Strategi Trading Ketika Terjadi False Break

SAM 27 Nov 2012 3999
Dibaca Normal 6 Menit

Ketika membuka posisi Buy atau Sell saat harga telah menembus level Support Resistance, namun ternyata arah pergerakan harga tidak sesuai prediksi. Bagaimana agar tidak kecolongan seperti ini?



False break adalah sinyal break (tertembusnya level Support atau Resistance) yang salah, atau disebut juga dengan sinyal break palsu. Kita membuka posisi Buy atau Sell saat harga telah menembus level Support atau Resistance. Namun, ternyata arah pergerakan harga berbalik dan tidak sesuai dengan prediksi kita sebelumnya, sehingga stop loss kita kena.

Tentunya, kita tidak akan masuk jika sudah mengetahui sinyal break bakal terjadi. Meski demikian, kita tidak bisa menghindari false break saat sudah membuka posisi trading. Dalam seri tulisan ini, akan dibahas mengenai beberapa jenis false break yang sering terjadi dan bagaimana seharusnya kita mengantisipasinya sebelum terjebak.   

Strategi Trading Ketika Terjadi False

False break bisa terjadi kapan saja. Hal tersebut akibat dari respon trader terhadap kondisi pasar hingga membuka posisi Buy pada level harga tertinggi dan Sell pada level harga paling rendah. False break bisa dianggap sebagai ‘tipu muslihat’ pasar. Pasar menguji suatu level Support atau Resistance yang telah ditembus, sebelum akhirnya berbalik arah. Bisa juga, gerak harga pasar tidak berlanjut di luar level yang telah diuji, tetapi kembali ke area semula dan membiarkan keadaan itu sebagai sinyal palsu atau false break.

Keadaan ini sering terjadi pada pasar normal, baik ketika pasar sedang ‘tenang’ ataupun saat terjadi rilis berita fundamental penting. Gambar di bawah adalah contoh keadaan false break pada level Resistance. Keadaan sebaliknya juga bisa terjadi pada level Support.

 

Poin-Poin Penting Yang Perlu Dipahami

Berdasarkan karakteristik pola pergerakan harga pasar yang biasanya terjadi, break yang pertama kali biasanya bukan yang sebenarnya atau cenderung sebagai sinyal break palsu. Pasar biasanya menguji level tersebut sebelum benar-benar ditembus. Break yang terjadi berikutnya akan lebih besar validitasnya.

Jika Anda ragu atau kurang yakin, tetapi tetap ingin masuk, maka sebaiknya trading dengan risiko kecil, yaitu menggunakan ukuran lot (position size) kecil. Berikut adalaha beberapa poin penting yang perlu trader pahami.

  • Range: apakah pasar bergerak dalam range trading yang jelas? Mungkin kondisi pasar benar sideway atau ranging, tetapi range trading-nya kurang jelas.
  • Jarak order yang aman: apakah order untuk membuka posisi sudah pada jarak yang cukup aman? Mungkin kita membuka posisi pada jarak yang terlalu dekat dengan batas range hingga berpotensi terjadi koreksi atau Retracement.
  • Indikator teknikal: apakah indikator teknikal telah mengisyaratkan terjadinya Breakout yang valid? Misalnya, indikator ADX untuk mengetahui kekuatan tren atau garis moving average sebagai level Support Resistance dinamis yang telah ditembus.
  • Formasi price action: apakah pada level tersebut terbentuk setup price action yang mendukung terjadinya kondisi break. Perhatikan formasi candlestick yang terjadi pada pergerakan harga.
  • Melihat pada time frame yang lebih tinggi: apakah pada time frame yang lebih tinggi juga terjadi breakout? Jika ya, maka validitas breakout cukup besar. Jika pada time frame tinggi terjadi tren yang sebaliknya (Counter Trend), maka perlu dipertimbangkan lagi untuk membuka posisi. 

Yang perlu Anda hindari adalah menggeser Stop Loss ke level yang lebih besar dengan harapan harga akan kembali bergerak ke arah yang sesuai dengan prediksi Anda. Jika memang yang terjadi false break, Anda pasti akan loss. Hal tersebut adalah kebiasaan yang mesti dihindari dalam trading.



Agar tidak ‘kecolongan’ ketika Anda membuka posisi trading, pada bagian ini dibahas beberapa jenis false break, sekaligus cara untuk mengantisipasinya. Sebenarnya, banyak trader forex yang berpengalaman bisa cepat mengenali terjadinya false break. Trader memanfaatkannya guna meraup profit. Berikut beberapa jenis false break yang sering terjadi di pasar, sebagaimana diungkapkan oleh Niall Fuller dalam situs Learn To Trade The Market.

 

1. Bull Trap Dan Bear Trap Pada Level Support Resistance

Bull Trap atau Bear Trap biasanya terdiri dari formasi 1 sampai 4 bar candlestick pada level Support Resistance yang bersifat sebagai false break (trap artinya jebakan). False break biasanya terjadi setelah Uptrend atau Downtrend yang kuat dan harga mendekati level Resistance atau Support. Trader cenderung berasumsi bahwa level Support Resistance akan segera ditembus karena pergerakan tren yang kuat dan agresif. Segera setelah mereka membuka posisi Buy atau Sell, harga berbalik arah dengan membentuk formasi Bull Trap atau Bear Trap, seperti pada gambar di bawah.

Strategi Trading Ketika Terjadi False

 

2. False Break Konsolidasi Pada Pasar Sideways

False break yang terjadi saat pasar Sideways atau Ranging, berkonsolidasi untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Trader sering terjebak ketika level Support Resistance sudah ditembus. Cara yang paling mudah untuk menghindari jebakan ini adalah dengan menunggu hingga bar yang menembus level Support Resistance selesai terbentuk, dengan penutupan harga di luar level yang ditembus. Paling bagus atau valid adalah jika terjadi pada chart daily. Jika Anda trading dengan menggunakan metode price action, Anda bisa mengkonfirmasi dengan formasi pin bar yang mungkin terbentuk.

Strategi Trading Ketika Terjadi False

3. False Break Pada Formasi Fakey Bar

Dengan terbentuknya formasi fakey (false) bar pada setup price action yang memang mengindikasikan sinyal palsu, kita bisa membuka posisi pada bar setelah inside bar. Lebih valid lagi jika terjadi pin bar setelah inside bar. (Baca: Strategi trading dengan price action : pin Bar, fakey dan inside bar).

Strategi Trading Ketika Terjadi False

Mengantisipasi False Break Dengan Price Action

Dengan metode price action, kita bisa menguji validitas break yang terjadi. Terutama pada time frame daily. Kalau memang terjadi false break, kita bisa membuka posisi yang berlawanan, jika kondisi pasar memang mendukung. Untuk level Support Resistance yang tertembus, perhatikan setup price action yang terbentuk, terutama ‘ekor’ candlestick yang dekat pada level itu.



Bagaimana reaksi harga yang menembus level itu? Apakah harga penutupan daily-nya berada di luar level yang ditembus?. Jika tidak, biasanya akan terjadi Retracement yang kuat atau bahkan reversal atau pembalikan arah tren. Sebagai contoh false break yang terjadi pada chart daily EUR/USD seperti pada gambar berikut, di mana false break mengakibatkan reversal ke arah Downtrend dengan kuat.

Strategi Trading Ketika Terjadi False

Contoh Dari Histori George Soros Ketika Menggoyang Bank of England

Contoh penting false break dalam trading forex adalah ketika trader legendaris George Soros ‘menggoyang’ Bank of England (BoE) pada 16 September 1992. Lihat gambar chart GBP/USD berikut ini.

Strategi Trading Ketika Terjadi False
GBP/USD break ke arah Uptrend dengan terbentuknya level-level puncak yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ketika George Soros melakukan sell GBP dengan volume yang sangat besar, harga turun dengan range yang sangat besar pula. Terlihat pada chart tersebut, telah terjadi false break pada formasi fakey bar.



Forum

Wisnu (15 Mar 2012)

di chart mv kalau pointer di letakkan di candle dan di biarkan muncul harga O,H,L, Close. dan ada Volume, apa maksud dari volume? dan apa kegunaannya dalam trading?. terima kasih. salam sukses

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 7    

Nanda
10 DEC 2012
kayaknya si om nial nih jagonya price action apa ya? Kog yang dijelasin disitu gak pake indi. Jadi puyeng deh kite...hehehe..sori..abis e kebiasaan pake indi
Rusli
16 DEC 2012
dik nanda gmn to? Coba dibaca lg baik2..jelas ada saran dia pake indi adx buat ngukur kekuatan tren kan? Cuma begini dik..model price action itu emang dah jadi favorit para master dunia lho. Jadibia adik lebih tau lebih dini. Nantinya jam terbang yang akan membuktikan kalo dengan sebersih mungkin chart kita dari coretan indi maka akan semakin jelas sinyal yang kita lihat. Silakan buktikan sendiri..nantinya
Sherly
4 JAN 2013
buat gan @M Singgih..mo tanya..ini murni teknikal yaa? Mohon dijelaskan juga pengaruh fundamentalnya gan. Kog kayaknya saya lihat masih ada yang kurang disitu..terimakasih sudah berkenan menjawab
Joe
8 JAN 2013
salam knal @jeng sherly cantik..hihihi. Mo coba membantu jawab yaa..begini ya jeng, strategi price action sebenarnya sudah memasukkan faktor fundamental dalam analisanya. Lho kog gak ikut ditulis? mungkin itu pertanyaan jeng kan? Nah para pemain senior ini dengan melihat pergerakan harga saja sudah bisa merasakan fundamental akan bergerak kemana. Jadi bagi meraka gak perlu lg bolak balik cari berita cuma buta bahan analisa yang notabene telah bisa mereka lihat dan rasakan melalui pergerakan-bentuk chart.. begitu sudah paham?
Upit
14 JAN 2013
Master tanya..boleh kan? Ini saya pingin tau, kalo model beginian bisa kagak ya kalo pake time frame yang kecilan dikit kek. Soale gue cuma main scalper. Pingine biar gampang ngliate sinyal. Selama ini kebiasaan pake sinyal tumpuk-tumpuk jadi tambah bingung.Thanks ya
M Singgih
12 FEB 2015
@ sherly:
Kalau dari topik ini memang full teknikal karena penulisnya (Nial Fuller) memang seorang technicalist (chartist) yang biasa trading dengan analisa price action.

Dalam tulisan-tulisannya dia selalu menganjurkan agar tidak entry atau membuka posisi pas ada rilis data fundamental, jadi bener-bener dia menghindari analisa fundamental.

Untuk menjelaskan pengaruh fundamentalnya dari artikel tersebut agak susah, karena topiknya memang sepenuhnya analisa teknikal yaitu sinyal break palsu atau false break, jadi tidak ada hubungannya dengan suku bunga atau tingkat pengangguran.
M Singgih
12 FEB 2015
@ upit :
Bisa, asal level support atau resistance-nya jelas. Jelas disini maksudnya kuat atau sulit ditembus. Kalau bisa ambil support dan resistance dari time frame yang lebih tinggi misalnya daily. Kalau pada time frame daily tidak bisa tembus jelas pada time frame yang lebih kecil juga tidak akan ditembus.
Kirim Komentar/Reply Baru
Benarkah analisa di akun demo lebih mudah daripada di akun real?
apakah akun demo diseting lebih mudah drpd akun real? selain memang menggunakan uang virtual. maksud saya pegerakan trade dan analisis nya, apakah memang di seting lebih mudah atau akun demo dn real hanya berbeda di uang nya saja?

Dani 8 Apr 2015

Reply:

Basir (10 Apr 2015 07:37)

Akun demo dirancang untuk  memudahkan para pemula mengetahui dasar-dasar kondisi pasar. Dalam prakteknya - Pada akun demo sering kali  tidak memiliki rasa takut kehilangan modal. Dan karena itu, kadang ada posisi terbuka dibiarkan saja bahkan sampai di hari selanjutnya. Jika posisi benar maka bisa profit besar. Jika posisi salah, tinggal bikin akun demo yang baru lagi.

Jika akun real, tidak akan dibiarkan begitu saja, ditunggu, begitu +5 pips main sikat ! Ketika minus banyak, dibiarkan...berharap kembali ! Dia tidak bikin akun baru lagi lalu deposit, proyek mengembalikan posisi adalah prioritasnya. Kemudian banyak masalah ditemui dalam perjalanan tradingnya, akhirnya pikiran kacau  dan MC juga.

Antara akun demo dan akun real memang berbeda. Ada perbedaan kinerja antara perdagangan live account dan demo account yang dapat dikaitkan dengan masalah eksekusi. Yang akhirnya hasil yang dicapai dari trading di demo account dapat berbeda jauh dari hasil live trading yang sebenarnya.

Thanks.

USD/CAD Bearish Di Area S1, Inikah Saatnya Sell?
USD/CAD Bearish Di Area S1, Inikah Saatnya Sell?
Kazuki   19 Apr 2021   52  
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   49  
Terhambat R1, Mampukah NZD/JPY Naik Lebih Lanjut?
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   94  
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Kazuki   5 Apr 2021   74  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   546  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   462