3 Tips Trading Dengan Indikator RSI

SAM 3 Jun 2020 17645
Dibaca Normal 4 Menit

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam trading dengan indikator RSI? Berikut tiga tips yang bisa membantu dalam menggunakan indikator RSI.



Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator oscillator yang populer dan dianggap cukup handal. Sejak dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978, indikator RSI digunakan dalam trading di semua jenis pasar, termasuk oleh para trader forex. Namun, sebenarnya ada trik-trik tertentu dalam menggunakan RSI yang bisa mempengaruhi ketepatan hasil trading, tetapi tak banyak diketahui orang.

Secara tradisional, indikator RSI digunakan untuk menentukan waktu entry yang tepat dengan melihat level overbought dan oversold, serta mendeteksi kemungkinan pergantian arah trend dengan mengamati divergensi terhadap pergerakan harga. Di samping fungsi lazim RSI tersebut, berikut ini tiga tip dari para trader yang mungkin bisa membantu dalam menggunakan indikator ini.

Trading Dengan Indikator RSI

 

Tip 1: Pada keadaan trend yang kuat, abaikan overbought dan oversold indikator RSI.

Ketika harga bergerak trending dengan kuat pada jangka waktu yang relatif panjang, metode entry dengan mengandalkan overbought dan oversold indikator RSI menjadi tidak akurat lagi.

Indikator ini dibuat dengan membandingkan jumlah perubahan harga yang positif (lebih tinggi) dengan perubahan harga yang negatif (lebih rendah) untuk periode tertentu. Rasio tersebut diplot dalam range 0 hingga +100. Jika setelah periode waktu tersebut pergerakan harga tidak berubah (seperti ketika trending dengan kuat), maka RSI akan tetap pada kondisi overbought (ketika kondisi uptrend) atau oversold (ketika kondisi downtrend).

Perhatikan contoh kasus pada grafik GBP/USD berikut ini:

3 Tip Trading Dengan Indikator

 

Pada contoh GBP/USD di atas, pergerakan downtrend sedang kuat dan RSI tetap berada pada area oversold untuk periode waktu yang cukup lama. Dalam kasus ini, apabila melakukan buy ketika oversold, maka akan menyebabkan kerugian.



Solusinya, sebelum mengamati indikator RSI, trader harus melihat indikator trend terlebih dahulu. Indikator kekuatan trend yang sering digunakan adalah MACD, Bollinger Bands dan ADX.

 

Tip 2: Perhatikan level 50 pada indikator RSI (center line).

Semua indikator tipe oscillator mempunyai level tengah atau center line, biasanya pada level 50, atau 50%. Demikian juga pada indikator RSI. Center line yang sering kali diabaikan ini menunjukkan momentum pergantian arah pergerakan harga ketika terjadi retracement, atau bahkan saat ada pergantian arah trend.

Apa fungsi center line pada indikator RSI?

Ketika RSI menembus center line ke arah atas, maka itu mengisyaratkan sinyal buy. Dan sebaliknya, ketika menembus center line ke arah bawah, maka mengisyaratkan sinyal sell. Contohnya sebagai berikut:

3 Tip Trading Dengan Indikator

 

Pada contoh grafik GBP/USD di atas, tampak center line berfungsi sebagai level support. Ketika indikator RSI break untuk kedua kalinya, harga beralih ke pergerakan downtrend.



 

Tip 3: Penggunaan parameter indikator RSI perlu disesuaikan dengan time frame trading.

Biasanya, parameter periode waktu default pada platform trading untuk hampir semua indikator tipe oscillator adalah 14, termasuk RSI. Berdasarkan pengalaman, periode 14 cocok untuk time frame Daily, tetapi kurang akurat untuk time frame trading yang lebih rendah.

Pembuat indikator RSI, Welles Wilder, juga menganjurkan untuk menggunakan periode 14 pada time frame Daily. Menurut Wilder, semakin kecil periode waktu pengukuran, maka akan semakin sensitif, sehingga menyulitkan pengamatan; sedangkan jika periode waktu semakin besar, maka akan semakin kurang sensitif, sehingga mempengaruhi akurasi pengukuran.

Jadi, apabila akan menggunakan indikator RSI pada time frame lebih rendah atau lebih tinggi dari Daily, sebaiknya tidak berdasarkan parameter default. Kalau begitu, bagaimana penyesuaiannya?

Pada dasarnya, semakin kecil setting periode, maka sinyal trading akan semakin sering dihasilkan. Trader Harian dengan time frame 1 jam ke bawah biasanya menggunakan RSI periode 9, sedangkan Scalper menggunakan periode 7. Sementara trader jangka menengah dan panjang menggunakan periode 14 atau 25.

 


Selain dengan tambahan ketiga tips ini, ada pula cara-cara alternatif penggunaan indikator RSI dengan dikombinasikan bersama indikator teknikal lainnya. Salah satunya adalah kombin

Simak dalam artikel Cara Lain Menggunakan Indikator RSI. Selain melalui komentar, Anda dapat mengikuti diskusi langsung dengan ahlinya pada forum tanya jawab berikut loh!





Forum

Ekarachmat (13 May 2018)

Pak bagaimana kita bisa menentukan harga tertinggi dan terendah pada harian yg akan berlangsung

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 14    

Mr X
30 AUG 2014
semakin besar time frame memang membutuhkan indikator dengan setingan yang kecil, sebaliknya TF yang kecil membutuhkan seting indikator yang lebih besar. karena hal ini untuk menutupi kekurangan masing-masing. TF kecil dan indikator dengan seting kecil memiliki kemungkinan false yang lebih besar begitujuga sebaliknya. namun kita juga bisa menyesuaikan dengan gaya trading kita. kita bisa juga menjadi Long term trader pada TF M1 dengan memperbesar setingan MA sampai 1000, mungkin. just my opinion bro
M Singgih
3 JAN 2016
@Mr X:
Periode waktu RSI yang dianjurkan oleh pembuatnya (Welles Wilder) adalah 14 days, yaitu digunakan pada chart daily dengan periode 14. Menurut Wilder settingan tsb adalah yang paling akurat. Tetapi dalam prakteknya ada yang menggunakan periode 9 dan 25 dan pada time frame yang lebih rendah atau lebih tinggi dari daily. Perlu diketahui semakin besar periode (misal periode 1000) maka akan semakin kurang akurat karena RSI termasuk indikator yang lagging atau cenderung lambat dalam merespons.
Nizam Hidayat
12 NOV 2014
Menarik Mr X, tapi apakah itu mungkin? Di timeframe serendah M1 pergerakan harga sangat fluktuatif, sedangkan periode MA yang besar (apalagi sampai 1000), sangat lagging merespon pergerakan harga. Apakah sinyal indikator berperiode besar bisa dianggap valid jika diterapkan di timeframe rendah? Kalau sependapat saya kok lebih baik disesuaikan saja sesuai kaidahnya masing-masing. Bukannya tidak kreatif atau terlalu kaku, tapi kenapa mesti menggunakan cara yang repot dipahami kalau sudah ada cara yang mudah?
Iskandar
29 NOV 2014
perlu nunggu break 2 kali baru harga trending kuat, berarti centerline RSi juga ndak valid2 amat. kalo ngambil dari sinyal centerline itu masih ada kemungkinan harga naik dulu baru turun tajam, berarti musti pinter2 nyari stop loss yg sesuai. jangan sampe stop lossnya terlalu deket. bisa2 baru koreksi order udah kena stop loss.

apa suhu ada rekomendasi cara menentukan stop loss dari contoh grafik tadi? ane lihat harga sempet ada di level tertinggi sebelum turun. jadi kalo mengandalkan level2 tinggi dari high2 sebelumnya juga kurang valid tuh sepertinya

M Singgih
3 JAN 2016
@ Iskandar:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar, jadi masih konsolidasi. Setelah itu terbentuk bullish engulfing bar yang berarti ada kemungkinan penerusan arah trend (uptrend). Baru setelah level terendah bar engulfing tersebut ditembus maka pergerakan harga akan cenderung bearish. Ini dikonfirmasi dengan RSI yang bergerak dibawah level 50%. Jadi entry setelah level terendah bar engulfing ditembus. Selain dengan mengamati price action, sebagai konfirmator Anda juga bisa menggunakan indikator trend yaitu moving averages, ADX atau MACD.
Winda Rahardian
15 DEC 2014
thanks banyak atas saran rsi yg mantap ini. segera dipraktekan di akun demo.
sukses selalu.
Syamsir
19 DEC 2014
Gmn kl udh trlnjr op dr rsi pas sblm hrg trending? iya klo sesuai kyk trendx mngkn g mslh, tp kl g sesuai trus gmn apa yg mst d lakukan? Kyk cnthx udh trlanjur punya posisi buy dr cnth trend diatas, wkt hrg prtm nympe di oversold pastix kn kt msh anggap hrg bkl balik. cr tahu apakah posisi itu msh brpeluang ato nggak itu drmn kl cmn make rsi aja?
M Singgih
3 JAN 2016
@ Syamsir:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar
Adam Zaini
28 DEC 2014
@ Syamsir: maka dari sini anda perlu menempatkan stop loss sebelum entry. akan sangat berbahaya membiarkan posisi terfloating begitu saja tanpa adanya stop loss. jika memilih cut loss manual mungkin kurang bisa mengandalkan RSI.

disamping itu cara cut loss yang demikian rentan dipengaruhi emosi. setiap open posisi sebaik apapun sinyalnya usahakan untuk selalu ditempatkan dengan stop loss agar tidak terjadi hal yang seperti anda contohkan.
Luki Nurhadi
8 MAR 2015
Gw kira bakal ada tip divergensi.
Walaupun ndak dijelasin tapi sebetulny bisa juga kan trading divergensi pake RSI?
Apakah divergensi RSI lebih mendukung trending atau sideways?

Gw juga pengen nanya, itu kenapa chart atas sama bawah sepertinya beda ya?
Padahal sama2 GBP/USD 8H n harganya juga sama2 down trend.
Tapi kesannya ada perbedaan; Ato apa ini gw aja y yg salah liat? Hehe
M Singgih
3 JAN 2016
@Luki Nurhadi:
Untuk divergensi tidak dibahas disini karena trading dengan divergensi berlaku umum untuk semua jenis indikator oscillator yaitu RSI, stochastic dan CCI. Mengenai chart GBP/USD 8H itu sama. Bisa Anda perhatikan lagi pola chartnya, dan cocokkan dengan waktu (tanggal)nya.
Rahmad Putra
11 FEB 2016
wah ada juga ya ternyata timeframe 8H, di chart ane ndak ada tuh. emang yg diatas kayaknya bukan dari mt4 ya, makanya timeframenya bisa aneh aneh . hehe
Fariz Izii
5 APR 2019

hahahaha baru sejak kapan ada Time Frame 8 jam?

Chairil
5 APR 2019

Yoi.... emang bisa gan, kalo pake tradingview yang premium gitu bisa diatur time framenya.

Kirim Komentar/Reply Baru
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   60  
Setelah download, terus gimana?
BOS SY SDH DOWLOAD AKUN DEMO SDH LOGIN,,, MUNCUL GRAFIK2, SELANJUTNYA GIMANA BOS...

JUNI 22 Jun 2016

Reply:

Basir (23 Jun 2016 08:38)

Untuk Juni..

Anda bisa melakukan demo trading. Jika masih bingung dengan unsur-unsur dan penggunakan MT4, Anda bisa membaca informasinya di :
Panduan MT4 dan penggunaanya.

Thanks.

Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Jujun Kurniawan   13 Apr 2021   56  
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   9 Apr 2021   126  
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
Jujun Kurniawan   8 Apr 2021   101  
GBP/USD Sinyalkan Sell Menuju S2
GBP/USD Sinyalkan Sell Menuju S2
Jujun Kurniawan   6 Apr 2021   85  
Berpotensi Terkoreksi, EUR/JPY Berpeluang Sell
Berpotensi Terkoreksi, EUR/JPY Berpeluang Sell
Jujun Kurniawan   5 Apr 2021   92  
Indikator CCI Konfirmasi EUR/CAD Sinyalkan Buy
Indikator CCI Konfirmasi EUR/CAD Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   1 Apr 2021   100  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   466  
Tertahan Di H4,  AUD/NZD Kembali Bullish
Tertahan Di H4, AUD/NZD Kembali Bullish
Jujun Kurniawan   31 Mar 2021   100  
Sempat Terjun Ke R2, EUR/GBP Kini Sinyalkan Buy
Sempat Terjun Ke R2, EUR/GBP Kini Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   30 Mar 2021   98