4 Metode Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Wiji Purnama 21 Nov 2016
Dibaca Normal 6 Menit
forex > belajar >   #risiko   #manajemen-risiko
Trading forex tanpa manajemen risiko sama bahayanya dengan berkendara tanpa rem. Mengapa manajemen risiko begitu penting dalam belajar trading forex?

Salah satu kunci sukses dalam belajar trading forex adalah manajemen risiko. Anda bisa mengklaim punya strategi trading ampuh atau menggunakan analisa terpercaya, tapi percuma saja jika itu semua diterapkan tanpa manajemen risiko. Mengapa? Karena tanpa adanya manajemen risiko, cepat atau lambat trading Anda akan gagal meraih hasil yang profitable.

Dalam pasar forex tak ada ilmu pasti yang bisa 100% memperkirakan pergerakan harga dengan benar. Sebaik-baiknya suatu sistem pasti ada potensi kesalahan prediksi yang bisa membuat posisi trading Anda loss. Oleh karena itu, saat belajar trading forex Anda wajib membiasakan diri dengan pengaturan manajemen risiko yang baik. Mengutip kata para ahli, "risiko itu pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya".

manajemen risiko untuk belajar trading forex
Lantas, bagaimana cara trader belajar trading forex untuk mengatur manajemen risiko yang baik? Ada beberapa solusi manajemen risiko yang bisa Anda terapkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Menentukan Besar Risiko Per Trade

Katakanlah Anda mempunyai modal sebesar 1,000 USD. Setelah 'diungkit' dengan leverage 1:100, maka saldo trading yang bisa Anda gunakan berjumlah 100,000 USD. Sekarang pertanyaannya, apakah Anda langsung memakai 100,000 USD tersebut dalam sekali trade?

Jika ya, maka artinya Anda sama sekali tidak memperhitungkan manajemen risiko saat belajar trading forex. Menggunakan semua saldo yang ada dalam satu posisi itu namanya sama saja dengan bertaruh. Jika menang maka profitnya banyak, namun apabila kalah semua dana Anda bisa langsung habis karena merugi. Padahal, kesempatan trading tak hanya sekali. Kenyataannya, ada banyak sekali peluang yang bisa senantiasa Anda temukan dari pergerakan harga di pasar forex.

Jadi agar bisa bertahan lama di pasar forex, sebaiknya terapkan cara trading forex dengan menentukan besar risiko per trade. Risiko per trade dianjurkan seukuran 0.5% sampai 2% dari modal trading. Jadi apabila punya modal 1,000 USD, tetapkan risiko per trade antara 5 USD hingga 20 USD saja. Menerapkan metode manajemen risiko ini akan sangat bermanfaat untuk mencegah risiko loss berlebih, sekaligus memberikan kesempatan lebih banyak bagi Anda untuk bertrading.

 

2. Membatasi Open Posisi

Sudah menjadi rahasia umum bila broker forex memperkenankan Anda untuk membuka beberapa posisi dalam satu waktu. Cara trading forex seperti ini bagus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dari beberapa pair sekaligus. Namun jika ada terlalu banyak posisi yang dibuka secara simultan, maka sama saja Anda telah merisikokan ukuran trading yang sangat besar.

Sebagai contoh, dengan besar risiko per trade sebanyak 2% dan leverage 1:200, membuka 40 posisi sekaligus sama saja dengan mempertaruhkan semua dana di akun Anda. Idealnya, Anda disarankan untuk tidak membuka lebih dari 4 posisi dalam satu waktu. Kontrol manajemen risiko seperti ini akan mempermudah Anda mengukur potensi kerugian trading.

 

3. Mengatur Rasio Risk Reward

Tips manajemen risiko ini berkenaan dengan pemanfaatan fungsi stop loss dan take profit. Dalam materi belajar trading forex sebelumnya, telah disebutkan bahwa stop loss bermanfaat melindungi posisi trading dari kerugian lebih banyak. Sedangkan take profit dapat digunakan untuk mengunci profit.

Dalam kaitannya dengan pengaturan manajemen risiko, Anda bisa sesuaikan pengaturan level stop loss dan take profit dengan rasio risk reward (laba rugi) tertentu. Sebaiknya rasio risk ditetapkan lebih kecil dari reward, supaya capaian profit yang Anda kumpulkan bisa lebih banyak dari jumlah kerugian.

Misalnya, ketika belajar trading forex Anda dapat menggunakan metode manajemen risiko dengan rasio risk reward 1:2. Maka perhitungan stop loss dan take profitnya adalah sebagai berikut: entry buy EUR/USD pada level 1.1280 ditentukan dengan stop loss pada 1.1260 (jarak 20 pips), dan take profit pada 1.1320 (selisih 40 pips dari level entry). Jika digunakan secara konsisten dengan strategi trading yang telah teruji, maka rasio risk reward tersebut dapat menunjang profitabilitas trading Anda dalam jangka panjang.

 

4. Memanfaatkan Trailing Stop

Satu lagi cara mengatur manajemen risiko yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan trailing stop. Fasilitas ini sebenarnya adalah pelengkap stop loss yang bisa diatur untuk menyempurnakan fungsi take profit. Bagaimana bisa? Coba simak dulu contoh penggunaannya di bawah ini:

Ida membuka order buy EUR/USD di 1.1280 dengan rasio risk reward 1:2 (stop loss di 1.1260 dan take profit 1.1320). Untuk mengamankan profit, ia mengatur trailing stop 5 pips ketika harga bergerak naik sesuai perkiraannya. Artinya, setiap kali harga naik 5 pips, maka stop loss juga akan bergeser ke atas sebanyak 5 pips. Katakanlah harga meningkat jadi 1.1285, maka stop loss yang tadinya di 1.1260 akan mengekor naik dan berada di level 1.1265. Apabila nantinya harga tiba-tiba turun sebelum mencapai take profit, misalnya di level 1.1310, maka keuntungan yang sudah diraih tak akan hilang, karena stop loss akan tereksekusi di level 1.1290.

Dengan demikian, jelaslah bahwa trailing stop ini membantu Anda untuk memaksimalkan fungsi stop loss dan take profit. Namun demikian, ada satu kunci manajemen risiko penting yang perlu Anda camkan baik-baik di sini: Trailing stop paling bermanfaat jika diterapkan di pasar trending, ketika harga sedang menguat atau menurun tajam. Di kondisi pasar sideways atau ranging, penggunaan take profit justru bisa membuat posisi Anda terkena stop loss lebih awal sebelum profit trading terkumpul.

Trailing stop merupakan fitur yang sudah banyak ditawarkan broker untuk melengkapi kebutuhan pengelolaan manajemen risiko trader. Namun karena tak digunakan sebanyak stop loss dan take profit, ada juga beberapa broker yang tidak melengkapi platform tradingnya dengan fungsi trailing stop. Apabila Anda memerlukan fasilitas ini untuk menyempurnakan manajemen risiko, pilihlah broker forex terbaik yang menawarkan fitur trailing stop.

 

Metode Manajemen Risiko Mana Yang Terbaik?

Saat belajar trading forex. manajemen risiko perlu dipahami karena berperan melindungi trading Anda dari risiko pergerakan pasar yang tak menentu. Teknik trading yang bagus selalu memuat rencana manajemen risiko, termasuk trading otomatis yang dikelola dengan penggunaan robot trading forex terbaik.

Manajamen risiko bisa diatur dengan beberapa cara. Anda bisa memilih salah satu tips di atas, atau menerapkan semua metode yang direkomendasikan di artikel ini sebagai cara belajar forex terbaik. Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilihlah cara trading forex yang menurut Anda mudah, bisa diterapkan, dan sesuai dengan pengelolaan dana trading Anda.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Cara instan untuk menetapkan stop loss adalah: - Saat buka posisi buy, pasang stop loss dekat support terakhir (level terendah sebelumnya). - Saat buka posisi sell, pasang stop loss dekat resisten terakhir (level tinggi yang pernah tercapai sebelumnya). Ada banyak cara untuk mengetahui support dan resisten ini.

Tetapi untuk memutuskan kapan exit suatu posisi itu memang tidak mudah, dan setiap trader biasanya punya kiat sendiri agar profit dan terhindar dari loss. Diantaranya:

- Trader yang menggunakan indikator MACD, misalnya, disarankan agar tutup posisi saat MACD sudah mulai mendatar selama beberapa candle, karena itu artinya pasar sudah tidak trending lagi dan bisa jadi akan berbalik arah. Dengan begitu maka posisi yang sudah profit tidak berubah loss.

- Trader pengguna Fibonacci Retracement bisa jadi saat buy di level 50.0 akan memasang TP di garis Fibonacci berikutnya (61.8) dan SL di garis Fibonacci sebelumnya (38.2). Setiap indikator biasanya mengandung tips tersendiri untuk menetapkan stop loss dan kapan harus take profit.

- Ada juga yang menggunakan manajemen risiko. Jadi ini tergantung berapa dana yang dimiliki, setting risk management, lot yang dipakai, dan saat memilih leverage-nya. Dalam hal ini, stop loss itu selaras dengan Take Profit. Jadi contohnya misal Anda pasang target take profit 20 pips, maka jangan pasang stop loss 100 pips, karena nanti akan floating terlalu jauh; jadi pasang SL 30-40 pips saja.

Kemudian tentang pending order. Trader pengguna strategi apapun biasanya akan berhati-hati menjelang rilis berita berdampak besar, karena saat rilis bisa terjadi gejolak harga yang tak normal. Trader juga bisa cut loss ataupun take profit sebelum pasar tutup akhir pekan karena di hari senin bisa terjadi gap.

Atau sebaliknya, pasang pending order dengan ekspektasi tertentu. Pending order dilakukan saat analisa mengekspektasikan harga akan bergerak ke arah tertentu, tetapi saat ini harga belum tercapai. Daripada harus memelototi chart terus-terusan, maka dipasanglah pending order.
 Admin |  11 Feb 2015
Halaman: Kesalahan Trading Yang Fatal
Yang namanya Holy Grail dalam trading itu tidak ada, apalagi sistem yang akurat sampai 100%. Harusnya saat mengamati performa trader lain yang mengaku sukses, Anda juga memperhatikan Track Record-nya, sebesar apa Win Rate-nya, Maximum Drawdown, dan lain sebagainya.
Track Record itu juga sebaiknya ditampilkan di platform portofolio yang sudah terkenal dan kredibel, seperti Myfxbook atau Forex Factory, dan bisa diakses semua orang. Jadi, mempercayai performa trader sukses itu tidak bisa asal hanya dengan melihat apa yang dia tampilkan di Youtube.

Lagipula, ada 2 hal yang perlu Anda pahami di sini. Pertama, sangat mustahil untuk membangun strategi trading dari hanya satu jenis analisa (seperti analisa Candle), tanpa menggunakan metode analisa yang lain sebagai konfirmator. Apabila trading tsb. tidak dilengkapi manajemen risiko, maka justru lebih berbahaya lagi.

Kedua, trading Binary Options itu tidak sama dengan Forex. Jika yang Anda perhatikan itu bisa diterapkan di Binary, maka belum tentu itu juga bisa diterapkan di Forex. Dalam trading Forex, trading 1 menit itu dianggap sangat berbahaya dan hanya berspekulasi.

Jadi sepertinya, channel Youtube itu kurang bisa diandalkan sebagai patokan. Kemungkinan dia hanya trader yang ingin mempromosikan platform Olymp Trade. Hati-hati dengan trader semacam ini.
 Hari Santoso |  13 Dec 2018
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Ya... seperti itulah. Enaknya kalau sudah margin call kamu bisa antisipasi supaya tidak mencapai level stop out dengan manajemen risiko. Broker biasanya memintamu deposit uang untuk menutupi kekurangan uang
 Laila |  27 Jan 2021
Halaman: Apa Itu Stop Out Broker Forex
Sebelum ya. Jadi perkiraannya masih kasar banget. Kapan entry, kapan exit, manajemen risiko, dll semuanya ada di trading plan. Baru setelah kamu coba-coba di akun demo, dan merasa trading plan-mu kok ga cocok ya? Baru bisa diperbaiki.
 Yuwono |  2 Feb 2021
Halaman: Panduan Menyusun Rencana Trading Forex
Kondisinya memang lagi sulit, inflasi yang tinggi dan ancaman resesi global, ada geopolitik yang makin panas dan tambah lagi kasus kripto dari FTX. Saat ini, untuk crypto sebaiknya hati-hati karena efek dari FTX akan seperti domino. Merembet kemana-mana termasuk orang-orang yang membantu mempromosikannya. Mengenai tahan atau cut loss, Anda entry di instrumen apa? Kripto, emas, forex, atau saham? Terakhir tentang hubungan diplomatik antara AS dan China yang mempengaruhi pasar kripto dan perdagangan besar diakibatkan oleh arus uang (capital flow). Saya coba jelaskan sedikit konsep aliran uang besar yang dimiliki investor besar. Para investor besar (yang mempunyai dana besar) melakukan investasi dan memindahkan uangnya ke instrumen yang aman dan memberikan nilai keuntungan yang lebih besar. Mereka terbiasa melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko. Contoh, pada pandemi 2020 lalu, emas naik sangat tinggi karena para investor ini ramai-ramai mengalihkan dananya ke emas untuk melindungi dari pasar global yang anjlok. Saham dan instrumen investasi kala itu banyak yang koreksi dengan signifikan. Nah, ketika AS dan China terganggu hubungan diplomatiknya, maka efeknya kemana-mana (seperti domino). Investor yang melihat AS dan China yang tidak akur akan merasa khawatir atau takut untuk mengalihkan uangnya ke aset berisiko (seperti kripto). Kondisi ini biasa disebut dengan sentimen risk-off. Pada kondisi risk-off, investor besar (hedge fund, investment bank) mengalihkan dananya ke aset save haven seperti emas, JPY, CHF. Saat market sudah normal kembali, dan para investor mulai bergairah untuk mengambil aset lebih berisiko, kondisi ini biasa disebut dengan sentimen risk-on. Aset-aset berisiko (seperti kripto) mulai naik lagi.
 Kiki R |  18 Nov 2022
Halaman: Market Pagi Ini Kasus Ftx Makin Suram Aschina Bertemu Di Ktt G
Menurutku, kalau orangnya disiplin, menggunakan kartu kredit ini nggak apa-apa juga. Soalnya ada banyak rewards dan poin-poin yang bisa kita manfaatkan gitu buat keperluan sehari-hari. Masalahnya, kadang-kadang manusia nggak bisa menahan nafsunya, terutama dalam hal beli-beli barang konsumerisme gitu. Jadi, bablas aja beli sana dan beli sini padahal ngutang.Kartu kredit juga membantu banget kalau lagi emergensi. Pembayarannya mudah dan cepat. Kalau boleh kasih saran, karena kartu kredit itu kan ada biaya macam-macam, admin, tambahan, keanggotaan tahunan, sampai penalti kalau kita telat bayarnya, jadi kalau bisa apply kartu kredit pas lagi promo aja yang biasanya nggak membebankan biaya-biaya itu selama setahun. Nanti kalau udah mau habis masa keanggotaannya, ya di-cut juga kartu kreditnya. Tapi, ingat pemakaiannya harus bijak, disiplin dan nggak boleh ngaret bayar-bayar. Btw, mau nanya deh buat kalian yang tahu. Teman saya kan ada yang mau KPR. Orangnya nggak punya kartu kredit sama sekali. Tapi, dia ditolak justru karena nggak ada riwayat kreditnya sebelumnya. Pihak bank nggak bisa menilai apakah orang ini rutin membayar tagihan atau nggak ke depannya. Jadi, dianggap terlalu berisiko. Itu kenapa ya?
 Moh Ibrahim |  21 Nov 2022
Halaman: Kelebihan Dan Kekurangan Kartu Kredit

Komentar[2]    
  Ciro   |   8 Jun 2022

Ada gak aplikasi yang bisa ngitungin mm secara otomatis? Gw males ngitung soalnya wkwkwkw

  Evan   |   10 Jun 2022

Ada. Silahkan dibuka link Kalkulator Money Management