Teknik Bollinger Bands untuk Swing Trading

Ima AZ 9 Feb 2022
Dibaca Normal 4 Menit
forex > indikator >   #bollinger-band   #swing-trading   #swing
Sebagai indikator yang bisa menunjukkan volatilitas dan tren harga, bagaimana Bollinger Bands bisa digunakan untuk melengkapi strategi swing trading?

Perkara memilih indikator sering menjadi dilema bagi sebagian besar trader. Pasalnya, setiap indikator memiliki sinyal dan akurasi yang berbeda-beda. Salah satu indikator teknikal yang populer di kalangan trader adalah Bollinger Bands. Dirintis oleh John Bollinger, indikator ini identik dengan keunikannya yang bisa menampilkan 3 garis (band) di sepanjang pergerakan harga. Tidak hanya mengikuti fluktuasi harga, garis-garis Bollinger Bands juga bisa menyempit dan melebar sesuai kondisi volatilitas pasar.

Teknik Bollinger Bands untuk swing trading

Fleksibilitas Bollinger Bands menjadikannya ideal untuk digunakan di berbagai macam strategi, termasuk swing trading. Bagi Anda yang mengaplikasikan swing trading dan sedang mencari indikator andalan, ulasan di bawah ini bisa menjadi rekomendasi yang bisa Anda coba.

Baca juga: Swing Trading, Strategi Forex Ideal Untuk Profit Maksimal

 

Cara Kerja Teknik Bollinger Bands untuk Swing Trading

Sebelum masuk ke pembahasan, patut diperhatikan jika strategi ini juga menggunakan Intraday Intensity sebagai indikator tambahan. Intraday Intensity sebenarnya merupakan indikator volume, tapi dalam setup kali ini, kita akan menggunakannya sebagai oscillator. Nilai overbought Intraday Intensity ada di +1, sedangkan batas oversold-nya adalah -1.

Untuk memanfaatkan Bollinger Bands dan Intraday Intensity dalam swing trading, Anda perlu mencari sinyal reversal. Dengan kata lain, yang perlu diperhatikan di sini adalah momen ketika harga menyentuh upper band Bollinger Bands dan Intraday Intensity dalam kondisi overbought, atau saat harga sampai di lower band Bollinger Bands dan Intraday Intensity menunjukkan sinyal oversold.

Sebagai konfirmasi, pola harga yang menandai pembalikan sebaiknya juga menunjukkan formasi reversal. Dengan demikian, Anda juga bisa mendapatkan kelebihan trading Bollinger Bands dengan Price Action. Beberapa contoh pola candlestick reversal yang dianggap penting dalam strategi ini adalah:

  • Engulfing

Pola yang terdiri dari dua candlestick. Pola ini ditandai dengan bar candlestick terakhir yang menelan (engulf) candlestick sebelumnya. Artinya, candle terakhir memiliki body yang lebih besar dari candle sebelumnya dan menentukan arah pembalikan harga.

  • Inside Bar

Pola candlestick ini berada sepenuhnya dalam range candlestick sebelumnya. Sehingga, harga tertinggi (High) dan terendahnya (Low) tidak lebih besar dari harga pembukaan (Open) dan penutupan (Close) candlestick sebelumnya.

  • Morning Star atau Evening Star

Pada dasarnya, Morning Star dan Evening Star terdiri dari 3 candle. Candlestick pertama memiliki formasi yang sesuai dengan arah tren sebelumnya. Sementara itu, candlestick kedua biasanya berukuran kecil dan menunjukkan ketidakpastian pasar, sehingga berbentuk Doji atau Pin Bar. Untuk candlestick ketiga, formasinya akan mengindikasikan arah tren baru.

  • Dark Cloud Cover atau Piercing

Pola ini merupakan pola double candlestick yang cukup populer. Dark cloud cover merupakan pola bearish, sebaliknya piercing line adalah pola bullish.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya

 

Setup Posisi Buy

Sesuai petunjuk chart di bawah ini, berikut adalah langkah-langkah menentukan sinyal buy dalam teknik Bollinger Bands untuk swing trading:

Cara buy Swing Trading dengan Bollinger Bands

  1. Atur Bollinger Bands dengan periode 20 dan standard deviasi 2.
  2. Ketika harga menyentuh lower band, perhatikan apakah terbentuk pola bullish reversal. Chart di atas memperlihatkan munculnya pola Morning Star yang ditandai dengan kotak merah.
  3. Kemudian, cek apakah Intraday Intensity sudah menunjukkan sinyal oversold. Pada skenario di atas, terlihat bahwa histogram Intraday Intensity telah menyentuh batas oversold di -1.
  4. Entry buy bisa dilakukan setelah Morning Star selesai terbentuk; Anda bisa menggunakan level Open candle berikutnya sebagai target Entry.
  5. Stop Loss (SL) sebaiknya diposisikan di bawah Low candlestick reversal (dalam hal ini Morning Star), sementara Take Profit (TP) bisa ditargetkan di sekitar middle band atau upper band. Apabila Anda membidik area upper band untuk kisaran profit yang lebih besar, sebaiknya gunakan Trailing Stop begitu kenaikan harga melampaui middle band.

 

Setup Posisi Sell

Cara open sell dengan strategi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari setup sebelumnya. Hanya saja, skenarionya dibalik menjadi outlook bearish reversal.

Cara sell Swing Trading dengan Bollinger Bands

  1. Harga menyentuh upper band lalu membentuk Inside Bar. Pola Inside Bar terlihat dari High dan Low yang lebih kecil dari candle sebelumnya.
  2. Indikator Intraday Intensity menembus area overbought.
  3. Entry sell setelah Inside Bar selesai terbentuk dengan Open candle berikutnya sebagai acuan.
  4. Stop Loss diambil dari High pola Inside Bar, sedangkan Take Profit disesuaikan dengan lokasi middle band atau lower band. Apabila menargetkan lower band, sebaiknya gunakan Trailing Stop setelah harga turun melewati middle band.

Strategi ini biasanya memberikan 10-30 pips jika profit dalam skala intraday. Untuk itu, time frame yang digunakan sebaiknya D1 atau H4. Untuk mengantisipasi risiko, sebaiknya coba teknik Bollinger Bands ini di akun demo dulu sebelum mempraktikannya di akun live.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

@ Mahmud Erly:
Bisa, karena baik indikator MA maupun MACD bisa digunakan pada semua time frame. Dalam hal ini untuk jangka menengah panjang (swing trading) bisa menggunakan kombinasi time frame weekly (untuk arah trend) dan daily (untuk entry).
 M Singgih |  16 Dec 2015
Halaman: Scalping Dengan Ma Dan Macd
@ Dede Sabrina:
Akurasi level support dan resistance yang dihitung berdasarkan pivot point memang lebih rendah dibandingkan pengamatan langsung pada level-level swing high atau swing low, atau level psikologis karena level support dan resistance terjadi karena sentimen pasar, bukan dari perhitungan yang pasti. Level-level support dan resistance dari pivot point biasanya digunakan acuan oleh daytrader terutama jika pada time frame tradingnya tidak tampak level support atau resistance yang signifikan.
 M Singgih ... |  22 Mar 2016
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
kalow d1 mana cocok buat scalpingan? scalper mah biasanya h1 kebawah. ngga tau juga tapi kalo dia pake analisa multiple tf. tapi klo saranya pake d1 mending ganti gaya trading sekalian aja, bukan scalping tapi mungkin jdi swing . hehe
 Hexa |  21 Dec 2015
Halaman: Tips Untuk Entry Trading Yang Akurat
Karena termasuk analisis teknikal jadi pakai chart, garis tren, high-low swings, tergantung pilihan dan strategi yang dipakai trader. Ada juga trader yang pakai simple price bar, break out atau kombinasi lebih rumit antar candlestick, volatilitas atau channels
 Nina |  29 Dec 2020
Halaman: Cara Trading Aman Bebas Stres Dengan Price Action
Selamat pagi, Ary. Anda bisa bertanya lebih detail tentang bollinger band langsung kepada pakar trading kami di halaman tanya jawab.
 Inbizia |  17 Sep 2021
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
Ichimoku bisa digunakan untuk intra day trading di pasar forex dengan menyesuaikan interval waktu menjadi 30 menit, 60 menit bahkan 15 menit. Ichimoku sangat bermanfaat (oke banget) untuk swing trading di saham bluechips di Bursa Efek Indonesia. Saya sejak 1998 sudah gunakan Ichimoku untuk trading forex, index future, emas, dan sejak tahun 2006 sampai sekarang tahun 2021 untuk swing trading di saham di Bursa Efek Indonesia.
 Surya Wirawan |  5 Oct 2021
Halaman: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Kamus Forex

Bollinger Bands

Salah satu indikator teknikal yang bersifat overlay pada platform trading. Bollinger Bands merupakan hasil pengembangan Moving Average. Garis tengah BB (middle band) adalah SMA-20, sedangkan garis atas dan garis bawah (Upper dan Lower Band) adalah deviasi Middle Band.

Swing Trading

Strategi trading yang menargetkan keuntungan semaksimal mungkin, dan dilakukan dengan menempatkan posisi Buy atau Sell pada titik pembalikan harga.


Kirim Komentar Baru