Indonesia Terancam Inflasi? Inilah 4 Pilihan Investasi Saat Inflasi Tinggi

Evan 22 Jun 2022 Dibaca Normal 7 Menit
bisnis > keuangan >   #indonesia   #inflasi   #investasi
Mulai dari logam mulia hingga reksa dana, berikut adalah beberapa pilihan investasi saat inflasi tinggi. Apa saja itu?
DI

Memasuki pertengahan tahun 2022, tingkat inflasi di beberapa negara maju diketahui telah naik secara signifikan. Seperti di Amerika Serikat contohnya, Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada 10 Juni lalu melaporkan inflasi bulan Mei 2022 melonjak hingga 8.6 persen, tertinggi sejak bulan Desember 1981.

Selain itu, laju inflasi Inggris pada bulan April lalu juga menembus 9 persen, ini adalah angka inflasi tertinggi semenjak tahun 1989. Di Australia pun, Indeks kepercayaan konsumen turut merosot drastis akibat lonjakan inflasi.

Seiring dengan lonjakan inflasi Amerika dan negara maju yang lain tersebut, seluruh negara tak terkecuali Indonesia tentu juga akan terkena dampaknya. Bank Indonesia (BI) sendiri telah memperkirakan Indonesia akan terjadi kenaikan tingkat inflasi pada tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tingkat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2022 mencapai sebesar 3.55 persen. Laju inflasi tahunan tersebut menjadi rekor tertinggi sejak awal pandemi Maret 2020. 

Seperti yang Anda ketahui bahwa inflasi memiliki arti sebagai suatu kondisi ekonomi di mana penghasilan masyarakat tidak berubah, sedangkan harga barang kebutuhan di pasar malah naik. Hal ini jelas akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat yang menghambat perekonomian, karena nilai mata uang fiat menurun pesat bila inflasi tak dapat dikendalikan.

Dan berdasarkan data BPS di atas, tak heran bila saat ini banyak orang menjadi khawatir serta mulai mencari cara melindungi nilai aset kekayaannya dari ancaman inflasi.

Bahkan mata uang kripto, seperti Bitcoin yang sempat dianggap dapat menjadi investasi saat inflasi, kini juga mulai diragukan setelah harga BTC sempat menyentuh di bawah $19,000. Lalu, apa harus Anda lakukan? Adakah alternatif investasi saat inflasi tinggi?  Artikel ini akan membahas beberapa investasi terbaik secara historis saat inflasi tinggi datang, agar nilai aset berharga Anda dapat terlindungi bahkan menghasilkan untung.

 

Apa Saja Investasi yang Cocok Saat Inflasi Tinggi?

Seperti yang telah diketahui bahwa selain untuk mendapatkan keuntungan, investasi juga sering digunakan para investor sebagai hedging atau lindung nilai aset kekayaannya. Namun seiring berkembangnya zaman, tawaran jenis investasi jadi semakin banyak dan membuat bingung para investor pemula. Maka tanpa banyak tulisan pembuka lagi, berikut daftar investasi saat inflasi tinggi dan telah terbukti dalam sejarah.

 

1. Emas dan Perak

Tentu Anda sudah bisa menebak bahwa kedua logam mulia ini pasti akan menjadi rekomendasi pertama. Seperti kita ketahui, emas dan perak selalu memiliki nilai yang tak pernah tergerus oleh inflasi. Hal tersebut dapat dilihat jelas dari harga emas dan harga perak yang selalu menguat saat inflasi, entah itu akibat perang atau ketegangan geopolitik lainnya.

Baca Juga: 3 Alasan Untuk Investasi Perak Dibandingkan Emas

Lalu, di antara kedua logam mulia tersebut, manakah yang paling menguntungkan? Secara likuiditas, emas lebih likuid dibandingkan perak. Sedangkan secara permintaan pasar, perak lebih unggul dibandingkan emas yang sudah tidak begitu dibutuhkan oleh sektor industri, bahkan secara statistik global, permintaan emas sebagai perhiasan juga cenderung menurun.

Selain itu, karena harga emas lebih mahal, maka investasi perak yang harganya lebih murah juga menjadi keunggulan tersendiri bagi investor kecil. Namun Anda tetap tidak boleh langsung ambil kesimpulan mana yang lebih menguntungkan hanya berdasarkan data tersebut.

Investasi Emas dan Perak

Meski kenaikan harga perak secara partial sering melampaui emas karena faktor permintaan industri, namun apabila berkaca dari data historikal, keseluruhan kenaikan emas dari tahun 2000 hingga 2020 telah mencapai lebih dari 600 persen, sedangkan perak hanya hampir 500 persen saja, berselisih lebih dari 100 persen. 

Setelah melihat berbagai pertimbangan di atas, sebenarnya emas dan perak memiliki keunggulan masing-masing dengan keuntungan serta risiko hampir sama.

 

2. Properti

Barang investasi satu ini memang terbilang jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan emas dan perak. Namun karena tingkat kebutuhannya yang selalu meningkat tiap tahun, maka tak salah bila berinvestasi properti bisa menjadi pilihan strategis Anda. Selain bisa menjadi hedging karena kenaikan nilai yang konsisten, properti juga bisa mendatangkan keuntungan ketika Anda menyewakannya.

Jadi, apabila Anda memiliki modal yang cukup besar, maka properti adalah investasi yang cocok bagi Anda dalam persiapan menyambut inflasi di masa depan.

 

3. Value Stock

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan value stock, Anda harus tahu terlebih dahulu tentang value investing. Pada dasarnya, value investing adalah strategi investasi dengan membeli sebuah aset yang diperdagangkan pada harga undervalue (di bawah nilai sebenarnya).

Investor menggunakan bermacam variabel untuk menganalisis nilai aset. Beberapa indikator yang digunakan adalah Price To Earnings Ratio (P/E), rasio kapitalisasi pasar per pendapatan tahunan, dan lain-lain. Ketika nilai intrinsik aset di atas nilai saat ini, maka aset dinilai undervalued.

Baca Juga: Perhatikan Rasio-Rasio Ini Agar Tidak Salah Memilih Saham

Berdasarkan pengertian dasar value investing di atas, maka value stock adalah jenis saham yang undervalued. Nah, apabila penilaian undervalued tersebut benar dan dibeli saat itu juga, maka Anda akan memperoleh keuntungan ketika harga saham mengalami kenaikan.

Semakin besar selisih harga intrinsik dengan harga saat ini pada aset undervalued, maka semakin kecil kemungkinan Anda untuk kehilangan uang dalam aset investasi tersebut. Kesimpulannya, membeli value stock merupakan salah satu investasi yang sarat keuntungan di saat inflasi.

 

4. Reksa Dana Indeks

Investasi yang cukup populer dan cocok bagi pemula saat ini adalah reksa dana. Tapi, sebelum memulai investasi di reksa dana, ada baiknya Anda mengenal lebih dalam mengenai jenis reksa dana yang akan dipilih. Salah satu jenis reksa dana yang sedang naik daun adalah reksa dana indeks. Reksa dana jenis ini dianggap paling cocok ketika inflasi tinggi datang menghampiri. Kenapa demikian?

Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks atau index fund ini tentu tak sama dengan jenis reksa dana populer, seperti reksa dana saham, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, atau reksa dana pendapatan tetap. Index fund adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi mirip dengan indeks acuan, bisa indeks obligasi ataupun indeks saham. Yang paling umum dan banyak beredar di pasaran adalah reksa dana indeks saham IDX30 serta reksa dana indeks saham LQ45.

Indeks saham LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham perusahaan dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Indeks saham acuan ini telah dipakai dalam delapan produk berbasis indeks. Umumnya, saham LQ45 adalah saham-saham yang berada di peringkat atas berdasarkan kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir.

Indeks saham ini disesuaikan setiap enam bulan. Tujuan indeks saham LQ45 adalah menyediakan sarana yang tepercaya dan objektif bagi para manajer investasi, analis keuangan, maupun investor. Selain itu, juga sebagai pelengkap indeks harga saham gabungan (IHSG).

Perbedaan IDX30 dengan LQ45 adalah ruang lingkupnya, bila LQ45 mengukur dari 45 saham, maka IDX30 lebih sempit hanya dari 30 saham. Adapun 30 saham yang masuk di dalamnya itu juga berasal dari saham LQ45. Seluruh saham perusahaan yang masuk kedua indeks tersebut, biasanya dianggap sebagai saham blue chip. Dengan demikian, tak heran jika reksa dana indeks IDX30 atau LQ45 bisa menjadi opsi investasi saat inflasi tinggi.

