PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex

Damar Putra 29 Jan 2023
Dibaca Normal 5 Menit
forex > broker > panduan >   #broker-finex   #risiko   #trading
Mulai dari rasio risk/reward hingga strategi hedging, broker Finex membeberkan 5 teknik paling ampuh untuk mengatur risiko trading.

5 Teknik Mengatur Risiko

Salah satu kunci utama kesuksesan trader forex adalah memiliki manajemen risiko yang baik. Manajemen risiko adalah sebuah metode untuk mengelola potensi kerugian trading agar trader dapat mempertahankan modalnya dalam jangka panjang. Trader bisa saja mengklaim memiliki strategi trading paling ampuh, namun akan sangat percuma jika diterapkan tanpa memiliki manajemen risiko yang baik.

Bagi trader profesional, kemampuan mengatur risiko sangat wajib dikuasai. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengatur risiko trading, dan broker Finex merangkum 5 teknik pilihan berikut ini.

Baca Juga:

Best Platforms for Pro Forex Traders

 

1. Mengatur Rasio Risk/Reward

Konsep manajemen risiko paling populer di kalangan trader adalah dengan menggunakan hitungan rasio risk/reward. Singkatnya, rasio risk/reward adalah perbandingan antara risiko dan hasil profit yang dinginkan trader. Dengan metode ini, trader dapat menentukan berapa toleransi risiko maksimal dalam setiap kali entry posisi. Dengan perhitungan risk dan reward yang memadai, sangat memungkinkan trader memperoleh hasil profit yang konsisten walaupun win rate sistem trading tidak terlalu tinggi.

Sebagai contohnya, jika trader menggunakan rasio 1:3 untuk risiko sebesar $100, maka keuntungan yang ditargetkan adalah sebesar 3x lipatnya atau $300. Dengan demikian, beberapa kerugian yang didapat bisa tercover dengan 1x kemenangan.

Rasio risk/reward ini tentu bisa diubah sesuai selera. Untuk pemula, sangat disarankan agar tidak menggunakan rasio risk/reward terlalu besar ataupun kecil. Risk/reward terlalu besar akan membuat trader sangat sulit untuk mencapainya, sedangkan rasio terlalu kecil juga akan mendatangkan keuntungan yang kurang memadai dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Your Guide to Trade with Risk/Reward Ratio

 

2. Menentukan Exit Plan

Teknik mengatur risiko trading berikutnya adalah merencanakan exit plan. Umumnya, trader hanya fokus pada strategi entry posisi dan kerap melupakan momentum keluar dari market. Padahal, exit plan juga sama pentingnya dengan strategi entry karena di sinilah trader menutup posisi dengan hasil profit atau loss.

Pada dasarnya, exit posisi trading bisa dilakukan dengan dua metode, yakni manual atau otomatis. Exit dengan cara manual artinya trader sendirilah yang memutuskan kapan saat tepat menutup sebuah posisi pada platform trading. Di sisi lain, exit otomatis adalah dengan memanfaatkan fitur stop loss, take profit, dan trailing stop.

Exit manual biasanya cocok untuk trader yang punya waktu untuk memantau pergerakan harga di pasar, bisa bereaksi cepat, dan tidak mudah terpengaruh secara psikologis oleh volatilitas yang bersifat temporer. Sementara itu, exit otomatis sering direkomendasikan untuk trader yang tidak punya banyak waktu memantau chart dan mentalnya masih mudah terpengaruh oleh fluktuasi harga di pasar.

 

3. Melakukan Cut Loss

Strategi Cut Loss ini berarti trader menerima kekalahan dalam batas tertentu. Dalam hal ini, broker Finex memposisikan Cut Loss sebagai teknik mengurangi risiko untuk membatasi kerugian lebih besar. Jadi ketika harga bergerak beberapa pips berlawanan arah dengan posisi yang diambil, trader harus sigap menerima kekalahan dan menutup posisi tersebut.

Contoh penerapan teknik ini adalah ketika trader membuka posisi Buy pada pair USD/JPY pada harga 116.000. Ketika harga justru bergerak ke arah 115.500, trader segera menutup posisi tersebut dan tidak menahannya lebih lama karena yakin jika trend bearish memang lebih dominan. Kerugian pun bisa dibatasi di 50 pips. Bayangkan jika ternyata USD/JPY terus merosot hingga 114.000 dan trader tersebut tidak berani Cut Loss, kerugian yang didapatkan pun akan sangat membengkak dan bisa-bisa menggerus akun tradingnya.

 

4. Memasang Stop Loss

Hampir sama dengan konsep Cut Loss, strategi stop loss juga merupakan salah satu teknik mengatur risiko yang paling populer digunakan oleh trader. Jika pada Cut Loss trader melakukan penutupan secara manual, maka stop loss merupakan strategi menutup posisi secara otomatis. Trader hanya perlu menentukan area mana yang akan dijadikan sebagai penempatan stop loss.

Suka atau tidak, stop loss akan sangat berguna untuk trader dalam mengatur risiko dan menjadi bagian dari strategi Money Management. Namun, tidak ada metode baku dalam menentukan besarnya stop loss. Setiap trader bisa dengan bebas menentukan level Stop Loss sesuai dengan analisa kondisi pasar, tapi harus logis dan obyektif. Beberapa cara yang sering digunakan antara lain Equity Stop, berdasarkan pola (chart pattern), Margin Stop, dan berdasarkan volatilitas harga pasar.

Baca Juga:

Don't Wait! Learn Forex Stop Loss Before It's Too Late

 

5. Hedging Sebagai Stop Loss

Banyak trader yang masih kurang nyaman dengan stop loss konvensional karena dianggap kurang cocok untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi di market. Nah, bagi para trader yang masih menganggap stop loss terlalu kaku, ada alternatif lain untuk membatasi kerugian yaitu setrategi Hedging.

Ringkasnya, hedging adalah salah satu strategi yang sering digunakan para trader untuk mengatur risiko kerugian dengan cara menyeimbangkan posisi-posisi yang dibuka. Trader akan membuka dua posisi yang berkorelasi negatif atau arah pergerakan harganya saling berlawanan, sehingga jika ternyata ada satu posisi yang tidak menguntungkan, masih ada posisi kedua sebagai cadangan untuk meraih peluang profit.

Menurut broker Finex, Hedging biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu Instant Execution dan Pending Order.

Instant Execution atau eksekusi langsung adalah membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sedang mengalami floating minus di suatu pair tanpa menutup dahulu posisi sebelumnya. Cara ini digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating minus.

Cara selanjutnya adalah dengan memasang Pending Order pada harga tertentu sebagai pelindung dari sebuah posisi yang diambil. Sehingga kalaupun harga bergerak di luar prediksi pada saat kita tidak sedang memantau chart, Pending Order akan otomatis aktif untuk melindungi kerugian atas posisi yang telah dibuka sebelumnya.

 

Hedging memang menjadi salah satu teknik mengelola risiko terbaik. Namun perlu diketahui, tidak semua broker menyediakan kondisi trading yang cocok untuk teknik ini. Jika tertarik menggunakan metode hedging, simak baik-baik Daftar Broker Lokal Untuk Hedging Terbaik.

Terkait Lainnya
 
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 21 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 1 hari, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 1 hari, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 1 hari, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Supriono |  6 Apr 2012

trading yang bagai mana yang master gunakan hingga dapat menghasilkan profit secara kontinu dalam jangka panjang. trimkasih atas jawabannya akan sangat berguna bagi saya yang telah 3x MC

Lihat Reply [23]

Loss atau MC bisa mengincar siapa saja jika tidak hati hati. Letak dan Kunci trading sebetulnya bukan dari kehebatan menganalisa dengan menggunakan indikator tertentu. Tetapi kunci trading adalah pada kemampuan dalam mengatur keuangan. maka mulailah untuk terampil dalam mengatur modal anda. yang perlu jadi catatan, ketika anda melakukan BUY / SELL sebetulnya anda telah melakukan pinjaman kepada broker. uang yang masuk pasar adalah uang broker. Sedang dana anda adalah menjadi jaminannya dari setiap Open BUY/SELL anda.

Maka disanalah anda akan melihat berapa margin yang di kunci oleh beroker. Ketika ketika margin anda tidak mencukupi,  free margin dan margin level anda berkurang dan menipis dan floating minus sangat besar, maka anda akan terkena margin call. jadikalh pengalaman dari MC yang pernah anda alami. Mulailah pandai pandai mengatur dana anda. Ingat lah, Trading adalah ilmu dan seni mengatur uang untuk mendapatkan uang. Thanks

Basir   6 Apr 2012

Cara mengatur dana yg bagaimana yg bapak sarankan? Seingat saya cara mengatur dana di forex trading ada banyak. Nah yang bisa memungkinkan profit berkelanjutan dalam jangka panjang yang bagaimana pak?

Eris   2 Oct 2015

Untuk Eris

Trading forex termasuk trading margin, dimana saat seorang trader melakukan BUY/ SELL ia menggunakan uang pinjaman dari broker dan dana yang ia depositkan menjadi margin atas transaksi yang dilakukan, dimana besarnya tergantung dari contract size (jenis account).

Ada banyak cara mengelola keuangan / money managment dalam mempertahankan atau meningkatkan balance. Tiap trader mempunyai cara tersendiri dalam hal ini, diantarannya:

1. Memakai persentase

Trader yang menggunakan cara ini,  membuat resiko sebesar yang direncanakan. Jika ia membuat resiko sebesar 5% dari modal $100 yang ia miliki, artinya ia menyisihkan resiko sebesar $5 dari open trade yang ia buka.

2. Resiko berdasarkan margin

Dalam hal ini seorang trader akan membuat resiko atau memasang stop loss berdasarkan margin. Jika ia membuka posisi BUY/ SELL dan marginnya sebesar $ 5, maka ia akan menempatkan stop loss berdasarkan besarnya margin dari kenaikan dan penurunan harga (hitungan pips/point)

3 Resiko berdasarkan satuan lot

Ada trader yang menggunakan resko berdasarkan satuan lot yang ia buka. Misalkan ia trade dengan lot 1 yang nilainya sebesar 10.000 kontak size,  atau lot 0.10 yang nilainya sebesar 1.000 kontrak size ataulot 0.01 yang nilainya sebesar 100 kontak size

Maka saat ia membuka open trade dengan lot 0.01, ia floating sebesar 100 pips, atau hanya minus sebesar $1.

Dari resiko tersebut cara mengambil keuntungnya pun berbeda-beda. Ada yang:

  • 1 : 1 ( keuntungan sebanding dengan resiko)
  • 2 : 1 ( keuntungan lebih besar dari resiko )

Namun demikian, cara pengelolan resiko tersebut bisa berbeda hal berdasarkan cara trade yang di gunakan.

Mungkin cara trade diatas berlaku bagi trader Daily atau Long-term namun tidak berlaku bagi para scalper dan para m singgihgale yang trading di hari tersebut.

Berdasarkan pengalaman secara pribadi saya menggunakan no 3,  karena disamping daily saya menggunakan pola long-term/swinger yang kadang menerapkan juga pola averaging. Saya menggunakan satuan lot yang terukur sekalipun harus floating dalam beberapa hari.

Thanks.

Basir   2 Oct 2015

Kalau menggunakan Risiko berdasarkan prosentase modal yang dibuka bagaimana dengan akun yang sedang dalam fase drawdown pak? Bukankah akan semakin susah mengembalikan modal yang sudah hilang? Mohon pencerahannya.

Zulkifli Hasan   1 Aug 2018

Betul sekali, dengan menggunakan risiko berdasarkan %modal, maka saat strategi trading sedang tidak manjur maka untuk mencapai nilai modal yang telah hilang juga dibutuhkan waktu yang sedikit lama. Namun, coba pertimbangkan kembali. Meski membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal, namun dengan metode money management seperti ini, maka tingkat drawdown pun atau terkurasnya akun hingga habis juga menjadi lebih lama.

Mari mencoba menghitung. Misalkan modal awal dengan 1,000 USD, dengan 5% modal sebagai risiko. Coba kita hitung jika sistem trading mengalami loss sebanyak 5x secara beruntun.

Trade 1: 5% x 1000 USD = 50 USD. Modal berkurang 50 USD menjadi 950 USD.

Trade 2: 5% x 950 USD = 47.5 USD. Modal berkurang 47.5 USD menjadi 902.5 USD.

Trade 3: 5% x 902.5 USD = 45.1 USD. Modal berkurang 45.1 USD menjadi 857.375 USD.

Trade 4: 5% x 857.375 USD = 42.8 USD. Modal berkurang 42.8 USD menjadi 814.575 USD.

Trade 5: 5% x 814.575 USD = 40.7 USD. Modal berkurang 40.7 USD menjadi 773.8 USD.

Total kerugian = 1000-773.8 = 226.2 USD atau hanya sekitar 22.6% dari total modal Anda.

Hasilnya akan sangat berbeda jika Anda menggunakan Fixed Equity sebagai jenis management modal Anda. Kerugian 5x secara beruntun dapat menyebabkan kerugian total sebesar 250 USD atau 25% dari modal.

Jauh lebih enak menggunakan prosentase bukan? Apalagi jika saat Anda memasuki periode keuntungan yang beruntun. Keuntungan yang Anda dapatkan juga akan berlipat dengan sendirinya.

Admin   2 Aug 2018

Jadi dengan menggunakan metode ini jauh lebih baik pak ya intinya? Terima kasih pak.

Lalu bagaimana dengan perhitungan lotnya pak? apakah lebih baik dibagikan dengan Stop Loss yang fixed atau dengan Stop Loss yang berubah-ubah sesuai sistem tradingnya?

Zulkifli Hasan   3 Aug 2018

Betul sekali pak. Metode managament dengan %modal ini lebih baik karena sifatnya yang dapat berfungsi sebagai boost saat dalam fase keuntungan beruntun, dan menjadi rem saat fase kekalahan beruntun.

Menengai perhitungan Lot dengan menggunakan SL fixed maupun berubah-ubah itu tergantung sistem tradingnya pak. Beberapa sistem trading bekerja dengan Fixed SL, beberapa lagi memang mengamati perubahan dan struktur market untuk menentukan SL-nya. Keduanya juga memiliki kelenihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik Anda mencoba untuk backtest terlebih dahulu dengan akun demo selama satu bulan untuk melihat mana yang lebih baik.

Admin   5 Aug 2018

@Supriono
berlatih lagi mas di akun demo, kalau kena MC artinya tidak pakai stop loss? wajib pakai stop loss karena sekalipun Don Juan disamping kita tetap aja harus ada stop loss untuk jaga-jaga. Mau profit? kuncinya ikuti trend, pintar baca berita fundamental, pintar baca indikator. Belajar juga gunakan multi time frame minimal 3 time frame. gunanya itu untuk melihat trend. buat pemula hindari pair XAUUSD terlalu ganas. berlatih adalah kuncinya, sabar dan terus belajar. Salam profit.

Abu Al-Maida   8 Nov 2019

@Eman_eman: Berikut beberapa cara penerapan manajemen risiko dengan benar.

  • Selalu menggunakan stoploss dalam setiap entry posisi
  • Menetapkan risiko per transaksi tidak lebih dari 2% dalam setiap posisi
  • Jika terjadi 3 kali loss berturut-turut, stop trading pada hari tersebut dan lakukan evaluasi.
  • Tidak boleh ada lebih dari 3 transaksi yang berjalan bersamaan dalam satu waktu.
  • Jangan entry sekaligus 2 pair yang memiliki korelasi tinggi
Kiki R   31 Mar 2022

@ I Nyoman Miasa:

Maksud Anda kalkulator untuk position sizing (menghitung besarnya lot)?
Sretahu saya untuk akun Cent tidak ada, tetapi Anda bisa coba menghubungi broker Anda barang kali menyediakan kalkulator tsb untuk akun Cent.

Selain itu, Anda bisa coba menggunakan kalkulator MM ini, masuk ke akun micro, dan mengkonversi perhitungan nilai per pip-nya ke Cent lot dengan membaginya dengan 100, karena jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD), maka 1 micro lot (0.01 lot) nilai per pip-nya adalah USD 0.1, sedang untuk 1 Cent lot pair XXX/USD nilai per pip-nya adalah USD ¢ 0.1 atau 0.1 sen USD atau USD 0.001.

M Singgih   14 Apr 2022

Cara management resiko yang benar dalam trading?

Eman_eman   31 Mar 2022

Apakah ada kalkulator MM utk menghitung akun cent?

I Nyoman Miasa   13 Apr 2022

Apakah money management dan risk:reward ratio itu sama saja?

Agustian   4 Aug 2022

@Agustian: Beda, risk/reward ratio adalah perbandingan antara jarak SL terhadap TP.

Sedangkan money management sangat luas dan mencakup seluruh aturan menggunakan risiko dan uang dalam trading Anda.

Money management mencakup banyak hal, termasuk berapa batas maximum drawdown yang Anda inginkan, berapa risiko per transaksi yang Anda gunakan, dst.

Kiki R   5 Aug 2022

selamat malam pak, keuntungan yang kita dapat dalam trading apakah sebaiknya konsisten ditarik atau justru lebih baik didiamkan saja agar semakin besar modal yang dimiliki? 

Ganendra Tristan   29 Aug 2022

@Ganendra Tristan: Saya pribadi menyarankan ditarik sebagian. Bisa ditarik 30-50% bergantung pribadi.

Alasan penarikan uang ini ada 2 hal.

1. Menghindari kejadian luar biasa yang bisa terjadi di market.

Contohnya seperti kejadian 2015 saat bank sentra Swiss (SNB) memutuskan untuk melepas pegging terhadap CHF, seluruh mata uang CHF naik dengan sangat kuat dalam waktu cepat.

Harganya lompat, stoploss tidak berfungsi. Bukan hanya trader yang bangkrut, namun juga banyak broker bangkrut.

2. Memberikan reward kepada diri sendiri

Tujuan kedua penarikan dana adalah karena Anda harus memberikan reward kepada diri sendiri. Dengan memberikan reward kepada diri sendiri diharapkan Anda bisa konsisten dan berusaha lebih baik lagi.

Kiki R   31 Aug 2022

Terima kasih banyak pak atas penjelasan detailnya. Untuk penarikan ini dalam jangka berapa lama baiknya pak? Karena modal saya yang cenderung kecil (200 usd), rata-rata saya hanya dapat 10 USD tiap bulannya. Kalau dengan jumlah segitu, apakah penarikan per-bulan baik? atau lebih baik tunggu hingga 2-3 bulan saja?

Ganendra Tristan   31 Aug 2022

@Ganendra Tristan: Dengan akun 200 USD dan profit $10 per bulan, lebih baik penarikan per beberapa bulan saja sambil melihat perkembangan performa trading.

Kiki R   1 Sep 2022

Apakah kita melakukan diversifikasi aset itu termasuk ke dalam manajemen modal? Atau kalo manajemen modal itu harus di aset yang sama... Misalnya kalau bahas forex, ya cuma fokus ke forex saja? Gak termasuk invest di saham dan sebagainya?

Kanaya   9 Feb 2023

Kanaya:

Ya, diversifikasi aset itu termasuk manajemen modal.

Tujuan diversifikasi dalam manajemen modal itu jelas: mengurangi risiko dan mengoptimalkan return. Tapi, ada banyak sekali cara untuk mencapai tujuan itu.

Cara mana yang seharusnya dipilih? Apakah harus di aset yang sama, atau aset berbeda?  Tidak ada yang tahu. Malah, cara terbaik bagi tiap orang akan berbeda-beda. Hal ini kembali lagi kepada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Seseorang yang cenderung risk-taker dan agresif, ingin dapat untung cepat, mungkin lebih suka fokus ke trading forex saja.

Seseorang yang cenderung cari aman dan ingin invest jangka panjang, mungkin akan membagi modalnya ke dalam obligasi dan saham dividen.

Seseorang yang risk-taker dan punya target long-term, mungkin memilih untuk trading saham dan kripto.

"Diversifikasi" adalah topik yang sangat luas dan mendalam. Butuh waktu lebih dari 2 sks untuk membahasnya. Bahkan, banyak lembaga keuangan dan investor top dunia yang terus menerus menelaah strategi diversifikasi sampai sekarang.

Aisha   13 Feb 2023

Jawaban untuk Kanaya:

Ya, diversifikasi aset termasuk dalam manajemen modal. Manajemen modal melibatkan pengelolaan portofolio investasi untuk memaksimalkan potensi keuntungan dan mengurangi risiko.

Diversifikasi aset adalah salah satu strategi yang umum digunakan dalam manajemen modal untuk meminimalkan risiko dengan mengalokasikan dana pada beberapa jenis aset yang berbeda, seperti forex, saham, obligasi, dan lainnya. Oleh karena itu, manajemen modal tidak harus hanya terfokus pada satu jenis aset seperti forex, tetapi dapat mencakup beberapa jenis aset sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investor.

Kiki R   14 Feb 2023

Ganendra Tristan:

Saran ya, berdasar pengalaman sih, mendingan profit forex itu ditarik rutin. Tapi hitung juga fee WD-nya. Misal modal kecil dan profit kecil, yaaa tarik sekali setahun itu oke. Anggep angpau atau THR, hihihihi.

Trus dari cuan itu masukin ke reksadana buat di-compounding. Ngga usah diapa-apain bisa nambah sendiri, meski dikit-dikit bgt. Ntar jg bisa tarik duit dr reksadana buat top up balance misalnya trading kena MC (amit amit deh)

Sebut Saya Mawar   21 Feb 2023

Sebut Saya Mawar: Setuju, kalau jumlah profit memang besar, sebaiknya ditarik aja. Selain karena buat reward ke diri sendiri, tetapi juga jaga-jaga aja. Anggap aja, sewaktu waktu ada masalah di broker, kalau uang kita udah kita tarik ya nothing to worry about.

Sama seperti uang di Marketplace nih, lebih baik jangan di timbun kebanyakan. Buat jaga-jaga ajaa. Ini pendapat gw ya setuju or not is oke

Franky   21 Feb 2023
 Anjar |  16 Oct 2014

Adakah strategi kusus yg bisa digunakan untuk gap trading?

Lihat Reply [18]

Pada umumnya Gap trading terjadi di awal pekan, biasanya sebagain trader melakukan order BUY STOP dan SELL STOP.

Dimana order ini dilakukan beberapa saat pasar hendak tutup. Kalau pasar tutu sabtu pukul 05.00 wib, maka biasanya trader memanfaatkan nya dengan melakukan order pending jam 04.45 wib.

Thanks.

Basir   16 Oct 2014

Untuk Siti Maiyah

Gap adalah kesenjangan yang terbentuk ketika pergerakan harga pembukaan membuat tempat kosong pada chart. Hal ini terjadi ketika tinggi pada hari itu berada di bawah rendahnya hari sebelumnya atau saat rendahnya hari berada di atas tinggi dari hari sebelumnya. Kesenjangan sangat signifikan jika disertai dengan kenaikan volume.

Ada beberapa jenis Gap, diantaranya yang paling sering terjadi adalah Gap Up dan Gap Down.

Apakah Gap akan selalu di tutup gapnya dikemudian hari?

Seringnya begitu namun tidak harus. Kadang kala Gap tidak harus di tutup, dan ini dinamakan Runaway Gap. Gap juga bisa menjadi suport dan resistance baru. Yang perlu diketahui adalah, pergerakan harga ditentukan oleh aktivitas para BUYER dan SELLER, bukan oleh broker. Untuk menghindari hal-hal yang kurang berkenan, maka sebaiknya dihindari sistem trading yang bersifat spekulasi.

Thanks

Basir   10 Jan 2023

@ adam:
1. Di pasar forex gap di awal pekan (hari Senin) biasanya terjadi akibat respon pasar terhadap event pada minggu sebelumnya, tetapi jarang terjadi. Gap sangat sering terjadi pada pasar index futures (indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones dan lainnya), dan hampir terjadi tiap hari pada saat pembukaan sesi trading.

Kedua saran tersebut bersifat spekulatif. Memang secara teknikal jika terjadi gap turun maka indikator oscillator (RSI atau stochastic) akan oversold dan sinyalnya adalah buy, sebaliknya untuk gap naik sinyalnya adalah sell, sehingga gap tersebut akan tertutup (exhaustion gap). Tetapi hal itu tidak selalu benar dan sering juga gap-nya tidak tertutup (continuation gap).
Berikut contoh gap yang tertutup (GBP/USD Daily) dan gap yang tidak tertutup (USD/JPY Daily):



Baca juga: Menggunakan Gap Dalam Trading

2. Untuk pemula biasanya dianjurkan berlatih dengan analisa teknikal dulu agar terbiasa menentukan momentum entry yang tepat. Indikator-indikator teknikal tersebut bisa digabungkan dengan analisa price action. Selain itu sebaiknya hindari entry pada saat ada rilis data fundamental yang berdampak tinggi karena bisa kena slippage (loncatan harga) akibat volatilitas yang mendadak tinggi.

Semoga bisa membantu.

M Singgih   24 May 2016

@ saprol:

Runaway gap (continuation gap): terjadi di pertengahan trend dan biasanya tidak tertutup. Tidak tertutup maksudnya harga tidak bergerak kembali pada area gap yang kosong. Gap ini menandakan trend pergerakan harga yang kuat.

Breakaway gap: terjadi saat dalam keadaan konsolidasi (sideways) setelah bergerak trending. Ada kemungkinan terjadi trend reversal. Gap ini bisa tertutup atau tidak, tergantung dari kekuatan trend reversalnya.

Common gap: sering terjadi dalam proses pergerakan harga, baik ketika trending ataupun sideways. Biasanya lompatannya tidak besar dan akan tertutup.

Kita tidak tahu jenis gap sebelum gap tersebut terjadi dan dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya.

M Singgih   20 Jul 2018

@ Maulana:

Pergerakan candle seperti itu bisa saja terjadi, yang mana harga pembukaan candle lebih rendah dari harga penutupan candle sebelumnya. Bisa terjadi pada time frame berapapun, sebagai respon sentimen pasar terhadap news atau event tertentu. Jika Anda tidak yakin, bisa dibandingkan dengan pergerakan harga di broker yang lain.

 

M Singgih   3 Mar 2021

Misalnya sudah pasang pending order Sell sebelum ada gap itu. Kemudian gap itu terjadi, apakah ordernya tetap kepicu atau engggak pak?

Zainal Abidin   10 Mar 2021

@ Zainal Abidin:

Dari pengalaman saya, order tetap tereksekusi tetapi pada harga yang lebih rendah (untuk order sell). Jadi tentunya akan merugikan trader karena mendapatkan harga yang lebih rendah sesuai dengan harga yang muncul setelah terjadinya gap. Ini bisa terjadi karena harga yang diorder (sebelum terjadinya gap) dianggap tidak ada. Dalam hal ini harga langsung melompat atau terjadi slippage.

M Singgih   13 Mar 2021

Selamat pagi,

1. Apa pengertian Gap pada pembukaan market hari senin sebenarnya ?
karena di beberapa artikel ada yg menyarankan buy jka gap turun atau sebaliknya jk gap naik sell dan ada yg menyarankan sebaliknya yaitu buy jika gap naik dan sell jk gap turun.

2. Teknik analis apa yg mudah dan cocok bagi pemula dan hasilnya mendekati trend bullish/bearish shg kita OP tdk ragu2x terutama utk platform streamster.

Terima Kasih

Adam   23 May 2016

selamat siang master mohon bantuanya gimana cara yang tepat memanfaatkan moment GAP?

Siti Maiyah   9 Jan 2023

gimana caranya tau mana yang gap runaway atau breakaway, mana yg common? saya baca2 letaknya semua dekat dgn supoort resistance soalnya

Saprol   19 Jul 2018

Apakah ini ada error di brokernya? Kok ada jarak antar candlenya ya..ini artinya apa, dan saya harus gimana ya? Mohon pencerahannya suhu. Makasih

candlestick

Maulana   3 Mar 2021

Jawaban untuk Zainal Abidin:

  • Misalnya sudah pasang pending order Sell sebelum ada gap itu. Kemudian gap itu terjadi, apakah ordernya tetap kepicu atau engggak pak?

Pending order tetap masuk dan Anda akan mendapatkan harga yang lebih rendah daripada order sell yang Anda masukkan.

Biasanya order sell Anda tereksekusi pada harga pembukaan gap tersebut.

Kiki R   13 Jan 2023

@ Siti Maiyah:

Jika memang terjadi gap, tunggu apakah candle atau bar yang membentuk gap tersebut bergerak menutup gap atau malah meneruskan gap. Ini bisa diketahui dari penunjukan indikator trend terutama moving average, parabolic SAR dan juga MACD. Jika indikator trend mengkonfirmasi arah pergerakan harga yang menutup gap, maka buka posisi yang berlawanan dengan arah gap.

Misal terjadi gap turun (ke arah bawah), tetapi indikator trend menunjukkan bullish, maka bisa open buy. Sebaliknya jika terjadi gap naik (ke arah atas), tetapi indikator trend menunjukkan bearish, maka bisa open sell.

M Singgih   16 Jan 2023

Jawaban untuk Saprol:

  • gimana caranya tau mana yang gap runaway atau breakaway, mana yg common? saya baca2 letaknya semua dekat dgn support resistance soalnya

Sebelumnya saya jelaskan sedikit tentang karakteristik ketiga gap tersebut:

  • Common Gap : Gap yang sering terjadi dan paling sering muncul, biasanya tidak akan berdampak terlalu signifikan terhadap pergerakan harga. Mudah dikenali dan tidak didukung oleh gejolak volume yang signifikan dan umumnya gap ini akan tertutup dalam waktu yang relatif cepat. Sebagai seorang trader sebaiknya tidak usah panik atau terlalu excited ketika common gap ini muncul.
  • Break away Gap : Gap yang satu ini merupakan gap favorit para trader yang suka membeli saham ketika breakout resisten, ketika breakout disertai dengan gap ini biasanya harga akan terbang. Gap ini biasanya diawasi sebagai sinyal bullish/bearish untuk harga semakin rally. Umumnya break away gap didukung oleh volume yang signifikan
  • Run away Gap : Gap yang satu ini biasanya muncul di tengah trend yang sedang berlangsung (uptrend/downtrend), pertanda pertanda arah trend akan terus berlanjut. Volume pada run away gap idealnya harus meningkat secara signifikan.

Dari definisi di atas, ketiga gap dapat dibedakan melalui 2 hal, yaitu harga setelah gap dan volume.

Common gap terjadi jika harga tidak didukung kenaikan volume yang signifikan dan pergerakan harga setelah gap tidak agresif.

Kalau runaway gap terjadi jika gap searah tren dan didukung kenaikan volume yang signifikan.

Contoh kalau lagi tren naik maka runaway gap itu gap naik (gap up) yang didukung dengan kenaikan volume. Selain itu, runaway gap tidak menembus resisten atau support yang kuat.

Terakhir untuk breakaway gap terbentuknya bisa searah tren atau melawan tren dengan kenaikan volume yang signifikan. Ciri khususnya breakaway gap terbentuk setelah harga beberapa kali tertahan di resisten atau support yang kuat.

Jadi, breakaway gap ini adalah konfirmasi penting untuk melihat arah harga.

Kiki R   18 Jan 2023

Halo numpang nannya aja. Dari diskusi di atas, saya bisa simpulkan bahwa gap itu dalam chart itu ada kekosongan yg menyebabkan jarak antara 1 candle dengan candle lain seperti ditengha2nya ada kekosongan. Bgeitu bukan?

Yang jadi pertanyaan adalah apakah gap ini sering terjadi dan biasanya terjadi saat kapan? Selain itu dengan adanya gap ini, apakah trader bsa dirugikan atau justru bsaa dijadikan ksempatan utk profit? Dan adakah atau bsa kah kita memprediksi gap itu terjadi dngn analisa charting? Selain itu, dari grafik diskusi diatas, apakah gap itu bsa terjadi secara tiba2 juga? Mohon bantuan atas penjelasan mengenai pertanyaan ini, terima kasih!

Sandy   2 May 2023

@ Sandy:

- … Dari diskusi diatas, saya bisa simpulkan bahwa gap itu dalam chart itu ada kekosongan yg menyebabkan jarak antara 1 candle dengan candle lain seperti ditengha2nya ada kekosongan. Bgeitu bukan?

Ya, benar.

- … Yang jadi pertanyaan adalah apakah gap ini sering terjadi dan biasanya terjadi saat kapan?

Tidak sering terjadi. Biasanya pada pembukaan pasar di awal pekan atau saat adanya berita atau rilis data ekonomi berdampak tinggi.

- … Selain itu dengan adanya gap ini, apakah trader bsa dirugikan atau justru bsaa dijadikan ksempatan utk profit?

