Rekomendasi 5 Manajer Investasi Reksadana Unggulan

Wahyudi 18 Dec 2019 317

Reksadana bisa jadi solusi bagi investor baru yang ingin terjun di pasar modal. Risikonya relatif kecil dibandingkan saham karena dana yang kita investasikan dikelola ke dalam beberapa instrumen. Investor tinggal memilih jenis-jenis reksadana sesuai dengan profil resiko masing-masing.

Pihak yang mengelola reksadana disebut sebagai Manajer Investasi Reksadana. Manajer Investasi memegang peran penting dalam kesuksesan investasi kita. Oleh karena itu, calon investor wajib jeli memilih dan mempelajari profil tiap manajer investasi sebelum mengalokasikan dananya.

Rekomendasi manajer investasi reksadana

Agar maksimal hasil investasi reksadana Anda, berikut ini rekomendasi 5 Manajer Investasi yang bisa Anda pertimbangkan sebagai mitra Anda:

1. PT Danareksa Investment Management (DIM)

PT Danareksa Investment Management (DIM) telah mendapatkan izin dari OJK (dulu Bapepam) pada 1992. DIM merupakan pionir produk reksadana di Indonesia, tepatnya mulai Juli 1996. Bagi investor lama, tentu mengenal produk reksadana legendaris Danareksa Melati, Danareksa Anggrek, dan Danareksa Mawar.

Hingga kini, DIM sudah mengelola lebih dari 30 reksadana dengan total dana kelolaan (AUM) reksadana senilai Rp 19.16 triliun di 2018. Tak salah jika DIM punya reputasi baik di bidang investasi reksadana.

 

2. PT Schroder Investment Management Indonesia

Schroder Investment Management Indonesia berdiri pada 1991 dan 99 persen sahamnya dimiliki oleh Schroder Plc. Schroder mendapatkan izin dari OJK pada 1997.

Manajer investasi ini sukses meraup dana kelolaan reksadana sebesar Rp 46.29 triliun pada 2018 lalu dengan beberapa produk unggulan yang cukup populer di mata investor reksadana. Di antaranya adalah  Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Prestasi Plus dan Schroder Syariah Balanced Fund.

 

3. PT Mandiri Manajemen Indonesia (MMI)

Mandiri Manajemen Investasi (MMI) berdiri sejak 2008 sejak memisahkan diri dari PT Mandiri Sekuritas. Perusahaan ini merupakan manajer investasi nasional terbesar yang sudah terdaftar resmi di OJK.

Periode emas MMI yaitu pada 2008 saat sukses membukukan dana kelolaan reksadana sebesar Rp 42.03 triliun. Produk unggulan MMI seperti Mandiri Investasi Cerdas Bangsa (MICB), Mandiri Pasar Uang Syariah (MPUS), Mandiri Pasar Uang Syariah (MPUS) dan Mandiri Investa Dana Utama (MIDU).

Rekomendasi manajer investasi reksadana

4. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM)

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen berdiri sejak 1996 dan sukses membukukan total dana kelolaan sebesar Rp40,34 triliun.

BPAM menawarkan beberapa produk unggulan seperti Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, Batavia Dana Saham Syariah. Salah satu produknya yang cukup populer yaitu Batavia Dana Obligasi Ultima, yang termasuk kategori reksadana pendapatan tetap. BPAM mengklaim produk tersebut bisa memberi keuntungan 163,67% sejak peluncurannya di Februari 2007.

 

5. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berdiri sejak 1996 dan mengantongi izin operasional dari OJK mulai 1997. MAMI memperoleh izin sebagai penasihat investasi pada 2018 setelah sukses membukukan total dana kelolaan MAMI sebesar Rp27,79 triliun dengan 24 produk reksadana. Beberapa produk unggulan di antaranya adalah Manulife Dana Saham (MDS), Manulife Pendapatan Bulanan (MPB) II dan Manulife Dana Kas Syariah (MDKS).

 

Reksadana bisa menjadi alternatif investasi yang menguntungkan jika dilakukan jangka panjang, setidaknya 10 tahun. Sekedar ilustrasi, harga Reksadana Schroder pada 2009 adalah Rp 8.000 sedangkan pada 2019 sudah mencapai Rp 40.000 atau naik 5 kali lipat selama 10 tahun atau rata-rata naik 50 persen per tahun. Jarang Anda bisa mendapat imbal balik investasi sebegitu besarnya. Kuncinya, Anda sabar dalam mengelola dana investasi Anda.

Kirim Komentar/Reply Baru
Open Buy Sell Di Satu Mata Uang, Bisa Profit?
Sy mau tanya, kalau kita open posisi Buy dan Sell secara bersamaan di mata uang yang sama pula apakah bisa profit??

Heri 25 Jun 2015

Reply:

M Singgih (28 Jun 2015 13:45)

@ Heri:
Menurut saya tidak ada gunanya. Dengan open buy dan sell pada harga yang sama berarti Anda melakukan hedging. Kalau Anda bisa profit pada posisi buy maka akan mengalami loss untuk yang posisi sell, dan sebaliknya. Jika Anda bisa ambil profit dari yang posisi buy belum tentu akan memperoleh profit dari yang posisi sell, dan sebaliknya. Dalam hal ini sama saja Anda berspekulasi dengan masuk pada salah satu posisi, misal Anda telah menutup yang posisi buy dengan profit misalnya 50 pip, maka untuk yang posisi sell Anda loss 50 pip, jadi impas. Profit Anda sesungguhnya akan bergantung pada yang posisi sell (yang masih open), jika harga terus naik maka Anda akan loss dan sebaliknya jika harga turun Anda akan profit, jadi sama saja Anda berspekulasi dengan masuk posisi sell.
Teknik hedging biasanya dilakukan jika sudah ada posisi tetapi merugi. Itupun tidak menjamin akan menghasilkan profit atau bisa mengurangi kerugian. Dalam hal ini sebenarnya sama saja dengan cut loss dan buka posisi baru.

Irwan (14 Jul 2017 08:29)

Apakah boleh posisi buy dan sell di mata uang yg sama dengan satu akun ?

M Singgih (16 Jul 2017 23:46)

@ Irwan:

Saat ini sudah banyak broker populer disini yang mengijinkan hedging pasangan mata uang yang sama pada satu akun, misalnya InstaForex, FBS, XM, FXOpen, OctaFX, RoboForex, Exness, FXTM, dan lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca di: Review Broker Forex.

Kecuali broker-broker yang teregulasi oleh CFTC dan NFA (badan regulator AS) memang tidak mengijinkan hedging pair yang sama dalam satu akun. Peraturan tsb diberlakukan sejak Mei 2009.

Febrian Surya 199
Wahyudi 882