EUR/USD pullback di balik risiko Geopolitik, pejabat The Fed dan data Jerman, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF rebound jelang data tenaga kerja AS, naik ke dekat level 0.9030, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD pulih dari posisi terendah 2 pekan karena fokus beralih ke laporan pekerjaan bulan Maret, 1 minggu, #Forex Fundamental   |   Emas berpotensi mengalami down trend setelah terkonfirmasi breakout, 1 minggu, #Emas Teknikal   |   Lo Kheng Hong berpotensi menerima dividen sebesar Rp3.11 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) pada 3 Mei mendatang, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui entitas usahanya, PT Mapan Global Tech mengakuisisi seluruh saham PT Multifinance Anak Bangsa yang dimiliki oleh Winato Kartono. , 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil membukukan pendapatan $46.63 juta selama 2023. Ini melesat 300.52% Year on Year (YoY) dari $11.64 juta, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan bersih Rp31.15 miliar selama 2023, 1 minggu, #Saham Indonesia

GBP/USD Bearish karena Inflasi Inggris Memerah

Hana Raisa 14 Feb 2024
Dibaca Normal 2 Menit
forex > berita >   #bearish   #berita   #berita-ekonomi   #berita-forex   #berita-forex-hari-ini   #berita-inflasi   #berita-pound   #berita-pound-hari-ini   #berita-poundsterling   #gbp   #gbpusd   #inflasi   #pound
Data inflasi CPI Inggris sangat mengecewakan sehingga memicu pelemahan nilai tukar Pound sterling. Pasar pun menunggu rilis data GDP Inggris untuk acuan selanjutnya.

GBP/USD Bearish karena Inflasi Inggris Mengecewakan

Data inflasi CPI (Consumer Price Index) Inggris anjlok dari 0.4% hingga ke -0.6% pada Januari. Padahal, pasar mengantisipasi penurunan sampai ke -0.3% saja.

Dalam basis tahunan, inflasi CPI mandek di 4.0%. Angka tersebut gagal memenuhi ekspektasi konsensus yang menginginkan kenaikan tipis ke 4.1%.

Situasi laporan Core CPI atau CPI Inti Inggris juga demikian. Pada periode yang sama, Core CPI terjun bebas dari 0.6% menjadi -0.9% MoM (month-over-month)—lebih buruk dari prediksi yang hanya mencapai -0.8%.

Data CPI Inti tahunan pun terhenti di 5.1%, padahal pasar memperkirakan kenaikan hingga ke 5.2%.

Baca Juga:

Berita-Berita Broker Terkini dan Terlengkap

 

GBP/USD Melemah

Menurut para analis dan pakar ekonomi, laju inflasi di Inggris mungkin akan kian melambat sampai beberapa bulan ke depan. Hal ini pun berdampak pada nilai tukar Pound di pasar forex.

Selama perdagangan hari ini (14/Februari), pasangan mata uang GBP/USD turun hingga ke 1.25350. Padahal, pair tersebut sempat menguat lantaran rilis data Average Earnings (pendapatan rata-rata) yang tidak menurun sebesar perkiraan pada Desember.

George Vessey, pakar utama strategi forex dari Convera mengatakan:

"Kemarin, Pound sterling menguat terhadap berbagai pair mayor karena laporan ketenagakerjaan yang lebih baik dari ekspektasi. Tingkat pengangguran bahkan turun dari 4.2% menjadi 3.8%, melampaui prediksi sebesar 4.0%. Namun, perlambatan inflasi mungkin akan mendorong Bank of England untuk memangkas suku bunga sehingga melemahkan Pound."

 

Prospek Suku Bunga BoE Tak Pasti, Pasar Menanti Rilis GDP Inggris

Data inflasi Inggris kali ini memperbesar prospek penurunan suku bunga BoE pada Juni mendatang. Namun, pasar masih diliputi ketidakpastian.

Data LSE Group menunjukkan peluang sebesar 51% untuk rate cut pada Juni, serta peluang 75% untuk pemangkasan suku bunga mulai Agustus.

Para trader dan investor pun memutuskan untuk menunggu rilis data GDP (Gross Domestic Product) besok sebelum memproyeksikan arah kebijakan BoE selanjutnya.

Andaikata GDP Inggris juga lebih rendah dari perkiraan konsensus, Pound berpotensi anjlok lebih jauh—terutama terhadap Dolar AS yang bullish signifikan karena inflasi AS lebih baik daripada Inggris.

Terkait Lainnya
Kategori Terkait
 

Forum Terkait

 Danny |  23 Jan 2012

Dimana saya bisa mendapatkan analisa update tentang GBP/USD? Apakah GBPUSD akan mencapai ke level 1.5630 dalam minggu ini ?

Lihat Reply [7]

Kalau untuk harian, anda bisa menggunakan Rumusan Average market,  dengan Rumuh HIGH + LOW : 2 sama dengan Average market. Jika harga ada diatas Average market harga cendrung naik. Jika harga berada di bawah Average Market harga ada kecendrungan turun.. Berapa kira kira pergerakan GBP/USD perharinya. Jika menurut anda adalah 125 Pips, maka maka Average market + 125 disanalah perkiraan kekuatan GBP/USD. Dimana perkiraan batas pelemahannya ? Avarage market – 125 Pips. Ini untuk perharinya.

Bagaimana untu sepekan ini.? Jika anda memiliki data HIGH LOW sepekan lalu maka bisa digunakan rumusan tersebut. HIGH + LOW : 2 . anda tinggal cari data HIGH dan LOW sepekan lalu. Atau anda bisa menggunakan Pivot Point Mingguan. 

Basir   23 Jan 2012

Untuk Danny,

Silahkan kunjungi laman ini untuk mendapatkan informasi dan update terbaru mengenai analisa forex.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   20 May 2019

Anda bisa melihat GBP/USD di D1, weekly dan Montly


/

/

 

/

 

thanks

Basir   26 Apr 2012

Untuk Fendy,

Tidak selamanya harga akan terus menguat, dan begitu pula sebaliknya, tak selamanya harga akan terus melemah. Seperti chart GBP/USD dibawah ini misalnya.

gbpusd
Cable saat ini diperdagangkan dikisaran 1.24 atau telah terkoreksi dari level tertingginya 2.1128 (High November 2007).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   16 Jul 2019

Untuk analisa pair GBP/USD, coba lihat grafik Daily saat ini.

analisa pair GBPUSD

Tren GBP/USD saat ini cenderung down. Namun, pasangan ini sudah mencapai support yang cukup kuat. Perhatikan juga bahwa pola pergerakan harga sepertinya akan membentuk Falling Wedge.

Pola Falling Wedge biasanya mengisyaratkan reversal atau upaya rebound, karena menandakan downtrend mulai kehabisan energi dan buyer akan masuk.

Aisha   20 Apr 2022

kira-kira grafik puncak gbpusd di harga berapa,karena kelihatanya naik terus?

Fendy   26 Apr 2012

Perkiraan arah trading GBP untuk minggu depan kemana ya pak?

Irsyad Purwanto   19 Apr 2022
 Herry |  9 Feb 2012

Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya? Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali? Apakah tidak ada cara lain? mohon penjelasannya, thanks.

Lihat Reply [22]

Menentukan seberapa paraf tingkat inflasi tidak hanya diukur berdasarkan presentase, melainkan yang paling penting adalah dampak yang ditimbulkan inflasi tersebut. Walaupun presentase kenaikan inflasi rendah namun kenaikannya bersumber dari kenaikan barang-barang pokok tentunya dapat menimbulkan permasalahan yang serius bagi perekenomian.

Menurut penyebab awalnya, inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Inflasi yang timbul sebagai akibat dari peningkatan permintaan masyarakat (demand full inflation).
  • Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi yanglazim disebut cosh push inflation.

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.

Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.

Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia. Suku bunga menjadi salah satu Senjata utama untuk menagkal Inflansi. namun disisi lain ada juga pembelian aset aset yang dilakukan oleh bank Sentral. Tak heran jika ada bank sentral memiliki ratusan Tonemas sebagai cadangan dalam menstabilkan ekonomi (melakukan kebijakan moneter).

Basir   9 Feb 2012

@ Herry:

- Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya?

Setiap negara tidak sama. Untuk negara-negara industri maju seperti AS, Jepang dan Uni Eropa mematok target inflasi di tingkat konsumen (CPI) year on year sebesar +2.0%. China sebesar 3.0% (untuk tahun 2019), dan target inflasi Indonesia (dibuat oleh Bank Indonesia) untuk tahun 2019 adalah +3.5%, untuk tahun 2020 sebesar +3.0%.

- Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali?

Ya, selama ini kebijakan moneter bank sentral yang populer untuk menyesuaikan tingkat inflasi adalah dengan cara mengatur besarnya suku bunga acuan. Jika inflasi tinggi, suku bunga dinaikkan untuk mengurangi jumlah uang beredar. Sebaliknya ketika inflasi sedang rendah maka suku bunga diturunkan untuk menambah jumlah uang beredar.

Ada juga kebijakan pasar terbuka dengan menjual atau membeli surat berharga, hingga sanering (memotong nilai mata uang) ketika terjadi hiper inflasi.

M Singgih   30 May 2019

Apakah dampak inflasi dari sebuah negara memang benar-benar akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang di pasar?

Pras   26 May 2022

Ya, inflasi suatu negara benar-benar berpengaruh pada nilai tukar mata uang negara tersebut.

Kita dapat memahami inflasi sebagai faktor yang mengurangi daya beli uang. Ketika inflasi Indonesia meningkat, maka daya beli rupiah menurun. Apabila negara lain memiliki laju inflasi lebih rendah daripada kita, maka daya beli rupiah akan merosot lebih cepat daripada mata uang lain. Konsekuensinya, inflasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pelemahan kurs rupiah.

Tapi dampak inflasi pada nilai tukar biasanya hanya mencolok pada negara-negara yang memiliki laju inflasi tinggi. Dampak inflasi kurang kentara pada nilai tukar mata uang di negara-negara yang memiliki laju inflasi sangat rendah atau nyaris nol, seperti Jepang dan Swiss.

Aisha   1 Jun 2022

Apakah krisis atau perang akan meningkatkan inflasi pada mata uang?

Firza   10 Jun 2022

Maaf, perlu dipahami bahwa inflasi itu tidak terjadi atas mata uang. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. 

Dalam situasi perang, pabrik-pabrik akan dikerahkan untuk memproduksi kebutuhan perang mulai dari seragam dan makanan kaleng hingga amunisi. Akibatnya, sumber daya yang tersedia akan kurang untuk menghasilkan produk-produk biasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sipil. Padahal warga sipil tidak akan mengurangi konsumsi mereka hanya karena terjadi perang (mereka bahkan mungkin membutuhkan lebih banyak stok medis, cadangan pangan, dll). Sesuai hukum ekonomi, dalam situasi penawaran berkurang dan permintaan tetap, maka harga-harga akan naik.

Jadi, ya, perang dapat meningkatkan inflasi.

Aisha   10 Jun 2022

Apakah inflasi tidak bisa dicegah kak? 

Bram   27 Jun 2022

Pandangan bahwa "inflasi perlu dicegah" itu salah kaprah yang fatal.

Tahukah kamu, bahwa laju inflasi di Jepang itu sangat rendah dan bahkan nyaris nol selama bertahun-tahun? Akibatnya, pertumbuhan ekonominya stagnan dan bahkan cenderung minus. Perusahaan-perusahaan Jepang yang ingin berkembang harus mengekspor produknya ke luar negeri, karena pasar dalam negerinya sudah sangat jenuh.

Itulah yang terjadi ketika tidak ada inflasi. Jadi, inflasi itu bukan bisa ataupun tidak bisa dicegah, melainkan tidak boleh dicegah.

Inflasi dalam tingkat sedang itu diperlukan agar perekonomian terus bertumbuh, perusahaan-perusahaan terus berkembang dan menyerap tenaga kerja. 

Hanya saja, inflasi perlu dikendalikan agar tidak sampai berlebihan (hiperinflasi). Inflasi itu sendiri tidak buruk, tapi hiperinflasi itu berdampak jelek bagi perekonomian. Beberapa cara untuk mengendalikan inflasi itu antara lain dengan menaikkan/menurunkan suku bunga, serta kebijakan-kebijakan moneter lain.

Aisha   27 Jun 2022

Apakah inflasi tinggi pasti akan menyebabkan negara akan mengalami resesi kak?

Irwanto   5 Aug 2022

Inflasi tinggi tidak selalu dan tidak pasti mengakibatkan resesi.

Perlu diperhatikan: target inflasi yang cocok untuk tiap negara itu berbeda-beda. Ada yang 2 persen, ada yang 3 persen, dan seterusnya. Jadi, standar "inflasi tinggi" itu berapa juga sangat subjektif. Tinggi untuk negara A, mungkin biasa saja buat negara B.

Yang pasti berdampak buruk bagi suatu negara adalah hiperinflasi. Apa itu hiperinflasi? Hiperinflasi adalah tingkat inflasi sebesar lebih dari 50% dalam satu bulan. Untuk negara mana pun, hiperinflasi itu pasti buruk.

Aisha   8 Aug 2022

Maaf kalau salah ya kak.

Berarti dapat disimpulkan kalau terjadi inflasi dalam skala target batas tertentu menandakan bahwa ekonomi suatu negara dapat dikatakan bagus. Dalam hal ini adanya banyak permintaan/ daya konsumsi yang besar sehingga supply/ daya produksi menaikkan harga sedikit sehingga pendapatan meningkat.

Kalau pendapatan meningkat maka tenaga kerja bisa digaji secara cukup. Dan tenaga kerja akan lebih sering belanja karena gajinya yang cukup, pertumbuhan ekonomi juga naik.

Kalau inflasi yang terjadi sekarang bukan karena contoh yang saya sebutkan diatas tetapi karena pasca covid 19 dimana banyak perusahaan tidak beroperasi/tidak menghasilkan barang dan jasa, mengakibatkan harga naik, belum lagi dampak perang yang menjalar ke krisis energi dan pangan.

Udah gitu tenaga kerja juga ga dapat uang sehingga mereka membatasi belanja mereka, membuat pertumbuhan ekonomi melambat atau justru turun sehingga mengakibatkan resesi.

Kira kira seperti itu ya kak? Jadi ga semata mata inflasi saja yang mengakibatkan resesi.

Vincent   30 Oct 2022

Ya, persis seperti itu :)

 

Aisha   1 Nov 2022

@ Irwanto:

Tidak. Resesi ditandai dengan turunnya pertumbuhan ekonomi (GDP) dalam dua kuartal berturut-turut, seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada kuartal pertama dan kedua tahun 2022. Selain itu, biasanya keadaan resesi juga juga disertai dengan naiknya tingkat pengangguran.

Inflasi yang tinggi bukan penyebab resesi. Saat ini inflasi tinggi lebih disebabkan oleh terganggunya rantai pasokan energi dan komoditi akibat perang Rusia - Ukraina.

M Singgih   7 Jan 2023

Saya mau bertanya bagaimana bila suatu negara terjadi deflasi. Apakah itu menguntungkan atau tidak bagi negara karena sepertinya inflasi sendiri sangat mengganggu perekonomian dimana harga-harga terutama kebutuhan pokok naik. Sedangkan kalau deflasi mebyebabkan harga akan turun sehingga kebutuhan pokok juga turun kan?

Jessie   11 Jan 2023

Perlu saya tekankan sebenarnya baik inflasi dan deflasi dalam jumlah kecil sebenarnya malah tidak merugikan karenakan kenaikan dan penurunan harga masih dalam jumlah yang wajar.

Deflasi, pada kasusnya apabila terjadi penurunan harga terus menerus akan menyebabkan beberapa kejadian seperti :

  • Akan terjadi penurunan keuntungan bisnis karena biasanya pelaku bisnis menyesuaikan harga dengan keadaan saat itu. Mereka tentunya menghindari harga yang terlalu tinggi agar produk mereka tetap terjual. Tetapi apabila hal tersebut terjadi terus menerus bisa menyebabkan kerugian.

  • Kerugian akibat deflasi menyebabkan pelaku bisnis banyak yang bangkrut, menyebabkan PHK akan terjadi juga. 

Jadi, deflasi terus menurus akan menyebabkan kerugian terutama pada sektor bisnis juga, dan sama halnya dengan inflasi sebenarnya.

Anita   11 Jan 2023

Mari kita lihat contoh Jepang.

Sebelum pandemi COVID, Jepang mengalami deflasi selama sekitar dua dekade. Coba lihat grafik ini. Inflasinya berulang kali jatuh di bawah nol, alias mengalami deflasi.

Inflasi Jepang

Apa yang terjadi di Jepang sebagai negara terdeflasi? Pertumbuhan ekonomi mandek, nol, bahkan minus. Lihat grafik pertumbuhan GDP Jepang dalam kurun waktu yang sama di bawah ini:

GDP Jepang

Dengan pertumbuhan ekonomi negatif, orang-orang ogah berinvestasi di Jepang. Bahkan perusahaan Jepang pun lebih suka membawa modalnya ke luar negeri. 

Tingkat pendirian perusahaan baru di Jepang itu minim. Lebih banyak perusahaan gulung tikar. Gaji karyawan mandek, mereka tidak mungkin menuntut kenaikan gaji tahunan sampai setinggi di Indonesia, padahal harus bekerja lebih keras.

So, apa yang bisa disimpulkan?

Inflasi itu bukan penjahat yang mengancam dunia. Inflasi adalah kenaikan harga yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, asalkan inflasinya terkendali. Karena karyawan butuh insentif agar terus giat bekerja. Karena perusahaan butuh laba agar bisa meningkatkan kapasitas produksi.

Sebaliknya, deflasi melahirkan kebuntuan. 

Inilah sebabnya mengapa bank-bank sentral dunia selalu mengupayakan target inflasi pada tingkat tertentu. Kalau inflasi melebihi target, terancam menekan masyarakat. Kalau inflasi kurang dari target, berisiko kena deflasi.

Aisha   23 Jan 2023

Aisha: Dari pemaparan yang kakak sampaikan. Berarti inflasi akan terjadi tiap tahun dan tiap tahun itu harga-harga akan semakin tinggi ya. Ini lah mungkin ya penyebab kalau dalam kampanye presiden, selalu mengampanyekan rupiah dibawah berapa belasan ribu dll tetapi saat menjabat, ternyata target tersebut tidak dipenuhi dan nyatanya dari tahun ke tahun, harga selalu naik ya.

Dengan kata lain, kita udah ga relevan lagi bandingin Rupiah di tahun 1990 an dengan tahun 2023 yaa?

Wilson Madeira   20 Feb 2023

Wilson Madeira:

Jelas sekali sudah nggak relevan membandingkan kurs rupiah sekarang dengan puluhan tahun lalu. Toh kondisi makroekonomi kita sekarang juga sudah jauh berbeda dibandingkan pada saat itu.

Kalau ingin tahu apakah kurs rupiah saat ini sesuai dengan fundamentalnya atau tidak, coba tengok apa yang dikatakan/dilakukan oleh Bank Indonesia. Kalau BI mulai menjual cadangan devisa untuk menopang kurs, artinya kurs pada saat itu sudah terlalu lemah. Kalau BI kalem-kalem aja, artinya kurs pada saat itu masih bisa diterima.

Ini cara kasar aja sih, tapi bisa dipakai untuk awam yang nggak familier dengan metodologi proyeksi ekonomi.

Aisha   24 Feb 2023

Jujur aja, saya cukup bingung mellihat kondisi dunia saat ini, dari tahun ke tahun, speertinya barang dan kebutuhan semakin hari, semakin naik. Dan, ini juga ada kaitannya dengan inflasi yang terjadi. Bahkan ga jarang, ketika setelah inflasi tidak terjadi, kebutuhan dan barang2 juga tidak kunjung turun dan malah cenderung ada kenaikan juga. Sedangkan, untuk maslaah deflasi itu malah hampir tidak terdengar, dan belakangan berita juga sering mencap negatif tentang inflasi.

Ynag jadi concern saya adalah, memang inflasi itu dibutuhkan oleh negara dan tidak selalu berikan dampak negatif seperti yang diberitkan. Tetapi apakah normal kalu inflasi terjadi tiap tahun, dan mengapa inflasi teruse menerus terjadi setiap tahunnya?

Alexander   12 May 2023

Alexander:

Justru baik jika inflasi naik setiap tahun. Asalkan kenaikannya tidak terlalu tinggi.

Kenapa inflasi itu baik? Karena perputaran ekonomi hanya akan berjalan jika ada kenaikan harga.

Bayangkan seperti ini. Kamu punya pabrik baju. Harga baju selama 10 tahun beruntut tetap Rp50 ribu tiap satuannya. Dalam situasi seperti itu, apakah kamu akan berminat untuk meningkatkan produksi? menaikkan gaji? merekrut pegawai baru? atau bikin pabrik baru?

Itu baru satu pabrik. Jika semua harga senegara flat tidak ada perubahan sama sekali, maka perekonomian itu macet. Tidak akan ada pertumbuhan maupun pembangunan, karena orang-orang toh tidak berminat untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi barang dan layanan mereka.

Yang kerja akan kerja rodi terus tanpa kenaikan gaji. Yang menganggur akan menganggur terus tanpa ada rekrutmen baru. Dan kalau kita pertimbangkan juga fakta bahwa populasi manusia setiap tahun itu meningkat, maka ekonomi yang mandeg itu bakal menghasilkan lebih banyak pengangguran tiap tahunnya.

Yaaa, ini menurutku aja sih.

Swarya   12 May 2023

Alexander: Setuju dengan agan @Swarya. Ini ane tambahain lagi lewat prespektif lain, bahwa Inflasi sebenarnya terjadi karena adanya faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang cepat, peningkatan permintaan yang tinggi, kenaikan biaya produksi, dan lain sebagainya. Dan dikarekanakn faktor penyebabnya salah satunya adalah pertumbuhan eknomi dan permintaan tinggi, Inflasi sangat bisa membantu perekonomian negara dengan dampaknya yakni membuat para pelaku ekonomi meningkatkan produksi dan investasi karena permintaan pasar yang tinggi.

Dengan inflasi yang sedikit (sekitar 2-3% per tahun) maka bisa dikatakan bahwa kondisi dari ekonomi bnegara tersbut stabil. Stabil dalam arti adanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa di pasar.

Dion   14 May 2023

@ Firza:

Keadaan krisis ekonomi dan juga perang di suatu negara bisa menyebabkan tingkat inflasi naik, yaitu kenaikan harga-harga barang dan jasa. Ini biasanya disebabkan karena pasokan yang berkurang dengan signifikan akibat krisis dan perang.

 

M Singgih   27 Oct 2023
 Cah Meller |  18 Oct 2012

master,apa yg dimaksud pair bullish dgn momentem bearish

Lihat Reply [2]

Kalau melihat arti dari Momentum sendiri adalam Kesempatan/ saat yang tepat. bagi trade Fundamental maka moment yang tepat bagi dia adalah saat ada berita berita yang dirilis.

kalau kita melihat MT4, maka disana kita akan menemukan indikator Indeks percepatan perubahan harga (Momentum)

Indeks percepatan perubahan harga (Momentum) adalah indikator analisis teknis yang mencerminkan tren dan memperkirakan tingkat perubahan harga berdasarkan pada perbandingan antara nilai sekarang dan masa lalu.

Indikator mewakili garis berosilasi sekitar 100, masing-masing nilai baru ditentukan berdasarkan pada nilai-nilai harga saat ini dan nilai-nilai beberapa periode lalu (biasanya lag dari 10-14 periode). Sebagai osilator, tingkat indeks perubahan harga harus digunakan dalam hubungannya dengan analisis umum tren saat ini.

Perilaku indikator mencerminkan kepentingan pada kasus berikut:

  • Persimpangan dengan sumbu x (100). Secara umum, jika indikator naik di atas 100 dalam tren yang meningkat dianggap sinyal bullish. Jika indikator turun di bawah 100, sinyal dianggap bearish.
  • Jalan keluar dari berlakunya rentang ayun. Kasus pencapaian indikator nilai sangat tinggi atau sangat rendah mengkonfirmasi kekuatan dari tren. Namun, mereka mungkin juga tanda-tanda aset overbought atau oversold.
  • Perbedaan indikator dan dinamika harga. Jika harga mencapai tinggi baru, namun indikator cenderung turun, itu bisa berarti melemahnya tren. Di sisi lain, penurunan harga untuk minimal lain, tidak dikonfirmasi oleh dinamika indikator mungkin merupakan tanda perubahan akan segera terjadi dalam tren menurun.

 
width=573  


Рenghitungan

Indeks percepatan perubahan harga = (Harga penutupan terkini / Penutupan beberapa periode sebelumnya) x 100

silahkan di set indikator ini pada MT4 anda. untuk mengetahui moment  moment tersebut



Thanks

Basir   18 Oct 2012

@Cah Meller: Yang dimaksud kalimat di atas lebih tepat diartikan sebagai pergerakan uptrend yang sedang koreksi. Dalam gelombang naik, impulse adalah pergerakan harga yang bergerak naik sedangkan koreksi adalah pergerakan turunnya (berlawanan trend). Dengan demikian, momentum turun hendaknya dipahami sebagai turun terbatas (retrace) bukan sebagai pembalikan trend (reversal trend).

Terima Kasih

Kiki R   18 Oct 2019
 Mulyono |  12 Jan 2016
master tolong jelasin kalo bullish profit ane rada2 ngerti tapi kalo bearish ane belum mudeng?

Lihat Reply [1]

@ mulyono:
Mungkin maksudnya kalau pergerakan harganya bullish Anda profit, atau profit yang Anda peroleh jika harga bergerak bullish, dalam hal ini Anda membuka posisi buy.
Untuk bearish profit kebalikannya, kalau pergerakan harganya bearish Anda profit, atau profit yang Anda peroleh jika harga bergerak bearish, dalam hal ini Anda membuka posisi sell.

M Singgih   13 Jan 2016
 Nafa Okta |  1 Mar 2018

Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?

Lihat Reply [30]

@ nafa okta:

Untuk mengendalikan inflasi di Indonesia, Bank Indonesia (BI) melakukan pengaturan suku bunga. Ketika inflasi dianggap telah melebihi target, BI akan mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga acuan. Sebaliknya jika inflasi dianggap rendah atau di bawah target, bank sentral akan menaikkan jumlah uang beredar dengan cara menurunkan suku bunga untuk mendorong aktivitas ekonomi. Target inflasi BI untuk tahun 2016, 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 4.0%, 4.0% dan 3.5% dengan deviasi 1.0%.

M Singgih   2 Mar 2018

Apakah inflasi dari mata uang rupiah akan berpengaruh ke pasar forex secara fundamental?

Septian   26 May 2022

Inflasi Indonesia dapat berpengaruh pada fundamental kurs rupiah. Namun, inflasi Indonesia tidak cukup berpengaruh pada pasar forex secara keseluruhan.

Kita dapat memahami inflasi sebagai faktor yang mengurangi daya beli uang. Ketika inflasi Indonesia meningkat, maka daya beli rupiah menurun. Apabila negara lain memiliki laju inflasi lebih rendah daripada kita, maka daya beli rupiah akan merosot lebih cepat daripada mata uang lain. Konsekuensinya, inflasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pelemahan kurs rupiah.

Tapi rupiah merupakan mata uang yang tidak punya daya apa-apa dalam perdagangan internasional. Rupiah bukanlah dolar AS yang menjadi mata uang wajib dalam transaksi global. Oleh karena itu, penurunan daya beli rupiah itu sendiri takkan berimbas besar di pasar forex secara keseluruhan. 

Aisha   1 Jun 2022

Bagaimana dampak inflasi yang berkepanjangan ya kak? Apakah negara Indonesia akan menjadi "the next" Srilangka?

Umar   14 Jul 2022

"Inflasi berkepanjangan" bukanlah sesuatu yang buruk. Negara mana pun butuh inflasi agar pembangunan dan pertumbuhan ekonominya berlangsung lancar. Kalau suatu negara tidak punya inflasi sama sekali, seperti Jepang, maka pertumbuhan ekonominya lesu.

Jadi, inflasi merupakan suatu hal yang wajar. Yang akan jadi masalah adalah kalau inflasi itu terlalu tinggi.

Nah, berapa persenkah inflasi yang terlalu tinggi itu?

Dalam ilmu ekonomi, kita menggolongkan inflasi ke dalam beberapa kelompok:

  • Inflasi Ringan (0- 10% per tahun) 
  • Inflasi Sedang (10% - 30% per tahun) 
  • Inflasi Berat (30% – 100% per tahun)
  • Hiperinflasi (>100% per tahun)

Pada prakteknya, risiko inflasi itu tergantung pada status pembangunan suatu negara. Untuk negara maju seperti AS, Eropa, dll, tingkat inflasi sewajarnya sekitar 2-3 persen. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, sewajarnya sekitar 3-5 persen. Apabila inflasi berada di atas tingkat wajar itu, maka barulah akan timbul guncangan ekonomi yang tidak diinginkan.

Laju inflasi Indonesia saat ini berada pada tingkat berapa? Data BPS terakhir, laju inflasi Indonesia per Juni 2022 adalah 4,35%. Dengan kata lain, inflasi Indonesia masih relatif wajar.

Bank Indonesia juga masih punya banyak cara untuk mengendalikannya. Tingkat suku bunga Indonesia saat ini 3,5%. Seandainya laju inflasi naik lagi, BI bisa menaikkan bunga untuk mengerem inflasi.

Situasinya jauh berbeda dengan Srilangka. Data inflasi Srilangka sudah mencapai 54,6% per Juni 2022. Ini sudah sangat tidak sehat. Bank sentral Srilangka juga tidak punya banyak cara untuk mengatasinya, karena suku bunga sudah dinaikkan sampai 14,5% dan pamor otoritas sudah bobrok akibat gagal bayar utang.

Jadi, apakah Indonesia akan menjadi the next Srilangka? Tidak akan.

Aisha   18 Jul 2022

Mengapa inflasi di beberapa negara seperti Argentina, Sri Lanka, Turki bisa sangat tinggi?

Setya Novanto   10 Nov 2022

3 negara yang agan sebut ada yang karena pemerintahnya salah mengeksekusi kebijakan ekonomi, ada yang terkena dampak perang, dan ada yang terkena dampak covid-19. Tapi menurut saya inflasi yang terjadi dengan negara yang agan sebutkan diatas terjadi karena peran pemerintah mereka juga yang salah mengambil kebijakan ekonomi sehingga inflasi terjadi meledak-ledak. Saya ulas satu persatu secara singkat saja:

  • Argentina, terjadi karena kebijakan bank sentral (BI nya Argentina) mencetak terlalu banyak uang dalam merespon kenaikan harga barang. menyebabkan nilai uangnya jatuh. Inflasi yang terjadi sekarang mencapai 82.9%, uang Peso tidak berharga lagi. kebanyakan udah mulai barter atau pakai dollar saat pembayaran.
  • Sri Lanka, terjadi karena disaat terjadinya pandemi covid-19 dimana sektor pariwisata lumpuh, pemerintah yang korup, serta pembangunan tanpa perencanaan sehingga menguras cadangan devisa Sri Lanka itu sendiri. AKkibatnya kebutuhan pokok yang harus diimpor tidak cukup untuk warganya sehingga terjadi kenaikan harga terus menerus. Belum lagi gagal bayar utang.
  • Turki, inflasi diakibatkan pemerintah Endorgan memangkas suku bunga disaat negara lain menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga memang merupakan cara untuk meredam inflasi, Turki sebaliknya menurunkan suku bunga sehingga inflasi di Turki meroket. Belum lagi masalah krisis energi dan pangan akibat perang Ukraina-Russia
Yudhistira Wongso   10 Nov 2022

Ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi suatu negara. Kalau buka buku ekonomi SMA terkait inflasi itu sudah dibahas komplit.

Amal   14 Nov 2022

@ Setya Novanto:

Penyebab hiperinflasi yang umum adalah:
- Pencetakan uang untuk mengatasi defisit anggaran.
- Perang, yang menyebabkan terhentinya produksi dan merosotnya pertumbuhan ekonomi. Perang juga butuh biaya besar.
- Buruknya kondisi sosial dan politik negara tersebut yang menyebabkan turunnya tingkat produksi dan ketidakstabilan ekonomi.

Turki: pelemahan mata uang Lira diatasi dengan pemotongan suku bunga, sehingga jumlah uang beredar makin banyak yang menyebabkan inflasi malah naik. Hal ini diperparah oleh perang Rusia - Ukraina yang menyebabkan harga energi dan komoditas semakin tinggi.

Argentina: kebijakan bank sentral yang mencetak terlalu banyak uang. Diperparah dengan kenaikan harga pupuk dan gas impor akibat perang Rusia - Ukraina.

Sri Lanka: penutupan perbatasab untuk memperlambat penyebaran COVID-19 membuat sektor pariwisata yang merupakan andalan pendapatan negara tsb hancur, dan berdampak berdampak besar pada perekonomian. Selain itu manajemen keuangan negara yang buruk menyebabkan Sri Lanka gagal membayar utang.

M Singgih   12 Dec 2022

Inflasi dan resesi yang diberitakan dimana-mana ini apakah ada pengaruhnya terhadap pasar Forex dan Saham Dunia? Dan apakah benar dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi bisa mengakibatkan pasar lebih fluktuatif? Dan bagaimana dengan nasib Trader yang terdapat di negara yang agan sebutin itu? Apakah ada kemungkinan mereka survive dengan trading juga? 

Tomi   13 Dec 2022

@ Tomi:

- Inflasi dan resesi yang diberitakan dimana-mana ini apakah ada pengaruhnya terhadap pasar Forex dan Saham Dunia?

Tentu ada pengaruhnya. Jika ada perkiraan resesi yang disertai dengan bukti-bukti dari data ekonomi, maka pasar saham akan tertekan.

- Dan apakah benar dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi bisa mengakibatkan pasar lebih fluktuatif?

Terjadinya fluktuasi pergerakan harga tergantung dari data ekonomi atau peristiwa yang berhubungan dengan pasar keuangan, misal rilis data berdampak tinggi, pernyataan pejabat bank sentral atau faktor geopolitik yang tba-tiba terjadi.

- Dan bagaimana dengan nasib Trader yang terdapat di negara yang agan sebutin itu?

Menurut saya bagi yang trading forex tidak ada pengaruhnya. Harga kan tetap bergerak. Kalau misalnya ada sentimen negatif pada pair yang ditradingkan ya bisa open sell, dan sebaliknya. Kecuali yang main saham. Kalau ada sentimen negatif di pasar saham maka harga saham-saham akan cenderung turun.

- Apakah ada kemungkinan mereka survive dengan trading juga?

Menurut saya bagi yang trading forex akan survive selama tidak terkena margin call (MC) atau stop out (SO), dan masih ada dana untuk terus trading.

M Singgih   14 Dec 2022

@Tomi bisa dikatakan apabila kebetulan ada Forex trader di negara yang terdampak krisis dan infalsi besar-besaran sebetulnya kurang begitu berpengaruh bagi mereka. Mengapa?

  • Pertama, trader Forex pasarnya adalah pasar uang dimana perdagangan sebagian besar menggunakan mata uang yang negaranya maju lho seperti contoh USD, EUR, GBP, CAD, dll.
  • Perdagangan uang tidak ada pengaruh sama sekali dengan perdagangan domestik. Ambil contoh saja, anda berjualan, kalau ada krisis ekonomi maka penjualan anda akan menurun. Tetapi Forex baik yang buy maupun sell setiap saat ada

Jadi menurut saya bisa dikatakan Forex trader sangat aman terkena hambatan seperti krisis ekonomi.

Layla   22 Dec 2022

Setuju mba Aisha. Rupiah bisa ngaruh ke saham BEI, tapi kalau ke pasar forex yang mendunia gitu yaaa enggak deh

Andian   27 Dec 2022

@ Septian:

Apa maksud “inflasi dari mata uang rupiah” ?
- …. akan berpengaruh ke pasar forex secara fundamental?
Apa maksud pengaruh ke pasar forex secara fundamental ?

Volatilitas pergerakan Rupiah (USD/IDR) tidak ada pengaruhnya terhadap pasar forex secara keseluruhan karena volume perdagangan Rupiah sangat kecil.

M Singgih   31 Dec 2022

Apakah ketidakmerataan perekonomian juga bisa menjadi penyebab inflasi? Misalnya saja kesenjangan pendapatan antara orang kaya dengan miskin sangat jauh, apakah bisa berpengaruh pada kekuatan mata uang negara tsb?

Fitya   30 Jan 2023

Fitya: Penyebab inflasi bukan karena ketidakmerataan perekonomian kak sedangkan inflasi disebabkan oleh beberapa faktor seperti :

  • Permintaan tiba-tiba naik (contoh seperti permintaan masker saat pandemi covid yang berdampak pada tingginya harga masker) bisa disebut juga dengan demand pull inflation.
  • Jumlah Uang yang beredar banyak
  • Kenaikan harga produksi
  • Kenaikan permintaan dan penawaran
  • Perilaku Masyarakat (biasa karena masyarakat menganggap kondisi ekonomi di masa depan akan baik-baik saja sehingga meningkatkan harga produk/investasi)
  • Struktur ekonomi yang kaku, (seperti permintaan beras yang makin naik karena pertumbuhan penduduk yang makin meningkat, tetapi produsen ga mampu produksi sebesar permintaan penduduk)
  • Kekacauan ekonomi dan politik (seperti tahun 1997-1998)
  • Keputusan Perusahaan (terjadi karena pasokan produksi menurun, tetapi permintaan naik)
  • Hutang Nasional (dikarenakan bentuk utang USD, bila USD naik, utang akan bertambah. Bila bertambah maka pajak akan diberatkan ke pelaku usaha yang ga langsung berdampak pada kenaikan harga)
  • Faktor luar negeri (seperti yang dirasakan sekarang, harga minyak dunia yang naik).

Sedangkan kesenjangan ekonomi lebih berdampak pada tatanan sosial di masyarakat. Dan terkadang tingkat pertumbuhan ekonomi dari suatu negara juga berdasarkan total GDP bukan dilihat dari sisi kesenjangan ekonomi.

Wahyu Rianto   30 Jan 2023

Fitya:

Inflasi tidak sama dengan kekuatan mata uang (nilai tukar).

  • Inflasi adalah kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu.
  • Nilai tukar adalah nilai suatu mata uang dibandingkan mata uang lain.

Karena keduanya adalah hal yang berbeda, maka faktor-faktor yang menyebabkan/mempengaruhi pun berbeda.

-->Apakah kesenjangan ekonomi merupakan penyebab inflasi?

Inflasi memang dapat mempertajam kesenjangan ekonomi. Tapi kesenjangan itu sendiri belum tentu menjadi penyebab inflasi.

Ketika terjadi kesenjangan ekonomi yang tajam, daya beli sebagian masyarakat amatlah rendah. Dengan demikian, harga-harga barang/jasa justru susah meningkat.

Perhatikan bahwa inflasi adalah kenaikan harga-harga barang dan jasa SECARA UMUM. Kalau hanya orang kaya saja yang jor-joran, maka itu tidak akan cukup untuk menaikkan harga-harga secara umum. Apalagi kalau supply barang dan jasa secara umum tetap melimpah.

--->Apakah kesenjangan bisa berpengaruh pada nilai tukar mata uang?

Sekedar kesenjangan saja tidak akan memengaruhi nilai tukar. Apa yang dapat mempengaruhi nilai tukar adalah implikasi dari kesenjangan yang terlalu tajam, contohnya pemberontakan sipil, konflik bersenjata, pertumbuhan ekonomi yang macet, dll.

Aisha   1 Feb 2023

Aisha: dari pnjelasan ini, dapat disimpulkan kalau inflasi itu boleh2 aja ya kk, yg penting gak berlarut2. Nah, sebagai warga negara... Kita bisa melakukan apa ya biar kondisi ekonomi kita tuu stabil gitu? Imbang antara inflasi dan deflasinya?

Romanov   9 Feb 2023

Romanov:

Sebagai warga negara biasa, kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk masalah-masalah makroekonomi seperti inflasi, deflasi, nilai tukar, dan seterusnya.

Yang bertugas menyeimbangkan inflasi dan deflasi adalah Bank Indonesia. BI akan berupaya menyeimbangkannya dengan menyesuaikan instrumen kebijakan, seperti Giro Wajib Minimum, suku bunga, dan operasi pasar terbuka.

Faktor-faktor yang memengaruhi inflasi/deflasi juga merupakan faktor eksternal (dari luar negeri) dan faktor internal yang berada di luar kekuasaan individual, seperti pertumbuhan gaji nasional, kondisi pasar tenaga kerja, harga barang impor, dan lain-lain.

Aisha   13 Feb 2023

Malam, boleh ya bahas diluar topik. di forum ini kan membahas tentang kebijakan moneter yang mengendalikan inflasi. Maaf ya, saya pernah dengar juga kebijakan Fiskal, apa itu kebijakan Fiskal dan bisa tidak mengendalikan inflasi.

Perbedaan kedua kebijakan Fiskal dan Moneter ini apa?? Terima Kasih

Selly   24 Feb 2023

Selly: Bantu jawab ya kak, Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral,

sedangkan

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengelola keuangan negara dan mempengaruhi aktivitas ekonomi.

Beberapa kebijakan fiskal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan inflasi antara lain:

  • Kebijakan pengeluaran: Pemerintah dapat mengurangi pengeluaran publik untuk mengurangi permintaan agregat dan mengendalikan inflasi.
  • Kebijakan pajak: Pemerintah dapat menaikkan pajak untuk mengurangi permintaan agregat dan mendorong masyarakat untuk menyimpan uang daripada menghabiskannya pada barang dan jasa.
  • Kebijakan subsidi: Pemerintah dapat mengurangi subsidi untuk mengurangi permintaan agregat dan mengendalikan inflasi.
  • Kebijakan utang publik: Pemerintah dapat memperketat pengelolaan utang publik untuk mengurangi permintaan agregat dan mengendalikan inflasi.

Semoga membantu

Surya   26 Feb 2023

Selly:

Yup, setuju bung Surya.

Satu lagi:

Kebijakan moneter itu kewenangan tertingginya ada pada Bank Sentral. Di Indonesia, itu berarti Bank Indonesia. BI mengurus mulai dari analisis makroekonomi, menggodok kebijakan sampai pengumumannya.

Kebijakan fiskal itu kewenangan tertingginya ada pada pemerintah. Seluruh bagian pemerintahan ikut serta dalam menyumbang analisisnya (contohnya, RAPBN). DPR ikut serta dalam menggodok kebijakannya (contohnya dalam pengesaham RAPBN menjadi APBN). Dari hasil kebijakan, nanti Kementrian Keuangan bergerak sebagai pelaksananya

Aisha   27 Feb 2023

Selly:

Fiskal itu soal pemasukan dan pengeluaran negara. Hubungannya sama pajak, subsidi, utang pemerintah, dst.

Moneter itu soal jumlah uang beredar (money supply). Hubungannya sama suku bunga, GWM, aturan kredit perbankan, dst.

Sofiyan   27 Feb 2023

Sofiyan: Hmmm brrti sebenarnya Bank Sentral bisa dikatakan ga blh diintervensi ama pemerintah ataupun berurusan ama pemerintah ya. Krna klu dari cara kerjanya, Bank Sentral (kebijakan Moneter) cuma ngurusin uang aja, sedangkan Fiskal mengurus keuangan pemerintah aja ya?

Sekedar pertanyaan aja, mengapa ga dgabung aja kedua lembaga ini?

Dari Mana Keuntungan Trading Forex?

Sandy   13 Mar 2023

Sandy:

--->Mengapa Bank Sentral dan Keuangan Pemerintah tidak digabung saja?

Karena nanti akan menimbulkan moral hazard dan merusak perekonomian nasional.

Bayangkan: Presiden petahana akan kampanye untuk pemilu lagi, lalu memerintahkan bank sentral mencetak uang besar-besaran buat money politics. Negara memerintahkan untuk asal mencetak uang buat bayar utang, padahal nggak ada backing-nya sama sekali. Akibatnya, kredibilitas negara ambyar dan mata uangnya jadi sampah seperti Zimbabwe di akhir masa kepemimpinan Mugabe.

--->Dari Mana Keuntungan Trading Forex?

Keuntungan trading forex adalah dari selisih antara kurs jual dan kurs beli. Ketika kamu beli pada kurs lebih rendah dan jual pada kurs lebih tinggi, kamu untung.

Aisha   20 Mar 2023

Sandy: bank sentral dan pemerintah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Bank sentral bertanggung jawab dalam mengatur kebijakan moneter, seperti mengendalikan jumlah uang yang beredar dan menjaga stabilitas nilai tukar. Sementara itu, pemerintah memiliki tugas untuk mengatur kebijakan fiskal, seperti pengeluaran dan pendapatan negara.

Jadi, meskipun keduanya bekerja sama dalam menjaga perekonomian suatu negara, terdapat pemisahan antara bank sentral dan pemerintah agar kebijakan moneter dan fiskal dapat dilakukan secara independen tanpa adanya campur tangan politik yang berlebihan.

Contoh kasus seperti ini : bila dicampur antara bank sentral dengan pemerintah maka jika pemerintah membutuhkan dana untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan, maka dapat timbul kecenderungan bagi pemerintah untuk meminta bank sentral mencetak uang secara berlebihan. Hal ini dapat berdampak pada terjadinya inflasi yang merugikan masyarakat.

Reka   28 Mar 2023

Tomi: Inflasi dan resesi yang terjadi di suatu negara dapat mempengaruhi pasar Forex dan saham dunia. Ketika terjadi inflasi atau resesi di suatu negara, investor cenderung mencari peluang investasi yang lebih aman dan stabil, seperti obligasi atau emas, dan melepaskan aset berisiko seperti saham dan mata uang yang terkait dengan negara yang mengalami inflasi atau resesi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan harga saham dan mata uang negara tersebut, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pasar Forex dan saham dunia secara keseluruhan.

Ketika terjadi krisis ekonomi yang terkait dengan inflasi dan resesi, pasar Forex dan saham dunia dapat menjadi lebih fluktuatif dan tidak stabil. Hal ini dapat menyebabkan naik-turunnya harga saham dan mata uang secara dramatis dalam waktu yang singkat. Investor mungkin akan cenderung lebih waspada dan berhati-hati dalam memasuki pasar Forex dan saham dunia saat terjadi krisis ekonomi, dan akan lebih memilih untuk memegang aset yang lebih aman seperti emas atau obligasi.

Bagi trader yang berada di negara yang terkena dampak inflasi atau resesi, trading dapat menjadi lebih sulit dan berisiko. Trader harus memperhitungkan fluktuasi pasar yang tinggi dan berbagai risiko lainnya, seperti risiko mata uang dan risiko kredit. Namun, dengan strategi trading yang tepat, pengelolaan risiko yang baik, dan pemahaman yang kuat tentang pasar, masih ada kemungkinan bagi trader untuk survive dan menghasilkan keuntungan dalam situasi ekonomi yang sulit.

Ewndel   24 Apr 2023

Sandy: Sebenarnya, Bank Sentral dan pemerintah memiliki hubungan yang erat dalam pengaturan kebijakan ekonomi suatu negara. Namun, keduanya memiliki peran dan tugas yang berbeda dalam pengelolaan ekonomi.

Bank Sentral bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menjaga stabilitas harga di negara tersebut melalui kebijakan moneter. Kebijakan moneter meliputi pengaturan suku bunga, pengawasan terhadap kredit dan uang beredar, serta operasi pasar terbuka untuk mengatur suplai uang di pasar.

Sementara itu, pemerintah bertanggung jawab untuk mengelola keuangan negara melalui kebijakan fiskal, termasuk pengaturan belanja dan pendapatan negara, pengaturan pajak, dan kebijakan anggaran.

Kedua lembaga ini memiliki peran yang berbeda namun saling terkait dalam menjalankan perekonomian suatu negara. Jika keduanya digabung, maka akan sulit untuk memisahkan tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya konflik kepentingan antara Bank Sentral dan pemerintah dalam pengelolaan kebijakan ekonomi.

Wandi   28 Apr 2023

Umar:

Inflasi berkepanjangan dapat menurunkan daya beli, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, dan merosotnya nilai mata uang. Kalau tidak balance, maka terjadilah hiperinflasi yang memicu krisis ekonomi.

Kalau soal apakah Indonesia akan menjadi seperti Sri Langka, sejauh ini sepertinya masih aman, karena penyebab krisis di Sri Langka adalah karena defisit anggaran. Sementara itu, di Indonesia sendiri bank sentralnya masih secara aktif mengendalikan tingkat inflasi dan mengatur anggaran agar masih di zona aman. 

Ananta   7 May 2023

Romanov: Setuju! Inflasi pada dasarnya tidak selalu buruk, karena itu menunjukkan bahwa ekonomi sedang tumbuh dan berkembang. Namun, jika inflasi terlalu tinggi dan berlarut-larut, maka dapat menyebabkan nilai uang kita menurun dan mengurangi daya beli kita. Oleh karena itu, penting untuk menjaga inflasi pada tingkat yang sehat dan stabil.

Menurut saya sendiri, sebagai warga negara, kita dapat melakukan beberapa tindakan untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi. Pertama, kita dapat berbelanja dengan bijak dan tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Kita juga dapat menabung dan menginvestasikan uang kita dengan cerdas, sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, kita juga dapat mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga inflasi pada tingkat yang sehat dan stabil. Misalnya, kita dapat mendukung kebijakan pengendalian harga, subsidi, dan pemberian insentif bagi sektor-sektor yang dianggap strategis.

Charlotte   8 May 2023
 

Kirim Komentar Baru