Panduan Sederhana Memilih Saham Terbaik Bagi Pemula

Anna 29 Jan 2021 251
Dibaca Normal 6 Menit

Empat langkah singkat berikut ini membantu kamu menemukan saham yang bagus dan memilih saham terbaik sesuai dengan strategi investasi dan targetmu sendiri.

Apakah kamu sering bingung memilih saham yang bagus? Ada lebih dari 600 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, sehingga kebingungan itu wajar saja. Tapi sebenarnya asalkan sudah mempelajari seluk-beluk investasi saham, selalu ada cara memilih saham terbaik dengan mudah dan sederhana.

Lho, bukankah kita harus menyeleksi fundamental atau teknikal saham dulu sebelum beli? Ya, memang demikian. Namun, kita tak perlu menengok satu per satu semua fundamental dan teknikal saham di BEI. Melalui empat langkah singkat berikut ini, kita semua dapat menemukan saham terbaik sesuai dengan strategi investasi masing-masing.

Panduan Sederhana Memilih Saham Terbaik Bagi Pemula

 

1. Tentukan tujuan investasi

Tujuan investasimu bisa apa saja, mulai dari rencana nikah, beli rumah, jalan-jalan ke mancanegara, atau lainnya. Tapi yang terpenting adalah menentukan apakah kamu ingin berinvestasi untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun), jangka menengah (antara 2-5 tahun), atau jangka pendek (di bawah 1 tahun)? Jangka waktu ini bukan berarti kamu akan hold suatu saham selama kurun waktu tersebut, melainkan merupakan komitmenmu untuk tidak menarik modal investasi selama kurun waktu tersebut.

Investasi saham paling ideal untuk jangka panjang. Kalau kamu tidak mampu berkomitmen dalam jangka panjang, ada baiknya memilih aset investasi lain seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, obligasi pemerintah, deposito, atau P2P Lending.

Mengapa demikian? Karena bursa saham dalam jangka pendek mudah sekali mengalami penurunan (koreksi harga). Harga saham yang terkoreksi mungkin akan naik lagi, tapi dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk itu. Sedangkan pendapatan dividen pun biasanya dapat diperoleh setahun sekali saja. Kalau modalmu dibutuhkan dalam waktu singkat, kamu mungkin harus menjual saham dalam kondisi rugi.

 

2. Tentukan strategi investasi atau trading

Setelah menentukan tujuan investasi, pilihlah strategi investasi atau trading yang sesuai dengan profil risikomu. Istilah "investasi saham" di sini mengacu pada teknik "buy & hold" (beli & simpan) selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Sedangkan istilah "trading saham" merujuk pada teknik jual-beli saham dalam waktu singkat, antara kurang dari sehari hingga maksimal beberapa minggu saja.

Apabila kamu sanggup menanggung risiko kerugian besar, maka kamu dapat memilih strategi investasi maupun trading. Tapi kalau kamu tak berani menanggung risiko besar, sebaiknya berinvestasi saja.

Beberapa strategi investasi dan trading populer antara lain:

  • Income Investing: Berinvestasi pada saham-saham yang memberikan dividen yield tinggi secara konsisten.

  • Value Investing: Berinvestasi pada saham-saham yang memiliki valuasi murah, misalnya berdasarkan rasio P/E, PBV, dan lain-lain.

  • Growth Investing: Berinvestasi pada saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan tertinggi, meskipun valuasinya sudah mahal dan belum membagikan dividen.

  • Nabung Saham (Dollar Cost Averaging): Berinvestasi secara mencicil dan konstan pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (blue chip), termasuk market leader, dan harganya cenderung terus meningkat.

  • Day Trading: Trading saham dengan target profit dalam satu hari yang sama. Sering juga disebut strategi beli saham pagi dan jual sore.

  • Swing Trading: Trading dengan target membeli saham pada harga dekat bottom (terendah) atau setelah breakout (menembus) batas resistance tertentu, kemudian menjualnya pada tingkat harga lebih tinggi. Trader bisa merealisasikan profit dalam kurun waktu antara beberapa hari hingga beberapa bulan, tetapi tidak sampai lebih dari setahun.

 

3. Kumpulkan saham-saham yang sesuai dengan strategi pilihan

Setelah menentukan strategi, selanjutnya kamu akan bisa mengumpulkan saham-saham mana saja dari BEI yang sesuai dengan strategi kamu. Pada tahap ini, kamu boleh-boleh saja menyisir semua saham BEI satu per satu. Tapi kamu juga bisa mengambil jalan pintas dengan mencomot saham berdasarkan penggolongan yang sudah ada.

Contohnya:

  • Income Investing: Tengoklah saham-saham dalam indeks IDX High Dividend 20, karena sudah memuat nama-nama saham berkapitalisasi terbesar yang konsisten membayar dividen dengan yield tertinggi selama minimum 3 tahun terakhir. Kalau pilihannya kurang menarik, coba rangkum sendiri data pembayaran dividen semua saham selama 3 tahun terakhir, lalu pilih saham mana saja yang memiliki dividend yield tinggi. Dividend yield adalah nilai nominal dividen dibanding harga saham.

  • Value Investing: Periksa indeks IDX Value 30 yang mencakup 30 saham terbaik dengan valuasi harga rendah, likuid, serta kinerja keuangan yang baik. Alternatif lain, kamu bisa memanfaatkan fitur stock screener pada platform trading saham yang disediakan sekuritas (jika ada), kemudian menyaring saham-saham mana saja yang memiliki rasio P/E dan PBV murah sekaligus cash flow lancar.

  • Growth Investing: Periksa indeks IDX Growth 30 yang mencakup 30 saham dengan tren harga relatif baik terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan, serta memiliki likuiditas dan kinerja yang baik. Biasanya investor juga berupaya memilih saham yang mampu mencetak laba dan EPS terus meningkat secara konsisten, serta menguasai ceruk bisnis tertentu yang memiliki masa depan cerah.

  • Nabung Saham: Saham yang bagus bisa ditemukan dengan riset ala Income Investing, Value Investing, maupun Growth Investing. Yang terpenting, grafik harga sahamnya cenderung naik terus dalam timeframe bulanan dan jarang jatuh-bangun (bukan saham siklikal). Hindari saham-saham berkapitalisasi rendah, saham gocap, saham zombie, serta saham sektor tambang dan agri.

  • Day Trading: Cari tahu saham mana saja yang masuk indeks LQ45 (untuk trader konvensional) atau JII (untuk trader syariah) yang telah mencakup saham-saham dengan likuiditas transaksi tertinggi.

  • Swing Trading: Cari peluang untuk buy on weakness (BoW) atau buy on breakout (BoB) berdasarkan analisis candlestick, support/resistance, atau indikator teknikal apa pun. Sekarang juga sudah ada beberapa platform mirip robot yang dapat memindai pasar otomatis guna menemukan saham-saham berdasarkan kriteria teknikal tertentu, misalnya Stockbot dan MNC Stock Radar. Platform-platform ini dapat memudahkan kerja trader.

 

4. Pilih beberapa saham dari sektor berbeda-beda

Setelah melewati tahap 3, ada berapa banyak saham yang sudah masuk daftar "favorit" kamu? Untuk permulaan, sebaiknya jangan gunakan semua modal untuk membeli satu saham tertentu saja (all-in). Jangan pula memilih saham terlalu banyak untuk dimasukkan portofolio, karena kamu akan perlu berlatih menganalisis dan melacak kinerjanya dari waktu ke waktu.

Pemula sebaiknya memilih saham sebanyak 2-4 yang masing-masing berasal dari sektor berbeda. Misalnya dua saham terbaik dari sektor perbankan dan sektor konstruksi. Atau empat saham dari sektor perbankan, properti, barang konsumsi, dan tambang. Ini sesuai dengan prinsip diversifikasi, yakni membagi-bagi risiko ke beberapa bagian. Dengan begitu, portofoliomu akan tetap selamat seandainya salah satu sektor sedang tumbang karena isu tertentu.

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Mohamad Arief Rahman (27 Nov 2017)

saya mau bertanya kalo saya op hanya mencari 10 pip perhari cocoknya sl nya berapa pak

Selengkapnya

BANK 1 Bulan
BANK OCBC NISP 3.60
BANK UOB INDONESIA 3.90
J TRUST BANK 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.00
BNI 46 3.25
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA 3.25
BANK MAYORA 5.00
BANK MANDIRI 3.25
BANK MEGA 2.50
Apakah Heiken Ashi Sama Dengan Candlestick?

Salam Master..klw indikator Heiken Ashi sama ga dengan Candlesticks dan cara ngebacanya gimana...Terima Kasih..

Gunawan 14 Apr 2012

Reply:

Basir (14 Apr 2012 11:55)

Hampir sama. karena pola polanya adalah pola pergerakan candle. Dasarnya adalah si bos harus paham bahwa jika menggunakan

TF D1 = 1 candle mewakili pergerakan 1 hari
TF H4 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 4 jam
TF H1 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 1 jam
TF M30 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 30  menit
TF M15 = 1 candle mewakili pergerakan selama 15 menit


Maka jika menggunakan TF H1, maka dalam satu hari ada 24 candle.  ( 24 / 1 = 24 )dan seterusnya tinggal si bos kalkulasikan saja.

dalam Ilmu candle memang ada kode kode tertentu. Akan di kenal istilah Pin Bar, harami Bulish, bearish dan yang lainnya. Tentu perlu kesabaran dalam mempelajari pola pola candle ini. Untuk lebih lanjut bisa diperhatiakan dasar dasarnya disini  dan disini.

M Singgih (10 Jul 2019 06:16)

@ Gunawan:

Arah pergerakannya sama, tetapi besaran-besarannya tidak sama (open, high, low, close). Pada candle Heikin Ashi, setiap candle dihitung berdasarkan besaran-besaran dari candle sebelumnya.

Untuk keterangan lebih lengkap dan contoh cara membacanya, silahkan baca:
Sistem Trading Dengan Heikin Ashi

Wahyudi 1192