Cara Trading Aman Bebas Stres Dengan Price Action

Wiji Purnama 17 Nov 2017Dibaca Normal 6 Menit
forex>price-action>   #price-action   #strategi-trading
Cara trading aman bebas stres ternyata terletak pada konfirmasi price action. Bagaimana strateginya?

Cara trading aman sangat diperlukan agar Anda tak terjerumus pada kesalahan-kesalahan berisiko tinggi. Biasanya, money management menjadi primadona dalam kunci cara trading aman. Namun demikian, sumber risiko kadang bermula dari psikologi trading Anda sendiri.

Jika dibebani stres, maka aturan money management sebaik apapun tak akan ada gunanya. Trading di bawah tekanan membuat Anda rentan melakukan kesalahan. Biasanya, ketakutan berlebih terhadap potensi loss dan harapan tak realistis untuk mendapat keuntungan besar akan memicu tindakan di luar rencana money management. Jadi jelas, stres perlu dihindari dengan cara trading aman tertentu, agar money management bisa terlaksana dengan konsisten.

cara trading aman bebas stres

Secara umum, anjuran para pakar untuk menepis stres adalah dengan melakukan hal-hal di luar trading, karena yang menjadi fokus di sini adalah menjaga kesehatan mental. Beberapa kiat seperti berolahraga, mengambil waktu liburan, dan meluangkan waktu untuk pergi bersenang-senang menjadi tips yang sangat umum untuk menghindari stres trading.

Namun demikian, sebenarnya ada cara trading aman bebas stres yang bisa dilakukan di lapisan strategi. Seperti apakah tekniknya?

 

Gunakan Price Action

Apapun metode dan indikator yang Anda gunakan, selalu utamakan konfirmasi sinyal dengan price action. Tekniknya mudah saja, cukup tunggu sampai candlestick tertutup untuk mendapat konfirmasi yang Anda inginkan.

Sebagai contoh, katakanlah Anda trading dengan strategi trendline breakout. Saat mendapati harga tengah menembus trendline, jangan ambil tindakan sebelum harga menyelesaikan penetrasinya dan tertutup di luar trendline. Selain itu, perhatikan jenis candlestick untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Apabila breakout mengindikasikan bullish reversal, maka sinyal buy akan lebih tervalidasi setelah candle bullish tertutup di atas down trendline.

cara trading aman breakout

Contoh kedua, Anda menggunakan kombinasi Stochastic dan Support Resistance untuk mengambil peluang saat harga berbalik dari area overbought atau oversold. Ketika harga menyentuh support dan Stochastic berada di bawah level 20, maka sebaiknya entry buy baru dilakukan ketika kenaikan harga dari support telah dikonfirmasi dengan candle bullish yang telah tertutup. Dalam hal ini, konfirmasi sinyal Stochastic biasanya juga perlu dilakukan.

cara trading aman stochastic

 

Cara Trading Aman Bebas Stres Juga Punya Risiko

Karena perlu menunggu sampai candlestick tertutup, tentu perlu waktu lebih lama untuk merespon suatu sinyal entry . Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip beberapa trader yang ingin menangkap sinyal seawal mungkin. Bagi mereka, semakin awal sinyal terdeteksi, semakin besar pula peluang keuntungan yang dapat diraih. Lantas apakah cara trading aman dengan price action dapat membatasi potensi profit?

Secara mengejutkan, jawabannya adalah ya. Coba perhatikan contoh chart di bawah ini:

Jika Anda entry sell di candle 1 dan menutup posisi tepat di candle 3 maka besar keuntungan yang bisa dipanen adalah sekitar 300 pips. Tapi jika Anda menunggu konfirmasi pada candle 2 yang tertutup di area 1.3370, maka posisi sell Anda hanya mendatangkan 250 pips.

risiko cara trading aman

Apabila bisa mengurangi profit, mengapa cara trading aman dengan price action direkomendasikan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada 3 poin penting yang perlu diperhatikan:

  1. Tak ada yang bisa memperkirakan harga ke depan dengan pasti. Bahkan sinyal yang terlihat sudah sangat bagus bisa berubah menjadi sinyal palsu.
  2. Semakin besar profit, semakin besar pula risiko kerugiannya.
  3. Mengejar profit maksimal dapat menjadi sumber stres.

Sebagian besar trader yang menginginkan trading pada sinyal seawal mungkin adalah para amatir yang belum memperhitungkan kemungkinan sinyal palsu. Padahal dibanding perkiraan profit, ancaman tersebut semestinya lebih diantisipasi. Kelengahan trader dalam menghadapi sinyal palsu sering dimanfaatkan oleh pemain besar. Akibatnya, posisi trading para pemula yang tampaknya didasarkan pada 'sinyal bagus' jadi tersambar stop loss.

Ketika harga baru menyundul trendline, support, atau resistance, kemungkinan breakout dan rebound masih sama-sama terbuka lebar. Namun setelah candlestick bullish atau bearish tertutup di luar garis-garis tersebut, skenario pergerakan harga berikutnya akan terlihat lebih jelas.

Misalnya saja, saat bullish reversal sudah terkonfirmasi oleh close candle bullish di atas down trendline, kemungkinan harga untuk kembali turun jauh lebih kecil daripada penguatan ke arah upside. Hal itu karena candle sendiri bisa mencerminkan sentimen pasar. Candle bullish yang tertutup di bawah down trendline mengindikasikan kemenangan para buyer untuk membalik penurunan harga. Sedangkan jika candle itu masih dalam proses pembentukan, maka pertarungan antara buyer dan seller bisa dikatakan belum selesai. Itulah mengapa, kualitas sinyal yang sudah terkonfirmasi dengan close candle selalu lebih tinggi.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa mengambil sinyal yang belum terkonfirmasi akan lebih berisiko. Itulah mengapa, trader yang mengejar profit maksimal jauh lebih sering mengalami stres ketimbang mereka yang menerapkan cara trading aman. Trader seperti itu akan selalu dihantui oleh ketidakpastian sinyal palsu, sehingga setiap keputusan trading hampir selalu diambil di bawah tekanan.

trading di bawah tekanan stres

Sebaliknya, trader yang mengutamakan cara trading aman akan lebih percaya diri dalam memutuskan posisinya. Mereka bergerak ketika trader-trader amatir sudah 'tereliminasi' dan masuk untuk mengambil keuntungan.

Jadi bisa disimpulkan, risiko cara trading aman yang lebih mementingkan konfirmasi sinyal sebenarnya bersifat relatif. Trader yang paham pentingnya mengantisipasi risiko akan menganggapnya sebagai kelebihan, sementara mereka yang masih mengejar sinyal di awal akan memandangnya sebagai kekurangan.

 

Plus Minus Cara Trading Aman Dengan Price Action

Terlepas dari polemik di atas, cara trading aman dengan price action memiliki daftar kelebihan dan kekurangan yang secara umum bisa dibagi dalam poin-poin berikut:

Plus:

  • Menghindarkan trading dari sinyal palsu
  • Mengurangi beban stres dan rasa takut berlebihan (fear) dalam trading.
  • Mengajarkan konsistensi trading dengan aturan yang sudah ditetapkan.
  • Mudah diterapkan, tak memerlukan indikator apapun.
  • Menambah keyakinan dalam trading

Minus:

  • Membuat Anda melewatkan beberapa peluang (jika di pasar yang sedang bergerak cepat)
  • Tidak bisa memberikan sinyal lebih awal.

Jadi, pilihan manakah yang Anda pilih? Sinyal lebih awal atau cara trading aman bebas stres?

Jika perbandingan di atas belum meyakinkan Anda akan cara trading aman yang lebih berkualitas, ketahuilah bahwa tak mengedepankan risiko saat mengejar profit maksimal sama seperti perumpamaan ini:

Yang dikandung berceceran, yang dicari tiada dapat.

Buat apa mengejar profit maksimal jika mengorbankan banyak uang? Bukannya untung, Anda malah mendapat lebih banyak loss. Bagaimanapun juga, lebih baik profit terbatas dengan risiko minim, karena setidaknya Anda masih akan mendapat profit dengan risiko yang lebih kecil.

Kalkulator Money Management

Keuntungan besar, apalagi jika dikejar dengan cara trading berisiko, sangat jarang terjadi. Sekalipun Anda mendapat banyak profit begitu sukses mendapatkannya, besar loss yang dihimpun akan jauh lebih merugikan Anda.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sivi |  26 Jun 2012

master, saya ingin tanya tentang price action. bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana cara analisanya? terima kasih

Lihat Reply [2]

 Isnain |  12 Nov 2014

apa yang dimaksud trading dengan price action? mohon penjelasannya lebih lanjut.

Lihat Reply [1]

 Teo |  9 Dec 2015
apa ada indikator pendeteksi price action ?
price action slh 1 naked trading tp bisa tdk untuk dipakai trading dg indikator ?

Lihat Reply [1]

 Adimas |  17 Jun 2017
Tolong kasih rekomendasi indikator bawaan metatrader penunjang trading dengan price action + settingannya serta cara menggunakannya ketika sedang trading. Terima kasih.

Lihat Reply [1]

 Muhammad Yusuf |  22 Nov 2017
izin bertanya coach, Jika Saya ingin menggunakan teknik csr100, suport dan resistance mana yang di pantau? jika resistance sudah di break namun false break lalu ter jadi break lgi dan berubah jadi rbs apakah itu rbs yang valid?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@ Kurniawan:

- … Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst)
Nilai parameter di-set default untuk semua time frame. Period = 20, Shift = 0, Deviations = 2.

- … Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending?
Terjadinya pembalikan arah pergerakan harga bisa diamati dari sinyal yang diberikan oleh price action, yang dikonfirmasi oleh indikator trend lain selain Bollinger Bands, dan atau indikator momentum.
Indikator lain selain Bollinger Bands bisa indikator ADX, parabolic SAR, moving average, atau MACD. Indikator momentum bisa dengan indikator oscilator yaitu RSI, stochastic atau CCI.
 M Singgih |  17 May 2020
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
Jangan lupa ditambahkan update berita fundamental, perhatikan risk reward ratio, kenali karakteristik pair, pahami price action dan buat jurna trading juga bro
 Reno Elbarak |  8 Jun 2020
Halaman: Rutinitas Sebelum Trading Untuk Tingkatkan Profit
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Indikator MACD jeleknya agak lambat membaca sinyal daripada price action. Jadi saranku sih, lebih baik dikombinasikan sama indikator lain, kayak stochastic gitu.
 Maria |  14 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Macd Berdasarkan Macam Fungsinya
seperti yang sudah diinfokan oleh Master
Untuk scalping menurut Master kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic)
 Nugraha |  24 Aug 2021
Halaman: Strategi Masuk Pasar Berdasarkan Breakout
Info yang saya dapat dari Master, Bisa
Banyak trader profesional yang hanya mengandalkan analisa teknikal dan bisa profit dengan konsisten, contohnya Nial Fuller dari Australia yang hanya mengandalkan price action dan sedikit indikator teknikal.
Hanya saja harus menghindari entry menjelang dan pada saat rilis data fundamental berdampak tinggi. Tunggu kira-kira 30 menit setelah data dirilis dimana volatilitas sudah kembali normal dan arah pergerakan harga sudah jelas.
 Bagas |  14 Sep 2021
Halaman: Pengertian Analisa Fundamental
Komentar[5]    
  Ayu Utami   |   29 Dec 2020

Tools yang bisa dipakai untuk price action apa saja ya?

  Nina   |   29 Dec 2020

Karena termasuk analisis teknikal jadi pakai chart, garis tren, high-low swings, tergantung pilihan dan strategi yang dipakai trader. Ada juga trader yang pakai simple price bar, break out atau kombinasi lebih rumit antar candlestick, volatilitas atau channels

  Raisandy   |   29 Dec 2020

Price action apa cuma bisa dipakai di forex?

  Jessi   |   29 Dec 2020

Tidak Kak, bisa dipakai di ekuitas, bonds, komoditas, derivatives, dan lain-lain

  Mulya   |   29 Dec 2020

Saya termasuk yang suka pakai price action, karena cepat mendapatkan profit dalam waktu singkat.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip