3 Cara Trading Dengan Moving Averages

SAM 8 May 2014Dibaca Normal 4 Menit
forex>indikator>   #moving-averages   #sma
Ada 3 cara trading menggunakan indikator Moving Average yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai Trend Filter, Trigger, dan Crossover.

Moving Averages (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Dengan mengetahui penerapannya dalam trading akan sangat membantu dalam memutuskan untuk entry. Moving Averages adalah yang paling sederhana diantara indikator teknikal lainnya, biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut. Jika harga bergerak uptrend, kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva MA akan bergerak kearah bawah.

MA terdiri dari beberapa jenis dan dibagi berdasarkan cara perhitungannya. Yang paling populer adalah Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Selain itu, ada pula jenis MA lain seperti Weighted Moving Average (WMA) dan Triangular Moving Average (TMA). Meskipun mengusung cara perhitungan yang berbeda-beda, semua jenis MA tersebut pada dasarnya sama-sama mengidentifikasi trend.

Walaupun indikator ini lagging atau lebih lambat dari pergerakan harga, tetapi dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi kondisi trend yang sedang terjadi guna memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya, terutama jika digunakan dengan kombinasi pada beberapa periode atau lazim disebut dengan multiple moving averages. Selain itu, MA juga sering dikombinasikan dengan indikator oscillator sebagai konfirmasi untuk entry.

Ada 3 cara dalam menggunakan indikator MA yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

1. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Penyaring Arah Trend (Trend Filter)

Karena MA dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi trend, trader hanya perlu menambahkan satu indikator lagi sebagai konfirmator momentum untuk entry. Arah trend sudah tersaring, jika harga bergerak di atas kurva MA berarti kondisinya uptrend dan trader akan membuka posisi buy. Sebaliknya ketika harga bergerak di bawah kurva MA, maka trader bisa membuka posisi sell.

Periode MA sebagai filter jangka panjang yang lazim adalah 200 hari (SMA-200 day), sedangkan indikator momentum yang sering diterapkan adalah CCI (Commodity Channel Index) seperti contoh berikut:

3 Cara Trading Dengan Moving

 

Kurva SMA-200 day digunakan sebagai penyaring arah trend, dan CCI diterapkan sebagai penentu momentum entry. Lakukan Buy bila CCI di atas level -100.

 

2. Trading Dengan Moving Averages Sebagai Pemicu Untuk Membuka Posisi 

Cara ini adalah yang paling sederhana dengan indikator tunggal. Secara logika, bila harga memotong kurva dan ditutup di atas atau di bawah garis kurva searah dengan trend yang sedang terjadi, berarti sentimen penerusan trend sedang kuat. Namun jika harga ditutup di bawah atau di atas garis kurva, tetapi berlawanan dengan trend yang sedang terjadi, kita mesti menggunakan cara ke-3 (crossover).

3 Cara Trading Dengan Moving

 

3. Identifikasi Titik Perpotongan (Crossover) Untuk Konfirmasi Terjadinya Koreksi Atau Pembalikan Arah Trend

Cara ini adalah yang paling sering digunakan oleh para trader forex. Kombinasi periode MA yang lazim adalah SMA 20 dan 50, SMA 20 dan 100, SMA 20 dan 200, dan yang populer adalah SMA 50 dan 200 yang sering disebut juga dengan "death cross" dan "golden cross". Periode-periode tersebut bisa diterapkan pada semua time frame trading.

Disebut Death Cross bila SMA 50 melintas ke bawah SMA 200, karena ini mensinyalkan pergerakan akan berubah dari bullish menjadi bearish. Sedangkan disebut Golden Cross bila SMA 50 melintasi SMA 200 ke arah atas, karena ini mensinyalkan perubahan pergerakan harga dari bearish menjadi bullish.

3 Cara Trading Dengan Moving

Trader bisa entry sell ketika kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah atas ke bawah (pada contoh di atas: SMA 50 memotong SMA 200 kearah bawah), dan entry buy bila kurva MA periode yang lebih cepat memotong kurva MA periode yang lebih lambat dari arah bawah keatas (SMA 50 memotong SMA 200 ke arah atas). Death Cross adalah sinyal sell dan Golden Cross sinyal untuk buy.

 

Simak penggunaan Moving Averages lainnya dalam bahasan Trading Dengan EMA 200 Day Moving Average.

 

Forum Terkait

 Fathoni Riza |  20 Jul 2012

SMA yg ideal utk scalper period berapa saja?, saat I I sy pake 3 SMA yaitu period 3,6dan 48 utk ambil posisi dg TF 1 M dibantu stochastic Dan ADI dg TP 5 pips apakah ideal?

Lihat Reply [5]

 Yoski Yoshihara ... |  5 Feb 2013

tanya gan,gmn settingan parameternya untuk SMA dan EMA,untuk melihat trend di tf 15m ,H1,H4,D1,?
Thanks

Lihat Reply [2]

 Dadang |  12 Sep 2013

Mau tnya tanya masta...brp setting SMA untuk TF5...TF H1...TF D1...yg berdasarkan pengalaman masta bertrading...dgn menggunakan 2 SMA....trims...

Lihat Reply [1]

 M.muslim ... |  7 Mar 2018
strategi sma 5 cross 18 weigthed close tf 4h dan stochastic default tf daily ini dengan aturan SL, TP, dan trailing stop nya bagaimana? apa ada aturan exit spesifik atau aturan entry tambahan?
TQ

Lihat Reply [1]

 Mulyono |  21 Apr 2022

Apakah kurva middle BB harus cross dengan SMA, contoh jika buy curva SMA harus dibawah Middle BB setelah itu melihat harga candle di atas middle BB

Begitu juga sebaliknya jika sell SMA diatas middle BB setelah itu melihat harga candle dibawah Middle BB

 

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@ Iskandar:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar, jadi masih konsolidasi. Setelah itu terbentuk bullish engulfing bar yang berarti ada kemungkinan penerusan arah trend (uptrend). Baru setelah level terendah bar engulfing tersebut ditembus maka pergerakan harga akan cenderung bearish. Ini dikonfirmasi dengan RSI yang bergerak dibawah level 50%. Jadi entry setelah level terendah bar engulfing ditembus. Selain dengan mengamati price action, sebagai konfirmator Anda juga bisa menggunakan indikator trend yaitu moving averages, ADX atau MACD.
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
@ Syamsir:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
@ Enias:
Supaya lebih jelas, di broker 5 digit 150 point itu berarti 15.0 point atau 15 point (pip). Mengenai kombinasi moving averages yang Anda maksud, di tf 5 menit menurut saya lebih akurat menggunakan ema, bukan sma, karena respons ema lebih cepat (lebih sensitif terhadap perubahan harga). Anda trading di tf rendah (5 menit) tentunya ingin respon yang cepat.
Jadi menurut saya gunakan ema 21, bukan sma 21.

Kalau ingin lebih yakin, bisa di-backtest dan atau di-forward test dulu untuk mengetahui persentase profitnya pada pair yang Anda tradingkan. Jika hasil test menunjukkan persentase profit diatas 50% (setelah sekian kali trade), maka kemungkinan untuk bisa profitable cukup besar.
 M Singgih |  29 Sep 2017
Halaman: Scalping Dengan Ma Dan Macd
Iyah betul - skrg mah sdh gk mau kemaruk lg sma kejar bunga tinggi - yg pnting bunga lancar dan tetap jg moga bank nya aman - secara uang 100rupiah sngat berhrga jd kalau dibwh 10% ttp hrs disyukuri yg pnting aman dan nyaman - ayo berdeposito - sangat menguntungkan - dan menenangkan - 
 Thewiiek |  13 Oct 2018
Halaman: Kalkulator Bunga Deposito
> Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Android dengan spesifikasi yang cukup tinggi, misalnya dengan RAM 4GB + Processor dengan kecepatan 1.6 Ghz, mampu menghasilkan sekitar 30 hingga 50 hashrate per detik. > Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Tentu saja ini cukup berbahaya bagi smartphone Anda, karena proses mining akan menggunakan hampir seluruh kemampuan pemrosesan di smartphone. Efeknya adalah : smartphone cepat panas, dan baterai cepat habis. > Penghitungan profitnya Seperti apa, dan proses mencairkan bitcoin hingga menjadi uang asli, sehingga bisa di gunakan secara real kayak mana min.?? Untuk penambangan Bitcoin melalui smartphone saat ini sudah tidak menguntungkan lagi. Anda bisa beralih ke pertambangan altcoin dengan tingkat kesulitan yang masih rendah, mis : Monero (XMR) dan Electroneum (ETN). Untuk mencairkannya, setelah anda mendapatkan beberapa koin, ada fitur transfer dari wallet aplikasi mining yang digunakan. Anda bisa menggunakan wallet yang disediakan exchanger (seperti Indodax yang sudah support berbagai macam altcoins), kemudian menukarkan / menjualnya ke rupiah.
 Prasetyo |  17 Nov 2018
Halaman: Cara Menambang Bitcoin Di Android
Saya punya mata uang wojiao terus satu lagi sma yiyuan klaw di tukar dimana ya klaw ada yg minat hubungi saya
 Dimas Saputra |  8 Oct 2019
Halaman: Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Komentar[17]    
  Rio_arsandhy   |   4 Aug 2014
ane kalo g pake 2 garis sma agak kerepotan, terutama kalo pakenya cuma 200 sma, lagging banget ga bisa diandalin buat entri di awal posisi. kalo pake crossing seenggaknya bisa dinantikan itu crossingnya, apalagi yang sma 50 modelnya lebih cepet
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@ rio_arsandhy:
sma 50 daily juga lagging.
Disamping melihat sma 200 untuk arah trend, untuk momentum entry-nya bisa pada timeframe yang lebih rendah dengan menggunakan indikator oscillator atau MACD.
  Zz Akbar   |   16 Sep 2014
Trimakasih artikelny sangat membantu untuk trading saya. Smoga dapat membantu trader2 lainny..!
  Sugih Yahya   |   7 Oct 2014
Kok cuman sma aja yg dibahas? di ma kan juga ada ema? ane kan jg pngn tw bedax sma sm ema?
  Hari Santoso   |   10 Oct 2014
SMA lebih sering digunakan untuk menggambarkan keseluruhan tren. Namun memiliki respon yang lebih lamban jika dibandingkan EMA. Sebaliknya EMA punya respon yang lebih cepat, tapi lebih berpeluang untuk memunculkan sinyal trading palsu.
  Siskasofiya   |   12 Nov 2014
untuk sma 200 ini cocok dipasang di tf mana? dan untuk penggabungan sma 200 dan 50 juga cocok di tf yang apa? apa kedua cara itu bisa berlaku untuk tf yang sama? kalau sy trading jangka pendek apakah masih cocok untuk menggunakan sma 200?
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@siskasofiya :

  • sma 200 biasanya digunakan pada time frame daily .
  • penggabungan sma 200 dan sma 50 biasanya juga pada timeframe daily, dimana sma 50 sebagai konfirmator dari sma 200.
  • bisa saja digunakan pada time frame yang lebih rendah, tetapi biasanya untuk timeframe di bawah daily (4 jam, 1 jam) menggunakan sma 50, atau kombinasi antara sma 100 dan 50, atau sma 55 dan sma 21.
  • trading jangka pendek pada timeframe rendah sebaiknya tidak menggunakan sma 200, tetapi kombinasi antara Exponential Moving Average (EMA) periode pendek, misalnya EMA 21 dan EMA 8.
  Abdul Rahman Yusoh   |   9 Apr 2015
gi mana mau set sma50 dan sma 200?
  M Singgih   |   10 Apr 2015
@abdul rahman yusoh:
pada platform Metatrader 4, caranya: masuk ke Insert - Indicators - Moving Average, ubah angka pada kolom Period-nya :

  Anik   |   21 Mar 2016
kalo trading pada tf 1m, 5m, 15m, & 30m, lebih cocok pke sma atau ema. Dan lebih cocok dengan periode brp.
  M Singgih   |   21 Apr 2016
@ Anik:
Untuk scalping atau trading jangka pendek dengan time frame rendah seperti yang Anda maksudkan lebih cocok pakai Exponential Moving Average (EMA) karena lebih sensitif. Biasanya digunakan 2 EMA dengan pengamatan pada crossingnya. Periode yang biasa digunakan adalah kombinasi antara periode 8 dan 21, 21 dan 55 atau 55 dan 100.
  Rubi   |   21 May 2016
saya sudah pernah mencoba menggunakan crossing EMA 50,200 ini yah, terutama di pair GBPUSD dan USDJPY, tapi menurut saya sih perpotongan2 golden cross dan death cross seperti di atas itu tidak selalu berujung profit, malah bisa jadi drawdown sampai 30% dari modal saya.. ini contohnya

Sdangkan jika timeframenya diangkat sampai ke D1, cross-crossing ini akan sangat jarang sekali muncul (hanya 1-2 kali dalam 3 bulan)
  M Singgih   |   5 Feb 2017
@ Rubi:
Kalau untuk time frame dibawah D1 (jangka pendek) memang lebih akurat digunakan EMA (Exponential Moving Average) yang responsnya lebih cepat, karena kalau Anda trading jangka pendek tentu Anda menginginkan respons yang lebih cepat untuk bisa memberikan sinyal entry sesegera mungkin.


Namun periode ema-nya tidak harus 50 dan 200, tetapi disesuaikan dengan time frame yang digunakan, semakin rendah time frame semakin kecil periode ema. Periode berapa yang paling cocok bisa diketahui dengan melakukan backtest. SMA periode 200 dan 50 memang biasanya digunakan pada tf daily.

Mengenai perpotongan antara 2 ma, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator sebelum memutuskan untuk entry, baik pada tf D1 maupun tf yang lebih rendah. Berikut ini contoh konfirmasi sebelum entry untuk EUR/USD D1:



Entry buy ketika:
- kurva sma 50 telah memotong kurva sma 200 dari arah bawah dan bergerak diatasnya
- kurva indikator MACD telah memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah bawah dan bergerak diatasnya, dan garis histogram OSMA juga telah berada di atas level 0.0
- kurva indikator RSI berada diatas level 50
- garis histogram ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.
  Sopinah   |   15 May 2017
He he menarik sekali, saya pemain pemula yang tidak sabar dan setiap hari saya merugi sekitar $20 ( gaji saya sehari ). sejak pakai crossing MA ini atau periode mana saja antara MA 7,23,55 atau MA 5,20,100 ataun MA 20,200 dsb ditambah indikator windownOsCilator saya sekarang jarang rugi & sudah mulai profit sekitar 75% dari modal.Terimakasih Master.
  Elvin   |   13 Oct 2020

Mohon pencerahan cara exit menggunakan Moving Average atau set up Take Profitnya, trimakasih

  Admin   |   14 Oct 2020

@Elvin:

Jika ingin menggunakan acuan Moving Average untuk acuan exit maupun TP-nya, digunakan sinyal berlawanan dari sinyal Entry. Contohnya jika kita masuk Buy karena harga memotong MA ke atas, maka di Close saat harga memotong balik MA ke bawah. Atau kalau dalam kasus Crossover antara MA, kita tunggu saat MA Crossover balik.

Kalau tidak ingin menggunakan MA sebagai patokan untuk Exit dan TP, ada banyak cara lain seperti menggunakan level SnR, atau indikator-indikator lain sebagai acuan.

Terima kasih, semoga membantu.

  Fika   |   7 Feb 2021

Dear Admin

saya mau nanya min, untuk entry buy kuncinya MA atau EMA rendah harus melintas ke MA atau EMA yang paling tinggi ya?

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip