Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum


Nandini 30 Jun 2021 625Dibaca Normal 5 Menit

Bagi kebanyakan trader, penggunaan indikator teknikal dipercaya mampu meningkatkan akurasi sinyal trading. Salah satu indikator yang bisa ditambahkan adalah indikator momentum. Bagaimana cara aplikasinya?



Untuk memaksimalkan profit trading, setiap trader pasti membutuhkan yang namanya strategi. Nah di dalam strategi itu, tentu akan terselip indikator. Salah satu contoh indikator yang bisa ditambahkan dalam chart adalah indikator momentum. Lantas, apa sih indikator momentum itu? Lalu apa saja tipsnya agar penggunaan indikator ini lebih maksimal?

Trading Dengan Indikator Momentum

 

Mengenal Indikator Momentum

Indikator momentum disebut sebagai indikator Oscillator tertua yang pernah ada. Terkadang, indikator ini disebut sebagai ROC (Rate of Change).

Pada dasarnya, indikator momentum termasuk dalam indikator teknikal yang berfungsi memberikan informasi mengenai selisih harga Close hari ini dengan Close sebelumnya. Rumus perhitungan indikator momentum ada dua, yaitu:

  1. Momentum = Harga Close hari ini – Harga Close N hari yang lalu
  2. Momentum = (Harga Close hari ini/Harga Close N hari yang lalu)*100

*N adalah periode berapapun yang Anda perlukan

Cara perhitungan rumusnya pun mudah; jika Anda ingin menuliskan perhitungan momentum 7 hari untuk harga X, maka Anda tinggal mengurangkan harga tersebut dengan harga 7 hari yang lalu. Namun untuk saat ini, Anda tidak perlu repot-repot lagi menghitungnya karena indikator momentum sudah tersedia secara otomatis di platform trading MetaTrader4.

Selain memberikan informasi selisih harga pasar, indikator ini membantu trader mengetahui kekuatan tren yang ada. Pergerakan harga pasar yang selalu naik turun tidak menentu, dapat diatasi dengan indikator momentum sebagai penunjuk sinyal tren apa yang sedang terjadi.

Bagaimana cara Anda mengetahui sinyal tren yang sedang terjadi? Indikator momentum ditampilkan dengan sinyal naik turun dengan batas tengah 0, batas atas 100 dan batas bawah -100. Kuncinya yaitu:



  • Ketika harga bergerak ke atas garis 100, itu artinya harga akan mulai meninggi karena harga sudah melampaui harga N periode lalu.
  • Sebaliknya jika harga jatuh di bawah 100, artinya harga sudah jauh di bawah harga N periode lalu, sehingga harga akan cenderung merosot.

Bisa dibilang indikator Oscillator tertua ini cara kerjanya mirip dengan Moving Average Convergence Divergence (MACD), tetapi indikasi yang ditimbulkan berbeda. Nilai seberapa jauh indikator di atas garis 100 atau garis -100 menjadi patokan untuk mengetahui kekuatan trend.

Trading Dengan Indikator MACD

Inilah alasan kenapa indikator momentum berguna untuk menyediakan sinyal trading sekaligus mengkonfirmasi trading berdasarkan Price Action, seperti reversal (pembalikan harga), continuation (penerusan trend), dan lainnya. Selain mendeteksi kekuatan trend, indikator yang satu ini juga dipakai untuk divergensi.

 

Tips Menggunakan Indikator Momentum

Bagi seorang trader, penggunaan indikator memegang peranan penting untuk mempertajam analisa teknikal. Indikator teknikal akan memberikan sinyal dari data historis pergerakan harga yang disajikan dalam bentuk grafik, baik garis, bar, maupun candlestick. Lalu bagaimana dengan indikator momentum?

Indikator momentum akan mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga dalam periode waktu tertentu. Indikator akan naik ketika trend sedang kuat, pun akan turun ketika trend melemah.

Baca Juga: Apa Itu Trading Dengan Momentum?

Dalam artikel ini, penulis akan mengulas mengenai tips penggunaan indikator momentum sebagai indikator trend following, penunjuk reversal, serta penunjuk divergensi.

 

1. Sebagai Penentu Arah Trend (Trend Following Indicator)

Di indikator momentum, level 100 digunakan sebagai acuan untuk menentukan trend. Jika garis kurvanya memotong level 100 dari atas ke bawah, maka pergerakan harga akan cenderung bearish. Sebaliknya, jika angkanya memotong garis kurva 100 dari bawah ke atas, bisa dibilang pergerakan harga akan cenderung bullish.

Untuk memberikan arah trend dengan probabilitas tinggi, Anda bisa melakukan filtering dengan menggunakan indikator Simple Moving Average (SMA) berperiode 20. Contohnya pada chart EUR/USD seperti di bawah ini:

Indikator Momentum Untuk Trend Following

 

2. Sebagai Indikator Penerusan atau Pembalikkan Trend

Fungsi kedua dari indikator momentum adalah untuk menunjukkan trend continuation (penerusan trend) atau reversal (pembalikan trend) berdasarkan pergerakan harga terhadap level-level overbought dan oversold.

Katakanlah indikator momentum mencapai level overbought lalu tiba-tiba turun. Pada kondisi yang demikian, Anda masih bisa mengasumsikan harga berpotensi kembali naik. Oleh karena itu, Anda hanya akan melakukan entry jika harga sudah benar-benar turun. Untuk membantu memperjelas arah trend, Anda bisa menggunakan indikator Moving Average.

 

3. Sebagai Isyarat Divergensi

Seperti yang sudah disinggung di atas, indikator momentum juga bisa dimanfaatkan untuk mengenali divergensi bullish dan bearish. Apa yang mesti Anda lakukan jika kedua divergensi itu terjadi?

Saat ada momentum divergensi bearish, Anda perlu bersiap untuk melalukan posisi Sell. Sementara jika Anda dihadapkan dengan divergensi bullish, yang perlu dilakukan adalah melakukan posisi Buy. Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan divergensi bullish dan bearish, simak ulasannya berikut ini:

Divergensi bullish, adalah suatu keadaan yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (dari bearish ke bullish) dimana harga menunjukkan level Low yang lebih rendah dari sebelumya (Lower Low), sedangkan indikator momentumnya menunjukkan level Low yang lebih tinggi dari level Low yang sebelumnya (Higher Low).

Divergensi bearish, yakni keadaan yang menunjukkan pembalikan arah trend dari bullish ke bearish, dimana pergerakan harganya menunjukkan level High yang lebih tinggi dari sebelumnya (Higher High), sementara indikator momentum menunjukkan level High yang lebih rendah dari level High sebelumnya (Lower High).

 

Tahukah Anda? Pada dasarnya, hampir semua indikator Oscillator memiliki fungsi-fungsi yang sama dalam mengidentifikasi peluang trading di pasar forex. Selain indikator momentum, Oscillator seperti Stochastic pun juga bisa menjadi acuan sinyal overbought, oversold, juga divergensi. Ketahui info lengkapnya di Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya.

Advertisement


Forum

Prisa Eger (03 Sep 2012)

Mas mau tanya bagaimana cara kita keluar dari hedging yang aman tanpa loss minimal impas ? Menurut mas lebih menganjurkan pasang STOP LOSS atau HEDGING ? Terima kasih.

Selengkapnya...

Advertisement

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller
Kirim Komentar/Reply Baru
5 Indikator Scalping Terbaik untuk Pemula
5 Indikator Scalping Terbaik untuk Pemula
Nandini   16 Nov 2021   67  
Bagaimana Cara Scalping Dengan Parabolic SAR?
Bagaimana Cara Scalping Dengan Parabolic SAR?
Cahyaning   30 Sep 2021   232  
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
Cahyaning   5 Aug 2021   486  
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
Cahyaning   30 Jul 2021   279  
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cahyaning   19 Jul 2021   502  
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
SAM   3 Jun 2020   23945  
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
SAM   3 Jun 2020   16028