek. Semakin pendek periode waktu yang dihitung maka akan menghasilkan perhitungan yang aktual. Kalau Anda menggunakan time frame 30 menit (M30), tentu tidak harus menghitung nilai rata-rata untuk sebulan sebelumnya, melainkan cukup beberapa jam sebelumnya.

Untuk time frame rendah (H1, M30, M15) disarankan menggunakan EMA (Exponential Moving Average), karena EMA responnya lebih cepat dari SMA (Simple Moving Average). Periode yang digunakan biasanya EMA 8, EMA 21, EMA 34 dan EMA 50 atau 55.

Kiki R   26 Feb 2020

@ Muhammad Yusuf:

Mungkin maksud Anda MTF atau Multi Time Frame. Dalam hal ini time frame trading utama Anda yang mana? Karena analisa 3 buah ema tsb tidak bisa dilakukan pada semua time frame, kemungkinan besar akan terjadi konflik.
Menurut saya kalau ingin menggunakan 3 ema sebaiknya pada satu time frame tertentu. Ke 3 time frame tersebut bisa dengan periode ema 55, 34, 21 dan 8, pilih 3 diantaranya yang profitable, misal ema 55, 21 dan 8.

Yang Anda maksudkan memang golden cross, karena kalau harga telah melewati atau menembus ke 3 ema tersebut maka secara otomatis ke 3 ema akan berpotongan atau crossing.
Berikut contohnya pada XAU/USD H1 kemarin (15 November 2017):



Untuk mengetahui profitable atau tidaknya lalukan test terlebih dahulu di akun demo dan lihat persentase profitnya. Jika rata-rata profit setelah sekian kali trade lebih besar dari rata-rata loss-nya (dalam hal ini persentase profitnya lebih tinggi dari 50%), maka kemungkinan besar kombinasi ema tesebut profitable.

M Singgih   16 Nov 2017

@Muhammad Yusuf

Jika ingin menggunakan analisa Multi Time Frame, bisa coba menggunakan indikator BBMA OA kang. Analisanya juga cuma menggunakan bb sama ma doang. di kami juga sudah ada panduannya.

Mas Sinar   1 Aug 2018

@Mas Sinar

Betul sekali, terima kasih atas masukan dan sarannya. Saat ini di kami telah ada artikel sistem trading yang menggunakan MA dan di aplikasikan dengan analisa Muti Time Frame. Sistem trading ini di kenal dengan nama BBMA OA. Anda bisa membaca panduan dasar penggunaan BBMA OA sebagai referensi bacaan.

 analisa-multi-time-frame-bbma-oa

 

Pada dasarnya BBMA melihat pergerakan harga yang dibandingkan dengan indikator Bollinger Bands dan berbagai macam Moving Average di sana. Nah, penemu indikator ini sendiri telah menemukan rumus-rumus tertentu yang diaplikasikan dengan analisa Multi Time Frame BBMA OA sehingga validasi sinyal dan setup jadi lebih baik.

Anda juga bisa membaca contoh analisa dengan indikator ini dari salah satu analis kami. Terima kasih

Admin   2 Aug 2018

Admin, gw udah baca artikel-artikelnya. tapi ada yang blm gw pahamin. Itu dapat nilai-nilai period yang digunakan oleh BB dan MA-nya itu darimana ya?

Gw liat dan backtest sih emang keren banget. Tapi repot juga sih harus analisa 3 time frame sekaligus dalam satu waktu hahaha

Achmad Yunus   3 Aug 2018

@Achmad Yunus

Mengenai masalah period itu sendiri, tidak pernah dijelaskan di berbagai macam sumber darimana mendapatkannya. Bisa jadi dari kira-kira, bisa jadi dari perhitungan tertentu, atau sekedar Trial And Error dari penciptanya.

Sistem trading dengan analisa Multi Time Frame ini memang agak sulit digunakan jika belum terbiasa. Tapi melihat tingkat kesuksesannya dalam meraih profit serta membaca harga pasar maka bersusah-susah sedikit di awal dalam mempelajari dan membiasakan penggunaan analisa Multi Time Frame ini tentu tidak jadi masalah bukan? 

Tips sedikit nih dari analis kami yang menggunakan sistem trading ini. Menurut beliau sih, jika ingin mudah, coba gunakan platform TradingView. Pada platform tersebut kita dapat dengan mudah mengatur template serta pair dan time frame yang ingin diamati. Anda bisa melihat contoh tampilan pengamatan dari multitf di bawah ini:

analisa multi time frame bbma oa

Admin   4 Aug 2018

Gan kalau pakai Metatrader 4 bagaimana cara kita mengeset pengamatan multi time frame-nya. Saya kurang paham dan nyaman kalau tidak menggunakan mt4 rasanya.

Hasanul Nidhom   6 Aug 2018

Simplenya, buka dahulu 3 buah chart pada Metatrader Anda. Setelah itu, buka menu Windows, Pilih Tile Vertically.

metatrader-4

Admin   8 Aug 2018

Berapa jumlah moving average yang ideal dimasukan di chart trading?

Risnanda Ayu   29 Apr 2019

@ Risnanda Ayu:

Tidak ada patokan jumlah moving average (MA) yang ideal dalam satu chart. Ada yang memasang lebih dari 5 MA sehingga dinamakan indikator pelangi (rainbow).
Tetapi pada umumnya trader menggunakan 2 atau 3 MA dengan periode yang berbeda, tujuannya untuk mengamati saat crossing (pemotongan antar kurva) MA, untuk menentukan saat entry.
Baca juga: Menggunakan Moving Average Sebagai Filter Tren Forex

M Singgih   1 May 2019

Saya pakai ema 5 dan 34 tambah filter fisher. Trus saya robotin.

Fuad   5 Aug 2019

@ Fuad:

Oke Pak. Kalau persentase profitnya tinggi boleh juga.
Ini untuk scalpingan ya?

M Singgih   8 Aug 2019

Aku nggak yakin apa ini strategi trading yang baik. Kalo kamu trader jangka pendek, sebaiknya fokus ke indikator yang sesuai sama time frame trading kamu. Penggunaan time frame yang lebih lama untuk trading jangka panjang bisa memberi gambaran pasar yang lebih baik.

Ohueiro   31 Oct 2019
@Risnanda Ayu
Moving avarage yg ideal 2-6 garis, kalau udah di atas itu udah kayak benang kusut bikin pusing. tapi saran saya cukup 2 moving avarage aja dengan periode sesuai time frame yg dipakai. indikator moving avarage ini indikator simpel tapi manjur. trading forex itu sederhana buy atau sell, kuncinya kuasai cara baca trend, kalau udah tau trend, nanti indikator moving avarage hanya jadi acuan entry. belajar aja pasti profit.
Kamal Fauzan   19 Apr 2020

@ Dimas:

Biasanya SL dan TP ditentukan berdasarkan level support dan resistance
SL dan TP dalam pip tidak bisa dipatok tetap, tergantung dari jarak support atau resistance terdekat yang logis. Semakin rendah time frame yang digunakan, SL dan TP akan semakin kecil karena support dan resistance terdekat pada time frame rendah akan lebih kecil dibandingkan time frame yang lebih tinggi.

Sebagai contoh:



Jika Anda entry sell pada A, maka SL bisa pada level R2 atau R1. TP pada support, sebaiknya TP minimal = SL agar risk/reward ratio minimal = 1:1 (kalau bisa lebih besar). Bisa pada S2, S3 atau S4.

M Singgih   13 Jul 2018

@Samsull Arief: Caranya sederhana, silakan klik indikator moving average untuk memunculkan tab properties dari moving average.

Muncul tampilan seperti di bawah ini.

Cara Setting Indikator Moving Average Pada Mt4

  • Period = periode MA
  • MA Method = jenis MA

Anda tinggal ganti period dan MA method sesuai yang Anda inginkan.

Kiki R   27 Apr 2022

@Muh Ahsan:

Betul sekali pak, Moving Average memang sangat memiliki banyak fungsi dan kegunaan. Mengenai apakah MA bisa digunakan sebagai Oscillator, jawabannya tentu saja bisa. Bahkan ada banyak sekali jenis Oscillator yang memanfaatkan Moving Average sebagai dasar perhitungannya. Beberapa yang terkenal dan sering digunakan adalah Moving Average Convergence Divergence dan Awesome Oscillator.

Jika bapak melihat garis balok-balok atau yang sering disebut Histogram pada MACD dan AO, nilai perhitungan beserta posisinya dihitung dengan menggunakan MA. Sebagai contoh jika kita menggunakan AO. AO dibuat berdasarkan basis perhitungan dengan menggunanakan SMA 5 dan 34 dengan Median Price.

ao-oscillator

Crossover antara SMA 5 dan 34 tersebut menandakan perpindahan nilai AO dari nilai di atas 0 atau sebaliknya. Sehingga jika AO berada di atas nilai 0 maka hal ini menandakan bahwa SMA 5 sedang berada di SMA 34 (tren naik) dan begitu pula sebaliknya.

Nilai besaran balok-balok histogramnya sendiri dihitung dari jarak antara nilai SMA 5 dan 34 nya saat itu. Sehingga semakin kuat tren terjadi maka akan semakin besar pula jarak antara kedua SMA, dan semakin besar pula nilai Histogram pada AO.

Jika bapak ingin mencoba mengaplikasikan nilai-nilai periode tertentu untuk membuat histogram bapak sendiri, bapak bisa menggunakan indikator OsMA (Oscillator Moving Average) yang sudah tersedia di berbagai macam Platform trading.

Terima kasih, semoga bisa mencerahkan.

Nur Salim   30 Apr 2022

@ Yogi Purnama:

Jika disebutkan spesifik EMA dengan periode 200, biasanya digunakan pada time frame tinggi seperti H4 dan daily. Semakin rendah time frame biasanya trader akan menggunakan EMA periode yang lebih rendah untuk mendapatkan respon yang lebih cepat.

Secara umum, penggunaan indikator moving average termasuk EMA pada pergerakan harga adalah:
- Jika harga berada di atas kurva EMA, maka diasumsikan kondisi sedang bullish, dan kurva EMA bisa sebagai level support.
- Jika harga berada di bawah kurva EMA, maka diasumsikan kondisi sedang bearish, dan kurva EMA bisa sebagai level resistance.
- Kondisi bullish atau bearish sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator trend yang lain seperti parabolic SAR, ADX, atau MACD.

Untuk penjelasan secara umum mengenai bagaimana trading dengan indikator moving averages, silahkan baca:
3 Cara Trading Dengan Moving Averages

 

M Singgih   11 May 2022

@Agung Laksmana:

Betul, Moving Average merupakan salah satu indikator tertua yang sangat sering diajarkan diberbagai macam buku ataupun artikel di internet. Mengenai apakah MA masih banyak digunakan atau tidak, setahu saya pribadi masih banyak sekali trader baik itu pemula maupun professional yang menggunakannya di dalam ataupun luar negeri. Terutama pada pemula. Faktor utamanya tentu saja, MA sangat mudah dipahami baik secara teori serta prakteknya. Trader professional sendiri biasanya menggunakannya untuk kepentingan lain dan diaplikasikan dengan Technical Tools atau indikator lainnya.

Mengenai jenis MA sendiri, selain dari yang ada pada indikator bawaan MT4/MT5, telah banyak pengembangan yang muncul. Meski sudah cukup lama, tapi literasi tentang beberapa jenis MA ini masih sangat kurang. Beberapa di antaranya adalah DEMA (Double Exponential Moving Average) dan TEMA (Triple Exponential Moving Average). Melihat nama ini kebanyakan orang pasti akan berpikir bahwa DEMA atau TEMA hanya merupakan penggunaan 2 atau 3 buah EMA dalam satu chart. Kenyataannya tidak seperti itu, DEMA hanya merupakan satu buah Moving Average yang dihitung atau dirata-rata sebanyak 2x. Rata-rata pertama dihitung dari nilai harga yang dijadikan patokan, dan rata-rata kedua dihitung dari rata-rata nilai hasil rata-rata sebelumnya. Nilai DEMA sendiri didapatkan dari hasil pengurangan nilai rata-rata harga dengan nilai rata-rata Moving Average dikalikan dengan 2. TEMA sendiri menganut prinsip seperti DEMA tapi menggunakan 3x perhitungan.

dema-ema

Seperti yang dilihat pada gambar di atas, dengan periode yang sama garis yang dihasilkan DEMA cenderung berada lebih dekat terhadap harga daripada EMA biasa. Hal ini bisa terjadi karena Smoothing yang terjadi dari perhitungan kedua yang telah dijelaskan sebelumnya.

Selain DEMA dan TEMA, masih banyak pengembangan Moving Average lain seperti Displaced Moving Average (DMA), Volume Weighted Moving Average (VWMA), Volume Weighted Average Price, dan banyak jenis lainnya.

3. DMA (Displaced Moving Average)

4. Volume Based Moving Average (VWMA dan VWAP)

Nur Salim   17 May 2022
klo scalping dengan m15 saya sebaiknya pake TP dan SL brp? strateginya dengan menggunakan mov average
Dimas   12 Jul 2018

pak, MA merupakan salah satu indikator tertua dan selalu diajarkan di berbagai macam buku maupun artikel trading. apakah ini berarti MA masih banyak digunakan saat ini? Selain itu adakah varian-varian MA baru saat ini yang banyak tidak diketahui trader?

Agung Laksmana   17 May 2022

bagaimana cara penggunaan indikator EMA 200 untuk day trader?

Yogi Purnama   10 May 2022

Berapa ukuran setelan periode MA yang paling akurat untuk trending di time frame 30m?

David Susanto   25 Feb 2020

bagaimana cara setting indikator moving average pada mt4?

Samsull Arief   27 Apr 2022

Apakah bisa moving avarege sebagai pengganti trendline ?
Jika iya, apakah Juga harus menunggu titik 2 puncak & 2 lembah di teknik moving avarege ?

Ricky Fm   26 Jan 2022

Selamat malam pak, moving average merupakan indikator serba bisa dan sangat mudah digunakan. ma bisa jadi alat trend, snr dinamis, serta level entry. Namun bisakah kita menggunakan ma itu sebagai oscillator pak? jika bisa berarti sebenarnya apakah trading dengan ma saja sudah cukup?

Muh Ahsan   30 Apr 2022
 

Komentar @inbizia

Setuju sama pembentukan karakter profesional trader. Bukan hasil profit ato unsur-unsur teknis lain, tapi kalo karakter traderx kurang siap dengan sistem trading forex & kemungkinan2x, cara trading seampuh apapun pasti hasilx ga akan maksimal
 Novian.sardhi |  19 Sep 2013
Halaman: Contoh Money Management Mm Yang Baik
anggapan loss sebagai hal yang wajar dalam banyak kasus sering digunakan sebagai "penghiburan" bagi trader yang mengalami loss agar tidak terlalu terbebani atau kecewa berlebihan saat sistemnya tidak bekerja dengan maksimal.

sebenarnya ini sepaham dengan tidak adanya sistem trading yang sempurna. karena dengan adanya pemikiran seperti itu pasti trader juga tidak akan terlalu berharap bahwa sistemnya akan selalu memberi keuntungan, dan sisi positifnya bisa meningkatkan usaha untuk memperbaiki manajemen resiko yang diterapkan.

hanya saja dalam jangka panjang jika trader terus berpikir seperti ini bukannya membawa keuntungan justru akan menghambat potensi profit yang bisa diraih. maka dari itu di sini kesimpulannya adalah untuk menyingkirkan asumsi bahwa loss itu wajar.

namun hal ini baiknya juga ditekankan untuk trader yang sudah bukan pemula lagi. karena pemula biasanya mudah sekali untuk cenderung mencari holy grail sistem terbaik, sehingga menyadari tentang kewajaran loss sepertinya bukan hal yang buruk untuk mereka.
 Denis Alfiansyah |  17 Sep 2014
Halaman: Trading Tanpa Loss Ala Marcelino Livian
ah ndah mesti 1:1, bgantung kekuatan modal sama manajemen resikonya, kalo sering loss mending gedein di atas 1:2, supaya kalo menang bisa nutupin yang loss. Misalnya dia pake sistem trading cap tokek terus prosentase menangnya cuma 40%. Katakanlah dia pake 1:2.5 jadi kalo SLnya 10pip ya TPnya 25pip.  jadi kalo dia trading 5hari dalam seminggu misalnya, 5*25pip=125pip, dibagi prosentase win rate 100*0.4, 50pip.... terus 5*10=50, 50*0.6=30pip.  totalnya 50pip- 30pip = 20pip....
jadi kesimpulannya si doyok tadi masih bisa untung 20pip meskipun win ratenya cuma 40% selama dia pake rasio 1:2.5
 Agus Bastian |  15 May 2016
Halaman: Kesalahan Trading Yang Fatal
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave).
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Iya, ini memang bahasa yang digunakan susah untuk dipahami. Biasanya yang mengerti, yang udah tau tentang sistem trading dan analisanya. kalo bisa disederhanakan, menjadi ruang lingkup marubozu saja. Jangan langsung dengan pembahasan analisa teknikalnya, biar trader baru lebih paham tentang marubozu. 
 Fachrizal R. |  5 Sep 2020
Halaman: Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
Indikator MACD jeleknya agak lambat membaca sinyal daripada price action. Jadi saranku sih, lebih baik dikombinasikan sama indikator lain, kayak stochastic gitu.
 Maria |  14 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Macd Berdasarkan Macam Fungsinya
Komentar[1]    
  Mira K   |   19 Aug 2021

Terima kasih atas penjelasannya, saya newbie.. mungkin ada info artikel lain yang membahas teknik ini sebagai tambahan info dan pembelajaran.. Terima kasih

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip