Panduan Tokenomics untuk Trader Pemula

Nandini 14 Dec 2021Dibaca Normal 5 Menit
kripto>belajar>   #trader-pemula   #tokenomics
Mata uang kripto menghadirkan banyak ilmu baru. Tak hanya belajar mengenai cara tradingnya, pemula juga perlu memahami apa itu tokenomics.

Memasuki tahun 2020, perekonomian di seluruh dunia seolah runtuh diterjang COVID-19. Namun, menariknya, cryptocurrency justru tumbuh dengan pesat. Investor berpikir kripto bisa menjadi investasi alternatif yang menguntungkan di tengah turunnya saham-saham dan aset lainnya. Nah, agar profit investasi cryptocurrency semakin maksimal, kita juga perlu mempelajari soal tokenomics. 

Apa itu tokenomics? Apa pentingnya tokenomics ini di dunia kripto? Simak ulasan berikut ini.

apa itu tokenomics

 

Apa Itu Tokenomics?

Konsep tokenomics asalnya dari teori suplai uang dalam ilmu ekonomi yang membagi suplai uang ke dalam M1, M2, M3, dan seterusnya. M1 berupa uang kartal dan giral, M2 berupa M1 ditambah kuasi dan surat berharga dengan tenor di bawah setahun, dan lainnya.

Berbeda dengan Tokenomics, kode M1 justru diartikan sebagai koin yang likuid, sedangkan M2 menggambarkan aset kripto yang tidak likuid. Penggolongan ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan transparansi suplai aset kripto.

Secara etimologis, tokenomics berasal dari kata token dan economics. Jadi sederhananya, kita bisa artikan istilah tersebut sebagai ilmu ekonomi token. Tokenomics diartikan sebagai studi tentang ekonomi token kripto yang mencakup semua aspek, seperti kualitas, pembuatan, pengelolaan, bahkan hingga penghapusan koin dari jaringan. Selain itu, ilmu ini juga mengatur tentang karakteristik dan suplai aset kripto.

Pertanyaan paling dasar: kenapa studi ini penting untuk diketahui? Sederhananya, dalam teori moneter, makin banyak suplai uang yang beredar maka tingkat inflasi yang tinggi tidak dapat terelakkan. Sementara dalam dunia kripto, aset yang berupa mata uang kripto dan token dibentuk dalam sistem blockchain dengan sistem algoritma yang sudah diatur, sehingga kalkukasinya pasti sudah matang.

Nah di sinilah peran tokenomics untuk memberikan gambaran pada investor kapan suplai mata uang kripto akan bertambah dan bisa menurunkan nilai asetnya. Berbicara mengenai suplai, setiap mata uang kripto yang beredar mempunyai kebijakan suplainya masing-masing. Informasi mengenai ini bisa dikatakan susah-susah gampang karena beberapa mata uang telah menyebutkannya di awal mata uang dikenalkan, tetapi ada pula yang tidak menyebutkan.

Namun yang pasti, setiap mata uang kripto memiliki jumlah suplai yang berbeda. Misalnya saja, pasokan akhir Bitcoin adalah 21 juta BTC, sedangkan Ethereum tidak memiliki limit suplai akhir meskipun jumlah koin per tahunnya dibatasi di 18 juta ETH.

btc vs ethSimak Juga: Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Para trader dan investor sudah paham betul jika jumlah koin Bitcoin terbatas dan suatu saat akan habis, kemungkinan di tahun 2140. Kesadaran akan kelangkaan Bitcoin inilah yang menopang kenaikan harga Bitcoin dari waktu ke waktu. Belum lagi, sistem Bitcoin melakukan halving setiap 4 tahun sekali. 

Sementara itu, meskipun jumlah koin Ethereum tidak dibatasi, beberapa pihak mengatakan jika jumlah ETH mulai menyusut sejak implementasi proposal pembaruan sistem di Blockchain, yakni EIP-1559.

Mata uang kripto yang tidak terbatas suplainya adalah Dogecoin dan Grin. Bahkan pendiri Grin mengatakan koinnya bisa dijadikan sebagai alat transaksi dan harganya tetap stabil. Di sisi lain, tidak terbatasnya koin justru bisa membuat harganya anjlok karena rawan inflasi.

 

Kenapa Tokenomics Penting?

Sebagai seorang investor ataupun penambang, peminat kripto wajib tahu tentang tokenomics. Hal ini karena secara tidak langsung, tokenomics berhubungan dengan pemahaman kinerja pasar dan prospek industri kripto ke depannya.

Menurut buku Seth Klarman yang berjudul Margin of Safety, dijelaskan bahwa permintaan dan penawaran pasar sangat menentukan harga dan nilai suatu aset.

Jika investor paham mengenai hukum ini, kesuksesan bermain kripto bisa dalam genggaman tangan. Memahami tokenomics memudahkan kita untuk membaca langkah spekulator. Dengan pemahaman membaca yang tepat ini, kita akan bisa memutuskan apakah tetap HODL aset kripto atau justru malah melepaskannya.

apa itu hodl dan tokenomicsSimak Juga: Cara Tepat HODL Kripto Yang Perlu Kamu Tahu

Tidak hanya membantu pengambilan keputusan, mempelajari tokenomics juga akan memberikan wawasan tentang profitabilitas aset kripto di masa depan. Semua ini pastinya tergantung pada suplai permintaan dan penawarannya. Ada beberapa faktor yang digunakan untuk menaksir outlook kripto dengan tokenomics, antara lain:

  • Nilai guna aset di masa depan. Masa depan merupakan sebuah misteri yang tidak bisa kita tebak, termasuk masa depan nilai aset cryptocurrency. Kita akan mudah mengetahui penawaran dan permintaan jika kegunaan aset itu jelas. Saat ini, Bitcoin nilainya sangat berharga karena diterima di banyak tempat, baik sebagai instrumen trading ataupun alat pembayaran. Sementara itu, Altcoin seperti Ether bisa digunakan untuk transaksi. Nilai guna seperti ini tentu lebih menjanjikan ketimbang fungsi-fungsi kripto lain yang tidak memberikan keunikan dan manfaat jangka panjang.
  • Kapitalisasi pasar dan profil pemilik mayoritas aset. Kenapa kedua hal ini penting? Pemilik aset kripto yang memiliki lebih dari separo aset yang beredar sangat menentukan kapitalisasi meskipun pasar jenis kripto itu lingkupnya kecil. Gerak-gerik mereka tentunya bisa memengaruhi fluktuasi harga kripto.
  • Sistem Algoritma kripto. Algoritma yang digunakan di sistem blockchain bisa mendorong penggunanya untuk melakukan HODL guna memvalidasi transaksi atau penambangan baru.

 

Bicara soal algoritma blockchain, tahukah Anda jika protokol yang digunakan saat ini tidak hanya terbatas pada Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS)? Simak keunggulan salah satu protokol alternatif yang cukup menarik di Apakah Proof of Authority Lebih Baik Dari PoS dan PoW?

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mr. Bingung |  10 Feb 2012

Bagus yg mana sih laverage 1:1000 dengan laverage 1:200? katanya klo pemula bagus pakai 1:200, apa betul sih

Lihat Reply [28]

 Nenden Kusumawati |  2 Dec 2021

Selamat Siang...

Min...saya belajar trading otodidak berawal dr kekecewaan yg dilakukan oleh broker berjangka. Akhirnya saya cari tahu apa itu trading, dan langsung ketemu artikel inbizia. Mulai dari cara baca candlestick, dan arti dr setiap pola candlestick. Klo utk seusia saya 48th (emak2). Cara yg tepat utk melakukan entry bagaimana ya? yang sdh saya coba ketika Doji, morning star atau evening star. Adakah cara yg lebih tepat utk entry selain itu? Saya suka dg cara scalping M15 dan M30. Makasih...   

Lihat Reply [1]

 Bobi Syah |  9 Dec 2021

Ketika mendaftar ke broker, fitur trading apa yang paling perlu diperhatikan dan paling penting untuk trader forex?

Lihat Reply [1]

 Sindu Aji |  15 Mar 2022

Mohon info Perbedaan MT4 vs MT5, manakah yang cocok untuk pemula?

Lihat Reply [1]

 Ine Agustina |  28 Mar 2022

Platform trading apa yang paling cocok digunakan untuk trader pemula?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Salam knal bang Terimakasih atas artikel yang dibuat, jd tambahan ilmu buat trader pemula seperti saya.. Saya ada pertanyaan: di Indonesia broker dgn tipe ecn atau stp yang mengantongi ijin dr ojk adalah? Jika ada, apa nama perusahaannya? Krn saya perhatikan rata-rata broker di indonesia yg beriman dr ojk bertipe broker bandar/dealing desk. Mungkin itu saja pertanyaan saya, mudah2 dapat jawaban. Sekian dan terimakasih. 
 Sahid |  23 Jun 2020
Halaman: Mengenal Apa Itu Broker Stp Dan Keunggulannya
Bantu jawab ya. Pengaruh kok. Ada broker yang bisa membantu para trader pemula baca chart, meng-assist klien satu-satu, ada juga yang membiarkan nasabahnya trading sesuka hati karena mereka sudah pro...
 Satriya |  21 Dec 2020
Halaman: Panduan Memilih Broker Ideal Menurut Kondisi Trading
Terima kasih artikelnya. Sangat bermanfaat. Untuk trader pemula mungkin lebih baik pakai eksekusi market aja kali ya, soalnya saya pernah nyoba yang instan pas pertama kali trading dan bikin bingung.
 Tumini |  23 Dec 2020
Halaman: Pilih Mana Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan
Nggak bisa ya Kak. Modalnya harus dibuat trading dan tidak bisa ditarik. Jadi misalnya sama broker dikasih deposit 100$, maka Kakak harus trading dengan uang tersebut. Kalau ada profit, bisa dicairkan, tapi 100$ itu tidak bisa di-withdraw ya. Banyak trader pemula yang salah kaprah, terus ngatain broker2 itu scam :(
 Grace |  8 Jan 2021
Halaman: Dua Cara Broker Forex Memberikan Modal Gratis
Trader pemula sukanya langsung pengen buru-buru ke akun riil, kayak saya ini hehe. Baru tahu kalau harus latihan di akun demo sampai 6 bulan.... lamanya.....
 Newbie Trader |  19 Jan 2021
Halaman: Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal Apa Sajakah Itu

"Namun sebaiknya jangan asal mengikuti bonus sebelum Anda benar-benar paham bagaimana syarat dan ketentuannya."
^
bener banget. Soalnya masih banyak trader pemula yang ga baca syarat dan ketentuan, eh pas bonusnya ga bisa di-withdraw malah bilang broker-nya scam.
 Bogel |  22 Feb 2021
Halaman: Cara Tepat Memanfaatkan Bonus Trading Broker Forex
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip