3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari


Nandini 25 Jun 2021 169Dibaca Normal 6 Menit

Cara trading dengan Inside Bar memang tergolong mudah dan pasti bisa diterapkan oleh siapa saja. Namun, ada beberapa poin yang harus dihindari agar profit yang diperoleh bisa optimal.



Untuk bisa sukses bertrading, sudah pasti kita memerlukan berbagai strategi. Mayoritas trader mengandalkan pola candlestick sebagai strategi mereka. Ada berbagai macam pola candlestick yang mungkin tampil dalam chart, tetapi salah satu pola yang sering digunakan adalah Inside Bar.

Meski tergolong strategi termudah yang bisa diandalkan, nyatanya banyak trader yang masih keliru membacanya. Alasannya karena banyak yang kurang memahami betul bagaimana cara trading Inside Bar dengan benar. Lantas, apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan trader?

Candlestick Inside Bar

 

Mengenal Inside Bar

Inside Bar merupakan pola yang terbentuk dari dua buah candle, di mana candle pertama bentuknya lebih besar daripada candle kedua. Candle pertama biasa dikenal sebagai Mother Bar (candle induk), karena memiliki body yang besar. Sementara candle kedua dikenal sebagai Inside Bar (candle turunan) yang memiliki volume lebih kecil, serta tampak "termakan" oleh candle pertama.

Dalam pola ini, acuan yang digunakan adalah harga tertinggi (High) dan terendah (Low). Nilai tertinggi candlestick kedua akan selalu lebih rendah daripada nilai tertinggi candle pertama, sedangkan nilai terendahnya akan selalu lebih tinggi daripada Mother Bar. Jadi jika dilihat dalam chart, Inside Bar terlihat akan selalu ada di dalam tubuh Mother Bar. Dengan hanya mengacu pada level-level High dan Low-nya saja, Anda tentu tak perlu terlalu memusingkan harga Open atau Close ketika menerobos range tubuh candle pertama.

Berbicara mengenai fungsinya, pola Inside Bar biasa digunakan untuk menandakan trend continuation (penerusan trend) serta reversal (pembalikan harga). Inside Bar akan berperan sebagai konsolidator, sebelum akhirnya muncul candle ketiga sebagai konfirmator arah trend secara lebih jelas.

Menggunakan Candlestick untuk Membaca Trendline(Baca Juga: Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline)

 

3 Cara Trading Inside Bar yang Harus Dihindari

Meski Inside Bar merupakan pola candlestick yang paling mudah digunakan dalam trading, nyatanya masih banyak trader yang keliru memahami dan menerapkannya. Kesalahan ini membuat para trader tidak bisa memaksimalkan trading mereka. Lantas, apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan trader?



Berikut ini penulis jabarkan tiga cara trading Inside Bar yang perlu dihindari para trader.

 

1. Menggunakan Inside Bar di Time Frame Rendah

Kebanyakan trader akan menggunakan metode Price Action dalam bertrading, sebab Price Action dianggap strategi paling tepat dan nyaman; apalagi jika menggunakan chart harian (Daily).

Jika Anda merupakan trader Price Action yang cenderung memperhatikan pola candle, jangan sekali-kali menggunakan time frame rendah. Mengapa demikian?

Kemunculan pola Inside Bar bisa diketahui berdasarkan pola yang tersusun pada tiap-tiap time frame. Namun jika menggunakan time frame rendah, sinyal-sinyal yang muncul itu cenderung mengandung banyak noise. Hal ini menyebabkan sinyal yang ditunjukkan oleh Inside Bar tidak valid. Memang, awalnya akan terlihat meyakinkan dan valid, tetapi saat dicoba diterapkan ternyata tidak ada profit atau jika ada pun sangatlah kecil.

Cara Mengenal False Signal(Baca Juga: Cara Mengenali Sinyal Palsu Dengan Inside Bar)

Selain risiko terjadinya false signals, Inside Bar pada time frame lebih kecil ternyata bisa memicu overtrading. Ketika sinyal trading banyak bermunculan, trader cenderung menganggap bahwa sinyal-sinyal tersebut adalah kesempatan yang tepat untuk melakukan entry. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja ekspektasi untuk mendapatkan profit besar saat overtrading tidak mungkin terwujud.

Untuk menghindari risiko ini, trader sebaiknya menggunakan Inside Bar pada time frame Daily. Time frame ini dapat menyuguhkan visualisasi yang lengkap akan kondisi pasar, sehingga trader bisa memastikan dengan tepat apakah kondisinya memungkinkan untuk melakukan entry atau tidak.

Selain itu, trader juga bisa mengamati pergerakan tren yang sedang terjadi dengan lebih luas. Informasi mengenai pergerakan tren yang masih berlanjut atau malah berbalik arah bisa membantu trader dalam mengambil keputusan yang tepat dan potensial.

 

2. Tidak Menggunakan Inside Bar Untuk Trend Following

Banyak trader berpikir jika trading searah dengan trend (trend following) lebih lebih untuk meraup profit. Pun jika trader bisa mengelola emosi dan posisi dengan baik, strategi trend following ini akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan penggunaan Inside Bar untuk trend following?

Sebenarnya sah-sah saja, apalagi Inside Bar memang cenderung menandai terjadinya reversal maupun penerusan tren. Pola ini juga diklaim bisa menunjukkan terjadinya breakout, serta mampu memberikan peluang Risk Reward Ratio yang lebih potensial. Akan tetapi, pola ini tidak disarankan untuk pemula karena terkesan melelahkan. Selain itu, trader juga perlu beberapa kali melakukan trial and error pada level Support dan Resistance-nya.

 

3. Stop Loss Terlalu Dekat Dengan Mother Bar

Dalam dunia trading, pemasangan Stop Loss saat melakukan entry sangat perlu diperhatikan. Memasang Stop Loss saat entry menegaskan bahwa trader siap dengan risiko kerugian yang akan diterima. Hal ini sesuai dengan prinsip trader yang berani bertaruh "High Risk" demi mendapatkan "High Return".

Baca Juga: Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

Meski banyak trader di luar sana memilih tidak menggunakan Stop Loss karena mengikuti Money Management yang sudah ditentukan, ada baiknya Anda tetap memasangnya untuk profit yang lebih baik.

Namun, yang menjadi masalah adalah ketika trader memasang level Stop Loss pada posisi yang salah. Dalam kaitannya dengan pola candlestick Inside Bar, trader acap kali memasang Stop Loss terlalu dekat dengan Mother Bar. Padahal, trader juga menggunakan Mother Bar sebagai acuan entry. Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan potensi terusir dari pasar secara cepat. Tentu saja trader yang mengalami hal tersebut tidak memiliki kesempatan untuk melakukan trading lagi.

Untuk menghindari risiko tersebut, trader bisa menentukan level Stop Loss melalui indikator ATR (Average True Range). Ketika menggunakan ATR, pastikan angka level Stop Loss yang digunakan lebih besar dari indikator ATR. Alternatif lain yang bisa digunakan trader adalah menggunakan level-level penting dalam chart, baik level Support Resistance maupun level-level psikologis.

Cara Menentukan Support Resistance(Baca Juga: 3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance)

 

Kesimpulan

Trading menggunakan pola Inside Bar tentu sangat memudahkan trader untuk mencapai profit yang diinginkan. Namun dalam aplikasinya, trader tidak boleh melewatkan pentingnya penggunaan time frame Daily, strategi trend following, serta pemasangan level Stop Loss yang benar dan tepat. Jika ketiga hal tersebut diterapkan dengan baik dalam cara trading Inside Bar, tentu peluang mendapat profit di pasar forex akan lebih baik.

Advertisement


Forum

Andhy Kusyanto (23 Apr 2016)

Sensei, pertanyaan saya 1. berdampak apa stochastic dan rsi terhadap harga? 2. Terkadang kenapa RSI atau stochastic posisi oversold tapi harga belum mampu naik dan harga menunjukkan tren menurun terus? Itu yang ingin saya ingin mengerti. Mohon bantuannnya...

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Three Outside Down
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.
Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru
4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
InvestBro   13 Jul 2021   234  
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Novita   23 Jun 2021   314  
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Nandini   19 Jun 2021   172  
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Tomy Zulfikar   24 Feb 2021   835  
Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
SAM   2 Jun 2020   20917  
Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal
Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal
SAM   1 Jun 2020   25412