Pro Kontra Investasi Junk Bond

Aditya Perdana 22 Jun 2020 564
Dibaca Normal 5 Menit

Junk bond ternyata menawarkan peluang keuntungan yang menarik meski termasuk aset obligasi berating rendah. Apa saja pro kontra yang perlu dipertimbangkan?



Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mengulik apa itu junk bond. Kali ini, akan dijelaskan apa saja pro kontra berinvestasi dalam junk bond. Meskipun berstatus sebagai surat utang berating rendah, terdapat sisi menarik dari investasi junk bond yang membuat sebagian investor melirik aset ini.

 

Mengapa Junk Bond Dianggap Prospektif?

Pada awal tahun 1900-an, perusahaan-perusahaan "start-up" seperti GM, IBM, dan JP Morgan mengeluarkan surat utang (obligasi) untuk membiayai bisnis mereka. Seiring berjalannya waktu, performa perusahaan tersebut terus meningkat dan obligasinya pun mendapatkan kenaikan rating dari lembaga pemeringkat aset kala itu; dari yang tadinya junk bond  menjadi grade A.

Di tahun 1977, perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS) Bear Stearns merilis junk bond, begitu pula dengan Drexel Burnham yang menjual tujuh instrumen junk bond. Dalam kurun waktu enam tahun, performa junk bond melebihi tiga kali kinerja obligasi lainnya.

Antara 1979 hingga 1989, kapitalisasi pasar junk bond naik dari "hanya" $10 miliar menjadi $189 miliar. Selama satu dekade tersebut, rata-rata pengembalian investasi junk bond mencapai 14.5 persen dengan gagal bayar hanya mencapai 2.2 persen.

 

Mimpi Indah Tak Selamanya Bersemi

Situasi ekonomi berubah di penghujung tahun 1980-an. Drexel Burnham yang tadinya untung besar lalu berbalik rugi, hingga akhirnya dinyatakan bangkrut. Hanya dalam waktu singkat, pangsa pasar junk bond menyusut drastis didorong oleh kepanikan investor. Akibatnya, tidak ada penerbitan junk bond dalam beberapa tahun setelahnya.

Jadi, apa intinya? Jika ekonomi membaik dan positif, ada sinyal kuat kinerja perusahaan akan positif, sehingga akan mengurangi risiko gagal bayar si perusahaan terhadap surat utang yang diterbitkan. Namun apabila ekonomi sedang lesu, maka risiko gagal bayar terhadap junk bond akan meningkat tajam dan membuat nilainya anjlok.

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa pro kontra investasi junk bond bisa diuraikan dalam infografi berikut:

pro kontra investasi junk bond

 

Memahami Siklus Bisnis Itu Wajib

Kalau masih ada yang bingung mengenai siklus bisnis yang pengaruhnya sangat relevan dengan tingkat risiko junk bond, maka gambar di bawah ini bisa membantu. Dalam siklus bisnis terdapat empat tahap yakni:

  • Ekspansi (expansion)
  • Puncak (peak)
  • Kontraksi (contraction)
  • Resesi (trough)

Siklus bisnis

Terkadang, fase-fase tersebut tidak terjadi secara berurutan atau berlangsung dengan periode waktu yang sama. Tetapi, masing-masing fase memiliki karakteristik yang bisa dipelajari.



Jika bisnis mulai bergerak ke fase ekspansi, maka angka penjualan ritel di masyarakat mulai naik. Pembelian mobil dan properti mulai menggeliat, hingga pada akhirnya terlihat pada angka Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Ketika ekonomi mulai bergerak dari fase ekspansi ke peak atau puncak tertinggi, saat itu investor sedang dalam tahap greedy (tamak) dan mulai mencerminkan kegembiraan yang irasional (irrational exurberance). Pada fase ini, nilai aset sudah melebihi angka wajarnya dan sangat berisiko untuk koreksi.

Jadi, kalau Anda ingin berinvestasi di junk bond, mulai telaah dulu saat ini ekonomi sedang di fase apa. Saat artikel ini dibuat, penulis berpendapat bahwa ekonomi (di tengah pandemi Corona) sedang berada di fase kontraksi. Hal itu tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global yang sudah terkoreksi di kuartal awal tahun 2020.

Setelah mengetahui fase ekonomi terkini, ambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip klasik berikut:

  1. Berinvestasi adalah sebuah komitmen, sama dengan membangun sebuah hubungan. Keduanya membutuhkan kesabaran dalam proses membangun.
  2. Berinventasi-lah bila Anda memiliki cukup tabungan. Setiap orang memiliki tolok ukur berbeda terkait berapa banyak tabungan yang "cukup". Akan tetapi, penting untuk memiliki jumlah tabungan yang dapat mencukupi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan sebelum Anda menginvestasikan uang yang dimilik. Nilai tabungan untuk periode kebutuhan tiga bulan adalah jumlah minimum, sedangkan nilai untuk kebutuhan enam bulan adalah jumlah yang lebih aman.
  3. Perhatikan tingkat inflasi. Inflasi adalah alasan mengapa Anda perlu berinvestasi. Investasi membuat Anda dapat menstabilkan daya beli di masa mendatang.
  4. Ketahui toleransi risiko pribadi Anda. Selalu ingat bahwa semakin tinggi potensi return, semakin tinggi pula risikonya.
  5. Diversifikasi, Diversifikasi, dan Diversifikasi. Semakin terdiversifikasi portofolio Anda, semakin terlindungi pula dana Anda.
  6. Investasikan kembali return Anda. Bila investasi Anda menghasilkan pendapatan, Anda memiliki beberapa pilihan; menarik keuntungannya dan keluar, atau menginvestasikan kembali keuntungan yang diperoleh. Jika Anda menginginkan keuntungan jangka panjang, maka pilihan menginvestasikan kembali return yang didapatkan adalah kiat ideal.

 

Perhatikan Kondisi Perusahaan Dan Ekonomi

Dalam dua edisi yang telah dijabarkan sejauh ini terkait junk bond, Anda mungkin sudah lebih memahami karakteristik investasi junk bond, yakni high risk high return. Peluang return yang ditawarkan memang lebih besar, tapi risikonya pun sebanding atau lebih tinggi. Sebaiknya, pahami dengan bagik bagaimana kondisi finansial dan bisnis dari perusahaan yang merilis junk bond; apakah memiliki peluang bayar yang masih baik atau tidak? Selain itu, waspadai apakah kondisi ekonomi dan bisnis masih mendukung. Jika situasinya kurang mendukung, maka risiko investasi junk bond akan semakin tinggi. Jadi, jangan sampai Anda hanya memberikan "uang gratis" kepada si peminjam.

 

Peluang investasi dengan return tinggi memang menggiurkan, tapi biasanya menuntut manajemen risiko yang lebih ketat agar investor terhindar dari kerugian besar. Hal yang sama juga berlaku dalam trading forex, suatu cara memperoleh keuntungan dari selisih pergerakan harga di pasar valas. Ingin tahu lebih jauh soal peluang trading ini? Simak di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.



Forum

Mas Sinar (15 Mar 2018)

Selamat malam SF, saya ingin bertanya pada pak rachmat perihal analisanya. Bagaimana kita menentukan ranging-nya dalam menempatkan pending order pak? saya ingin belajar lebih dalam dengan bapak. Terima kasih

Selengkapnya...

BANK1 Bulan
BANK DBS INDONESIA4.25
BANK MAYBANK INDONESIA4.25
BANK MEGA2.50
BANK CENTRAL ASIA 2.85
BANK TABUNGAN NEGARA3.25
BANK MANDIRI2.00
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA2.85
STANDARD CHARTERED BANK4.00
BANK ANZ INDONESIA2.75

Kirim Komentar/Reply Baru


Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Nandini   11 May 2021   75  
Solusi Mengatasi Kesulitan Analisa Elliot Wave

Malam Master... ngelanjut yang teori Elliot Wave, kita nentuin Wave 1/Wave2 dan seterusnya gimana master, klw kt pake chart asli dari plaform kt jd bingung nentuinnya master ,apa kita perlu tambah indikator zig zag master, trs klw pake indikator zig zag settingannya berapa master, di pake di TF berapa master...terima kasih banyak master...

Gunawan 5 Apr 2012

Reply:

M Singgih (09 Jun 2016 02:57)

@ Gunawan:
Indikator zig-zag memang bisa membantu dalam menentukan gelombang Elliot, tetapi tidak selalu tepat. Setahu saya indikator zig-zag sudah tidak bisa digunakan pada Metatrader versi terbaru.

Penentuan gelombang Elliot biasanya murni dilakukan dengan pengamatan dan antara trader yang satu dengan lainnya bisa berbeda. Agar bisa menentukan gelombang Elliot dengan benar harus selalu berlatih. Yang penting Anda bisa menentukan 5 gelombang impulsif (1-2-3-4-5) dan 3 gelombang koreksi (A-B-C) murni dari pengamatan. Dalam hai ini Anda bisa menggunakan alat bantu Fibonacci retracement dan Fibonacci expansion.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot

Mengenai time frame trading. gelombang Elliot tidak tergantung time frame karena pola gelombangnya bisa diurai menjadi sub-bagian yang lebih kecil dengan pola gelombang yang sama persis yang disebut dengan “fractals”.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Mengenal Teori Gelombang Elliot

Ada indikator untuk membantu menentukan gelombang Elliot pada platform Metatrader, salah satunya adalah FX5-Neely Elliot Wave Metatrader Indicator yang bisa didownload disini.

Yosi (29 Jul 2016 08:39)

Cara hitung Eliot Wave dan Fibonaci gmn pak ?

M Singgih (30 Jul 2016 14:57)

@ Yosi:
Teori Elliot wave memang dibuat berdasarkan teori Fibonacci dimana level-level retracement-nya menuruti level retracement Fibonacci yaitu retrace 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8% atau 76.4%.
Hitungan Elliot wave adalah 5 gelombang trending (baik uptrend maupun downtrend) yang lazim disebut gelombang 1-2-3-4-5 dan 3 gelombang retrace (koreksi) yang lazim disebut gelombang A-B-C.

Cara menghitung gelombang Elliot adalah murni dari pengamatan, jadi supaya lancar Anda harus sering berlatih mengamati bentuk pergerakan harga pada chart. Temukan gelombang 1-2-3-4-5 dan gelombang A-B-C. Kalau gagal ulangi lagi dengan starting point yang berbeda.
Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa interpretasi dalam menentukan Elliot wave bagi setiap trader berbeda, jadi gelombang yang dihitung tidak harus sama.
Berikut illustrasi sebuah Elliot wave uptrend yang selalu ada dalam pergerakan harga pasar:


                     

Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot

Yosi (01 Aug 2016 10:24)

Pak saya mau tanya lagi kalau Elliot Wave dan Fibonaci di pakai saat trend / pasar sedang sideway bisa gak pak?

M Singgih (02 Aug 2016 23:58)

@ Yosi:
Menghitung Elliot wave harus pada keadaan trending (uptrend atau downtrend), kalau pada keadaan sideways Anda tidak bisa menentukan 5 gelombang seperti pada gambar diatas. Kalau pada hitungan tertentu Anda menemukan keadaan sideways, atau pergerakan pasar mendadak berubah sideways, maka bisa diambil harga puncaknya (range harga atas) atau harga lembahnya (range harga bawah) untuk menentukan hitungan Elliot wave-nya.
Berikut contohnya pada AUD/USD daily:



Untuk Fibonacci bisa digunakan pada semua keadaan, baik trending maupun sideways karena hanya menentukan level-level retracement. Berikut contoh penerapan Fibonacci pada keadaan sideways. Anda bisa buy atau sell pada level-level Fibo retracement tersebut:



Semoga bisa membantu.

Lien Wijaya (28 Mar 2017 14:28)

gan, minta penjelasannya dong tentang gelombang koreksi EW yang double three dan triple three, juga relasinya sama fibo.. Soalnya sya msh bingung disitu gan...
Thanks...

M Singgih (31 Mar 2017 02:50)

@ lien wijaya:

Pola gelombang koreksi jenis double three dan triple three adalah kombinasi gelombang koreksi zig-zag (atau bisa juga flat) dan segitiga (baca juga: Mengenal Teori Gelombang Elliot - Bagian 2).
Untuk double three minimal ada 2 gelombang koreksi a-b-c, dan untuk triple three minimal ada 3 gelombang koreksi a-b-c, dengan formasi W-X-Y untuk double three dan W-X-Y-X-Z untuk triple three.
Gelombang W dan X bisa zig-zag atau flat. Pola segitiga biasanya terbentuk pada gelombang Y pada double three atau gelombang Z pada triple three.

Contohnya:



Mengenai hubungan antara Fibonacci baik retracement maupun expansion, setiap akhir koreksi atau retracement dan akhir ekspansi pada siklus gelombang Elliott sering kali sesuai dengan level-level Fibonacci yaitu 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8% atau 76.4%.
Jadi level-level Fibo retracement dan Fibo expansion digunakan untuk mengetahui batas-batas level koreksi dan batas-batas ekspansi gelombang. Untuk keterangan bisa baca: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot

Lien Wijaya (05 Apr 2017 03:29)

wahhh mantap gan... trimakasih banget buat seputar forex, sya banyak belajar dari sini. :)

klo
bisa request artikelnya jg dong khusus ttg gelombang double n triple treenya 
soalnya versi indonesianya jarang yang detail, saya belajar dri 
elliottwave-forecast.com, sayang materinya pake english smua jd kurang 
mudeng...

Lili Nurridwan (24 Nov 2020 22:40)

cara menghitung gelombang koreksi abc ukuran fibbo berapa aja pa?

Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Linlindua   5 May 2021   166  
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   235  
Untung Rugi Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending
Untung Rugi Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending
Wahyudi   30 Apr 2021   149  
Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Wahyudi   30 Apr 2021   183  
7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
Linlindua   29 Apr 2021   141  
3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit
3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit
Linlindua   29 Apr 2021   159  
10 Ide Bisnis Online Terbaik Dengan Modal 1 Juta
10 Ide Bisnis Online Terbaik Dengan Modal 1 Juta
Linlindua   28 Apr 2021   133