3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari


Nandini 25 Jun 2021 526Dibaca Normal 6 Menit

Cara trading dengan Inside Bar memang tergolong mudah dan pasti bisa diterapkan oleh siapa saja. Namun, ada beberapa poin yang harus dihindari agar profit yang diperoleh bisa optimal.



Untuk bisa sukses bertrading, sudah pasti kita memerlukan berbagai strategi. Mayoritas trader mengandalkan pola candlestick sebagai strategi mereka. Ada berbagai macam pola candlestick yang mungkin tampil dalam chart, tetapi salah satu pola yang sering digunakan adalah Inside Bar.

Meski tergolong strategi termudah yang bisa diandalkan, nyatanya banyak trader yang masih keliru membacanya. Alasannya karena banyak yang kurang memahami betul bagaimana cara trading Inside Bar dengan benar. Lantas, apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan trader?

Candlestick Inside Bar

 

Mengenal Inside Bar

Inside Bar merupakan pola yang terbentuk dari dua buah candle, di mana candle pertama bentuknya lebih besar daripada candle kedua. Candle pertama biasa dikenal sebagai Mother Bar (candle induk), karena memiliki body yang besar. Sementara candle kedua dikenal sebagai Inside Bar (candle turunan) yang memiliki volume lebih kecil, serta tampak "termakan" oleh candle pertama.

Dalam pola ini, acuan yang digunakan adalah harga tertinggi (High) dan terendah (Low). Nilai tertinggi candlestick kedua akan selalu lebih rendah daripada nilai tertinggi candle pertama, sedangkan nilai terendahnya akan selalu lebih tinggi daripada Mother Bar. Jadi jika dilihat dalam chart, Inside Bar terlihat akan selalu ada di dalam tubuh Mother Bar. Dengan hanya mengacu pada level-level High dan Low-nya saja, Anda tentu tak perlu terlalu memusingkan harga Open atau Close ketika menerobos range tubuh candle pertama.

Berbicara mengenai fungsinya, pola Inside Bar biasa digunakan untuk menandakan trend continuation (penerusan trend) serta reversal (pembalikan harga). Inside Bar akan berperan sebagai konsolidator, sebelum akhirnya muncul candle ketiga sebagai konfirmator arah trend secara lebih jelas.

Menggunakan Candlestick untuk Membaca Trendline(Baca Juga: Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline)

 

3 Cara Trading Inside Bar yang Harus Dihindari

Meski Inside Bar merupakan pola candlestick yang paling mudah digunakan dalam trading, nyatanya masih banyak trader yang keliru memahami dan menerapkannya. Kesalahan ini membuat para trader tidak bisa memaksimalkan trading mereka. Lantas, apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan trader?



Berikut ini penulis jabarkan tiga cara trading Inside Bar yang perlu dihindari para trader.

 

1. Menggunakan Inside Bar di Time Frame Rendah

Kebanyakan trader akan menggunakan metode Price Action dalam bertrading, sebab Price Action dianggap strategi paling tepat dan nyaman; apalagi jika menggunakan chart harian (Daily).

Jika Anda merupakan trader Price Action yang cenderung memperhatikan pola candle, jangan sekali-kali menggunakan time frame rendah. Mengapa demikian?

Kemunculan pola Inside Bar bisa diketahui berdasarkan pola yang tersusun pada tiap-tiap time frame. Namun jika menggunakan time frame rendah, sinyal-sinyal yang muncul itu cenderung mengandung banyak noise. Hal ini menyebabkan sinyal yang ditunjukkan oleh Inside Bar tidak valid. Memang, awalnya akan terlihat meyakinkan dan valid, tetapi saat dicoba diterapkan ternyata tidak ada profit atau jika ada pun sangatlah kecil.

Cara Mengenal False Signal(Baca Juga: Cara Mengenali Sinyal Palsu Dengan Inside Bar)

Selain risiko terjadinya false signals, Inside Bar pada time frame lebih kecil ternyata bisa memicu overtrading. Ketika sinyal trading banyak bermunculan, trader cenderung menganggap bahwa sinyal-sinyal tersebut adalah kesempatan yang tepat untuk melakukan entry. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja ekspektasi untuk mendapatkan profit besar saat overtrading tidak mungkin terwujud.

Untuk menghindari risiko ini, trader sebaiknya menggunakan Inside Bar pada time frame Daily. Time frame ini dapat menyuguhkan visualisasi yang lengkap akan kondisi pasar, sehingga trader bisa memastikan dengan tepat apakah kondisinya memungkinkan untuk melakukan entry atau tidak.

Selain itu, trader juga bisa mengamati pergerakan tren yang sedang terjadi dengan lebih luas. Informasi mengenai pergerakan tren yang masih berlanjut atau malah berbalik arah bisa membantu trader dalam mengambil keputusan yang tepat dan potensial.

 

2. Tidak Menggunakan Inside Bar Untuk Trend Following

Banyak trader berpikir jika trading searah dengan trend (trend following) lebih lebih untuk meraup profit. Pun jika trader bisa mengelola emosi dan posisi dengan baik, strategi trend following ini akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan penggunaan Inside Bar untuk trend following?

Sebenarnya sah-sah saja, apalagi Inside Bar memang cenderung menandai terjadinya reversal maupun penerusan tren. Pola ini juga diklaim bisa menunjukkan terjadinya breakout, serta mampu memberikan peluang Risk Reward Ratio yang lebih potensial. Akan tetapi, pola ini tidak disarankan untuk pemula karena terkesan melelahkan. Selain itu, trader juga perlu beberapa kali melakukan trial and error pada level Support dan Resistance-nya.

 

3. Stop Loss Terlalu Dekat Dengan Mother Bar

Dalam dunia trading, pemasangan Stop Loss saat melakukan entry sangat perlu diperhatikan. Memasang Stop Loss saat entry menegaskan bahwa trader siap dengan risiko kerugian yang akan diterima. Hal ini sesuai dengan prinsip trader yang berani bertaruh "High Risk" demi mendapatkan "High Return".

Baca Juga: Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

Meski banyak trader di luar sana memilih tidak menggunakan Stop Loss karena mengikuti Money Management yang sudah ditentukan, ada baiknya Anda tetap memasangnya untuk profit yang lebih baik.

Namun, yang menjadi masalah adalah ketika trader memasang level Stop Loss pada posisi yang salah. Dalam kaitannya dengan pola candlestick Inside Bar, trader acap kali memasang Stop Loss terlalu dekat dengan Mother Bar. Padahal, trader juga menggunakan Mother Bar sebagai acuan entry. Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan potensi terusir dari pasar secara cepat. Tentu saja trader yang mengalami hal tersebut tidak memiliki kesempatan untuk melakukan trading lagi.

Untuk menghindari risiko tersebut, trader bisa menentukan level Stop Loss melalui indikator ATR (Average True Range). Ketika menggunakan ATR, pastikan angka level Stop Loss yang digunakan lebih besar dari indikator ATR. Alternatif lain yang bisa digunakan trader adalah menggunakan level-level penting dalam chart, baik level Support Resistance maupun level-level psikologis. Lihat lagi ringkasannya dalam infografis berikut ini.

Cara Menentukan Support Resistance(Baca Juga: 3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance)

 

Kesimpulan

Trading menggunakan pola Inside Bar tentu sangat memudahkan trader untuk mencapai profit yang diinginkan. Namun dalam aplikasinya, trader tidak boleh melewatkan pentingnya penggunaan time frame Daily, strategi trend following, serta pemasangan level Stop Loss yang benar dan tepat. Jika ketiga hal tersebut diterapkan dengan baik dalam cara trading Inside Bar, tentu peluang mendapat profit di pasar forex akan lebih baik.

Advertisement


Forum

Nur Aziz (09 May 2012)

kira2 USDCAD akan naik sampe berapa? trimakasih

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.
Advertisement

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore
Kirim Komentar/Reply Baru
4 Cara Mengenali Pola Inside Bar Yang Menguntungkan
4 Cara Mengenali Pola Inside Bar Yang Menguntungkan
Fatma Adriana   15 Nov 2021   111  
Hammer vs Doji Candlestick, Mana Lebih Akurat?
Hammer vs Doji Candlestick, Mana Lebih Akurat?
Cahyaning   5 Nov 2021   177  
Teknik Trading Morning Star Candle dengan Indikator
Teknik Trading Morning Star Candle dengan Indikator
Cahyaning   3 Nov 2021   91  
5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Trading Bitcoin
5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Trading Bitcoin
Fatma Adriana   19 Oct 2021   170  
Cara Trading Inside Bar dan MACD, Layakkah Dicoba?
Cara Trading Inside Bar dan MACD, Layakkah Dicoba?
Fatma Adriana   16 Sep 2021   347  
Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar
Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar
Damar Putra   25 Aug 2021   420  
Cara Trading Candlestick Jitu dengan RSI
Cara Trading Candlestick Jitu dengan RSI
Fatma Adriana   11 Aug 2021   737  
4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
InvestBro   13 Jul 2021   1083  
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Novita   23 Jun 2021   941  
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Nandini   19 Jun 2021   485