Apa Itu Holy Grail Dalam Trading Forex?

Wiji Purnama 21 Jun 2017 11196
Dibaca Normal 6 Menit

Pernahkah Anda mendengar tentang holy grail trading? Diyakini sebagai strategi anti-loss, benarkah holy grail trading sebenarnya tidak ada?



Selain analisa fundamental dan teknikal, banyak trader forex berupaya mempelajari dan mencari holy grail trading. Kehadirannya dianggap begitu penting, hingga tak sedikit trader rela mengorbankan waktu bahkan merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mendapatkan holy grail trading. Mengapa banyak trader begitu menginginkannya? Untuk memahami hal tersebut, mari kita mulai dengan memahami arti holy grail trading itu sendiri.

 

Apa Itu Holy Grail Trading?

Holy grail trading adalah suatu kesempurnaan sistem yang bisa senantiasa memberi keuntungan dan menghindarkan trader dari segala kerugian. Singkat kata, holy grail trading memungkinkan trader untuk selalu untung dan tidak pernah loss. Jadi apabila Anda ingin mencari sistem trading yang terus-menerus profit atau bisa dipastikan presentase menangnya, maka itu sama saja dengan mencari holy grail trading.

Apa itu holy grail trading dalam forex

Konsep seperti ini seringkali menjamur di kalangan trader pemula yang belum menerima risiko sebagai bagian wajar dalam trading forex. Cara pandang mereka begitu berorientasi pada profit, hingga mental tradingnya tidak bisa menerima kekalahan dan loss. Jika sudah seperti itu, maka jebakan mencari holy grail trading akan selalu menghadang kemajuan mereka.

Yang perlu dicermati di sini adalah, holy grail trading hanya sebuah konsep yang diyakini keberadaannya. Wujud holy grail trading itu sendiri tidak pernah ada. Jikapun ada yang mengaku telah memiliki holy grail trading dan menunjukkan bukti-buktinya, belum tentu konsep itu bisa diterapkan dengan sukses oleh trader lain.

Masih bingung dengan konsep holy grail trading dan "ketidakberadaannya"? Tiga uraian berikut akan membeberkan alasannya.

 

1. Tidak Ada Yang Bisa Memperkirakan Market Dengan Akurat

Ada begitu banyak faktor yang bisa menggerakkan market, sehingga hampir mustahil bagi seorang trader atau sekelompok individu untuk bisa mengendalikan harga di pasar forex. Sayangnya, kondisi itu juga mempersulit analisa harga secara akurat.

Memperkirakan Market

Ya, dengan analisa fundamental dan teknikal, pergerakan harga memang bisa diperkirakan. Namun demikian, tak ada jenis analisa yang bisa memprediksi harga secara pasti. Kecuali Anda memiliki semacam kekuatan super untuk meramal apa yang akan diumumkan bank sentral atau mengetahui rilis data ekonomi sebelum waktunya, lupakanlah soal keajaiban holy grail trading yang dipercaya bisa selalu memperkirakan arah harga dengan benar.



Faktanya, pasar forex dipenuhi dengan kejutan yang membuat prediksi paling pasti pun bisa terbantahkan. Sekalipun Anda menggunakan holy grail trading dengan sinyal yang disebut-sebut 90% atau 100% benar, selalu ada peluang meleset dari tingkat akurasi sinyal itu.

 

2. Market Ditentukan Oleh Sentimen Pasar

Mechanical trading dengan software otomatis seperti robot forex EA memang semakin menjamur. Namun demikian, sentimen pasar forex tetap menjadi faktor penggerak yang lebih utama. Berbagai keputusan trading masih banyak ditentukan melalui sistem manual.

Sentimen pasar

Kecenderungan setiap individu yang terlibat di pasar forex bisa berbeda-beda. Pergerakan harga turut dipengaruhi oleh faktor sentimen dan psikologis dari human behaviour, yang pastinya tidak bisa diperkirakan secara akurat. Misalnya saja, pernyataan ketua Bank Sentral dicerna hawkish oleh sebagian trader, tapi sebagian lainnya lebih memilih berhati-hati dalam menginterpretasi pengumuman itu. Jadi selama ada sentimen trader yang bermain, mencari holy grail trading yang sempurna 100% jelaslah mustahil.

 

3. Tidak Ada Sistem Trading Yang Selalu Profit Di Segala Kondisi Pasar

Mereka yang sudah berpengalaman mendulang pahit manis di pasar forex pasti sudah memahami hal ini. Walaupun Anda bisa mengenali pola pergerakan harga yang selalu berulang dan menjadikannya dasar analisa teknikal, data itu hanyalah statistik historis yang belum tentu terjadi persis di masa depan. Sekali lagi, pasar forex juga digerakkan oleh sentimen trader dan human behaviour yang selalu berubah-ubah. Sistem trading pun bisa gagal karena berbagai sebab.

Katakanlah Anda punya sistem range trading yang cocok dengan kondisi pasar sebelumnya dan saat ini. Namun tiba-tiba, sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Bank Sentral yang memutuskan untuk memotong suku bunga. Akibatnya, sentimen pasar tiba-tiba berubah bearish dan harga merosot tajam. Dalam situasi seperti itu, jelas sistem trend following lebih tepat diterapkan ketimbang range trading.

Holy grail trading di semua kondisi pasar

Dengan demikian, konsep holy grail trading yang dikatakan bisa selalu profit jelas tidak relevan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Sekalipun holy grail trading itu memang ampuh diterapkan di suatu kondisi pasar, perolehannya bisa sangat berbeda jika digunakan di kondisi pasar lain. Maka dari itu, konsep yang benar untuk holy grail trading bukanlah selalu profit di setiap waktu, tapi bisa diandalkan di kondisi pasar yang sesuai dengan metodenya.



 

Daripada Mencari Holy Grail Trading, Fokuslah Pada 3 Hal Ini

Keinginan menemukan holy grail trading seringkali mengalihkan fokus trader dari hal-hal lain yang lebih penting. Daripada sia-sia mencari sesuatu yang tidak ada, pusatkan perhatian Anda untuk mempelajari dan menemukan 3 komponen ini:

 

1. Strategi Trading Ideal Sesuai Kepribadian

Setiap trader bisa memiliki karakteristik dan gaya trading yang berbeda-beda. Karena tidak ada strategi holy grail trading yang berlaku secara universal untuk semua trader, maka temukanlah strategi trading yang sesuai dengan gaya Anda sendiri, lalu uji keberhasilannya di akun demo.

 

2. Manajemen Risiko

Sekalipun Anda sudah menerapkan strategi trading ideal yang sudah teruji, kemungkinan rugi akan selalu ada karena pergerakan market yang tak bisa diprediksi secara pasti. Jadi untuk menghindari risiko kerugian tak terkendali saat pasar bergerak melawan posisi Anda, gunakanlah manajemen risiko untuk membatasi loss sesuai batas toleransi.

Manajemen risiko holy grail trading

 

3. Psikologi Trading

Karena selalu berhadapan dengan berbagai kemungkinan yang tak bisa diprediksi akurat, trading forex sangat memerlukan konsistensi. Kestabilan ini biasanya ditentukan oleh psikologi trading yang baik. Jika Anda masih sering terbawa emosi saat melihat pergerakan harga yang tidak sesuai harapan, maka sebaik apapun strategi trading dan manajemen risiko yang digunakan tidak akan bermanfaat banyak. Hal itu karena emosi bisa memotivasi Anda untuk tidak mematuhi strategi trading dan manajemen risiko yang telah direncanakan. Untuk memahami ide awal tentang psikologi trading yang baik, Anda bisa berkunjung ke halaman ini.



Tidak ada holy grail trading bukan berarti Anda tidak bisa profitable. Dalam trading forex, konsistensi profit masih bisa diraih jika Anda memperhitungkan strategi ideal, manajemen risiko, dan psikologi trading.



Forum

Sitjuaripin (30 Dec 2017)

Selamat malamSaya pak aripin dri sbySaya punya akun kuncian di buy 1335 dan 1325(sept 2017)Posisi sell di 1262 dan 1271(des 2017)Ekuity di $4990Sya pake akun regular ( bukan MT4)Apa akun saya masih bisa diselamatkan?Bagaimana cara buka hedging yg benar?Mohon penjelasan sejelasjelasnya dan pencerahannyaTerimakasih

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Dindin
6 JAN 2021

Holy grail trading yang mutlak dan bisa diterapkan oleh semua orang memang tidak ada. Tapi tiap orang punya strategi holy grail masing-masing, yang mana kalau dipakai orang lain bisa saja malah tidak efisien.

Anna
6 JAN 2021

Kalau misalnya holy grail benar-benar ada, apa yang akan terjadi ya?

Kayla
6 JAN 2021

Berarti trader tersebut akan menjadi orang terkaya di dunia, dan kemungkinan di-banned dari pasar forex dan depositmu tidak bisa ditarik hehehehe

Dylan
6 JAN 2021

Terus, sebaiknya untuk pemula, kalau ga nyari holy grail, mesti ngapain dong?

Mentari
6 JAN 2021

Jangan cari strategi holy grail, tapi indikator yang sangat akurat menunjukkan sinyal buy atau sell. Terus cari dan seringlah coba-coba, kamu akan menemukan indikator yang paling cocok denganmu dan tujuan tradingmu.

Kirim Komentar/Reply Baru
Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   91  
EMA Paling Baik Digunakan

EMA berapa ya yg paling baik digunakan? Apa ada pengaruhnya jg sm time frame yg dipakai?

Sandra 3 Sep 2014

Reply:

Basir (03 Sep 2014 15:17)

Ada. EMA default atau bawaan dari MT4, kami kira sudah cukup. Thanks.

Edi (23 Dec 2016 08:54)

Gimana suhu cara analisa EMA default? Maap masi newbe

Basir (27 Dec 2016 08:00)

Untuk Edi..

MA adalah kependekan dari Moving average. Indikator ini boleh dikatakan yang paling tua dan sederhana, namun indikator ini tetap terus dipakai oleh trader karena sederhana dan mudah dibaca. Indikator MA memiliki dua varian utama : Pertama adalah biasa disebut dengan SMA (Simple moving average) dan yang kedua adalah EMA (exponential moving average).

Anda bisa menyimak ulasannya di Panduan dan Belajar EMA.

Thanks.

Lukman Sapta (25 Jan 2017 21:46)

Bisa tidak MA dipakai dgn fibo? Kalao bisa mohon petunjuk bagaimana caranya..

Terimakasih

Basir (27 Jan 2017 08:10)

Untuk Lukman Sapta..

Dalam hal ini anda perlu memahami dulu kinerja dari kedua indikator tersebut. Anda bisa membaca ulasannya di Fibo dan MA.

Thanks.

M Singgih (01 Feb 2017 02:44)

@ Sandra:

Dalam prakteknya, penggunaan ema memang disesuaikan dengan time frame trading. Semakin rendah time frame trading diperlukan ema yang responsnya lebih cepat, karena jika Anda menggunakan time frame rendah tentu menginginkan respons yang lebih cepat untuk bisa memberikan sinyal entry sesegera mungkin.

Berapa periode waktu yang pas untuk ema pada time frame tertentu, tidak ada patokannya. Tetapi dalam prakteknya untuk time frame daily sering digunakan ema 200. Untuk time frame yang lebih rendah perlu dilakukan backtest untuk pasangan mata uang tertentu sehingga diketahui periode waktu berapa yang cukup akurat.

Akurasi ema dilihat dari validitasnya dalam menampilkan support dan resistance (sebagai kurva support dan resistance dinamis) dan arah trend. Untuk periode waktu yang berbeda akurasi support dan resistance-nya akan berbeda juga.

Sebagai contoh, perhatikan AUD/USD Daily dengan ema 200 dan AUD/USD M30 dengan ema 34 berikut ini:






@ lukman sapta:

Moving averages termasuk ema memang sering digunakan dalam analisa teknikal bersamaan dengan Fibonacci retracement. Dalam hal ini level-level Fibonacci retracement digunakan sebagai acuan support dan resistance statis, sedang kurva ema sebagai support dan resistance dinamis dan arah trend.
Sebagai contoh, berikut adalah kombinasi ema 55 dan Fibonacci retracement pada XAU/USD  H1:



Cara menentukan Fibonacci retracement: tentukan titik swing low dan swing high yang terdekat, kemudian pasang garis Fibonacci-nya, maka akan tampak level-level retracement-nya.
Untuk menentukan periode ema sebaiknya dilakukan backtest pada pasangan mata uang yang Anda tradingkan dan time frame yang digunakan. Khusus untuk time frame daily, trader biasanya menggunakan ema periode 200 atau 100.

Septiah (01 Aug 2018 17:03)

kalau untuk scalping bagaimana pak ya? EMA apa yang paling enak digunakan?

M Singgih (02 Aug 2018 03:47)

@ Septiah:

Untuk scalping di time frame 5 menit (M5) atau 15 menit (M15), Anda bisa menggunakan 2 ema, yaitu ema 8 dan ema 21. Amati posisi keduanya, dan saat keduanya berpotongan (crossing).

Sebaiknya juga dikonfirmasi dengan price action yang terbentuk sebagai sinyal entry, dan juga kombinasi indikator trend dan indikator momentum, misal parabolic SAR dan RSI.
Sebagai contohnya, silahkan baca di rubrik tanya jawab ini.

Septiah (09 Aug 2018 08:48)

Terima kasih pak m singgih atas saran dan rekomendasinya. Sudah saya backtest dan forward test dari kemarin. Hasilnya sangat memuaskan. Minggu depan akan saya coba di akun real.

Sistem ini apakah cuma untuk scalping pak m singgih? apakah kalau saya aplikasikan di time frame yang lebih besar juga bisa berjalan nantinya?

M Singgih (10 Aug 2018 05:41)

@ Septiah:

Terima kasih juga.
Ya, biasanya digunakan untuk scalping, atau di bawah time frame H1. Karena scalping membutuhkan kecepatan. Dalam hal ini respon ema lebih cepat dari sma, dan semakin kecil periode akan semakin cepat merespon perubahan harga.

Untuk time frame yang lebih tinggi (H1, H4, daily), biasanya digunakan ema 21, ema 34, ema 55, ema 89 dan ema 100. Bisa salah satu saja atau kombinasi 2 ema, tetapi juga harus di-backtest / forward test.

Khusus untuk time frame daily, banyak trader yang mengkombinasikan dengan sma 200 (harga rata-rata 200 hari), misal: sma 200 dan ema 55, sma 200 dan ema 34, dsb.
Sebagai contoh bisa lihat di: Analisa Teknikal Pair Forex Mayor 18 - 25 Juli 2018
Baca juga: Trading Dengan 200 Day Moving Average

Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   54  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   382  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   125  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   108  
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Anna   30 Mar 2021   102  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339