Investasi reksadana kini semakin digandrungi oleh generasi milenial di Indonesia karena dianggap mudah untuk investor pemula. Walaupun demikian, apapun jenis instrumen investasi yang ingin dipilih, Anda tetap perlu mengetahui risiko dari produk investasi tersebut.

Oleh karena itu, sebelum memulai investasi reksadana Anda baik secara online atau pun konvensional, Anda wajib mengetahui profil risiko Anda terlebih dahulu. Mengapa? Sebab, memahami profil risiko dapat membantu menentukan jenis-jenis reksadana apa yang cocok untuk Anda, sesuai dengan tingkat return yang diharapkan dan tingkat risiko yang bisa Anda terima.

Dalam berinvestasi pasti kita mengharapkan keuntungan dari hasil investasi yang sudah ditanamkan. Nah, keuntungan besar yang diharapkan dari investasi pasti juga diikuti oleh risiko kerugian yang besar pula. Hal tersebut sudah menjadi hukum investasi, apapun instrumen yang Anda pilih.

cara memilih reksadana sesuai dengan profil risiko

Untuk mengetahui profil risiko investasi Anda, Anda bisa memanfaatkan aplikasi ataupun website di internet yang menyediakan layanan cek profil risiko. Umumnya, sebelum berinvestasi reksadana online melalui aplikasi, Anda perlu mengisi sejumlah pertanyaan ataupun kuesioner yang diberikan. Hal inilah yang akan memberikan gambaran dari profil risiko investasi Anda nantinya dalam memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko.

Terdapat tiga jenis profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Di mana satu dari tiga profil risiko tersebut merupakan profil risiko Anda. Berikut cara memilih reksadana yang sesuai dengan profil risiko:

1. Profil Risiko Konservatif

Jika profil risiko Anda adalah konservatif, berarti Anda masuk kategori profil risiko rendah, yang mana Anda sangat menghindari jenis investasi yang berisiko mengalami kerugian besar.
Pilihan investasi reksadana yang cocok, yaitu reksadana pasar uang dengan skema investasi jangka panjang. Reksadana jenis ini memiliki tingkat return yang tidak telalu besar namun stabil untuk memaksimalkan hasil investasi Anda.

Sementara itu, reksadana pendapatan tetap juga bisa menjadi opsi terbaik untuk profil risiko konservatif. Dengan skema investasi jangka menengah hingga jangka panjang, Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang lebih tinggi.

Profil risiko investor

2. Profil Risiko Moderat

Investor dengan profil risiko moderat mencari keseimbangan dari segi return dan risiko kerugian reksadana yang bisa ditanggung. Jenis reksadana yang cocok adalah reksadana campuran dan reksadana saham dengan skema jangka menengah dan jangka panjang.

Salah satu hal yang mencolok dari profil risiko moderat, yaitu mereka cenderung memilih jenis instrumen investasi yang memberikan tingkat return yang stabil.

 

3. Profil Risiko Agresif

Jenis investasi reksadana yang sesuai dengan profil risiko agresif adalah reksadana saham. Reksadana saham diketahui merupakan jenis reksadana yang memiliki tingkat return paling tinggi dibanding dengan jenis reksadana lainnya. Selain itu, risiko kerugian dari berinvestasi reksadana saham juga cukup tinggi. Ini merupakan kecenderungan yang akan dipilih oleh calon investor yang memiliki profil risiko agresif.

Pilihan investasi dengan high gain high risk seperti saham memang selalu menjadi suatu daya tarik dari profil risiko ini dengan skema investasi jangka panjang, yaitu lebih dari 5 tahun.

jenis-jenis reksadana

Profil Risiko Membuat Anda Lebih Bijak dalam Berinvestasi

Profil risiko investasi memang menjadi tolak ukur dan arahan yang tepat bagi calon investor dalam mengalokasikan dana investasinya ke jenis instrumen investasi yang cocok dengan Anda. Namun, seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan dalam berinvestasi, hal ini juga dapat mengubah jenis profil risiko Anda.

Dengan memahami profil risiko, Anda bisa menjadi lebih cerdas dan bijak dalam memilih jenis investasi reksadana yang tersedia saat ini sesuai dengan uraian di atas.