3 Cara Trading Dengan Moving Averages

SAM 8 May 2014
Dibaca Normal 5 Menit
forex > indikator >   #moving-averages   #sma
Ada 3 cara trading menggunakan indikator Moving Average yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai Trend Filter, Trigger, dan Crossover.

Moving Averages (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Dengan mengetahui penerapannya dalam trading akan sangat membantu dalam memutuskan untuk entry. Moving Averages adalah yang paling sederhana diantara indikator teknikal lainnya, biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut. Jika harga bergerak uptrend, kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva MA akan bergerak kearah bawah.

MA terdiri dari beberapa jenis dan dibagi berdasarkan cara perhitungannya. Yang paling populer adalah Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Selain itu, ada pula jenis MA lain seperti Weighted Moving Average (WMA) dan Triangular Moving Average (TMA). Meskipun mengusung cara perhitungan yang berbeda-beda, semua jenis MA tersebut pada dasarnya sama-sama mengidentifikasi trend.

Walaupun indikator ini lagging atau lebih lambat dari pergerakan harga, tetapi dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi kondisi trend yang sedang terjadi guna memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya, terutama jika digunakan dengan kombinasi pada beberapa periode atau lazim disebut dengan multiple moving averages. Selain itu, MA juga sering dikombinasikan dengan indikator oscillator sebagai konfirmasi untuk entry.

Ada 3 cara dalam menggunakan indikator MA yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

1. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Penyaring Arah Trend (Trend Filter)

Karena MA dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi trend, trader hanya perlu menambahkan satu indikator lagi sebagai konfirmator momentum untuk entry. Arah trend sudah tersaring, jika harga bergerak di atas kurva MA berarti kondisinya uptrend dan trader akan membuka posisi buy. Sebaliknya ketika harga bergerak di bawah kurva MA, maka trader bisa membuka posisi sell.

Periode MA sebagai filter jangka panjang yang lazim adalah 200 hari (SMA-200 day), sedangkan indikator momentum yang sering diterapkan adalah CCI (Commodity Channel Index) seperti contoh berikut:

3 Cara Trading Dengan Moving

 

Kurva SMA-200 day digunakan sebagai penyaring arah trend, dan CCI diterapkan sebagai penentu momentum entry. Lakukan Buy bila CCI di atas level -100.

 

2. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Pemicu Untuk Membuka Posisi 

Cara ini adalah yang paling sederhana dengan indikator tunggal. Secara logika, bila harga memotong kurva dan ditutup di atas atau di bawah garis kurva searah dengan trend yang sedang terjadi, berarti sentimen penerusan trend sedang kuat. Namun jika harga ditutup di bawah atau di atas garis kurva, tetapi berlawanan dengan trend yang sedang terjadi, kita mesti menggunakan cara ke-3 (crossover).

3 Cara Trading Dengan Moving

 

3. Identifikasi Titik Perpotongan (Crossover) Untuk Konfirmasi Terjadinya Koreksi Atau Pembalikan Arah Trend

Cara ini adalah yang paling sering digunakan oleh para trader forex. Kombinasi periode MA yang lazim adalah SMA 20 dan 50, SMA 20 dan 100, SMA 20 dan 200, dan yang populer adalah SMA 50 dan 200 yang sering disebut juga dengan "death cross" dan "golden cross". Periode-periode tersebut bisa diterapkan pada semua time frame trading.

Disebut Death Cross bila SMA 50 melintas ke bawah SMA 200, karena ini mensinyalkan pergerakan akan berubah dari bullish menjadi bearish. Sedangkan disebut Golden Cross bila SMA 50 melintasi SMA 200 ke arah atas, karena ini mensinyalkan perubahan pergerakan harga dari bearish menjadi bullish.

3 Cara Trading Dengan Moving

Trader bisa entry sell ketika kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah atas ke bawah (pada contoh di atas: SMA 50 memotong SMA 200 kearah bawah), dan entry buy bila kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah bawah keatas (SMA 50 memotong SMA 200 ke arah atas). Death Cross adalah sinyal sell dan Golden Cross sinyal untuk buy.

 

Simak penggunaan Moving Averages lainnya dalam bahasan Trading Dengan EMA 200 Day Moving Average.

 

FAQ Tentang Trading Dengan Moving Average

 

Apa itu Moving Average?

Moving Averages (MA) adalah indikator paling sederhana dan terpopuler yang sering dipakai trader untuk mengetahui posisi entry. MA biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut.

 

Apa saja jenis-jenis MA?

MA terdiri dari berbagai jenis berdasarkan cara perhitungannya. Yang paling populer adalah Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Di samping itu, ada pula Weighted Moving Average (WMA) dan Triangular Moving Average (TMA) yang mengusung cara perhitungan berbeda. Meski begitu, semua jenis MA tersebut pada dasarnya sama-sama digunakan untuk mengidentifikasi trend.

 

Apa manfaat MA?

Meskipun indikator MA terkenal lagging bila dibandingkan dengan pergerakan harga, tetapi cukup ideal untuk mengidentifikasi kondisi trend yang sedang terjadi guna memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya. apalagi jika Anda mengkombinasikannya dengan indikator oscillator sebagai konfirmasi untuk entry.

 

Bagaimana cara menggunakan MA?

Dalam menggunakan MA, ada 3 cara paling efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi, dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

 

Apakah setting MA yang tepat untuk mengidentifikasi titik crossover saat terjadi koreksi atau reversal?

Bila Anda ingin mendeteksi titik crossover, kombinasi periode MA yang lazim adalah SMA 20 dan 50, SMA 20 dan 100, SMA 20 dan 200, serta SMA 50 dan 200 yang sering disebut juga dengan "death cross" dan "golden cross". Periode-periode tersebut bisa diterapkan pada semua time frame, lho.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Fathoni Riza |  20 Jul 2012

SMA yg ideal utk scalper period berapa saja?, saat I I sy pake 3 SMA yaitu period 3,6dan 48 utk ambil posisi dg TF 1 M dibantu stochastic Dan ADI dg TP 5 pips apakah ideal?

Lihat Reply [12]

jika saja hal itu membuat anda nyaman makan lanjutkan saja. M1, M5, M15 cocok buat scalper.

Tambahan Informasi

Scalper adalah istilah bagi trader yang cenderung mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5 – 10 Pips) dengan menggunakan strategi open & close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya, atau biasa juga disebut dengan strategi/teknik scalping. Berbeda dengan seorang day trader yang mungkin hanya membuat dua sampai empat kali open posisi setiap harinya, seorang scalper biasanya melakukan open posisi hingga puluhan kali setiap harinya demi pencapaian target profit yang telah ditentukan.

Scalping tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang trader. Seorang scalper butuh untuk terus duduk di depan komputer dan mereka harus dapat “menikmati” tekanan yang diakibatkan oleh pergerakan chart. Seorang scalper butuh untuk berkonsentrasi dalam mengamati sekecil apapun pergerakan chart. Dibutuhkan mental kuat & reaksi yang cepat agar mampu membuka dan menutup posisi ketika trade yang dilakukan bergerak sesuai keinginan ataupun berlawanan.

Trik dan hal Hal yang perlu dipersiapkan bagi para bonek scalping diantaranya :

1. Pilih Broker Yang secara Full  Memperbolehkan untuk Scalping.Ada broker yang membatasi bahkan melarang penggunaan teknik ini. anda bisa pilih dan lihat di sini

2. Kecepatan Eksekusi Trading Platform. Karena kecepatan dalam eksekusi ini nantinya akan menentukan apakah posisi anda masuk atau tidak (re-quote). Untuk itu anda perlu melakukan test melalui demo account terlebih dahulu bila anda belum familiar dengan broker tersebut.

3. Pilih mata uang dengan spread kecil. memilih mata uang yang berspread kecil akan ikut membantu anda melakukan eksekusi profit. hindari broker yang menerapkan komisi

4. memilih broker yang menggunakan harga 5 digit. walau tidak harus, tapi cukup bisa di pertimbangkan karena akan membantuk eksekusi profit anda

5. Koneksi Internet yang cukup. Dalam usaha melakuan trade yang berulang-ulang, maka anda harus memastikan bahwa kondisi internet anda kuat dan stabil. Ketika internet anda mengalami gangguan, anda juga harus tahu apa yang harus anda lakukan untuk memperbaikinya.

6. Aliran listrik yang mendukung. bagaimana jika tiba tiba listrik mati ketikan anda open dan belum di close ?  hal ini perlu dipertimbangkan juga. Apa perlu memakai power suplay ? apa perlu Stop Loss ? silahkan di persiapkan

7. Gunakan 2-3 chart  .Menggunakan chart pada time frame 15/ 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi

8. Pilih waktu yang tepat. Pasar asia cocok untuk para scalper. tapiada juga scalper yang  mengincar waktu untuk scalping yaitu menjelang dibukanya market Eropa ( sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika ( sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB ). Pada jam-jam tersebut volume trading yang terjadi di forex market cukuplah besar. dan yang menjadi catatan setiap pergantian pasar sering terjadi pergerakan harga yang cukup ekstrim juga.

9. hindari rilis data high Impact kecuali jika anda ingin memasang teknik sistem perangkap dengan mengambil 5-7 pips, sementara Teknik Scalping Terbaik yang banyak di jumpai  jumpai saat ini adalah dengan menggunakan minimal 3 indikator, bahkan ada yang menggunakan hingga 7-10 indikator

Teknik Scalping bisa menjadi sesuatu strategi trading yang menyenangkan, namun juga bisa membuat stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus anda capai, jangan terjebak untuk trading berlebihan. Saat trading Anda mengalami loss saat menggunakan teknik scalping, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam kerugian yang anda alami saat itu juga. Masih ada hari esok dimana anda bisa trading kembali menggunakan teknik scalping.

Secara perlahan mungkin anda akan menemukan apakah anda cocok sebagai seorang day trader ataupun swing trader sebagai akibat dari kepercayaan diri dan segala pengalaman yang anda dapatkan selama menggunakan teknik scalping.

Basir   20 Jul 2012

@Fathoni Riza: Saya pribadi tidak pernah trading scalping dan riset mengenai akurasi dan risk/reward (RR) dari metode scalping tidak pernah saya lakukan sehingga saya tidak bisa memberikan rekomendasi trading scalping.

Terima Kasih

Kiki R   9 Oct 2019

indikator yang bagus digunakan untuk scalping?

Reagie Alvondo   20 May 2022

hal yang perlu dipersiapkan saat posisi OP namun ada kendala jaringan/ listrik?

Dede Rizwan   20 May 2022

pair apa yang cocok untuk scalping?

Prawinda Putri   20 May 2022

@Prawinda Putri: Pair yang terbaik untuk scalping adalah major pair seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dst.

Alasan pertama adalah spread. Spread pada pair major lebih kecil daripada pair cross dan exotic.

Kedua, mengenai karakter pergerakannya. Karakter pergerakan major pair tidak seliar cross dan exotic pair. Dengan demikian, para trader pemula bisa lebih tenang dalam scalping dan menguasainya.

Kiki R   23 May 2022

@Dede Rizwan: Gunakan stoploss (SL) dan take profit (TP).

SL akan melindungi akun Anda dari loss besar kalau ternyata pada saat tersebut ada news besar dan Anda sedang mengalami kendala jaringan/listrik.

TP akan membantu posisi Anda untuk tertutup otomatis seandainya harga TP tersentuh. Dengan demikian, pada saat Anda membuka akun dan ternyata harga pernah menyentuh TP, posisi Anda sudah tertutup dengan profit.

Kiki R   23 May 2022

@Reagie Alvondo: Indikator yang bagus digunakan untuk scalping dan cukup populer adalah Moving Average (MA), bollinger bands (BB), atau stochastic.

Kiki R   23 May 2022

selamat siang, saya masih belajar pakai ema 21 dan 50 di tf 5 min pair gold. Saya op saat persilangan terjadi dan close saat persilangan berbeda arah terjadi. Namun ketika saya backtest, tingkat kemenangannya kenapa rendah sekali ya pak? dari 20 posisi, yg profit biasanya hanya 6-7 posisi saja. apakah saya yg salah cara menggunakannya? atau perlu tambahan indikator lagi? trims sarannya

Aminuddin   9 Jun 2022

@Aminuddin:

Perlu dicatat pak, 7 posisi yang profit dari 20 posisi itu setara dengan Winrate di sekitaran 30-35%. Untuk sebuah sistem trading yang memanfaatkan basis Trend Following hal itu memang wajar pak. Kecilnya Winrate ini nanti akan diimbangi dengan nilai keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan kerugian. Coba bapak lanjutkan terlebih dahulu hingga setidaknya mendapatkan sekitaran 100 posisi trade tidak peduli apakah Winratenya kecil atau tidak. Jika hasil yang didapatkan tetap positif, bisa dibilang sistem atau strategi yang digunakan sudah masuk kategori profitable.

Terima kasih, dan semoga bisa sedikit membantu.

Nur Salim   15 Jun 2022

Apakah scalping bisa menggunakan SMA-100 atau SMA-200? 

Zainal   12 Sep 2022

Bisa, namun kurang efektif karena periodenya terlalu besar.

Scalper biasanya menggunakan periode yang kecil agar sensitif terhadap perubahan harga.

Kiki R   14 Sep 2022
 Yoski Yoshihara ... |  5 Feb 2013

tanya gan,gmn settingan parameternya untuk SMA dan EMA,untuk melihat trend di tf 15m ,H1,H4,D1,?
Thanks

Lihat Reply [11]

@ Dadang:
Untuk time frame daily: sma 200 dan sma 50, sma 200 dan sma 100, sma 21 dan sma 55.
Untuk H1: sma 21 dan sma 55, sma 55 dan sma 89.
Untuk M5: sma 8 dan sma 21, sma 21 dan 55.
Akurasi untuk setiap pasangan mata uang bisa berbeda, sebaiknya ditest mana kombinasi yang paling akurat.

Khusus untuk time frame daily, sma 200 day bisa digunakan pada semua pasangan mata uang karena hampir semua trader forex menggunakannya pada time frame daily sebagai acuan arah trend dan acuan support dan resistance.

M Singgih   20 May 2016

@ m.muslim a:

Yang Anda maksudkan yang mana Pak? Tidak dilampirkan gambarnya jadi kami tidak tahu keadaan pergerakan harga di chart yang Anda maksud.

Dari keterangan Anda:

- Time frame trading yang Anda gunakan H4 atau daily?
- sma cross untuk melihat arah trend sedang stochastic untuk menentukan momentum entry, yaitu ketika terjadi cross (perpotongan) antara kurva %K dan kurva %D.

- Secara umum SL ditentukan berdasarkan level resistance atau support yang terdekat, dan TP dihitung berdasarkan risk/reward ratio, usahakan minimal 1:1, dan sesuaikan juga dengan level resistance atau support yang mendekati perhitungan tersebut.
- Trailing stop hanya diterapkan jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat. Bisa diamati dari indikator ADX. 

M Singgih   8 Mar 2018

@Yoski Yoshihara Ryuza: Settingan SMA dan EMA berbeda-beda setiap metode yang digunakan.

1. Scalper: Time frame M5/M15 dengan SMA 5 Close dan SMA 10 Close + Stochastic Oscilator  14,3,3 – Level 20 : 80

2. EMA + MACD system: Time frame H1 dengan EMA 50  - Close dan  MACD 12,26,9 – Close

3. Long MA System: Time frame H1 dengan SMA 100 dan SMA 14

4. 50 SMA Trading Strategy: Time frame H1/H4 dengan SMA 50 dan RSI 14 (20/30 - 70/80) + Daily Pivot

Tidak ada settingan sempurna dalam trading, sehingga kunci utama penggunaan periode SMA dan EMA adalah kemampuan kita menerjemahkan pergerakan harga berdasarkan indikator SMA dan EMA yang kita gunakan. 

Terima Kasih

Kiki R   24 Oct 2019

@ Faradillah:

Jika menggunakan platform Metatrader, masuk ke: Insert – Indicators – Trend – Moving Average, pilih Period yang diinginkan (misal 200), pilih MA method: Simple, Apply to: Close.

Amati pergerakan harga. Jika harga berada di atas kurva SMA, diasumsikan pergerakan harga sedang bullish, sebaliknya jika harga berada di bawah kurva SMA, diasumsikan pergerakan harga sedang bearish.

Untuk keterangan mengenai Simple Moving Average (SMA), silahkan baca:

M Singgih   23 Mar 2022

Bagimana cara menggunakan indikator Simple Moving Average (SMA)?

Faradillah   22 Mar 2022

strategi sma 5 cross 18 weigthed close tf 4h dan stochastic default tf daily ini dengan aturan SL, TP, dan trailing stop nya bagaimana? apa ada aturan exit spesifik atau aturan entry tambahan?

TQ
M.muslim A   7 Mar 2018

Mau tnya tanya masta...brp setting SMA untuk TF5...TF H1...TF D1...yg berdasarkan pengalaman masta bertrading...dgn menggunakan 2 SMA....trims...

Dadang   12 Sep 2013

Jika digunakan untuk melihat pair emas, SMA atau EMA yang paling bagus untuk melihat tren jangka panjang?

Faiz   28 Jun 2022

@Faiz: SMA. Sebagai contoh SMA periode 200 termasuk populer digunakan oleh para trader untuk melihat trend jangka panjang. SMA 200 selain untuk trend filter, bisa juga digunakan sebagai level support/resisten. 

Kiki R   28 Jun 2022

Bagaimana menggunakan SMA-200 dan RSI untuk deteksi tren?

Supratman   29 Jul 2022

@Supratman: RSI adalah indikator berjenis oscillator, bukan untuk mendeteksi tren.

Cara menggunakan SMA-200 untuk melihat tren cukup sederhana.

  • Apabila harga sekarang berada di bawah garis SMA-200 Day, berarti pasar sedang mengalami downtren (tren turun), pada saat tersebut pasar sedang dikuasai oleh para seller yang mengakibatkan terciptanya tren Bearish.
  • Sebaliknya, jika harga berada di atas garis SMA-200 Day, maka dapat dipastikan bahwa pasar sedang mengalami uptren (tren naik), artinya pada saat itu pasar sedang dikuasai oleh buyer yang mengakibatkan terciptanya  tren Bullish.
Kiki R   30 Jul 2022
 

Komentar @inbizia

@ Iskandar:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar, jadi masih konsolidasi. Setelah itu terbentuk bullish engulfing bar yang berarti ada kemungkinan penerusan arah trend (uptrend). Baru setelah level terendah bar engulfing tersebut ditembus maka pergerakan harga akan cenderung bearish. Ini dikonfirmasi dengan RSI yang bergerak dibawah level 50%. Jadi entry setelah level terendah bar engulfing ditembus. Selain dengan mengamati price action, sebagai konfirmator Anda juga bisa menggunakan indikator trend yaitu moving averages, ADX atau MACD.
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
@ Syamsir:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
@ Enias:
Supaya lebih jelas, di broker 5 digit 150 point itu berarti 15.0 point atau 15 point (pip). Mengenai kombinasi moving averages yang Anda maksud, di tf 5 menit menurut saya lebih akurat menggunakan ema, bukan sma, karena respons ema lebih cepat (lebih sensitif terhadap perubahan harga). Anda trading di tf rendah (5 menit) tentunya ingin respon yang cepat.
Jadi menurut saya gunakan ema 21, bukan sma 21.

Kalau ingin lebih yakin, bisa di-backtest dan atau di-forward test dulu untuk mengetahui persentase profitnya pada pair yang Anda tradingkan. Jika hasil test menunjukkan persentase profit diatas 50% (setelah sekian kali trade), maka kemungkinan untuk bisa profitable cukup besar.
 M Singgih |  29 Sep 2017
Halaman: Scalping Dengan Ma Dan Macd
@Tri Budi:
Untuk proses analisanya baiknya dari time frame yang besar terlebih dahulu untuk melihat posisi harga saat ini. Baru perlahan-lahan turun hingga ke time frame entry misalkan H1. Lalu kita tinggal mengikuti arah trend besarnya saja pada time frame entry.
Untuk MA sendiri periode yang saya bisa sarankan dan juga masih saya gunakan hingga saat ini adalah SMA 20 dan EMA-50. Terima kasih
 M Zainul |  4 Feb 2020
Halaman: Cara Trading Supply And Demand Untuk Trader Pemula
Hai admin, saya adalah newbie yang masih belajar teori dasar forex dan ada yang ingin saya tanyakan dibagian pelajaran tentang MACD ini;
Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading ?

Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?

Dikatakan indikator ini bisa digunakan untuk melihat kapan sinyal untuk buy-sell lewat adanya momentum oversold & overbought. Lalu apakah sinyal dari indikator MACD sudah cukup untuk bisa digunakan ataukah ada indikator lain yang juga bisa digunakan untuk memperkuat konfirmasi sinyal buy-sell tersebut ? jika ada, lalu indkator apakah yang bisa digunakan untuk memperkuat sinyal konfirmasi dari MACD?

Saya sudah instal aplikasi MetaTrader 4 dari broker FBS dan baru melihat apa aja yang ada di dalam aplikasi tersebut karena saya juga belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram MACD
 Kurniawan |  9 May 2020
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd
Saya bergabung di net89 sudah 2tahun,puji syukur selama saya joint di net 89 belom pernah terjadi telat pembayaran atau gagal pembayaran setiap saya melakukan withdraw / penarikan uang dari hasil trading begitupun member2 yang lain saya sangat menikmatinya. Selama saya join di net89 belom pernah terjadi smart x bot tidak mencetak profit setiap bulannya,ini membuktikan bahwa robot trading net89 bekerja dengan baik dan setiap hari selalu di maintenance. Semakin hari semakin bertambah banyak membernya dari kalangan trader manual atau kalangan lain yang joint dengan net89, ini membuktikan performa ptsmi net89 dengan robot tradingnya smartxbot layak diperjuangkan.  
 Yadi |  13 Jun 2021
Halaman: Review Net Robot Trading Top Atau Penipuan

Komentar[25]    
  Rio_arsandhy   |   4 Aug 2014
ane kalo g pake 2 garis sma agak kerepotan, terutama kalo pakenya cuma 200 sma, lagging banget ga bisa diandalin buat entri di awal posisi. kalo pake crossing seenggaknya bisa dinantikan itu crossingnya, apalagi yang sma 50 modelnya lebih cepet
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@ rio_arsandhy:
sma 50 daily juga lagging.
Disamping melihat sma 200 untuk arah trend, untuk momentum entry-nya bisa pada timeframe yang lebih rendah dengan menggunakan indikator oscillator atau MACD.
  Zz Akbar   |   16 Sep 2014
Trimakasih artikelny sangat membantu untuk trading saya. Smoga dapat membantu trader2 lainny..!
  Sugih Yahya   |   7 Oct 2014
Kok cuman sma aja yg dibahas? di ma kan juga ada ema? ane kan jg pngn tw bedax sma sm ema?
  Hari Santoso   |   10 Oct 2014
SMA lebih sering digunakan untuk menggambarkan keseluruhan tren. Namun memiliki respon yang lebih lamban jika dibandingkan EMA. Sebaliknya EMA punya respon yang lebih cepat, tapi lebih berpeluang untuk memunculkan sinyal trading palsu.
  Siskasofiya   |   12 Nov 2014
untuk sma 200 ini cocok dipasang di tf mana? dan untuk penggabungan sma 200 dan 50 juga cocok di tf yang apa? apa kedua cara itu bisa berlaku untuk tf yang sama? kalau sy trading jangka pendek apakah masih cocok untuk menggunakan sma 200?
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@siskasofiya :

  • sma 200 biasanya digunakan pada time frame daily .
  • penggabungan sma 200 dan sma 50 biasanya juga pada timeframe daily, dimana sma 50 sebagai konfirmator dari sma 200.
  • bisa saja digunakan pada time frame yang lebih rendah, tetapi biasanya untuk timeframe di bawah daily (4 jam, 1 jam) menggunakan sma 50, atau kombinasi antara sma 100 dan 50, atau sma 55 dan sma 21.
  • trading jangka pendek pada timeframe rendah sebaiknya tidak menggunakan sma 200, tetapi kombinasi antara Exponential Moving Average (EMA) periode pendek, misalnya EMA 21 dan EMA 8.
  Abdul Rahman Yusoh   |   9 Apr 2015
gi mana mau set sma50 dan sma 200?
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@abdul rahman yusoh:
pada platform Metatrader 4, caranya: masuk ke Insert - Indicators - Moving Average, ubah angka pada kolom Period-nya :

  Anik   |   21 Mar 2016
kalo trading pada tf 1m, 5m, 15m, & 30m, lebih cocok pke sma atau ema. Dan lebih cocok dengan periode brp.
  M Singgih   |   21 Apr 2016
@ Anik:
Untuk scalping atau trading jangka pendek dengan time frame rendah seperti yang Anda maksudkan lebih cocok pakai Exponential Moving Average (EMA) karena lebih sensitif. Biasanya digunakan 2 EMA dengan pengamatan pada crossingnya. Periode yang biasa digunakan adalah kombinasi antara periode 8 dan 21, 21 dan 55 atau 55 dan 100.
  Rubi   |   21 May 2016
saya sudah pernah mencoba menggunakan crossing EMA 50,200 ini yah, terutama di pair GBPUSD dan USDJPY, tapi menurut saya sih perpotongan2 golden cross dan death cross seperti di atas itu tidak selalu berujung profit, malah bisa jadi drawdown sampai 30% dari modal saya.. ini contohnya

Sdangkan jika timeframenya diangkat sampai ke D1, cross-crossing ini akan sangat jarang sekali muncul (hanya 1-2 kali dalam 3 bulan)
  M Singgih   |   5 Feb 2017

@ Rubi:
Kalau untuk time frame dibawah D1 (jangka pendek) memang lebih akurat digunakan EMA (Exponential Moving Average) yang responsnya lebih cepat, karena kalau Anda trading jangka pendek tentu Anda menginginkan respons yang lebih cepat untuk bisa memberikan sinyal entry sesegera mungkin.


Namun periode ema-nya tidak harus 50 dan 200, tetapi disesuaikan dengan time frame yang digunakan, semakin rendah time frame semakin kecil periode ema. Periode berapa yang paling cocok bisa diketahui dengan melakukan backtest. SMA periode 200 dan 50 memang biasanya digunakan pada tf daily.

Mengenai perpotongan antara 2 ma, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator sebelum memutuskan untuk entry, baik pada tf D1 maupun tf yang lebih rendah. Berikut ini contoh konfirmasi sebelum entry untuk EUR/USD D1:



Entry buy ketika:
- kurva sma 50 telah memotong kurva sma 200 dari arah bawah dan bergerak diatasnya
- kurva indikator MACD telah memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah bawah dan bergerak diatasnya, dan garis histogram OSMA juga telah berada di atas level 0.0
- kurva indikator RSI berada diatas level 50
- garis histogram ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

  Sopinah   |   15 May 2017
He he menarik sekali, saya pemain pemula yang tidak sabar dan setiap hari saya merugi sekitar $20 ( gaji saya sehari ). sejak pakai crossing MA ini atau periode mana saja antara MA 7,23,55 atau MA 5,20,100 ataun MA 20,200 dsb ditambah indikator windownOsCilator saya sekarang jarang rugi & sudah mulai profit sekitar 75% dari modal.Terimakasih Master.
  Elvin   |   13 Oct 2020

Mohon pencerahan cara exit menggunakan Moving Average atau set up Take Profitnya, trimakasih

  Admin   |   14 Oct 2020

@Elvin:

Jika ingin menggunakan acuan Moving Average untuk acuan exit maupun TP-nya, digunakan sinyal berlawanan dari sinyal Entry. Contohnya jika kita masuk Buy karena harga memotong MA ke atas, maka di Close saat harga memotong balik MA ke bawah. Atau kalau dalam kasus Crossover antara MA, kita tunggu saat MA Crossover balik.

Kalau tidak ingin menggunakan MA sebagai patokan untuk Exit dan TP, ada banyak cara lain seperti menggunakan level SnR, atau indikator-indikator lain sebagai acuan.

Terima kasih, semoga membantu.

  Fika   |   7 Feb 2021

Dear Admin

saya mau nanya min, untuk entry buy kuncinya MA atau EMA rendah harus melintas ke MA atau EMA yang paling tinggi ya?

  Govaldo   |   4 Jul 2022

3 Cara Trading Dengan Moving Ini MA periode berapa?

  Kiki R   |   6 Jul 2022

@Govaldo: Pada gambar tersebut periode MA adalah 50.

  Kirana   |   6 Jul 2022

3 Cara Trading Dengan Moving
Kebanyakan contohnya untuk open buy, kalo untuk open sell gimana, kak?

  Kiki R   |   7 Jul 2022

@Kirana: Untuk open buy tinggal dibalik saja, kriteria pertama harga dibawah SMA-200 hari.

Kedua, CCI menunjukkan diatas angka 100.

  Winda   |   16 Aug 2022

Kenapa itu harus pake CCI? Bukan indikator momentum lainnya?

  Kiki R   |   18 Aug 2022

@Winda: Karena pertanyaan sebelumnya dan contoh di atas juga menggunakan perpaduan antara MA dan CCI.

Pada dasarnya bisa menggunakan indikator momentum yang lainnya seperti stochastic.

  Yoga   |   1 Aug 2022

3 Cara Trading Dengan MovingKalo berdasarkan crossing seperti ini, terus cara menentukan exit pointnya gimana, master?

  Kiki R   |   2 Aug 2022

@Yoga: Dari gambar tersebut, apabila sudah entry sell (menggunakan death cross) atau buy (golden cross) maka cara exit yang bisa digunakan bermacam-macam.

Berikut beberapa cara exit yang bisa Anda gunakan.

1. Exit menggunakan level support/resisten terdekat.

Ini cara yang sering digunakan oleh trader harian (day-trader). Exit menggunakan take-profit diletakkan pada level harga support/resisten terdekat di time frame entry atau time frame dibawahnya.

2. Exit menggunakan trailing stop

Cara ini agak jarang digunakan tapi beberapa trader menggunakan sistem trading mengikuti trend (trend-following) sering menggunakan cara ini.

Biasanya mereka menyetel berapa pips patokan sebagai ancang-acang apabila tren berubah mereka keluar secara otomatis.

3. Exit menggunakan level cross yang berlawanan

Jika yang masuk adalah entry sell, maka patokan exit menggunakan golden cross.

Sebaliknya, jika yang masuk adalah entry buy, maka patokan exit menggunakan death cross.

Mana yang terbaik dari ketiga cara tersebut?

Tidak ada jawaban yang ideal untuk setiap trader. Seorang trader yang sudah biasa menggunakan exit berdasarkan level support/resisten bisa menganggap cara inilah yang paling bagus.

Sedangkan bagi trader lain bisa saja beranggapan cara tersebut kurang efektif.

Oleh karena itu, membandingkan ketiganya kurang obyektif kalau melihat dari sudut exit saja.

Cara yang lebih obyektif adalah melihat performa secara keseluruhan.

Sebagai contoh, caranya adalah membuat 3 akun dengan entry yang sama persis pada ketiga akun tersebut. Yang membedakan hanyalah exitnya.

Selama 6 bulan, uji performa ketiga cara tersebut lalu lihat secara statistik cara mana yang performanya lebih bagus.

Cara seperti inilah yang lebih obyektif karena hasil berdasarkan angka.