Apa Fungsi Overbought Dan Oversold Dalam Trading Forex?

Wiji Purnama 4 Jun 2020
Dibaca Normal 6 Menit
forex > belajar >   #overbought   #oversold
sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi overbought dan oversold dalam forex, mari berkenalan dulu dengan definisi kedua istilah tersebut.

Overbought dan oversold adalah dua istilah yang sering muncul dalam analisa trading forex. Dua hal itu sangat penting dipahami karena bisa mendefinisikan kondisi harga saat ini dan langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapinya. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi overbought dan oversold dalam forex, mari berkenalan dulu dengan definisi kedua istilah tersebut.

Overbought dan Oversold dalam trading forex

 

Apa Itu Overbought Dan Oversold?

Overbought merupakan sebuah kondisi di mana harga telah mencapai batas jenuh dari kenaikannya. Keadaan ini umumnya didahului dengan pergerakan uptrend yang sangat signifikan. Setelah kenaikan harga dirasa cukup, para trader dan investor yang sebelumnya mendorong harga dengan membuka order buy akan menutup posisi untuk mengambil profitnya. Di titik inilah harga dikatakan mengalami kondisi overbought.

Karena banyak pelaku pasar menutup posisi long dan melakukan profit taking, harga akan melemah setelah melalui level overbought. Semakin banyak trader dan investor yang mengakhiri order buy-nya, semakin tajam pula penurunan harga yang terjadi setelah level overbought terlewati.

Sementara itu, oversold adalah kebalikan dari overbought. Kondisi ini mencerminkan harga yang telah mencapai batas jenuh dari penurunannya. Didahului oleh pergerakan downtrend yang tajam, oversold bisa terjadi karena sebelumnya ada dorongan sell dari para trader dan investor yang sangat besar. Ketika penurunan harga sudah dianggap terlalu ekstrim dan para pelaku pasar mengambil keuntungan dengan menutup posisi sell, di situlah oversold terjadi.

 

Bagaimana Cara Mengenali Overbought Dan Oversold?

Baik overbought maupun oversold bisa diketahui dengan bantuan indikator oscillator yang memiliki dua standard level ekstrim seperti RSI (Relative Strength Index) dan Stochastic. Seumpama Anda trading dengan platform MetaTrader, maka jenis indikator tersebut bisa dipasang dengan cara berikut ini:

  1. Buka menu Insert -> Indicators -> Oscillators.
  2. Pilih RSI atau Stochastic, kemudian klik OK.

Cara mengetahui overbought dan oversold

RSI dan Stochastic sama-sama bisa mengukur overbought dan oversold, tapi melalui standard level yang berbeda. Jika menggunakan indikator RSI, batasnya adalah 70 untuk jenuh beli dan 30 untuk oversold. Sementara pada Stochastic, standard-nya adalah 80 dan 20. Seumpama Anda menggunakan RSI, suatu kondisi jenuh beli terlihat apabila grafik indikator telah naik melebihi level 70. Sebaliknya, oversold terkonfirmasi saat grafik RSI turun melewati level 30.

Mengetahui overbought dan oversold dengan RSI

Pengamatan pada indikator Stochastic kurang lebih sama, hanya saja level yang dijadikan patokan adalah 80 untuk overbought dan 20 untuk oversold.

Mengetahui overbought dan oversold dengan Stochastic

 

Apa Fungsi Overbought Dan Oversold Dalam Trading Forex?

Karena mencerminkan suatu kondisi jenuh beli, overbought merupakan sinyal penting yang mengisyaratkan potensi reversal bearish. Sebaliknya, oversold yang merupakan kondisi jenuh jual diartikan sebagai penanda reversal bullish.

Untuk itu, crossing sinyal RSI atau Stochastics dari level overbought dan oversold sering diantisipasi untuk mengambil posisi berdasarkan strategi trend reversal.

 

Cara Trading Dengan Overbought Dan Oversold

Katakanlah harga saat ini sedang naik kencang tapi grafik RSI melintasi level 70, maka artinya harga kemungkinan akan berbalik turun tak lama lagi. Dalam situasi ini, langkah ideal yang dilakukan adalah membuka posisi sell. Meski fungsi utamanya adalah memberikan sinyal entry untuk pengguna strategi trend reversal, overbought juga dapat dimanfaatkan oleh trader yang mengikuti trend (trend follower).

Biasanya, overbought menjadi sinyal awal bagi trend follower yang masih menahan posisi buy untuk mempertimbangkan langkah exit. Sementara trader pengikut trend yang baru akan buka posisi akan menjauh sejenak dan mencari kesempatan lain ketika ada tanda-tanda harga akan melanjutkan trend.

Trading overbought dan oversold dengan RSI

Lalu bagaimana dengan isyarat oversold? Sama seperti overbought, sinyal jenuh jual merupakan syarat entry bagi para pengguna strategi trend reversal. Namun jika overbought menjadi sinyal sell, oversold difungsikan sebagai indikasi open buy. Jika Anda menggunakan indikator RSI, maka sinyal tersebut muncul ketika grafik indikator terus turun hingga melewati level 30. Pada saat ini, bahkan trend follower pun akan merespon dengan bersiap-siap mengakhiri posisi sell yang sudah ditahannya, atau menghindari open posisi karena tidak didukung oleh sinyal penerusan downtrend.

 

Hal Penting Yang Tak Dapat Dikesampingkan

Sekalipun sering diandalkan dalam trading forex dengan strategi trend reversal, overbought dan oversold tetap memiliki risiko. Untuk mengantisipasinya, trader pemerhati kedua sinyal tersebut perlu mempertimbangkan 2 hal berikut:

  • Sinyal overbought dan oversold untuk strategi trend reversal paling efektif bekerja di pasar sideways. Saat harga sedang trending dan dipengaruhi sentimen pasar yang sangat kuat setelah rilis suatu berita berdampak besar, kondisi overbought dan oversold bisa terjadi secara terus-menerus.
  • Untuk entry berdasarkan sinyal jenuh beli dan jenuh jual, jangan terburu-buru dan sebaiknya gunakan konfirmasi dari indikator atau metode analisa lain. Sebagai contoh, pastikan jika grafik RSI telah bergerak turun dari level 70 sebelum entry sell dari sinyal overbought.

Waspadai saat trading overbought saat harga sedang trending

Anda juga dapat melihat sinyal price action saat overbought terjadi. Apabila harga membentuk pin bar atau pola pembalikan lain, maka entry trading dengan strategi trend reversal bisa lebih terkonfirmasi. Semakin banyak sinyal yang dipertimbangkan sebagai konfirmator, semakin valid pula posisi Anda.

Konfirmasi entry overbought oversold dengan price action

 

FAQ Overbought dan Oversold

 

1. Apa itu overbought?

Overbought merupakan kondisi dimana harga telah mencapai titik jenuh dari penguatannya. Hal ini biasanya terlihat dari pergerakan uptrend yang sangat kencang.

 

2. Apa yang dimaksud dengan oversold?

Sebaliknya, oversold adalah kondisi saat harga telah mencapai titik jenuh jual. Biasanya ditandai dengan pergerakan downtrend yang tajam.

 

3. Bagaimana cara mengenali overbought dan oversold?

Untuk mengenali overbought dan oversold trader bisa menggunakan indikator oscillator yang memiliki dua standar level ekstrim. Beberapa contohnya adalah RSI (Relative Strength Index) dan Stochastic. Keduanya tersedia dalam platform trading populer, MetaTrader.

 

4. Apa fungsi overbought dan oversold dalam forex?

Overbought merupakan sinyal penting yang mengisyaratkan potensi reversal bearish. Sebaliknya, oversold yang merupakan kondisi jenuh jual yang bisa diartikan sebagai penanda reversal bullish. Umumnya, trader akan menggunakan crossing sinyal RSI atau Stochastics untuk mengambil posisi berdasarkan strategi reversal.

 

5. Bagaimana cara menggunakan overbought dan oversold?

Oversold bisa digunakan sebagai indikasi sinyal open buy. Sementara overbought bisa menjadi sinyal awal bagi trend follower yang masih menahan posisi buy untuk mempertimbangkan langkah exit.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Halo Agung. Entry Sell/Buy dapat dilakukan bila ada konfirmasi pada indikator Stochasitic. - Entry Buy, dapat dilakukan jika candle bergerak di atas garis EMA, dan terjadi oversold di indikator Stochastic. - Entry Sell, dapat dilakukan jika candle bergerak di bawah garis EMA, dan terjadi Overbought pada indikator Stochastic. Disarankan sebelum menggunakan strategi ini, pastikan trader sudah menguji di akun demo terlebih dahulu. Terima kasih.
 Damar Putra |  21 Mar 2022
Halaman: Cara Scalping Menit Dengan Ema Dan Stochastic
@Indra: Seperti yang tertampil pada artikel di atas, pada pada dasarnya, indikator MACD kurang bagus apabila digunakan untuk melihat kondisi overbought dan oversold. Jenis indikator ini penggunaannya untuk trend (struktur market) dan momentum. Cara mengetahui overbought dan oversold dengan menggunakan indikator MACD adalah dengan melihat akselarasi naik/turun dari garis MACD. Jika garis MACD naik/turun secara cepat, hal ini menunjukkan (memberikan signal) harga sudah overbought/oversold dan akan kembali ke normal. Cara ini kurang akurat karena akan banyak false signal. Untuk lebih akurat, pasangkan dengan indikator oscillator seperti RSI.
 Kiki R |  21 Apr 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Macd Untuk Day Trading
Keadaan overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti.
Keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti
 Syauqi Muzakkir |  28 Apr 2022
Halaman: Indikator Ampuh Untuk Trading
Keadaan oversold atau jenuh jual menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti. Keadaan overbought atau jenuh beli menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten tanpa mengalami koreksi yang berarti
 Haidi Hardiman |  13 May 2022
Halaman: Cara Membaca Candlestick Smash Bar
Overbought merupakan sebuah kondisi di mana harga telah mencapai batas jenuh dari kenaikannya. Keadaan ini umumnya didahului dengan pergerakan uptrend yang sangat signifikan.
Setelah kenaikan harga dirasa cukup, para trader dan investor yang sebelumnya mendorong harga dengan membuka order buy akan menutup posisi untuk mengambil profitnya. Di titik inilah harga dikatakan mengalami kondisi overbought.
Sedangkan oversold adalah kebalikan dari overbought
 Kakana Assasin |  23 May 2022
Halaman: Cara Trading Kripto Dengan Indikator Stochastic
@ Arif Ardiansyah:

Indikator stochastic akan akurat ketika digunakan pada pergerakan harga yang sideways, yaitu dengan mengamati area overbought dan oversold untuk menentukan momentum entry (buy atau sell).

Indikator yang biasanya digunakan sebagai kombinasi adalah indikator trend yaitu ADX, moving average, MACD dan juga parabolic SAR.

Jika pergerakan harga masih sideways, maka kurva indikator ADX akan menunjukkan angka di bawah level 20. Jika ADX naik di atas 20, maka pergerakan harga berubah jadi trending, dan overbought dan oversold tidak berlaku. Jika pasar berubah trending, amati divergensi dari indikator stochastic tsb, dengan dikonfirmasikan oleh indikator trend lainnya.
 M Singgih |  26 May 2022
Halaman: Cara Trading Kripto Dengan Indikator Stochastic

Komentar[8]    
  Meta   |   11 Jun 2020

Lvl jenuh beli (overbought) & jenuh jual (oversold) pd indikator momentum mmberikan pemahaman trhdp pergerakan harga & perilaku pasar

  Dion   |   22 Dec 2020

Sinyal overbought oversold ini terpercaya/reliable gak sih?

  Putri   |   22 Dec 2020

Reliable, tapi jangan hanya mengandalkan sinyal ini aja, harus dibarengi dengan penggunaan tools lain kayak trend, manajemen risiko, dll

  Anne   |   22 Dec 2020

Indikatornya lebih baik pake stochastic atau RSI ya?

  Damara   |   22 Dec 2020

Pemakaian indikator di atas tergantung kondisi pasar. Kalau lagi trending lebih baik pakai RSI, kalau trend lagi sideways atau choppy bisa pakai stochastic

  Krisdayant   |   22 Dec 2020

Kirain prinsip dasar trading itu pokoknya kalau lagi uptrend: buy, kalau downtrend: sell. Ternyata lebih kompleks lagi :(

  Hans   |   16 Nov 2021

Hallo kak, maaf mau tanya, contoh diatas pakai timeframe yang berapa ya? 

  Tutik   |   17 Nov 2021

Kayaknya sih 4h deh