Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 3 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya
Forum  > Belajar Forex

Mengapa Profit Konsisten Sulit?

  Ki Jambrong |   25 Nov 2020 |   822

Mungkin masalahku ini sama dengan trader pada umumnya, yaitu sulit konsisten profit. Walaupun gak selalu profit tiap kali trading, mempertahankan loss di bawah 40 persen aja mati-matian rasanya. Bagaimana caranya biar lebih stabil mendapatkan profit paling tidak bisa menekan loss sampe di bawah 40% lah? Maksih..maaf agak sedikit curhat..haha

  M Singgih   |   28 Nov 2020

@ Ki Jambrong:

Untuk bisa menghasilkan profit yang konsisten, Anda harus trading berdasarkan sistem trading yang telah dipersiapkan dan telah diuji, serta terbukti menghasilkan keuntungan dalam periode waktu tertentu.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sementara money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Metode entry dan exit yang umum adalah sinyal yang dihasilkan dari price action yang telah terkonfirmasi oleh indikator teknikal.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry, bisa berdasarkan analisa teknikal (misalnya entry ketika pasar trending / strategi breakout, atau ketika terjadi bouncing / strategi buy the dip / sell the rally. Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil backtest tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Untuk penjelasan lebih detail, silahkan Anda baca di Risk/Reward ratio dalam forex.

Jika ternyata dari hasil backtest W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil backtest yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus.

Tanpa backtest Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan terhadap pair yang sedang Anda tradingkan. Mungkin kalau ditest pada pair lain hasilnya akan berbeda.

2.
Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

3. Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

4. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

Dalam hal money management, agar dalam jangka panjang hasil trading profitable, Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1.
Jika sistem trading Anda profitable, maka angka harapan profitnya tinggi, yaitu kemungkinan besar hasil trading Anda secara keseluruhan akan profit.

Silahkan mencoba. Terima kasih.

  Naumi   |   29 Dec 2020

Untuk menjaga displin itu pak yang susah. Mungkin ada tips pak? Kadang suka gatel gitu kalo lihat ada signal. hemmmm

  M Singgih   |   3 Jan 2021

@ Naumi:

Supaya bisa disiplin, Anda harus mempunyai sistem trading yang jelas sebagai pegangan. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Agar dalam jangka panjang hasil trading bisa profit, maka sistem trading harus profitable. Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Dalam hal ini, Anda hanya akan entry berdasarkan sinyal yang dihasilkan dari sistem trading. Setelah entry dan menentukan stop loss (SL) serta take profit (TP), Anda tidak melakukan intervensi pada posisi yang telah dibuka.

  Pak De   |   28 Feb 2021

katanya tidak ada sistem yg no loss, di pihak lain seorang trader yang baik adalah trader yg bisa profit konsisten?

  M Singgih   |   1 Mar 2021

@ Pak De:

Profit yang konsisten bukan berarti selalu profit pada setiap trade, tetapi dilihat setelah sekian kali trade atau setelah suatu periode waktu tertentu. Misal setiap 30 kali trade hasilnya rata-rata profit sekian, atau dalam sebulan rata-rata bisa profit sekian. Jika setiap 30 kali trade atau setiap bulan Anda profit maka bisa dikatakan Anda bisa profit dengan konsisten.

Memang tidak ada sistem trading yang selalu profit atau tidak pernah loss, tetapi suatu strategi trading bisa diukur persentase profitnya sehingga bisa diketahui angka harapan profitnya. Untuk mengukur persentase profit dilakukan dengan cara backtest dan atau forward test. Backtest adalah melakukan sekian kali trade dengan histori data lampau dan forward test adalah melakukan sekian kali trade pada harga pasar sekarang, tujuannya untuk mengetahui kinerja strategi trading.

Sistem trading terdiri atas strategi trading, rencana trading dan jurnal trading. Dalam hal ini yang Anda backtest atau forward test adalah strategi trading yang biasanya terdiri dari metode trading dan money management yang juga meliputi risk management.

Dari hasil backtest tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang).
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Risk Reward Ratio Dalam Trading Forex

Jika ternyata dari hasil backtest W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil backtest yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus. Tanpa backtest Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan sehingga tidak menjamin Anda akan bisa profit dengan konsisten. Salah satu metode agar bisa diperoleh profit konsisten dalam jangka panjang adalah dengan menggunakan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1 setiap kali trade.

  Yusril Galih   |   6 Feb 2022

berapa banyak indikator yang kita harus pelajari dan pasang supaya bisa profit saat trading emas? mohon saranx, thx

  Nur Salim   |   6 Feb 2022

@Yusril Galih:

Untuk jumlah indikator untuk dipelajari sendiri sebenarnya tidak ada batasnya pak. Bapak bisa mempelajari semua indikator yang ada baik dari bawaan Platform trading ataupun indikator Custom yang beredar di internet. Tujuannya tentu saja untuk memperdalam ilmu yang dimiliki mengenai pergerakan harga serta bagaimana cara masing-masing indikator melihat dan menetapkan kondisi tertentu pada market. Pengetahuan ini kelak bisa bapak gunakan kembali jika ingin mencoba strategi baru dalam rangka diversikasi Account atau memang strategi yang digunakan sekarang sudah tidak efektif lagi.

Mengenai indikator yang harus digunakan sendiri agar bisa mendapat untuk dalam trading emas sebenarnya juga tidak ada batasannya. Bapak bisa menggunakan 10 indikator seperti dalam Chart di bawah ini jika memang itu bisa menghasilkan keuntungan yang konsisten dalam trading bapak.

10-indi

Namun, penggunaan indikator yang berlebihan seperti gambar di atas lebih sering menghasilkan sakit kepala yang berlebihan daripada profit yang konsisten. Secara teknikal analisis sendiri sebenarnya ada 3 komponen penting yang bisa menunjang analisa yang bapak gunakan untuk meraih keuntungan. Komponen tersebut adalah:

1. Trend: Menentukan bias atau ke arah mana market sedang bergerak.

2. Key Level: Level-level kunci seperti Support And Resistance sebagai tempat yang berpeluang dibukanya posisi trade.

3. Signal: Kondisi yang menggambarkan kapan dan dimana sebuah posisi akan dibuka dan ditutup.

Ketiga komponen ini bisa bapak capai baik hanya dengan menggunakan 1 indikator atau lebih. Contohnya jika ingin menggunakan beberapa indikator untuk mencari masing-masing 1 komponen bapak bisa menerapkan pembagian sebagai berikut:

- Menggunakan Golden dan Death Cross Moving Average untuk menentukan Trend pada harga saat ini.

- Menggunakan Bollinger Bands dan Price Action sebagai penentuan Key Level beserta Signal untuk menentukan kapan dan dimana posisi harus dibuka.

Selain menggunakan banyak indikator, bapak juga bisa menggunakan 1 indikator saja untuk mendapatkan ketiga komponen penting di atas. Contohnya indikator Moving Average. Selain untuk mencari Trend, Moving Average bisa digunakan untuk menentukan Support dan Resistance.

Jadi kesimpulannya, tidak ada batasan berapa jumlah indikator yang boleh bapak gunakan. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, usahakan setiap indikator mampu menawarkan 1 atau lebih komponen penting untuk membantu analisa bapak.

Semoga membantu, terima kasih.

  M Singgih   |   13 Oct 2023

@ Yusril Galih:

Anda bisa mempelajari indikator teknikal sebanyak mungkin. Meski demikian, indikator teknikal dan sinyal dari price action adalah alat bantu untuk entry, tetapi tidak mutlak pasti benar karena sinyal dalam trading adalah probabilitas atau berupa kemungkinan-kemungkinan. Tujuan dalam trading adalah menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu. Untuk itu Anda harus mempunyai sistem trading yang bisa diandalkan, yaitu sistem trading yang profitable.

Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Untuk mencari sistem trading apa yang pas dan mengujinya, Anda bisa lakukan di akun demo terlebih dahulu, sebelum diterapkan pada akun riil.

Pada dasarnya, sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.
Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1. Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

2. Buat rencana trading yang jelas
, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

3. Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin
, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

4. Buat jurnal trading untuk evaluasi
. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

  Kiki R   |   23 Oct 2023

Jawaban untuk Yusril Galih: Profitable dalam trading emas bukan ditentukan dengan banyaknya indikator yang digunakan saat trading. Anda bisa profitable bahkan tanpa menggunakan indikator sekalipun seperti para price action trader.

Profitable trading ditentukan dengan nilai ekspektasi dari strategi tersebut.

Bagaimana cara menentukan nilai ekspektasi? Caranya adalah dengan melakukan pengujian seperti back test atau forward test.

Dari hasil pengujian inilah Anda bisa mengakhiri kesimpulan apakah trading anda bisa profitable dalam jangka panjang atau tidak.

  Rinjani   |   21 Mar 2022

Setelah melakukan analisa secara teknikal, dan sesuai yang di ajarkan di buku. Mengapa hasil entry saya masih meleset?

  Kiki R   |   21 Mar 2022

@Rinjani: Tidak ada satupun metode trading yang 100% benar (tanpa meleset). Hal ini dipahami benar-benar dahulu karena kalau Anda mencari yang tidak pernah meleset maka Anda cuma buang-buang waktu karena tidak akan pernah ada.

Kedua, trading selalu berdasarkan peluang/probabilitas. Hanya karena Anda loss bukan berarti Anda tidak akan profitable di market.

Lihat dari sudut pandang peluang. Sebagai contoh, ada sistem trading yang mempunyai winrate (peluang berhasil) sebesar 60%, artinya:

  • Dalam 100 kali entry, ada 60 profit, 40 loss
  • Dalam 1.000 kali entry, ada 600 profit, 400 loss
  • Dalam 10.000 kali entry, ada 6.000 profit, 4.000 loss

Artinya apa? Profit dan loss dalam trading adalah hal yang wajar.

Sekarang, silakan riset berapa statistik peluang berhasil (winrate) dari strategi yang Anda gunakan. Untuk bisa berhasil dalam trading Anda harus punya data statistik yang mendukung, bukan karena "katanya" atau "kira-kira.

  M Singgih   |   13 Oct 2023

@ Rinjani:

Untuk entry tidak hanya berdasarkan indikator teknikal saja, tetapi yang terutama adalah berdasarkan price action yang terbentuk. Indikator teknikal digunakan sebagai konfirmator dari sinyal yang diberikan oleh price action.

Dalam hal ini Anda harus mempunyai sistem trading yang profitable. Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade (entry) mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Untuk mencari sistem trading apa yang pas dan mengujinya, Anda bisa lakukan di akun demo terlebih dahulu, sebelum diterapkan pada akun riil.

Pada dasarnya, sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.
Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1.


Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator. Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

2. Buat rencana trading yang jelas
, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

3. Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin
, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

4. Buat jurnal trading untuk evaluasi
. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

  Saliha   |   3 Nov 2023

@Rinjani:

Udah niru buku, tapi entry masih salah.

Nah, pertanyaannya, salahnya itu berapa kali?

Gini ya, dalam ilmu sains itu ada yang namanya standar error. Hasil riset belum tentu 100% benar, melainkan diperbolehkan adanya error sekitar 5%.

Dalam ilmu trading juga ada yang namanya standar error. Aturan trading yang kita jalankan itu belum tentu 100% benar. Banyak trader bisa sukses dengan winrate cuma 55%, 60%, atau bahkan 40%.

Gambaran simpelnya gini: Umpama winrate 55%, itu berarti trader cuma bener 55 kali dari 100 kali open trade. 45 kali lainnya, dia salah. Tapi karena dia bener 55 kali, maka tetep untung.

Nah, jadi sekarang pertanyaannya, km salah itu berapa kali? Kalau sudah coba trading 100 kali dan hasilnya salah semua, maka berarti cara yang diajarkan buku itu memang keliru. Tapi kalau ada yang bener dan ada yang salah, maka itu mungkin wajar. Jadi, hitung dulu winrate.

  Helmi Yahya   |   30 Mar 2022

Bagaimana tips untuk mendapatkan profit yang konsisten?

  Kiki R   |   2 Apr 2022

@Helmi Yahya: 3 Tips agar bisa profit konsisten:

1. Mempunyai sistem trading yang profitable

Pastikan terlebih dahulu Anda memiliki sistem trading yang profitable. Bagaimana bisa tahu sistem trading kita profitable?

Uji sistemnya. Anda bisa backtest atau forward-test, cari berapa winrate dan RR rata-ratanya.

Keputusan sistem profitable atau tidak dilihat dari nilai ekspektasinya.

2. Disiplin menjalankan sistem trading yang profitable

Setelah mempunyai sistem trading yang profitable, langkah selanjutnya Anda disiplin menjalankannya.

3. Menggunakan money management yang benar

Terakhir, Anda harus menggunakan money management. Atur berapa risiko per transaksi yang Anda gunakan.

Sistem trading yang profitable hasilnya bisa menjadi tidak profitable kalau risiko transaksi terlalu besar.

Semoga bermanfaat.

  M Singgih   |   30 May 2023

@ Helmi Yahya:

Untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu, Anda harus mempunyai sistem trading yang bisa diandalkan, yaitu sistem trading yang profitable. Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Untuk mencari sistem trading apa yang pas dan mengujinya, Anda bisa lakukan di akun demo terlebih dahulu, sebelum diterapkan pada akun riil.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.
Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1. Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

2. Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

3. Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

4. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

  Dika Putra   |   25 Apr 2022

hal2 yg hrs dilakukan utk mendapatkan profit yang konsisten dalam trading?

  Kiki R   |   25 Apr 2022

@Dika Putra: Ada 3 hal yang harus dilakukan:

1. Mempunyai sistem trading yang profitable

Sistem trading yang profitable dibuktikan dengan history transaksi selama 3-6 bulan yang mempunyai nilai ekspektasi positif.

Patokan trading Anda harus selalu berdasarkan history trading agar datanya akurat dan bisa dievaluasi.

2. Menerapkan money management

Sistem trading yang profitable tidak cukup karena suatu saat akan terjadi losing streak atau loss beruntun.

Money management akan menyelamatkan Anda dari bangkrut. Money management juga akan membuat trading Anda lebih tenang.

3. Disiplin melaksanakan sistem trading dan money management

Terakhir, Anda harus disiplin melakukan keduanya. Mengetahui keduanya saja tidak cukup, Anda harus melakukannya secara disiplin.

  Subastian   |   13 Jun 2022

Disiplin trading itu seperti apa ya kak?

  Kiki R   |   13 Jun 2022

@Subastian: Disiplin trading artinya menjalankan dengan konsisten setiap trading plan yang dimiliki.

Kalau melanggar trading plan, artinya sudah tidak disiplin dalam trading.

  Eki Putra   |   29 Jun 2022

Mengapa orang yang ingin mendapatkan profit besar dalam waktu singkat justru cepat MC & gagal di dunia trading ?? Tapi sebaliknya, orang yang profit kecil tapi konsisten justru akun tradingnya bisa bertumbuh?? Sistem trading seperti apakah yg berpengaruh? Apakah untungnya haru kecil?

  Aisha   |   1 Jul 2022

Sistem trading apa pun pada dasarnya bisa sukses dalam dunia trading, asalkan kamu benar-benar menguasai sistem trading itu.

Kenapa orang yang ingin profit besar dengan cepat justru MC, dan yang sukses malah yang dapat profit kecil-kecil? Masalahnya bukan terletak pada sistem tradingnya, melainkan mentalitas orang itu sendiri.

Perlu diketahui, ada pada dua "penyakit" trader: Fear (ketakutan) & Greed (serakah). Orang yang berambisi dapat profit gede itu kena penyakit serakah.

Ketika seseorang serakah, dia mungkin open posisi dengan lot terlalu besar, sehingga posisi tradingnya cepat MC.

Ketika seseorang serakah, dia mungkin open posisi tanpa mengonfirmasi sinyal, sehingga kena fake signal. Akibatnya, loss.

Ketika seseorang serakah, dia mungkin open posisi trading terlalu banyak, sehingga posisi tradingnya campur aduk dan nggak bisa terpantau dengan benar. Ketika terlalu banyak yang loss, akhirnya kena MC juga.

Orang yang bisa profit kecil secara konsisten itu kemungkinan sudah terlepas dari greed. Dia nggak terlalu serakah, sehingga bisa open posisi dengan perhitungan yang lebih baik.

Tapi, apakah untuk bisa lepas dari greed itu harus profit kecil? Enggak juga. Banyak juga trader yang profit gede tapi tetap untung secara konsisten. Simbah George Soros, misalnya.

  Kiki R   |   23 May 2023

Jawaban untuk Eki Putra:

Ada beberapa alasan mengapa orang yang mencari keuntungan besar dalam waktu singkat cenderung mengalami kegagalan dalam trading, sementara mereka yang menghasilkan keuntungan kecil tapi konsisten dapat berhasil.Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini adalah:

1. Tidak realistis: Orang yang berharap mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat cenderung memiliki harapan yang tidak realistis. Mereka mungkin tergoda oleh janji-janji cepat kaya atau tip perdagangan yang diiklankan secara agresif. Mereka sering mengabaikan fakta bahwa trading adalah proses yang kompleks dan tidak ada jaminan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kesabaran dan pengelolaan risiko yang baik adalah kunci kesuksesan jangka panjang.

2. Risiko yang berlebihan: Ketika seseorang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan cepat, mereka cenderung mengambil risiko yang tidak proporsional dengan modal mereka. Mereka mungkin melakukan perdagangan dengan ukuran posisi yang terlalu besar atau tidak menggunakan manajemen risiko yang tepat. Ini dapat menyebabkan kerugian besar jika perdagangan berakhir dengan hasil yang tidak menguntungkan.

3. Kurangnya pemahaman dan pengalaman: Orang yang ingin keuntungan besar dalam waktu singkat sering kali tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pasar dan strategi trading yang efektif. Mereka mungkin tidak mempelajari analisis teknis atau fundamental dengan baik atau tidak menguasai keterampilan manajemen perdagangan yang diperlukan. Kekurangan pengetahuan dan pengalaman ini dapat menyebabkan kesalahan yang mahal.

Sebaliknya, menghasilkan keuntungan kecil tapi konsisten lebih mungkin terjadi karena:

1. Manajemen risiko yang baik: Trader yang menghasilkan keuntungan kecil tapi konsisten cenderung memiliki pendekatan yang berfokus pada manajemen risiko yang baik. Mereka menggunakan ukuran posisi yang sesuai dengan modal mereka dan menetapkan stop loss yang disiplin. Dengan membatasi risiko dalam setiap perdagangan, mereka dapat menjaga akun trading mereka tetap tumbuh secara stabil.

2. Disiplin dan konsistensi: Trader yang menghasilkan keuntungan kecil tapi konsisten biasanya memiliki disiplin yang tinggi dan menerapkan strategi mereka dengan konsisten. Mereka mengikuti rencana perdagangan yang telah mereka tetapkan, mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan, dan tidak tergoda untuk melakukan perdagangan impulsif. Konsistensi dalam pendekatan mereka dapat mengurangi kesalahan dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

3. Fokus pada probabilitas: Trader yang menghasilkan keuntungan kecil tapi konsisten cenderung fokus pada probabilitas daripada mencari keuntungan besar dalam setiap perdagangan. Mereka mengenali bahwa tidak setiap perdagangan akan menghasilkan keuntungan, tetapi dengan mempertahankan rasio risiko-untung yang menguntungkan, mereka dapat menghasilkan keuntungan secara konsisten dalam jangka panjang.

  Bobby   |   16 May 2023

Ini mungkin sedikit curhat dan dari pandangan saya ya. Melihat begitu banyaj respon terkait di forum dengan tema profit ini, bisa saya simpulkan bahwa sepertinya untuk sukses di Forex dan seejnisnya itu susah. Dalam artian, ga setiap orang bsa berhasil dan malahan dari pembahasan2 diatas, sepertinya trader lebih banyak yang gagal dibandingkan berhasil.

Trading plan? Mungkin ada yang udah menjalanin tetapi gagal. Belajar analisis? Mungkin ada yang belajar cukup lama tetapi masih saja gagal. Dari hal ini lah, saya tidak tau pandangan saya benar atau tidak, tetapi sepertinya trading Forex tidaklah cocok untuk semua orang dan mungkin dari 10 trader hanya 1-2 orang saja yang survive..

  Sadil   |   23 May 2023

Bobby: Setuju! perihal bnyk trader yg gagal maupun berhasil itu gue setuju banget dngn pendapat lo bro. Dan ga bnyk orng yg bsa berhsil dalam trading.

Dan dalam trading Forex itu, utk sukses itu membutuhkan waktu, dedikasi, dan upaya yang konsisten. Banyak trader yang gagal karena mereka nggak siap untuk belajar dan berlatih secara konsisten. Trading forex bukanlah jalan pintas untuk mencari uang cepat, tapi lebih ke perjalanan jangka panjang yang memerlukan pengembangan skill dan pengalaman.

DAn menurut gue, faktor kegagalan trader itu adalha terlalu ngikutin trading ato saran dari trader2 lain. Bkan berarti ga boleh ikut tetapi kita harus copy kmudian modif gaya trading karna setiap orang memiliki kepribadian, pemahaman, dan pengalaman yang berbeda. Ada strategi dan pendekatan yang bisa sukses bagi satu orang, tapi mungkin nggak cocok atau kurang berhasil bagi orang lain.

  Ananta   |   30 May 2023

Bobby: begitulah kenyataannya. Karena pada dasarnya, trading forex ini sama seperti berbisnis. Ada yang sukses, namun tak sedikit juga yang gagal. Secara teori kita bisa memahami, tapi dalam penerapannya soal konsistensi dan hoki-hokian memang tidak semuanya sama. Kalau memang tidak ada modal dan masih terus merugi, sebaiknya mencari peluang pemasukan dengan cara lain saja. Sebagai manusia kita memang harus realistis.

  Andy   |   31 May 2023

Sekedar bertanya aja. Saya sedang melakukan trading akun demo, dan perlu diakui bahwa untuk melakukan trading dan mengambil profit itu nampaknya sulit2 gampang. Terkadang, saya itu tau bahwa pasar misalkan lagi bullish dan tombol buy itu akan digunakan. Cma masalahnya setelah melakukan buy gitu, dan memasang Stop Loss dan Take protfit (sesuai dengan step yang ada di artikel bahwa harus menerapkan risk management), terkadang SL saya sering miss bgitu juga dengan TP saya. Sedangkan kalo natap layar terus, malahan kecepatan TP shngga kehilangan kesmpatan buat profit lebih.

Apakah ada solusi dan saran dari suhu2 tidak mengenai hal ini? sebelumya saya ucpakan terima kasih

  Hendra Sutanto   |   2 Jun 2023

Andy: Mnrtku, hal yg paling realistis utk trader pemula adalah dngn perbaiki manajemen risiko lagi. Dan pastikan kembali bahwa kita udah menentukan tingkat Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) yg rasional berdasarkan analisis dan strategi trading Anda. Jika SL dan TP sering terpicu terlalu cepat, mungkin kakak perlu meninjau kembali strategi manajemen risiko . Evaluasi apakah level SL dan TP sudah sesuai dengan volatilitas pasar dan jarak support/resistance yang realistis.

Utk bacaan lbh lanjut mengenai SL itu sndiri sbnrnya bsa disimak di artikel ini : Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

  Syailendra   |   4 Jun 2023

Andy:

Duluuu bangett waktu masih bau kencur, gw juga sering ngerasa miss gitu. Tapi lama-lama enggak lagi.

Solusinya apa?

Satu: adjust lagi TP & SL. Kalau miss, berarti hitungannya kurang pas. Triknya nih, TP baiknya sama dengan atau di bawah high terakhir. SL baiknya sama dengan atau di atas low terakhir.

Dua: belajar lapang dada. Kalau tadi udah miss, ya udah. Tengok lagi apa yang salah, trus perbaiki lagi nanti. Misalnya strateginya keliru, atau TP/SL nya nggak sip.

  Kiki R   |   9 Jun 2023

Jawaban untuk Andy: Solusi yang paling praktis melakukan pengujian, backtest atau forward test. Catat hasil pengujiannya di buku jurnal untuk evaluasi.

Jangan percaya dengan ingatan Anda apalagi kata orang. Selalu berpatokan pada DATA.

Jadi tentukan dulu SL dan TP awal seperti apa dan uji pada data yang sudah lampau (backtest) untuk lihat efektifitasnya. Kalau kurang pas, ganti pengaturan SL dan TPnya sampai dapat pengaturan yang pas buat trading Anda.

Proses ini tidak mudah karena ada banyak data yang Anda perlukan dan Anda harus uji banyak kali sampai dapat yang cocok.

Kategori Forum
  • Terpopuler
  • Banyak Dibaca
  • Reply Terakhir
  • Terbaru
  • Cut Loss
  • Leverage
  • Saham
  • Timeframe
  • Kurs Rupiah
  • Metatrader
  • Broker Mancanegara