Divergensi Indikator Teknikal

SAM 24 Mar 2013 830

Divergensi antara indikator teknikal dan pergerakan harga merupakan sinyal trading yang sering digunakan. Divergensi indikator juga bisa digunakan sebagai alat konfirmasi sebelum entry. Cara trading dengan pengamatan divergensi tidak hanya digunakan di pasar forex, tetapi juga populer diterapkan di pasar saham dan komoditi karena para pelaku yang menggerakkan harga pasar mempunyai karakteristik yang hampir sama. Indikator teknikal yang sering dilihat divergensinya terutama adalah indikator Oscillator seperti RSI, MACD, Stochastic, CCI dan William%R.

Divergensi indikator teknikal bisa dianggap sebagai leading indicator dan tidak terlalu sulit untuk dimonitor. Ciri utama trading dengan divergensi indikator teknikal adalah buy pada harga lembah (bottom price) atau mendekati level support, dan sell pada harga puncak (top price) atau dekat dengan level resistance. Jika diterapkan dengan parameter waktu indikator yang tepat, probabilitas kebenaran divergensi ini bisa cukup besar, walaupun kadang juga gagal, terutama jika pasar sedang didominasi oleh sentimen fundamental.

Divergensi pada indikator teknikal bisa terjadi karena melemahnya trend atau adanya momentum akan terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal). Ada 2 jenis divergensi indikator teknikal:

  1. Divergensi Reguler (regular divergence).
  2. Divergensi Hidden (tersembunyi) atau hidden divergence.

 

Divergensi Reguler

Divergensi Regular digunakan untuk melihat kemungkinan terjadinya pembalikan arah trend. Jika pergerakan harga menunjukkan level Lower Low (LL), tetapi indikator teknikal menunjukkan Higher Low (HL) maka kondisi tersebut dikatakan Divergensi Regular Bullish. Keadaan ini terjadi pada saat akan berakhirnya downtrend. Jika indikator Oscillator gagal untuk membuat level Low baru, maka kemungkinan pergerakan harga akan berbalik arah dari downtrend ke uptrend.

Illustrasi untuk Divergensi Regular Bullish:

Divergensi Indikator Teknikal

 

Sebaliknya jika pergerakan harga menunjukkan level Higher High (HH) tetapi indikator teknikal menunjukkan Lower High (LH) maka disebut Divergensi Regular Bearish. Biasanya keadaan ini terjadi pada saat akan berakhirnya kondisi uptrend. Jika pergerakan harga telah membuat level High baru, tetapi indikator Oscillator gagal membuat level High yang lebih tinggi dari sebelumnya dan malah turun ke level yang lebih rendah (Lower High), maka kemungkinan arah pergerakan harga akan berbalik dari uptrend ke downtrend.

Illustrasi untuk Divergensi Regular Bearish:

Divergensi Indikator Teknikal

Divergensi Hidden

Divergensi Hidden (tersembunyi) digunakan untuk melihat kemungkinan terjadinya penerusan arah trend (trend continuation). Jika pergerakan harga menunjukkan level Higher Low (HL) yang mungkin terjadi akibat koreksi pada downtrend, tetapi indikator Oscillator menunjukkan level Lower Low (LL) maka keadaan ini disebut Divergensi Hidden Bullish. Dalam hal ini, kemungkinan pergerakan harga akan terus ke arah uptrend.

Illustrasi untuk Divergensi Hidden Bullish:

Divergensi Indikator Teknikal

 

Keadaan sebaliknya terjadi jika pergerakan harga menunjukkan level Lower High (LH), tetapi indikator Oscillator menunjukkan Higher High (HH), kondisi ini disebut Divergensi Hidden Bearish. Dalam hal ini kemungkinan akan terjadi penerusan arah pergerakan harga downtrend.

Illustrasi Divergensi Hidden Bearish:

Divergensi Indikator Teknikal

 

Jika Anda cenderung trading dengan mengikuti trend (trend follower), ada baiknya Anda selalu melakukan konfirmasi dengan memonitor kemungkinan terjadinya Divergensi Hidden pada indikator teknikal.

 

Contoh Divergensi Reguler Dengan Indikator Stochastic

 

Divergensi Indikator Teknikal

 

Pada chart USD/CHF Daily berikut, tampak pergerakan harga sedang dalam kondisi downtrend dengan terbentuknya level-level Lower High dan Lower Low. Sebaliknya, indikator stochastic gagal membentuk level Low baru (Lower Low) setelah mencapai level 20%. Stochastic malah bergerak di atas level 20%, serta membentuk level Low yang lebih tinggi (Higher Low) setelah garis %K memotong %D. 

Keadaan ini mengisyaratkan akan terjadinya Divergensi Bullish, yang berarti sinyal untuk membuka posisi Buy. Sebagai konfirmasi yang sederhana, kita bisa memperhatikan formasi bar candlestick yang terbentuk. Pada contoh ini kita bisa entry buy setelah formasi tweezer bottoms selesai terbentuk (gambar bawah).

Divergensi Indikator Teknikal

 

Dari contoh di atas, kita bisa melihat bahwa divergensi pada indikator Stochastic adalah leading indicator, dibandingkan dengan kaidah klasik yang hanya mengamati perpotongan garis %K dan %D dan cenderung lagging atau terjadi setelah harga bergerak. Dengan mengamati divergensinya, kita bisa mengantisipasi arah pergerakan harga selanjutnya, dalam hal ini pergerakan trend reversal akibat terjadinya Divergensi Regular Bullish menurut indikator Stochastic.

Berikut dicontohkan kondisi Divergensi Hidden Bearish sebagai sinyal penerusan trend (trend continuation):

Divergensi Indikator Teknikal

 

Pada contoh di atas, kita melihat pasar sedang bergerak downtrend dengan terbentuknya level-level Lower High, sedang indikator stochastic justru membentuk Higher High. Memang level Stochastic telah berada di atas 80% dan secara teoritis akan turun (kaidah dasar indikator Stochastic), tetapi pada keadaan normal untuk kondisi pasar yang seperti ini seharusnya Stochastic akan membentuk level Lower High sesuai pergerakan harga. Divergensi Hidden Bearish yang terjadi, mengisyaratkan bahwa kondisi downtrend akan terus dan kemungkinan berlangsung lebih kuat.

Divergensi Indikator Teknikal

 

Perlu dicatat bahwa dalam hal ini semua kaidah dasar teori indikator Stochastic masih berlaku, yaitu keadaan oversold atau isyarat bullish jika telah mencapai level 20%; dan overbought atau isyarat bearish jika mencapai 80%. Tidak hanya Stochastic, tetapi juga semua indikator Oscillator seperti RSI, MACD, CCI dan William%R. Namun demikian, dalam keadaan normal, semua indikator oscillator sering gagal dalam mengantisipasi arah trend. 

Sering kali kita memperkirakan harga akan turun ketika indikator Stochastic atau RSI telah mencapai angka di atas 80%, tapi kenyataannya harga terus rally dan indikator tetap pada level di atas 80%. Demikian juga sebaliknya untuk kondisi downtrend. Dengan mengamati divergensi yang terjadi, probabilitas kaidah dasar indikator Oscillator dalam memprediksi arah pergerakan harga akan semakin besar. Hanya saja, perlu konfirmasi tambahan untuk menentukan waktu entry.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 9

Deden Kurnia 6 JUN 2013
yg ane bingungin, antara lower low sama lower high cuman dibedain dari hitung lembah atau puncakx aja. trus kpn kita tau kpn fokus ke puncak / lembahx?
reply
M Singgih 16 FEB 2016
@ Deden Kurnia:
Dari pengamatan kalau antara pergerakan kurva indikator dan pergerakan harga sudah ada perbedaan arah seperti pada keterangan diatas: kalau pergerakan harga menunjukkan level Lower Low (LL), tetapi indikator teknikal menunjukkan Higher Low (HL) maka terjadi divergensi regular bullish dan kita antisipasi untuk posisi buy.

Tetapi jika harga menunjukkan level Higher High (HH) dan indikator menunjukkan Lower High (LH) maka terjadi divergensi regular bearish dan kita antisipasi untuk posisi sell.
Sebagai contoh berikut divergensi bearish indikator RSI pada USD/CHF:
Ristian Tri 15 JUN 2013
@Deden:
Kalo ane lebih suka lihat level yang semestinya aja gan. msl rsi yang jadi patokan level 70 & 30 ya ngikut itu aja. sedangkan kalo mau konfirmasiin lagi pake indikator tren aja...
reply
Deden Kurnia 17 JUN 2013
iya. klo dr penafsiran divergensi tu aja bs fatal klo salah liat bag grafikx. stlh ane pljrn lg trnyata cr pngmatan divergensi reguler n hidden sangat brbeda. bs dliat klo d divergensi reguler pola ll n hl menandakn reversal, tp di divergensi hidden, stlh makin diamati pola ll n hlx mlh mlnjtkn tren bearish
reply
M Singgih 16 FEB 2016
@Deden Kurnia:
Divergensi hidden (hidden divergence) memang menunjukkan kemungkinan penerusan arah trend, biasanya terjadi pada saat indicator oscillator berada pada area overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).
Hari Santoso 4 JUL 2013
Pengamatannya masih bisa dibedakan karena posisi ll dan hl untuk masing-masing jenis divergensi berbeda. Jika di divergensi reguler ll terjadi pada pergerakan harga dan hl tampak pada indikator oscillator, maka di divergensi hidden ll justru terlihat di indikator oscillator, sedangkan hl muncul di pergerakan harga.

Untuk membedakan analisa terhadap puncak atau lembah harga, bisa dilihat pada posisi terakhir dimana harga menyentuh level pada grafik, jika tanda-tanda divergensi dapat diamati saat harga terbentuk di level-level bawah, maka yang diamati adalah dasarnya, begitu juga sebaliknya
reply
M Singgih 16 FEB 2016
@ Hari Santoso:
Untuk bisa menemukan keadaan divergensi harus sering mengamati pergerakan harga dan pergerakan kurva indicator oscillator. Selain itu divergensi regular juga ada beberapa jenis yang menunjukkan probabilitas dan akurasi yang berbeda-beda.
Aan Si Aan 14 SEP 2013
bikin pusing kepala ajja nech belajar divergensi ini, napa mesti ada higher low lower high dn semacamny itu, bikin tambah susah aja dech belajarny.
reply
M Singgih 16 NOV 2016
@ Aan Si Aan:
Higher low lower high dan semacamnya memang ada dalam kenyataan, kalau tidak ada berarti harga tidak bergerak dan Anda tidak bisa mengambil keuntungan. Keadaan tsb menunjukkan pergerakan arah trend sedang divergensi menunjukkan pergerakan harga dan sentimen pasar yang berbeda.
Jodi 14 MAY 2016
Hmm indikator2 di sini apa saja yang sering dipakai untuk mengetahui kapan ada sinyal2 divergensi seperti ini? Dan seberapa baik kualitas sinyalnya (win ratenya?) 
reply
Jodi 14 MAY 2016
oh iya saya masih bingung dengan logika dari divergensi sebagai sinyal kontinuitas ini? Kalo dari segi reversal sih jelas yah, karena dua arahnya saling menjauh.

tapi kenapa pada sinyal kontinuitas sinyal saling menjauh malah memperkuat kemungkinan kontinuitas? logikanya d mana? bukannya malah harus searah yah? jadi kalo di chart dapetnya Higher highs, bukannya indikator harus searah juga, misalnya sama2 HH atau paling tidak higher Lows.
M Singgih 16 NOV 2016
@ Jodi:
Dilihat dari arah trend pergerakan harga dan arah pergerakan indikatornya. Pada saat terjadi divergensi arah keduanya berbeda dan keadaan tsb adalah sinyal untuk entry karena setelahnya pergerakan harga akan mengikuti arah dari pergerakan indikator.

Dalam hal divergensi hidden arah pergerakan harga memang searah dengan trend sebelumnya jadi disebut dengan trend continuation.
M Singgih 16 NOV 2016
@ Jodi:
Indikator yang sering digunakan adalah jenis oscillator, yaitu RSI, stochastic, CCI. Bisa juga indikator MACD. Kalau memang terjadi divergensi maka probabilitas kebenarannya biasanya tinggi.
Septiawan Indra 24 JAN 2019
Saya sering menemukan yang namanya divergensi ini, lalu bagaimana solusi yang harus saya lakukan untuk mengatasinya? Saya jadi ragu untuk melakukan open posisi, krn divergensi menimbulkan kebimbangan harus entry kemana nanti.
reply
Adit R 25 JAN 2019
Kalau boleh tau anda melihat divergensi tersebut saat menggunakan indikator apa? Karena indikator yang bisa menunjukan divergensi itu ada banyak. Dalam hal ini saya akan mencoba menjelaskan divergensi yang terjadi pada indikator stochastic.
Seperti dijelaskan oleh George Lane, pencipta indikator Stochastics, bahwa momentum akan selalu menyebabkan perubahan arah sebelum pergerakan harga itu sendiri. Dengan melihat perubahan arah momentum, trader akan bisa memprediksi perubahan arah pergerakan harga.


Ada empat langkah untuk trading pada divergensi indikator Stochastics yaitu:


1. Menentukan arah trend.


2. Menentukan area koreksi pergerakan harga.

3. Menentukan area dimana arah pergerakan harga tidak dikonfirmasi oleh arah indikator stochastics.

4. Menentukan level entry berdasarkan sinyal dari keadaan divergensi tersebut.

Luthfan 27 FEB 2019
kalo rsi cocoknya berapa periode untuk bisa mendeteksi divergensi?
reply
Wisnu 8 JUL 2020
Pemahaman saya mengenai divergensi regular jadi hilang dan kacau karena divergensi hidden.. Belum bisa nangkap divergensi hidden, malah pusing.
reply
Kirim Komentar/Reply Baru
Benarkah Jika Support Tembus Maka Downtrend?

permisi master saya mau tanya tentang garis support dan resinstence,

apakah benar jika garis / titik support tertembus maka akan melanjutkan down trend dan apabila garis / titik resistannce tertembus maka akan melanjutkan uptrend ?

kalau misalkan itu benar berarti market akan berbalik arah jika menemukan titik suport resistance yang baru seperti itu?

terimakasih sebelumnya.

Abraham17 5 Jun 2014

Reply:

Basir (05 Jun 2014 16:22)

Sesuai dengan arti katanya, pivot point berarti titik atau batas dimana suatu pergerakan harga akan berbalik arah. Dalam forex, pivot point adalah level dimana sentimen pasar berubah dari 'bullish' (naik) menjadi 'bearish' (turun) atau sebaliknya. Pivot point bersifat seperti support atau resistance, harga yang bergerak mendekati titik ini akan mendapat perlawanan dan akan berbalik arah. Tetapi jika harga berhasil menembus dan bergerak melewati titik ini, pergerakan itu akan berlanjut terus hingga mencapai pivot point berikutnya.

Pivot point dan level-level resistance serta support-nya dihitung dengan menggunakan harga-harga pembukaan, tertinggi, terrendah, dan penutupan dari sesi trading sebelumnya. Karena pasar forex aktif terus-menerus selama 24 jam, trader menggunakan patokan penutupan pasar New York (21.00 GMT) sebagai patokan waktu penutupan bursa mata-uang.


Uraiannya anda bisa lihat disini Trading With Pivot Point

Thanks.

Jujun Kurniawan 817
Forex  
Jujun Kurniawan 983
Forex  
Anna 1923
Bisnis