Investasi Saat Inflasi

 

Kesimpulan

Siapa yang diuntungkan dari inflasi? Meski sering berdampak negatif pada masyarakat kecil, namun inflasi juga menawarkan kesempatan pada investor untuk menghasilkan berbagai keuntungan. Bukan hanya sebagai opsi meraih profit cuan jangka panjang, namun diversifikasi investasi pada beberapa rekomendasi di atas dapat membantu menahan portofolio Anda dari segala konsekuensi yang merugikan, sebelum inflasi semakin menurunkan daya beli.

Pastikan juga untuk melakukan investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Misalkan Anda adalah investor pemula yang ingin belajar bagaimana melakukan lindung nilai terhadap inflasi. Dalam hal ini, Anda dapat mulai dengan opsi berisiko rendah, seperti reksa dana indeks yang telah memiliki rekam jejak kredibel dan jelas.

Jika Anda adalah investor yang lebih berpengalaman, membeli value stock atau sebuah properti bisa menjadi opsi terbaik. Namun, apapun pilihan Anda berinvestasi, tetap jangan melupakan emas dan perak sebagai opsi wajib mendiversifikasi dana investasi.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Herry |  9 Feb 2012

Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya? Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali? Apakah tidak ada cara lain? mohon penjelasannya, thanks.

Lihat Reply [6]

Menentukan seberapa paraf tingkat inflasi tidak hanya diukur berdasarkan presentase, melainkan yang paling penting adalah dampak yang ditimbulkan inflasi tersebut. Walaupun presentase kenaikan inflasi rendah namun kenaikannya bersumber dari kenaikan barang-barang pokok tentunya dapat menimbulkan permasalahan yang serius bagi perekenomian.

Menurut penyebab awalnya, inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:

  • Inflasi yang timbul sebagai akibat dari peningkatan permintaan masyarakat (demand full inflation).
  • Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi yanglazim disebut cosh push inflation.

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.

Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.

Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia. Suku bunga menjadi salah satu Senjata utama untuk menagkal Inflansi. namun disisi lain ada juga pembelian aset aset yang dilakukan oleh bank Sentral. Tak heran jika ada bank sentral memiliki ratusan Tonemas sebagai cadangan dalam menstabilkan ekonomi (melakukan kebijakan moneter).

Basir   9 Feb 2012

@ Herry:

- Sebenarnya berapa persen kah inflasi yang diinginkan suatu negara setiap tahunnya?

Setiap negara tidak sama. Untuk negara-negara industri maju seperti AS, Jepang dan Uni Eropa mematok target inflasi di tingkat konsumen (CPI) year on year sebesar +2.0%. China sebesar 3.0% (untuk tahun 2019), dan target inflasi Indonesia (dibuat oleh Bank Indonesia) untuk tahun 2019 adalah +3.5%, untuk tahun 2020 sebesar +3.0%.

- Apakah hanya dengan menaikkan suku bunga, inflasi bisa terkendali?

Ya, selama ini kebijakan moneter bank sentral yang populer untuk menyesuaikan tingkat inflasi adalah dengan cara mengatur besarnya suku bunga acuan. Jika inflasi tinggi, suku bunga dinaikkan untuk mengurangi jumlah uang beredar. Sebaliknya ketika inflasi sedang rendah maka suku bunga diturunkan untuk menambah jumlah uang beredar.

Ada juga kebijakan pasar terbuka dengan menjual atau membeli surat berharga, hingga sanering (memotong nilai mata uang) ketika terjadi hiper inflasi.

M Singgih   30 May 2019

Apakah dampak inflasi dari sebuah negara memang benar-benar akan berpengaruh terhadap pergerakan mata uang di pasar?

Pras   26 May 2022

Ya, inflasi suatu negara benar-benar berpengaruh pada nilai tukar mata uang negara tersebut.

Kita dapat memahami inflasi sebagai faktor yang mengurangi daya beli uang. Ketika inflasi Indonesia meningkat, maka daya beli rupiah menurun. Apabila negara lain memiliki laju inflasi lebih rendah daripada kita, maka daya beli rupiah akan merosot lebih cepat daripada mata uang lain. Konsekuensinya, inflasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pelemahan kurs rupiah.

Tapi dampak inflasi pada nilai tukar biasanya hanya mencolok pada negara-negara yang memiliki laju inflasi tinggi. Dampak inflasi kurang kentara pada nilai tukar mata uang di negara-negara yang memiliki laju inflasi sangat rendah atau nyaris nol, seperti Jepang dan Swiss.

Aisha   1 Jun 2022

Apakah krisis atau perang akan meningkatkan inflasi pada mata uang?

Firza   10 Jun 2022

Maaf, perlu dipahami bahwa inflasi itu tidak terjadi atas mata uang. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. 

Dalam situasi perang, pabrik-pabrik akan dikerahkan untuk memproduksi kebutuhan perang mulai dari seragam dan makanan kaleng hingga amunisi. Akibatnya, sumber daya yang tersedia akan kurang untuk menghasilkan produk-produk biasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sipil. Padahal warga sipil tidak akan mengurangi konsumsi mereka hanya karena terjadi perang (mereka bahkan mungkin membutuhkan lebih banyak stok medis, cadangan pangan, dll). Sesuai hukum ekonomi, dalam situasi penawaran berkurang dan permintaan tetap, maka harga-harga akan naik.

Jadi, ya, perang dapat meningkatkan inflasi.

Aisha   10 Jun 2022
 Arya |  22 Apr 2015
Berapakah profit yang stabil dan konsisten menurut standar para trader profesional di indonesia?

Lihat Reply [5]

Kami kurang tahu, hanya saja jika melihat kebutuhan, maka  Gaji/keuntuhan usaha harus bisa memenuhi kebutuhan pokok/primer yaitu kebutuhan sandang, pangan dan pangan.

Sementara setelah kebutuhan pokok terpenuhi, pada umumnya manusiapun ingin menikmati Kebutuhan sekunder. Dimana kebutuhan ini sifatnya melengkapi kebutuhan primer. Kebutuhan ini bukan berarti tidak penting, karena sebagai manusia yang berbudaya, yang hidup bermasyarakat sangat memerlukan berbagai hal lain yang lebih luas dan sempurna, baik mengenai mutu, jumlah, dan jenisnya. Dimana contoh kebutuhan sekunder antara lain televisi, kulkas, sepeda motor, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang mendukung kebutuhan primer.

Ada juga Kebutuhan tersier, dimana kebutuhan ini timbul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pada umumnya, kebutuhan tersier ini disebut kebutuhan mewah, karena pemenuhan kebutuhannya tertuju pada barang-barang mewah yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi.

Contohnya perhiasan berlian, rumah mewah, mobil mewah, dan lain-lain. Apabila seseorang dapat memenuhi kebutuhan tersiernya,  maka dapat meningkatkan status sosial (prestise)nya di lingkungan masyarakat.

Namun yang perlu diketahui, tidak semua trader menjadi kan trading sebagai sumber pokok kebutuhan untuk memenuhu kebutuhan tersebut. Ada yang menjadi kan trading sebagai usahan tambahan atau sampingan. Ada juga yang menjadikan trading sebagai hobi yang menghasilkan.

Saran kami, anda tidak harus mencari perbandingan dengan keutungan yang dihasilkan trader lain. Karena gaya hidup dan status sosial tiap orang akan berbeda. Anda bisa kalkulasi keuntungan untuk kebutuhan anda sendiri. Tidak harus menjadi kan trading sebagai usaha pokok, sekalipun anda suatu saat bisa melakukannya. Yang terpenting bisa memenuhi kebutuhan anda, disamping anda pun bisa menghasilan keuntungan dari usaha lain.

Thanks

Basir   24 Apr 2015

@ arya :
Sekitar 10 tahun lalu setahu saya para trader di broker-broker lokal yang mencoba untuk trading for living (dengan dana sendiri), dan trading pada account standard (regular), rata-rata mengharapkan untuk bisa profit antara 20 s/d 50 pip per hari. Mungkin sekarang harapan itu masih sama...

M Singgih   30 Apr 2015

@Ichsan Hisabudin: Target profit Anda sesuaikan dengan pair yang Anda tradingkan dan time frame yang Anda gunakan.

Kalau tradingnya harian (day trading) tentu target profitnya lebih kecil daripada swing trading.

Pair cross range harganya lebih tinggi daripada major pair sehingga lebih besar target profitnya.

Kiki R   13 Apr 2022

Berapa pip idealnya target profit untuk modal 100 USD?

Ichsan Hisabudin   13 Apr 2022

Berapa % profit per bulan yang cocok buat pemula?

Soalnya saya lihat di grup telegram banyak yang posting-posting profit sampai puluhan persen perminggu.

Wawan   24 Jun 2022
 Nafa Okta |  1 Mar 2018

Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?

Lihat Reply [3]

@ nafa okta:

Untuk mengendalikan inflasi di Indonesia, Bank Indonesia (BI) melakukan pengaturan suku bunga. Ketika inflasi dianggap telah melebihi target, BI akan mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga acuan. Sebaliknya jika inflasi dianggap rendah atau di bawah target, bank sentral akan menaikkan jumlah uang beredar dengan cara menurunkan suku bunga untuk mendorong aktivitas ekonomi. Target inflasi BI untuk tahun 2016, 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 4.0%, 4.0% dan 3.5% dengan deviasi 1.0%.

M Singgih   2 Mar 2018

Apakah inflasi dari mata uang rupiah akan berpengaruh ke pasar forex secara fundamental?

Septian   26 May 2022

Inflasi Indonesia dapat berpengaruh pada fundamental kurs rupiah. Namun, inflasi Indonesia tidak cukup berpengaruh pada pasar forex secara keseluruhan.

Kita dapat memahami inflasi sebagai faktor yang mengurangi daya beli uang. Ketika inflasi Indonesia meningkat, maka daya beli rupiah menurun. Apabila negara lain memiliki laju inflasi lebih rendah daripada kita, maka daya beli rupiah akan merosot lebih cepat daripada mata uang lain. Konsekuensinya, inflasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan pelemahan kurs rupiah.

Tapi rupiah merupakan mata uang yang tidak punya daya apa-apa dalam perdagangan internasional. Rupiah bukanlah dolar AS yang menjadi mata uang wajib dalam transaksi global. Oleh karena itu, penurunan daya beli rupiah itu sendiri takkan berimbas besar di pasar forex secara keseluruhan. 

Aisha   1 Jun 2022
 Ahong |  1 Apr 2021

Pak, misalkan saya punya uang 50 juta, dan pingin investasi saham jangka panjang minimal 10 tahun. Antara saham option dan index bagusan mana pak? Makasih

Lihat Reply [7]

@ Ahong:

Baik saham option maupun indeks saham merupakan produk derivatif (turunan) dari pasar saham. Keduanya tidak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas saham suatu perusahaan.

Jika Anda trading saham option, maka Anda harus bisa memprediksi harga suatu saham akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika harga saham diprediksi akan naik, maka trader akan membuka opsi Call, dan jika diprediksi turun, trader akan membuka opsi Put. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca: Apa Itu Option Saham (Stock Options) Dan Bagaimana Contohnya?

Jika Anda trading indeks saham, maka Anda harus bisa memprediksi indeks suatu bursa saham akan naik atau turun. Yang ditradingkan biasanya adalah indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq. Baca juga: Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Menurut kami, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham, sebaiknya investasi sahamnya (beli saham perusahaan yang prospeknya bagus). Tetapi kalau ingin trading di produk derivatif saham, menurut kami trading di indeks saham lebih mudah, karena naik turunnya indeks saham suatu bursa lebih mudah diprediksi atau dianalisa dibandingkan dengan prediksi akan naik atau turunnya suatu saham dalam jangka waktu tertentu.

M Singgih   3 Apr 2021

Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Dan satu lagi pak, kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Terima kasih atas jawabannya🙏

Ahong   5 Apr 2021

@ Ahong:

- Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Risikonya tentu saja kalau harga saham yang Anda beli turun, sehingga mengalami kerugian. Risiko yang lebih besar adalah kalau saham yang Anda beli di-delisting dari bursa. Oleh sebab itu sebelum membeli sebuah saham pelajari dulu fundamental perusahaannya.

- Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Tidak juga. Menurut kami trading forex risikonya lebih besar karena menggunakan leverage tinggi dan juga fluktuasi pergerakan harganya lebih besar.

- kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Kalau Anda trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Anda hanya bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di BEI saja, yaitu perusahaan-perusahaan dari Indonesia saja. Tetapi jika Anda trading di bursa New York, maka Anda bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di New York Stock Exchange (NYSE). Untuk trading di NYSE Anda harus mencari perusahaan pialang yang menawarkan trading di NYSE.

 

M Singgih   7 Apr 2021

Untuk mahasiswa rekomendasi Saham yang seperti apa pak? Daripada uang buat jajan ga jelas mending buat beli saham..haha

Oddie   12 Apr 2021

@ Oddie:

Kalau Anda pemain baru, kami sarankan untuk masuk pada saham-saham lapis pertama atau saham-saham blue chips seperti TLKM, BBCA, UNVR, dsb.
Penjelasan mengenai saham-saham blue chips, silahkan baca:

M Singgih   13 Apr 2021

Kalau dengan saham yang di reksadana itu pak, apakah sama? Dan bagus mana dengan membeli saham perusahaan dengan beli saham di reksadana?

Nur Salim   13 Apr 2021

@ Nur Salim: Saham-saham yang ada pada portofolio produk reksadana saham adalah saham-saham pilihan hasil analisa dari manager investasi perusahaan yang menerbitkan reksadana tersebut, jadi tentu merupakan saham-saham pilihan yang prospeknya bagus.

Kalau Anda belum berpengalaman di saham, menurut kami lebih aman membeli produk reksadana, dalam hal ini reksadana saham. Mengenai reksadana, silahkan baca:

M Singgih   14 Apr 2021
 Chis Leon |  6 Oct 2021

Aku punya dana beberapa, rencananya tak investasikan di saham. target investasiku sekitar 5 tahun. Pertanyaannya, apakah saham bagus untuk investasi selama 5 tahun mendatang? Makasih. 

Lihat Reply [15]

@ Chis Leon:

Untuk investasi saham jangka panjang, disarankan untuk membeli saham-saham kategori blue chip seperti misalnya TLKM, BBRI, ASII dll. Dalam jangka panjang, saham-saham blue chip dianggap lebih aman.
Baca juga: Ciri-Ciri Saham Paling Menguntungkan Untuk Jangka Panjang

 

M Singgih   7 Oct 2021

Apakah saham red chip aman kalau buat main pendek pak? Setahun sampe 2 tahun aja durasinya

Iqbal   13 Oct 2021

@ Iqbal:

Maaf, saya tidak tahu prospek saham-saham yang Anda maksud. Red chip adalah saham-saham perusahaan China yang listing di Hong Kong Stock Exchange. Saya tidak ada informasi mengenai prospeknya, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

 

M Singgih   13 Oct 2021

@ Ragil:

Saham Facebook (FB) yang akan berubah kode jadi MVRS mulai Desember nanti adalah termasuk dalam saham blue chip, jadi menurut kami prospeknya bagus.
Silahkan baca juga: Ganti Nama Jadi Meta, Saham Facebook Langsung Rebound

M Singgih   8 Nov 2021

Untuk Ristanto,

Tergantung dari harga saham yang hendak Anda beli. Selain itu, pertimbangkan juga beberapa biaya yang diterapkan oleh sekuritas yang Anda ikuti. Misalnya saja harga saham dari PT.A perlembarnya adalah Rp.500,-.

Maka ketika Anda hendak membeli saham tersebut sebanyak 1 lot (100 lembar) dana yang perlu Anda persiapkan adalah sebesar Rp.50000,- . Namun kebutuhan dana minimum tersebut mungkin akan bertambah mengingat beberapa perusahaan sekuritas tentu menerapkan biaya-biaya tambahan lainnya.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   13 Dec 2021

Ada banyak cara untuk menghindari investasi saham bodong. Tiga yang paling utama:

  • Bukalah rekening investasi saham pada perusahaan sekuritas (broker) yang terdaftar sebagai anggota IDX (Bursa Efek Indonesia) dan sudah berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  • Rekening investasi saham seharusnya dikendalikan oleh kita sendiri. Pihak sekuritas (broker) hanya dapat membeli/menjual saham atas perintah langsung dari kita. Jadi, jangan percaya pada pada pihak-pihak yang meminta akses rekening (ID dan password) agar mereka bisa trading/membelikan saham sesuai strategi mereka sendiri.
  • Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin untung/rugi dalam investasi saham. Jadi, jangan percaya pada iming-iming "titip modal saja nanti pasti untung", karena mereka pasti penipu.

Daftar perusahaan sekuritas yang termasuk anggota bursa dapat diakses pada halaman berikut ini.

Aisha   22 Feb 2022

Bagaimana sih kak, ciri-ciri mereka paling menonjol yang menyediakan investasi saham bodong? Agar saya lebih mudah mendeteksinya meski baru lihat pertama kali.

Lynka   23 Feb 2022

Ciri-ciri singkatnya investasi saham bodong ada 3:

  • Mengaku perusahaan sekuritas atau broker, tapi tidak punya izin OJK dan bukan anggota IDX.
  • Menjanjikan keuntungan tetap.
  • Menawarkan skema investasi titip modal.

Itu saja. Pokoknya jika dapat tawaran investasi yang kelihatannya bakal gampang sukses tanpa perlu berusaha dan belajar apa-apa, berarti itu tipu-tipu. Siapa pun hanya bisa sukses dalam investasi saham jika sudah memahami dan mampu menganalisis dengan baik.

Aisha   25 Feb 2022

Ada beberapa alasan.

Pertama, perkembangan bisnis inti (core business) media sosial sepertinya sudah mencapai puncak. Khususnya kunjungan ke Facebook, secara global telah mengalami penurunan.

Kedua, kendala dalam monetisasi. Koleksi media sosial META (Facebook, Instagram, Whatsapp) tidak mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal monetisasi. Bahkan, wacana pengetatan regulasi di sejumlah wilayah (seperti Eropa) berpotensi makin mencekik pendapatannya.

Ketiga, pelaku pasar masih pesimistis dengan prospek Metaverse yang digadang-gadang Mark Zuckerberg.

Metaverse memang merupakan kemajuan teknologi yang mengasyikkan. Namun, proyek Metaverse masih dalam proses pengembangan yang pastinya bakal "bakar duit". Ini terbukti dengan kerugian Metaverse sebanyak lebih dari USD10 miliar pada tahun 2021 saja. Kita juga masih kesulitan mengukur jangkauan pasarnya dan prospek monetisasinya kelak.

Aisha   1 Mar 2022

Dilihat dari istilahnya saja, kita semestinya sudah paham bahwa saham syariah merupakan saham-saham yang lebih sesuai dengan aturan syariat Islam daripada saham konvensional. Contoh perbandingannya:

  • Saham konvensional mencakup pula saham-saham perbankan, padahal mereka memperoleh pendapatan berupa bunga yang dianggap riba dalam syariat Islam. Maka, saham syariah tidak mencakup saham perbankan konvensional (hanya mencakup bank syariah).
  • Saham konvensional mencakup pula pabrik rokok seperti Gudang Garam (GGRM) dan dan Sampoerna (HMSP). Padahal, status kehalalan rokok itu diragukan. Maka, saham syariah tidak mencakup saham rokok.
  • Saham konvensional mencakup pula perusahaan miras seperti Multi Bintang Indonesia (MLBI). Padahal, MUI telah mengharamkan miras. Dengan demikian, saham syariah tidak mencakup saham miras.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang mencakup semua saham syariah di Bursa Efek Indonesia, sehingga investor cukup menengok daftar itu saja jika ingin memfokuskan investasi pada saham syariah.

Aisha   13 Apr 2022

Apakah penyebab utama saham META turun banyak?

Renjani   25 Feb 2022

Bagaimana perbandingan investasi saham konvensioanal vs saham syariah?

Whendy Tandi   11 Apr 2022

Cara menghindari investasi saham bodong gimana kak?

Lynka   22 Feb 2022

Saya ingin main investasi saham. Kira-kira berapa modal yang diperlukan ya pak?

Ristanto   8 Dec 2021

Baru-baru ini Facebook telah ganti nama jadi Meta, bagaimana dengan sahamnya? Apakah bagus untuk investasi jangka panjang?

Ragil   8 Nov 2021
 

Komentar @inbizia

Saya sdh membuktikan bahwa investasi emas lantakan lebih menguntungkan karena:

1. Sangat likwit, artix klu sewaktu-waktu kita butuh fresh money maka secepatx bisa kita jual kembali emas lantakan tsb di tokox dgn menyesuaikan harga pasar saat itu;
2. Salah satu cara utk mengamankan nilai intrinsik/daya beli uang akibat tingkat inflasi yg naik;
3. Nilai/Harga jual kembali emas lantakan kecenderunganx akan naik terus, meskipun kadang-kadang juga turun;
4. Belilah emas lantakan pada saat harga turun, kemudian jual lagi/lepas pada saat hargax naik.

Demikian sekelumit pengalaman saya "bermain" di emas lantakan.
 Jokowid |  20 Feb 2017
Halaman: Harga Emas Hari Ini
Menurut pak martin, jika dilakukan uji statistik antara inflasi, suku bunga dan neraca perdagangan mana yang paling mempengaruhi nilai mata uang... Terimakasih
 Frs |  2 Mar 2018
Halaman: Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
Regulator di Indonesia yaitu BAPPEBTI, secara berkala akan meminta audit dari perusahaan pialang berjangka (broker). Jika ditemukan masalah pada kegiatan operasional broker, maka ada beberapa langkah yang dilakukan: Mengeluarkan edaran pembekuan kegiatan Mencabut surat ijin beroperasi Menghentikan aktivitas operasional dan melarang Wakil Pialang Berjangka (WBP) dari perusahaan bersangkutan untuk mencari klien baru Dalam surat-surat edaran yang dikeluarkan oleh BAPPEBTI, juga telah ditegaskan bahwa surat pencabutan ijin operasi tersebut tidak menghilangkan kewajiban broker untuk menyelesaikan tanggung jawabnya pada klien. Jika Anda menemui broker yang bermasalah, pada umumnya langkah yang bisa diambil adalah bertemu dengan klien-klien dengan keluhan sama lalu mengajukan gugatan kepada broker tersebut lewat jalur hukum.
 Calvia |  6 Jun 2022
Halaman: Cara Buka Akun Mrg Mega Berjangka
Ikutan dikit, ya. Dari yang saya baca-baca sih katanya penghasilan dari NFT masuk dalam kategori objek penghasilan dan harus dilaporkan dalam SPT tahunan, di kelompok investasi lain dengan kode 039. Mungkin ini harus dicek lagi, teman saya yang konsultan bilang katanya dari hasil NFT, pajaknya bisa ada 5 golongan. - Tarif5% untuk penghasilan sampai Rp60 juta; - Tarif 15%, untuk penghasilan di atas Rp60 juta sampai dengan Rp250 juta - Tarif 25% untuk penghasilan di atas Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta - Tarif 30% untuk penghasilan di atas Rp500 juta sampai dengan Rp5 miliar; - Tarif 35% untuk penghasilan di atas Rp5 miliar. Tapi cek lagi aja, itu cuma sebatas gambaran.
 Shiro |  8 Jun 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kripto Di Indonesia
Istilah "lindung nilai" adalah strategi yang ditujukan untuk mengurangi dampak risiko pasar yang tidak terduga, di samping tetap memungkinkan untuk memperoleh keuntungan. Dengan demikian, "aset lindung nilai" adalah instrumen investasi yang dapat melindungi nilai kekayaan kita di tengah gejolak pasar. Aset lindung nilai itu biasanya merupakan instrumen investasi berisiko rendah sekaligus memiliki pertumbuhan return yang sangat lambat. Return bisa negatif, tetapi hampir tidak mungkin mengakibatkan kebangkrutan fatal. Contohnya, emas.
 Aisha |  10 Jun 2022
Halaman: Perbedaan Emas Batangan Dengan Dinar Emas
"Nantinya, para investor akan mendapatkan koin kripto atau token digital sebagai ganti dari 'modal' yang diberikan mereka. Token yang didapat berisi informasi kepemilikan atas investasi aset di dunia nyata yang direkam dalam blockchain." Ini maksudnya gimana? Yang saya tangkap kok kayak STO ini jualan informasi ya, atau bagaimana?
 Yuniar A |  14 Jun 2022
Halaman: Apakah Investasi Sto Crypto Menguntungkan
Komentar[3]    
  Ahmad   |   22 Jun 2022

Ada cara atau langkah-langkah untuk tahu value stock lagi undervalued gak?

  Kenny   |   22 Jun 2022

Bisa pakai BVPS (Book Value Per Share). Rumusnya: Total Ekuitas dibagi Jumlah Saham Beredar.

  Ciro   |   22 Jun 2022

berarti yang paling valid itu emas dan perak ya?

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip