Cara Trading Inside Bar dan MACD, Layakkah Dicoba?

Fatma Adriana 16 Sep 2021Dibaca Normal 6 Menit
forex>candlestick>   #macd   #inside-bar   #strategi-trading
Dari sekian banyak kombinasi pola candlestick dengan indikator yang ada di pasaran, apakah cara trading Inside Bar dan MACD layak dicoba?

Bagi penggemar Price Action ataupun pola candlestick, nama "Inside Bar" tentu sudah tak asing di telinga. Bersama Pin Bar dan Doji, formasi satu ini bisa dikatakan menjadi pola paling umum yang banyak muncul di chart dan dinantikan kehadirannya oleh para pencari sinyal trading.

Inside Bar pada umumnya bisa menandakan reversal atau justru penerusan trend, tergantung posisinya di chart dan bagaimana konfirmasi candle berikutnya. Hal itu karena Inside Bar menandakan keraguan pasar. Sebuah Inside Bar biasanya terbentuk dengan harga tertinggi (High) dan terendah (Low) berada sepenuhnya di dalam range candle sebelumnya (Mother Bar).

Cara trading Inside Bar

Karena ketidakpastian sinyal yang masih memerlukan konfirmasi itulah, banyak trader memasangkan Inside Bar dengan indikator ataupun metode analisa teknikal lain. Dalam hal ini, MACD bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.

 

Mengapa Harus MACD?

Menurut penuturan Galen Woods dari TradingSetupReview, MACD merupakan indikator yang sangat populer dan multifungsi. Tidak hanya mengidentifikasi trend, MACD juga bisa digunakan sebagai acuan untuk mengukur momentum harga. Tak heran jika banyak trader mendasarkan strateginya pada pola pengukuran MACD.

Baca juga: Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

Apabila Anda pernah bersinggungan atau justru mempelajari MACD lebih dalam, maka pastinya sudah memahami jika MACD memiliki beberapa unsur sekaligus, dan semuanya mempunyai arti yang bisa diterjemahkan untuk mengidentifikasi kondisi pasar. Beberapa di antaranya adalah:

Indikator MACD

  • Crossing garis sinyal MACD untuk menandakan perubahan trend.
  • Pergerakan histogram MACD dari area negatif ke positif atau sebaliknya untuk menunjukkan kondisi bullish atau bearish.
  • Ukuran batang histogram MACD untuk mendeteksi kekuatan (momentum) trend harga.
  • Divergensi sinyal MACD dengan grafik harga untuk mencari peluang reversal.

Terlalu banyak dan membingungkan? Tak perlu khawatir, sebab yang akan kita pelajari bersama di sini tidak memperhitungkan semua sinyal-sinyal MACD di atas. Kita hanya perlu memperhatikan posisi MACD terhadap garis nol untuk mengkonfirmasi pola Inside Bar. Mudah, bukan?

Namun sebelum itu, mari pahami lebih dulu jenis-jenis Inside Bar penanda reversal yang berlaku dalam strategi ini.

 

Bullish dan Bearish Inside Bar

Meskipun dianggap menunjukkan ketidakpastian pasar dan tidak memiliki sinyal yang pasti, beberapa pakar telah mengklasifikan beberapa pola Inside Bar untuk mempermudah pembacaannya. Yang paling mudah dikenali adalah Bullish dan Bearish Inside Bar. Keduanya sama-sama menandakan reversal, dan ditandai dengan ciri sebagai berikut:

Bullish Inside Bar

  1. Candle pertama (Mother Bar) adalah candle bearish.
  2. Candle kedua (Inside Bar) adalah candle bullish yang berada di dalam High dan Low Mother Bar.
  3. Candle pertama dan kedua terbentuk di area Support.
  4. Candle ketiga bullish dan ditutup di atas High Mother Bar.

Bullish Inside Bar

 

Bearish Inside Bar

  1. Candle pertama (Mother Bar) adalah candle bullish.
  2. Candle kedua (Inside Bar) adalah candle bearish yang berada di dalam High dan Low Mother Bar.
  3. Candle pertama dan kedua terbentuk di area Resistance.
  4. Candle ketiga bearish dan ditutup di bawah Low Mother Bar.

Bearish Inside Bar

 

Aturan Trading Inside Bar dan MACD

Buy jika:

  • Histogram MACD telah berada di atas garis nol.
  • Terbentuk Bullish Inside Bar.

Sell jika:

  • Histogram MACD berpindah dari atas ke bawah garis nol.
  • Terbentuk Bearish Inside Bar.

Baca juga: Cara Mengenali Sinyal Palsu Dengan Inside Bar

 

Contoh Cara Trading Inside Bar dengan MACD

Pada chart EUR/USD di bawah ini, peluang buy muncul ketika histogram MACD telah bergerak di atas garis nol dan berwarna hijau. Tak lama kemudian, konfirmasi muncul dalam bentuk Bullish Inside Bar. Ketika candle ketiga dan seterusnya naik melampaui High Mother Bar, di situlah sinyal buy bisa dimanfaatkan.

Peluang Buy

Baca juga: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

Bagaimana dengan peluang sell? Grafik USD/CHF berikut memperlihatkan harga yang mulai turun setelah cukup lama terkonsolidasi di sepanjang bulan Mei. Level Support yang sebelumnya terbentuk kemudian menjadi Resistance setelah harga mulai melandai di awal Juni. Dari sini, peluang sell bisa dikonfirmasikan oleh histogram MACD di bawah garis nol dan pembentukan Bearish Inside Bar.

Peluang Sell

 

Agar Sukses, Perhatikan Hal-Hal Ini

  • Jangan pilih sembarang Inside Bar. Inside Bar merupakan pola candlestick yang umum terbentuk di chart, sehingga tidak semua kemunculannya bisa diartikan sebagai sinyal trading yang baik. Untuk itu, pastikan jika pola Inside Bar yang terbentuk benar-benar memenuhi 4 syarat yang telah disebutkan di bagian sebelumnya.
  • Tidak mengidentifikasi awal pembalikan trend. Dilihat dari posisi kemunculan Inside Bar setelah histogram MACD melintas dari garis nol, strategi ini lebih menitikberatkan pada pengambilan peluang trading yang lebih terkonfirmasi setelah harga pullback dari sebuah pembalikan. Jadi, jangan ekspektasikan untuk mendapat sinyal di titik awal reversal.
  • Cari pair aman.Strategi ini bisa diterapkan di pair manapun. Jika Anda masih pemula atau baru ingin mencoba penggunaannya, maka lebih baik bermain aman di pair mayor.
  • Hati-hati jika menggunakan time frame kecil.Pemilihan time frame bisa disesuaikan dengan gaya trading Anda. Contoh grafik-grafik di atas berpatokan pada time frame daily karena pergerakan trend di chart ini cenderung lebih mudah dibaca dan bisa menggambarkan kondisi pasar secara umum. Jika Anda menggunakan time frame rendah (H1 ke bawah), ada baiknya untuk mewaspadai noise yang bisa mengarah ke sinyal palsu; untuk menghindarinya, Anda mungkin perlu menyesuaikan parameter MACD mengingat karakteristiknya yang cukup lagging.
  • Atur manajemen risiko. Selalu gunakan manajemen risiko di setiap posisi trading, karena tidak ada strategi yang pasti profit 100%. Jika Anda menggunakan Stop Loss, maka bisa menggunakan High Mother bar sebagai batas SL pada posisi sell atau Low Mother Bar sebagai acuan SL jika mengambil posisi buy.
  • Manfaatkan akun demo. Sebaiknya jangan langsung menggunakan strategi ini untuk trading di akun real. Uji dulu keampuhan dan kecocokannya dengan gaya trading Anda di akun demo. Atau lihat infografis di bawah ini.

    inside bar

 

Apapun indikatornya, Inside Bar sangat kompatibel digunakan untuk menyempurnakan beragam strategi trading. Jika Anda doyan day trading dan tertarik mempelajari cara trading Inside Bar yang lain, maka tak ada salahnya belajar Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Gio |  24 Dec 2016

saya telah mnggunakan strategi scalping yg di dpt dari web SeputarForex ini. systemnya mnggunakan indikator EMA 8 & 21, RSI (9), dan PSAR. tapi sya prnah baca salah satu artikel dari website ini, ada yg menyarankan utk mnambah indikator MACD, kalo boleh tau setingan MACD-nya brpa yh? trus kalo boleh dsrtakan jg tips dan pengalaman master menggunakan strategi ini yh :D. terimakasih :)

Lihat Reply [4]

 Subowo |  1 Jan 2017

Malam master, mau tanya. Bagaimana cara setting indikator MACD pada TF M15 dan M30? Terimakasih,

Lihat Reply [23]

 Hendi |  17 Jun 2017

Cara membaca indikator macd dan stochastic ketika berbeda arah karena apakah yang di utamakan stochastik atau macd terutama pada tf4 karena saya sering salah posisi pada saat transaksi mohon penjelasanya terimakasih.

Lihat Reply [5]

 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017
Izin bertanya coach, bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish? lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?

Lihat Reply [1]

 Khobiburahman |  20 Mar 2019

Para suhu, mohon inspirasinya untuk menampilkan strategi trading yg dipakai suhu. Mungkin bisa di screen shoot tampilan layar MT4/MT5 yg suhu pakai. 


Saya mau lihat indikator dan tools apa saja yang anda pakai. Makasih banyak suhu sudah berbagi.

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

hmm kalo buat trading jangka pendek emang bener sih, pengunaan price action pd timeframe rendah (h1-h4) mungkin bisa merefleksikan harga lebih tepat, aplg kalo muncul pola inside bar tadi, sipdeh
 Seupetoengfx |  20 Jun 2016
Halaman: Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
oh harami ini polanya mirip2 sama inside bar yah? Jadi kalau bar kedua lebih besar dari bar pertama biasanya harga akan mengalami reversal, begitu yg saya tahu. Sama juga seperti pola2 engulfing.
 Abdul Hamid |  5 May 2016
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
ya emang mirip2 sama sih, kan harami sama engulfing emang turunan dari inside bar. Bedanya paling di karakteristik detail posisi shadow2nya aja. Basicnya sih sama, bar kedua menunjukkan pola harga sudah mulai berkonsolidasi dari trend yg sudah berjalan, jadi kalau mendekati batas-batas support atau resistance biasanya bisa jadi pertanda reversal tuh inside bar.
 Agus Bastian |  3 Jun 2016
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
@ Zuberfx:
Harus breakout H/L mother bar. Di contoh gambar yang terakhir itu menunjukkan level resistance / support, bukan cara entry dengan inside bar.
 M Singgih |  7 Feb 2018
Halaman: Trading Dengan Strategi Inside Bar
Para pemula yang tidak memiliki pengalaman, yang menggunakan strategi ini berpikir bahwa scalping tidak membutuhkan pengetahuan yang khusus. Namun seorang trader harus memahami bahwa setiap strategi trading membutuhkan pengetahuan dan latihan
 Gaguk |  16 Jul 2020
Halaman: Kunci Sukses Trading Scalping
Bisa digabungin dengan indikator lain. Aku sih paling sering pakai gabungan Stochastic dan MACD untuk menentukan sinyal beli or sell
 Nandya |  5 Jan 2021
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip