5 Hal Penting Tentang Rights Issue Di Pasar Modal

SAM 23 Nov 2016Dibaca Normal 7 Menit
bisnis>saham>   #pasar-modal   #modal
Rights Issue di pasar modal bisa merugikan maupun menguntungkan investor. Kuncinya ada pada kelima hal penting berikut ini.

Seorang investor atau pemegang saham merupakan pemilik perusahaan, jadi investor bisa mempunyai beberapa hak tertentu dan salah satunya adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam aksi korporasi rights issue. HMETD dalam pasar modal ini merupakan hak yang diperoleh pemilik saham untuk membeli saham baru pada periode dan harga yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

 

5 Hal Penting Tentang Right Issue Dalam Pasar Modal

(Baca Juga: 25 Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula)

 

1. Alasan Perusahaan Melakukan Rights Issue

Pada dasarnya, alasan perusahaan melakukan rights issue adalah untuk mengumpulkan dana sebagai tambahan modal lagi. Biasanya perusahaan yang rights issue masih dalam tahapan pertumbuhan tinggi dan dana segar yang terhimpun akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja. Jika rights issue dilaksanakan untuk keperluan ekspansi usaha, maka aksi korporasi perusahaan bisa dipandang positif.

Beberapa perusahaan melakukan rights issue dengan tujuan untuk menambah porsi kepemilikan pemegang saham atau meningkatkan jumlah saham beredar agar nantinya saham menjadi lebih likuid. Selain itu, perusahaan bisa juga rights issue agar kapitalisasi pasar perusahaan menjadi lebih besar. Rights issue ini sebenarnya hampir mirip dengan stocksplit, tapi bedanya kalau rights issue bisa menambah dana dari investor sekaligus dapat menaikkan kapitalisasi pasar perusahaan.

 

2. Manfaat Rights Issue

Mengingat tujuan suatu perusahaan melakukan aksi rights issue adalah untuk mengumpulkan dana tambahan, maka manfaat dari rights issue bagi perusahaan adalah perusahaan bisa menggunakan dana tersebut sebagai sumber modal usaha baru selain pinjaman dari bank. Hal ini bisa saja terjadi ketika terjadi pelemahan ekonomi dan membuat perusahaan sulit meminjam dana dari bank.

Sementara itu, manfaat rights issue bagi investor pemegang saham perusahaan tersebut adalah harga pelaksanaan saham baru rights issue yang ditawarkan biasanya di-diskon karena berada di bawah harga pasar. Selisih harga eksekusi dan harga saham di pasar terkadang cukup signifikan dan bergantung pada seberapa besar suatu perusahaan itu ingin mendorong minat investor untuk berpartisipasi dalam aksi korporasinya.

 

3. Sisi Negatif Rights Issue

Aksi korporasi rights issue perusahaan umumnya tidak disukai oleh investor karena akan memberikan dampak negatif pada kepemilikan saham investor. Hal ini terjadi karena rights issue akan menimbulkan saham emiten mengalami dilusi. Dilusi saham adalah penurunan komposisi kepemilikan saham investor akibat dari adanya penambahan saham baru.

Penerbitan saham baru ini akan merugikan investor saham jika investor ini tidak berbuat apa-apa karena persentase kepemilikan sahamnya otomatis berkurang. Akan tetapi, dampak negatif ini bisa diatasi dengan melaksanakan HMETD, yakni melakukan pembelian saham baru yang ditawarkan oleh emiten.

Sedangkan apabila tidak memiliki dana untuk melakukan transaksi pembelian saham tersebut, pemegang saham dapat menjual HMETD saham baru kepada investor lain yang berminat. Hasil penjualan HMETD ini kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk menutupi kerugian dari efek dilusi harga saham.

 

4. Hal-hal Yang Harus Dilakukan Sebelum HMETD

Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan rights issue, jumlah saham perusahaan tersebut akan bertambah. Apabila jumlah saham perusahaan yang melakukan rights issue bertambah dan dana yang masuk ke perusahaan sama dengan pasar saham, maka tidak terjadi dilusi sehingga aksi perusahaan untuk rights issue ini tidak merugikan bagi pemegang saham. Apabila Anda masih bingung untuk memutuskan apakah akan menggunakan HMETD, sebaiknya perlu melakukan beberapa hal berikut. 

 

  • Melakukan Valuasi Harga Pelaksanaan (Eksekusi)

Pertama, Anda harus menimbang harga pelaksanaan yang ditawarkan perusahaan apakan wajar atau mahal. Untuk mengetahui apakah harga eksekusi ini wajar atau tidak, sebaiknya lakukan valuasi harga saham tersebut. Perlu diperhatikan bahwa harga saham pelaksanaan yang bagus dan ideal adalah bukan harga saham yang murah, hanya karena harga saham itu berada di bawah harga pasar. Oleh karena itu, lakukanlah valuasi harga dengan menghitung jumlah total kapitalisasi pasar saham emiten tersebut dan menimbang rasio PER serta kinerja perusahaan.

 

5 Hal Penting Tentang Right Issue Dalam Pasar Modal

 

  • Perhatikan Kemungkinan Terjadinya Efek Dilusi

Aspek kedua yang harus dipertimbangkan investor saham sebelum melaksanakan HMETD adalah efek dilusi yang kemungkinan terjadi. Maka dari itu, sebaiknya Anda amati perbedaan jumlah saham baru yang diterbitkan dengan jumlah saham lama. Ketika suatu emiten melakukan rights issue dengan jumlah saham yang tidak jauh melebihi jumlah saham lama, maka aksi korporasi emiten ini dapat dikategorikan wajar.

Sebagai contoh, emiten A mempunyai saham di pasar sebanyak 2 miliar. Apabila emiten A ini melakukan right issue saham baru tidak melebihi 2 miliar tersebut, maka hal ini masih dianggap wajar. Sebaliknya, jika emiten A ini melakukan rights issue sebesar 4 atau bahkan bisa 5 miliar saham, sebaiknya tidak diambil karena efek dilusi yang terjadi bisa melebihi 50 persen.

 

  • Cari Tahu Tentang Calon Pembeli Saham Dan Kebijakan Rights Issue

Langkah selanjutnya yang perlu diambil sebelum HMETD adalah menyelidiki siapa saja calon pembeli saham baru. Ini harus dilakukan untuk menghindari ketidakjelasan calon pembeli siaga dan potensi tidak adanya calon pembeli, sehingga saham baru itu langsung begitu saja dijual ke publik. Hal tersebut bisa sangat berdampak negatif terhadap harga saham di pasar.

Di samping itu, cari tahu juga tentang kebijakan rights issue, apakah aksi korporasi ini dilaksanakan menggunakan HMETD atau tidak. Jika perusahaan tidak menawarkan HMETD kepada investor, hal ini akan memunculkan spekulasi bahwa dana hasil rights issue akan dimanfaatkan emiten tidak untuk ekspansi usaha, melainkan untuk membayar utang perusahaan.

 

5. Mekanisme Rights Issue Emiten

Mekanisme pelaksanaan rights issue suatu emiten biasanya diawali dengan pengumuman perusahaan terkait hal-hal penting berikut:

  • Rencana Penggunaan Dana

Pengumuman dalam hal ini sangat penting untuk disebarkan ke investor saham agar investor mengetahui tujuan rights issue emiten. Para pemegang saham perlu waspada apabila rencana penggunaan dana rights issue adalah untuk melunasi utang. Biasanya perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan dalam melakukan pelunasan utang-utangnya dan tidak dapat meminjam uang dari lembaga keuangan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan harga saham turun.

Sebaliknya, jika perusahaan akan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk ekspansi usaha maka langkah emiten rights issue kemungkinan besar akan memberikan manfaat bagi pemegang saham, baik dalam bentuk pemberian dividen atau harga sahamnya.

 

5 Hal Penting Tentang Right Issue Dalam Pasar Modal

 

  • Informasi Terkait Rasio HMETD

Informasi ini sangat bermanfaat bagi pemegang saham untuk mengetahui rasio jumlah saham lama dan jumlah saham baru. Kedua data ini selanjutnya juga digunakan dalam perhitungan harga teoritis dari harga saham eksekusi HMETD ini. Dengan mengetahui harga teoritis, para pemegang saham dapat melakukan kalkulasi terhadap capital gain pembelian saham baru.

Setelah pengumuman dari emiten terkait, pemegang saham dapat mengambil haknya dan membeli sahamnya. Di sisi lain, pemegang saham juga dapat mengabaikan penawaran tersebut dan memilih untuk tidak mengeksekusinya. Namun, agar tidak merugi karena persentase kepemilikan saham terdilusi, maka pemegang saham juga bisa menjual saham baru kepada pihak lain.

 

Penutup

Aksi korporasi emiten untuk rights issue biasanya dinilai negatif oleh para pemegang saham. Namun, pada dasarnya rights issue dengan HMETD tidak selalu mendatangkan dampak buruk bagi investor. Agar tidak salah mengambil keputusan ketika suatu emiten melakukan rights issue, ada baiknya investor saham memahami apa yang harus dilakukan dan melakukan pertimbangan serta kalkulasi lebih lanjut.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Hanson |  17 Feb 2012

Salam Master, saya ingin menanyakan apakah bisa mengikuti trading forex tanpa modal tapi akun real bukan demo. Thanks

Lihat Reply [5]

 Syarif Batawi |  9 Sep 2012

1.broker mana yang aman terpercaya dan mudah dalam penarikan profit jika saya memiliki modal $100, dan account apa yang cocok, standar atau micro
2. bagaimana cara menentukan trend
3. bagaiman cara mengatur dan membaca indicator MA yaitu cara menentukan periode, level, dan visualisasinya, thanks

Lihat Reply [2]

 Oza |  2 Dec 2015
Saat buka akun demo kt bisa trading dgn modal demo besar2 sampai 10000 usd, tpi ada yg menyarankan sebaiknya itu disamakan dgn modal kita nanti saat buka akun ril saja. Jadi seandainya kita ada modal 100 usd maka trading di akun demo juga sebaiknya ambil modal demonya juga sebesar itu.

Pertanyaannya, apa ini bisa dan wajar dilakukan? Apa untungnya kita melakukan ini? Bukankah saat belajar baiknya kita dengan modal yg besar?

Lihat Reply [1]

 Ignatius |  30 Jul 2019

Modal awal $100, buka posisi buy dengan volume 0.01 jadi saya ingin pasang S/L kisaran 50 pip, semisal loss kerugian saya berapa ya? dari modal awal $100 ,?? 

Lihat Reply [1]

 Udin |  25 Feb 2021

1 jika modal sudah 800 cent pake 20% lot berapa ? 

2. jika modal 5$ profit 20%, tiap hari meningkat berapa? 

Lihat Reply [11]

 

Komentar @inbizia

Menurut saya betul kalau untuk pemula belajar manual, karena kalau menggunakan Robot EA dari segi biaya perlu biaya untuk membeli software dan sewa VPS nya. Belum termasuk untuk modalnya
 Ketut R |  4 Aug 2021
Halaman: Keunggulan Dan Kelemahan Robot Trading Forex Ea
lain orang lain pemikian, untuk saham leverage kecil tapi modal besar, untuk forex modal bisa kecil tapi beresiko, saran saya terus belajar dan kenali kemampuan diri sendiri lebih cocok di trading apa
 Gama |  28 Oct 2021
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Urun rembuk...... barangkali ada guna/manfaatnya. Saya tertarik setelah baca pendapat/komentar mas-mas/bpk diatas yang macam2, yakni ada yg setuju juga ada yg berpersepsi negatif terhadap trading forex. Kalau menurut saya gampang atau mudah saja..... jangan pusing.. jangan diperdebatkan dg berbagai alasan, "gitu aja kok repot...." maaf ngutip pendpt mendiang presiden Gus Dur. Dalam menyikapi trading forex dan sejenisnya ... Sebaiknya Kita harus berfikir secara  global/universal/konprehensif... bahwa semua/ segala sesuatu yang diciptakan didunia ini (ciptaan Tuhan maupun Manusia) adalah BAIK atau POSITIP, karena semua ciptaan itu ada ILMUnya.(Kalau tdk pakai ilmu maka produk tsb tdk akan jadi spt yg diharapkan/ dimaksud oleh penciptanya) Produk/Ciptaan itu akan menjadi manfaat dan berguna / ada kebaikan bagi kita/manusia bila diterapkan dg benar dan dg tujuan utk kebaikan, Demikian pula akan menjadikan tdk manfaat / jelek bila ..... dst.. (teruskan sendiri yaa,,,,,). Demikian juga Ilmu ada yg sangat sederhana, sederhana, ada yg canggih, super canggih, bahkan Maha Canggih. Selain itu kita jangan lupa bahwa setiap produk/ ciptaan akan berlaku HUKUM ALAM yatiu ada masa berlaku dan ada siklus atau ada peroidenya. (kita tdk boleh menentangnya, mengabaikan, dll... karena ini adalah kehendak Tuhan Maha Mencipta. yaa...kita harus mengikutinya. Kesimpulan : Setiap produk itu baik dan ada ilmunya, serta berlaku hukum alam. Lebih lanjut produk tsb menjadi baik atau tdk baik tergantung penerapan/aplikasinya.  Contoh Ciptaan Tuhan : Manusia spt kita ini...,.. contoh ekstrim adalah Tuhan menciptakan IBLIS beserta keturunannya... menurut saya pribadi adalah BAIK, Contoh produksi buatan manusia yang sehari2 kita gunakan : pisau/ clurit, motor/mobil, rumah dll. Tapi perlu diingat bahwa setiap penciptaan produk sdh dilengkapi dengan tata aturan penerapannya, carakerja, indikasi, masa berlakunya dll. Untuk aplikasinya bagaimana ... ?  jawabnya terserah mas-mas/ bapak-bapak.      Lalu bagaimana tentang aplikasi Forex ? apakah baik, jawab saya BAIK (menciptakan aplikasi ini menggunakan ilmu canggih dan sulit/tdk bisa bagi orang awam termasuk saya), dan akan bermanfaat menjadikan penghasilan/profit yang menjanjikan jika tahu ilmunya titik. (maaf saya tidak menyinggu tentang dogma/agama karena berkaitan dg keyakinan). Tetapi sebaliknya jangan sekali-kali ikut trading Forex/saham/sekuritas lainnya, jika tidak punya ilmunya, pasti akan habis modal/ bangkrut/ miskin dll. Tentunya hal ini sudah ada ketentuan bahwa Setiap Broker sdh memberi rambu2/ peringatan bahwa trading forex dan sejenisnya mempunyai probabilitas yg sangat tinggi.  Sekarang terserah mas-mas/ bapak2 menyikapinya.... , silahkan .. trm ksh. 
 Sariadi |  17 Dec 2021
Halaman: Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market
saya juga setuju, niat dan kerja keras wajib, namun modal juga dibutuhkan walaupun jumlah dari modal itu sendiri akan bervariasi jumlahnya sesuai kebutuhan usahanya
 Dzikri Akbar |  21 Mar 2022
Halaman: Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Sekarang ini trading bnyk sekali macamnya, sampe2 susha dikenali mana yg trading mana yg penipuan. Temen2 ane bnyk banget yg diem2 ngakunya trading forex lah, bitcoin lah, gataunya cm nitip modal terus kena tipu. Disuruh baca ilmu kyk gini mana mau. Capek de.
 Adeeee |  11 Apr 2022
Halaman: Apa Itu Trading Ini Cara Main Dan Mengatasi Risikonya
"forex tidak cocok untuk semua orang", ini adalah harsh truth, tapi banyak yang tidak mau terima. Orang-orang pada fomo dan gelap mata kalau liat temen ato kenalannya sukses di forex, pengen ikut makmur juga. Tapi kalo udah mbahas soal manajemen emosi dan modal, suruh belajar pake akun dana kecil2, pada gak sabaran. Ntar pas rugi koar-koar forex itu penipuan.... kisah lamanya sih gt.
 Jimmy Belompro |  13 Apr 2022
Halaman: Halhal Yang Cenderung Disembunyikan Tentang Forex Trading
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip