Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 3 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Uchida BoJ Layangkan Komentar Dovish, USD/JPY Melejit

Hana Raisa 9 Feb 2024
Dibaca Normal 2 Menit
forex > berita >   #berita   #berita-bank-sentral   #berita-boj   #berita-ekonomi   #berita-forex   #berita-forex-hari-ini   #berita-suku-bunga   #berita-yen   #berita-yen-hari-ini   #berita-yen-jepang   #boj   #dovish   #jpy   #usdjpy   #yen
Uchida BoJ mengatakan bahwa kebijakan suku bunga negatif mungkin dapat diakhiri, tetapi kenaikan suku bunga lanjutan tidak akan terjadi. USD/JPY pun bullish ke level tertinggi.

Uchida BoJ Dovish, USD/JPY Melejit

Dalam sebuah konferensi tertutup di Nara, Shinichi Uchida selaku Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ) mengungkapkan bahwa harga-harga di sektor jasa telah mengalami peningkatan. Hal ini memicu banyak perusahaan Jepang untuk menaikkan gaji para karyawan.

Menurut Uchida, situasi tersebut mendukung BoJ untuk segera mengakhiri program stimulus moneter. Namun, ia menegaskan bahwa suku bunga tidak akan dinaikkan dengan cepat saat pengetatan kebijakan dilakukan.

Saat kebijakan suku bunga negatif (negative rate policy) diakhiri, artinya BoJ hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 0.1%. Jadi, suku bunga BoJ yang awalnya -0.1%, kelak akan menjadi 0%.

Terkait prospek kenaikan suku bunga lanjutan, Uchida berdalih bahwa jalur suku bunga di masa mendatang bergantung pada perkembangan harga dan perekonomian secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi spekulasi pasar terkait normalisasi suku bunga BoJ ke 0% pada Maret atau April. Namun karena perubahan kebijakan tersebut tidak diikuti oleh proyeksi kenaikan suku bunga lebih lanjut, muncul gap besar antara suku bunga Jepang dengan negara-negara mayor lainnya.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan BoE (Bank of England) dan The Fed mempertahankan tingkat suku bunga tinggi sampai Mei atau Juni—sedikit lebih lambat dari BoJ.

Sementara itu, RBA (Reserve Bank of Australia) dan RBNZ (Reserve Bank of New Zealand) justru berpeluang menaikkan suku bunga lagi.

Baca Juga:

Berita-Berita Broker Forex Terbaru

 

Yen Melemah Signifikan

Kesenjangan suku bunga BoJ dengan bank sentral lain akhirnya memicu pelemahan nilai tukar Yen di pasar forex. Selama perdagangan sesi New York hari ini, pasangan mata uang USD/JPY bullish hingga 1% ke level 149.50-an. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang pernah diraih sejak 27 November tahun lalu.

Yen juga melemah signifikan terhadap Pound sterling dan Euro. GBP/JPY melesat 0.75% ke 188.50 dan EUR/JPY melaju 0.88% hingga hampir menyentuh 161.00.

Terkait Lainnya
 
Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Menurut analis ING, GBP/USD berpotensi menguji level terendah 14 Februari di kisaran harga 1.2530, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas turun dari Level tertinggi lebih dari dua pekan di tengah kenaikan dolar AS, 23 jam lalu, #Emas Teknikal

EUR/GBP menguat mendekati level 0.8540 menjelang pidato ECB Lagarde, 23 jam lalu, #Forex Teknikal

USD/CAD mencoba memantul dari level 1.3500 karena penguatan dolar As dan penurunan harga minyak, 23 jam lalu, #Forex Teknikal

Setelah ditutup di bawah harga pembukaan minggu lalu, Indeks Dolar membentuk Pin Bar bullish, 1 hari, #Forex Teknikal

Momentum bullish Dolar masih bertahan dalam jangka pendek karena turunnya ekspektasi pasar terhadap prospek pemotongan suku bunga The Fed, 1 hari, #Forex Fundamental

Resistance AUD/USD berada di sekitar 0.6590. Penolakan dari level tersebut akan memicu pergerakan bearish, 1 hari, #Forex Teknikal

USD/JPY membentuk support di harga 149.70, dan berpotensi menguat lagi karena Yen masih relatif melemah, 1 hari, #Forex Teknikal

Sejumlah rilis data penting AS yang akan mempengaruhi EUR/USD akan dirilis pada hari Selasa-Kamis pekan ini, 1 hari, #Forex Fundamental

Laporan Consumer Confidence dijadwalkan terbit pada hari Selasa, GDP AS pada hari Rabu, dan Inflasi PCE pada hari Kamis, 1 hari, #Forex Fundamental

Para pelaku pasar meyakini jika koreksi bearish EUR/USD tidak akan melampaui level 1.08000, 1 hari, #Forex Teknikal

Reli Bitcoin tertahan dalam kisaran sideways setelah menembus level kunci $50,000, 1 hari, #Kripto Teknikal

BTC/USD masih berusaha menembus resistance $52,000 untuk mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut, 1 hari, #Kripto Teknikal

Kapitalisasi pasar Bitcoin kembali melesat di atas $1 triliun, namun dominasinya terhadap Altcoin turun ke 48.6%, 1 hari, #Kripto Fundamental

Ethereum sukses menembus $3000, level yang terakhir kali tercapai pada April 2022 lalu, 1 hari, #Kripto Teknikal

Solana menjadi salah satu Altcoin yang berbias positif setelah berhasil mempertahankan posisi di atas $100, 1 hari, #Kripto Teknikal

Saham emiten produsen beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) terpantau tengah melejit seiring dengan kenaikan harga beras, 1 hari, #Saham Indonesia

Top losers LQ45 terdiri dari: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -3.23%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -2.27%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) -1.86%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini, sebesar 0,47% ke 7,261, 1 hari, #Saham Indonesia

Industri semen tanah air mencatat kinerja positif di awal tahun 2024. Volume penjualan semen nasional sepanjang Januari 2024 mencapai 5.06 juta ton, 1 hari, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Luhur S |  17 Dec 2018

Saya trading sudah 4 tahun, namun masih banyak yang belum saya ketahui. 

Ada kala dimana trend sedang mengikuti berita fundamental, ada pula sebaliknya ternyata. nah, saya ingin menanyakan yang sebaliknya. 

Hari ini saya open buy eurusd karena beritanya sedang raport merah untuk euro di hari senin ini. namun tidak ada dampak sama sekali justru reversal. 

Kira kira apa penyebabnya ? 

Lihat Reply [24]

Untuk luhur S,

Mengenai trend dan fundamental, memang ada kalanya fundamental dapat meneruskan trend teknikal yang sedang berlangsung atau bahkan merubah trend yang ada saat ini. Namun ada kalanya juga, harga bergerak tidak sesuai dengan fundamental yang dirilis. Misal, terdapat High Impact news untuk USD yang dirilis jelek. Seharusnya USD (USD/JPY, USD/CAD, USD/CHF) melemah dan rivalnya (EUR/USD, AUD/USD, GBP/USD) menguat. Akan tetapi, harga justru bergerak sebaliknya dan mengabaikan hasil rilis news, meski High Impact news sekalipun. Hal ini biasanya terjadi karena mayoritas para pelaku pasar memiliki sentimen atau katalis fundamental lain yang dianggap lebih berpengaruh sehingga mengabaikan hasil news saat ini.

Satu statement lagi yang saya kurang mengerti pak, yaitu “Hari ini saya open buy eurusd karena beritanya sedang raport merah untuk euro di hari senin ini. namun tidak ada dampak sama sekali justru reversal”

Jika bapak telah mengetahui news fundamental Euro bakal jelek, lalu mengapa bapak mengambil posisi buy pada EUR/USD? Jika bapak mengetahui fundamental Euro bakal jelek, seharusnya bapak ambil posisi sell Euro. Atau yang Anda maksud news untuk USD yang jelek? Jika demikian, berarti posisi Anda sudah benar.

Sebelumnya bisa di infokan juga pak, berita fundamental Euro yang mana dan di tanggal berapa? Namun, jika yang Anda maksud adalah berita Low-Impact news mengenai CPI dan Trade Balance untuk Euro yang dirilis melemah, Senin 17 Desember kemarin, maka tak heran news tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan Euro.

Selain itu juga, kemarin tidak ada high impact news untuk USD. Kesimpulannya, memang untuk pergerakan EUR/USD kemarin lebih condong kepada teknikal yang sedang terkoreksi naik akibat Dolar AS yang juga melemah.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   18 Dec 2018

@ Desta adi:

Ya, benar. Tetapi kalau untuk scalping tidak perlu melakukan analisa fundamental terlalu dalam, cukup tahu jadwal rilis data yang berdampak tinggi saja, dan hindari entry pada jam-jam rilisnya karena volatilitasnya akan tinggi dan tidak bisa diprediksi (unpredictable).

Untuk scalping Anda cukup melihat arah trend pada time frame trading (biasanya time frame rendah semisal 5 menit / M5), selain itu amati juga price action yang terbentuk sebagai sinyal ataupun konfirmator ketika entry. Bisa menggunakan 2 indikator moving average dan indikator oscillator (RSI atau stochastic).

Berikut ini contohnya:


Indikator yang digunakan terutama adalah exponential moving average (ema), gunakan ema 8 dan ema 21, parabolic SAR (setting default) dan RSI dengan periode 9. Prioritas untuk mengambil keputusan adalah pada kurva ema 8 (warna merah) dan ema 21 (biru). Jika kurva ema 8 diatas ema 21 maka open buy dan jika ema 8 dibawah ema 21 open sell. Indikator parabolic SAR dan RSI untuk konfirmator. RSI diatas level 50.0 maka buy dan dibawah 50.0 sell.

Penentuan level resistance dan support bisa digunakan Fibonacci retracement dari level high dan low terdekat. Amati juga price action-nya (misal pada contoh diatas buy ketika terbentuk bullish engulfing candle). Level target (take profit) tidak perlu tinggi karena kemungkinan pergerakan harga bisa cepat berubah.

M Singgih   25 May 2020

@ Aditya:

Simposium ekonomi tahunan Jackson Hole diadakan oleh Federal Reserve Bank of Kansas City sejak tahun 1978, dan dihadiri ketua bank sentral, menteri keuangan, akademisi, serta pelaku ekonomi dari berbagai negara. Dalam simposium biasanya dibahas kebijakan moneter global sehubungan dengan isu-isu yang sedang terjadi. Dengan demikian asecara fundamental akan sangat berdampak, yang juga akan mempengaruhi pergerakan USD.

Karena emas diperdagangkan dalam mata uang USD (XAU/USD), maka akan berdampak juga pada pergerakan harganya.

 

M Singgih   9 Dec 2020

Kalau bapak Singgih, kalau pengen trading XAU/USD biasanya apa yang dijadikan tolok ukur dan apa saja yang biasanya bapak perhatikan?

Yudha Keling   28 Dec 2020

@ Yudha Keling:

Dengan memperhatikan analisa teknikal dan fundamental. Analisa teknikal mencakup arah sentimen pasar yaitu dengan mengamati price action yang muncul, serta penunjukan indikator teknikal, baik indikator trend maupun momentum.
Analisa fundamental berdasarkan rilis data berdampak tinggi dari AS (karena XAU berpasangan dengan USD), serta isu-isu yang ada di AS misalnya isu stimulus fiskal.

 

M Singgih   29 Dec 2020

@ Indra Jegel:

- Apakah analisa fundamental juga digunakan oleh trader price action?

Ada yang menggunakan ada yang tidak, tetapi setahu saya banyak trader price action yang juga menggunakan analisa fundamental.

- …. Kalau iya, apa peran analisa fundamental untuk trader price action/teknikal.

Sebagai konfirmator. Meski demikian yang paling berdampak adalah analisa sentimen pasar yaitu yang berdasarkan price action. Analisa fundamental dan teknikal sebagai konfirmator.
Kadang fundamental dan teknikal menunjukkan pergerakan bullish, tetapi bisa saja sentimen pasar (dari price action) menunjukkan bearish, sehingga yang terjadi adalah pergerakan bearish.

 

M Singgih   13 Jun 2021

Bisa dijelaskan lebih detail mengenai sebagai konfirmator itu seperti apa pak? Saya masih bingung. Terimakasih🙏

Indra Jegel   14 Jun 2021

@ Indra Jegel:

Misalkan Anda trading EUR/USD, ada rilis data berdampak tinggi dari AS. Terbentuk price action berupa bullish engulfing candle, sementara indikator trend dan momentum menunjukkan keadaan bullish. Hasil rilis data ternyata buruk sehingga USD melemah atau EUR/USD menguat (bullish). Dengan demikian price action tsb telah terkonfirmasi atau valid, sehingga aman untuk membuka posisi buy.

 

M Singgih   15 Jun 2021

Halo min, 

Saya ingin tanya mengenai Symposium tahunan di Jackson Hole. Apakah event tersebut memiliki dampak fundamental yang kuat terhadap pergerakan USD dan emas? Saya ingin belajar trading pada pair XAU/USD.

Aditya   8 Dec 2020

Apakah analisa fundamental juga digunakan oleh trader price action? Kalau iya, apa peran analisa fundamental untuk trader price action/teknikal. 

Indra Jegel   11 Jun 2021

Pola candlestick yang terbentuk saat terjadinya High Impact News seperti apa?

Aji   25 May 2022

@Aji: Pertama, saat terjadi news high impact, ada 3 hal yang terjadi.

1. Harganya naik/turun satu arah (tidak ada shadow panjang atas/bawah)

Biasanya langsung terbentuk candle body besar dan tidak banyak perlawanan dari seller/buyer. 

2. Harganya shadow panjang dulu (baru naik/turun ke arah yang dituju)

Contohnya misalnya harga turun secara agresif lalu naik secara agresif sehingga yang terbentuk adalah shadow bawah yang panjang.

Setelah shadow bawah panjang terbentuk, baru harga naik dengan kuat.

3. Harga shadow panjang, naik/turun sedikit (koreksi), lalu melanjutkan arah seperti shadow panjang tadi.

Misalnya harga turun secara agresif, namun setelah itu harga naik secara perlahan (tidak agresif). Setelah koreksi, harga kembali turun dengan kuat.

Kalau salah satu dari skenario tersebut terjadi, apa trading plan Anda?

Kalau ada, bagaimana Anda membatasi risiko trading Anda.

Kedua, pola candlestick tidak bisa menjadi satu-satunya parameter untuk entry apalagi pada saat rilis news high impact.

Lihat gambaran besarnya dulu.

1. Tentukan struktur harganya.

  • Harga sedang trending atau sideways?
  • Kalau trending, trend naik atau trend turun?

2. Tentukan level harga penting sebagai area entry.

Jangan entry di sembarang tempat tapi entrylah pada level harga yang bagus. Seperti apa level harga yang bagus? Level support/resisten atau supply/demand.

3. Masuk entry berdasarkan pola candlestick.

Jadi, pola candlestick tidak bisa menjadi parameter tunggal untuk entry posisi.

ketiga, pola candlestick yang sering terbentuk saat high impact news adalah pin bar, engulfing dan inside bar.

Ketiga pola candlestick ini menandakan adanya akumulasi dari seller dan buyer dan akan berbalik arah.

Kiki R   25 May 2022

Seberapa Penting Analisa Fundamental bagi Trader Forex?

Ardian   18 Jul 2022

@Ardian: Bergantung kepada trader forex tersebut.

Untuk trader forex harian murni teknikal, mereka akan mengatakan analisa fundamental tidak perlu.

Kalau Anda membaca buku Market Wizard karangan Jack Schwager, Anda bisa melihat ternyata ada market wizard yang trading murni teknikal. Ada juga yang murni fundamental dan ada yang mencampurkan keduanya (teknikal + fundamental).

Lalu apa poin pentingnya?

Gunakan apa yang works buat Anda.

Mau murni teknikal? Silakan

Mau murni fundamental? Boleh

Mau gabungin dua-duanya? Sah-sah saja.

Yang paling penting adalah Anda bisa profit konsisten.

Kiki R   19 Jul 2022

Ohh begitu, kalau master pakai analisa jenis yang mana kak?

Resdian   19 Jul 2022

@Resdian: Saya pribadi menggunakan analisa murni teknikal.

Kiki R   19 Jul 2022

Contoh high impact news seperti apa bang yang sangat perlu diperhatikan dan memberikan dampak besar terhadap pola-pola candlestick? 

Wisnu   25 Jul 2022

@Wisnu: Contohnya nonfarm payrolls (NFP), keputusan suku bunga (interest rate decision), pertemuan FOMC, pidato ketua bank sentral, dst.

Pada saat high impact news seperti ini rilis biasanya harga menjadi sangat volatil dan pergerakan harga menjadi lebih besar.

Kiki R   26 Jul 2022

Pada bulan Mei ini banyak sekali peristiwa peristiwa penting yg membuat ekonomi global goncang, penyebabnya di negara negara super power seperti Amerika,Inggris,Perancis,Jepang terjadi sesuatu yg tidak terduga efeknya saham bisa naik turun tidak terprediksi apalagi untuk trader AWAM seperti saya. Saya mohon bantuannya saya ingin belajar cara untuk memprediksi chart dengan simple dan mudah karena saya bermain trading dengan cara SCALPING terimaksih sebelumnya mohon bantuannya :)

Desta Adi   23 May 2020

Analisa fundamental buat trader forex sebenarnya tidak terlalu penting dibandingkan dengan analisa fundamental untuk saham, obligasi, atau aset keuangan lain.

Kenapa? Karena trader forex umumnya mengincar untung dari perubahan harga dalam jangka pendek atau bahkan sangat pendek. Di sisi lain, fundamental itu lebih memengaruhi pergerakan harga dalam jangka panjang.

Mari ambil contoh scalping. Trader biasanya open lalu close dalam tempo beberapa menit saja, atau nggak sampai satu jam. Fundamental apa yang berpengaruh di sini? Nggak ada. Oleh karena itu, scalper hanya menggunakan analisa teknikal.

Tentu saja ada pula trader forex yang mengandalkan fundamental. Biasanya swing-trader, positional-trader, atau long-term-trader yang bermodal gede. Tapi, mereka ini tergolong minoritas di kalangan trader forex.

Aisha   15 Dec 2022

Sepertinya perlu dipahami juga bahwa high impact news itu belum tentu high impact.

Apa maksudnya? 

Suatu peristiwa disebut "berdampak tinggi" itu hanya karena secara historis sering menimbulkan gejolak di pasar. Contohnya rilis data inflasi, pengumuman suku bunga, dll. Tapi, itu tidak berarti berita berdampak tinggi itu pasti bakal menimbulkan gejolak di pasar.

Perhatikan bedanya: "sering" tidak berarti "pasti".

Jadi, pola candlestick seperti apa yang terbentuk saat ada news high impact? Yaaa bisa bentuk pola candlestick apa saja, mulai dari Pin bar sampai Doji sama-sama mungkin terbentuk.

Aisha   19 Dec 2022

Jadi akan lebih baik apakah kita sebagai trader yang dengan modal agak kecil memperlajari analisa teknikal ya kak? Dari pemaparan kakak sepertinya analisa fundamental digunakan untuk trading yang mungkin jangka panjang ya, saham, obligasi dan sebagainya.

Terima kasih atas pemaparannya.

Jenny   19 Dec 2022

Trader sebaiknya mengenal dasar-dasar semua analisa, baik fundamental maupun teknikal. Hanya saja, analisa teknikal memang lebih cocok untuk bikin strategi trading forex atau kripto dengan modal cekak dan target jangka pendek.

Sedangkan analisa fundamental lebih sesuai untuk trading forex jangka panjang (swing/position trading/long term), saham (jangka pendek maupun panjang), dan obligasi ---dengan modal berapapun, baik besar maupun kecil.

 

Aisha   19 Dec 2022

Aisha: Setuju! Sebagai trader dengan modal yang lebih kecil, mempelajari analisis teknikal bisa menjadi pendekatan yang baik. Analisis teknikal berkaitan dengan mempelajari pergerakan harga dan pola grafik untuk mengidentifikasi peluang trading. Metode ini lebih cocok untuk trading jangka pendek hingga menengah.

Dalam analisis fundamental, seperti yang sudah disebutkan, fokusnya adalah pada faktor-faktor ekonomi, keuangan, dan berita yang mempengaruhi nilai suatu aset dalam jangka panjang. Ini lebih umum diterapkan dalam trading saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya yang cenderung memiliki jangka waktu investasi yang lebih panjang.

Bima   5 Jul 2023
 Endry |  20 Feb 2020

Pagi pak..
Mohon berkenan utk buat analisa tentang JPY terbaru
Terima kasih

Lihat Reply [3]

@ Trader Endry,

Saya pribadi masih sedang mengupayakan agar dapat memberikan ulasan analisa forex, khususnya pair forex mayor. Sehingga dalam hal ini, silakan Anda bookmark halaman analisa forex agar tidak ketinggalan update dari analisa teknikal atau peluang trading terbaru dari kami.

Argo Gold Spotter   24 Feb 2020

@Peppy Popo: Minggu ini sepertinya harga cenderung bergerak sideways atau agak melemah.

Lebih baik menunggu harga pullback ke sekitar 123-124 untuk mempertimbangkan posisi sell.

Kiki R   4 Apr 2022

Analisa USD/JPY untuk minggu ini master. Tx

Peppy Popo   4 Apr 2022
 Damian |  15 Jan 2021

Apa yang menjadi petujuk untuk melihat bahwa kebijakan bank sentral sedang hawkish atau dovish? Makasih

Lihat Reply [22]

@ Damian:

Kebijakan bank sentral dianggap hawkish jika mengisyaratkan kenaikan suku bunga atau mengurangi stimulus, dan dianggap dovish jika mengisyaratkan penurunan suku bunga, menjalankan program stimulus atau menambah besaran stimulus.

Pernyataan hawkish akan menyebabkan mata uang cenderung menguat, sementara pernyataan dovish akan menyebabkan mata uang cenderung melemah.

M Singgih   19 Jan 2021

Bang, kalo mata uang EURO, kebijakan stimulus negara mana yang perlu diperhatikan? Analisa fundamentalnya gimana kalo mata uang EURO? Kan dia mata uang beberapa negara di Eropa.

Jimmy   22 Feb 2021

@ Jimmy:

Untuk EUR, perhatikan kebijakan dari bank sentral Eropa yaitu ECB. Jika ECB meluncurkan program stimulus tambahan, maka EUR akan cenderung melemah, dan sebaliknya jika ECB mengurangi besaran stimulus, maka EUR akan cenderung menguat.

 

M Singgih   24 Feb 2021

Apkah kebijakan bank central dengan istilah Dovish dan Hawkish itu bersifat ekstrem? Karena dalam belakangan ini, ketika dunia dalam keadaan seperti ini, The FED bersikap hawksih. SEdangkan pada biasanya kan The FED hanya bersifat seperti biasa antara menaikkan atau pun meurunkan suku bunga.

Dan dampaknya ke FOrex akan sifat dovish dan hawksih ini akan lumyan terasa atau ga ya? Dan apakah ada cara bagi kita untuk melihat ciri2 dari kebijakan yang bersifat dovish dan hawkish? Mohn penjelasannyaa gan, makasih bnky ya sblmnya.

Martin   8 May 2023

Martin:

Ciri-ciri dovish dan hawkish itu mudah sekali dikenali asalkan kita paham definisinya:

  • Dovish adalah sikap enggan menaikkan suku bunga, atau lebih menyukai suku bunga yang rendah, atau lebih suka menaikkan bunga dengan jumlah lebih kecil (misalnya mau naik 0.1% saja dan bukannya 0.5%).
  • Hawkish adalah sikap agresif dalam menaikkan suku bunga, atau lebih menyukai suku bunga yang tinggi, atau lebih suka menaikkan bunga dengan jumlah lebih tinggi (misalnya mau naik 0.5% saja dan bukannya 0.1%).

Dovish atau hawkish itu sendiri belum tentu ekstrim. Kita hanya bisa menilai ekstrim atau tidaknya tergantung pada konteks situasi pada saat itu. Contohnya:

  • Suku bunga bank sentral A saat ini sebesar 4.0%. Tapi gubernur bank sentralnya ingin menaikkan bunga sebanyak 0.5%. Maka, sikap hawkish si gubernur itu jelas ekstrim.
  • Tapi kalau suku bunga bank sentral A saat ini sebesar -0.5%. Lalu gubernur bank sentralnya ingin menaikkan bunga sebanyak 0.5%. Maka, sikap hawkish si gubernur itu tidak bisa dikatakan ekstrim, karena hanya akan mengembalikan suku bunga ke tingkat 0%.

Bagaimana dampaknya ke forex? Hal itu juga tergantung pada konteks situasi pada saat itu. Contohnya:

  • Suku bunga bank sentral A saat ini sebesar 4.0%. Tapi gubernur bank sentralnya ingin menaikkan bunga sebanyak 0.5%. Maka, sikap hawkish si gubernur itu mungkin malah mengakibatkan kurs mata uangnya jatuh, karena pasar mungkin menganggap suku bunga akhir 4.5% itu terlalu tinggi.
  • Kalau suku bunga bank sentral A saat ini sebesar -0.5%. Lalu gubernur bank sentralnya ingin menaikkan bunga sebanyak 0.5%. Maka, sikap hawkish si gubernur itu dapat mengakibatkan kurs mata uangnya menguat, karena menormalisasi situasi keuangan setempat.
Aisha   4 Jun 2023

Martin: kebijakan bank sentral dengan sikap dovish dan hawkish nggak selalu ekstrem banget, lho. Sikap dovish itu kyk bank sentral yg lagi pengen merangsang pertumbuhan ekonomi, jadi mereka cenderung kasih suku bunga rendah, ngasih pinjaman enak-enak, dan berusaha ngerangsang konsumsi dan investasi.

Beda lagi sama sikap hawkish, ini lebih konservatif, nih. Bank sentral yang hawkish biasanya lebih fokus kontrol inflasi, jadi mereka bisa naikin suku bunga atau menerapin kebijakan ketat buat cegah inflasi tinggi dan ekonomi kepanasan.

Tapi, perlu diinget, sikap bank sentral bisa berubah-ubah tergantung kondisi ekonomi dan pasar, bro. Kadang-kadang dalam situasi yang nggak biasa atau krisis, kayak yang lagi kita hadapin belakangan ini, bank sentral bisa aja milih sikap yang lebih ekstrem buat nanggepin tantangan ekonomi yang ada. Contohnya, The Fed bisa aja jadi lebih hawkish dan agresif buat cegah inflasi atau nanggepin perubahan besar dalam situasi ekonomi global.

Burhan   4 Jun 2023

Apa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan bank untuk mengadopsi kebijakan dovish atau hawkish?

Kusnadi Saputra   7 Jun 2023

Bagaimana kebijakan bank dovish mempengaruhi mata uang dan ekonomi suatu negara?

Morgan   6 Jun 2023

Apa dampak kebijakan bank hawkish terhadap suku bunga dan inflasi?

Adi Wijaya   7 Jun 2023

Mengapa bank sentral cenderung mengadopsi kebijakan dovish selama periode resesi atau ketidakstabilan ekonomi?

Santo Antonius   7 Jun 2023

Bagaimana kebijakan bank dovish atau hawkish dapat mempengaruhi investor asing dan arus modal masuk atau keluar dari suatu negara?

Adi Febriyan   8 Jun 2023

Bagaimana pasar keuangan dan investor merespons kebijakan bank dovish atau hawkish?

Ferdy Gartin   8 Jun 2023

Bagaimana kebijakan bank dovish dapat merangsang pertumbuhan ekonomi?

Aldi Pratama   8 Jun 2023

Kusnadi Saputra:

Pada dasarnya, yaang mempengaruhi keputusan bank sentral untuk dovish atau hawkish itu cuma satu: pertimbangan bank itu sendiri mengenai kondisi ekonomi saat ini dan proyeksi kondisi ekonomi ke depan.

Orang di luar bank sentral (seperti kita dan para pakar) bisa memperkirakan keputusan bank dovish/hawkish dengan melihat data-data ekonomi terbaru. Contohnya data inflasi, pengangguran, kurs mata uang, dan lain-lain.

Kenapa data-data itu bisa digunakan untuk memperkirakan? Karena bank sentral juga menggunakan berbagai data tersebut dalam mengambil keputusan.

Namun, perlu diperhatikan, walaupun referensi kebijakannya sama, hasil perkiraan kita jadi berbeda dengan hasil perkiraan bank sentral. Jadi, data-data ekonomi seperti inflasi dll itu hanya "kemungkinan mempengaruhi" keputusan bank, dan belum tentu benar-benar mempengaruhi. Sebab setiap bank sentral memiliki mandat, fungsi, mekanisme kerja, dan tujuan berbeda-beda (yang kita belum tentu paham semuanya).

Aisha   15 Jun 2023

Morgan:

Ketika suatu bank sentral bersikap dovish, maka nilai tukar mata uangnya kemungkinan akan melemah. Contohnya seperti kurs yen terhadap dolar (JPY/USD) di bawah ini, yang terjadi gara-gara bank sentral jepang terus-menerus dovish selama bertahun-tahun.

JPYUSD

Bagaimana bagi ekonomi? Yaa tergantung kondisi ekonomi negara itu sendiri asalnya bagaimana. Berikut ini salah satu contohnya:

Ketika kurs terus-menerus melemah, maka harga barang impor makin lama jadi makin mahal. Kalau negaranya seperti indonesia yang kebanyakan impor dan hanya punya sedikit income dari luar negeri, maka inflasi bakal meroket dan bahkan bisa terjadi krisis. Tapi Jepang relatif baik-baik saja, karena ekspor dan pendapatan mereka dari luar negeri juga cukup besar.

Harga-harga barang impor di Jepang sangat tinggi, sehingga mendorong inflasi. Tapi bank sentral Jepang kan memang menginginkan agar inflasinya naik, jadi hal itu juga bukan masalah.

Jika seandainya kelak inflasi Jepang naik kebablasan sampai melebihi target bank sentral, maka mereka mungkin akan menaikkan bunga (mengubah sikal dovish jadi hawkish). Pada saat itu, kurs yen bisa menguat lagi dan dampak negatifnya pada ekonomi juga berkurang.

Aisha   15 Jun 2023

Adi Wijaya:

Ketika suatu bank sentral bersikap hawkish maka nilai tukar mata uangnya kemungkinan akan menguat. Contohnya seperti kurs sterling terhadap dolar (GBP/USD) sejak Oktober 2022 sampai sekarang yang terlihat di bawah ini, yang terjadi karena bank sentral Inggris menaikkan bunga beruntun di sekitar periode tersebut.

GBPUSD

Bagaimana dengan kondisi ekonomi Inggris?

Bank sentral yang hawkish itu sebenarnya ingin mengendalikan inflasi yang tinggi dengan menaikkan suku bunga. Namun, dampak dari kenaikan suku bunga itu tidaklah instan. Akibatnya, masyarakat Inggris selama beberapa waktu harus menghadapi tekanan biaya hidup yang lebih mahal di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga sekaligus.

Kenaikan biaya hidup itu bisa mengakibatkan banyak perusahaan menyetop rencana ekspansi bisnis mereka, melakukan PHK, atau bahkan memindahkan bisnis ke luar negeri. Hasilnya, tingkat pengangguran mungkin akan meningkat dan jumlah orang miskin bertambah.

Di sisi positifnya, kenaikan biaya hidup itu bakal mengurangi permintaan agregat dan mendorong penurunan inflasi dalam jangka menengah. Asalkan orang-orang dan perusahaan-perusahaan bisa survive dalam masa-masa kritis, maka nantinya akan menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

Selain itu, seperti bisa dilihat di atas, kenaikan suku bunga juga bisa memperkuat nilai tukar. Karena kursnya kuat, maka harga barang impor jadi lebih murah dan lebih banyak orang berinvestasi dalam pound sterling.

Aisha   15 Jun 2023

Santo Antonius:

Kebijakan dovish itu apa sih maksudnya?

Ketika suatu bank sentral dovish, itu berarti bank sentral ingin suku bunga tetap rendah atau diturunkan.

Sewajarnya lah suku bunga diturunkan saat resesi, sehingga mengurangi beban hidup masyarakat. Kalau bank sentral malah naikin bunga saat resesi, itu berarti sableng.

Aisha   22 Jun 2023

Aldi Pratama:

Aduuuh, ngerti nggak sih, kebijakan bank dovish itu apa?

Sekali lagi kuulang: Ketika suatu bank sentral dovish, itu berarti bank sentral ingin suku bunga tetap rendah atau diturunkan.

Nah, sekarang coba bayangkan, kalau suku bunga turun, lalu apa yang terjadi?

  • Bunga KPR turun, sehingga kaum mendang-mending makin mantap untuk ambil KPR.
  • Bunga kredit usaha turun, sehingga UMKM dan perusahaan besar berani pinjam bank untuk menambah modal ekspansi bisnis mereka.
  • Bunga kredit konsumsi turun, sehingga lebih banyak orang berani ambil kredit motor, mobil, dll.

Semua kegiatan baru itu jelas sekali merangsang pertumbuhan ekonomi.

Aisha   22 Jun 2023

Ferdy Gartin: Pasar keuangan dan investor merespons kebijakan bank yg dovish atau hawkish dengan cara yg berbeda. Nah, respons umum yg dapat terjadi:

  • Jika bank sentral menerapkan kebijakan dovish dengan menurunkan suku bunga, pasar biasanya merespons dngn kenaikan harga saham, terutama di sektor2 yg dianggap sensitif terhadap suku bunga, seperti sektor perbankan, properti, atau konsumen. Selain itu, penurunan suku bunga dpt mendorong investor untuk mencari aset yg memberikan keuntungan yg lebih tinggi. Kmudian, jika bank sentral melakukan pelonggaran kuantitatif, yaitu membeli obligasi pemerintah atau aset keuangan lainnya dari pasar terbuka, ini dapat meningkatkan likuiditas dan menurunkan suku bunga jangka panjang. Respons pasar dapat meliputi kenaikan harga obligasi, lonjakan harga saham, dan kenaikan harga komoditas.
  • Sedangkan, Jika bank sentral menerapkan kebijakan hawkish dngn menaikkan suku bunga, pasar biasanya merespons dngn penurunan harga saham, terutama di sektor2 yg sangat bergantung pada pinjaman berbunga rendah, seperti sektor properti atau perusahaan dengan utang yg tinggi. Investor mungkin juga beralih ke instrumen yg memberikan hasil yang lebih tinggi dan lebih aman, seperti obligasi ataupun deposito. Dan jika bank sentral menerapkan kebijakan hawkish dengan membatasi likuiditas atau mengurangi stimulus moneter, pasar dpt merespons dengan penurunan harga aset berisiko, seperti saham atau obligasi perusahaan. Investor mungkin menjadi lebih berhati-hati dan mengalihkan investasi mereka ke aset yg dianggap lebih aman, seperti obligasi pemerintah.
Arhan   23 Jun 2023

Adi Febriyan:

Nggak ngaruh.

Banyak orang salah kaprah, berpikir investor pasti suka bank sentral yang hawkish. Padahal, hawkish/dovish aja itu nggak penting dan nggak ngaruh.

Bank sentral mau dovish atau hawkish itu sendiri nggak akan langsung mempengaruhi investor maupun arus modal keluar/masuk suatu negara.

Yang berpengaruh pada investor dan arus modal adalah PROYEKSI TINGKAT BUNGA negara itu dibandingkan negara lainnya, PROSPEK EKONOMI negara itu dibandingkan negara lainnya, serta situasi lain seperti politik dan keamanan.

Umpamanya negara A saat ini punya suku bunga 0%. Bank sentral A bersikap hawkish, tapi cuma mau naikkan bunga 0.1%. Kondisi ekonominya stagnan, pertumbuhan tiap tahun kurang dari 1%.

Lalu ada negara B saat ini punya bunga 3%. Bank sentral B bersikap dovish, tapi cuma mau turunkan bunga 0.1%. Kondisi ekonominya bagus, pertumbuhan tiap tahun sekitar 2%.

Investor lebih suka invest di mana? Sudah tentu, negara B.

Aisha   25 Jun 2023

Ferdy Gartin:

Bagaimana pasar keuangan dan investor merespons kebijakan bank dovish atau hawkish? Ada dua cara menjawab pertanyaan ini. Pertama, cara bodo. Kedua, cara pinter.

Cara bodonya gampang:

  • Hawkish -> Bursa saham ambruk, kurs mata uang menguat. Karena perusahaan-perusahaan harus membayar bunga lebih besar, sedangkan investor bisa dapat profit lebih banyak dari bunga yang lebih besar.
  • Dovish -> Bursa saham naik, kurs mata uang melemah. Karena beban bunga perusahaan-perusahaan jadi lebih ringan, sedangkan investor akan dapat profit lebih kecil dari bunga yang turun.

Tapi realitanya, semua itu tidak mesti terjadi demikian.
Kenapa? Karena investor dan pasar keuangan akan lebih memperhatikan PROYEKSI SUKU BUNGA dan KONDISI EKONOMI negara tersebut, serta faktor-faktor lain seperti politik dan keamanan.

Orang pinter akan mendalami semua itu. Mereka nggak cuma terpaku pada "dovish" atau "hawkish" aja.

Dalam kondisi wajar, pengumuman kenaikan suku bunga biasanya mendorong penguatan nilai tukar. Investor yang ingin dapat bunga lebih besar, akan mencari mata uang dari negara terkait. Bank sentral juga biasanya hanya cenderung hawkish ketika kondisi ekonominya bagus, pengangguran sedikit, dan pertumbuhan tinggi.

Tapi, bank sentral kadang-kadang juga mengambil keputusan yang luar biasa. Mereka mungkin ngotot menaikkan bunga untuk suatu tujuan tertentu, meskipun kondisi ekonominya tidak sehat. Nah, dalam situasi seperti ini, pasar akan bereaksi negatif terhadap pengumuman hawkish.

Mari ambil contoh baru-baru ini. Bank Sentral Inggris pada 22 Juni 2023 lalu menaikkan bunga sebanyak 0.5% sampai level 5.0%. Itu tingkat bunga paling tinggi sejak April 2008. Mereka juga menyatakan siap menaikkan bunga lagi.

Bank sentral Inggris itu jelas sekali sangat hawkish. Tapi kurs GBP/USD malah melemah. Lihat buktinya di gambar ini. Titik A itu saat pengumuman suku bunga. Titik B itu kurs sekarang. Turun, kan?

Poundsterling

Kenapa hal itu terjadi? Karena pasar khawatir kenaikan suku bunga akan mengakibatkan Inggris terkena resesi.

Dari pihak bank sentral Inggris, mereka berpikir suku bunga harus dinaikkan demi menekan laju inflasi yang super tinggi (pertimbangan makro). Tapi publik menganggap kenaikan bunga itu malah menambah beban hidup rakyat. Siapa yang benar? Mari kita lihat saja beberapa bulan dan beberapa tahun kelak.

Aisha   25 Jun 2023

@ Aldi Pratama:

Maksudnya bank sentral?

Kebijakan bank sentral yang dovish adalah tidak ingin menaikkan suku bunga, bahkan merencanakan akan menurunkan suku bunga. Selain itu juga akan mengucurkan stimulus untuk menambah uang beredar.

Dengan turunnya suku bunga dan adanya stimulus, maka suku bunga kredit pinjaman akan rendah dan perusahaan akan mudah mendapatkan pinjaman. Dengan demikian investasi akan meningkat, lapangan pekerjaan akan bertambah, produksi akan naik, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

M Singgih   26 Jun 2023
 Idham Fawzi |  15 Jan 2018

Data dan berita apa saja yang berpengaruh tinggi terhadap pasar forex?

Lihat Reply [26]

Untuk Muhamad Sarin,

“Mengapa Dolar AS Memainkan Peran Sentral Dalam Pasar Forex?”

Jawabannya adalah karena Dolar AS berfungsi sebagai mata uang utama atau mata uang Internasional. Lalu kenapa Dolar kok bisa menjadi mata uang utama? Jawabannya karena tak lepas dari sejarah dunia pada masa lampau.

Sejarah singkatnya, pasca Perang Dunia ke 2, banyak negara-negara Eropa dan belahan dunia lain mengalami kehancuran ekonomi. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Karena hanya Amerika yang perekonomiannya masih baik, negara-negara yang sedang dilanda kehancuran ekonomi tersebut memutuskan untuk “berhutang” pada Amerika.

Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dolar Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dolar Amerika yang nilainya disokong oleh emas.

Secara praktis, ini berarti Dolar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dolar Amerika; cadangan Dolar diperlukan agar mata uang negara yang bersangkutan dapat ditukarkan dengan Dolar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   20 Dec 2018

@ Alpi:

Biasanya trader menghindari trading pada saat libur Natal dan tahun baru, yang mana hampir semua pasar keuangan libur. Pada saat itu volatilitas pasar sangat rendah, sehingga pergerakan harga akan cenderung choppy. Keadaan choppy adalah sideways dengan range yang kecil, sehingga tidak layak untuk ditradingkan. Arah trend harga sulit diperkirakan, biasanya cenderung sideways.

 

M Singgih   11 Dec 2020

@ Silviana:

Menurut Menteri Keuangan AS Janet Yellen, penyebaran virus corona varian Omicron dapat memicu pelambatan ekonomi, sehingga bisa menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan. Jika terjadi ketidakpastian, mata uang dan asset safe haven akan diuntungkan seperti US Dollar, Yen Jepang, Swiss Franc dan juga emas.

 

M Singgih   10 Dec 2021

@ Fadli:

Jika USD menguat, maka pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD, XAU/USD) akan melemah, maka trader bisa sell pair XXX/USD dengan syarat waktu rilis news Amerika Serikat tidak bersamaan dengan rilis news negara dari mata uang XXX/USD.

Jika waktu rilisnya bersamaan dan sama-sama berdampak tinggi, maka biasanya yang akan berpengaruh adalah data dari negara XXX tsb. Misal ketika konferensi pers ECB dengan data Jobless Claims AS yang dirilis dalam waktu yang bersamaan, yang berpengaruh pada pair EUR/USD adalah hasil konferensi pers ECB.

 

M Singgih   9 Jan 2022

Kita semua tahu bahwa strategi trading forex itu bermacam-macam. Nah, pilihan tentang apa yang akan dilakukan trader menjelang high impact news itu pun dipengaruhi oleh strategi yang dianutnya. 

Sikap trader menjelang high impact news umumnya terbagi tiga:

1. Bersiap-siap untuk "news trading". Pilihan ini biasanya diambil oleh para "risk taker".

2. Menutup semua posisi trading sejak satu sesi sebelum rilis berita, dan libur trading hingga setidaknya satu sesi setelah rilis berita. Pilihan ini bisa diambil oleh day-trader, scalper, atau siapa pun yang suka cari aman.

3. Membiarkan semua posisi trading yang sudah dibuka, tetapi tidak membuka posisi trading lagi sejak satu sesi sebelum hingga setidaknya satu sesi setelah rilis berita. Yang memilih opsi ini biasanya swing-trader yang ingin menelaah pengaruh berita secara fundamental dan teknikal dulu, sebelum kemudian mengambil keputusan trading berikutnya.

Aisha   17 Mar 2022

Ada banyak sekali data dan berita yang berpengaruh tinggi terhadap pasar forex. Variasinya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu, mungkin bertambah ataupun berkurang. Untuk mengetahui data dan berita yang berpengaruh tinggi dalam waktu dekat, periksalah kalender ekonomi atau kalender forex (forex calendar). Banyak situs web menyediakannya secara gratis.

Pada umumnya, ada tiga jenis data dan berita yang paling berdampak:

  • Pengumuman bank sentral, khususnya bank sentral utama seperti Federal Reserve AS, Bank of England, European Central Bank, dll.
  • Publikasi data ekonomi makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, pengangguran, neraca perdagangan dll.
  • Kabar seputar situasi keamanan dan geopolitik.
Aisha   22 Mar 2018

Tidak ada satu pun pasangan mata uang (forex pair), saham, komoditas, maupun kripto yang tidak dipengaruhi oleh kondisi fundamental.

Perlu dipahami bahwa kondisi fundamental merupakan penggerak utama kurs mata uang, termasuk diantaranya supply-demand, suku bunga, inflasi, kebijakan pemerintah/bank sentral, dan lain-lain. Tidak semua berita fundamental pasti berdampak pada kurs mata uang, tetapi tidak ada kurs mata uang yang tidak dipengaruhi oleh berita fundamental.

Ada yang berpendapat bahwa mata uang yang menganut prinsip kurs tetap (fixed exchange rate) tidak akan terlalu terpengaruh oleh kondisi fundamental. Namun, argumen itu salah kaprah. Kenapa begitu? Ada 2 alasan utama:

Pertama, keputusan pemerintahnya untuk menjalankan sistem kurs tetap itu termasuk "berita fundamental". Dan jika kelak pemerintahnya membatalkan sistem kurs tetap, maka nilai tukar akan langsung terpukul dahsyat oleh berita fundamental tersebut.

Kedua, sistem kurs tetap mematok nilai tukar satu mata uang terhadap satu mata uang lain saja. Akibatnya, kurs terhadap mata uang itu terhadap mata uang lain akan tetap naik-turun. 

Contoh: Arab Saudi mematok kurs riyal terhadap dolar AS pada 3.75. Ini artinya, berita fundamental tidak akan memengaruhi kurs USD/SAR. Namun, kurs riyal terhadap rupiah tetap akan terdampak oleh berita fundamental dan naik-turun kurs USD.

Aisha   10 May 2022

@Maratus Solikah: Kalau menggunakan broker luar, biasanya tidak ada libur lebaran. Lebaran pun brokernya tetap buka, liburan yang tutup cuma natal dan tahun baru.

Sedangkan broker Indonesia pada saat lebaran libur. Liburnya ada yang sampai 2 hari setelah lebaran dan ada juga hari senin tanggal 9 Mei sudah buka kembali.

Kiki R   11 May 2022

kalau jam buka pasar kripto bagaimana ya? apakah sama?

Muhammad Fikri   13 May 2022
untuk pasar kripto bisa transaksi atau buka selama 24 jam setiap hari
Lukas Prastya   13 May 2022

pair apa yang tidak terlalu di pengaruhi oleh berita fundamental?

Arie Kurniawan   9 May 2022

Apa yang harus dilakukan trader ketika menjelang ada high impact news?

Dewa Arjuna   17 Mar 2022

Pak, di awal tahun seperti ini apakah ada waktu-waktu tertentu yang harus dihindari untuk trading? Bagaimana biasanya trend market di bulan-bulan desember seperti ini? Lebih spesifiknya untuk pair XAU/USD. Thx

Alpi   7 Dec 2020

Mengapa Dolar AS Memainkan Peran Sentral Dalam Pasar Forex?

Muhamad Sarin   20 Dec 2018

Kalau muncul varian baru omicron seperti saat ini, kira-kira dampaknya apa ke pasar forex?

Silviana   8 Dec 2021

infonya mastaa, adanya liburan lebaran ini, pasar forex buka kembali mulai kapan ya?

Maratus Solikah   9 May 2022

Saya masih bingung. Ketika melihat news. Misal, dolar menguat lalu apa yang harus saya lakukan terhadap pair eur/usd, Gbp/usd? Terima kasih

Fadli   6 Jan 2022

Mengapa pasar Forex bisa 24 jam ya? sedangkan terdapat jam pembukaan dan penutupan pasar forex baik di Amerika, Asia, Australia, dan Eropa. Padahal Pasar masing-masing memiliki jam operasionalnya dan karena itu jam operasional itulah, waktu kerja mereka terbatas.

Anita   22 Jan 2023

Jawaban untuk Fadli:

  • Ketika melihat news. Misal, dolar menguat lalu apa yang harus saya lakukan terhadap pair eur/usd, Gbp/usd?

Kalau dollar menguat, maka pair EUR/USD dan GBP/USD mengalami pelemahan. Oleh karena itu, posisi yang cocok Anda ambil adalah sell EUR/USD dan GBP/USD.

Kiki R   24 Jan 2023

@ Anita:

Ya, karena ketika pasar yang satu menjelang tutup, pasar yang lain buka. Ada sesi overlapping antar pasar. Misal ketika pasar London menjelang tutup, pasar New York buka. Ketika pasar New York tutup, 1 jam kemudian pasar Sidney buka. Pasar benar-benar sepi atau tutup ketika pasar New York tutup menjelang pasar Sidney buka, sekitar jam 3 s/d jam 4 pagi WIB. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, silahkan baca: 3 Cara Menentukan Waktu Trading Forex Terbaik

 

M Singgih   25 Jan 2023

Jawaban untuk Arie Kurniawan:

Tidak ada satupun pair forex yang tidak dipengaruhi berita fundamental.

Masing-masing dari pair forex tersebut diawasi oleh bank sentral dari negaranya masing-masing. Saat bank sentral intervensi, maka harga akan terpengaruh.

Contohnya saat kemarin intervensi nilai tukar Yen senilai beberapa puluh billion dollar, terjadi penguatan harga yen yang cepat.

Walaupun pada kenyataannya tidak semua berita fundamental mempengaruhi, tapi fundamental penting seperti suku bunga dan kebijakan moneter sangat mempengaruhi nilai pair.

Kiki R   25 Jan 2023

Jawaban untuk Anita:

Pasar Forex bisa beroperasi selama 24 jam karena mata uang yang diperdagangkan di pasar Forex adalah mata uang negara-negara yang berbeda, dan setiap negara memiliki jam operasional pasar yang berbeda-beda. Sehingga saat pasar satu negara tutup, pasar negara lain akan dibuka, sehingga memungkinkan perdagangan berlangsung selama 24 jam.

Pada saat pasar Amerika Serikat tutup, pasar Asia dibuka, dan saat pasar Asia tutup, pasar Eropa dibuka, dan saat pasar Eropa tutup, pasar Australia dibuka. Sehingga perdagangan mata uang dapat terus berlangsung selama 24 jam.

Selain itu, trading forex juga dapat dilakukan secara elektronik melalui internet, sehingga trader dapat melakukan trading dari manapun dan kapanpun, asalkan terkoneksi dengan internet. Ini juga memungkinkan trading forex untuk berlangsung selama 24 jam.

Meskipun demikian, sebaiknya diingat bahwa ada waktu-waktu tertentu di mana volatilitas pasar cenderung lebih tinggi dan likuiditas lebih tinggi, sehingga lebih baik untuk melakukan trading. Seperti saat pasar London dan New York dibuka bersamaan, karena ini adalah saat yang paling likuid dan volatilitas yang tinggi.

Kiki R   26 Jan 2023

M Singgih: Master, adakah trik kalau kita tetep mau trading dalam kondisi volatilitas rendah dekat masa liburan seperti itu?

Alana   26 Jan 2023

@ Alana:

- Master, adakah trik kalau kita tetep mau trading dalam kondisi volatilitas rendah dekat masa liburan seperti itu?

Para trader yang berpengalaman menyarankan untuk tidak masuk pasar pada saat volatilitas pergerakan harga sangat rendah atau choppy (bergerak tidak menentu dalam range yang sempit). Trader sulit untuk melakukan analisa karena hampir tidak ada sinyal yang valid, sehingga risikonya akan tinggi.

 

M Singgih   26 Jan 2023

Dewa Arjuna:

Secara umum ada 3 hal yang bisa dilakukan trader:

1. Membuka posisi sebelum News terjadi. Perilaku ini dilakukan dengan asumsi trader telah menganalisa kemana pergerakan harga saat News terjadi.

2. Membuka posisi setelah News terjadi. Berbeda dari yang nomor 1, trader nomor 2 cenderung menunggu hingga volatilitas harga yang tinggi saat News terjadi mereda terlebih dahulu sebelum memutuskan kemana arah selanjutnya harga bergerak.

3. Yang terakhir adalah menjauh dari market. Hal ini bisa dilakukan bagi trader yang masih memiliki posisi terbuka dengan menutup posisi yang ada. Ataupun trader yang tidak memiliki posisi terbuka dengan cara tidak membuka transaksi apapun saat sebelum dan sesudah News terjadi.

Ketiga hal ini bisa dipilih bergantung dari jenis trader dan strategi apa yang digunakan pada market.

Nur Salim   19 Feb 2023

Arie Kurniawan:  Tidak ada pasangan mata uang (pair) tertentu yang benar-benar tidak terpengaruh oleh berita fundamental, karena semua pasangan mata uang terhubung dengan faktor-faktor fundamental seperti suku bunga, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan pemerintah. Namun, beberapa pasangan mata uang lebih stabil dan dapat mengalami pergerakan yang relatif kecil atau terbatas dalam situasi fundamental yang tidak stabil.

Pasangan mata uang yang terkenal stabil dan tidak terlalu terpengaruh oleh berita fundamental adalah pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan USD/CHF. Pasangan mata uang ini memiliki likuiditas yang tinggi dan volume trading yang besar, sehingga lebih stabil dan kurang rentan terhadap fluktuasi harga yang besar dalam waktu singkat.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun pasangan mata uang ini relatif stabil, mereka masih dapat terpengaruh oleh berita fundamental yang penting dan memicu pergerakan harga yang signifikan. Oleh karena itu, sebaiknya tetap memantau berita fundamental dan mengembangkan strategi trading yang tepat untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan.

Welly   17 Apr 2023
 

Kirim Komentar Baru