Jual-beli Option Saham boleh jadi terdengar sangat asyik bagi trader pemula. Anda bisa profit baik saat tren harga saham naik, turun, maupun sideways. Anda juga bisa menentukan batas risiko sejak awal secara presisi, sambil mengejar profit berlipat ganda. Namun, di balik beragam potensi keuntungan yang luar biasa, trading Option Saham ini tetaplah aktivitas berisiko tinggi. Terutama apabila Anda melakukan beberapa kekeliruan di bawah ini, maka seluruh modal bisa ludes seketika.

Kesalahan Trader Option Saham Pemula

Kesalahan #1 Membeli Opsi Call yang Out-of-the-Money (OTM)

Banyak trader tertarik untuk membeli opsi Call OTM karena harganya murah. Umumnya trader beranggapan asal "beli murah, jual mahal", maka pasti memperoleh keuntungan. Padahal, realitanya tak semudah itu. Banyak trader profesional malah menilai tindakan membeli opsi Call OTM itu merupakan salah satu strategi yang paling susah menghasilkan profit. Anda tetap bisa menghasilkan profit konsisten dengan melakukannya, tetapi butuh trik khusus; contohnya seperti strategi Covered Call yang mengharuskan trader sudah memiliki saham yang mendasarinya dulu.

Kesalahan #2 Salah Paham Tentang Leverage

Anda bisa trading Option Saham dengan menggunakan leverage maupun tanpa menggunakan leverage. Namun, banyak pemula memilih untuk menggunakan leverage karena membayangkan bisa memperoleh profit lebih tinggi dengan modal lebih rendah. Padahal, penggunaan leverage dalam trading Option Saham malah melipatgandakan risiko yang ditanggung trader.

Jadi, apakah trader tidak boleh menggunakan leverage? Bukan demikian. Trader tetap boleh menggunakan leverage. Hanya saja, sebaiknya trader tidak mengubah besaran lot (volume trading) yang sudah dikuasai, walaupun beralih menggunakan leverage. Misalnya sudah berhasil trading dengan lot 200 lembar saham per opsi, maka terus saja menggunakan lot tersebut. Jika Anda belum berhasil menghasilkan profit dengan lot kecil, maka Anda kemungkinan tidak akan berhasil pula dengan lot yang lebih besar.

Kesalahan #3 Trading Tanpa Perencanaan

Trading Option Saham atau aset apapun di pasar keuangan harus selalu disertai dengan perencanaan matang, pada titik harga berapa Anda akan masuk (entry), pada titik harga berapa Anda akan keluar (exit), seberapa besar toleransi risiko Anda (cut loss), dan seterusnya. Apabila Anda tak memiliki perencanaan seperti ini, maka selanjutnya akan mudah sekali mengambil keputusan berdasarkan firasat atau emosi sesaat. Padahal, keputusan trading serampangan seperti itu merupakan awal dari kebangkrutan.

Kesalahan #4 Trading Option Saham yang Tidak Likuid

Likuiditas pasar keuangan merupakan faktor yang menentukan seberapa cepat Anda akan dapat membeli atau menjual kontrak Option. Semakin likuid, maka jual-beli akan semakin lancar. Sedangkan jika Anda trading aset-aset yang tidak likuid, maka akan sulit sekali menemukan pembeli/penjual yang akan menanggapi order Anda di pasar. Lebih buruk lagi, Option Saham yang tidak likuid biasanya dibanderol biaya trading lebih tinggi ketimbang yang likuid. Inilah sebabnya mengapa perdagangan Option selalu terfokus ke saham-saham AS paling populer saja.

Kesalahan #5 Tak Memperhitungkan Peristiwa yang Akan Datang

Meskipun aset Option Saham itu memiliki banyak perbedaan dengan saham yang mendasarinya, tetapi trader tetap harus terus memantau kalender pasar. Khususnya untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa seperti publikasi laporan keuangan, pembagian dividen, dan RUPS. Peristiwa-peristiwa seperti itu bukan hanya berpotensi meningkatkan volatilitas harga saham di pasar, melainkan juga membuka peluang kemungkinan Anda menerima perintah assignment lebih cepat untuk opsi yang sudah in-the-money.

Perlu diingat, assignment adalah ketika seorang penjual kontrak Option diharuskan untuk memenuhi kewajiban kontrak dengan menjual atau membeli aset dasar (underlying asset) sesuai harga exercise. Umpamanya jika Anda telah menjual kontrak Call pada saham ABCD, sedangkan sebentar lagi akan ada pembagian dividen dalam jumlah besar. Pemilik Option tidak punya hak untuk menerima dividen, sehingga untuk memperolehnya maka trader Option Saham harus melaksanakan mandat sesuai kontrak-nya dengan benar-benar membeli saham ABCD.

Assignment bisa diinstruksikan lebih dini, dan trader harus selalu mengantisipasi kemungkinan ini. Apabila trader sudah memiliki perencanaan sejak awal, maka kemungkinan tidak akan bingung saat menghadapinya karena sudah menentukan apakah akan exercise atau tidak dan pada level harga berapa saja. Namun, jika trading tanpa perencanaan, maka bisa jadi trader akan melakukan kesalahan fatal yang berakibat pada kerugian besar.

 

Ingin tahu lebih lebih lanjut tentang beragam risiko trading Option Saham agar bisa mengantisipasinya? Simak juga artikel "Risiko Trading Option yang Harus Anda Ketahui".