Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?

Wahyudi 27 Mar 2020 1285

Kalau Anda membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda sedang tertarik untuk berinvestasi. Good decision! Namun sebagai seorang calon investor, penting untuk mengetahui profil risiko sebelum melakukan investasi.

Kalau Anda membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda sedang tertarik untuk berinvestasi. Good decision! Namun sebagai seorang calon investor, penting untuk mengetahui profil risiko sebelum melakukan investasi. Dengan mengetahui profil risiko, Anda bisa lebih mudah memilih dan menentukan produk investasi yang sesuai. Jadi, nantinya produk investasi pilihan Anda bakal disesuaikan berdasarkan tingkat keuntungan dan tingkat risiko yang sanggup ditanggung.

Pada dasarnya, tingkat risiko yang berani Anda ambil berbanding lurus dengan potensi keuntungan investasi. Semakin tinggi risiko yang berani diambil, maka potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga bakal lebih besar. Ini dia yang dimaksud dengan istilah high risk, high return. Umumnya, profil risiko di dunia investasi terbagi menjadi tiga, yaitu tipe konservatif, moderat, dan agresif. Berikut ini ulasannya.

Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya ?

 

Tiga Jenis Profil Risiko Investasi Yang Perlu Diketahui

Profil Risiko Investasi Konservatif

Profil risiko konservatif biasanya dimiliki oleh anda yang sedang belajar untuk melakukan investasi. Profil risiko konservatif cenderung menyukai instrumen investasi yang memiliki pola fluktuasi rendah dan resiko yang rendah. Akibat dari pemilihan instrumen dengan fluktuasi rendah ini adalah income dari investasi yang kecil namun resiko yang kecil pula, sehingga kemungkinan untuk terbakarnya modal sangat kecil sekali.

Instrumen bagi anda yang memiliki profil risiko konservatif adalah investasi pasar uang deposito dan reksa dana, di mana kedua instrumen investasi tersebut memiliki pola fluktuasi yang sangat rendah namun masih memberikan keuntungan per tahunnya, meskipun persentasenya sangat sedikit dari modal awal anda. Perlu anda ketahui reksa dana tetap memiliki resiko, dimana track record suatu perusahaan tidak bisa digunakan untuk memprediksi keuntungan di masa depan.

reksadana sebagai investasi risiko konservatif

(Baca Juga: Alasan Reksadana Tepat Jadi Menjadi Dana Darurat)

 

Profil Risiko Investasi Moderat

Investor dengan profil risiko tipe moderat umumnya sudah memiliki pemahaman bahwa investasi bersifat fluktuatif. Kapan saja, investasi bisa bergerak naik maupun turun. Walaupun begitu, mereka tetap tidak mau mengambil risiko uang hilang sama sekali saat berinvestasi. Di sisi lain, investor tipe moderat juga mengharapkan potensi keuangan investasi yang lebih tinggi dari deposito dan inflasi.

Bagi Anda yang merasa cocok dengan profil risiko moderat ini, salah satu produk investasi yang cocok ialah reksadana campuran. Kalau dibandingkan dengan saham atau reksadana saham, reksadana campuran punya risiko yang cenderung lebih rendah. Tetapi , potensi keuntungan yang ditawarkan tidak kalah menggiurkan dari jenis investasi lainnya.

 

Profil Risiko Investasi Agresif

Ini dia profil risiko yang paling siap menghadapi segala risiko dalam berinvestasi. Mereka sadar bahwa investasi bersifat fluktuatif dan mereka siap bila sewaktu-waktu harus kehilangan sebagian besar uang. Di sisi lain, mereka juga sadar bahwa mereka bisa mendapatkan potensi keuntungan yang besar pula. Investor tipe agresif sanggup menoleransi penurunan nilai investasi dalam jumlah besar.

Salah satu produk investasi yang cocok untuk investor tipe agresif ialah saham. contohnya, bila terjadi penurunan nilai saham, mereka justru menganggap ini sebagai peluang baik untuk membeli saham karena harga yang sedang relatif murah. Selain saham, produk investasi lain yang juga sesuai dengan investor profil risiko agresif ialah properti dan reksadana saham.

 

Ada pepatah bijak yang mengungkapkan bahwa dalam investasi itu "it’s not about how much return you will get, but how much money you can take lost" yang artinya dalam berinvestasi tersebut bukan hanya sekedar berapa banyak imbal balik yang bisa Anda dapatkan, tapu seberapa besar uang yang bisa Anda toleransi untuk mengalami kerugian.

Kirim Komentar/Reply Baru
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya 180
Forex  
Tutup Posisi Hedging

Siang pak. Kalau kita hedging mana yg di close dulu... profit ato floatingnya ? trimakasih

Samsul 1 Nov 2018

Reply:

M Singgih (02 Nov 2018 05:08)

@ Samsul:

Tergantung dari arah trend saat itu (saat Anda mulai membuka).
Misal saat ini sedang uptrend dan Anda ingin membuka hedging / locking, maka closed semua (atau salah satu) posisi sell Anda, dan biarkan yang buy. Tetapi ketika nanti harga kembali turun hingga melebihi posisi saat Anda membuka locking, maka Anda harus lock lagi di harga tersebut karena kalau tidak kerugian Anda akan bertambah atau lebih besar dari sebelum membuka posisi locking.
Kalau harga berlanjut naik biarkan hingga setidaknya kerugian Anda yang di posisi sell (yang telah direalisasikan) tertutupi atau impas dengan profit yang didapat dari posisi buy.

Contoh cara membuka locking silahkan Anda baca di rubrik tanya jawab ini.

Perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya membuka hedging / locking sama saja dengan membuka posisi baru, yang mana Anda harus bisa memperkirakan arah trend. Kalau meleset atau salah buka maka jarak kuncian akan bertambah lebar yang berarti kerugiannya akan tambah besar. Jadi lebih baik tutup semua posisi dan cari momentum untuk membuka posisi baru.

Baca juga:
Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss
Strategi Hedging Dalam Trading Forex
Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

Kapan Waktu Terbaik Investasi Reksadana?
Jujun Kurniawan 285
Cara Mudah Menghitung Return Reksadana
Febrian Surya 463
Cara Menghitung NAB Reksadana
Wahyudi 1645