Cara Menggunakan Stochastic yang Akurat untuk Scalping

Kiki R 3 Nov 2021Dibaca Normal 6 Menit
forex>indikator>   #scalping   #stochastic
Scalping adalah strategi yang cukup populer di kalangan trader Indonesia. Sudahkah Anda tahu cara menggunakan Stochastic yang akurat untuk Scalping?

Jika Anda sering ke forum-forum atau grup Telegram yang diisi oleh trader Indonesia, maka Anda tidak akan asing dengan istilah gaya trading Scalping. Seseorang yang menggunakan strategi trading ini disebut scalper. 

Daya tarik scalping terletak pada keuntungan yang diperoleh dalam waktu cepat. Dalam waktu beberapa menit, seorang scalper sudah bisa menghasilkan profit dari tradingnya.

Strategi trading scalping dilakukan pada time frame rendah untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Time frame yang digunakan biasanya dari 15-menit sampai 1-menit. Target profit scalping pun biasanya hanya 5 sampai 10 pips saja. Dengan demikian, maka dalam satu hari, seorang scalper bisa membuka banyak posisi karena strategi ini cukup memberikan peluang entry yang banyak.

Pada artikel kali ini, strategi scalping akan menggunakan alat bantu berupa indikator Stochastic Oscillator. Agar lebih efektif, maka pembahasan saya bagi menjadi beberapa poin berikut:

Penasaran dengan uraian dari poin-poin di atas? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Setting Stochastic Oscillator

Pertama-tama, setting terlebih dahulu indikator Stochastic yang akan kita gunakan. Saya menyarankan menggunakan settingan standar dengan rincian:

  • %K Period: 14
  • %D period: 3
  • Slowing: 3

Jika Anda menggunakan Metatrader 4, ketika Anda menginput indikator Stochastic, akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

setting stochastic untuk scalping

Settingan ini sudah default sehingga tidak perlu diubah. Setelah klik OK, maka indikator Stochastic akan menampilkan grafik seperti di bawah ini.

stochastic untuk scalping 2

Terlihat pada pojok kiri atas di jendela indikator Stochastic tulisan: Stoch(14,3,3). Angka (14,3,3) merujuk ke settingan Stochastic dengan urutan (%K, %D, slowing). Stoch (14,3,3) artinya %K periode 14, %D periode 3, dan slowing 3.

Namun jika Anda menggunakan platform Tradingview, maka ketika menginput indikator Stochastic, settingan default bukanlah 14,3,3 melainkan 14,3,1 sehingga Anda perlu mengubah periode slowing/smoothing-nya.

cara menggunakan stochastic

Dengan klik OK, maka akan tertampil jendela indikator Stochastic seperti ini.

cara menggunakan stochastic

 

Cara Membaca dan Trading Menggunakan Stochastic Oscillator

Cara membaca indikator Stochastic cukup mudah, pertama kita melihat tanda jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) yang ditunjukkan dengan angka 20 dan 80.

  • Angka 20 adalah batasan oversold. Jika indikator berada di bawah 20 artinya harga sudah jenuh jual.
  • Angka 80 adalah batasan overbought. Jika indikator berada di atas 80 artinya harga sudah jenuh beli.

Kedua, perhatikan persilangan yang terjadi. Persilangan yang menjadi acuan entry adalah yang terletak di bawah 20 dan di atas 80.

  • Persilangan di bawah 20 menunjukkan harga akan berbalik arah naik (menguat)
  • Persilangan di atas 80 menunjukkan harga akan berbalik arah turun (melemah).

cara membaca stochastic

 

Panduan Scalping Menggunakan Indikator Stochastic Oscillator

Pada penerapan di strategi scalping, indikator Stochastic berfungsi sebagai trigger atau sinyal entry, bukan penentu struktur atau level. Dengan demikian, kita harus menentukan terlebih dahulu alat bantu penentu struktur dan level.

  • Penentu Struktur Market

Ada 2 jenis struktur market, yaitu trending dan sideways/ranging. Untuk menentukan struktur market, kita bisa menggunakan 2 cara, yaitu dengan indikator atau tanpa indikator. Karena saya adalah trader price action, maka dalam penentuan struktur saya biasanya hanya menggunakan high (harga tertinggi) dan low (harga terendah).

Market trending ditandai dengan adanya higher high (high yang lebih tinggi dari high sebelumnya) dan higher low (low yang lebih tinggi dari low sebelumnya) dalam trend naik. Sedangkan dalam trend turun ditandai dengan lower low (low yang lebih rendah dari low sebelumnya) dan lower high (high yang lebih rendah dari high sebelumnya). Sementara itu, market sideways ditandai dengan harga yang bolak balik dalam range harga tertentu tanpa membentuk higher high atau lower low.

Jika ingin menentukan struktur market menggunakan indikator, manfaatkan indikator berjenis trend seperti Moving Average (MA) atau MACD.

  • Level

Untuk penentuan level juga bisa menggunakan 2 cara, tanpa indikator dan menggunakan indikator. Tanpa indikator contohnya menggunakan level Support dan Resisten (S&R) atau Supply and Demand (S&D). Menggunakan indikator bisa dengan Relative Strength Index (RSI) atau Bollinger Bands. Tools teknikal lain seperti Pivot point atau Fibonacci Retracement juga bisa dimanfaatkan.

 

Trigger Entry Menggunakan Stochastic Oscillator

Bagian terakhir baru masuk ke trigger entry menggunakan indikator Stochastic. Jika market sedang trending, maka gunakan Stochastic sebagai trigger entry sesuai arah trend yang sedang terjadi pada level-level penting. Namun apabila kondisi market sedang sideways, maka posisi entry bisa dua arah, sell dan buy pada level penting.

Saya akan berikan 2 contoh untuk penerapan strategi ini, yaitu pada kondisi market trending dan market sideways:

 

1. Contoh pertama, kondisi market sedang trending yaitu trend naik, ditunjukkan oleh higher high dan higher low.

menggunakan stochastic untuk scalping

Dalam kondisi trend naik, kita fokus entry buy dan abaikan signal Stochastic untuk sell. Level yang kita gunakan adalah support sebagai area entry buy.

menggunakan stochastic pada tren naik

Pada grafik contoh di atas, terlihat signal entry buy di area support saat terjadi persilangan di bawah angka 20. Ini artinya harga sudah memasuki jenuh jual dan ingin berbalik naik (menguat). Ternyata harga menguat hingga membentuk higher high yang baru.

stochastic pada uptren

 

2. Contoh kedua pada market sideways. Pada grafik dibawah ini, kondisi market sedang sideways yang ditunjukkan oleh harga bergerak bolak balik pada range tertentu. Tidak ada higher high dan lower low seperti pada kondisi market trending.

stochastic pada sideways

Dalam market sideways seperti ini, kita bisa entry dua arah, sell apabila terjadi persilangan Stochastic di atas 80 pada level resisten, atau buy apabila terjadi persilangan Stochastic di bawah 20 pada level support.

stochastic pada level sideways 2

Kotak merah sebagai signal entry sell dan kotak biru sebagai signal entry buy. Untuk SL, bisa beberapa pips di bawah harga terendah (posisi buy) atau beberapa pips di atas harga tertinggi (posisi sell).

Menggunakan strategi scalping dengan Stochastic harus menyesuaikan dengan kondisi market yang sedang terjadi agar performanya baik. Jangan melawan trend dengan mengambil posisi berlawanan arah ketika terjadi persilangan di area jenuh beli atau jenuh jual, karena akan banyak sinyal palsu. Pahami langkah-langkahnya agar penggunaan indikator Stochastic bisa akurat dan efektif.

 

Secara garis besar, Stochastic tidak hanya bisa menunjukkan level overbought dan oversold, tapi juga bisa memberikan fingsi-fungsi analisa lainnya. Apa sajakah itu? Pelajari di Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Joko |  31 Jan 2012

master mau tanya,broker mana yang memperbolehkan untuk trader scalpingan dengan poin sedikit(3,4poin)diperbolehkan tanpa batasan transaksi,terimakasih

Lihat Reply [14]

 Ayub |  20 Mar 2012

Apa sih teknik trading scalping yg bagus dan simpel

Lihat Reply [50]

 Nathan |  2 Jul 2012

Saya coba menggunakan EA Scalping V1.3 , tapi indikator seperti EMA 200, EMA 55, MACD, dan parabolic sar tidak tampil. Tolong dijelaskan langkah2 memasukan ke MT4. Terima kasih

Lihat Reply [6]

 Eko |  28 Aug 2015

Mohon saran/rekomendasi setting MA atau indikator lain yang bisa sy gunakan untuk scalpingan XAUUSD dgn minimum profit 0.6 point, krna broker yg saya gunakan mengcharge comission sbsar 0.5 point. Dan di TF brapa aja yg bisa saya pakai buat TF eksekusi dan minim fakenya??

Trims master

Lihat Reply [19]

 Andhy Kusyanto |  23 Apr 2016
Sensei, pertanyaan saya
1. berdampak apa stochastic dan rsi terhadap harga?
2. Terkadang kenapa RSI atau stochastic posisi oversold tapi harga belum mampu naik dan harga menunjukkan tren menurun terus?
Itu yang ingin saya ingin mengerti.
Mohon bantuannnya...

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Kadang suka bingung sama stochastic itu seperti apa, terima kasih ya atas penjelasannya. Dari membaca artikel di atas, jadi merasa kalau stochastic enaknya dipakai saat pasar lagi bergejolak, bukan pas tren berlangsung. Eh, iya ga sih?
 Damayanti |  5 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Bisa digabungin dengan indikator lain. Aku sih paling sering pakai gabungan Stochastic dan MACD untuk menentukan sinyal beli or sell
 Nandya |  5 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Indikator MACD jeleknya agak lambat membaca sinyal daripada price action. Jadi saranku sih, lebih baik dikombinasikan sama indikator lain, kayak stochastic gitu.
 Maria |  14 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Macd Berdasarkan Macam Fungsinya
Bisa aja karena broker tersebut belum unya teknologi, tools, atau pengalaman scalping. Jadi platform mereka masih lemot kalau dipakai scalping.
 Dyeva |  16 Feb 2021
Halaman: Cara Mudah Mengenali Ciri Broker Forex Terbaik Untuk Scalping
Karena scalping bisa diulang berkali-kali jadi jika trader mendapatkan $50 profit setiap scalping, dan dia sehari bisa sampai 10x scalping... berarti sehari dia dapat $500
 Alam |  19 Feb 2021
Halaman: Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex
seperti yang sudah diinfokan oleh Master
Untuk scalping menurut Master kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic)
 Nugraha |  24 Aug 2021
Halaman: Strategi Masuk Pasar Berdasarkan Breakout
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip