Price To Earnings Ratio (PER), Parameter Penting Di Pasar Saham


SAM 23 Jul 2014 32887Dibaca Normal 3 Menit

Saham-saham dengan PER rendah akan lebih menarik karena laba per saham yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya.



Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah saham tertentu, penting bagi investor dan trader untuk memperhatikan satu parameter penting, yaitu Price to Earning Ratio (P/E Ratio) atau yang populer disebut PER. Meski PER bukan satu-satunya parameter penting yang dipertimbangkan, namun bagi investor dan trader nilai PER mencerminkan prospek sebuah saham.

PER adalah suatu angka perbandingan atau rasio yang menunjukkan tingkat keuntungan tahunan perusahaan terhadap harga sahamnya saat ini. Saham-saham dengan PER rendah akan lebih menarik karena laba per saham yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya, maka tingkat return-nya akan lebih baik. PER juga kerap menjadi indikator harga wajar (terlalu mahal/murah) suatu harga saham sebuah emiten.

PER dihitung dari: harga saham saat ini / Earnings Per Share (EPS)

Misal: sebuah perusahaan yang harga per lembar sahamnya $ 80.00 dan keuntungan per lembar sahamnya $ 8.00, maka nilai PER-nya adalah $80.00/$8.00 = 10.

Angka di atas menunjukkan bahwa jika kita membeli saham perusahaan tersebut, dengan tingkat inflasi 0%, asumsi periode waktu yang dibutuhkan untuk balik modal adalah sekitar 10 tahun. Hal itu bisa terjadi karena kita membeli saham tersebut dengan 10 kali keuntungan bersih per sahamnya (EPS), dan perusahaan tersebut mempunyai keuntungan tetap sebesar $8.00 per saham.

Ilustrasi PER sebagai parameter sebelum bertransaksi saham

(Baca juga: Cara Memilih Saham Dengan Analisa Fundamental)

Biasanya, untuk mendapatkan gambaran return yang akan kita peroleh, kita cukup menghitungnya dengan 1/PER. Sebagai contoh saham diatas mempunyai return 1/10 atau 10% per tahun. Angka PER bisa digunakan untuk membandingkan kinerja saham tertentu terhadap saham lainnya pada sektor yang sama dalam suatu bursa saham tertentu atau antar sektor dalam skala global. Jika return saham tersebut relatif lebih tinggi, atau PER-nya lebih rendah maka biasanya saham tersebut layak untuk dibeli.

Angka PER yang kecil merupakan salah satu pertimbangan utama bagi investor dan trader. Sementara itu, PER yang terlalu tinggi mencerminkan harga saham yang sudah overvalued atau overpriced. Dalam hal ini, pasar menaruh harapan yang terlalu tinggi pada keuntungan yang akan diperoleh saham tersebut untuk waktu yang akan datang. Alhasil harga saham menjadi lebih mahal dari harga wajarnya. 



Selain karena banyak permintaan dari pasar, PER juga bisa menjadi tinggi bila saham tersebut sedang digoreng (dinaikkan harganya secara cepat dengan cara-cara yang tidak wajar). Saham gorengan seperti ini sering dihindari para investor.

Ilustrasi naik turun harga saham

(Baca Juga: 3 Cara Analisa Saham)

Bagaimana bila PER suatu emiten terlalu kecil? Investor perlu mengecek dulu perkembangan perusahaan, mulai dari kenaikan pendapatan dan rasio utang. Bila pertumbuhannya baik, kemungkinan harga saham emiten itu akan naik tinggi.

 

Berapa Angka PER Yang Wajar?

Tidak ada angka yang pasti. Di bursa saham AS, setiap sektor mempunyai batas-batas angka PER yang dinilai wajar. Misalnya PER = 20 masih dianggap wajar untuk saham-saham sektor teknologi, sedangkan untuk saham pabrik tekstil, PER yang dianggap wajar sekitar 8. Hal ini disebabkan karena harapan pasar pada pertumbuhan dan sekaligus keuntungan saham-saham sektor teknologi jauh lebih tinggi seiring dengan inovasi dan ekspansi sektor tersebut daripada saham pabrik tekstil yang saat ini dinilai lambat berkembang dan cenderung kurang melakukan ekspansi. 

Untuk menentukan suatu PER emiten saham wajar atau tidak, investor perlu membandingkan dengan sektor industri sejenis. Misalnya Anda ingin membeli saham bank, bandingkan dulu PER antara BMRI dengan BBRI. Dengan begitu, Anda akan mendapat gambaran harga saham emiten mana yang lebih murah.

Forum

Nur Hadi (15 Jul 2021)

Untuk pemula, lebih disarankan investasi di obligasi dan reksadana? Butuh rekomendasi dan alasan mendasarnya min. Soalnya baru masuk di dunia investasi. Makasih

Selengkapnya...


Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros
Kirim Komentar/Reply Baru
Panduan Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula
Panduan Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula
Cahyaning   13 Aug 2021   140  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   530  
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Ryandy H   8 Nov 2019   1171  
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Ryandy H   31 Oct 2019   825  
Untung Rugi Saham Gorengan
Untung Rugi Saham Gorengan
Satrya Heli Oriza   30 Oct 2019   1314  
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Satrya Heli Oriza   23 Oct 2019   1208  
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Ryandy H   21 Oct 2019   1369  
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Tiffany   19 Oct 2019   186  
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham
Ryandy H   18 Oct 2019   934