Apa Itu Holy Grail Dalam Trading Forex?

Wiji Purnama 21 Jun 2017 8342

Pernahkah Anda mendengar tentang holy grail trading? Diyakini sebagai strategi anti-loss, benarkah holy grail trading sebenarnya tidak ada?

Selain analisa fundamental dan teknikal, banyak trader forex berupaya mempelajari dan mencari holy grail trading. Kehadirannya dianggap begitu penting, hingga tak sedikit trader rela mengorbankan waktu bahkan merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mendapatkan holy grail trading. Mengapa banyak trader begitu menginginkannya? Untuk memahami hal tersebut, mari kita mulai dengan memahami arti holy grail trading itu sendiri.

 

Apa Itu Holy Grail Trading?

Holy grail trading adalah suatu kesempurnaan sistem yang bisa senantiasa memberi keuntungan dan menghindarkan trader dari segala kerugian. Singkat kata, holy grail trading memungkinkan trader untuk selalu untung dan tidak pernah loss. Jadi apabila Anda ingin mencari sistem trading yang terus-menerus profit atau bisa dipastikan presentase menangnya, maka itu sama saja dengan mencari holy grail trading.

Apa itu holy grail trading dalam forex

Konsep seperti ini seringkali menjamur di kalangan trader pemula yang belum menerima risiko sebagai bagian wajar dalam trading forex. Cara pandang mereka begitu berorientasi pada profit, hingga mental tradingnya tidak bisa menerima kekalahan dan loss. Jika sudah seperti itu, maka jebakan mencari holy grail trading akan selalu menghadang kemajuan mereka.

Yang perlu dicermati di sini adalah, holy grail trading hanya sebuah konsep yang diyakini keberadaannya. Wujud holy grail trading itu sendiri tidak pernah ada. Jikapun ada yang mengaku telah memiliki holy grail trading dan menunjukkan bukti-buktinya, belum tentu konsep itu bisa diterapkan dengan sukses oleh trader lain.

Masih bingung dengan konsep holy grail trading dan "ketidakberadaannya"? Tiga uraian berikut akan membeberkan alasannya.

 

1. Tidak Ada Yang Bisa Memperkirakan Market Dengan Akurat

Ada begitu banyak faktor yang bisa menggerakkan market, sehingga hampir mustahil bagi seorang trader atau sekelompok individu untuk bisa mengendalikan harga di pasar forex. Sayangnya, kondisi itu juga mempersulit analisa harga secara akurat.

Memperkirakan Market

Ya, dengan analisa fundamental dan teknikal, pergerakan harga memang bisa diperkirakan. Namun demikian, tak ada jenis analisa yang bisa memprediksi harga secara pasti. Kecuali Anda memiliki semacam kekuatan super untuk meramal apa yang akan diumumkan bank sentral atau mengetahui rilis data ekonomi sebelum waktunya, lupakanlah soal keajaiban holy grail trading yang dipercaya bisa selalu memperkirakan arah harga dengan benar.

Faktanya, pasar forex dipenuhi dengan kejutan yang membuat prediksi paling pasti pun bisa terbantahkan. Sekalipun Anda menggunakan holy grail trading dengan sinyal yang disebut-sebut 90% atau 100% benar, selalu ada peluang meleset dari tingkat akurasi sinyal itu.

 

2. Market Ditentukan Oleh Sentimen Pasar

Mechanical trading dengan software otomatis seperti robot forex EA memang semakin menjamur. Namun demikian, sentimen pasar forex tetap menjadi faktor penggerak yang lebih utama. Berbagai keputusan trading masih banyak ditentukan melalui sistem manual.

Sentimen pasar

Kecenderungan setiap individu yang terlibat di pasar forex bisa berbeda-beda. Pergerakan harga turut dipengaruhi oleh faktor sentimen dan psikologis dari human behaviour, yang pastinya tidak bisa diperkirakan secara akurat. Misalnya saja, pernyataan ketua Bank Sentral dicerna hawkish oleh sebagian trader, tapi sebagian lainnya lebih memilih berhati-hati dalam menginterpretasi pengumuman itu. Jadi selama ada sentimen trader yang bermain, mencari holy grail trading yang sempurna 100% jelaslah mustahil.

 

3. Tidak Ada Sistem Trading Yang Selalu Profit Di Segala Kondisi Pasar

Mereka yang sudah berpengalaman mendulang pahit manis di pasar forex pasti sudah memahami hal ini. Walaupun Anda bisa mengenali pola pergerakan harga yang selalu berulang dan menjadikannya dasar analisa teknikal, data itu hanyalah statistik historis yang belum tentu terjadi persis di masa depan. Sekali lagi, pasar forex juga digerakkan oleh sentimen trader dan human behaviour yang selalu berubah-ubah. Sistem trading pun bisa gagal karena berbagai sebab.

Katakanlah Anda punya sistem range trading yang cocok dengan kondisi pasar sebelumnya dan saat ini. Namun tiba-tiba, sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Bank Sentral yang memutuskan untuk memotong suku bunga. Akibatnya, sentimen pasar tiba-tiba berubah bearish dan harga merosot tajam. Dalam situasi seperti itu, jelas sistem trend following lebih tepat diterapkan ketimbang range trading.

Holy grail trading di semua kondisi pasar

Dengan demikian, konsep holy grail trading yang dikatakan bisa selalu profit jelas tidak relevan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Sekalipun holy grail trading itu memang ampuh diterapkan di suatu kondisi pasar, perolehannya bisa sangat berbeda jika digunakan di kondisi pasar lain. Maka dari itu, konsep yang benar untuk holy grail trading bukanlah selalu profit di setiap waktu, tapi bisa diandalkan di kondisi pasar yang sesuai dengan metodenya.

 

Daripada Mencari Holy Grail Trading, Fokuslah Pada 3 Hal Ini

Keinginan menemukan holy grail trading seringkali mengalihkan fokus trader dari hal-hal lain yang lebih penting. Daripada sia-sia mencari sesuatu yang tidak ada, pusatkan perhatian Anda untuk mempelajari dan menemukan 3 komponen ini:

 

1. Strategi Trading Ideal Sesuai Kepribadian

Setiap trader bisa memiliki karakteristik dan gaya trading yang berbeda-beda. Karena tidak ada strategi holy grail trading yang berlaku secara universal untuk semua trader, maka temukanlah strategi trading yang sesuai dengan gaya Anda sendiri, lalu uji keberhasilannya di akun demo.

 

2. Manajemen Risiko

Sekalipun Anda sudah menerapkan strategi trading ideal yang sudah teruji, kemungkinan rugi akan selalu ada karena pergerakan market yang tak bisa diprediksi secara pasti. Jadi untuk menghindari risiko kerugian tak terkendali saat pasar bergerak melawan posisi Anda, gunakanlah manajemen risiko untuk membatasi loss sesuai batas toleransi.

Manajemen risiko holy grail trading

 

3. Psikologi Trading

Karena selalu berhadapan dengan berbagai kemungkinan yang tak bisa diprediksi akurat, trading forex sangat memerlukan konsistensi. Kestabilan ini biasanya ditentukan oleh psikologi trading yang baik. Jika Anda masih sering terbawa emosi saat melihat pergerakan harga yang tidak sesuai harapan, maka sebaik apapun strategi trading dan manajemen risiko yang digunakan tidak akan bermanfaat banyak. Hal itu karena emosi bisa memotivasi Anda untuk tidak mematuhi strategi trading dan manajemen risiko yang telah direncanakan. Untuk memahami ide awal tentang psikologi trading yang baik, Anda bisa berkunjung ke halaman ini.

Tidak ada holy grail trading bukan berarti Anda tidak bisa profitable. Dalam trading forex, konsistensi profit masih bisa diraih jika Anda memperhitungkan strategi ideal, manajemen risiko, dan psikologi trading.

Kirim Komentar/Reply Baru


strategi trading
saya mau tanya untuk strategi trading yang short term sekitar 3-5 hari open order itu pake stochastic atau rsi yang lebih baik dan periodenya berapa ya?

Michael 18 Apr 2018

Reply:

Basir (20 Apr 2018 08:41)

Untuk Michael,

Yang di sebut Short Term ada trading jangka pendek, dalam satu hari perdagangan. Artinya tidak melebihi satu hari. Jika 3 – 5 hari sudah masuk katagori Long Term.

Demikin pun saat pengambilan data / analisa , time frame yang digunakan adalah berbeda. Untuk Short term biasanya menggunakan M5 – H1, sementara untuk Long Term menggunakan H4 keatas.

Untuk indicator Stoch dan RSI bisa di gunakan baik di Short atau Long Term.

Terima Kasih.

Mengupas Korelasi Harga Emas Dan Dolar AS
Nandini 132
Emas  
Cara Trading Dengan Hedging 100 Persen
Nandini 150
Artikel  
Mitos Dan Fakta Strategi Hedging
Nandini 112
Artikel