Bisa dirugikan kalau trader punya pending order dan harga tiba-tiba meloncat di atas atau di bawah order yang dipasang. Untuk bisa profit saat terjadi gap harus diamati sifat dari gap tsb, apakah pergerakan harga bisa menutup gap atau malah meneruskan. Untuk membuka posisi konfirmasikan dengan price action yang terbentuk dan penunjukan indikator teknikal terutama indikator trend seperti ADX, parabolic SAR, moving average dan juga MACD.

Silahkan baca juga:
Strategi Gap Trading: Peluang Profit dari Celah Harga

M Singgih   4 May 2023

Jawaban untuk Adam:

1. Gap pada pembukaan market hari Senin adalah perbedaan antara harga penutupan pada Jumat malam dan harga pembukaan pada Senin pagi. Gap dapat terjadi ketika ada perubahan yang signifikan dalam sentimen pasar, berita penting yang mempengaruhi pasar, atau pergerakan harga yang tajam secara tiba-tiba.

Interpretasi gap dan strategi yang digunakan terhadap gap tersebut tidak ada yang 100% benar dan bersifat spekulatif. Akurasinya dapat bervariasi tergantung pada preferensi dan strategi trading individu. Beberapa trader mungkin memilih untuk membuka posisi sesuai dengan arah gap (misalnya, membeli saat gap naik atau menjual saat gap turun), sementara yang lain mungkin memilih untuk memperhatikan konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil tindakan.

2. Teknik analisis yang mudah dan cocok bagi pemula untuk mengidentifikasi tren bullish atau bearish adalah dengan menggunakan indikator Moving Average (MA). Untuk mengidentifikasi tren bullish, Anda dapat menggunakan MA dengan periode yang lebih panjang (misalnya, MA 50 atau MA 200) dan mengamati apakah harga berada di atas MA tersebut. Jika harga berada di atas MA, ini menunjukkan adanya tren bullish yang kuat dan sebaliknya.

Setelah mengetahui tren, Anda bisa masuk posisi pada level support/resisten yang kuat saat terbentuk konfirmasi yang valid pada level tersebut.

Platform Streamster umumnya dilengkapi dengan indikator Moving Average yang dapat Anda tambahkan ke chart Anda. Anda dapat menyesuaikan periode MA sesuai preferensi Anda dan memantau pergerakan harga terhadap MA tersebut.

Kiki R   9 May 2023

Sandy: Yup, kamu benar bahwa gap dalam chart terjadi karena adanya kekosongan antara harga penutupan dari candle sebelumnya dengan harga pembukaan dari candle berikutnya.

Gap sendiri bisa terjadi di semua instrumen trading, baik itu saham, forex, komoditas, maupun indeks saham. Namun, gap biasanya terjadi saat ada berita atau peristiwa penting yang mempengaruhi harga aset tersebut di luar jam perdagangan normal, misalnya pada akhir pekan ketika pasar tutup atau saat terjadi gejolak pasar yang besar.

Gap bisa menjadi keuntungan atau kerugian tergantung posisi yang kamu ambil dan arah pergerakan harga. Misalnya, jika kamu memegang posisi beli dan terjadi gap ke atas, maka kamu akan mendapat keuntungan yang signifikan. Namun, jika kamu memegang posisi jual dan terjadi gap ke atas, maka kamu akan menderita kerugian.

Memprediksi gap bisa menjadi sulit karena tergantung pada faktor-faktor eksternal yang sulit diprediksi seperti berita atau peristiwa penting. Namun, analisis charting dapat membantu untuk mengidentifikasi area di mana gap mungkin terjadi, misalnya pada level support atau resistance yang signifikan.

Terakhir, gap bisa terjadi tiba-tiba dalam waktu yang singkat, terutama saat terjadi peristiwa penting yang mempengaruhi pasar. Oleh karena itu, penting bagi trader untuk memahami risiko gap dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, seperti menempatkan stop loss atau memantau posisi trading secara aktif.

Andre   9 May 2023
 Siswoyo |  13 Nov 2015

bagaimana cara entry trading dg trend supaya tdak slh masuk, sudah entry buy tapi trendnya malah ganti turun atau entry sell malah trendnya berubah naik

Lihat Reply [36]

Untuk Siswoyo,,,

Aktivitas pasar terjadi karena ada kekuatan seller dan buyer. Dua kekuatan inilah yang menjadikan market menjadi hidup. Trending Market adalah di mana harga umumnya bergerak dalam satu arah. Bull market trend yang bergerak  ke atas, sementara bear market tren menuju ke bawah. Pasar trending dapat diklasifikasikan seperti itu baik untuk jangka pendek, menengah atau panjang.

Thanks

Basir   16 Nov 2015

@ siswoyo:
Yang Anda perkirakan salah masuk sebenarnya adalah Anda masuk tidak pada momen yang tepat. Dalam hal ini Anda masuk saat akan terjadi retracement (koreksi) atau reversal (pembalikan arah trend). Karena Anda seorang trend follower (trading dengan mengikuti arah trend) maka hindari trading dengan time frame rendah (biasanya dibawah 1 jam atau H1) karena kurang akurat.
Trading berdasarkan trend (trend follower) harus menggunakan indikator trend, yang umum adalah exponential moving average (ema), ADX, MACD dan Parabolic SAR (pSAR).
Berikut contoh pada EUR/USD H4:



Entry sell pada momentum yang tepat (perhatikan garis berwarna kuning), yaitu ketika:
1. Harga menembus support kurva ema 55
2. Titik indikator pSAR berada diatas harga, menunjukkan sentimen bearish.
3. Kurva MACD memotong kurva sinyal (berwarna merah) dari atas dan bergerak dibawahnya dengan sudut yang semakin melebar, dan garis histogram OSMA juga bergerak dibawah level 0.00.
4. Garis histogram indikator ADX berubah ke warna merah yang menunjukkan dominan bearish.
Kekuatan trend bisa dilihat pada level indikator ADX saat itu. Biasanya ADX antara 20-25 bisa dianggap trend sedang kuat.

Exit juga pada momentum yang tepat, yaitu ketika (perhatikan garis berwarna kuning):
1. Harga gagal menembus support kuat 1.1000.
2. Titik indikator pSAR berada dibawah harga, menunjukkan sentimen bullish.
3. Kurva MACD memotong kurva sinyal (berwarna merah) dari bawah dan bergerak diatasnya dengan sudut yang semakin melebar, dan garis histogram OSMA juga bergerak diatas level 0.00.
4. Garis histogram indikator ADX berubah ke warna hijau yang menunjukkan dominan bullish.

M Singgih   17 Nov 2015

Untuk Sumitro

Konsep dasar tentang tren (trend) ialah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa pasar yang berbasis kepada analisa teknikal. Semua tool yang digunakan chartist seperti level support dan resistance, price patterns, moving average, trendline, dll. Semuanya bertujuan sama yaitu untuk membantu dalam mengukur tren yang sedang terjadi dipasar, dalam rangka berpartisipasi dalam tren tersebut. Anda mungkin sering mendengar istilah populer seperti always trade in the direction of the trend, never buck the trend, atau the trend is your friend.

Kondisi pasar forex atau mata uang sangat di pengaruhi oleh kondisi dari negara yang bersangkutan. Data fundamental dari sebuah negara seperti laporan ekonomi, data tenaga kerja, eksposr impor, trade balance, kondisi politik  investasi, serta Inflansi ikut berperan besar didalamnya.

Namun dalam kondisi tertentu, pembalikan pasar menuju trend penurunan bisa saja terjadi dengan alasan-alasan tertentu semisal positifnya data data negara AS sehingga dapat memperkuat mata uang AS. Maka trader bisa segera exit atau menutup dari open buy, kemudian melakukan open sell.

Arah Pasar Forex dapat berubah dalam waktu yang sangat cepat  Trend Up dan Trend Down. Dalam Kondisi seperti itu, maka mengikuti arah pasar  bisa menjadikan bertambahnya balance, equty atau modal kita. Namun tidak sedikit pula para trader yang justru melakukan open posisi yang justru bertentangan dengan arah trend pasar. Contohnya: dalam perdagangan jangka pendek biasanya penganut aliran m singgihgale  adalah mereka yang melakukan posisi dengan Melawan Arah pasar.

Thanks.

Basir   10 Dec 2015

@ Herli:

Menurut saya time frame M1 tidak bisa digunakan sebagai time frame utama maupun time frame untuk patokan entry karena noise (false signal) yang banyak dan fluktuasi harga yang relatif tinggi. Jika Anda bermain scalping, minimal gunakan time frame 5 menit (M5) sebagai acuan untuk entry.

Untuk memastikan pergerakan harga benar-benar sedang uptrend baik di tf H1 atau H4, Anda harus konfirmasikan dengan indikator ADX, moving average atau MACD. Tanpa konfirmasi mungkin saja pergerakan harga sedang koreksi atau retracement.

Untuk menentukan level entry sebaiknya Anda melihat sinyal dari price action yang dikonfirmasikan dengan indikator, dan juga level-level resistance atau support terdekat.
Misal jika price action membentuk candle bullish engulfing, untuk entry buy bisa menunggu bar berikutnya menembus level resistance terdekat, dan indikator RSI berada diatas level 50.
Untuk entry yang akurat harus melihat arah sentimen pasar (price action) dan juga konfirmasi indikator teknikal, tidak hanya melihat arah trend secara sekilas.

- … harga saat itu bid/ask : 1.13458/1.13469 sebaiknya kita membuka posis buy di saat harga menyentuh berapa?

Jawaban:

Untuk entry buy usahakan harga pada Ask yang serendah mungkin.

M Singgih   3 Jan 2018

Untuk menentukan support dan resistence lebih baik menggunakan time frame berapa?

Herli   3 Jan 2018

@ Herli:

Tergantung dari Anda ingin trading di time frame berapa. Kalau scalping mungkin saja di tf M5 (5 menit) atau M15, kalau day trading bisa di tf M30 atau H1 dst.

Level-level support dan resistance yang Anda gunakan sebagai patokan harus mengacu pada time frame dimana Anda trading, karena Anda juga menggunakan sinyal trading yang muncul pada time frame itu. Misal Anda trading di tf H1 maka tentunya Anda akan entry ketika ada sinyal pada tf H1, bukan tf H4 atau daily.
Untuk setting stop loss dan take profit juga harus mengacu pada level-level support dan resistance pada time frame trading Anda.

Hanya saja, jika Anda trading di tf H1 kebawah, sebaiknya tentukan level-level support dan resistance-nya pada tf yang lebih tinggi yaitu daily, lalu H4, H1 dst, agar Anda tahu mana level-level support dan resistance yang mayor (kunci) dan minor.

M Singgih   5 Jan 2018

@ Muhammad Yusuf:

Saat ini (30 November pagi) GBP/USD baik yang time frame D1, H4 maupun H1 sedang uptrend. Tanggal 28 November tf H4 downtrend (koreksi) dan H1 juga downtrend.

Kalau time frame trading utama Anda di H1, lihat trend di H4 dan ambil momentum entry di tf M15 dengan indikator oscillator. Sesuaikan posisi entry dengan arah trend.

Kami sarankan agar selalu menggunakan money management. Setiap mau ambil posisi (buy atau sell), tentukan besarnya resiko sesuai dengan yang Anda inginkan, biasanya antara 1% sampai 5% dari equity. Kemudian sesuaikan besarnya lot dengan resiko (stop loss).

M Singgih   30 Nov 2017

@ Nanda:

Price action bisa berupa single candle atau beberapa candle yang membentuk pola tertentu. Diantara single candle atau pola candle tersebut ada yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal), atau penerusan arah trend (trend continuation).

Untuk single candle yang bersifat trend continuation, biasanya berupa pin bar yang muncul searah dengan arah trend yang sedang terjadi.

Untuk pola candle yang bersifat trend continuation, biasanya berupa segitiga simetris, flag dan pennant, juga wedge (irisan).

Meski demikian, untuk mengetahui validitas isyarat dari price action, sebaiknya juga dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti MACD, ADX, atau Bollinger Bands.

M Singgih   18 Mar 2019

Untuk Stefanie,

Pergerakan emas hingga saat ini (18 Januari 2021) terlihat masih ditekan oleh sentimen bearish. Dengan begitu, untuk saat ini tentu saja posisi sell akan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi dibandingkan posisi buy. Sedangkan mengenai dimana letak titik entry/exit-nya, Anda dapat menyimak ulasan analisa emas harian yang tersaji disini.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   18 Jan 2021

@Nanda:

Untuk strategi berbasis Breakout atau sering dikenal dengan nama Trend Following sendiri sejatinya bisa digunakan pada time frame dan instrument manapun. Hanya saja memang semakin kecil time frame maka akan semakin banyak pula Noise yang bisa menyebabkan False Breakout. Banyaknya Noise ini juga selain menimbulkan kerugian dari Loss, juga menyebabkan kerugian-kerugian lain dari biaya trading yang membengkak seperti Spread, komisi jika menggunakan ECN, serta Slippage. Sehingga memang sangat sulit mendapatkan strategi Trend Following yang baik di time frame kecil.

fb-1

Untuk yang cocok dengan strategi trend following bisa dicoba di time frame H4 dan Daily pak. Di time frame yang lebih besar, False Breakout semakin sedikit terjadi, serta trend berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan time frame kecil. Sehingga selain jumlah profit yang didapat bisa lebih besar Pipsnya, biaya-biaya seperti Spread, komisi dan Slippage juga bisa dikurangi. Hanya saja kekurangannya ada di risiko yang jauh lebih besar karena Range pergerakannya juga lebih luas.

Selain mengganti time frame, jika menggunakan indikator berbasis trend seperti MA, BB, dll. Bapak juga bisa mencoba pendekatan lain yaitu memperbesar periode perhitungan indikator yang digunakan. Meskipun tidak seefektif mengganti time frame, metode ini terbukti mampu menghilangkan False Breakout dengan efektif. Cara lain yang tidak kalah efektifnya adalah bapak bisa menambahkan Moving Average kedua yang berfungsi sebagai filter dari False Breakout. Penggunaan strategi dengan 2 atau lebih MA ini biasanya dikenal dengan Golden Cross dan Death Cross.

fb-2

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   18 Feb 2022

@Shabrina Vira:

Tentu saja bisa bu. Oscillator ada banyak jenis dan macamnya, dan tidak semua Oscillator akan menggambarkan kondisi Overbought atau Oversold seperti Stochastics dan RSI seperti yang diketahui orang pada umumnya. Basic-nya, indikator dengan turunan langsung harga atau indikator yang dibuat dengan perhitungan rumus tertentu sehingga hanya akan menghasilkan nilai pada kisaran tertentu dapat disebut Oscillator. Contoh salah satu indikator Oscillator yang tidak bisa melihat kondisi Overbought dan Oversold adalah MACD, ATR, dsb.

Untuk penggunaan indikator Oscillator pada strategi trend following ada beberapa yang sering digunakan.

1. Average True Range

Strategi ini dipopulerkan oleh para Turtles. Strategi dirancang dengan menggunakan Donchian Channel dan ATR sebagai indikator tambahan atau konfirmasi sinyal serta perhitungan risiko yang digunakan. Mereka berpendapat bahwa Breakout yang valid biasanya terjadi saat market dalam keadaan Low Volatility atau nilai ATR-nya rendah.

osci-1

2. MACD

MACD ini juga banyak digunakan sebagai indikator tambahan dalam strategi yang berbasis Trend Following. Premisnya mudah, histogram yang ditampilkan oleh indikator MACD menggambarkan kondisi atau kekuatan pergerakan market saat itu. Jika histogram terus mencetak Higher High pada hasilnya, maka disimpulkan bahwa saat itu Buyer sedang memegang kendali. Cara lain yang biasanya sering digunakan adalah Crossover antara Histogram MACD dengan level 0. Jika harga Cross ke atas level 0 dari bawah, maka trend diartikan sedang dikuasai oleh Buyer begitu pula sebaliknya.

osdci-2

3. RSI

Selain bisa untuk melihat kondisi Overbought dan Oversold, RSI juga bisa digunakan pada strategi berbasis Trend Following. Cara penggunaannya biasanya dengan melihat Crossover nilai RSI terhadap level 50. Jika RSI naik ke atas level 50 maka trend dinyatakan Bullish, sedangkan jika turun ke bawah level 50 maka trend dinyatakan Bearish.

Selain itu masih banyak indikator Oscillator lain yang bisa ibu manfaatkan seperti Momentum, ADX, CCI, dll.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   28 Feb 2022

@Delta:

Malam bu, untuk trend following memang karakteristiknya seperti itu bu jika menggunakan sistem trading yang standar seperti Moving Average atau Breakout High/Low. Jadi kalau mau dihilangkan sepenuhnya itu tidak akan mungkin. Namun kalau untuk mengurangi kemunculan False Signal ada beberapa metode yang bisa ibu pakai.

1. Crossover 2 buah Moving Average

Jika ibu menggunakan Moving Average saat ini, metode yang paling mudah digunakan untuk mengurangi False Signal yang muncul adalah menambahkan satu buah Moving Average tambahan. Jadi selain Crossover antara harga dan Moving Average, sinyal akan disaring dengan Crossover dua buah MA tersebut. Metode ini juga biasa dikenal dengan Death Cross dan Golden Cross MA.

2. Triple Moving Average

Metode kedua ini merupakan pengembangan dari Crossover 2 buah Moving Average yaitu dengan menambahkan Moving Average ketiga. Prinsipnya kurang lebih sama dengan penggunaan 2 buah MA.

3. Menggunakan konfirmasi dalam bentuk Oscillator

Selain dengan menambahkan MA, ada juga metode penambahan indikator yang berjenis Oscillator sebagai konfirmasi. Namun tidak semua Oscillator bisa digunakan dalam hal ini. Biasanya yang dipakai adalah ADX, ATR, MACD,dll.

macd-breakout

4. Filter waktu

Filter yang pengaplikasiannya sebenarnya mudah namun membutuhkan riset yang lumayan rumit adalah waktu. Kecenderungannya, Breakout yang valid biasanya terjadi pada jam, sesi, hari, atau bahkan minggu dan bulan-bulan tertentu. Jadi sinyal yang terjadi tidak pada waktu yang ditentukan bisa dihilangkan.

Terima kasih, semoga bisa sedikit mencerahkan.

Nur Salim   28 Mar 2022

@Briano Sato: Sederhana, perbaiki sambungan internet Anda .

Anda tidak perlu koneksi super cepat untuk trading di MT4/MT5.

Dulu saat masih menggunakan speed (belum ada Indihome) koneksi internet lancar kok, trading manual dan pakai robot (EA) juga tidak ada masalah.

Kiki R   10 May 2022

Pastinya utk trading membutuhkan sinyal yg bagus, bagaimana jika saat open posisi namun tiba2 ada gangguan jaringan internet?
apa yg harus dilakukan?

Briano Sato   9 May 2022

Hallo pak, saya mau tanya emas naik sampe 1960 tiba-tiba dia turun lagi ke 1902. Apa kah nanti akan sell di posisi 2 ato di balik ke 1975? 

Stefanie   7 Jan 2021

Selamat malam master, boleh minta saran dan petunjuk tuk ngurangin false signal yg muncul saat pakai sistem trend following seperti moving average? thx b4

Delta Shaffiyah   28 Mar 2022

bisakah kita menggunakan oscillator untuk trend following seperti break out? Oscillator apa yang baik ya?

Shabrina Vira   28 Feb 2022

Untuk trading dengan trend following sederhana seperti menggunakan MA, channel, baiknya di tf berapa pak? saya sedang berusaha disiplin di tf m30 emas selama 1 bulan terakhir kok masih banyak lossnya. mohon arahan

Nanda   18 Feb 2022

Bagaimana cara trading mengikuti tren apa cukup bagus peluangnya?

Sumitro   10 Dec 2015

Bagaimana cara melihat trend akan berlanjut melalui candle price action bapak Martin?

Nanda   14 Mar 2019

coach, katakanlah saya menggunakan TF H1 untuk entry dan trendnya uptrend seperti GBPUSD saat ini, tapi di tf h4 terlihat sideways dan mendekati level resistance disana apakah ini bisa diartikan bahwa trend H1 akan berubah turun sampai menuju suport di H4?

Dan di TF D1 naik, saya masih kesulitan untuk mengambil keputusan bahwa trend yang saya ambil naik atau turun, saya berusaha semaksimal mungkin tujuan dan tahapan trading saya jelas coach. btw saya mengalami margin call tadi siang karena mengira GBP akan menguat lagi setelah false break di H1 dan memasang lot sebesar2nya. bagaimana masukannya master?

Muhammad Yusuf   29 Nov 2017

Jika trend dalam time frame H1 dan H4 sedang mengalami up trend dan pada M1 mengalami down trend dan harga saat itu bid/ask : 1.13458/1.13469 sebaiknya kita membuka posis buyi di saat harga menyentuh berapa?  

Herli   28 Dec 2017

Pergerakan harga suatu mata uang selalu berubah-ubah dan bergerak. Saat kondisi uptrend kuat, kita membuka posisi beli, namun tidak lama, harga malah justru berbalik turun. Bagaimana cara kita menentukan bahwa harga mencapai titik jenuh?

Abdul Ghani   18 Jul 2022

@Abdul Ghani: Anda bisa menggunakan indikator berjenis oscillator untuk menunjukkan kondisi jenuh beli dan jenuh jual (overbought dan oversold).

Contoh indikator ini seperti relative strength index (RSI) dan stochastic oscillator.

Selain itu, gunakan juga indikator ADX untuk mengukur kekuatan trend yang sedang terjadi. Masuk hanya pada kondisi trending kuat, angka ADX diatas 25.

Jangan entry apabila angka ADX dibawah 25. Cari pair lain atau tunggu sampai trend menguat.

Kiki R   19 Jul 2022

Herli:

Menentukan support-resistance dengan tf berapa? Lha, km sendiri tuh mau trading pakai tf berapa?

Kita cari support-resistance itu buat trading, biar tahu di mana buy, dimana sell, di mana TP, di mana SL. Semuanya itu lah yang dinamakan TRADING. Jadi seharusnya cari support-resistance ya dengan tf yang sama dengan yang mau dipakai trading.

Sahara   24 Aug 2023

Jawaban untuk Muhammad Yusuf: 1. Belum tentu. Harga yang menguji resisten H4 bisa jadi menembus atau bisa jadi memantul. Dalam hal ini, sebaiknya Anda melihat reaksi harga di level resisten H4 tersebut apakah terdapat ciri-ciri memantul (reversal) atau malah menembus (breakout).

2. Selalu gunakan money management, jangan trading dengan risiko seluruhnya. Cukup risikokan 1-2% saja dari setiap peluang trading yang muncul.

Ingat, tidak ada yang pasti di market. Yang tadinya naik kuat bisa saja tiba-tiba turun dengan kencang begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, Anda harus disiplin mengontrol risiko agar akun Anda bisa bertahan dalam jangka panjang.

Kiki R   25 Aug 2023

Jawaban untuk Herli: Sebaiknya Anda mengambil posisi buy karena searah dengan tren di H1 dan H4 yang sedang naik.

Namun, posisi buy masuk bukan di sembarang tempat tapi pada level harga yang penting seperti di support atau area demand.

Silakan Anda masuk ke time frame H1 dan tandai level support penting yang ada di time frame tersebut. Setelah tandai, Anda menunggu konfirmasi harga di level tersebut untuk entry.

Kiki R   25 Aug 2023

Jawaban untuk Sumitro: Trading mengikuti tren pada dasarnya sederhana yaitu mengambil posisi searah dengan tren pada level-level penting.

Sebagai contoh, trend di time frame Daily (D1) sedang naik maka untuk mengikuti tren yang naik tersebut Anda akan masuk posisi buy.

Namun, entry posisi buy pada level yang penting contohnya level support atau level demand. Di level support/demand inilah Anda menunggu konfirmasi untuk entry buy.

Trading dengan mengikuti tren secara umum peluangnya lebih bagus daripada melawan tren. Selain itu, trading mengikuti tren juga menawarkan rasio risk/reward yang lebih tinggi.

Baca juga:

Kiki R   25 Aug 2023

@ Briano Sato:  

Tunggu sampai jaringan internet kembali normal.

M Singgih   30 Aug 2023

@ Delta Shaffiyah:

Ketika pergerakan sedang trending dan harga telah menembus level resistance atau level support, harus diamati apakah harga benar-benar breakout atau sebaliknya akan bouncing (fake breakout atau false break).

Untuk itu yang paling aman adalah mengamati price action yang terbentuk ketika break level resistance. Price action adalah patokan untuk entry, yaitu sebagai sinyal untuk entry

Jika misalnya setelah break level resistance terbentuk pola tweezer top, maka bisa saja itu false break atau fake breakout. Untuk itu perlu dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, parabolic SAR, ADX, dan juga MACD.

Kalau terkonfirmasi misal kurva indikator MACD di atas kurva sinyal dan kurva indikator ADX berada di atas level 20, maka uptrend akan berlanjut dan Anda bisa entry buy. Kalau tidak terkonfirmasi jangan entry buy dulu karena bisa saja itu false break akibat dari pola tweezer top. Tunggu sinyal berikutnya.

Jadi kesimpulannya ketika terjadi breakout amati price action yang terbentuk pada level resistance atau level support sebagai sinyal. Kemudian konfirmasikan dengan indikator trend. Kalau terkonfirmasi Anda bisa entry.

M Singgih   30 Aug 2023

@ Shabrina Vira:

Tidak bisa. Ketika pergerakan harga sedang trending, baik uptrend maupun downtrend, maka abaikan penunjukkan overbought dan oversold dari indikator oscillator. Overbought dan oversold hanya berlaku ketika pergerakan harga sedang sideways. Ketika trending tidak berlaku.

Ketika pergerakan harga sedang trending, maka Anda bisa mengamati apakah terjadi divergensi pada indikator oscillator tsb. Untuk penjelasan mengenai divergensi silahkan baca: Divergensi Indikator Teknikal

M Singgih   30 Aug 2023

@ Abdul Ghani:

Tidak ada titik jenuh pada pergerakan harga yang sedang trending dengan kuat.

Untuk entry disarankan mengamati sinyal yang diberikan oleh price action yang terbentuk, kemudian konfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, parabolic SAR, ADX dan juga MACD.

Kalau terkonfirmasi Anda bisa entry, kalau tidak atau belum terkonfirmasi, silahkan tunggu sampai terkonfirmasi atau tunggu sinyal berikutnya.

M Singgih   1 Sep 2023

Jawaban untuk Herli: Penentuan time frame bergantung pada tipe trader.

Untuk daytrader, penentuan level support/resisten biasanya pada time frame H1 atau H4.

Untuk swing trader, penentuan level support/resisten biasanya pada time frame Daily atau Weekly.

Kiki R   5 Sep 2023

Jawaban untuk Nanda: Melihat kelanjutan tren dari price action adalah dengan mengamati apakah terbentuk pola candlestick atau pola grafik penerusan tren.

Contohnya saat tren sedang turun, salah satu tanda tren akan turun kembali adalah terbentuknya pola candlestick bearish engulfing di resisten.

Kiki R   5 Sep 2023

Jawaban untuk Nanda: Untuk bisa profit konsisten anda butuh sistem trading yang menyeluruh. Sistem trading ini meliputi kriteria entry, money management, dan kriteria exit.

Saya menyarankan Anda trading dengan melihat struktur harga di time frame H1 atau H4 lalu masuk di time frame M15 atau M30.

Jadi Anda menggunakan dua time frame, 1 time frame yang lebih tinggi untuk melihat struktur harga sedangkan time frame yang lebih kecil untuk entry. Entry di time frame yang lebih rendah bertujuan agar stop loss lebih kecil sehingga rasio risk/reward jauh lebih baik.

Sebagai contoh, pair EURUSD H1 dalam tren turun dimana harga berada di bawah garis MA. Selanjutnya Anda tinggal menentukan level resisten yang signifikan lalu menunggu reaksi harga di level tersebut pada time frame M15.

Kiki R   5 Sep 2023

@ Herli:

Penentuan level-level resistance dan support bisa dilakukan pada semua time frame, hanya saja semakin rendah time frame maka akan semakin banyak level resistance dan support minor, dan tidak tampak mana level-level resistance dan support mayor yang penting.

Untuk itu sebaiknya penentuan level-level resistance dan support dimulai dari time frame yang paling tinggi kemudian turun ke time frame yang lebih rendah agar tampak jelas mana level-level resistance dan support mayor dan mana yang minor. Level-level resistance dan support mayor lebih penting dari yang minor.

Untuk penjelasan mengenai hal ini, silahkan baca: 3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance

M Singgih   6 Sep 2023
 Mandra |  20 Apr 2021

Apakah trading USDT dan USD itu menggunakan teknik yang sama? Soalnya yang USDT itu kayak kripto yang memiliki nilai 1 USDT = 1 USD.

Dan apakah cara analisa fundamental USDT juga mengikuti USD?

Lihat Reply [3]

@ Mandra:

Dari informasi yang kami dapatkan, USDT atau USD Tether bukan kripto yang memiliki sifat store value atau kripto untuk investasi seperti BTC (Bitcoin). USDT lebih difungsikan sebagai alat pembayaran di merchant online, seperti di platform blockchain dan maupun non blockchain.

USDT disebut juga dengan stablecoin, yaitu mata uang kripto yang harganya sama dengan nilai mata uang fiat yang menjadi acuannya. USDT yang memiliki perbandingan 1:1 dengan nilai tukar USD.

Kami kurang tahu apakah USDT/USD ditradingkan juga, karena fluktuasi nilai tukarnya hampir sama (1:1), meskipun ada fluktuasi tetapi kecil.

M Singgih   21 Apr 2021

Berarti USDT ini hanya khusus dipasangkan dengan mata uang kripto ya pak, misalnya BTC, LTC, DOGE, ETH, dll..

Tapi misalnya dipairkan dengan forex ga bisa ya, misalnya GBP/USDT, EUR/USDT...

Jadi misalkan kalau uang hasil trading kripto, harus dikonvesikan ke USD dulu, baru bisa trading forex?

Mandra   21 Apr 2021

@ Mandra:

- Berarti USDT ini hanya khusus dipasangkan dengan mata uang kripto ya pak

Ya, benar.

- Tapi misalnya dipairkan dengan forex ga bisa ya, misalnya GBP/USDT, EUR/USDT...

Seandainya ada pair-nya, maka seharusnya adalah USDT/GBP, USDT/EUR, dsb

- … Jadi misalkan kalau uang hasil trading kripto, harus dikonvesikan ke USD dulu, baru bisa trading forex?

Menurut kami memang begitu, karena ketentuan deposit dari broker kan tidak dengan mata uang kripto. Jadi dalam hal ini harus dalam US Dollar kalau ketentuan broker untuk deposit adalah dalam US Dollar.

M Singgih   21 Apr 2021
 Gilang |  14 Jan 2022

Kalau boleh tau pak, trading forex menggunakan time frame berapa ya pak? Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

Lihat Reply [25]

@ Gilang:

- … trading forex menggunakan time frame berapa ya pak?

Pilihan time frame dalam trading forex ada di art. Untuk platform Metatrader ada M1 (1 menit) M15 (15 menit), M30 (30 menit), H1 (1 jam), H4 (4 jam), daily (harian), weekly (mingguan) dan monthly (bulanan). Saya pribadi menggunakan time frame H4 dan daily.


- … Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

Ya, sama saja, selama pair forex dan kripto berada pada satu platform trading yang sama.

M Singgih   18 Jan 2022

Saya pengguna timeframe 15 menit. Minta rekomendasi indikator yang cocok buat saya pak?

Maulidya   18 Jan 2022

@ Maulidya:

Pada umumnya trader menggunakan kombinasi indikator trend dan indikator momentum pada semua time frame. . Indikator trend digunakan untuk mengetahui arah pergerakan harga yaitu sedang bullish atau sedang bearish. Sementara indikator momentum digunakan untuk mengetahui waktu yang tepat untuk entry (buy atau sell).

Indikator trend yang sering digunakan adalah moving average (MA), MACD, parabolic SAR, ADX dan juga Bollinger Bands. Untuk indikator momentum biasanya menggunakan oscillator yaitu RSI, stochastic atau CCI.

M Singgih   20 Jan 2022

@Beta Alfa:

Berbeda dengan perdagangan saham ataupun Forex yang harus mengikuti ketentuan dari waktu operasi bursa tertentu. Pasar kripto bisa diperdagangkan 24 jam selama 7 hari. Namun perlu diingat, biasanya akan ada waktu Maintenance terjadwal pada Exchange kripto ataupun broker yang menyediakan mata uang kripto. Pada saat Maintenance inilah biasanya perdagangan aset akan ditutup untuk sementara waktu.

Terima kasih, semoga bisa membantu.

Nur Salim   4 Apr 2022

apakah ada jadwal pasti untuk waktu maintenance nya pak?
dan perkiraan untuk penutupannya sampai berapa lama ya pak? Terima kasih

Beta Alfa   6 Apr 2022

@Beda Alfa:

Untuk jadwalnya tetapnya sendiri tentu saja akan berbeda tiap Exchange dan broker yang digunakan. Namun kalau di tempat saya terjadwal pada hari Jumat di awal dan akhir bulan. Penutupannya sendiri biasanya berlangsung selama kurang lebih 1 jam di tempat saya dan mungkin akan berbeda di yang lain.

Terima kasih, semoga bisa membantu.

Nur Salim   6 Apr 2022

@Adhhii Jatmiko: Lebih tepatnya time frame yang lebih besar lebih mudah dianalisa karena pola dan bentuk harganya mudah terlihat dan lebih sedikit noise daripada time frame kecil. Ini kelebihan di time frame besar.

Namun kekurangannya, lama nunggu peluang entry posisi dan close posisinya lebih lama.

Kiki R   13 Apr 2022

Time frime yang akurat itu time frime berapa ya pak?

Hasan Chaeri   18 Apr 2022

@Hasan Chaeri: Tidak ada yang namanya time frame akurat. Time digunakan sesuai dengan tujuannya.

Sebagai contoh, time frame yang digunakan oleh Day trader tentu terbeda dengan time frame swing trader.

Misalnya day trader menggunakan time frame entry M15, lalu menganggap swing trader yang entry di time frame H4 tidak bagus/tidak akurat. Ini pemahaman keliru.

Kalau Anda seorang day trader, artinya time frame entry yang Anda gunakan adalah dibawah H4, bisa H1, M15 atau M5.

Lain halnya kalau Anda seorang swing trader, artinya time frame entry yang Anda gunakan adalah H1, H4 atau Daily.

Baca Juga: Strategi Day Trading Terbaik Untuk Pemula dan Profesional

Kiki R   18 Apr 2022

Saya biasa trading swing di forex, apakah caranya sama dengan di kripto? Soalnya lihat grafik kripto kok pergerakannya lebih liar ya.

Tiara   22 Jun 2022

@Tiara: Sama, perbedaan utamanya terletak pada karakter.

Karakter pergerakan kripto lebih trending dan rangenya lebih besar daripada forex. Dengan demikian, jika Anda ingin trading di kripto sebaiknya coba dulu di akun demo agar terbiasa dengan karakter kripto.

Kiki R   23 Jun 2022

Apakah TF yg lebih besar itu lebih aman karena pergerakannya lebih jelas. Mohon penjelasan. Trm ksh

Adhhii Jatmiko   13 Apr 2022

Waktu perdagangan untuk trading kripto?

Beta Alfa   1 Apr 2022

Maksudnya "trending dan rangenya lebih besar..." itu seperti apa pak?

Helmy   26 Oct 2022

Pertama, karakter trending kripto lebih besar maksudnya dibandingkan forex, kripto lebih cenderung trending dan apabila trending bisa bertahan lama.

Kenapa bisa? Karena kripto dianggap sebagai aset digital.

Aset digital ini cenderung ditahan lebih lama, sehingga pergerakan market kripto akan trending lebih lama.

Adapun forex, bukan sebagai aset investasi melainkan alat tukar atau melindungi nilai (hedging) sehingga lebih bersifat jangka pendek. Oleh karena itulah, pergerakan harga forex akan lebih banyak sideways.

Kedua, rangenya lebih besar. Sebagai contoh, range harian BTC/USD sekitar 630 pips saat ini.

Coba bandingkan dengan range pair EUR/USD yang hanya sebesar 117 pips atau GBPUSD sebesar 207 pips.

Kiki R   26 Oct 2022

@ Tiara:

Cara apanya ya? Kalau cara trading dalam hal membuka posisi, setting stop loss (SL) dan take profit (TP) sama saja. Mengenai hasil tradingnya tergantung dari sistem trading yang Anda gunakan, jika sistem tradingnya profitable maka kemungkinan besar hasil trading keseluruhan juga akan profit.

Mengenai pergerakan harga kripto lebih liar, menurut saya sama saja dengan forex atau komoditi. Yang penting sistem trading yang akan Anda gunakan seharusnya diuji coba pada pair yang akan Anda tradingkan, baik secara backtest maupun forward test. Jika hasil uji coba profitable, maka sistem trading tsb bisa digunakan.

M Singgih   8 Dec 2022

Maaf pak numpang nanya, kebetulan saya membaca tanggapan bapak mengenai trading kepada @Tiara, bapak ada menyebutkan "yang penting sistem trading yang akan Anda gunakan seharusnya diuji coba pada pair yang akan Anda tradingkan".

Yang saya tangkap adalah strategi dan Sistem Trading yang diterapkan itu antara pair 1 dengan pair yang lain berbeda ya? Apa berarti saya harus menentukan dulu mau memulai trading di pair apa ya? Jadi ga bisa satuin sistem trading antara 1 pair dengan pair lainnya misalnya trading EUR/USD dengan GBP/USD?

Arden Santoso   8 Dec 2022

@ Arden Santoso:

- Yang saya tangkap adalah strategi dan Sistem Trading yang diterapkan itu antara pair 1 dengan pair yang lain berbeda ya?

Sebenarnya sistem trading adalah gabungan dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry.

Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator. Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry. Untuk strategi entry yang berdasarkan analisa teknikal misalnya entry ketika pasar trending (strategi breakout), atau ketika terjadi bouncing (strategi buy the dip / sell the rally). Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry pada saat atau beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Jadi sistem tradingnya sama, tetapi parameter-parameter pada indikator teknikal bisa berbeda pada setiap pair dan time frame.
Contoh:

  • Periode EMA pada EUR/USD pada time frame H1 bisa berbeda dengan periode EMA EUR/USD pada time frame daily. Misal pada time frame H1 menggunakan EMA 21 tapi pada time frame daily lebih cocok pakai EMA 100.
  • Periode EMA pada EUR/USD pada time frame H1 bisa berbeda dengan periode EMA USD/CHF pada time frame H1. Misal pada EUR/USD time frame H1 menggunakan EMA 21 tapi pada USD/CHF time frame H1 lebih cocok pakai EMA 50.

Hal tsb bisa terjadi karena karakteristik pergerakan suatu pair tertentu pada time frame tertentu bisa berbeda. Untuk itu pilih pair dan time frame yang digunakan, cari sistem trading, dan lakukan backtest dan atau forward test.

 

- Jadi ga bisa satuin sistem trading antara 1 pair dengan pair lainnya misalnya trading EUR/USD dengan GBP/USD?

Kalau EUR/USD dan GBP/USD pada time frame yang sama, karakteristiknya hampir sama.

M Singgih   8 Dec 2022

@Beta Alfa: Tidak ada waktu perdagangan khusus untuk trading kripto karena pergerakan harga kripto bisa saja bergerak kuat pada akhir pekan (weekend).

Kiki R   15 Dec 2022

Sistem trading sama aja, tapi perlu modifikasi MM-nya.

Pergerakan pasar lebih liar, artinya TP dan SL sebaiknya lebih ketat. Juga, pakai RR yang agak gede dikit, misal 1:3.

Sofiyan   27 Dec 2022

@Sofiyan:

Meskipun indikator yang digunakan sama, namun jika sudah disusun menjadi suatu sistem trading maka tentu saja komponennya tidak akan bisa sama persis dengan yang digunakan pada forex. Selain perlu modifikasi pada MM yang digunakan, ada banyak modifikasi lain yang diperlukan baik dari sisi teknis, mm, maupun psikologis. Dari sisi teknis misalnya, hanya indikator-indikator, pola candle dan pola chart tertentu yang dapat bekerja dengan baik pada kripto. Jadi tidak bisa disamakan begitu saja antara keduanya. Masing-masing harus dibacktest terlebih dahulu secara detail untuk mengetahui performa sistem pada masing-masing instreument.

Nur Salim   29 Dec 2022

@ Adhhii Jatmiko:

Bukan lebih jelas tetapi lebih akurat karena pada time frame tinggi hampir tidak ada noise atau kesalahan peregerakan harga. Dengan demikian datanya lebih reliable dan indikator teknikal yang digunakan juga akan terbaca dengan akurat sesuai dengan pergerakan harga yang valid. Hal ini akan berpengaruh pada hasil trade.

 

M Singgih   31 Dec 2022

izin bertanya, kebetulan forum ini ngebahas juga mengenai kripto, jadi ingin bertanya aja mengapa broker2 di Indonesia blm ada yang menawarkan trading kripto secara CFD ya? Dan apakah aman bila trading kripto dngn broker luar negeri yang tidak teregulasi sama BAPPEBTI? Mengingat untuk investasi kayak jual beli kripto dan dapatein assetnya udah ada di Indonesia shngga bisa memakai platform lokal.

Klau dari segi resiko, apakah trading kripto CFD lebih beresiko daripada trading kripto yang dapatin assetnya juga? Kemudian saya pernah mendengar bahwa trading kripto CFD sebenanrnya memerlukan modal yang lbh sedikit dan lebih terjangkau, apakah benar seperti itu?

Nando   15 May 2023

Nando: Biasa karna maslah regulasi shngga kripto CFD blm tersedia di Indonesia. KLu aman ato tida mau trading dngn broker luar, ya harus liat dlu ya regulatornya. Lebh baik sih memilih broker yg mengantongi izin sperti ASIC, FCA, CFTC, CySEC, dan NFA. Simplenya, liat aja regulasinya, klu dari negara maju seperti Australia, US, Inggris. Ya bsa dibilang aman.

Soal resiko, sbnrnya tergantung bsaran modal ya mnrut gue. Di Kripto CFD terdapat leverage, trus tradingan jga bisa dari modal lebh kecil serta bsa dua arah profit. Sedangkan kripto, bila pasar jatuh, elo ga bsa ngambil profit selain itu resiko kyk kena hacker dsb itu ada. Secara overall, krpto lbh beresiko dibanding kritpo CFD. Tpi balik lagi, preferensi ya, ini pendapat gue aja

Santoso   23 May 2023

@ Nando:

- … jadi ingin bertanya aja mengapa broker2 di Indonesia blm ada yang menawarkan trading kripto secara CFD ya? Dan apakah aman bila trading kripto dngn broker luar negeri yang tidak teregulasi sama BAPPEBTI?

Karena Bappebti belum memberi ijin. Selain itu mungkin juga peminat trading CFD kripto tidak banyak. Untuk trading kripto di broker luar negeri aman asalkan broker tersebut sudah teregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: : CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.

Badan regulator yang kredibel adalah yang telah teruji dan diakui dunia, dan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien.

- … Klau dari segi resiko, apakah trading kripto CFD lebih beresiko daripada trading kripto yang dapatin assetnya juga? Kemudian saya pernah mendengar bahwa trading kripto CFD sebenanrnya memerlukan modal yang lbh sedikit dan lebih terjangkau, apakah benar seperti itu?

Sama-sama berisiko, meskipun trading kripto CFD bisa 2 arah (buy dan sell), sedang untuk beli aset kriptonya cuman buy saja, tetapi pergerakan harga kripto susah diprediksi, tidak ada analisa fundamentalnya, hanya analisa sentimen pasar saja.

Mengenai trading kripto CFD bisa dengan modal yang lebih kecil dibandingkan dengan beli aset kripto, karena trading kripto CFD menggunakan leverage.

M Singgih   31 Oct 2023
 

Komentar @inbizia

Johny: Mnurut aku sndiri, Trader pro yang trading GBP/USD biasanya memperhatikan berita ekonomi, menganalisis grafik harga dengan pola dan tanda-tanda, serta mengatur risiko dengan cermat. Mereka memahami bahwa berita dan peristiwa bisa mempengaruhi harga, dan melihat pola di grafik seperti petunjuk arah. Selain itu, mereka atur berapa uang yang bisa mereka pertaruhkan di setiap trading dan belajar dari setiap pengalaman. Meski sering kali menghadapi perubahan harga yang bikin emosi, mereka berusaha tetap tenang dan konsisten dalam rencana mereka. Trading bukan hal mudah, tapi dengan pembelajaran dan pengalaman terus-menerus, trader pro bisa lebih baik dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko mereka. Intinya baik dari sisi pengelolaan resiko, analisa fundamental, serta analisa teknikal, semuanya itu dijalankan dengan strict dan ketat terlepas dari trading mereka yg mngkn sekali trading itu bsa dngn lot yang lebih besar Baca Juga: 5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex
 Brandon |  28 Aug 2023
Halaman: Perbandingan Trading Gbpusd Di Akun Finex
Halo selamat pagi kakak kakak readers Kak, di artikel ini kan bilang kalo broker Finex menyimpan uang klien dalam rekening terpisah dari rekening operasional perusahaan yang dikelola Bank Panin. Namu setelah saya baca lebih lanjut, kok di broker Asiapro tidak tercantum terkait penyimpanan uang klien ini, apakah Asiapro tidak menyediakan peraturan tersebut?
Nah sebernya saya juga bingung, Apa untungnya coba bagi klien kalo dananya disimpang direkening terpisah dengan perusahaan. Apakah itu WAJIB dan memang perlu untuk keamanan atau gmn sih? Setiap saya baca terntang kemanan suatu broker, overall mencantumnya penyimpanan dana klien di rekening terpisah. Mohon penjelasannya.
 Vico |  5 Sep 2023
Halaman: Tips Memilih Finex Vs Asiapro Untuk Day Trading
Halo kawan, saya hanya ingin menambahkan penjelasan biaya swap dan free swap. broker FINEX disini menawarkan akun free swap. Akun free swap adalah jenis akun yang disediakan khusus oleh broker untuk trader pemeluk agama Islam. Hal ini disebabkan oleh hukum syariat Islam melarang transaksi bisnis berbunga; Swap dianggap sama saja dengan riba karena diambil dari selisih bunga. Oleh karena itu, tidak sedikit trader beragama Islam lebih memilih jenis akun ini. Broker-broker tentunya ingin menggandeng klien dari berbagai kalangan, sehingga dikembangkanlah akun Swap Free untuk memfasilitasi hal tersebut. Swap adalah posisi perhitungan suku bunga bisa berubah tergantung pada jenis order anda, apakah buy atau sell. Itulah mengapa, Swap trading forex tidak selalu berperan sebagai bunga, tapi juga bisa menjadi beban biaya trading jika hasil selisihnya negatif. Semisal, sinyal trading mengindikasikan buy GBP/USD, tapi Swap yang berlaku untuk posisi itu bernilai negatif. Dalam keadaan seperti itu, swap jelas menjadi beban komisi trading ekstra, selain spread, trader masih harus memperhitungnkan risiko Swap negatif. Yang perlu diketahui, label Swap Free Account tidak hanya terbatas pada tipe akun khusus dari broker. Nah masalah lebih baik yang mana antara ada swap atau free, itu tergantung kebutuhan trader itu sendiri. kadang walaupun bukan trader muslim, ada trader yang tidak menyukai swap yang timbul dari posisi menginap. Namun, yang perlu kita ketahui kalo memilih free swap, biasaya pilihan instrumen tradingnya terbatas, karena tidak semua produk forex tidak mendukung free swap.
 Suho |  25 Sep 2023
Halaman: Finex Vs Dcfx Manakah Broker Dengan Biaya Trading Termurah
Andi: Saya bantu jawab ya! Untuk pelebaran spread selama periode volatilitas yang disebabkan oleh rilis berita penting dapat bervariasi tergantung pada broker dan pasangan mata uang yang Anda perdagangkan. Tidak ada angka pasti untuk pelebaran spread karena itu bisa berkisar dari beberapa pips hingga puluhan pips atau bahkan lebih, tergantung pada kebijakan broker dan seberapa besar dampak berita tersebut diharapkan memiliki terhadap pasar. Jadi, tidak ada angka pasti seperti 10 pips atau 20 pips. Tentang volatilitas, Anda benar bahwa volatilitas dapat memberikan peluang untuk profit yang lebih besar karena pergerakan harga yang lebih kuat. Namun, volatilitas juga dapat meningkatkan risiko, sehingga trader perlu sangat berhati-hati saat trading selama periode volatilitas tinggi. Harga yang fluktuatif dapat dengan cepat mengubah arah perdagangan Anda. Selain NFP (Non-Farm Payrolls), beberapa berita ekonomi penting lainnya yang sering mempengaruhi pasar termasuk data GDP (Gross Domestic Product), pengumuman suku bunga oleh bank sentral, data inflasi seperti CPI (Consumer Price Index), data ketenagakerjaan, dan banyak lagi. Intinya adalah selalu follow up berita ekonomi terutama berita ekonomi terkait mata uang yang anda trading kan.
 Erling |  19 Oct 2023
Halaman: Kiat Memilih Maxco Vs Hfx Untuk Scalping
Emma: Bantu jawab ya! Pola-pola candlestick, termasuk Three White Soldiers, adalah alat bantu yang berguna dalam analisis teknikal, tetapi penting untuk diingat bahwa tidak ada indikator atau pola yang benar-benar dapat memprediksi pergerakan harga dengan kepastian. Dalam situasi seperti yang Anda deskripsikan, di mana tiga candle bullish Three White Soldiers telah terbentuk, namun candle berikutnya malah berbalik dan menjadi bearish, ini adalah salah satu contoh di mana pola candlestick tidak selalu akurat. Untuk mengelola risiko dalam situasi seperti ini, beberapa tindakan yang dapat diambil dan mungkin yang paling bisa Anda gunakan adalah stop-loss karena stop loss yang tepat posisinya saat membuka perdagangan akan membantu melindungi modal Anda. Ada juga cara lain seperti memakai sinyal trading sebagai acuan, ada juga yang menggunakan pemahaman sentimen pasar dan sebagainya. Tetapi yang paling dasar adalah selalu gunakan stop loss!
 Areka |  23 Oct 2023
Halaman: Cara Mengenali Pola Three White Soldiers Ala Broker Hsb
Irvin: Sebenarnya Leverage 1:100 sudah termasuk dlm kategori leverage yg cukup besar dan leverage ini adalah salah satu tingkat leverage yg paling umum ditawarkan oleh broker2. Leverage seperti ini bisa memberikan fleksibilitas bagi trader dengan modal yg beragam. Namun, penting untuk diingat bahwa leverage juga membawa risiko tinggi. Semakin tinggi leverage, semakin besar potensi keuntungan, tetapi juga semakin besar risiko kerugian. Itu sebabnya beberapa trader, terutama yg memiliki modal besar, mungkin memilih untuk menurunkan leverage agar risiko mereka lebih terkendali. Sebelum menentukan apakah leverage 1:100 dan modal minimal $25,000 cocok untuk Loe, Loe perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti Pengalaman, Risiko Toleransi, Strategi Trading, dan Manajemen Risiko. So, ini tergantung preferensi pribadi juga apakah leverage ini sesuai dngn kriteria pribadi kita
 Harry |  24 Oct 2023
Halaman: Tips Trader Pro Akun Vip Atau Raw Zero Gkinvest

Kamus Forex

Platform Trading

Fasilitas trading yang memungkinkan trader mengatur dan mengeksekusi order secara real-time di pasar forex. Platform trading biasanya dipasang sebagai aplikasi di PC atau Smartphone, bisa pula dibuka sebagai halaman web di browser. Fasilitas ini wajib disediakan broker forex untuk para tradernya. Selain memiliki fitur untuk mengatur dan memasang order, platform juga umum dilengkapi dengan chart harga real-time dan berbagai tool analisa.

Contoh platform yang umum ditawarkan adalah MetaTrader (dari MetaQuotes), cTrader (dari SpotWare), dan jenis platform yang dikembangkan sendiri oleh broker (proprietary).

Accomodation Trading

Termasuk aktivitas trading ilegal karena satu pedagang mengakomodasi yang lain dengan memasukkan order pada harga yang tidak kompetitif.

Swing Trading

Strategi trading yang menargetkan keuntungan semaksimal mungkin, dan dilakukan dengan menempatkan posisi Buy atau Sell pada titik pembalikan harga.

Day Trading

Strategi yang dilakukan trader dengan membuka dan menutup posisi trading dalam hari yang sama, sehingga kepastian Loss/Profit dapat diketahui segera.

Overtrading, Over Trading, Overtrade

Melakukan trading secara berlebihan, baik dengan membuka satu posisi trading dalam jumlah lot besar, atau membuka terlalu banyak posisi dalam satu waktu. Disebabkan oleh emosi trading yang kurang stabil, overtrading disebabkan oleh salah satu atau kedua skenario berikut:

  1. Serakah mengejar profit.
  2. Bernafsu mengganti kerugian dari posisi loss.
Quantitative Trading

Strategi trading yang bergantung pada perhitungan matematis untuk mendeteksi peluang trading. Fokus Quantitative Trading biasnaya tertuju pada Harga dan Volume. Termasuk dalam jenis strategi ini adalah High-Frequency Trading dan Algorithmic Trading yang sering diaplikasikan oleh institusi finansial dan lembaga Hedge Fund.

Carry Trade, Carry Trading

Strategi trading yang lebih memanfaatkan selisih suku bunga antara dua mata uang yang diperdagangkan, daripada perubahan nilai tukar.

Sinyal Trading

Update analisa trading yang memberikan saran untuk membuka posisi trading (buy/sell) pada harga dan jangka waktu tertentu. Sinyal trading biasanya ditawarkan oleh broker atau analis forex, baik secara berbayar maupun gratis.

Broker Forex


Komentar[47]    
  Arka   |   30 Jan 2023

Dari artikel diatas saya mengambil kesimpulan Hedging itu adalah buka posisi berlawanan dengan posisi sebelumnya dan saya kira Hedging ini mudah diterapkan ya? Tapi ini pendapat saya sendiri, dan ada beberapa hal tentang Hedging yang saya agak bingung.

Untuk Hedging sendiri, saya pernah mencari beberapa broker dan kebanyakan tidak menyediakan hedging tetapi sebagian lainnya ada. Kira-kira kok bisa ya beberapa broker tersebut tidak menyediakan Hedging di fitur tradingnya, padahal untuk beberapa fitur lain yang sama dengan broker lain ada disediakan juga. Apakah hedging harus menyediakan kondisi eksekusi yang harus cepat agar broker bisa menyediakan fasilitas Hedging di fitur tradingnya. Dan pertanyaan untuk broker Finex sendiri, apakah ada menyediakan Hedging untuk trader?

Selain itu, fitur trading apa saja yang ditawarkan oleh broker Finex?

  Dirga   |   30 Jan 2023

Arka: Untuk Hedging sendiri memang ada beberapa broker yang tidak menyediakan fasilitas ini khususnya broker asal AS. Tapi setau aku, untuk broker lokal, Hedging sendiri masih diperbolehkan.

Penerapan Hedging itu ga mudah kak, dan bahkan trader-trader profesional juga hampir ga ada yang melakukan Hedging. Alasannya sederhana aja, karena resiko Hedging itu tinggi. Bayangkan aja bila membuka posisi buy, karena nilai turun, untuk mencegah kerugian, Hedging dilakukan dengan mengambil posisi sell. Tetapi nyatanya setelah sell, malah market kembali naik tetapi ga sampai titik open posisi buy tadi. Bisa jadi 2 kerugian secara bersamaan. Jadi untuk Hedging sendiri perlu strategi yang matang dan not recommended for pemula.

Ada beberapa artikel yang mungkin bisa jadi referensi tentang Hedging :

Untuk Finex sendiri, ada artikel yang bisa menggambarkan fitur trading di Finex secara lengkap : Review Broker Finex dan Kelebihan dan Kekurangan Broker Finex.

  Chandra   |   30 Jan 2023

Dari kelima teknik mengatur resiko dari Finex ini, saya paling sering menemukan isitilah stop loss dan cut loss. Nah, saya sering bingung mengenai pembahasan kedua teknik ini : cut loss dan stop loss. Hal ini dikarenakan saya baca dimanapun, kedua strategi ini kelihatan sama dan saya perhatiin kedua teknik ini sama-sama membatasi kerugian dengan cara close order. Jadi karena hal itu lah saya agak bingung karena bagi saya. Dan dari kedua teknik ini, mana yang lebih dipakai trader dan seberapa efektif kedua teknik ini dalam membatasi kerugian dalam trading?

Dan semoga ada yang bisa menjelaskan kedua perbedaannya tidak ? Terima kasih

  Kristoff   |   30 Jan 2023

Chandra: Beda banget kak antara stopp loss dan cut loss.

Gw jelasin dulu dari Stop Loss ya gan. Nah, dari artikel sebenarnya dah jelasin lumayan lengkap kalau Stop Loss itu menempatkan cut loss pada level tertentu. Nah, apabila terpasang berarti ada jaminan kalau misalkan floating loss sampai level yang di set maka trading akan langsung berhenti.

Sedangkan untuk Cut loss, itu adalah ketika floating loss dalam level tertentu dan trader merasa trading harus dihentikan. Maka trader akan langsung close tradingnya. Nah, teknik ini dinamakan cut loss dan ada kalanya ketika trader memasang stop loss kejauhan, dan trader merasa bahwa trading harus dihentikan maka trader akan menerapkan cut loss.

Nah, ini pendapatku aja, klu stop loss itu di set, kalau cut loss itu spontan.

Apakah penting? Kedua elemen ini penting banget kok dan bahkan kalau tanpa kedua hal ini, maka trader bisa ngalamin kerugian lebih besar lagi dan kedua teknik ini juga bisa membantu aturan risk/reward yang udah ditetapkan oleh trader.

  Yayan   |   30 Jan 2023

Wah, ternyata exit plan merupakan salah satu teknik mengatur resiko trading. Gw kira exit plan adalah salah satu cara agar trader ga trading berlebihan dan bisa ngatur emosi agar ga rakus dalam trading. Tapi harus gw akui, tanpa exit plan, trader bisa ga tau kapan harus berhenti trading atau ga yang ujung-ujungnya menjadi rakus ataupun kelelahan. Dan exit plan sendiri memang sangat sangat penting dalam trading dan mengajarkan ke kita bahwa yang namanya trading ga perlu dilakukan tiap hari dan tiap saat.

Artikel ini memang perlu mendapat apresiasi dan gw berharap trader pemula bisa membaca dan mengerti tiap teknik mengatur resiko karena langkah awal untuk sukses di trading adalah meminimalisir Resiko yang terjadi ditrading. Terima kasih Author!

  Budianto   |   6 Feb 2023

Permisi, saya mau nanya, saya sering sekali mendengar istilah Trailing Stop. Dan di artikel ini secara kebetulan juga menyinggung tentang Trailing Stop. Kira-kira itu teknik ngatur resiko kayak gimana ya? dan menurut agan-agan disini, apakah traling stop juga sangat efektif dalam mengatur resiko trading yang kita miliki?

Sementara itu kalau dibandingkan antara Stop Loss, Take Profit, dan Trailing Stop, kira-kira manakah yang bisa dijadikan pilihan untuk trader pemula seperti saya? Terima kasih! Mohon maaf bila ngespam pertanyaan di kolom komentar....

  Hendri   |   6 Feb 2023

Budianto: Izin jawab pak, Trailing Stop sesuai namanya adalah adalah teknik menggeser Stop Loss gan. Entar pas masukin traling stop, bakal dikasih beberapa pilihan point. Nah point yang dipilih akan menggeser stop loss bila terjadi kenaikan atau penurun harga sesuai dengan point pips yang telah ditentukan. Kalau buka entry di sell, dengan trailing stop 10 pips maka setiap harga turun 10 pips, maka Stop Loss akan juga akan turun 10 pips begitu juga sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai traling stop bisa dibaca pak diartikel berikut ini :

Cara Kerja Trailing Stop dan Manfaatnya

Nah mengenai perbandingan, sepertinya ga ada yang bisa dibandingkan antara Take Profit, Stop Loss dan Trailing Stop karena

  • Take profit sendiri mencegah agar turunnya profit akibat kelamaan hold trading. Sedangkan,
  • Stop loss untuk mengurangi resiko loss dan dibantu dengan trailing stop.
  Taylor   |   6 Feb 2023

gw pernah mendengar tentang yang namanya win rate. Nah, kalau win rate tinggi, misalnya 60%, berarti dari 10 kali trading, 6 kali profit sedangkan sisanya 0. Sedangkan kalau Risk Reward kan misalkan loss $1 tetapi ntar selanjutnya harus profit $2 kan, bila di ratio 1:2 dan akan ditambah seterusnyaa.

Pertanyaan gw, kira-kira dengan gw yang sebagai pemula nih, sebaiknya gw menerapkan Risk Reward Ratio atau dengan menerapkan target win rate?

kalau bisa, dipaparkan dong gan gan suhu disini mengenai contoh yang benar dari penerapan risk reward dan win rate.. terima kasih

  Randi   |   6 Feb 2023

Taylor: Menurut ane, untuk penerapan antara Risk Reward Ratio dan Win Rate, sebaiknya harus saling melengkapi.

Gini, kita contohkan 10 kali trading. Bila menerapkan Risk Reward Ratio 1:2 maka trading akan seperti ini : Bila terjadi Loss maka tidak akan lebih dari Profit karena tingkat pengambilan profit disetting 2 kali lipat dari tingkat loss.

Agan bisa baca dulu mengenai risk dan reward disini :

Risk dan Reward Ratio Dalam Trading Forex

Kita contohkan saja sederhana, rugi $1 dan untung $2. Misalkan dalam 10 kali trading, ternyata ane loss 6 kali dan hanya profit 4 kali maka ane masih untung $2. Mengapa? Karena Loss 6 x $1 = $6 sedangkan win 4 x $2 = 8. Jdi win rate ane cuma 40%.

Nah sedangkan nih klaau ga menerapkan risk reward, katakanlah kalau ane untung rugi ambil $1. Misalkan dengan win rate yang sama maka ane rugi $2. Jadi mesti targeting win rate yang tinggi yakni 6 kali win, 4 kali loss. Permasalahannya win rate 60% termasuk susah untuk dicapai.

Lain hal kalau udah nerapin risk reward tetapi win rate cuma 30%, berarti cuma win 3 kali dengan profit $6 sedangkan rugi $7.

Makanya bisa dibilang saling berhubungan antara RRR dengan win rate

  Charles   |   18 Feb 2023

keluar topik yaa. Kbtulan gw lg cari broker yang menyediakan fitur fitur seprti artikel maupun video tutorial.

Stlh gw baca artikel ini, gw sndiri jdi tertarik bngt untuk learn lbh jauh tentang broker Finex. gw ada beberapa pertanyaan, semoga ada yang ngejawab yaa :

  • Apakah broker Finex menyediakan artikel sejenis ini di websitenya,
  • dan apa syarat buka akun di broker Finex (minimal deposit, minimal umur dll)
  • dan fasilitas trading yang disediakan oleh Finex apa apa saja.
  • Terakhir, apkaah FInex cocok untuk pemula dan jenis akun yang dapat dipilih apakah ada?

Terima kasihh

  Ryan   |   18 Feb 2023

Charles: Halo pak @Charles,

Finex ga menyediakan artikel tertulis di websitenya. Tetapi sebagai gantinya, fitur edukasi Finex menyediakan webinar dan seminar serta video edukasi yang dapat diakses langsung di websitenya.

Untuk membuka akun Finex, terlebih dahulu membuka akun demo kemudian dilanjutkan dengan membuka akun Finex dengan memlihih jenis akun. Langkah langkah membuka akun dapat di baca di artikel ini :Cara Buka Akun Live Di Finex

Fasilitas Trading di Finex beragam yaa, dimulai dari leverage 1:500, spread terjangkau, hingga instrument trading yang cukup bervariatrif. Lengkapnya bisa baca di sini :Review Broker Finex Berjangka

Apakah Finex cocok untuk pemula? Kebetulan ada pembahasan diartikel ini : Apakah Finex cocok untuk pemula?

semoga membantu!!

  Satya   |   18 Feb 2023

Aku pertama kali banget ngebaca tentang Hedging. Selama ini yg aku tau cuma scalping, day trading ya sejenis gitu gitu lahh. Hedging ini kan buka posisi berlawanan dikatakan. Berarti misalkan aku buka posisi buy, ternyata harganya turun terus. Untuk cega kerugian aku pasang posisi sell yaa buat nutupin kerugian dari posisi buy yang aku buka tadi.

Pertanyaannya, apakah hedging ini cocok utk pemula. Jadi stlh aku ppikir2, daripada masaang stop loss dimaan pemula seperti saya jga serring salah pasang posisi, mending sy pake hedging aja,, kyk lbh instant gt aja dripada pasang stop loss yang perlu nunggu2

  Jony   |   18 Feb 2023

Satya:

Menurut saya, justru Hedgin itu berpotensi menimbulkan resiko yang lebih besar karena membuka posisi berlawanan. Bisa dibilang kalau kebtulan buka 2 posisi berbeda, sallah satu posisi dapat menutup kerugian sihh okelahh. Cuma misalkan 2 posisi beralwanan, ternyata keduanya floating loss maka resiko loss jadi 2 kali lipat jumlahnyaa.

Hedging biasa digunakan oleh trader profesional dengan deposit yang lumayan bsr. Jadi ga banget digunakan oleh pemulaa dan ga disrananin buat pemula.

Monggo, baca deh mengenai hedging itu apa dan penerapannya di trading forex : Kupas Tuntas Hedging Dalam Trading Forex

  Milfa   |   23 Mar 2023

Maap ane pemula jadi agak bingung. Jadi di artikel ini kan emang ngebahas semua cara utk ngatur resiko trading tpi klu ane bilang sih ini bukan lgi ngatur resiko trading tpi lebih ke motong kerugian akibat trading krna klu pesanan di hold trus tkt klu ruginya makin jadi jadi.

Mengenai motong kerugian nih, ane pernah bngt cba2 broker luar terus dapatin welcome bonus lah. Dan krna ga tau apa2 ane langsung buka trading tnpa ada rencana matang ehh ujung2 sisa dikit nih uang ane tiba2 semua orderan langsung ketutup dan sisain dikit aja uang ane n ga bisa dipakai buat trading krna uang ga cukup. Ini kira2 fitur apa lagi yg terjadi krna kan posisinya ane ga nyuruh tutup posisi, ini malah ketutup semua. Apa ini jga termasuk teknik ngatur resiko trading jga?

  Nicky   |   23 Mar 2023

Mohon maaf nih itu bukan strategi tpi emang suatu keadaan yg maksa elo buat tutup smua posisi trading krna margin elo udah capai batas ato udah ngelebihin batas kerugian alias margin call. Ada broker yg nerapin margin call = stop out, jdi begitu margin call yaa goodbye posisi yg kebuka. Tpi ada juga yg nerapin stop out beda ama margin call jdi ketika margin udah kritis, biasa akan ada pemberitahuan Margin call (MC). Nahh MC ini sebagai alarm klu harga berlawanan lbh jauh dri posisi maka ywd akan stop out. Sehingga cranya ya deposit lagi klu ga ya tutup beberapa posisi. Tpi paling oke ya nambah deposit agik.

N sekali lg ini sih bukan strategi ya. Krna strategi itu trader yg tentuin bukan broker.

  Vallen   |   23 Mar 2023

Sedikit bingung nih min, sebagai trader biasanya kan pasti disuruh untuk memasang SL utk berjaga2, nah kok di artikel jga menyarankan cut loss. Krna klu dibaca lagi baik2, teknik cut loss ini sepertinya trader yg ngejaga lilin, terus bila terjadi rugi berapa pips langsung tradernya nutup posisi. Sedangkan pada prakteknya kbnykan trader kan masang SL jadi ga usah ngejaga lilin, bila tersentuh berapa pips otomatis akan tertutup.

Bila pada kasus cut loss, misalkan rugi 50 pips di cut loss, bisa aja kan masang stop loss di 50 pips biar bisa batasin kerugian tnpa harus nggu ato perhatiin chart. Jadi sbnrnyta trader lbh di prefer ke Stop Loss atao cut loss? Maaf ya klu bnyk nnya min, makasih!

  Ahmad   |   23 Mar 2023

Bisa kok digabungin antara metode cut loss dengan stop loss. Jadi klu ane ya nganggap klu stop loss itu sebagai metode utama dalm mengurangi resiko dalam trading. Jadi prakteknya cut loss itu jarang digunakan, cuma diperlukan aja. misalkan seperti yg dikatakan misalkan cut loss di 50 pips, bisa aaja stop loss nya di 60 pips. CUma krna gerakan harga dah ga memungkinkan lgi utk kasih profit ato trendnya terus berlawanan ama yg dipasang, ya udah di cut di 50 pips, dan menyelamatkan 10 pips dri kerugian.

Contoh lain misalkan agan buy posisi kemudian tempatin SL di 30 pips, ternyata nih harga bergerak turun ke 20 pips dan dari pergerakan akan bearish terus, ywd agan langsung ngelakuin cut loss. Jadi kira2 gitu lah penggunaannya

  Nita   |   23 Mar 2023

Tambahan nih pak, kalau diperhatikan sebenarnya artikel dari Finex ini sangat berurutan. Mulai dari pre trading seperti perencanaan risk/ reward dan menentukan exit plan hingga saat eksekusti trading dimana menggunakan 3 cara, Cut loss, Stop Loss, hingga Hedging. Bila diterapkan secara berurutan dari risk./reward, dan exit plan, kemudian menentukan stop loss dan cut loss, maka resiko trading bisa dipress. Khusus Hedging sedndiri saya ga saranin utk pemula karena agak beresiko dengan membuka posisi lagi, karena semakin bnyk posisi yg dibuka maka tingkat resiko semakin meningkat.

SEmoga membantu ya pak. Dan good luck buat tradingnya

  Phil   |   30 Apr 2023

Sebenarnya aku masih baru dalam dunia trading dan ya, saya jarang mendengar tentang broker yang menyediakan instrumen dan platform trading. hanya saja saat itu saya tidak begitu tertarik dengan broker tersebut. Untuk broker Finex, sejujurnya aku belum pernah mendengar tentang broker ini.

Dan ya, saya baru tahu di artikel ini, dan ya, yang dibahas di sini terkait dengan perdagangan saham yang disediakan oleh broker ini. Itu baru didirikan sejak 2012, tetapi telah menjadi broker terkemuka dan diakui untuk platform dan warna instrumen perdagangannya. tapi saya tidak bisa menilai dengan pasti apakah broker ini bagus dan aman.
Saya mohon penjelasan kepada teman-teman, apakah broker Finex aman untuk trading dan dana saya? Apakah data pribadi saya juga aman di sini? Kalau ada yang tahu, bisa tolong dijelaskan...Apakah Finex diatur?

  Ardyansyah   |   7 May 2023

Sebtulnya dari 5 teknik atur resiko mulai dari risk/reward, exit plan, cut loss, stop loss, hingga melakukan hedging itu pada dasarnya ngelindungi modal yg ada biar ga abis semua ato rugi terlalu bnyk saat trading bukan. Dalam hal ini berrarti dari kelima hal yg dijelasin di Finex itu semua ujung2nya berkaitan dngan modal trading.

Yang jdai pertanyaan saya adalah, modal trading utk Forex yang ideal itu sbnrya di kisaaran berapa sih? Dan leverage yang normal itu dikisaran berapa. Serta apakah benar semakin bnyk modal trading, maka dalam menentukan risk/reward ratio, risk management, dan money management lebih mudah diterapkan dibandingkan trading dengan modal cekak?

  Hermanto Lee   |   8 May 2023

Untuk pertanyaan pertama kamu benar, semua teknik pengaturan risiko dalam trading forex bertujuan untuk melindungi modal trading dari kerugian besar atau kehabisan modal.

Sementara, terkait dengan modal trading ideal, sebenarnya tidak ada angka pasti karena hal ini tergantung pada keadaan finansial dan toleransi risiko masing-masing trader. Namun, banyak trader dan ahli merekomendasikan untuk tidak mempertaruhkan lebih dari 2% hingga 5% dari modal trading pada setiap trading. Jadi contohnya kamu trading dengan modal $100, maka loss yang disarankan tidak boleh lebih dari 2%-5% atau tidak boleh loss $2-$5.

Sementara untuk leverage, umumnya broker forex menawarkan leverage mulai dari 1:50 hingga 1:500. Namun, disarankan untuk menggunakan leverage yang rendah dan sesuai dengan kemampuan finansial dan pengalaman trading masing-masing.

Dan pertanyaan mengenai semakin besar modal trading, maka trader memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam menerapkan teknik pengaturan risiko dan manajemen uang itu benar. Namun, ini tidak berarti bahwa trading dengan modal kecil tidak memungkinkan untuk menghasilkan keuntungan, asalkan trader mampu menerapkan teknik pengaturan risiko dan manajemen uang dengan dengan lebih displin dan baik.

  Grendy   |   7 May 2023

Menurut broker Finex, Hedging biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu Instant Execution dan Pending Order. Apa perbedaan antara kedua metode entry trading ini ya? Dan dari perbedaan kedua ini, apakah fungsi dari Instant Exuction dan Pending Order? Selain itu ada tidak tipe execution lainnya yang terdapat dlm trading?

Dan khusus mengenai pending order, dikatkaan klu pending order itu ngaturin level dlu, klul harga bergrak n nyentuh level tsb maka order akan terisi. Nah, biasanya kan ane trading ketika klik buy ato sell lngsng keisi. Itu tipe iorder apa dan ada berapa macam tipe order jga? Mohon penjelasannya

  Nadeo   |   9 May 2023

gue bantu jawab ye! Mengenai Instant Execution sama Pending Order itu kayak gini : Jadi, Instant Execution itu kayak langsung eksekusi tradingnya saat klik tombol Buy/Sell. Sedangkan, Pending Order itu lo atur dulu level harganya, trus kalo harga udah sampe level yang lo set, baru deh ordernya terisi.

Fungsinya juga beda-beda, Instant Execution lebih cocok buat kondisi pasar yang volatil atau saat lo pengen cepet eksekusi trading. Sementara, Pending Order lebih cocok buat lo yang pengen ngatur trading dengan lebih spesifik, misalnya mau beli di harga tertentu atau jual di harga tertentu.

Oh iya, selain Instant Execution dan Pending Order, ada juga tipe execution lainnya di trading, yaitu Market Execution dan Stop Order. Tapi, gue nggak mau bikin bingung, jadi kalo pengen tau lebih lanjut bisa baca di artikel ini mengenai tipe ekskusi : Pilih Mana : Eksekusi Pasar atau Eksekusi Instant

Terus, kalo soal tipe order, ada beberapa macem, seperti Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, Sell Stop. Intinya, tiap tipe order punya kegunaan dan cara penggunaannya masing-masing, jadi tergantung kebutuhan lo saat trading. Jadi, lo bisa eksplorasi dan coba-coba sendiri, tapi jangan lupa pake akun demo dulu ya biar ga rugi!

  Leon   |   9 May 2023

Yo, menurut ane sebagai seorang trader, kalo lo baru mulai belajar trading, Stop Loss bisa jadi pilihan terbaik buat nahan resiko selain pake Risk/Reward ratio. Jadi intinya, kalo lo udah tentuin level stop loss nya sebelum buka posisi, lo bisa atur berapa maksimal loss yang siap ditanggung kalo ternyata pasar bergerak ke arah yang ga sesuai prediksi. Jadi ga ada lagi deh resiko loss yang ngelebihi kemampuan lo. Tapi inget ya, jangan cuma pake stop loss aja, lo juga perlu bikin plan B kalo ternyata posisi lo ga sesuai prediksi. So, stay smart and keep learning! By the way, thanks buat Finex yang udah nyediaiin artikel ini!

  Agam   |   14 May 2023

Ini sedikit pertanyaan aja. DI artikel pada paragraf awal tu, kita dikasih tau dalam mengatur sebuah resiko trading diperlukan risk management yang baik. Sddangkan di bagian tengah artikel juga sempat disinggung mengenai money management. Nah, sebetulnya apa perbedaan dari money management dengan risk management dalam suatu trading? Selain itu, apakah kita harus menerapkan salah satu dari risk management ato money management ato malahan, kita harus menerapkan keduanya agar bsa menjalankan suatu resiko trading? Selain itu juga, apa kaitan antara risk management dan moey management terhadap modal dan trading yang kita jalanin?

Mohon maaf bila terlalu bnyk pertanyaan, semoga ada yg bsa menjawab. Makasih bnyk

  Yoga   |   20 May 2023

Agam: Halo! Pertanyaan bgus nih! Jadi, gue jelaskan dngn bahasa lbh simple ya! SEmoga ngerti! Jadi, money management adalah cara kita mengelola dan mengatur modal kita dalam trading. So, apapun yg berkaitan dngn uang sperti berapa modal yg akan ditradingkan, modal per posisi berapa, dan mgnkn size dari trading pakaah 1 lot ato lbh kecil. Itu adalah contoh dri money management. Intinya yg berkitan dngn penggunaan uang di trading dan ngejaga modal kita (baca money management disini : Contoh Money Management)

Risk management, di sisi lain, berkaitan dengan cara kita mengelola risiko dalam trading. Seperti ngebatasi resiko tradng dngn cara masang SL, Hedging, dan berbagai cara seperti yg dipaparkan di artikel gan!

Kedua ini ada hubungan erat dngn trading yg dijalankan dan sling lenkapin satu sama lain. dngn menerapkan money management, kita dapat mengelola modal kita dengan efisien, membaginya dengan bijaksana antara posisi trading. Dan dengan menerapkan risk management, kita dapat mengontrol risiko dalam trading kita dan menghindari kehilangan besar yang dapat menghancurkan modal kita. So, kedua management ini sling bekerja sama satu sama lain n wajib bagi kita utk menerapkan keduanya di trading kita!

  Maisha   |   18 May 2023

Pagi besti2 dan senior semuanya

Maaf nih mau ikutan gabung komen ama nanya2 dikit. Dari artkl di atas gw tertarik dg teknik mengatur rasio risk/reward tp sy msh kurang paham dg ulasn yg ada di artkl.

Trus disitu disbtkn klo pemula dsrnkan tdk mggnakan rasio risk/reward trlalu besar atau trlalu kecil. Nah utk pmla lbh baik mnggnakan rasionya berapa ya?

Dan Bgimana cara mntukan risk/reward dlm trading utk para pemula kyk gw gini? Soalnya gw pikir mntukan rasio itu sngt penting utk pemula, ya maklum lah klo pemula gini kan gak mau rugi banyak apalagi smpe ilang modal hehehe. Tks before.

  Sari   |   18 May 2023

Maisha: gw bntu jawab ya kak

Sebenarnya ada bnyk perhitungan rasio risk/reward bukan hanya 1:2 atau 1:3 aja tp ada juga perbandingan 1:0.7 atau 1:0.3. Nah utk pemula emang disarankan jgn pake terlalu besar atau terlalu kecil.

Saran sy mgkin klo msh pemula pake rasio 1:1 udah cukup kok nanti klo kakak udh banyak pengalaman mgkin bs ditngkatin jd 1:2. Klo kakak berpikiran jika rasio 1:1 akan berimbang atau tidak untung dan tdk rugi, sbnrnya bukn spt itu kak.

Misalnya kakak entry buy EUR/USD pada level 1.1260 kayak hrs tentukan dg stop loss pada level 1.1240 (20 pips). Kmdian kakak hrs take profit pd level 1.1280 (20 pips).

Jk hal itu digunakan scr konsisten dg strategi trading yg sdh teruji, maka rasio risk reward tersebut dpt mnnjang profitabilitas trading kakak dlm jangka panjang.

Atau mgkin kakak bs belajar lbh dulu ttg management risiko di sini

  Olive   |   18 May 2023

Maisha: Min mo nambahin jwbn ya...

Utk mntukan risk/reward dlm trading sbnrnya gak trlalu susah kok kak. Prinsipnya gini kak riisko dihitung dr jrk dr hrg entry ke hrg stop loss. Trus reward dihitung dr jrk hrg entry ke hrg take profit.

Kmdian risiko dan rward ratio dihitung dri risko dibagi reward atau jarak ke stop loss dibagi jarak ke take profit.

Misal sebuah transksi dg jarak stop loss sbsar 20 pips dan jarak take profit juga sbsar 20 pips. Maka nilai risiko dan reward 1:1 (20 pips : 20 pips) spt yg sudah disebutkan kak @sari di atas.

Itu aja tmbhannya, tks yaa…

  Alex   |   25 May 2023

Gw kepikiran sesuatu nih, dan berkaitan dngn risk/reward yg dibicarakn di artikel. Jd, ane kan memakai sinyal trading nih, jadinya klu ada peluang, dia bakal nunjukin gitu, kapan entry, SL point dan TP Point.

Nah, sejatinya kan sering terjadi kyk gini. Sinyal tradingnya kbnyakan benar, bila ada potensi buy maka emang bakalan bullish, tpi karena ane make risk/reward ratio ditambah dngn risk management sbesar 3% (modal gw $100, maka batas resiko per trading itu $3, dan gw trading dengan 0.1 lot, maka 3 pips jadi batas resiko gw). Itu menurut gw terlalu dekat dnegn batas resiko gw yg cuma $3.

Pertanyaan gw adalah klu gw naikin ratio 2:4 gtu apa boleh? apalagi untuk gw yang pemula gini, soalnya klu 1:2 gitu terlalu dekat utk SL nya

  Putra   |   26 May 2023

Alex: Bro, mengenai pertanyaanmu, kalo lu mau naikin risk/reward ratiomu jadi 2:4, itu boleh banget, apalagi kalo menurut lu risk/reward ratiomu sekarang terlalu deket dengan batas risiko yang udah lu tentuin.

Jadi, kalo lu punya risk/reward ratio 2:4, itu artinya target profit (take profit) lu bakal dua kali lipat lebih gede dari risiko (stop loss) yang lu ambil. Misalnya, kalo risiko lu cuma 3 pips, berarti target profitnya jadi 6 pips.

Dengan ngatur risk/reward ratio yang lebih gede gini, lu bisa ngasih sedikit ruang lebih buat pergerakan harga sampe nyampe target profit sebelum nyampe stop loss. Tapi tetep, penting buat dipertimbangkan kekuatan sinyal trading yang lu pake dan analisis teknis yang mateng buat pastiin kalo strategi lu masih cocok sama kondisi pasar.

Tapi inget ya, gak ada risk/reward ratio yang jaminan selalu untung terus atau konsisten. Setiap strategi trading punya plus dan minusnya sendiri. Jadi penting buat terus ngetes dan evaluasi strategi lu, dan jangan lupa jaga manajemen risiko yang baik.

Khusus buat lu yang pemula, saran gue tetep mulai dengan risiko yang lebih rendah dulu dan hati-hati ngetes strategi tradingmu. Ingat, trading itu punya risiko, jadi penting buat punya rencana yang matang dan ikutin prinsip manajemen risiko yang bener buat melindungin modal lu.

  Aprianus   |   31 May 2023

Jdi ane kan cba2 belajar memasang SL jga. Nah, mslhnya ane cma punya kisaran $100 aja utk trading. Dan klu berdasarkan batasan resiko gitu, ane cma blh loss sekitar 1%-5% dri modal ane. yakni di kisaran $1-$5 aja. Brrti dalam hal ini, pips yg blh ane tempatkan dikisaran 10 pips kan krna dlam EUR/USD itu 0.01 lot brrti $0.1 kan?

Tpi dngn 10 pips rasanya ane agak sulit bergerak dan rencana mau naikin jdi 50 pips gitu (ambil maksimal) gitu Cma terkadang ane agak bngng aja mau tempatin SL nya dimana ato entry yg tepat dmana. Jdi kan , dlm trading itu ga selalu pas saat entry, terkadang analisa bsa meleset, dan kadang2 melesat ampe -60 pips tetapi tiba2 naik lgi gitu. Jdi kira2 ada tips ga mengenai kasus yg ane paparkan ini?

  Kenny   |   30 Jun 2023

Aprianus: Setting Stop Loss (SL) itu penting banget buat melindungi modal lo, tapi emang kadang bikin bingung saat menentukan levelnya.

Secara umum aja, kalo modal lo sekitar $100 dan batasan resiko lo antara 1%-5% dari modal, artinya lo cuma boleh kehilangan sekitar $1-$5 dalam satu trade. Kalo lo trading di EUR/USD dengan 0.01 lot, itu berarti per pips nilainya sekitar $0.1.

Kalo lo pengen tempatkan SL sekitar 10 pips, itu masih masuk akal dan cukup wajar. Tapi kalo lo ingin menaikkan SL sampe 50 pips, perlu diinget bahwa semakin besar SL, semakin besar juga potensi loss yang bisa lo alami.

Nah, masalahnya emang kadang analisa bisa meleset, pasar bisa bergerak naik turun dengan cepat. Tapi ada beberapa tips yang bisa lo pertimbangkan. Pertama, perhatikan volatilitas pasangan mata uang yang lo tradingin. Kalo volatilitas tinggi, lo mungkin perlu SL yang lebih longgar agar gak terkena stop out terlalu cepat. Kedua, lo bisa gunakan teknik manajemen risiko yang lebih fleksibel, misalnya trailing stop, yang bisa menyesuaikan SL secara otomatis saat posisi trading lo sudah menguntungkan.

(baca :4 Metode Manajemen Risiko Dalam Trading Forex)

  Irvin   |   3 Jul 2023

Mau tnay aja, utk pemula, sebaiknya risk/reward yg rekomendasi buat trader itu apakah 1:3 cocok? Pertama, klo 1:3 itu kan berarti loss 3 kali baru bsa membuat profit 1 kali kita jadi 0. Misalkan kita 3 kali kalah $3, tetapi trading keempat kita profit 1 kali yakni $3. Maka kita ga bakalan rugi akibat trading. Cuma, terkadang 1:3 itu rasanya agak tinggi dan berat, cma terkadang 1:2 itu jg terlalu dekat karena ratio 1:2 itu cma bolh loss sbnyk sekali.

SO, yg terbaik utk pemula dan resiko paling kecil itu risk/reward ratio 1:3 ato 1:2 ya? Dan pertimbangan2 apa aja ketika kita tetapin risk/reward ratio kita?

  Ditta   |   21 Jul 2023

Halo min, mau tanya, apa aja fasilitas dari Finex yang memungkinkan trader utk mempraktekkan seluruh materi yg ada di artikel ini? Emang, berbicara broker yg membahasa tentang teknik2 utk mengurangi resiko, seharusnya broker tersebut jga menawarkan fasilitas tsb di kondisi trading mereka. Jd, aku ingin tnya mengenai fasilitas Finex dalm menyediakan instrument ato tools yg mngkn bsa membantu ngurangi resiko trading dan menerapkan materi2 yg disampaikan disana terutama dari sisi hedging. memang Finex itu memperbolehkan Hedging tetapi, apakah Finex ada fasilitas dlm memuluskan kita dlm mengeksekusi Hedging?

Dikatakan di artikel jga bahwa dlm mengeksekusi Hedging, kita bsa menggunakan 2 tipe order, yakni instant execution dan jga Pending Order. Di Finex sndiri apakah ada tipe order smacam ini, kmudian klu berbicara tipe order, terutama instant execution itu kan butuh broker yg emang cepat dalam mengeksekusi pesanan. Nah, bagaimana dngn Finex? Apakah broker ini menjamin kecepatan eksekusi mereka jga?

  Herry   |   23 Jul 2023

Halo, ini saya mencoba menjawab berdasarkan pengalaman saya sendiri ya, dan dengan list juga agar lebih mudah dipahami :

1. Apakah ada fasilitas dalam memuluskan ekskusi Hedging di Finex seperti Order Execution dan Pending Order?

Jawabannya ada! Finex sendiri adalah broker yang menggunakan Metatrader 4 sebagai trading platform mereka. Sehingga untuk fasilitas tipe order itu lengkap di Finex, termasuk 2 jenis tipe order tadi.

2. Apakah Finex menjamin kecepatan ekskusi mereka?

Iya! emang utk pernyataan anda mengenai order instant yang memang dibutuhkan kecepatan order yang tinggi, broker Finex tentunya menjamin kecepatan ekskusi mereka. Dikatakan di laman resmi mereka, Finex mengekskusi order dengan tingkat kecepatan dibawah 1 detik dengan tingkat keberhasilan 99%! Dan pengalaman saya selama ini, Finex memang terbukti cepat dan jarang terjadi requote ketika pasar mengalami volatilitas tinggi!

Semoga jawaban saya membantu!

  Enno   |   21 Jul 2023

Ini gue kan baru pemula yaa. Sbagai pemula, gue cuma tau dua hal yg terjadi di dunia trading utk saat ini. Yg pertama, trading itu biasanya untungnya cepat dan yg kedua, trading itu biasanya juga rugi dngn cepat. Dan kedua hal ini bsa terjadi dngn nilai yg cukup besar dan cukup kecil. Mengenai beberapa pembahsan di artikel Inbizia dan di forum2 terkait, gue yg masih blm berani belajar secara riil ini sering menemukan pembahsan mengenai cara mengurangi resiko dibandingkan cara profit. Memang ada beberapa pembahsan mengenai cara profit, tetapi lbh bnyk gue ngenemukan cara ngurangin resiko.

Sbtulnyaa, sbagai trader, apakah kita lebh mengutamakan ngurangin resiko dripada mementingkan profit dalam trading? Kbtulan aja pembahasan komentar disini bnyk, jdi gue menanyakan hal tsb di artikel ini.

  Angga   |   22 Jul 2023

Halo! Klu menrut saya sndiri yaa, sbagai sama2 pemulaa, kyknya emang gitu yaa. Dmana kyknya lbh bnyk pembahsan, materi, dsb nya yg berkaitan dngn pemotongan ato reduksi resiko trading. Mnrt sy wajar sihh, krna aktivitas trading itu mengandung resiko cukup tinggi. Dan klu kita bsa ngendaliin resiko, maka kyknya profit bakalan mendatangi kita deh.

Slein itu, emang basic dari trading itu kyknyaa mengurangi rsiko, krna kebanyakan kita ga bsa memprediksi nihh alur harga yg bakalan terjadi, dan emang kbnykaan dari kita sering loss dibdingkan profit. Nyatanya jga dalam traidng, kbnykan trader jga gagal dariopada yg berhasil. Jd mnrut saya, wjar2 aja ketika lebih bnyk yg belajar mengurangi resiko dbndingkan belajar profit.

  Hendra   |   23 Jul 2023

Kurang setuju sih! Mengenai pertanyaan apakah lebih mengutamakan mengurangi risiko daripada mencari keuntungan, jawabannya sebenarnya adalah keduanya sama-sama penting dan harus diimbangi dengan baik. Sebagai seorang trader, Trader harus memiliki strategi yg berfokus pada manajemen risiko yg baik serta strategi untuk mencari peluang keuntungan.

Klu kita belajar hanya mengurangi resiko saja, maka kita tidak akan bisa memaksimalkan profit yang ada. Tetapi sebaliknya kalau kita hanya belajar memaksimalkan profit, maka resiko yang ada akan semakin besar. Akibatnya, Trader akan berjalan di tempat saja. Maka dari itu, emang penting untuk belajar mengurangi resiko, tetapi kalau diimbangi dengan memaksimalkan profit, maka yang akan terjadi adalah, trader tersebut akan semakin berkembang!

  Warigin   |   4 Aug 2023

Salam gan , ane mau tanya perihal stop loss. Sebenarnya saya tidak berniat trading tanpa menggunakan stop loss sih gan. Saya setiap trading juga pasti menggunakan stop loss. Saya bertanya di sini, cuma penasaran saja, Apakah ada trader yang trading tanpa stop loss? Apakah ini bisa dilakukan dan tetap berhasil?

  Hirotada   |   5 Aug 2023

Halo,,,, Emmm, Tentu saja bisa. Tapi saya kurang menyarankan kamu trading tanpa stop loss. Ada beberapa cara trading tanpa stop loss dan tetap sukses yang bisa Anda lakukan.

  • kamu sudah memiliki mental stop loss. Alih-alih memasukkan stop loss pada platform trading, kamu akan menutup order secara manual jika harga bergerak terlalu jauh ke arah yang berlawanan.
  • kamu dapat melakukannya dengan trading dalam jumlah sangat kecil untuk menahan pergerakan harga merugikan yang besar. Misalnya, kamu dapat memperdagangkan ukuran lot yang tidak akan melebihi 1 atau 2% kerugian harian rata-rata.
  • melakukan teknik lindung nilai atau hedging yang dengan membuka posisi berlawanan dalam instrumen yang sama atau sangat berkorelasi untuk membatasi penarikan ekuitas. Kamu dapat melepas hedging ketika salah satu posisi memiliki prospek profit yang bagus.

Baca Juga: Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

Namun secara keseluruhan, trading dengan stop loss adalah sebuah keharusan karena memiliki fungsi yang sangat krusial sebagai pengaman. Good luck kawan!

  Tari   |   6 Aug 2023

Salam kawan, Emang ada beberapa trader yang trading tanpa stop loss, tetapi ini klu menurut gw tindakan yang sangat berisiko dan rat rata ga direkomendasikan oleh kebanyakan trader. Intinya, trading tanpa stop loss mirip dengan bermain dengan api - bisa jadi sangat mengasyikkan tetapi juga sangat berbahaya.

Beberapa trader yang melakukan trading tanpa stop loss mungkin memiliki strategi trading yang sangat berbeda dari strategi trading konvensional. Mereka mungkin menggunakan teknik-teknik yang sangat agresif, seperti yang dikatakan ama bang @Hirotada. Tetapi, strategi semacam itu menurut ane sangat berisiko. Sementara ada beberapa trader yang berhasil melakukan trading tanpa stop loss, kebanyakan trader profesional dan sukses sangat menekankan pentingnya penggunaan stop loss dalam trading. Stop loss membantu trader mengelola risiko dan melindungi modal mereka dari kerugian besar.

  Paul   |   25 Sep 2023

Halo, Selamat Malam, permisi gan, ane mau tanya bagaimana cara kita keluar dari hedging yang aman tanpa loss minimal impas ? Menurut agan lebih menganjurkan pasang STOP LOSS atau HEDGING ?, selain itu ya gan, saya juga pernah denger nih kalo ada beberap broker yang tidang memperbolehkan Hedging. itu kenapa ya...?
Terima kasih.

  Ekhwan   |   26 Sep 2023

Stop Loss di gunakan sebagai cara untuk membatasi kerugian. Sedang Hedging termasuk penyelamatan. Dua cara ini memiliki resiko juga. Jika kita tidak ingin memasang SL, dan yakin bahwa harga akan kembali maka posisikan lot kita adalah lot kecil saja. Kita bisa melakukan averaging. Hedging bisa kita lakukan. dan kita bisa mengambil keuntungan dari pergerakan Turun naiknya harga. hanya saja tahap awal harus ada yang di korbankan. contoh :

BUY dan SELL secara bersamaan. dengan Lot Yang sama. Jika sudah mencapai 100 pips misalnya, kita closs yang minus, dan Biarkan yang profit. lalu kita buka posisi berlawanan kembali. Disini kita mempunya posisi hedging profit. mau naik atau turun kita hanya ambil SL profit.

Misal hedging profit

SELL AUD/USD di 0,9100
BUY AUD/USD di 0,9000

harga ada di tengah tengah. Jika harga naik BUY biarkan. pasang SL di 0.9085. Sell otomatis tereksekusi. jika dirasa aman kita sell lagi. Jika terjun siap siap kita pasang SL di BUY 0,9020 misalnya. SELL biarkan. jika terjun BUY tereksekusi. jika dilihat aman . kita BUY lagi. dan di handel oleh SELL. dan seterusnya. ini hedging aman. santai. dan bisa kita tinggalkan ( tanpa harus berjam jam di depan Chart )

  Yanto   |   27 Sep 2023

Larangan hedging diberlakukan oleh broker-broker AS dengan regulasi CFTC dan NFA. Peraturan tersebut diberlakukan pada pertengahan Mei 2009. Hedging pada pair yang sama dilarang, tetapi pada pair yang berlainan diperbolehkan, misalnya buy EUR/USD dan sell GBP/USD atau buy EUR/USD dan buy USD/CHF.
Hedging pada akun yang berlainan juga diperbolehkan, misal pada akun 1 buy EUR/USD dan pada akun 2 sell EUR/USD.

Alasan larangan tersebut tidak dijelaskan, menurut info karena hedging pada pair yang sama dalam satu akun akan cenderung mengakibatkan kerugian, karena pada dasarnya hedging pada pair yang sama adalah sebuah kerugian (posisi tersebut sudah minus), hanya saja trader belum mau menerima kerugian itu. Kalaupun Anda berusaha membuka hedging (locking) tersebut sama saja dengan membuka posisi baru, dan kalau salah posisi locking-nya bisa tambah lebar atau kerugiannya tambah besar dan kebanyakan trader yang membuka locking mengalami kerugian. Jadi larangan tersebut sebenarnya mencegah trader agar tidak menderita kerugian yang lebih besar.

Kalau Anda sebagai seorang trader memahami risiko dalam forex dan melakukan analisa dengan baik sebelum entry, maka pilihan untuk melakukan hedging sebenarnya bukanlah pilihan yang baik. Trading plan yang baik selalu jelas dan sederhana, mulai dari entry, stoploss, take profit, dan bagaimana trade management-nya.